VERSITNEWS

Kamis, 08 Oktober 2026

Camat Pebayuran Dampingi Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Monev Embung Desa Karangharja

Pebayuran Bekasi – Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mendampingi Komandan Kodim (Dandim) 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto Mamoto, S.E., M.H.I., dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) embung yang berada di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keberadaan embung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan pengelolaan air dan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Dalam kegiatan Monev tersebut turut hadir Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi
Letkol Arm Vicky Harryanto Mamoto, S.E., M.H.I., Pj. Kepala Desa Karangharja Supriyadin, Pj. Kepala Desa Karangsegar Candra, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Hasyim Adnan Adha, Camat Pebayuran, mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi ini penting dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi embung sekaligus memastikan keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Embung ini tentunya memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengelolaan air untuk pertanian. Karena itu, kita perlu bersama-sama memastikan kondisi dan pemanfaatannya tetap terjaga dengan baik,” ujar Hasyim.

Sambung Hasyim, kegiatan Monev juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, serta pihak terkait dalam menjaga dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada di wilayah.

“Kami berharap hasil monitoring ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, apabila terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditindaklanjuti, tentunya akan kita koordinasikan bersama agar manfaat embung bisa dirasakan masyarakat secara maksimal,” sambungnya.

Sementara itu, kehadiran Dandim 0509 Kabupaten Bekasi bersama jajaran terkait menunjukkan adanya perhatian dan sinergitas lintas sektor terhadap pembangunan serta pengelolaan infrastruktur sumber daya air di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan adanya monitoring secara langsung, diharapkan embung di Desa Karangharja dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kecamatan Pebayuran.


Pebayuran Bekasi – Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mendampingi Komandan Kodim (Dandim) 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto Mamoto, S.E., M.H.I., dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) embung yang berada di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keberadaan embung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan pengelolaan air dan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Dalam kegiatan Monev tersebut turut hadir Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi
Letkol Arm Vicky Harryanto Mamoto, S.E., M.H.I., Pj. Kepala Desa Karangharja Supriyadin, Pj. Kepala Desa Karangsegar Candra, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Hasyim Adnan Adha, Camat Pebayuran, mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi ini penting dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi embung sekaligus memastikan keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Embung ini tentunya memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengelolaan air untuk pertanian. Karena itu, kita perlu bersama-sama memastikan kondisi dan pemanfaatannya tetap terjaga dengan baik,” ujar Hasyim.

Sambung Hasyim, kegiatan Monev juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, serta pihak terkait dalam menjaga dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada di wilayah.

“Kami berharap hasil monitoring ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, apabila terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditindaklanjuti, tentunya akan kita koordinasikan bersama agar manfaat embung bisa dirasakan masyarakat secara maksimal,” sambungnya.

Sementara itu, kehadiran Dandim 0509 Kabupaten Bekasi bersama jajaran terkait menunjukkan adanya perhatian dan sinergitas lintas sektor terhadap pembangunan serta pengelolaan infrastruktur sumber daya air di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan adanya monitoring secara langsung, diharapkan embung di Desa Karangharja dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kecamatan Pebayuran.


Selasa, 06 Oktober 2026

KTNA Kecamatan Pebayuran Apresiasi Plt. Bupati Bekasi, Undang Para Petani untuk Kerjabakti/Goloran Irigasi BKG Demi Stabilitas Aliran Air

Kabupaten Bekasi. Kegiatan Kerjabakti/Goloran Irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) yang merupakan gagasan dari dr.Asep Surya Atmaja, selaku Plt. Bupati Kabupaten Bekasi sejatinya untuk mendorong progres para petani dan demi stabilitas pasokan air di wilayah Kecamatan Pebayuran, terutama di area bagian utara yang sangat membutuhkan pasokan air untuk mengelola lahan pertanian yang terdampak dari musim kemarau panjang akhir-akhir ini. 

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dan kepedulian Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) terhadap warga petani dalam mendukung kenaikan angka produktifitas hasil panen para petani yang berkelanjutan. 

Hal itu diapresiasi oleh ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pebayuran, Janur Karya, ia juga mengajak kepada seluruh kelompok tani untuk berpartisipasi dan memenuhi undangan dalam rangka kegiatan Kerjabakti/goloran irigasi BKG, pada Selasa, (06/10/2026). 

Sekitar pukul 08:00 WIB Plt. Bupati beserta jajarannya tiba di lokasi BKG 26 Desa Sumbereja, didampingi Muspika dan Ketua KTNA serta kurang lebih 500 orang para petani, untuk dikerahkan pada kegiatan tersebut, adapun para kelompok tani itu berasal dari 12 Desa dan 1 kelurahan yang ada di kecamatan Pebayuran. 

Hadir dalam acara kegiatan tersebut diantaranya dr. Asep Surya Atmaja Plt. Kabupaten Bekasi beserta jajarannya, Muspika Pebayuran, PJ Desa sekecamatan, Betha Safitri Perwakilan Menejemen CSR Jababeka, Bima Kawindra, General Manager (GM) Perum Jasa Tirta (PJT), Koordinator Wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) , dan unsur masyarakat petani kecamatan Pebayuran. 

"Kami KTNA Kecamatan Pebayuran sangat berterimakasih dan mengapresiasi gagasan dari dr. Asep Surya Atmaja selaku Plt Bupati Kabupaten Bekasi yang telah peduli dengan progres para petani khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Pebayuran, karena ini merupakan kepedulian pemerintah kabupaten terhadap para petani demi terciptanya kelancaran pasokan aliran air untuk memenuhi kebutuhan para petani" Ungkap Janur. 

Lebih jauh Janur Karya juga berharap agar Pemkab Bekasi harus menanggapi serius dalam penanganan irigasi sebagai infrastruktur vital dalam bidang pertanian, dirinya berharap agar kedepannya saluran irigasi dari BKG 15 sampai BKG 20 harus dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) agar lebih permanen lagi, guna mengantisipasi jebolnya tanggul irigasi disaat mengaliri areal persawahan yang ada di wilayah utara kecamatan Pebayuran. 

"Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi harus lebih serius lagi dalam penanganan irigasi sebagai infrastruktur yang vital dalam bidang pertanian, maka dari itu kami berharap agar kedepannya tanggul irigasi mulai dari BKG 15 dan BKG 20 harus dibangun tembok penahan tanah agar lebih permanen, sebagai antisipasi jebolnya tanggul disaat mengaliri area persawahan yang ada dibagian utara" Pungkasnya. 

(AS Roni)
Kabupaten Bekasi. Kegiatan Kerjabakti/Goloran Irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) yang merupakan gagasan dari dr.Asep Surya Atmaja, selaku Plt. Bupati Kabupaten Bekasi sejatinya untuk mendorong progres para petani dan demi stabilitas pasokan air di wilayah Kecamatan Pebayuran, terutama di area bagian utara yang sangat membutuhkan pasokan air untuk mengelola lahan pertanian yang terdampak dari musim kemarau panjang akhir-akhir ini. 

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dan kepedulian Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) terhadap warga petani dalam mendukung kenaikan angka produktifitas hasil panen para petani yang berkelanjutan. 

Hal itu diapresiasi oleh ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pebayuran, Janur Karya, ia juga mengajak kepada seluruh kelompok tani untuk berpartisipasi dan memenuhi undangan dalam rangka kegiatan Kerjabakti/goloran irigasi BKG, pada Selasa, (06/10/2026). 

Sekitar pukul 08:00 WIB Plt. Bupati beserta jajarannya tiba di lokasi BKG 26 Desa Sumbereja, didampingi Muspika dan Ketua KTNA serta kurang lebih 500 orang para petani, untuk dikerahkan pada kegiatan tersebut, adapun para kelompok tani itu berasal dari 12 Desa dan 1 kelurahan yang ada di kecamatan Pebayuran. 

Hadir dalam acara kegiatan tersebut diantaranya dr. Asep Surya Atmaja Plt. Kabupaten Bekasi beserta jajarannya, Muspika Pebayuran, PJ Desa sekecamatan, Betha Safitri Perwakilan Menejemen CSR Jababeka, Bima Kawindra, General Manager (GM) Perum Jasa Tirta (PJT), Koordinator Wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) , dan unsur masyarakat petani kecamatan Pebayuran. 

"Kami KTNA Kecamatan Pebayuran sangat berterimakasih dan mengapresiasi gagasan dari dr. Asep Surya Atmaja selaku Plt Bupati Kabupaten Bekasi yang telah peduli dengan progres para petani khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Pebayuran, karena ini merupakan kepedulian pemerintah kabupaten terhadap para petani demi terciptanya kelancaran pasokan aliran air untuk memenuhi kebutuhan para petani" Ungkap Janur. 

Lebih jauh Janur Karya juga berharap agar Pemkab Bekasi harus menanggapi serius dalam penanganan irigasi sebagai infrastruktur vital dalam bidang pertanian, dirinya berharap agar kedepannya saluran irigasi dari BKG 15 sampai BKG 20 harus dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT) agar lebih permanen lagi, guna mengantisipasi jebolnya tanggul irigasi disaat mengaliri areal persawahan yang ada di wilayah utara kecamatan Pebayuran. 

"Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi harus lebih serius lagi dalam penanganan irigasi sebagai infrastruktur yang vital dalam bidang pertanian, maka dari itu kami berharap agar kedepannya tanggul irigasi mulai dari BKG 15 dan BKG 20 harus dibangun tembok penahan tanah agar lebih permanen, sebagai antisipasi jebolnya tanggul disaat mengaliri area persawahan yang ada dibagian utara" Pungkasnya. 

(AS Roni)

BEKASI TANPA PEMUTIHAN: Hingga Oktober 2026 Samsat Kabupaten Bekasi Belum Umumkan Diskon PKB, Warga Diminta Jangan Tunda Bayar Pajak

KABUPATEN BEKASI — Memasuki Oktober 2026, masyarakat Kabupaten Bekasi mulai mempertanyakan apakah Samsat Kabupaten Bekasi kembali menyediakan program keringanan, diskon, atau pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).(03/09/2026)

Pertanyaan tersebut wajar mengingat program pemutihan pajak kendaraan sebelumnya cukup banyak dimanfaatkan masyarakat. Namun, berdasarkan penelusuran informasi resmi yang tersedia hingga awal Oktober 2026, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai program pemutihan PKB khusus Oktober 2026 di Kabupaten Bekasi.

Bukan Berarti Pelayanan Samsat Berhenti

Tidak adanya program pemutihan bukan berarti pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi berhenti. Masyarakat tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran PKB melalui berbagai kanal pelayanan yang disediakan.

Samsat Kabupaten Bekasi juga terus mengembangkan kemudahan pelayanan agar masyarakat lebih mudah membayar pajak kendaraan.

Sementara itu, pada 2026 Bapenda Jawa Barat sempat memberikan program diskon PKB sebesar 10 persen dalam periode khusus libur Lebaran, yakni 18–24 Maret 2026. Program tersebut bersifat terbatas pada periode yang telah ditentukan dan bukan program yang otomatis berlaku sepanjang tahun.

Jangan Menunggu Pemutihan

Dengan belum adanya pengumuman resmi mengenai pemutihan Oktober 2026, wajib pajak kendaraan di Kabupaten Bekasi sebaiknya tidak menjadikan pemutihan sebagai alasan untuk menunda pembayaran.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan besaran pajak dan informasi pelayanan melalui kanal resmi Samsat/Bapenda Jawa Barat sebelum datang ke lokasi pelayanan.

Yang perlu menjadi perhatian, informasi mengenai diskon maupun keringanan pajak harus mengacu pada pengumuman resmi pemerintah, bukan informasi berantai yang beredar di media sosial.

KritikBekasi: Masyarakat Berhak Mendapat Kepastian

Pertanyaan publik mengenai program Samsat Oktober 2026 juga menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses.

Pertanyaan publik mengenai program Samsat Oktober 2026 juga menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses.

Jika memang tidak ada program pemutihan, masyarakat tentu membutuhkan kepastian agar tidak menunggu sesuatu yang belum tentu diberlakukan.

Sebaliknya, apabila terdapat program khusus Oktober 2026, informasi mengenai syarat, periode, jenis kendaraan yang mendapatkan fasilitas, serta mekanisme pembayaran perlu diumumkan secara terbuka.

Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Bekasi dapat mengetahui secara pasti hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak.

Kesimpulan sementara: hingga awal Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi yang dapat diverifikasi mengenai program pemutihan PKB khusus Oktober 2026 untuk Samsat Kabupaten Bekasi. Pelayanan pembayaran pajak tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat sebelumnya telah menegaskan bahwa program pemutihan pajak kendaraan yang berlangsung pada 2025 telah berakhir pada 30 September 2025. Mulai 1 Oktober 2025, pembayaran pajak kembali mengikuti ketentuan normal.

Redaksi 
KABUPATEN BEKASI — Memasuki Oktober 2026, masyarakat Kabupaten Bekasi mulai mempertanyakan apakah Samsat Kabupaten Bekasi kembali menyediakan program keringanan, diskon, atau pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).(03/09/2026)

Pertanyaan tersebut wajar mengingat program pemutihan pajak kendaraan sebelumnya cukup banyak dimanfaatkan masyarakat. Namun, berdasarkan penelusuran informasi resmi yang tersedia hingga awal Oktober 2026, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai program pemutihan PKB khusus Oktober 2026 di Kabupaten Bekasi.

Bukan Berarti Pelayanan Samsat Berhenti

Tidak adanya program pemutihan bukan berarti pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi berhenti. Masyarakat tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran PKB melalui berbagai kanal pelayanan yang disediakan.

Samsat Kabupaten Bekasi juga terus mengembangkan kemudahan pelayanan agar masyarakat lebih mudah membayar pajak kendaraan.

Sementara itu, pada 2026 Bapenda Jawa Barat sempat memberikan program diskon PKB sebesar 10 persen dalam periode khusus libur Lebaran, yakni 18–24 Maret 2026. Program tersebut bersifat terbatas pada periode yang telah ditentukan dan bukan program yang otomatis berlaku sepanjang tahun.

Jangan Menunggu Pemutihan

Dengan belum adanya pengumuman resmi mengenai pemutihan Oktober 2026, wajib pajak kendaraan di Kabupaten Bekasi sebaiknya tidak menjadikan pemutihan sebagai alasan untuk menunda pembayaran.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan besaran pajak dan informasi pelayanan melalui kanal resmi Samsat/Bapenda Jawa Barat sebelum datang ke lokasi pelayanan.

Yang perlu menjadi perhatian, informasi mengenai diskon maupun keringanan pajak harus mengacu pada pengumuman resmi pemerintah, bukan informasi berantai yang beredar di media sosial.

KritikBekasi: Masyarakat Berhak Mendapat Kepastian

Pertanyaan publik mengenai program Samsat Oktober 2026 juga menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses.

Pertanyaan publik mengenai program Samsat Oktober 2026 juga menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses.

Jika memang tidak ada program pemutihan, masyarakat tentu membutuhkan kepastian agar tidak menunggu sesuatu yang belum tentu diberlakukan.

Sebaliknya, apabila terdapat program khusus Oktober 2026, informasi mengenai syarat, periode, jenis kendaraan yang mendapatkan fasilitas, serta mekanisme pembayaran perlu diumumkan secara terbuka.

Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Bekasi dapat mengetahui secara pasti hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak.

Kesimpulan sementara: hingga awal Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi yang dapat diverifikasi mengenai program pemutihan PKB khusus Oktober 2026 untuk Samsat Kabupaten Bekasi. Pelayanan pembayaran pajak tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat sebelumnya telah menegaskan bahwa program pemutihan pajak kendaraan yang berlangsung pada 2025 telah berakhir pada 30 September 2025. Mulai 1 Oktober 2025, pembayaran pajak kembali mengikuti ketentuan normal.

Redaksi 

Senin, 05 Oktober 2026

Ahmad Syarifudin C.BJ., C.EJ. Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81 untuk Koramil 11 Pebayuran Semoga TNI Semakin Jaya Dan Dicintai Rakyat


Pebayuran Bekasi – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, ucapan selamat dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.

Salah satunya disampaikan oleh Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., Ketua Akpersi DPD Jawa Barat, yang turut menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81 kepada jajaran Koramil 11 Pebayuran, Senin (5/10/2026).

Ahmad Syarifudin menyampaikan apresiasi serta doa agar TNI senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat HUT TNI ke-81 untuk Koramil 11 Pebayuran semoga TNI semakin jaya, semakin dekat dengan masyarakat, serta senantiasa dicintai rakyat,” ujar Ahmad Syarifudin.

Menurutnya, momentum HUT TNI bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat atas besarnya peran dan pengabdian prajurit TNI dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun kedekatan bersama masyarakat.

Ia berharap sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat.

“Semoga kebersamaan dan sinergitas TNI bersama masyarakat semakin kuat. Dirgahayu TNI ke-81, TNI Prima, TNI Modern, Bersama Rakyat, Indonesia Kuat,” pungkasnya.

Pebayuran Bekasi – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, ucapan selamat dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.

Salah satunya disampaikan oleh Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., Ketua Akpersi DPD Jawa Barat, yang turut menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81 kepada jajaran Koramil 11 Pebayuran, Senin (5/10/2026).

Ahmad Syarifudin menyampaikan apresiasi serta doa agar TNI senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat HUT TNI ke-81 untuk Koramil 11 Pebayuran semoga TNI semakin jaya, semakin dekat dengan masyarakat, serta senantiasa dicintai rakyat,” ujar Ahmad Syarifudin.

Menurutnya, momentum HUT TNI bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat atas besarnya peran dan pengabdian prajurit TNI dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun kedekatan bersama masyarakat.

Ia berharap sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat.

“Semoga kebersamaan dan sinergitas TNI bersama masyarakat semakin kuat. Dirgahayu TNI ke-81, TNI Prima, TNI Modern, Bersama Rakyat, Indonesia Kuat,” pungkasnya.

Sinergitas TNI, Polri dan Pemerintah Kecamatan Pebayuran Menguat di HUT TNI ke-81

Pebayuran, Bekasi – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di halaman Kantor Koramil 11 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (5/10/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara jajaran TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, Sekretaris Kecamatan Pebayuran Joko Santoso, Kasi Trantib Kecamatan Pebayuran Aan Rohimat, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, SH., MH., beserta jajaran personel Polsek Pebayuran, Danramil 11 Pebayuran Kapten Inf Sutikno, serta seluruh personel Koramil 11 Pebayuran.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 11 Pebayuran Kapten Inf Sutikno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta turut memberikan perhatian dalam peringatan HUT TNI ke-81.

“Beribu-ribu terima kasih kami sampaikan kepada jajaran Polsek Pebayuran, Camat Pebayuran beserta seluruh jajarannya yang telah hadir dan ikut memeriahkan peringatan HUT TNI ke-81 ini,” ujar Kapten Inf Sutikno.

Sementara itu, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, SH., MH., menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh jajaran TNI, khususnya keluarga besar Koramil 11 Pebayuran.

“Selamat ulang tahun TNI ke-81 kepada seluruh jajaran Koramil 11 Pebayuran. Semoga TNI semakin jaya, semakin solid, dan selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara,” ungkap AKP Iing Suhaeri.

Ucapan selamat juga disampaikan Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha. Ia berharap sinergitas yang selama ini terjalin antara TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dapat terus dipertahankan serta semakin diperkuat.

“Semoga di usia TNI yang ke-81 ini, seluruh jajaran TNI Koramil 11 Pebayuran selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Semoga TNI semakin jaya,” tutur Hasyim Adnan Adha.

Peringatan HUT TNI ke-81 di halaman Kantor Koramil 11 Pebayuran berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan kegembiraan.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi TNI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan serta membangun sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

Pebayuran, Bekasi – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di halaman Kantor Koramil 11 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (5/10/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara jajaran TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, Sekretaris Kecamatan Pebayuran Joko Santoso, Kasi Trantib Kecamatan Pebayuran Aan Rohimat, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, SH., MH., beserta jajaran personel Polsek Pebayuran, Danramil 11 Pebayuran Kapten Inf Sutikno, serta seluruh personel Koramil 11 Pebayuran.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 11 Pebayuran Kapten Inf Sutikno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta turut memberikan perhatian dalam peringatan HUT TNI ke-81.

“Beribu-ribu terima kasih kami sampaikan kepada jajaran Polsek Pebayuran, Camat Pebayuran beserta seluruh jajarannya yang telah hadir dan ikut memeriahkan peringatan HUT TNI ke-81 ini,” ujar Kapten Inf Sutikno.

Sementara itu, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, SH., MH., menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh jajaran TNI, khususnya keluarga besar Koramil 11 Pebayuran.

“Selamat ulang tahun TNI ke-81 kepada seluruh jajaran Koramil 11 Pebayuran. Semoga TNI semakin jaya, semakin solid, dan selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara,” ungkap AKP Iing Suhaeri.

Ucapan selamat juga disampaikan Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha. Ia berharap sinergitas yang selama ini terjalin antara TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dapat terus dipertahankan serta semakin diperkuat.

“Semoga di usia TNI yang ke-81 ini, seluruh jajaran TNI Koramil 11 Pebayuran selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Semoga TNI semakin jaya,” tutur Hasyim Adnan Adha.

Peringatan HUT TNI ke-81 di halaman Kantor Koramil 11 Pebayuran berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan kegembiraan.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi TNI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan serta membangun sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah Kecamatan Pebayuran dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

Kadishub Karawang Muhana Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-81 TNI, Apresiasi Dedikasi Prajurit untuk Bangsa

KARAWANG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2026, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, S.STP., MM., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat.

Muhana menyampaikan harapannya agar TNI senantiasa menjadi institusi yang profesional, responsif, modern, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, sekaligus terus menjaga kedekatan dengan rakyat.

Menurutnya, keberadaan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional, keamanan, serta mendukung pembangunan di berbagai sektor demi kemajuan Indonesia.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin jaya, semakin profesional, dan selalu menjadi kebanggaan rakyat Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara,” demikian pesan yang disampaikan dalam ucapan peringatan tersebut.

Ia juga berharap hubungan baik dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan kuat demi menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Karawang.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kesiapan prajurit, tetapi juga pada persatuan, dukungan, dan kepercayaan masyarakat.

Dengan semangat “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, diharapkan TNI terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI serta berkontribusi bagi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

(Redaksi)

KARAWANG — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2026, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, S.STP., MM., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat.

Muhana menyampaikan harapannya agar TNI senantiasa menjadi institusi yang profesional, responsif, modern, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, sekaligus terus menjaga kedekatan dengan rakyat.

Menurutnya, keberadaan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional, keamanan, serta mendukung pembangunan di berbagai sektor demi kemajuan Indonesia.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin jaya, semakin profesional, dan selalu menjadi kebanggaan rakyat Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara,” demikian pesan yang disampaikan dalam ucapan peringatan tersebut.

Ia juga berharap hubungan baik dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan kuat demi menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Karawang.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kesiapan prajurit, tetapi juga pada persatuan, dukungan, dan kepercayaan masyarakat.

Dengan semangat “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, diharapkan TNI terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI serta berkontribusi bagi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.

(Redaksi)

KARHUTLA TAK KUNJUNG TUNTAS, KETUM DPP AKPERSI NILAI GUBERNUR SUMSEL GAGAL LINDUNGI RAKYAT

PM2.5 TEMBUS 903,6 µg/m³, 40.555 KASUS ISPA, SEKOLAH TERGANGGU — DPP AKPERSI DESAK KEMENDAGRI EVALUASI HERMAN DERU

PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum juga berakhir. Hingga Minggu, 4 Oktober 2026, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, kabut asap kembali menyelimuti Palembang, kualitas udara berada pada level berbahaya, sementara masyarakat mulai merasakan dampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas pendidikan.

Kondisi tersebut membuat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., CFLE., C.ILJ., melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru.

Rino secara tegas menyatakan bahwa berdasarkan kondisi yang terjadi dan dampak yang terus dirasakan masyarakat, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru patut dinilai gagal dalam memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan melindungi masyarakat dari dampaknya.

“Saya menilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah gagal menangani persoalan karhutla secara efektif. Ini bukan tuduhan tanpa dasar. Kita bicara fakta di lapangan: api masih ada, asap masih menyelimuti wilayah Sumsel, kualitas udara masuk kategori berbahaya, puluhan ribu warga tercatat mengalami ISPA, bahkan aktivitas pendidikan ikut terganggu,” tegas Rino.

Menurut Rino, pemerintah daerah tidak dapat hanya menjadikan kondisi cuaca, lahan gambut, kemarau panjang atau luasnya wilayah Sumatera Selatan sebagai alasan berulang.

“Gubernur adalah kepala daerah. Tanggung jawab pemerintahan tidak berhenti pada rapat koordinasi, pemberian imbauan atau membagikan masker. Ukuran keberhasilan pemerintah harus dilihat dari apakah masyarakat terlindungi dan apakah persoalan dapat dikendalikan,” katanya.

KARHUTLA MASIH TERJADI DI ENAM DAERAH

Data terbaru menunjukkan persoalan tersebut belum selesai.

Kementerian Kehutanan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menyatakan penanganan karhutla masih dilakukan di enam daerah Sumatera Selatan, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin dan Kota Palembang.

Kementerian Kehutanan menyebut luasan lahan yang terbakar di sejumlah wilayah tersebut diperkirakan mencapai ratusan hektare, meskipun angka final belum dapat dipastikan.

Bahkan pada 4 Oktober, karhutla masih terjadi di Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran, OKI, dengan area terbakar sekitar 47 hektare. Kondisi lahan yang didominasi gambut membuat proses pemadaman menjadi semakin sulit.

Di Kota Palembang sendiri, kebakaran lahan masih terjadi di kawasan Talang Jambi. Kondisi gambut yang kering membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh.

“Jadi jangan mengatakan persoalan sudah terkendali ketika faktanya pada 4 Oktober api masih membakar lahan dan kabut asap masih menyelimuti Palembang,” ujar Rino.

PM2.5 TEMBUS 903,6, RAKYAT MENGHIRUP UDARA BERBAHAYA

Yang paling mengkhawatirkan, kata Rino, adalah kondisi kualitas udara.

Data yang diberitakan pada 4 Oktober menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik, angka yang masuk kategori sangat berbahaya.

Kabut asap bahkan semakin pekat pada Minggu sore dan mengurangi jarak pandang masyarakat.

“Bayangkan masyarakat menghirup udara dengan kondisi seperti itu. Ini bukan lagi persoalan lingkungan semata. Ini persoalan keselamatan manusia,” tegas Rino.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa sistem pencegahan dan pengendalian karhutla belum mampu mencegah kondisi tersebut berulang.

40.555 KASUS ISPA, ANGKA YANG TAK BOLEH DIANGGAP SEPELE

Dampak kesehatan juga semakin jelas.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 40.555 kasus ISPA sepanjang September 2026. Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 10.965 kasus, disusul Musi Banyuasin sebanyak 5.617 kasus dan Muara Enim 3.350 kasus.

Data September tersebut masih bersifat sementara.

Rino mempertanyakan apakah pemerintah daerah sudah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lonjakan kasus tersebut dan apakah langkah pencegahan telah dilakukan jauh sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan setelah rakyat sakit baru pemerintah mengatakan pengobatan ISPA gratis. Itu memang baik, tetapi pemerintah seharusnya lebih kuat mencegah masyarakat jatuh sakit daripada sekadar mengobati setelah terpapar asap,” ujarnya.

Pada Minggu, 4 Oktober, Pemprov Sumsel memang mengumumkan pengobatan ISPA akibat paparan kabut asap diberikan secara gratis.

Namun bagi AKPERSI, kebijakan tersebut belum menjawab persoalan utama.

“Yang kami pertanyakan adalah sumber masalahnya. Mengapa rakyat harus terus-menerus sakit akibat asap? Mengapa anak-anak harus kembali terganggu sekolahnya? Mengapa setiap tahun persoalan ini kembali terjadi?”

PENDIDIKAN TERGANGGU, RAKYAT KEMBALI MENANGGUNG BEBAN

Rino juga menyoroti terganggunya aktivitas pendidikan akibat kualitas udara yang memburuk.

Menurutnya, ketika sekolah harus melakukan pembelajaran jarak jauh untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap, maka dampaknya sudah masuk ke sektor pelayanan publik yang sangat fundamental.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban kegagalan sistem penanganan karhutla. Mereka berhak belajar dalam kondisi lingkungan yang sehat dan aman,” katanya.

Rino meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak sekadar memandang persoalan dari sisi pemadaman api, tetapi menghitung seluruh dampak sosial yang ditimbulkan.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat, aktivitas perdagangan, transportasi, hingga kualitas lingkungan.

PRESIDEN SUDAH TURUN, MENGAPA MASALAH MASIH BERULANG?

Kritik DPP AKPERSI semakin keras karena persoalan karhutla Sumatera Selatan sebelumnya telah mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Rino mengatakan keterlibatan langsung Presiden menunjukkan bahwa karhutla Sumatera Selatan bukan persoalan kecil yang dapat ditangani dengan pendekatan rutin.

“Presiden sudah turun langsung. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan berbagai unsur sudah bekerja di lapangan. Tetapi hari ini kita masih melihat api dan asap. Pertanyaannya sederhana: di mana efektivitas kepemimpinan pemerintah daerah?” tegas Rino.

Menurutnya, kritik tersebut bukan ditujukan kepada para petugas yang berjuang di lapangan.

Sebaliknya, Rino memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang mempertaruhkan keselamatan dalam memadamkan karhutla.

“Petugas di lapangan jangan disalahkan. Mereka bekerja keras. Yang harus dievaluasi adalah sistem, kebijakan, koordinasi dan kepemimpinan penanganannya,” katanya.

DPP AKPERSI DESAK KEMENDAGRI EVALUASI GUBERNUR SUMSEL

Atas kondisi tersebut, DPP AKPERSI secara khusus meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi terhadap penanganan karhutla oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Rino meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis data.

Evaluasi, kata dia, harus mencakup:

- efektivitas pencegahan karhutla;
- kesiapan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau;
- koordinasi antara Pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota;
- kecepatan respons terhadap titik api;
- perlindungan masyarakat;
- penanganan dampak kesehatan;
- perlindungan kegiatan pendidikan;
- pengawasan kawasan rawan karhutla; serta
- koordinasi dengan pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.

“Kami meminta Kemendagri jangan hanya menerima laporan administratif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Turun dan lihat kondisi masyarakat. Lihat udara yang mereka hirup. Lihat anak-anak yang terganggu sekolahnya. Lihat data ISPA. Lihat titik-titik kebakaran. Dari sana baru nilai apakah pemerintah daerah benar-benar berhasil menjalankan tanggung jawabnya,” tegas Rino.

BNPB DIMINTA TURUN LEBIH KUAT

DPP AKPERSI juga meminta BNPB meningkatkan dukungan penanganan karhutla Sumatera Selatan.

Menurut Rino, BNPB harus memastikan dukungan personel, peralatan, operasi udara, pemantauan titik api dan langkah mitigasi dapat dilakukan secara maksimal.

“BNPB jangan menunggu eskalasi menjadi lebih besar. Negara harus hadir sebelum keadaan semakin buruk,” ujarnya.

KEMENKES HARUS TURUN, BUKAN HANYA PEMDA

DPP AKPERSI juga mendesak Kementerian Kesehatan turun langsung ke Sumatera Selatan.

Rino meminta Kemenkes memperkuat layanan kesehatan masyarakat terdampak, khususnya penanganan gangguan pernapasan dan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita penyakit pernapasan.

“Empat puluh ribu lebih kasus ISPA dalam satu bulan adalah alarm. Kemenkes harus turun membantu pemerintah daerah. Jangan biarkan Sumsel menghadapi persoalan kesehatan akibat kabut asap sendirian,” kata Rino.

KEMENHUT DIMINTA CABUT IZIN PERUSAHAAN YANG TERBUKTI MEMBAKAR

Selain evaluasi pemerintah daerah, DPP AKPERSI meminta Kementerian Kehutanan memperkuat pemeriksaan terhadap perusahaan yang berada di kawasan rawan karhutla.

Rino menegaskan AKPERSI tidak akan menuduh perusahaan tertentu tanpa bukti.

Namun, apabila hasil penyelidikan dan proses hukum menemukan adanya korporasi yang terbukti melakukan pembakaran untuk pembukaan atau pembebasan lahan, maka sanksi harus diberikan secara tegas.

“Kalau ada perusahaan yang terbukti membakar untuk membuka atau membebaskan lahan, jangan hanya diberikan teguran. Evaluasi izinnya. Kalau berdasarkan hukum memang harus dicabut, cabut izinnya,” tegas Rino.

Menurutnya, penegakan hukum harus menyasar pihak yang benar-benar bertanggung jawab.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang dijadikan kambing hitam sementara korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran justru tidak tersentuh,” ujarnya.

“GUBERNUR HARUS BERTANGGUNG JAWAB KEPADA RAKYAT”

Rino kembali menegaskan bahwa pernyataannya mengenai kegagalan Gubernur Sumatera Selatan merupakan penilaian DPP AKPERSI berdasarkan kondisi dan data yang terjadi di lapangan, bukan upaya untuk menjatuhkan pribadi Herman Deru.

“Kami tidak punya kepentingan politik. AKPERSI berdiri untuk kepentingan masyarakat dan kebebasan pers. Kalau pemerintah benar, kami akan apresiasi. Kalau ada kebijakan yang menurut kami gagal melindungi rakyat, kami wajib mengkritik,” katanya.

Menurut Rino, seorang kepala daerah harus siap dievaluasi ketika kebijakan pemerintahannya berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Gubernur harus bertanggung jawab kepada rakyat. Ketika rakyat sakit karena asap, ketika anak-anak terganggu sekolahnya, ketika udara menjadi berbahaya dan kebakaran masih terjadi, maka wajar kalau publik mempertanyakan kepemimpinan dan efektivitas pemerintah daerah,” tegasnya.

AKPERSI: JANGAN TUNGGU RAKYAT JATUH KORBAN LEBIH BANYAK

DPP AKPERSI meminta pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah luar biasa.

Rino menegaskan persoalan karhutla tidak boleh kembali selesai hanya setelah hujan turun.

“Jangan tunggu hujan lalu semua dianggap selesai. Tahun depan bisa terulang lagi. Yang harus diselesaikan adalah akar masalahnya,” katanya.

DPP AKPERSI meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh kementerian dan lembaga terkait bergerak bersama untuk menyelesaikan persoalan karhutla Sumatera Selatan.

Secara khusus, AKPERSI meminta:

1. BNPB memperkuat operasi penanggulangan karhutla Sumsel.

2. Kementerian Kesehatan turun langsung menangani dampak kesehatan masyarakat.

3. Kemendagri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam penanganan karhutla.

4. Kementerian Kehutanan melakukan pemeriksaan terhadap korporasi di kawasan rawan karhutla dan mencabut izin perusahaan yang berdasarkan proses hukum terbukti melakukan pembakaran untuk pembukaan atau pembebasan lahan.

5. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka seluruh data penanganan karhutla secara transparan kepada publik.

6. Aparat penegak hukum mengusut setiap dugaan pembakaran secara profesional dan tidak tebang pilih.

Menutup pernyataannya, Rino kembali menegaskan:

“Masyarakat Sumatera Selatan tidak boleh terus-menerus menjadi korban asap. Kalau pemerintah daerah tidak mampu menyelesaikan persoalan ini secara efektif, pemerintah pusat harus mengambil langkah lebih tegas. Karena yang dipertaruhkan bukan citra pemerintah, tetapi kesehatan, pendidikan, keselamatan dan masa depan rakyat Sumatera Selatan.”

Rilis DPP AKPERSI
PM2.5 TEMBUS 903,6 µg/m³, 40.555 KASUS ISPA, SEKOLAH TERGANGGU — DPP AKPERSI DESAK KEMENDAGRI EVALUASI HERMAN DERU

PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum juga berakhir. Hingga Minggu, 4 Oktober 2026, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, kabut asap kembali menyelimuti Palembang, kualitas udara berada pada level berbahaya, sementara masyarakat mulai merasakan dampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas pendidikan.

Kondisi tersebut membuat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., CFLE., C.ILJ., melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru.

Rino secara tegas menyatakan bahwa berdasarkan kondisi yang terjadi dan dampak yang terus dirasakan masyarakat, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru patut dinilai gagal dalam memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan melindungi masyarakat dari dampaknya.

“Saya menilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah gagal menangani persoalan karhutla secara efektif. Ini bukan tuduhan tanpa dasar. Kita bicara fakta di lapangan: api masih ada, asap masih menyelimuti wilayah Sumsel, kualitas udara masuk kategori berbahaya, puluhan ribu warga tercatat mengalami ISPA, bahkan aktivitas pendidikan ikut terganggu,” tegas Rino.

Menurut Rino, pemerintah daerah tidak dapat hanya menjadikan kondisi cuaca, lahan gambut, kemarau panjang atau luasnya wilayah Sumatera Selatan sebagai alasan berulang.

“Gubernur adalah kepala daerah. Tanggung jawab pemerintahan tidak berhenti pada rapat koordinasi, pemberian imbauan atau membagikan masker. Ukuran keberhasilan pemerintah harus dilihat dari apakah masyarakat terlindungi dan apakah persoalan dapat dikendalikan,” katanya.

KARHUTLA MASIH TERJADI DI ENAM DAERAH

Data terbaru menunjukkan persoalan tersebut belum selesai.

Kementerian Kehutanan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menyatakan penanganan karhutla masih dilakukan di enam daerah Sumatera Selatan, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin dan Kota Palembang.

Kementerian Kehutanan menyebut luasan lahan yang terbakar di sejumlah wilayah tersebut diperkirakan mencapai ratusan hektare, meskipun angka final belum dapat dipastikan.

Bahkan pada 4 Oktober, karhutla masih terjadi di Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran, OKI, dengan area terbakar sekitar 47 hektare. Kondisi lahan yang didominasi gambut membuat proses pemadaman menjadi semakin sulit.

Di Kota Palembang sendiri, kebakaran lahan masih terjadi di kawasan Talang Jambi. Kondisi gambut yang kering membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh.

“Jadi jangan mengatakan persoalan sudah terkendali ketika faktanya pada 4 Oktober api masih membakar lahan dan kabut asap masih menyelimuti Palembang,” ujar Rino.

PM2.5 TEMBUS 903,6, RAKYAT MENGHIRUP UDARA BERBAHAYA

Yang paling mengkhawatirkan, kata Rino, adalah kondisi kualitas udara.

Data yang diberitakan pada 4 Oktober menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik, angka yang masuk kategori sangat berbahaya.

Kabut asap bahkan semakin pekat pada Minggu sore dan mengurangi jarak pandang masyarakat.

“Bayangkan masyarakat menghirup udara dengan kondisi seperti itu. Ini bukan lagi persoalan lingkungan semata. Ini persoalan keselamatan manusia,” tegas Rino.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa sistem pencegahan dan pengendalian karhutla belum mampu mencegah kondisi tersebut berulang.

40.555 KASUS ISPA, ANGKA YANG TAK BOLEH DIANGGAP SEPELE

Dampak kesehatan juga semakin jelas.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 40.555 kasus ISPA sepanjang September 2026. Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 10.965 kasus, disusul Musi Banyuasin sebanyak 5.617 kasus dan Muara Enim 3.350 kasus.

Data September tersebut masih bersifat sementara.

Rino mempertanyakan apakah pemerintah daerah sudah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lonjakan kasus tersebut dan apakah langkah pencegahan telah dilakukan jauh sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan setelah rakyat sakit baru pemerintah mengatakan pengobatan ISPA gratis. Itu memang baik, tetapi pemerintah seharusnya lebih kuat mencegah masyarakat jatuh sakit daripada sekadar mengobati setelah terpapar asap,” ujarnya.

Pada Minggu, 4 Oktober, Pemprov Sumsel memang mengumumkan pengobatan ISPA akibat paparan kabut asap diberikan secara gratis.

Namun bagi AKPERSI, kebijakan tersebut belum menjawab persoalan utama.

“Yang kami pertanyakan adalah sumber masalahnya. Mengapa rakyat harus terus-menerus sakit akibat asap? Mengapa anak-anak harus kembali terganggu sekolahnya? Mengapa setiap tahun persoalan ini kembali terjadi?”

PENDIDIKAN TERGANGGU, RAKYAT KEMBALI MENANGGUNG BEBAN

Rino juga menyoroti terganggunya aktivitas pendidikan akibat kualitas udara yang memburuk.

Menurutnya, ketika sekolah harus melakukan pembelajaran jarak jauh untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap, maka dampaknya sudah masuk ke sektor pelayanan publik yang sangat fundamental.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban kegagalan sistem penanganan karhutla. Mereka berhak belajar dalam kondisi lingkungan yang sehat dan aman,” katanya.

Rino meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak sekadar memandang persoalan dari sisi pemadaman api, tetapi menghitung seluruh dampak sosial yang ditimbulkan.

Mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat, aktivitas perdagangan, transportasi, hingga kualitas lingkungan.

PRESIDEN SUDAH TURUN, MENGAPA MASALAH MASIH BERULANG?

Kritik DPP AKPERSI semakin keras karena persoalan karhutla Sumatera Selatan sebelumnya telah mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Rino mengatakan keterlibatan langsung Presiden menunjukkan bahwa karhutla Sumatera Selatan bukan persoalan kecil yang dapat ditangani dengan pendekatan rutin.

“Presiden sudah turun langsung. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan berbagai unsur sudah bekerja di lapangan. Tetapi hari ini kita masih melihat api dan asap. Pertanyaannya sederhana: di mana efektivitas kepemimpinan pemerintah daerah?” tegas Rino.

Menurutnya, kritik tersebut bukan ditujukan kepada para petugas yang berjuang di lapangan.

Sebaliknya, Rino memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang mempertaruhkan keselamatan dalam memadamkan karhutla.

“Petugas di lapangan jangan disalahkan. Mereka bekerja keras. Yang harus dievaluasi adalah sistem, kebijakan, koordinasi dan kepemimpinan penanganannya,” katanya.

DPP AKPERSI DESAK KEMENDAGRI EVALUASI GUBERNUR SUMSEL

Atas kondisi tersebut, DPP AKPERSI secara khusus meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi terhadap penanganan karhutla oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Rino meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis data.

Evaluasi, kata dia, harus mencakup:

- efektivitas pencegahan karhutla;
- kesiapan pemerintah daerah menghadapi musim kemarau;
- koordinasi antara Pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota;
- kecepatan respons terhadap titik api;
- perlindungan masyarakat;
- penanganan dampak kesehatan;
- perlindungan kegiatan pendidikan;
- pengawasan kawasan rawan karhutla; serta
- koordinasi dengan pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.

“Kami meminta Kemendagri jangan hanya menerima laporan administratif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Turun dan lihat kondisi masyarakat. Lihat udara yang mereka hirup. Lihat anak-anak yang terganggu sekolahnya. Lihat data ISPA. Lihat titik-titik kebakaran. Dari sana baru nilai apakah pemerintah daerah benar-benar berhasil menjalankan tanggung jawabnya,” tegas Rino.

BNPB DIMINTA TURUN LEBIH KUAT

DPP AKPERSI juga meminta BNPB meningkatkan dukungan penanganan karhutla Sumatera Selatan.

Menurut Rino, BNPB harus memastikan dukungan personel, peralatan, operasi udara, pemantauan titik api dan langkah mitigasi dapat dilakukan secara maksimal.

“BNPB jangan menunggu eskalasi menjadi lebih besar. Negara harus hadir sebelum keadaan semakin buruk,” ujarnya.

KEMENKES HARUS TURUN, BUKAN HANYA PEMDA

DPP AKPERSI juga mendesak Kementerian Kesehatan turun langsung ke Sumatera Selatan.

Rino meminta Kemenkes memperkuat layanan kesehatan masyarakat terdampak, khususnya penanganan gangguan pernapasan dan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita penyakit pernapasan.

“Empat puluh ribu lebih kasus ISPA dalam satu bulan adalah alarm. Kemenkes harus turun membantu pemerintah daerah. Jangan biarkan Sumsel menghadapi persoalan kesehatan akibat kabut asap sendirian,” kata Rino.

KEMENHUT DIMINTA CABUT IZIN PERUSAHAAN YANG TERBUKTI MEMBAKAR

Selain evaluasi pemerintah daerah, DPP AKPERSI meminta Kementerian Kehutanan memperkuat pemeriksaan terhadap perusahaan yang berada di kawasan rawan karhutla.

Rino menegaskan AKPERSI tidak akan menuduh perusahaan tertentu tanpa bukti.

Namun, apabila hasil penyelidikan dan proses hukum menemukan adanya korporasi yang terbukti melakukan pembakaran untuk pembukaan atau pembebasan lahan, maka sanksi harus diberikan secara tegas.

“Kalau ada perusahaan yang terbukti membakar untuk membuka atau membebaskan lahan, jangan hanya diberikan teguran. Evaluasi izinnya. Kalau berdasarkan hukum memang harus dicabut, cabut izinnya,” tegas Rino.

Menurutnya, penegakan hukum harus menyasar pihak yang benar-benar bertanggung jawab.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang dijadikan kambing hitam sementara korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran justru tidak tersentuh,” ujarnya.

“GUBERNUR HARUS BERTANGGUNG JAWAB KEPADA RAKYAT”

Rino kembali menegaskan bahwa pernyataannya mengenai kegagalan Gubernur Sumatera Selatan merupakan penilaian DPP AKPERSI berdasarkan kondisi dan data yang terjadi di lapangan, bukan upaya untuk menjatuhkan pribadi Herman Deru.

“Kami tidak punya kepentingan politik. AKPERSI berdiri untuk kepentingan masyarakat dan kebebasan pers. Kalau pemerintah benar, kami akan apresiasi. Kalau ada kebijakan yang menurut kami gagal melindungi rakyat, kami wajib mengkritik,” katanya.

Menurut Rino, seorang kepala daerah harus siap dievaluasi ketika kebijakan pemerintahannya berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Gubernur harus bertanggung jawab kepada rakyat. Ketika rakyat sakit karena asap, ketika anak-anak terganggu sekolahnya, ketika udara menjadi berbahaya dan kebakaran masih terjadi, maka wajar kalau publik mempertanyakan kepemimpinan dan efektivitas pemerintah daerah,” tegasnya.

AKPERSI: JANGAN TUNGGU RAKYAT JATUH KORBAN LEBIH BANYAK

DPP AKPERSI meminta pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah luar biasa.

Rino menegaskan persoalan karhutla tidak boleh kembali selesai hanya setelah hujan turun.

“Jangan tunggu hujan lalu semua dianggap selesai. Tahun depan bisa terulang lagi. Yang harus diselesaikan adalah akar masalahnya,” katanya.

DPP AKPERSI meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh kementerian dan lembaga terkait bergerak bersama untuk menyelesaikan persoalan karhutla Sumatera Selatan.

Secara khusus, AKPERSI meminta:

1. BNPB memperkuat operasi penanggulangan karhutla Sumsel.

2. Kementerian Kesehatan turun langsung menangani dampak kesehatan masyarakat.

3. Kemendagri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam penanganan karhutla.

4. Kementerian Kehutanan melakukan pemeriksaan terhadap korporasi di kawasan rawan karhutla dan mencabut izin perusahaan yang berdasarkan proses hukum terbukti melakukan pembakaran untuk pembukaan atau pembebasan lahan.

5. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka seluruh data penanganan karhutla secara transparan kepada publik.

6. Aparat penegak hukum mengusut setiap dugaan pembakaran secara profesional dan tidak tebang pilih.

Menutup pernyataannya, Rino kembali menegaskan:

“Masyarakat Sumatera Selatan tidak boleh terus-menerus menjadi korban asap. Kalau pemerintah daerah tidak mampu menyelesaikan persoalan ini secara efektif, pemerintah pusat harus mengambil langkah lebih tegas. Karena yang dipertaruhkan bukan citra pemerintah, tetapi kesehatan, pendidikan, keselamatan dan masa depan rakyat Sumatera Selatan.”

Rilis DPP AKPERSI
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done