VERSITNEWS

Rabu, 15 Oktober 2025

Koperasi (PENA KARYA SEJAHTERA) Hadir Untuk Wujudkan Wartawan Berdaya Ekonomi

karawang - Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang resmi membentuk Koperasi Wartawan IWO Indonesia DPD Karawang "Pena Karya Sejahtera", dalam rapat yang digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Sekretariat IWOI Karawang, Perum Jasmine Village Melbourne Cluster All Karawang, yang di hadiri oleh para pengurus IWOI dan perwakilan dari setiap koordinator wilayah.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi insan pers Karawang dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan profesionalisme wartawan di era digital.

Koperasi tersebut dibentuk dengan struktur kepengurusan sebagai berikut:

Dewan Penasehat: Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., S.AK., M.PD., Dewan Pembina: H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., Μ.Η.

Dewan Pengawas: Syuhada Wisastra

Ketua Koperasi: H. Emed Tarmedi,

A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes

Sekretaris I: Amrini Handayani

Sekretaris II: Ismail

Bendahara: Arini Yanti Mala

Wakil Ketua: Nababan

Koordinator Administrasi dan Digital:

Sazim Zein

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam memperkuat kesejahteraan dan kemandirian wartawan.

"Selama ini wartawan sering dipandang hanya dari sisi profesinya. Melalui koperasi ini, kami ingin membuktikan bahwa wartawan juga mampu mandiri secara ekonomi, mengelola usaha bersama, dan saling membantu dalam koridor profesional," ujar Syuhada.

la menambahkan, koperasi ini diharapkan menjadi wadah sinergi antarsesama anggota IWOI, terutama dalam mengelola kegiatan ekonomi kreatif, media, serta layanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Koperasi terpilih, H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes., menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota IWOI Karawang. "Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah membangun sistem koperasi yang transparan, profesional, dan modern. Kami ingin koperasi ini bukan hanya menjadi wadah simpan pinjam,tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelatihan ekonomi produktif bagi wartawan," ujarnya. la menegaskan, koperasi akan membuka peluang usaha di bidang media, percetakan, jasa digital, dan pariwisata, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat ekonomi anggota dan organisasi.

Dalam kesempatan itu, H.Emed Tarmedi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., atas dukungan dan perhatiannya terhadap terbentuknya koperasi ini.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang senantiasa memberikan dukungan dan dorongan bagi terbentuknya koperasi ini. Dukungan beliau menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan koperasi yang benar-benar bermanfaat, mandiri, dan berdaya saing," ungkapnya.

"Ke depan, kami juga akan membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik dari kalangan swasta maupun pemerintah, agar koperasi ini benar-benar mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan anggota dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelaanya.

Dewan Penasehat Koperasi, sekaligus Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas langkah DPD Karawang yang dinilai selaras dengan visi nasional IWOl dalam menciptakan wartawan yang berdaya secara ekonomi.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif DPD Karawang. Koperasi wartawan ini adalah bentuk aktualisasi dari semangat kemandirian. Wartawan yang kuat adalah wartawan yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak tergantung pada kepentingan ekonomi pihak lain," tegas Icang.

la juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan berbasis digital agar menjadi model bagi DPD IWOI di daerah lain.
karawang - Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Karawang resmi membentuk Koperasi Wartawan IWO Indonesia DPD Karawang "Pena Karya Sejahtera", dalam rapat yang digelar pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Sekretariat IWOI Karawang, Perum Jasmine Village Melbourne Cluster All Karawang, yang di hadiri oleh para pengurus IWOI dan perwakilan dari setiap koordinator wilayah.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi insan pers Karawang dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan profesionalisme wartawan di era digital.

Koperasi tersebut dibentuk dengan struktur kepengurusan sebagai berikut:

Dewan Penasehat: Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., S.AK., M.PD., Dewan Pembina: H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., Μ.Η.

Dewan Pengawas: Syuhada Wisastra

Ketua Koperasi: H. Emed Tarmedi,

A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes

Sekretaris I: Amrini Handayani

Sekretaris II: Ismail

Bendahara: Arini Yanti Mala

Wakil Ketua: Nababan

Koordinator Administrasi dan Digital:

Sazim Zein

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam memperkuat kesejahteraan dan kemandirian wartawan.

"Selama ini wartawan sering dipandang hanya dari sisi profesinya. Melalui koperasi ini, kami ingin membuktikan bahwa wartawan juga mampu mandiri secara ekonomi, mengelola usaha bersama, dan saling membantu dalam koridor profesional," ujar Syuhada.

la menambahkan, koperasi ini diharapkan menjadi wadah sinergi antarsesama anggota IWOI, terutama dalam mengelola kegiatan ekonomi kreatif, media, serta layanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Koperasi terpilih, H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes., menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota IWOI Karawang. "Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah membangun sistem koperasi yang transparan, profesional, dan modern. Kami ingin koperasi ini bukan hanya menjadi wadah simpan pinjam,tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelatihan ekonomi produktif bagi wartawan," ujarnya. la menegaskan, koperasi akan membuka peluang usaha di bidang media, percetakan, jasa digital, dan pariwisata, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat ekonomi anggota dan organisasi.

Dalam kesempatan itu, H.Emed Tarmedi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., atas dukungan dan perhatiannya terhadap terbentuknya koperasi ini.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang senantiasa memberikan dukungan dan dorongan bagi terbentuknya koperasi ini. Dukungan beliau menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan koperasi yang benar-benar bermanfaat, mandiri, dan berdaya saing," ungkapnya.

"Ke depan, kami juga akan membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik dari kalangan swasta maupun pemerintah, agar koperasi ini benar-benar mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan anggota dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelaanya.

Dewan Penasehat Koperasi, sekaligus Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas langkah DPD Karawang yang dinilai selaras dengan visi nasional IWOl dalam menciptakan wartawan yang berdaya secara ekonomi.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif DPD Karawang. Koperasi wartawan ini adalah bentuk aktualisasi dari semangat kemandirian. Wartawan yang kuat adalah wartawan yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak tergantung pada kepentingan ekonomi pihak lain," tegas Icang.

la juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan berbasis digital agar menjadi model bagi DPD IWOI di daerah lain.

Selasa, 14 Oktober 2025

Ketua PCNU Karawang Kecam Keras Tayangan Trans7: “Santri dan Kiai Telah Dihina, Ini Luka Batin Umat!”


KARAWANG | Versitnews.com — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, H. Deden Permana, menyampaikan kekecewaan dan kemarahan mendalam terhadap salah satu tayangan di stasiun televisi nasional Trans7 yang dinilai telah menghinakan martabat santri, kiai, dan lembaga Pondok Pesantren di Indonesia.

Dalam pernyataannya, H. Deden menegaskan bahwa isi tayangan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga menciderai nilai-nilai moral dan kebangsaan yang selama ini dijaga oleh kalangan pesantren.

> “Kami dari PCNU Karawang mengecam keras tayangan Trans7 yang telah melecehkan santri dan kiai. Ucapan pengisi suara dalam tayangan tersebut tidak mencerminkan etika bernegara dan menunjukkan rendahnya standar penelitian sebelum siaran,” tegas H. Deden dengan nada kecewa.

Tayangan Tanpa Riset, Bentuk Penghinaan terhadap Tradisi Ilmu

Menurut H. Deden, Trans7 seharusnya memiliki tim riset dan sensor internal yang mampu melakukan verifikasi data dan analisis pembanding sebelum menayangkan konten publik.
Namun dalam kasus ini, tayangan tersebut justru menampilkan narasi yang menyesatkan dan mempermalukan komunitas pesantren di hadapan masyarakat luas.

> “Konten seperti itu sangat berbahaya. Ia membentuk citra (image) seolah-olah santri dan kiai adalah kelompok yang tertinggal, padahal pondok pesantren telah menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban bangsa ini, jauh sebelum Republik Indonesia merdeka,” ujarnya menegaskan.

H. Deden menilai bahwa sikap abai terhadap etika penyiaran menunjukkan krisis moral di dunia media, yang seharusnya berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi dan penjaga nilai kebangsaan.

Santri dan Kiai: Benteng Moral Bangsa yang Tidak Boleh Dihina

Lebih lanjut, Ketua PCNU Karawang mengingatkan bahwa pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat penggemblengan karakter, moral, dan nasionalisme.
Santri dan para kiai, katanya, memiliki andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI dari masa ke masa.

> “Santri dan kiai adalah benteng moral bangsa. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk menjaga ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, membina akhlak, dan mencetak generasi cinta tanah air. Maka ketika kehormatan mereka diinjak, yang terluka bukan hanya pesantren, tapi seluruh umat,” ungkapnya.

Desakan Tegas: Trans7 Harus Bertanggung Jawab!

H. Deden juga menyerukan agar pihak Trans7 segera meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, khususnya kalangan pesantren dan Nahdliyyin di seluruh Indonesia.
Ia menilai bahwa permintaan maaf tidak cukup dilakukan secara simbolis, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem redaksi dan etika penyiaran di stasiun televisi tersebut.

Bahkan, ia menyampaikan himbauan keras kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar meninjau ulang izin penyiaran Trans7 bila terbukti melanggar prinsip kode etik jurnalistik dan penyiaran.

> “Kami meminta Presiden untuk menutup Trans7 bila terbukti melanggar prinsip penyiaran. Ini bukan soal marah-marah, tapi soal harga diri pesantren dan kehormatan para kiai. Kami para santri wajib membela ulama kami, karena mereka adalah guru bangsa,” tegas H. Deden.

NU Karawang Siap Ambil Sikap Tegas

Menutup pernyataannya, H. Deden menegaskan bahwa PCNU Karawang akan berkoordinasi dengan PWNU Jawa Barat dan PBNU di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi resmi dan menempuh langkah hukum bila diperlukan.
Ia menilai, kasus ini bukan hanya tentang satu tayangan televisi, tetapi tentang tanggung jawab moral seluruh media dalam menjaga keadaban publik dan menghormati lembaga pendidikan Islam.

> “Kami tidak anti kritik, tapi kami menolak penghinaan. Media seharusnya menjadi sahabat umat, bukan alat yang melukai perasaan masyarakat pesantren,” pungkasnya.


Pernyataan ini mencerminkan sikap moral PCNU Karawang sebagai bentuk pembelaan terhadap nilai-nilai luhur pesantren dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.



(Red)

KARAWANG | Versitnews.com — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, H. Deden Permana, menyampaikan kekecewaan dan kemarahan mendalam terhadap salah satu tayangan di stasiun televisi nasional Trans7 yang dinilai telah menghinakan martabat santri, kiai, dan lembaga Pondok Pesantren di Indonesia.

Dalam pernyataannya, H. Deden menegaskan bahwa isi tayangan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga menciderai nilai-nilai moral dan kebangsaan yang selama ini dijaga oleh kalangan pesantren.

> “Kami dari PCNU Karawang mengecam keras tayangan Trans7 yang telah melecehkan santri dan kiai. Ucapan pengisi suara dalam tayangan tersebut tidak mencerminkan etika bernegara dan menunjukkan rendahnya standar penelitian sebelum siaran,” tegas H. Deden dengan nada kecewa.

Tayangan Tanpa Riset, Bentuk Penghinaan terhadap Tradisi Ilmu

Menurut H. Deden, Trans7 seharusnya memiliki tim riset dan sensor internal yang mampu melakukan verifikasi data dan analisis pembanding sebelum menayangkan konten publik.
Namun dalam kasus ini, tayangan tersebut justru menampilkan narasi yang menyesatkan dan mempermalukan komunitas pesantren di hadapan masyarakat luas.

> “Konten seperti itu sangat berbahaya. Ia membentuk citra (image) seolah-olah santri dan kiai adalah kelompok yang tertinggal, padahal pondok pesantren telah menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban bangsa ini, jauh sebelum Republik Indonesia merdeka,” ujarnya menegaskan.

H. Deden menilai bahwa sikap abai terhadap etika penyiaran menunjukkan krisis moral di dunia media, yang seharusnya berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi dan penjaga nilai kebangsaan.

Santri dan Kiai: Benteng Moral Bangsa yang Tidak Boleh Dihina

Lebih lanjut, Ketua PCNU Karawang mengingatkan bahwa pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat penggemblengan karakter, moral, dan nasionalisme.
Santri dan para kiai, katanya, memiliki andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI dari masa ke masa.

> “Santri dan kiai adalah benteng moral bangsa. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk menjaga ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, membina akhlak, dan mencetak generasi cinta tanah air. Maka ketika kehormatan mereka diinjak, yang terluka bukan hanya pesantren, tapi seluruh umat,” ungkapnya.

Desakan Tegas: Trans7 Harus Bertanggung Jawab!

H. Deden juga menyerukan agar pihak Trans7 segera meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, khususnya kalangan pesantren dan Nahdliyyin di seluruh Indonesia.
Ia menilai bahwa permintaan maaf tidak cukup dilakukan secara simbolis, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem redaksi dan etika penyiaran di stasiun televisi tersebut.

Bahkan, ia menyampaikan himbauan keras kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar meninjau ulang izin penyiaran Trans7 bila terbukti melanggar prinsip kode etik jurnalistik dan penyiaran.

> “Kami meminta Presiden untuk menutup Trans7 bila terbukti melanggar prinsip penyiaran. Ini bukan soal marah-marah, tapi soal harga diri pesantren dan kehormatan para kiai. Kami para santri wajib membela ulama kami, karena mereka adalah guru bangsa,” tegas H. Deden.

NU Karawang Siap Ambil Sikap Tegas

Menutup pernyataannya, H. Deden menegaskan bahwa PCNU Karawang akan berkoordinasi dengan PWNU Jawa Barat dan PBNU di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi resmi dan menempuh langkah hukum bila diperlukan.
Ia menilai, kasus ini bukan hanya tentang satu tayangan televisi, tetapi tentang tanggung jawab moral seluruh media dalam menjaga keadaban publik dan menghormati lembaga pendidikan Islam.

> “Kami tidak anti kritik, tapi kami menolak penghinaan. Media seharusnya menjadi sahabat umat, bukan alat yang melukai perasaan masyarakat pesantren,” pungkasnya.


Pernyataan ini mencerminkan sikap moral PCNU Karawang sebagai bentuk pembelaan terhadap nilai-nilai luhur pesantren dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.



(Red)

Imigrasi Karawang Tindak Sejumlah WNA Pelanggar Izin Tinggal dan Kerja

Karawang | Versitnews.com-Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Karawang mencatat sejumlah tindakan administratif keimigrasian (TAK) terhadap warga negara asing (WNA) sepanjang Januari hingga Oktober 2025. 

Penindakan ini dilakukan terhadap WNA yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Karawang, Andro Eka Putra, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga ketertiban dan menegakkan aturan di wilayah hukum Kabupaten Karawang.


“Seluruh WNA yang melakukan pelanggaran langsung kami tindak dengan langkah administratif sesuai pasal yang berlaku. Tujuannya bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Karawang,” ujar Andro, Selasa (14/10/2025).


Ia menjelaskan, tindakan administratif yang diberikan meliputi pendeportasian, pencantuman dalam daftar penangkalan (blacklist), hingga pembatasan izin tinggal kembali.


Menurut Andro, pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah overstay atau tinggal melebihi batas waktu izin tinggal yang diberikan. Namun, ada pula pelanggaran lebih serius seperti penyalahgunaan izin tinggal untuk bekerja tanpa dokumen resmi.


“Overstay adalah pelanggaran yang paling sering kami temui, namun ada juga yang lebih serius seperti penyalahgunaan izin tinggal untuk bekerja. Semua ini kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.


Karawang yang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, kata Andro, memiliki potensi pelanggaran keimigrasian yang cukup tinggi. Karena itu, pihak Imigrasi terus memperkuat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat.


“Kami mengimbau agar para WNA mematuhi aturan izin tinggal dan izin bekerja di Indonesia. Karawang adalah daerah strategis, maka pengawasan kami lakukan secara ketat demi melindungi kepentingan nasional,” tegas Andro.


Berdasarkan data Kantor Imigrasi Karawang, sejumlah WNA dari berbagai negara telah ditindak dengan pelanggaran berbeda, antara lain:


 • WNA asal Bangladesh

Melanggar Pasal 75 ayat 1, Pasal 113 junto Pasal 8, Pasal 113 junto Pasal 9 ayat 1, dan Pasal 119 ayat 1 junto Pasal 8 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Masuk dan/atau tinggal di Indonesia tanpa dokumen sah serta penyalahgunaan izin tinggal.


 • WNA asal Jerman (3 orang)

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau tinggal melebihi izin tinggal yang diberikan.


 • WNA asal Pakistan

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau melebihi batas waktu izin tinggal.


 • WNA asal China (3 orang)

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau melebihi izin tinggal yang ditentukan.


 • WNA asal Malaysia

Melanggar Pasal 75 ayat 1 dan Pasal 122 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Melakukan kegiatan tidak sesuai izin tinggal, termasuk bekerja tanpa dokumen sah.


 • WNA asal China (2 orang lainnya)

Melanggar Pasal 116 dan Pasal 122 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh izin tinggal dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai izin.


(Red)

Karawang | Versitnews.com-Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Karawang mencatat sejumlah tindakan administratif keimigrasian (TAK) terhadap warga negara asing (WNA) sepanjang Januari hingga Oktober 2025. 

Penindakan ini dilakukan terhadap WNA yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Karawang, Andro Eka Putra, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga ketertiban dan menegakkan aturan di wilayah hukum Kabupaten Karawang.


“Seluruh WNA yang melakukan pelanggaran langsung kami tindak dengan langkah administratif sesuai pasal yang berlaku. Tujuannya bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Karawang,” ujar Andro, Selasa (14/10/2025).


Ia menjelaskan, tindakan administratif yang diberikan meliputi pendeportasian, pencantuman dalam daftar penangkalan (blacklist), hingga pembatasan izin tinggal kembali.


Menurut Andro, pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah overstay atau tinggal melebihi batas waktu izin tinggal yang diberikan. Namun, ada pula pelanggaran lebih serius seperti penyalahgunaan izin tinggal untuk bekerja tanpa dokumen resmi.


“Overstay adalah pelanggaran yang paling sering kami temui, namun ada juga yang lebih serius seperti penyalahgunaan izin tinggal untuk bekerja. Semua ini kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.


Karawang yang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, kata Andro, memiliki potensi pelanggaran keimigrasian yang cukup tinggi. Karena itu, pihak Imigrasi terus memperkuat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat.


“Kami mengimbau agar para WNA mematuhi aturan izin tinggal dan izin bekerja di Indonesia. Karawang adalah daerah strategis, maka pengawasan kami lakukan secara ketat demi melindungi kepentingan nasional,” tegas Andro.


Berdasarkan data Kantor Imigrasi Karawang, sejumlah WNA dari berbagai negara telah ditindak dengan pelanggaran berbeda, antara lain:


 • WNA asal Bangladesh

Melanggar Pasal 75 ayat 1, Pasal 113 junto Pasal 8, Pasal 113 junto Pasal 9 ayat 1, dan Pasal 119 ayat 1 junto Pasal 8 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Masuk dan/atau tinggal di Indonesia tanpa dokumen sah serta penyalahgunaan izin tinggal.


 • WNA asal Jerman (3 orang)

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau tinggal melebihi izin tinggal yang diberikan.


 • WNA asal Pakistan

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau melebihi batas waktu izin tinggal.


 • WNA asal China (3 orang)

Melanggar Pasal 78 ayat 3 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Overstay atau melebihi izin tinggal yang ditentukan.


 • WNA asal Malaysia

Melanggar Pasal 75 ayat 1 dan Pasal 122 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Melakukan kegiatan tidak sesuai izin tinggal, termasuk bekerja tanpa dokumen sah.


 • WNA asal China (2 orang lainnya)

Melanggar Pasal 116 dan Pasal 122 UU No. 6/2011.

Pelanggaran: Memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh izin tinggal dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai izin.


(Red)

PSM Karawang Barat Beri Kejutan Ulang Tahun ke Staf Kesos Sutardi, di Kelurahan Tanjungmekar‎

‎KARAWANG – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak di kantor, kelurahan tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat pada Selasa (14/10/2025) siang. Para anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) memberikan kejutan (surprise) ulang tahun kepada Setap Kesos Kecamatan Karawang Barat, Sutardi, yang genap berusia 33 tahun.

‎Kejutan tersebut berlangsung sederhana namun hangat. Teman-teman PSM datang membawa kue ulang tahun dan ucapan selamat sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sosial di wilayah Karawang Barat.
‎Sutardi yang tak menyangka atas kejutan itu tampak terharu dan mengucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan PSM.
‎Saya benar-benar tidak menyangka. Terima kasih banyak atas perhatian dan kebersamaan teman-teman semua. Semoga silaturahmi dan kekompakan kita terus terjaga,” ujar Sutardi dengan senyum bahagia.
‎Salah satu anggota PSM, yang turut menyiapkan acara tersebut, ibu Sri ketua Puskesos,kajol, dan yang lainnya, menyebut bahwa kejutan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Sutardi yang selama ini dikenal ramah, sigap, dan dekat dengan masyarakat.
‎Beliau selalu mendukung kegiatan sosial dan memotivasi kami untuk tetap semangat membantu warga. Jadi kami ingin memberi sedikit kejutan di hari spesialnya,” ujarnya.
‎Kegiatan sederhana itu diakhiri dengan doa bersama dan potong kue sebagai simbol kebersamaan. Momen tersebut sekaligus mempererat hubungan antara aparatur pemerintahan dan para relawan sosial di Kecamatan Karawang Barat.


(Red)
‎KARAWANG – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak di kantor, kelurahan tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat pada Selasa (14/10/2025) siang. Para anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) memberikan kejutan (surprise) ulang tahun kepada Setap Kesos Kecamatan Karawang Barat, Sutardi, yang genap berusia 33 tahun.

‎Kejutan tersebut berlangsung sederhana namun hangat. Teman-teman PSM datang membawa kue ulang tahun dan ucapan selamat sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sosial di wilayah Karawang Barat.
‎Sutardi yang tak menyangka atas kejutan itu tampak terharu dan mengucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan PSM.
‎Saya benar-benar tidak menyangka. Terima kasih banyak atas perhatian dan kebersamaan teman-teman semua. Semoga silaturahmi dan kekompakan kita terus terjaga,” ujar Sutardi dengan senyum bahagia.
‎Salah satu anggota PSM, yang turut menyiapkan acara tersebut, ibu Sri ketua Puskesos,kajol, dan yang lainnya, menyebut bahwa kejutan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi Sutardi yang selama ini dikenal ramah, sigap, dan dekat dengan masyarakat.
‎Beliau selalu mendukung kegiatan sosial dan memotivasi kami untuk tetap semangat membantu warga. Jadi kami ingin memberi sedikit kejutan di hari spesialnya,” ujarnya.
‎Kegiatan sederhana itu diakhiri dengan doa bersama dan potong kue sebagai simbol kebersamaan. Momen tersebut sekaligus mempererat hubungan antara aparatur pemerintahan dan para relawan sosial di Kecamatan Karawang Barat.


(Red)

Ketua DPRD Karawang H.Endang Sodikin, S.Pd.I.,S.H., M.H., Dorong Pemuda Jadi Garda Terdepan Pertanian Berkelanjutan

Karawang | Versitnews.com,– Dalam upaya menumbuhkan semangat pertanian berkelanjutan di kalangan generasi muda, Sekolah Tani Karawang menggelar kegiatan bertajuk “Hijaukan Masa Depan: Pertanian Berkelanjutan untuk Generasi Berikutnya” di Rumah Makan Pawon Sae, Karawang, Senin (14/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H.; Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi, S.H.; Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H.; Bendahara DPC PTI Karawang Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si.; serta Sekretaris DPC PTI Karawang Rafly Alief Lazuardi, S.E.

Turut hadir pula Ketua KNPI Kabupaten Karawang Faisal Muhammad, perwakilan dari PT Bulog Cabang Karawang Rina, serta perwakilan Kodim dan Polres Karawang, bersama sejumlah pemuda tani Karawang

Dalam sambutannya, Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi menekankan bahwa pertanian bukan hanya sekadar soal teknik menanam, melainkan juga menyangkut nilai spiritual dan kesabaran dalam prosesnya.

Menurut saya, pertanian bukan hanya cara menanam, tetapi juga bagaimana menanam dengan doa dan ketulusan. Dengan kesabaran dan fokus, saya berharap pertanian di Kabupaten Karawang bisa lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Sekolah Tani yang digagas oleh PTI Karawang.

Petani Karawang harus bisa lebih maju dari daerah lain. Karawang memiliki lahan pertanian yang luas — sekitar 20% lebih banyak dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Kegiatan seperti ini patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.

H. Endang juga menjelaskan bahwa Sekolah Tani merupakan bagian dari program Pemuda Tani Indonesia (PTI), organisasi yang berada di bawah pembinaan langsung Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Melalui program ini, para pemuda tani diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mentransformasi pola pikir serta menghadirkan inovasi di sektor pertanian.

Saya berharap pemuda tani bisa memberikan pencerahan bagi petani yang masih menggunakan cara lama. Selain itu, potensi besar di sektor pertambakan juga perlu digarap serius. Dengan ribuan hektare lahan tambak di Karawang, jika dikelola bersama para pemuda tani, kita bisa menghasilkan produk unggulan seperti bandeng presto dan olahan lainnya,” pungkasnya.

Menambahkan hal tersebut, Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan pertanian lokal yang modern dan berkelanjutan.

“Sekolah Tani ini bukan sekadar forum pelatihan, tetapi wadah pembelajaran bagi pemuda Karawang agar lebih mencintai tanahnya sendiri. Kami ingin mencetak generasi petani yang cerdas, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian masa kini,” tuturnya.

H. Emed juga menegaskan bahwa PTI Karawang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para petani muda, agar hasil pertanian di Karawang tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Kami ingin membangun sistem pertanian yang ramah lingkungan, produktif, dan berdaya saing. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” tambahnya.

Kegiatan Sekolah Tani Karawang ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan para petani muda dalam mewujudkan pertanian Karawang yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.


(Red)
Karawang | Versitnews.com,– Dalam upaya menumbuhkan semangat pertanian berkelanjutan di kalangan generasi muda, Sekolah Tani Karawang menggelar kegiatan bertajuk “Hijaukan Masa Depan: Pertanian Berkelanjutan untuk Generasi Berikutnya” di Rumah Makan Pawon Sae, Karawang, Senin (14/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H.; Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi, S.H.; Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H.; Bendahara DPC PTI Karawang Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si.; serta Sekretaris DPC PTI Karawang Rafly Alief Lazuardi, S.E.

Turut hadir pula Ketua KNPI Kabupaten Karawang Faisal Muhammad, perwakilan dari PT Bulog Cabang Karawang Rina, serta perwakilan Kodim dan Polres Karawang, bersama sejumlah pemuda tani Karawang

Dalam sambutannya, Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi menekankan bahwa pertanian bukan hanya sekadar soal teknik menanam, melainkan juga menyangkut nilai spiritual dan kesabaran dalam prosesnya.

Menurut saya, pertanian bukan hanya cara menanam, tetapi juga bagaimana menanam dengan doa dan ketulusan. Dengan kesabaran dan fokus, saya berharap pertanian di Kabupaten Karawang bisa lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Sekolah Tani yang digagas oleh PTI Karawang.

Petani Karawang harus bisa lebih maju dari daerah lain. Karawang memiliki lahan pertanian yang luas — sekitar 20% lebih banyak dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Kegiatan seperti ini patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.

H. Endang juga menjelaskan bahwa Sekolah Tani merupakan bagian dari program Pemuda Tani Indonesia (PTI), organisasi yang berada di bawah pembinaan langsung Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Melalui program ini, para pemuda tani diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mentransformasi pola pikir serta menghadirkan inovasi di sektor pertanian.

Saya berharap pemuda tani bisa memberikan pencerahan bagi petani yang masih menggunakan cara lama. Selain itu, potensi besar di sektor pertambakan juga perlu digarap serius. Dengan ribuan hektare lahan tambak di Karawang, jika dikelola bersama para pemuda tani, kita bisa menghasilkan produk unggulan seperti bandeng presto dan olahan lainnya,” pungkasnya.

Menambahkan hal tersebut, Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan pertanian lokal yang modern dan berkelanjutan.

“Sekolah Tani ini bukan sekadar forum pelatihan, tetapi wadah pembelajaran bagi pemuda Karawang agar lebih mencintai tanahnya sendiri. Kami ingin mencetak generasi petani yang cerdas, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian masa kini,” tuturnya.

H. Emed juga menegaskan bahwa PTI Karawang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para petani muda, agar hasil pertanian di Karawang tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Kami ingin membangun sistem pertanian yang ramah lingkungan, produktif, dan berdaya saing. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” tambahnya.

Kegiatan Sekolah Tani Karawang ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan para petani muda dalam mewujudkan pertanian Karawang yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.


(Red)

Ketua DPRD Karawang Dorong Pemuda Jadi Garda Depan Pertanian Berkelanjutan‎

‎KARAWANG – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Sekolah Tani Karawang yang mengusung tema “Hijaukan Daun Pertanian Berkelanjutan untuk Generasi Berikutnya”, bertempat di Rumah Makan Pawon Sae, Karawang, Selasa (14/10/2025).
‎Dalam kegiatan tersebut, H. Endang juga hadir sebagai narasumber utama yang memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta.
‎Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi, S.H., Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H., Bendahara DPC PTI Karawang Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si., Sekretaris DPC PTI Karawang Rafly Alief Lazuardi, S.E., Ketua KNPI Karawang Faisal Muhammad, serta perwakilan dari PT Bulog Cabang Karawang, Kodim 0604/Karawang, Polres Karawang, dan para pemuda tani Karawang.
‎Dalam sambutannya, H. Endang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemuda Tani Indonesia (PTI) Karawang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus terus dikembangkan dan dikelola secara modern.
‎Petani Kabupaten Karawang harus bisa lebih maju dari daerah lain. Karawang memiliki lahan pertanian yang lebih luas, sekitar 20 persen lebih banyak dibanding wilayah lain di Jawa Barat. Saya sangat mengapresiasi PTI Karawang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar H. Endang.
‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sekolah Tani merupakan program dari organisasi Pemuda Tani Indonesia (PTI) yang berada di bawah pembinaan langsung Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto. Melalui kegiatan ini, ia berharap pemuda tani dapat menjadi garda terdepan transformasi pola pikir dan inovasi di sektor pertanian.
‎Saya berharap pemuda tani bisa memberikan pencerahan kepada petani yang masih berpegang pada paradigma lama. Selain itu, potensi besar di sektor pertambakan juga perlu digarap. Dengan ribuan hektare lahan tambak di Karawang, jika dikelola secara kreatif, bisa menghasilkan produk unggulan seperti bandeng presto dan olahan lainnya,” tambahnya.
‎H. Endang juga memaparkan bahwa saat ini produksi pertanian di Karawang telah mencapai 1,4 juta ton per tahun. Dengan adanya peran aktif pemuda tani dan kolaborasi bersama Dinas Pertanian, angka tersebut diharapkan meningkat menjadi 1,6 hingga 1,8 juta ton per tahun.
‎Kuncinya ada pada ilmu dan inovasi. Dengan semangat pemuda tani yang kreatif dan kolaboratif, saya yakin Karawang bisa menjadi pusat pertanian unggulan di Jawa Barat,” pungkasnya.
‎Kegiatan Sekolah Tani Karawang ini menjadi momentum penting bagi para pemuda tani untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, dan membangun masa depan pertanian Karawang yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
(Red)
‎KARAWANG – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Sekolah Tani Karawang yang mengusung tema “Hijaukan Daun Pertanian Berkelanjutan untuk Generasi Berikutnya”, bertempat di Rumah Makan Pawon Sae, Karawang, Selasa (14/10/2025).
‎Dalam kegiatan tersebut, H. Endang juga hadir sebagai narasumber utama yang memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta.
‎Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD PTI Jawa Barat Dea Eka Rizaldi, S.H., Ketua DPC PTI Karawang H. Emed Tarmedi, S.KM., M.H., Bendahara DPC PTI Karawang Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si., Sekretaris DPC PTI Karawang Rafly Alief Lazuardi, S.E., Ketua KNPI Karawang Faisal Muhammad, serta perwakilan dari PT Bulog Cabang Karawang, Kodim 0604/Karawang, Polres Karawang, dan para pemuda tani Karawang.
‎Dalam sambutannya, H. Endang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemuda Tani Indonesia (PTI) Karawang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Karawang memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus terus dikembangkan dan dikelola secara modern.
‎Petani Kabupaten Karawang harus bisa lebih maju dari daerah lain. Karawang memiliki lahan pertanian yang lebih luas, sekitar 20 persen lebih banyak dibanding wilayah lain di Jawa Barat. Saya sangat mengapresiasi PTI Karawang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar H. Endang.
‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sekolah Tani merupakan program dari organisasi Pemuda Tani Indonesia (PTI) yang berada di bawah pembinaan langsung Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto. Melalui kegiatan ini, ia berharap pemuda tani dapat menjadi garda terdepan transformasi pola pikir dan inovasi di sektor pertanian.
‎Saya berharap pemuda tani bisa memberikan pencerahan kepada petani yang masih berpegang pada paradigma lama. Selain itu, potensi besar di sektor pertambakan juga perlu digarap. Dengan ribuan hektare lahan tambak di Karawang, jika dikelola secara kreatif, bisa menghasilkan produk unggulan seperti bandeng presto dan olahan lainnya,” tambahnya.
‎H. Endang juga memaparkan bahwa saat ini produksi pertanian di Karawang telah mencapai 1,4 juta ton per tahun. Dengan adanya peran aktif pemuda tani dan kolaborasi bersama Dinas Pertanian, angka tersebut diharapkan meningkat menjadi 1,6 hingga 1,8 juta ton per tahun.
‎Kuncinya ada pada ilmu dan inovasi. Dengan semangat pemuda tani yang kreatif dan kolaboratif, saya yakin Karawang bisa menjadi pusat pertanian unggulan di Jawa Barat,” pungkasnya.
‎Kegiatan Sekolah Tani Karawang ini menjadi momentum penting bagi para pemuda tani untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, dan membangun masa depan pertanian Karawang yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
(Red)

Senin, 13 Oktober 2025

Titik Terang Misteri Kematian Seorang Warga Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Karawang | Versitnews.com- Titik terang Misteri kematian seorang warga Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kejanggalan medis usai perawatan di RS Hastin Karawang. Pasien bernama Mursiiti (62), warga Kampung Pamahan RT 001/001, Desa Sumberurip, meninggal dunia tiga hari setelah pulang dari rumah sakit dengan kondisi tubuh yang menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarga.

Awalnya, korban hanya mengeluhkan bisul di bagian pantat. Pihak keluarga membawa Mursiiti ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hastin Karawang untuk mendapatkan penanganan. Setibanya di IGD, korban langsung diperiksa oleh dokter jaga.

“Pertama kali masuk ke RS Hastin, ibu diperiksa di IGD. Dokter tanya keluhannya, ibu jawab bisul di pantat. Tapi setelah perut diperiksa, katanya ada cairan dan langsung disuruh rontgen,” ujar salah satu anggota keluarga, Sabtu (12/10/2025).

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cairan di bagian perut, dan dokter menyatakan bahwa pasien harus segera dioperasi. Pihak keluarga pun diminta menandatangani surat persetujuan operasi serta pemasangan selang di kemaluan, yang dijelaskan sebagai bagian dari prosedur medis.

Operasi dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait lokasi sayatan operasi maupun kondisi pasien setelah tindakan medis tersebut.

Kondisi Pasien Memburuk Setelah Pulang

Beberapa hari setelah dirawat, Mursiiti dipulangkan ke rumah. Namun saat anaknya mengganti popok (pempers), keluarga terkejut mendapati kondisi yang janggal: terdapat dua luka besar di bagian perut — sisi kiri mengeluarkan darah, sedangkan sisi kanan mengeluarkan cairan hitam pekat.

Lebih mengejutkan lagi, ditemukan pula bekas operasi di dekat kemaluan, yang sama sekali tidak pernah dijelaskan oleh pihak rumah sakit sebelumnya.

“Kami tahu ibu dioperasi, tapi tidak diberitahu kalau ada luka besar di perut dan bekas sayatan di dekat kemaluan. Setelah pulang dan diganti Pampers, baru terlihat luka di kiri keluar darah, kanan keluar cairan hitam. Kami sangat kaget,” tutur anggota keluarga dengan nada sedih.

Kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia tiga hari kemudian.

(Red)
Karawang | Versitnews.com- Titik terang Misteri kematian seorang warga Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kejanggalan medis usai perawatan di RS Hastin Karawang. Pasien bernama Mursiiti (62), warga Kampung Pamahan RT 001/001, Desa Sumberurip, meninggal dunia tiga hari setelah pulang dari rumah sakit dengan kondisi tubuh yang menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarga.

Awalnya, korban hanya mengeluhkan bisul di bagian pantat. Pihak keluarga membawa Mursiiti ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hastin Karawang untuk mendapatkan penanganan. Setibanya di IGD, korban langsung diperiksa oleh dokter jaga.

“Pertama kali masuk ke RS Hastin, ibu diperiksa di IGD. Dokter tanya keluhannya, ibu jawab bisul di pantat. Tapi setelah perut diperiksa, katanya ada cairan dan langsung disuruh rontgen,” ujar salah satu anggota keluarga, Sabtu (12/10/2025).

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cairan di bagian perut, dan dokter menyatakan bahwa pasien harus segera dioperasi. Pihak keluarga pun diminta menandatangani surat persetujuan operasi serta pemasangan selang di kemaluan, yang dijelaskan sebagai bagian dari prosedur medis.

Operasi dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait lokasi sayatan operasi maupun kondisi pasien setelah tindakan medis tersebut.

Kondisi Pasien Memburuk Setelah Pulang

Beberapa hari setelah dirawat, Mursiiti dipulangkan ke rumah. Namun saat anaknya mengganti popok (pempers), keluarga terkejut mendapati kondisi yang janggal: terdapat dua luka besar di bagian perut — sisi kiri mengeluarkan darah, sedangkan sisi kanan mengeluarkan cairan hitam pekat.

Lebih mengejutkan lagi, ditemukan pula bekas operasi di dekat kemaluan, yang sama sekali tidak pernah dijelaskan oleh pihak rumah sakit sebelumnya.

“Kami tahu ibu dioperasi, tapi tidak diberitahu kalau ada luka besar di perut dan bekas sayatan di dekat kemaluan. Setelah pulang dan diganti Pampers, baru terlihat luka di kiri keluar darah, kanan keluar cairan hitam. Kami sangat kaget,” tutur anggota keluarga dengan nada sedih.

Kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia tiga hari kemudian.

(Red)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done