KARAWANG – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Sosialisasi Persepsi Anti Korupsi dan Penandatanganan Pakta Integritas pada Kamis (7/5/2026) di Aula Reforma Agraria Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya kerja berintegritas sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Asisten Surveyor Kadastral (ASK), perwakilan Perum Perumnas, serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Manase Daniel Binsar, S.T.
Dalam sambutan sekaligus sosialisasi Persepsi Anti Korupsi, Kepala Kantor menyampaikan pentingnya membangun persepsi anti korupsi di lingkungan kerja. Ia menjelaskan bahwa korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri maupun pihak lain dan berdampak pada kerugian negara
“Seluruh pegawai harus menjaga integritas, menjunjung profesionalisme, serta menolak segala bentuk gratifikasi dan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Kepala Kantor bersama seluruh pegawai dan pejabat pengawas di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Penandatanganan tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan yang sama, Perum Perumnas turut memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.
Melalui kegiatan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang berharap seluruh pegawai semakin memahami pentingnya budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi demi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pimpinan redaksi







