Karawang, — Suasana duka menyelimuti wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Tangis haru keluarga pecah saat Bupati Karawang, Haji Aep Saepuloh, hadir langsung ke rumah duka korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Majalengka.
Dengan raut wajah penuh empati, Bupati Aep menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, Pada Selasa Malam 24/3/2026
Ia tampak menyalami satu per satu anggota keluarga korban, memberikan penguatan di tengah luka yang masih begitu terasa.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karawang, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya dengan suara tertahan haru.
Selain menyampaikan doa, Bupati juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada keluarga korban.
Enam Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Tragis
Diketahui, kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sebuah mobil Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z-7012-CN yang mengangkut rombongan keluarga asal Karawang.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (23/3/2026) di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.
Total enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Mereka adalah:
Hasyim Adnan (47) – pengemudi
Ali (5)
Nanda (1,5)
Mala (35)
Karwati (65)
Desi (42)
Sebagian korban sempat mendapatkan penanganan di RSUD Majalengka, sementara lainnya dirujuk ke RSUD Cideres setelah sebelumnya berada di RSUD Talaga.
Diduga Sopir Kelelahan, Jalan Licin dan Menikung Tajam
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing.
Saat melintasi jalur menurun yang licin dan menikung tajam, sopir diduga dalam kondisi kelelahan dan mengantuk.
Akibatnya, kendaraan hilang kendali, oleng ke kanan, lalu masuk ke parit sebelum akhirnya terguling dengan posisi roda di atas.
Peristiwa ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Karawang secara luas.
Duka yang Mengikat Kebersamaan
Kehadiran Bupati di tengah keluarga korban menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di saat masyarakat membutuhkan.
Di tengah isak tangis, doa-doa terus dipanjatkan, berharap agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Duka ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat kondisi fisik tidak prima.
Karawang berduka. Namun di balik duka, tumbuh solidaritas dan kepedulian yang menguatkan satu sama lain.
(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)


