Sabtu, 24 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
PILKADES DUREN KLARI JADI AJANG PEMBODOHAN PUBLIK! NILAI CAT 9 BACAKADES DIGELAPKAN, PERBUP KARAWANG 51/2025 DIINJAK-INJAK, BUPATI-DPMD-UNSIKA DITUDING BERSEKONGKOL BUNGKAM!
9 Bakal Calon Kepala Desa bertarung, menghabiskan waktu, tenaga, uang, harapan. Dijanjikan seleksi profesional oleh Unsika. Dijanjikan transparansi oleh DPMD. Apa hasilnya? NOL BESAR! Yang keluar cuma secarik kertas: 5 lolos, 4 gugur. NILAINYA MANA? BANGSAT! DIKEMANAKAN NILAI ITU?
KALIAN MELANGGAR PERBUP KALIAN SENDIRI!
Perbup Karawang No. 51 Tahun 2025 itu bukan pajangan! Pasal demi pasal sudah mengatur: Seleksi tambahan WAJIB pakai bobot jelas. CAT 35%, Pendidikan 25%, Pengalaman Kerja 20%, Usia 20%. Hasilnya WAJIB diumumkan dan dimintakan tanggapan masyarakat!
Kalian sudah baca Perbup itu atau belum? Atau kalian sengaja menginjak-injak Perbup buatan Bupati sendiri? Kalau Perbup saja kalian langgar di tahap awal, untuk apa ada Perbup? Bakar saja Perbup itu!
Panitia 11 Desa Duren, DPMD, Unsika, kalian bertiga adalah TRIO KEGELAPAN yang bertanggung jawab atas pembusukan ini!
BUPATI AEP SYAEPULOH, ANDA DITERTAWAKAN RAKYAT DUREN!
Pak Bupati Aep Syaepuloh! Anda koar-koar di Aula Husni Hamid tentang Pilkades Digital 67 Desa yang transparan, akuntabel, berintegritas! Omong kosong!
Integritas yang mana? Di Desa Duren, integritas itu sudah MATI DIBUNUH oleh anak buah anda sendiri!
Anda Bupati atau boneka? Anak buah anda di DPMD memainkan Pilkades seenak udelnya, anda diam! Rakyat Duren menjerit minta transparansi, anda bungkam! Kalau anda masih punya harga diri sebagai Bupati Karawang, pecat oknum yang bermain! Buka nilai CAT itu! Jangan jadi pemimpin yang tuli dan buta!
Kalau Pilkades Duren ini dibiarkan busuk, maka Pilkades Digital 22 November 2026 yang anda banggakan itu akan menjadi PILKADES DIGITAL PALING CURANG SEPANJANG SEJARAH KARAWANG!
DPMD KARAWANG, SARANG KEBUSUKAN!
Muhamad Syaefulloh! Anda sebagai Kepala DPMD Karawang adalah PENJAHAT DEMOKRASI DESA jika anda terus bungkam!
Anda yang membentuk panitia kabupaten! Anda yang menunjuk Unsika! Anda yang memegang anggaran APBD miliaran untuk Pilkades! Tapi untuk membuka 9 lembar nilai CAT saja anda pengecut!
Anda pikir warga Duren itu bodoh? Bisa dibodohi dengan pengumuman lolos-tidak lolos? Anda kira ini Pilkades jaman batu?
Jelaskan kepada publik! Pertemuan anda dengan salah satu pihak setelah pengumuman kelulusan itu pertemuan apa? Arisan? Atau bagi-bagi kue kelulusan? Rakyat butuh penjelasan, bukan drama diam!
Jika anda tidak berani buka nilai dalam 3x24 jam, maka anda telah mengkhianati sumpah jabatan anda! Anda tidak layak duduk di kursi Kepala DPMD! Mundur saja!
UNSIKA, KAMPUS NEGERI JADI TUKANG SULAP NILAI?
Unsika! Jaga nama baik kampus! Anda dibayar pakai uang rakyat dari APBD untuk melaksanakan CAT! Bukan untuk jadi tukang sulap!
Kalau CAT anda jujur, kenapa takut? Buka! Tampilkan di layar! Siapa dapat 90, siapa dapat 30! Biarkan rakyat yang menilai!
Jangan jadi kampus yang menjual ijazah moral! Jangan biarkan mahasiswa Unsika malu karena kampusnya diduga jadi alat untuk menggelapkan nilai Pilkades! Kalau tidak berani buka, berarti CAT Unsika itu ABAL-ABAL!
AKPERSI: INI KEJAHATAN, BUKAN SELEKSI!
Ketua DPC AKPersi Karawang, Fery Maulana, benar-benar murka dan menyebut ini sebagai KEJAHATAN TERSTRUKTUR:
“Ini bukan seleksi, ini KEJAHATAN! Ini PERAMPOKAN HAK DEMOKRASI WARGA DUREN! Perbup 51/2025 dilanggar, Permendagri 112/2014 diinjak-injak! Nilai CAT digelapkan! Ini sudah masuk kategori perbuatan melawan hukum!
Saya tantang Bupati, DPMD, dan Unsika! Kalau kalian jantan, kalau kalian tidak curang, BUKA NILAI 9 BACAKADES DUREN HARI INI, JAM INI, DETIK INI! Jangan jadi banci yang sembunyi di balik SK kelulusan!
Kami beri waktu 3x24 jam! Jika tidak dibuka, kami akan kepung Kantor DPMD Karawang! Kami akan bawa massa Desa Duren! Kami akan laporkan ke Inspektorat, Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Kemendagri, dan APH! Kami akan jadikan Desa Duren sebagai simbol perlawanan terhadap Pilkades busuk!
Kami tidak butuh Kades hasil sulap! Kami butuh Kades yang punya otak, punya pengalaman, punya nyali! Bukan Kades karbitan hasil persekongkolan gelap!
INGAT! UANG PILKADES ITU UANG RAKYAT! BUKAN UANG WARISAN BAPAK KALIAN! KALAU MASIH PUNYA MALU, BUKA NILAINYA!”
Warga Desa Duren kini menunggu. Apakah Bupati Aep masih punya nyali untuk menegakkan Perbup buatannya sendiri? Atau akan dikenang sebagai Bupati yang membiarkan Pilkades Duren menjadi pilkades TERKOTOR, TERBUSUK, DAN TERKUTUK sepanjang sejarah Karawang?
BUKA NILAINYA ATAU KARAM BERSAMA KEBUSUKAN!
Redaksi
9 Bakal Calon Kepala Desa bertarung, menghabiskan waktu, tenaga, uang, harapan. Dijanjikan seleksi profesional oleh Unsika. Dijanjikan transparansi oleh DPMD. Apa hasilnya? NOL BESAR! Yang keluar cuma secarik kertas: 5 lolos, 4 gugur. NILAINYA MANA? BANGSAT! DIKEMANAKAN NILAI ITU?
KALIAN MELANGGAR PERBUP KALIAN SENDIRI!
Perbup Karawang No. 51 Tahun 2025 itu bukan pajangan! Pasal demi pasal sudah mengatur: Seleksi tambahan WAJIB pakai bobot jelas. CAT 35%, Pendidikan 25%, Pengalaman Kerja 20%, Usia 20%. Hasilnya WAJIB diumumkan dan dimintakan tanggapan masyarakat!
Kalian sudah baca Perbup itu atau belum? Atau kalian sengaja menginjak-injak Perbup buatan Bupati sendiri? Kalau Perbup saja kalian langgar di tahap awal, untuk apa ada Perbup? Bakar saja Perbup itu!
Panitia 11 Desa Duren, DPMD, Unsika, kalian bertiga adalah TRIO KEGELAPAN yang bertanggung jawab atas pembusukan ini!
BUPATI AEP SYAEPULOH, ANDA DITERTAWAKAN RAKYAT DUREN!
Pak Bupati Aep Syaepuloh! Anda koar-koar di Aula Husni Hamid tentang Pilkades Digital 67 Desa yang transparan, akuntabel, berintegritas! Omong kosong!
Integritas yang mana? Di Desa Duren, integritas itu sudah MATI DIBUNUH oleh anak buah anda sendiri!
Anda Bupati atau boneka? Anak buah anda di DPMD memainkan Pilkades seenak udelnya, anda diam! Rakyat Duren menjerit minta transparansi, anda bungkam! Kalau anda masih punya harga diri sebagai Bupati Karawang, pecat oknum yang bermain! Buka nilai CAT itu! Jangan jadi pemimpin yang tuli dan buta!
Kalau Pilkades Duren ini dibiarkan busuk, maka Pilkades Digital 22 November 2026 yang anda banggakan itu akan menjadi PILKADES DIGITAL PALING CURANG SEPANJANG SEJARAH KARAWANG!
DPMD KARAWANG, SARANG KEBUSUKAN!
Muhamad Syaefulloh! Anda sebagai Kepala DPMD Karawang adalah PENJAHAT DEMOKRASI DESA jika anda terus bungkam!
Anda yang membentuk panitia kabupaten! Anda yang menunjuk Unsika! Anda yang memegang anggaran APBD miliaran untuk Pilkades! Tapi untuk membuka 9 lembar nilai CAT saja anda pengecut!
Anda pikir warga Duren itu bodoh? Bisa dibodohi dengan pengumuman lolos-tidak lolos? Anda kira ini Pilkades jaman batu?
Jelaskan kepada publik! Pertemuan anda dengan salah satu pihak setelah pengumuman kelulusan itu pertemuan apa? Arisan? Atau bagi-bagi kue kelulusan? Rakyat butuh penjelasan, bukan drama diam!
Jika anda tidak berani buka nilai dalam 3x24 jam, maka anda telah mengkhianati sumpah jabatan anda! Anda tidak layak duduk di kursi Kepala DPMD! Mundur saja!
UNSIKA, KAMPUS NEGERI JADI TUKANG SULAP NILAI?
Unsika! Jaga nama baik kampus! Anda dibayar pakai uang rakyat dari APBD untuk melaksanakan CAT! Bukan untuk jadi tukang sulap!
Kalau CAT anda jujur, kenapa takut? Buka! Tampilkan di layar! Siapa dapat 90, siapa dapat 30! Biarkan rakyat yang menilai!
Jangan jadi kampus yang menjual ijazah moral! Jangan biarkan mahasiswa Unsika malu karena kampusnya diduga jadi alat untuk menggelapkan nilai Pilkades! Kalau tidak berani buka, berarti CAT Unsika itu ABAL-ABAL!
AKPERSI: INI KEJAHATAN, BUKAN SELEKSI!
Ketua DPC AKPersi Karawang, Fery Maulana, benar-benar murka dan menyebut ini sebagai KEJAHATAN TERSTRUKTUR:
“Ini bukan seleksi, ini KEJAHATAN! Ini PERAMPOKAN HAK DEMOKRASI WARGA DUREN! Perbup 51/2025 dilanggar, Permendagri 112/2014 diinjak-injak! Nilai CAT digelapkan! Ini sudah masuk kategori perbuatan melawan hukum!
Saya tantang Bupati, DPMD, dan Unsika! Kalau kalian jantan, kalau kalian tidak curang, BUKA NILAI 9 BACAKADES DUREN HARI INI, JAM INI, DETIK INI! Jangan jadi banci yang sembunyi di balik SK kelulusan!
Kami beri waktu 3x24 jam! Jika tidak dibuka, kami akan kepung Kantor DPMD Karawang! Kami akan bawa massa Desa Duren! Kami akan laporkan ke Inspektorat, Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Kemendagri, dan APH! Kami akan jadikan Desa Duren sebagai simbol perlawanan terhadap Pilkades busuk!
Kami tidak butuh Kades hasil sulap! Kami butuh Kades yang punya otak, punya pengalaman, punya nyali! Bukan Kades karbitan hasil persekongkolan gelap!
INGAT! UANG PILKADES ITU UANG RAKYAT! BUKAN UANG WARISAN BAPAK KALIAN! KALAU MASIH PUNYA MALU, BUKA NILAINYA!”
Warga Desa Duren kini menunggu. Apakah Bupati Aep masih punya nyali untuk menegakkan Perbup buatannya sendiri? Atau akan dikenang sebagai Bupati yang membiarkan Pilkades Duren menjadi pilkades TERKOTOR, TERBUSUK, DAN TERKUTUK sepanjang sejarah Karawang?
BUKA NILAINYA ATAU KARAM BERSAMA KEBUSUKAN!
Redaksi
Masyarakat Kampung Selang dan Sekitarnya Apresiasi Usaha Limbah Bos Awan
BEKASI, — Keberadaan usaha pemilahan barang limbah milik Bos Awan yang berlokasi di Kampung Selang, Desa Bantarsari, Kabupaten Bekasi, dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena faktor usia, untuk memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jumat (23/10/2026).
Masyarakat dari Kampung Selang, Desa Bantarjaya, dan sejumlah kampung di sekitarnya terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi usaha tersebut untuk melakukan pemilahan barang limbah. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu alternatif untuk menambah pemasukan keluarga.
Salah seorang warga Kampung Selang, Hamdani, membenarkan bahwa aktivitas pemilahan barang limbah tersebut membantu masyarakat dalam memperoleh penghasilan harian.
“Benar sekali, Pak. Setiap hari masyarakat dari beberapa kampung datang untuk ikut aktivitas sortir barang limbah. Alhamdulillah, ini bisa membantu menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Hamdani.
Sementara itu, saat diwawancarai awak media, Bos Awan menjelaskan bahwa dirinya saat ini hanya menyediakan lahan untuk kegiatan tersebut, sedangkan pengelolaannya dilakukan oleh Bang Abuy bersama anaknya.
“Sebenarnya untuk saat ini saya hanya ketempatan lahan saja. Untuk pengelolaan yaitu Bang Abuy dan anak saya. Aktivitas ini sudah berjalan sangat lama. Alhamdulillah, tempat saya bisa bermanfaat untuk banyak warga sekitar sini,” ujar Bos Awan.
Ia menuturkan, dirinya merasa bersyukur karena lahan yang ditempatinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang memberikan peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar.
“Minimal buat menambah penghasilan, untuk membeli cabai bagi ibu-ibu yang ikut aktivitas, dan buat beli rokok para bapak-bapak,” tuturnya sambil tersenyum.
Keberadaan usaha pemilahan barang limbah tersebut menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan tambahan. Manfaat yang dirasakan sebagian warga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
(Buy)
BEKASI, — Keberadaan usaha pemilahan barang limbah milik Bos Awan yang berlokasi di Kampung Selang, Desa Bantarsari, Kabupaten Bekasi, dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena faktor usia, untuk memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jumat (23/10/2026).
Masyarakat dari Kampung Selang, Desa Bantarjaya, dan sejumlah kampung di sekitarnya terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi usaha tersebut untuk melakukan pemilahan barang limbah. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu alternatif untuk menambah pemasukan keluarga.
Salah seorang warga Kampung Selang, Hamdani, membenarkan bahwa aktivitas pemilahan barang limbah tersebut membantu masyarakat dalam memperoleh penghasilan harian.
“Benar sekali, Pak. Setiap hari masyarakat dari beberapa kampung datang untuk ikut aktivitas sortir barang limbah. Alhamdulillah, ini bisa membantu menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Hamdani.
Sementara itu, saat diwawancarai awak media, Bos Awan menjelaskan bahwa dirinya saat ini hanya menyediakan lahan untuk kegiatan tersebut, sedangkan pengelolaannya dilakukan oleh Bang Abuy bersama anaknya.
“Sebenarnya untuk saat ini saya hanya ketempatan lahan saja. Untuk pengelolaan yaitu Bang Abuy dan anak saya. Aktivitas ini sudah berjalan sangat lama. Alhamdulillah, tempat saya bisa bermanfaat untuk banyak warga sekitar sini,” ujar Bos Awan.
Ia menuturkan, dirinya merasa bersyukur karena lahan yang ditempatinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang memberikan peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar.
“Minimal buat menambah penghasilan, untuk membeli cabai bagi ibu-ibu yang ikut aktivitas, dan buat beli rokok para bapak-bapak,” tuturnya sambil tersenyum.
Keberadaan usaha pemilahan barang limbah tersebut menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan tambahan. Manfaat yang dirasakan sebagian warga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
(Buy)
Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi Definitif, Koordinator Aksi Desak Penyelesaian Tiga Tuntutan Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya
Kamis, 22 Oktober 2026
Silaturahmi di Lapak Kopi, AKPersi Karawang dan Kasi Humas Polresta Karawang Baru Sepakat Jaga Sinergi dan Keterbukaan Informasi
Kepala Bapenda Karawang Sahali Kartawijaya Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026: Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas
Pj Kepala Desa Sumbersari Aan Rohimat Pimpin Rapat Minggon Perkuat Koordinasi dan Pelayanan Masyarakat
Pelayanan Mapolresta Karawang Dikritik PERADI, Dinilai Menurun Usai Naik Status Jadi Polresta
Rabu, 21 Oktober 2026
RESPON CEPAT! DPRD Karawang Panggil Karang Taruna RDP Soal Kisruh PT Nipro - Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Direksi ke Manager Diusut
PERKUAT KETERBUKAAN INFORMASI HUKUM, PEMKAB KARAWANG TEMBUS 4 BESAR NASIONAL JDIHN AWARD KEMENKUMHAM RI
ADA APA DI BALIK PERTEMUAN EBEH HALIM DENGAN KEPALA DINAS DPMD KARAWANG PASCAKELULUSAN BACAKADES DUREN? AKPERSI DESAK BUPATI, DPMD, DAN UNSIKA BUKA HASIL CAT!
Minggu, 18 Oktober 2026
Aan Rohimat Pj Kepala Desa Sumbersari Bersama Kanit Intelkam Polsek Pebayuran Gotong Royong Perbaiki Tanggul Irigasi
Anggota AKPERSI Ikuti Pelatihan Jurnalistik CIJ Bersama AR Learning Center
Hasil CAT Pilkades Desa Duren Klari Janggal! Ketua AKPersi Karawang: Yang Tak Berpendidikan Nilai 90 Diloloskan, Mantan Pj Kades Malah Digugurkan!
Jumat, 16 Oktober 2026
Perkuat Pelayanan Transportasi, Kadishub Karawang Muhana Pimpin Briefing SATGAS dari 30 Kecamatan
KARAWANG, 16 OKTOBER 2026 – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik, kelancaran lalu lintas, serta ketertiban transportasi darat di wilayah Kabupaten Karawang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang menggelar agenda Penguatan Koordinasi Lapangan: Briefing SATGAS Perhubungan Kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, tersebut diikuti oleh seluruh anggota SATGAS Perhubungan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Dalam arahannya, Kadishub Karawang Muhana menegaskan bahwa keberadaan SATGAS Perhubungan di tingkat kecamatan adalah ujung tombak pelayanan Dishub yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"SATGAS Perhubungan adalah wajah Dishub di lapangan. Masyarakat melihat kinerja kita dari bagaimana anggota SATGAS kita mengatur lalu lintas, membantu penyeberangan anak sekolah, dan melayani dengan humanis. Maka, briefing hari ini kita gelar untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Muhana.
3 FOKUS UTAMA PENGUATAN SATGAS PERHUBUNGAN
Muhana memaparkan, ada tiga poin penting yang menjadi fokus dalam briefing koordinasi lapangan kali ini:
1. Peningkatan Kesiapsiagaan Personel di Titik-Titik Rawan Kemacetan.
Kadishub meminta seluruh personel SATGAS untuk lebih sigap dan proaktif berada di titik-titik rawan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Titik-titik tersebut meliputi kawasan pasar tumpah, persimpangan padat, kawasan industri, depan sekolah, serta akses keluar-masuk jalan tol.
"Kita harus hadir sebelum macet itu terjadi, bukan hadir setelah macet. Lakukan pengaturan, lakukan rekayasa kecil, bantu masyarakat. Kehadiran kita harus dirasakan manfaatnya," tegas Muhana.
2. Penguatan Koordinasi Antar Wilayah Kecamatan.
Karawang sebagai kabupaten industri dengan mobilitas tinggi memiliki karakteristik lalu lintas yang saling terhubung antar kecamatan. Muhana menekankan pentingnya komunikasi cepat antar koordinator SATGAS Kecamatan, khususnya saat terjadi kepadatan, kecelakaan, atau kegiatan masyarakat yang berdampak pada arus lalu lintas.
"Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau ada kepadatan di perbatasan Klari - Karawang Timur, SATGAS Klari harus cepat koordinasi dengan SATGAS Karawang Timur. Kita ini satu kesatuan. Grup komunikasi harus aktif, laporan harus cepat," ujarnya.
3. Pelayanan Prima dan Humanis Bagi Masyarakat Karawang.
Poin terakhir yang paling ditekankan Muhana adalah perubahan paradigma pelayanan. Anggota SATGAS Perhubungan diminta untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, ramah, dan solutif, bukan represif.
"Kita ini pelayan masyarakat. Sapa warga dengan senyum, bantu ibu-ibu yang bawa anak menyeberang, bantu sopir angkot yang mogok. Tegur pelanggar dengan santun. Kita ingin lalu lintas Karawang tidak hanya tertib, tapi juga punya wajah yang humanis. Itu instruksi langsung saya," kata Muhana.
WUJUDKAN KARAWANG AMAN, TERTIB, LANCAR
Melalui briefing ini, Dishub Karawang berharap terbangun sinergi dan komitmen bersama antara Dinas Perhubungan Kabupaten dengan seluruh SATGAS Perhubungan di tingkat kecamatan.
Muhana menambahkan, ke depan Dishub Karawang akan terus melakukan evaluasi rutin, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pengaturan lalu lintas, serta penambahan sarana prasarana pendukung di lapangan.
"Target kita jelas, sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan lalu lintas Karawang yang aman, tertib, dan lancar. Ini bukan pekerjaan satu orang, ini kerja kolektif. Saya bangga dengan dedikasi rekan-rekan SATGAS di lapangan yang selama ini sudah bekerja keras tanpa kenal panas dan hujan," tutup Muhana.
Kegiatan briefing ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemaparan laporan situasi lalu lintas terkini dari masing-masing perwakilan SATGAS Kecamatan.
Redaksi
KARAWANG, 16 OKTOBER 2026 – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik, kelancaran lalu lintas, serta ketertiban transportasi darat di wilayah Kabupaten Karawang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang menggelar agenda Penguatan Koordinasi Lapangan: Briefing SATGAS Perhubungan Kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, tersebut diikuti oleh seluruh anggota SATGAS Perhubungan dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Dalam arahannya, Kadishub Karawang Muhana menegaskan bahwa keberadaan SATGAS Perhubungan di tingkat kecamatan adalah ujung tombak pelayanan Dishub yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"SATGAS Perhubungan adalah wajah Dishub di lapangan. Masyarakat melihat kinerja kita dari bagaimana anggota SATGAS kita mengatur lalu lintas, membantu penyeberangan anak sekolah, dan melayani dengan humanis. Maka, briefing hari ini kita gelar untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Muhana.
3 FOKUS UTAMA PENGUATAN SATGAS PERHUBUNGAN
Muhana memaparkan, ada tiga poin penting yang menjadi fokus dalam briefing koordinasi lapangan kali ini:
1. Peningkatan Kesiapsiagaan Personel di Titik-Titik Rawan Kemacetan.
Kadishub meminta seluruh personel SATGAS untuk lebih sigap dan proaktif berada di titik-titik rawan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Titik-titik tersebut meliputi kawasan pasar tumpah, persimpangan padat, kawasan industri, depan sekolah, serta akses keluar-masuk jalan tol.
"Kita harus hadir sebelum macet itu terjadi, bukan hadir setelah macet. Lakukan pengaturan, lakukan rekayasa kecil, bantu masyarakat. Kehadiran kita harus dirasakan manfaatnya," tegas Muhana.
2. Penguatan Koordinasi Antar Wilayah Kecamatan.
Karawang sebagai kabupaten industri dengan mobilitas tinggi memiliki karakteristik lalu lintas yang saling terhubung antar kecamatan. Muhana menekankan pentingnya komunikasi cepat antar koordinator SATGAS Kecamatan, khususnya saat terjadi kepadatan, kecelakaan, atau kegiatan masyarakat yang berdampak pada arus lalu lintas.
"Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau ada kepadatan di perbatasan Klari - Karawang Timur, SATGAS Klari harus cepat koordinasi dengan SATGAS Karawang Timur. Kita ini satu kesatuan. Grup komunikasi harus aktif, laporan harus cepat," ujarnya.
3. Pelayanan Prima dan Humanis Bagi Masyarakat Karawang.
Poin terakhir yang paling ditekankan Muhana adalah perubahan paradigma pelayanan. Anggota SATGAS Perhubungan diminta untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, ramah, dan solutif, bukan represif.
"Kita ini pelayan masyarakat. Sapa warga dengan senyum, bantu ibu-ibu yang bawa anak menyeberang, bantu sopir angkot yang mogok. Tegur pelanggar dengan santun. Kita ingin lalu lintas Karawang tidak hanya tertib, tapi juga punya wajah yang humanis. Itu instruksi langsung saya," kata Muhana.
WUJUDKAN KARAWANG AMAN, TERTIB, LANCAR
Melalui briefing ini, Dishub Karawang berharap terbangun sinergi dan komitmen bersama antara Dinas Perhubungan Kabupaten dengan seluruh SATGAS Perhubungan di tingkat kecamatan.
Muhana menambahkan, ke depan Dishub Karawang akan terus melakukan evaluasi rutin, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pengaturan lalu lintas, serta penambahan sarana prasarana pendukung di lapangan.
"Target kita jelas, sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan lalu lintas Karawang yang aman, tertib, dan lancar. Ini bukan pekerjaan satu orang, ini kerja kolektif. Saya bangga dengan dedikasi rekan-rekan SATGAS di lapangan yang selama ini sudah bekerja keras tanpa kenal panas dan hujan," tutup Muhana.
Kegiatan briefing ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemaparan laporan situasi lalu lintas terkini dari masing-masing perwakilan SATGAS Kecamatan.
Redaksi