VERSITNEWS

Jumat, 22 Agustus 2025

Terjadi Pembegalan dijalan Siliwangi Kamis Pukul 20.00,Berharap Polres Prioritaskan Pengamanan Malam Hari,"Asep Warga Lemah Abang Wadas Nyaris Korban Begal.


Karawang,| Versitnews.Com-
Asep seorang warga Lemah Abang Wadas Kecamatan Lemah Abang nyaris menjadi korban pembegalan di sekitar jalan siliwangi arah jalan baru tepatnya jalan dekat perkantoran Pemda 2 Karawang kamis ( 21/8-2025)

Dari keterangan yang di sampaikan salah satu kerabat Korban setelah menjalankan rutinitas di Karsawang Asep menuju pulang ke rumahnya di Desa Lemah Abang Wadas melintasi jalan siliwangi arah jalan baru,saat itu waktu menunjukan pukul 20 wib.Namun dalam perjalanan tepatnya depan perkantoran Pemda 2 Korban di pepet sebuah sepeda motor dengan dua pelaku,dengan membawa senjata tajam kedua orang pelaku turun hendak merampas sepada motor korban.

Walaupun korban sendirian korban tidak menyerahkan begitu saja sepeda motornya pada begundal , akhirnya terjadilah pertarungan antara korban dan dua orang begal yang menggunakan senjata tajam menyerang korban.

Tidak lama kemudian datanglah pengendara lain yang milintas di jalan tersebut ,melihat gelagat yang tidak menguntungkan akhirnya kedua begal kabur ke arah jalan baru.

Akibat serangan 2 orang pelaku begal yang membabi buta dengan senjata tajam , Korban Asep mengalami luka terkena bacokan di beberapa bagian tubuhnya,di bantu oleh pengendara lain ahirnya korban di bawa untuk pengobatan lukanya ke sebuah klinik yang tidak jauh dari TKp,akibat luka akibat sabetan senjata tajam begal korban mendapatkan beberapa jahitan.

Terjadinya pembegalan yang menimpa Asep di jalan siliwangi arah jalan baru bukan pertama kali,pembegalan di jalan siliwangi terhadap para pengendara motor sudah sering terjadi.

Di harapkan kepada pihak Polres Karawang untuk memprioritaskan pengamanan jalan siliwangi pada malam hari,selain rawan begal juga dijalan Siliwangi rawan tawuran .

Kepada Pemkab Karawang agar lebih memperbanyak pemasangan PJU karena PJU yang ada saat ini masih kurang apa lagi sepanjang jalan terdapat taman yang membuat penerangan jalan kurang menjadi redup hal itu berpotensi di manfaatkan oleh para pelaku kriminal.

Karawang,| Versitnews.Com-
Asep seorang warga Lemah Abang Wadas Kecamatan Lemah Abang nyaris menjadi korban pembegalan di sekitar jalan siliwangi arah jalan baru tepatnya jalan dekat perkantoran Pemda 2 Karawang kamis ( 21/8-2025)

Dari keterangan yang di sampaikan salah satu kerabat Korban setelah menjalankan rutinitas di Karsawang Asep menuju pulang ke rumahnya di Desa Lemah Abang Wadas melintasi jalan siliwangi arah jalan baru,saat itu waktu menunjukan pukul 20 wib.Namun dalam perjalanan tepatnya depan perkantoran Pemda 2 Korban di pepet sebuah sepeda motor dengan dua pelaku,dengan membawa senjata tajam kedua orang pelaku turun hendak merampas sepada motor korban.

Walaupun korban sendirian korban tidak menyerahkan begitu saja sepeda motornya pada begundal , akhirnya terjadilah pertarungan antara korban dan dua orang begal yang menggunakan senjata tajam menyerang korban.

Tidak lama kemudian datanglah pengendara lain yang milintas di jalan tersebut ,melihat gelagat yang tidak menguntungkan akhirnya kedua begal kabur ke arah jalan baru.

Akibat serangan 2 orang pelaku begal yang membabi buta dengan senjata tajam , Korban Asep mengalami luka terkena bacokan di beberapa bagian tubuhnya,di bantu oleh pengendara lain ahirnya korban di bawa untuk pengobatan lukanya ke sebuah klinik yang tidak jauh dari TKp,akibat luka akibat sabetan senjata tajam begal korban mendapatkan beberapa jahitan.

Terjadinya pembegalan yang menimpa Asep di jalan siliwangi arah jalan baru bukan pertama kali,pembegalan di jalan siliwangi terhadap para pengendara motor sudah sering terjadi.

Di harapkan kepada pihak Polres Karawang untuk memprioritaskan pengamanan jalan siliwangi pada malam hari,selain rawan begal juga dijalan Siliwangi rawan tawuran .

Kepada Pemkab Karawang agar lebih memperbanyak pemasangan PJU karena PJU yang ada saat ini masih kurang apa lagi sepanjang jalan terdapat taman yang membuat penerangan jalan kurang menjadi redup hal itu berpotensi di manfaatkan oleh para pelaku kriminal.

Kamis, 21 Agustus 2025

Bupati Aep Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Tegaskan Larangan Ego Sektoral di Lingkungan Pemkab Karawang

Versitnews.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali melakukan rotasi dan pengisian jabatan strategis. Pada Kamis (21/8/2025) pagi, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat fungsional tertentu di Halaman Tugu Surotokunto, Karawang Timur.

Pelantikan ini mengacu pada PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS dan aturan pelaksanaannya, serta ditetapkan melalui Keputusan Bupati Karawang Nomor 800.1.3.3/Kep. 2276/BKPSDM dan Nomor 800.1.3.3/Kep. 2348/BKPSDM.

Sejumlah pejabat resmi menempati posisi baru yang dinilai strategis bagi peningkatan kinerja birokrasi. Di antaranya:

• Usep Supriatna, AP., M.Si: dari Camat Cikampek menjadi Kepala Pelaksana BPBD Karawang.

• Sahali Kartawijaya, ST., MM: dari Sekretaris Bapenda menjadi Kepala Bapenda.

• Muhana, S.STP., MM: dari Camat Purwasari menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

• Poltak Sahat Marudut L, S.STP., MM: dari Sekretaris Diskominfo menjadi Kepala Dinas Kominfo.

Selain pejabat struktural, sejumlah tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok juga dilantik ke jabatan fungsional, seperti Tatang Muhtar, S.Kep (Perawat Ahli Madya), Asep Sunarya, SKM dan Aceng Aliyudin, SKM (Perawat Penyelia), serta Dedi Hermawan, SKM., M.Si dan M. Levi Mubarok, SKM., M.Si sebagai Penyuluh Kesehatan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik.

"Rotasi, mutasi, dan promosi jabatan adalah upaya Pemkab Karawang memperkuat tata kelola pemerintahan. Saya tekankan, jangan ada ego sektoral di antara OPD. Semua harus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Aep.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan lancar, dihadiri Forkopimda, kepala OPD, serta tamu undangan. Dengan penempatan pejabat baru ini, Pemkab Karawang berharap lahir semangat baru dalam birokrasi untuk menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Penulis: Ferimaulana 
Versitnews.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali melakukan rotasi dan pengisian jabatan strategis. Pada Kamis (21/8/2025) pagi, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat fungsional tertentu di Halaman Tugu Surotokunto, Karawang Timur.

Pelantikan ini mengacu pada PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS dan aturan pelaksanaannya, serta ditetapkan melalui Keputusan Bupati Karawang Nomor 800.1.3.3/Kep. 2276/BKPSDM dan Nomor 800.1.3.3/Kep. 2348/BKPSDM.

Sejumlah pejabat resmi menempati posisi baru yang dinilai strategis bagi peningkatan kinerja birokrasi. Di antaranya:

• Usep Supriatna, AP., M.Si: dari Camat Cikampek menjadi Kepala Pelaksana BPBD Karawang.

• Sahali Kartawijaya, ST., MM: dari Sekretaris Bapenda menjadi Kepala Bapenda.

• Muhana, S.STP., MM: dari Camat Purwasari menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

• Poltak Sahat Marudut L, S.STP., MM: dari Sekretaris Diskominfo menjadi Kepala Dinas Kominfo.

Selain pejabat struktural, sejumlah tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok juga dilantik ke jabatan fungsional, seperti Tatang Muhtar, S.Kep (Perawat Ahli Madya), Asep Sunarya, SKM dan Aceng Aliyudin, SKM (Perawat Penyelia), serta Dedi Hermawan, SKM., M.Si dan M. Levi Mubarok, SKM., M.Si sebagai Penyuluh Kesehatan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik.

"Rotasi, mutasi, dan promosi jabatan adalah upaya Pemkab Karawang memperkuat tata kelola pemerintahan. Saya tekankan, jangan ada ego sektoral di antara OPD. Semua harus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Aep.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan lancar, dihadiri Forkopimda, kepala OPD, serta tamu undangan. Dengan penempatan pejabat baru ini, Pemkab Karawang berharap lahir semangat baru dalam birokrasi untuk menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Penulis: Ferimaulana 

Dampak Kebijakan KDM Tertibkan Warung, Jalur Ciater Rawan Begal! Patroli Malam Dintensifkan


VERSITNEWS.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau ikenal dengan sebutan KDM melakukan penertiban pedagang di jalur Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di wilayah tersebut.

Sebelum dilakukan penertiban, ketika malam hari, lampu-lampu menyala ke jalan yang berasal dari deretan warung. Suasana pun ramai karena banyak orang, baik para pedagang itu sendiri maupun para pengunjung.

Kini, suasana itu sudah sirna dan tidak akan ada lagi. Malahan jalur Ciater menjadi sepi dan membuat masyarakat yang melintas menjadi was-was karena dalam dua minggu terkahir muncul aksi begal.

Terkait situasi di wilayah Ciater, Kepala Desa Ciater, Iwan Setiawan menyatakan telah terjadi beberapa kali tindakan kriminal. Bahkan aksi begal pun terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025 yang dialami oleh seorang pengendara motor yang tengah melintas di kawasan tersebut.

“Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan pulang dari Kampung Nagrog Desa Palasari menuju Cikole Lembang,” kata Iwan berdasarkan pengakuan korban.

Saat kejadian pembegalan, lanjut Iwan, korban dipepet empat orang begal yang menggunakan dua sepeda motor. Namun korban sempat melawan dan berteriak meminta tolong pada masyarakat yang juga tengah melintas.

“Para pelaku begal membawa senjata tajam dan kabur. Sedangkan pelaku mengalami luka di bagian tangan kiri,” jelasnya.

Iwan mengetahui kejadian pembegalan, sesaat dirinya tengah melakukan patroli bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Ciater dan mengarahkan agar membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Untuk mencegah kejadian serupa, kami melakukan patroli malam di sepanjang Jalan Raya Tangkuban Parahu-Ciater hingga perbatasan Palasari dengan menyisir titik rawan tindak kejahatan jalanan dan minim penerangan,” ujarnya.

Ia mengaku, patroli ini mengerahkan 25 anggota Destana menggunakan kendaraan inventaris BPBD Subang serta sepeda motor. Untuk operasionalnya sendiri berasal dari urunan anggota

Patroli jalan raya sepanjang 7 kilometer, untuk kebutuhan bensin sehari Rp100 ribu. Alhamdulillah relawan dengan sukarela enggak dibayar,” ungkap Iwan.

Menurutnya, kejadian paling menonjol di sepanjang Jalan Raya Tangkuban Parahu-Ciater yaitu kecelakaan lalu lintas. Sebelum penertiban warung, para pemilik kios biasanya melaporkan setiap kejadian kepada pihak desa atau relawan.

Dulu juga sebelum berdiri kios-kios, jalan raya sudah rawan kecelakaan dan kejahatan. Nah pasca pembongkaran, patroli makin diintensifkan karena kita sulit menerima laporan yang masuk, soalnya kan pedagang di sana sudah enggak ada,” tandasnya.


Penulis: Ferimaulana 


VERSITNEWS.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau ikenal dengan sebutan KDM melakukan penertiban pedagang di jalur Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di wilayah tersebut.

Sebelum dilakukan penertiban, ketika malam hari, lampu-lampu menyala ke jalan yang berasal dari deretan warung. Suasana pun ramai karena banyak orang, baik para pedagang itu sendiri maupun para pengunjung.

Kini, suasana itu sudah sirna dan tidak akan ada lagi. Malahan jalur Ciater menjadi sepi dan membuat masyarakat yang melintas menjadi was-was karena dalam dua minggu terkahir muncul aksi begal.

Terkait situasi di wilayah Ciater, Kepala Desa Ciater, Iwan Setiawan menyatakan telah terjadi beberapa kali tindakan kriminal. Bahkan aksi begal pun terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025 yang dialami oleh seorang pengendara motor yang tengah melintas di kawasan tersebut.

“Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan pulang dari Kampung Nagrog Desa Palasari menuju Cikole Lembang,” kata Iwan berdasarkan pengakuan korban.

Saat kejadian pembegalan, lanjut Iwan, korban dipepet empat orang begal yang menggunakan dua sepeda motor. Namun korban sempat melawan dan berteriak meminta tolong pada masyarakat yang juga tengah melintas.

“Para pelaku begal membawa senjata tajam dan kabur. Sedangkan pelaku mengalami luka di bagian tangan kiri,” jelasnya.

Iwan mengetahui kejadian pembegalan, sesaat dirinya tengah melakukan patroli bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Ciater dan mengarahkan agar membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Untuk mencegah kejadian serupa, kami melakukan patroli malam di sepanjang Jalan Raya Tangkuban Parahu-Ciater hingga perbatasan Palasari dengan menyisir titik rawan tindak kejahatan jalanan dan minim penerangan,” ujarnya.

Ia mengaku, patroli ini mengerahkan 25 anggota Destana menggunakan kendaraan inventaris BPBD Subang serta sepeda motor. Untuk operasionalnya sendiri berasal dari urunan anggota

Patroli jalan raya sepanjang 7 kilometer, untuk kebutuhan bensin sehari Rp100 ribu. Alhamdulillah relawan dengan sukarela enggak dibayar,” ungkap Iwan.

Menurutnya, kejadian paling menonjol di sepanjang Jalan Raya Tangkuban Parahu-Ciater yaitu kecelakaan lalu lintas. Sebelum penertiban warung, para pemilik kios biasanya melaporkan setiap kejadian kepada pihak desa atau relawan.

Dulu juga sebelum berdiri kios-kios, jalan raya sudah rawan kecelakaan dan kejahatan. Nah pasca pembongkaran, patroli makin diintensifkan karena kita sulit menerima laporan yang masuk, soalnya kan pedagang di sana sudah enggak ada,” tandasnya.


Penulis: Ferimaulana 

Ketua DPC Gerindra Karawang, H. Ajang Supandi, S.H. Salurkan Aspirasi Melalui APBD Untuk Pengecoran Jalan di Desa Bengle.


Karawang, | Versitnews.com- — Warga RT 23 RW 08, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, H. Ajang Supandi, S.H., atas terealisasinya pengecoran jalan lingkungan di wilayah kami

‎Pengecoran jalan ini merupakan hasil dari penyaluran aspirasi masyarakat melalui H. Ajang Supandi yang berhasil diperjuangkan dan direalisasikan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun 2025.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025, dan mendapat sambutan hangat dari warga. Jalan lingkungan yang sebelumnya rusak dan menyulitkan aktivitas warga kini telah diperbaiki dengan pengecoran yang lebih layak dan aman.


‎Kami atas nama warga RT 23 RW 08 mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Ajang Supandi yang telah memperjuangkan aspirasi warga Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan terus menjadi wakil rakyat yang peduli pada kebutuhan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

‎Melalui penyaluran aspirasi ini, H. Ajang Supandi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Karawang, khususnya di bidang infrastruktur dan pembangunan daerah.


‎Ferimaulana


Karawang, | Versitnews.com- — Warga RT 23 RW 08, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, H. Ajang Supandi, S.H., atas terealisasinya pengecoran jalan lingkungan di wilayah kami

‎Pengecoran jalan ini merupakan hasil dari penyaluran aspirasi masyarakat melalui H. Ajang Supandi yang berhasil diperjuangkan dan direalisasikan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun 2025.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025, dan mendapat sambutan hangat dari warga. Jalan lingkungan yang sebelumnya rusak dan menyulitkan aktivitas warga kini telah diperbaiki dengan pengecoran yang lebih layak dan aman.


‎Kami atas nama warga RT 23 RW 08 mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Ajang Supandi yang telah memperjuangkan aspirasi warga Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan terus menjadi wakil rakyat yang peduli pada kebutuhan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

‎Melalui penyaluran aspirasi ini, H. Ajang Supandi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Karawang, khususnya di bidang infrastruktur dan pembangunan daerah.


‎Ferimaulana

Buntut Dua Karyawan di PHK Di PT Unicon, Puluhan Buruh Guruduk Kantor Disnakertrans Karawang.

Karawang | Versitnews.com
Federasi Buruh Kerakyatan (FBK) yang tergabung dalam Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) geruduk Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Selasa (19/8/2025).

Aksi ini menyoroti kasus PHK sepihak terhadap dua pekerja PT Unicorn Handbag Factory, yakni Narim, seorang disabilitas asal Desa Wanajaya, dan Muhammad Eri. Perselisihan yang sudah berlangsung tujuh bulan itu hingga kini tak kunjung selesai.

Ketua FBK, Syarifudin alias Acil, menuding Disnakertrans tidak serius menangani persoalan tersebut. 

"Mereka berdalih hanya miskomunikasi karena tidak mengirim surat resmi kepada perusahaan. Padahal PT Unicorn sudah siap bermediasi. Kami menilai Disnaker bobrok,” tegasnya. Selasa,(19/8/2025).

Selain PHK, FBK juga memprotes praktik pemagangan di Karawang yang dinilai menyimpang dari aturan. 

Syarifudin menyebut masih banyak perusahaan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ilegal yang mempekerjakan peserta magang dengan sistem eksploitatif, bahkan ada yang bekerja hingga 24 jam tanpa upah dan fasilitas layak.

Menurutnya, kondisi itu jelas melanggar Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan dan hanya dijadikan kedok untuk mendapatkan tenaga kerja murah.

Dalam aksinya, FBK membawa dua tuntutan utama:
 1. Mempekerjakan kembali anggota Serikat Buruh Mandiri Unicorn (SBMU) yang terkena PHK sepihak.
 2. Menghapus sistem pemagangan di PT Unicorn maupun perusahaan lain yang tidak sesuai regulasi.

“Buruh harus berani melawan ketidakadilan. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” pungkasnya.


Karawang | Versitnews.com
Federasi Buruh Kerakyatan (FBK) yang tergabung dalam Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) geruduk Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Selasa (19/8/2025).

Aksi ini menyoroti kasus PHK sepihak terhadap dua pekerja PT Unicorn Handbag Factory, yakni Narim, seorang disabilitas asal Desa Wanajaya, dan Muhammad Eri. Perselisihan yang sudah berlangsung tujuh bulan itu hingga kini tak kunjung selesai.

Ketua FBK, Syarifudin alias Acil, menuding Disnakertrans tidak serius menangani persoalan tersebut. 

"Mereka berdalih hanya miskomunikasi karena tidak mengirim surat resmi kepada perusahaan. Padahal PT Unicorn sudah siap bermediasi. Kami menilai Disnaker bobrok,” tegasnya. Selasa,(19/8/2025).

Selain PHK, FBK juga memprotes praktik pemagangan di Karawang yang dinilai menyimpang dari aturan. 

Syarifudin menyebut masih banyak perusahaan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ilegal yang mempekerjakan peserta magang dengan sistem eksploitatif, bahkan ada yang bekerja hingga 24 jam tanpa upah dan fasilitas layak.

Menurutnya, kondisi itu jelas melanggar Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan dan hanya dijadikan kedok untuk mendapatkan tenaga kerja murah.

Dalam aksinya, FBK membawa dua tuntutan utama:
 1. Mempekerjakan kembali anggota Serikat Buruh Mandiri Unicorn (SBMU) yang terkena PHK sepihak.
 2. Menghapus sistem pemagangan di PT Unicorn maupun perusahaan lain yang tidak sesuai regulasi.

“Buruh harus berani melawan ketidakadilan. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” pungkasnya.


MUSRENBANGDES Desa Muara Tahun 2026

Pemerintah Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) sebagai langkah awal dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini menjadi forum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa, mulai dari unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perempuan dan pemuda, hingga kelompok tani dan pelaku usaha lokal, untuk duduk bersama merumuskan arah pembangunan desa ke depan.

Dengan mengusung semangat partisipatif, transparan, dan akuntabel, MUSRENBANGDES bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk membangun Desa Muara yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui dialog, aspirasi, dan musyawarah, kita percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika dimulai dari bawah – dari desa, oleh desa, dan untuk masyarakat desa.

Mari terus bersinergi dan berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita bersama: Cilamaya Wetan yang lebih baik di tahun 2026.


Pemerintah Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) sebagai langkah awal dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini menjadi forum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa, mulai dari unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perempuan dan pemuda, hingga kelompok tani dan pelaku usaha lokal, untuk duduk bersama merumuskan arah pembangunan desa ke depan.

Dengan mengusung semangat partisipatif, transparan, dan akuntabel, MUSRENBANGDES bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wujud komitmen bersama untuk membangun Desa Muara yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui dialog, aspirasi, dan musyawarah, kita percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika dimulai dari bawah – dari desa, oleh desa, dan untuk masyarakat desa.

Mari terus bersinergi dan berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita bersama: Cilamaya Wetan yang lebih baik di tahun 2026.


Klarifikasi Isu di Media Online, Lurah Plawad Kecamatan Karawang Timur Beberkan Fakta dan Penjelasan Terkait Berita Yang Beredar

Karawang | Versitnews.com-
pemotongan dana Office Boy (OB) di wilayah Karawang Timur memicu kegaduhan publik. H. Ropiusdin SE., M.AP., Lurah Plawad, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar yang sempat ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir.

Menurut Ropiusdin, persoalan ini bermula dari adanya perubahan mekanisme pencairan dana OB sebesar Rp1.500.000 per bulan. Jika sebelumnya pencairan dilakukan melalui kecamatan, sejak Agustus 2025 dana tersebut langsung ditransfer ke setiap kelurahan.

“Dana OB itu bukan hanya untuk Kelurahan Plawad, tetapi juga berlaku di seluruh Karawang Timur, mulai dari Palumbonsari, Karawang Wetan, hingga Adiarsa Timur. Jadi bukan hanya Plawad saja,” tegasnya saat ditemui di kantor kelurahan, Kamis (21/8).

Isu pemotongan mencuat setelah beredar kabar bahwa dana OB yang seharusnya Rp1.500.000 hanya diberikan Rp200.000. Menanggapi hal itu, Ropiusdin dengan tegas membantah.

“Demi Allah, demi Rasul, saya tidak pernah memotong dana itu. Rp200.000 yang beredar itu justru pemberian pribadi saya kepada beberapa pihak. Jadi jangan disalahartikan,” ujarnya.

Tak hanya dana OB, isu serupa juga menyeret dana Puskesos sebesar Rp1.600.000 yang disebut ikut dipotong. Ropiusdin kembali menepis tuduhan tersebut. Ia menegaskan, dana Puskesos tetap disalurkan penuh setiap bulan, meski sempat ada penundaan karena digunakan sementara untuk kepentingan lomba Agustusan.

“Tidak ada potongan dana untuk Puskesos. Semua tetap disalurkan sesuai peruntukan. Kalau pun ada keterlambatan, itu murni teknis dan sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Camat Karawang Timur bahkan turun langsung untuk memberi klarifikasi kepada warga. Menurutnya, kesalahpahaman ini dipicu oleh perubahan sistem pencairan dana OB yang baru berlaku bulan ini.

“Bukan hanya Plawad yang ribut, kelurahan lain juga sama. Mereka kaget karena tidak tahu mekanisme baru ini,” pungkasnya.
Karawang | Versitnews.com-
pemotongan dana Office Boy (OB) di wilayah Karawang Timur memicu kegaduhan publik. H. Ropiusdin SE., M.AP., Lurah Plawad, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar yang sempat ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir.

Menurut Ropiusdin, persoalan ini bermula dari adanya perubahan mekanisme pencairan dana OB sebesar Rp1.500.000 per bulan. Jika sebelumnya pencairan dilakukan melalui kecamatan, sejak Agustus 2025 dana tersebut langsung ditransfer ke setiap kelurahan.

“Dana OB itu bukan hanya untuk Kelurahan Plawad, tetapi juga berlaku di seluruh Karawang Timur, mulai dari Palumbonsari, Karawang Wetan, hingga Adiarsa Timur. Jadi bukan hanya Plawad saja,” tegasnya saat ditemui di kantor kelurahan, Kamis (21/8).

Isu pemotongan mencuat setelah beredar kabar bahwa dana OB yang seharusnya Rp1.500.000 hanya diberikan Rp200.000. Menanggapi hal itu, Ropiusdin dengan tegas membantah.

“Demi Allah, demi Rasul, saya tidak pernah memotong dana itu. Rp200.000 yang beredar itu justru pemberian pribadi saya kepada beberapa pihak. Jadi jangan disalahartikan,” ujarnya.

Tak hanya dana OB, isu serupa juga menyeret dana Puskesos sebesar Rp1.600.000 yang disebut ikut dipotong. Ropiusdin kembali menepis tuduhan tersebut. Ia menegaskan, dana Puskesos tetap disalurkan penuh setiap bulan, meski sempat ada penundaan karena digunakan sementara untuk kepentingan lomba Agustusan.

“Tidak ada potongan dana untuk Puskesos. Semua tetap disalurkan sesuai peruntukan. Kalau pun ada keterlambatan, itu murni teknis dan sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Camat Karawang Timur bahkan turun langsung untuk memberi klarifikasi kepada warga. Menurutnya, kesalahpahaman ini dipicu oleh perubahan sistem pencairan dana OB yang baru berlaku bulan ini.

“Bukan hanya Plawad yang ribut, kelurahan lain juga sama. Mereka kaget karena tidak tahu mekanisme baru ini,” pungkasnya.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done