VERSITNEWS

Kamis, 12 Februari 2026

Polres Karawang Gelar Sosialisasi Hukum, Bahas KUHAP dan KUHP Baru








KARAWANG - Polres Karawang baru saja menggelar kegiatan Sosialisasi Hukum yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, pada Kamis (12/2/2026). 


Kegiatan ini membahas tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru.


Sosialisasi ini dihadiri oleh pejabat utama Polres Karawang, termasuk Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat PPA dan PPO, serta Kapolsek jajaran. 


Dua materi utama disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu Penjelasan Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP BARU oleh Wakil Pengadilan Negeri Karawang, Dr. Riki Perdana Raya Waruw, dan Penjelasan Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP BARU oleh Kasi Pidum, Deby Febriyantika Fauzi.


"Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap anggota Polres Karawang dapat memahami dan mengimplementasikan hukum yang baru, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat," kata Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan.


Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi anggota Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. 


"Kami ingin anggota Polres Karawang menjadi contoh dalam memahami dan mengimplementasikan hukum, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung aman dan lancar, dengan situasi yang kondusif.


Polres Karawang akan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum dan profesionalisme anggota, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.



Redaksi 








KARAWANG - Polres Karawang baru saja menggelar kegiatan Sosialisasi Hukum yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, pada Kamis (12/2/2026). 


Kegiatan ini membahas tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru.


Sosialisasi ini dihadiri oleh pejabat utama Polres Karawang, termasuk Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat PPA dan PPO, serta Kapolsek jajaran. 


Dua materi utama disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu Penjelasan Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP BARU oleh Wakil Pengadilan Negeri Karawang, Dr. Riki Perdana Raya Waruw, dan Penjelasan Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP BARU oleh Kasi Pidum, Deby Febriyantika Fauzi.


"Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap anggota Polres Karawang dapat memahami dan mengimplementasikan hukum yang baru, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat," kata Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan.


Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi anggota Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. 


"Kami ingin anggota Polres Karawang menjadi contoh dalam memahami dan mengimplementasikan hukum, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung aman dan lancar, dengan situasi yang kondusif.


Polres Karawang akan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum dan profesionalisme anggota, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.



Redaksi 

‎Janji Manis di Balik ‘Lump Sum’ PTPN IV: Solusi Jitu atau Sekadar Penawar Rindu? ‎







MEDAN – Setelah empat bulan lamanya kompensasi uang beras pensiunan "macet" di jalur birokrasi, manajemen PTPN IV PalmCo akhirnya angkat bicara. 

‎Bukan lewat surat edaran dingin, melainkan lewat jamuan makan siang di Aula Sawit Regional 1, Medan (28/10), yang tampak seperti upaya diplomasi "perut kenyang, hati tenang" bagi pengurus DPN Forum Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN).

‎Antara Jasa dan Penantian

‎Di hadapan para purnabakti yang rambutnya sudah memutih karena mengabdi, Direktur SDM Holding PTPN Group, Endang Suraningsih, melempar janji yang cukup berani. Ia menegaskan manajemen tidak akan "mengkhianati" keringat para pensiunan. 

‎Sebuah pernyataan yang terdengar heroik, namun tentu saja, bagi pensiunan yang sudah empat bulan dapurnya kurang "mengepul" akibat uang beras yang tersendat, janji tetaplah janji sampai angka itu muncul di buku tabungan.

‎Lump Sum: Jurus Pamungkas di Januari 2026

‎Direktur SDM PTPN 4 PalmCo, Suhendri, membawa kabar baru yang cukup menyentil telinga: Skema Lump Sum. Artinya, uang beras tidak lagi dicicil tiap bulan, melainkan dibayar sekaligus. Alasannya? Menyesuaikan kondisi perusahaan.

‎Namun, jangan senang dulu. Uang tersebut tidak jatuh dari langit besok pagi. Manajemen mengaku masih butuh waktu untuk "menghitung" hingga akhir Januari 2026.

‎Sebuah penantian yang cukup panjang bagi mereka yang membutuhkan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi. 

‎Menariknya, Suhendri sempat melempar candaan "pahit" bahwa dirinya pun nanti tidak akan menerima kompensasi serupa saat pensiun—sebuah upaya self-deprecating humor untuk meredam tensi di ruangan.

‎FKPPN: Memilih Mengerti atau Terpaksa Mengerti?

‎Di sisi lain, DPN FKPPN yang dipimpin Sekjen Baginda Pangabean dan Bendahara Umum Paijo Karyodiwiryo tampaknya memilih jalan "damai". 

‎Mereka menyatakan paham dan menerima kondisi perusahaan. Paijo bahkan mengajak para pensiunan untuk kembali bersabar dan berdoa.

‎"Setidaknya manajemen sudah menunjukkan keseriusan," ujar Paijo. Sebuah kalimat yang bisa dimaknai sebagai sikap optimis, atau mungkin sebuah bentuk kepasrahan yang elegan di hadapan raksasa korporasi.

‎Manajemen PTPN IV kini sedang memegang bola panas. Dengan janji "Januari 2026", mereka punya waktu tiga bulan untuk membuktikan bahwa Lump Sum ini adalah bentuk penghormatan nyata, bukan sekadar strategi mengulur waktu. 

‎Bagi para pensiunan, mereka tidak butuh janji yang setinggi langit, mereka hanya butuh kompensasi yang membumi.*** 







MEDAN – Setelah empat bulan lamanya kompensasi uang beras pensiunan "macet" di jalur birokrasi, manajemen PTPN IV PalmCo akhirnya angkat bicara. 

‎Bukan lewat surat edaran dingin, melainkan lewat jamuan makan siang di Aula Sawit Regional 1, Medan (28/10), yang tampak seperti upaya diplomasi "perut kenyang, hati tenang" bagi pengurus DPN Forum Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN).

‎Antara Jasa dan Penantian

‎Di hadapan para purnabakti yang rambutnya sudah memutih karena mengabdi, Direktur SDM Holding PTPN Group, Endang Suraningsih, melempar janji yang cukup berani. Ia menegaskan manajemen tidak akan "mengkhianati" keringat para pensiunan. 

‎Sebuah pernyataan yang terdengar heroik, namun tentu saja, bagi pensiunan yang sudah empat bulan dapurnya kurang "mengepul" akibat uang beras yang tersendat, janji tetaplah janji sampai angka itu muncul di buku tabungan.

‎Lump Sum: Jurus Pamungkas di Januari 2026

‎Direktur SDM PTPN 4 PalmCo, Suhendri, membawa kabar baru yang cukup menyentil telinga: Skema Lump Sum. Artinya, uang beras tidak lagi dicicil tiap bulan, melainkan dibayar sekaligus. Alasannya? Menyesuaikan kondisi perusahaan.

‎Namun, jangan senang dulu. Uang tersebut tidak jatuh dari langit besok pagi. Manajemen mengaku masih butuh waktu untuk "menghitung" hingga akhir Januari 2026.

‎Sebuah penantian yang cukup panjang bagi mereka yang membutuhkan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi. 

‎Menariknya, Suhendri sempat melempar candaan "pahit" bahwa dirinya pun nanti tidak akan menerima kompensasi serupa saat pensiun—sebuah upaya self-deprecating humor untuk meredam tensi di ruangan.

‎FKPPN: Memilih Mengerti atau Terpaksa Mengerti?

‎Di sisi lain, DPN FKPPN yang dipimpin Sekjen Baginda Pangabean dan Bendahara Umum Paijo Karyodiwiryo tampaknya memilih jalan "damai". 

‎Mereka menyatakan paham dan menerima kondisi perusahaan. Paijo bahkan mengajak para pensiunan untuk kembali bersabar dan berdoa.

‎"Setidaknya manajemen sudah menunjukkan keseriusan," ujar Paijo. Sebuah kalimat yang bisa dimaknai sebagai sikap optimis, atau mungkin sebuah bentuk kepasrahan yang elegan di hadapan raksasa korporasi.

‎Manajemen PTPN IV kini sedang memegang bola panas. Dengan janji "Januari 2026", mereka punya waktu tiga bulan untuk membuktikan bahwa Lump Sum ini adalah bentuk penghormatan nyata, bukan sekadar strategi mengulur waktu. 

‎Bagi para pensiunan, mereka tidak butuh janji yang setinggi langit, mereka hanya butuh kompensasi yang membumi.*** 

Rabu, 11 Februari 2026

Ketua Akpersi DPD Jabar Dan Ketua Akpersi Bekasi Apresiasi:Aksi Nyata Kades Karangpatri

 

Kades Karang Patri Rela Keluarkan Anggaran Pribadi Untuk Pengurugan Jalan Yang Hancur

Pebayuran, Kabupaten Bekasi – Di sebuah ruas jalan kampung yang penuh lubang dan genangan, ada kegelisahan yang setiap hari dirasakan warga. Anak-anak sekolah harus memperlambat laju sepeda motornya. Para buruh dan petani menahan napas saat melintas. Ibu-ibu yang membawa dagangan harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir.

Jalan di Kampung Lembang RT 01/RW 02, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, itu bukan sekadar akses biasa. Ia adalah nadi kehidupan warga.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, kerusakannya kian parah. Lubang-lubang besar menganga, berubah menjadi perangkap tersembunyi saat hujan turun.

Keluhan pun bermunculan. Kekhawatiran tumbuh. Pertanyaan sederhana muncul: kapan diperbaiki?

Di tengah situasi itu, Kepala Desa Karang Patri memilih jalan yang tak biasa. 

Tanpa menunggu proses panjang pencairan anggaran, tanpa menyandarkan diri pada alasan administrasi, ia memutuskan menggunakan uang pribadinya untuk memperbaiki jalan tersebut, Rabu (11/2/2026).

Dua truk bermuatan sirtu didatangkan. Material diturunkan, lubang-lubang besar ditutup, permukaan jalan diratakan. Tidak ada seremoni. Tidak ada baliho besar bertuliskan nama. Hanya kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.

Keputusan itu bukan sekadar tindakan teknis, tetapi pesan moral: keselamatan warga tidak boleh menunggu.
Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., menyebut langkah tersebut sebagai potret kepemimpinan yang lahir dari empati.

“Ini bukan soal proyek, ini soal keberanian dan hati nurani. Ketika seorang kepala desa rela mengeluarkan uang pribadi demi kepentingan masyarakat, itu adalah bentuk pengabdian yang tulus dan langka,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua AKPERSI DPC Kabupaten Bekasi, Jhon Subur. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bukti bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan keberpihakan nyata.

“Warga tidak butuh janji panjang. Mereka butuh solusi. Dan solusi itu hari ini hadir. Ini contoh pemimpin yang tidak bersembunyi di balik kata ‘proses’, tetapi memilih bertindak,” tegasnya.

Bagi warga Kampung Lembang, mungkin ini hanya timbunan sirtu yang menutup lubang. Namun bagi mereka, ini adalah rasa aman yang kembali. Tidak lagi waswas saat melintas. Tidak lagi cemas saat hujan mengguyur.

Di tengah sorotan publik terhadap pembangunan dan kualitas infrastruktur daerah, langkah Kepala Desa Karang Patri menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari angka-angka besar di atas kertas. 

Kadang, ia lahir dari keberanian satu orang untuk berkata: “Saya tidak akan membiarkan warga saya menunggu.”

Sebuah tindakan sederhana, namun sarat makna. Karena di balik setiap butir sirtu yang ditebar, ada kepedulian yang ditanam. Dan di atas jalan yang kini lebih rata itu, harapan warga kembali berjalan dengan lebih tenang.
(Red team)

 

Kades Karang Patri Rela Keluarkan Anggaran Pribadi Untuk Pengurugan Jalan Yang Hancur

Pebayuran, Kabupaten Bekasi – Di sebuah ruas jalan kampung yang penuh lubang dan genangan, ada kegelisahan yang setiap hari dirasakan warga. Anak-anak sekolah harus memperlambat laju sepeda motornya. Para buruh dan petani menahan napas saat melintas. Ibu-ibu yang membawa dagangan harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir.

Jalan di Kampung Lembang RT 01/RW 02, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, itu bukan sekadar akses biasa. Ia adalah nadi kehidupan warga.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, kerusakannya kian parah. Lubang-lubang besar menganga, berubah menjadi perangkap tersembunyi saat hujan turun.

Keluhan pun bermunculan. Kekhawatiran tumbuh. Pertanyaan sederhana muncul: kapan diperbaiki?

Di tengah situasi itu, Kepala Desa Karang Patri memilih jalan yang tak biasa. 

Tanpa menunggu proses panjang pencairan anggaran, tanpa menyandarkan diri pada alasan administrasi, ia memutuskan menggunakan uang pribadinya untuk memperbaiki jalan tersebut, Rabu (11/2/2026).

Dua truk bermuatan sirtu didatangkan. Material diturunkan, lubang-lubang besar ditutup, permukaan jalan diratakan. Tidak ada seremoni. Tidak ada baliho besar bertuliskan nama. Hanya kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.

Keputusan itu bukan sekadar tindakan teknis, tetapi pesan moral: keselamatan warga tidak boleh menunggu.
Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., menyebut langkah tersebut sebagai potret kepemimpinan yang lahir dari empati.

“Ini bukan soal proyek, ini soal keberanian dan hati nurani. Ketika seorang kepala desa rela mengeluarkan uang pribadi demi kepentingan masyarakat, itu adalah bentuk pengabdian yang tulus dan langka,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua AKPERSI DPC Kabupaten Bekasi, Jhon Subur. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bukti bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan keberpihakan nyata.

“Warga tidak butuh janji panjang. Mereka butuh solusi. Dan solusi itu hari ini hadir. Ini contoh pemimpin yang tidak bersembunyi di balik kata ‘proses’, tetapi memilih bertindak,” tegasnya.

Bagi warga Kampung Lembang, mungkin ini hanya timbunan sirtu yang menutup lubang. Namun bagi mereka, ini adalah rasa aman yang kembali. Tidak lagi waswas saat melintas. Tidak lagi cemas saat hujan mengguyur.

Di tengah sorotan publik terhadap pembangunan dan kualitas infrastruktur daerah, langkah Kepala Desa Karang Patri menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari angka-angka besar di atas kertas. 

Kadang, ia lahir dari keberanian satu orang untuk berkata: “Saya tidak akan membiarkan warga saya menunggu.”

Sebuah tindakan sederhana, namun sarat makna. Karena di balik setiap butir sirtu yang ditebar, ada kepedulian yang ditanam. Dan di atas jalan yang kini lebih rata itu, harapan warga kembali berjalan dengan lebih tenang.
(Red team)

Geger! Bayi Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Jatirasa Tengah, Warga Sigap Selamatkan Nyawa Sang Bayi

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, pada Rabu (11/2/2026).

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Bu Entin, yang saat itu hendak membuang sampah. Ia mengaku terkejut ketika mendengar suara tangisan lirih dari tumpukan sampah. Setelah didekati, ternyata suara tersebut berasal dari seorang bayi yang tergeletak di antara sampah.

Tanpa berpikir panjang, Bu Entin langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera membawa bayi tersebut ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, setibanya di rumah sakit, bayi tersebut langsung ditangani oleh tim medis dan perawat yang bertugas.
“Alhamdulillah, saat ini bayi sudah dalam penanganan intensif di RSUD Karawang. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian Bu Entin yang sigap menyelamatkan nyawa bayi tersebut,” ujar Camat Karawang Barat, Agus Somantri, saat dimintai keterangan.

Agus Somantri menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan sosial harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kepolisian, serta dinas terkait untuk menelusuri dan mengungkap pelaku yang tega melakukan tindakan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia memastikan bahwa lingkungan sekitar dalam kondisi kondusif dan warga turut membantu proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa dan unsur masyarakat lainnya. Saat ini fokus utama adalah memastikan kondisi bayi stabil dan aman. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang,” ujar Yadi.

Babinsa Karangpawitan, Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengamankan lokasi penemuan serta membantu proses pengumpulan informasi dari warga sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor. Kami akan mendukung penuh aparat kepolisian dalam proses penyelidikan,” kata Hendrik.

Di sisi lain, Pembina masyarakat setempat, Ujang Solihin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi lingkungan sosial. Ia berharap ada penguatan nilai-nilai moral dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Kami akan mendorong kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Ujang.

Hal senada disampaikan MP Karangpawitan, Karno, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan responsif terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

“Kita harus lebih peka. Jika ada warga yang menghadapi persoalan berat, jangan dibiarkan sendiri. Laporkan, komunikasikan dengan RT, RW, atau pihak kelurahan agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas masyarakat Karawang. Banyak warga yang datang ke RSUD untuk memastikan kondisi bayi dan mendoakan keselamatannya. Hingga berita ini diturunkan, bayi tersebut dalam kondisi mendapatkan perawatan intensif dan terus dipantau oleh tim medis.

Pihak kecamatan dan kelurahan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kisah penyelamatan bayi oleh Bu Entin menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian warga dapat menyelamatkan nyawa. Di tengah keprihatinan atas tindakan tak bertanggung jawab tersebut, secercah harapan muncul dari solidaritas dan rasa kemanusiaan warga Karangpawitan.


Redaksi 

 

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digegerkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, pada Rabu (11/2/2026).

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, Bu Entin, yang saat itu hendak membuang sampah. Ia mengaku terkejut ketika mendengar suara tangisan lirih dari tumpukan sampah. Setelah didekati, ternyata suara tersebut berasal dari seorang bayi yang tergeletak di antara sampah.

Tanpa berpikir panjang, Bu Entin langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan segera membawa bayi tersebut ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, setibanya di rumah sakit, bayi tersebut langsung ditangani oleh tim medis dan perawat yang bertugas.
“Alhamdulillah, saat ini bayi sudah dalam penanganan intensif di RSUD Karawang. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keberanian Bu Entin yang sigap menyelamatkan nyawa bayi tersebut,” ujar Camat Karawang Barat, Agus Somantri, saat dimintai keterangan.

Agus Somantri menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan sosial harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kepolisian, serta dinas terkait untuk menelusuri dan mengungkap pelaku yang tega melakukan tindakan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Karangpawitan, Yadi Cahyadi, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia memastikan bahwa lingkungan sekitar dalam kondisi kondusif dan warga turut membantu proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa dan unsur masyarakat lainnya. Saat ini fokus utama adalah memastikan kondisi bayi stabil dan aman. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang,” ujar Yadi.

Babinsa Karangpawitan, Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengamankan lokasi penemuan serta membantu proses pengumpulan informasi dari warga sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor. Kami akan mendukung penuh aparat kepolisian dalam proses penyelidikan,” kata Hendrik.

Di sisi lain, Pembina masyarakat setempat, Ujang Solihin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi lingkungan sosial. Ia berharap ada penguatan nilai-nilai moral dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Kami akan mendorong kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Ujang.

Hal senada disampaikan MP Karangpawitan, Karno, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan responsif terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

“Kita harus lebih peka. Jika ada warga yang menghadapi persoalan berat, jangan dibiarkan sendiri. Laporkan, komunikasikan dengan RT, RW, atau pihak kelurahan agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas masyarakat Karawang. Banyak warga yang datang ke RSUD untuk memastikan kondisi bayi dan mendoakan keselamatannya. Hingga berita ini diturunkan, bayi tersebut dalam kondisi mendapatkan perawatan intensif dan terus dipantau oleh tim medis.

Pihak kecamatan dan kelurahan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan lingkungan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Kisah penyelamatan bayi oleh Bu Entin menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian warga dapat menyelamatkan nyawa. Di tengah keprihatinan atas tindakan tak bertanggung jawab tersebut, secercah harapan muncul dari solidaritas dan rasa kemanusiaan warga Karangpawitan.


Redaksi 

 

Geger! Bayi Ditemukan di Pembuangan Sampah Jatirasa Tengah, Warga Sigap Selamatkan dan Dilarikan ke RSUD Karawang

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digemparkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan warga setempat, awalnya seorang pemulung yang tengah mencari barang bekas dikejutkan dengan suara tangisan bayi dari tumpukan sampah. Karena penasaran dan merasa khawatir, ia kemudian memanggil warga sekitar untuk memastikan sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati seorang bayi tergeletak di antara sampah dalam kondisi masih hidup.


“Awalnya kami kira suara kucing, tapi ternyata suara bayi. Pas dicek, benar ada bayi di dalam tumpukan sampah. Kami langsung panik dan berusaha menyelamatkannya,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.


Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergerak cepat. Bayi tersebut segera diangkat dari lokasi pembuangan sampah, dibersihkan seadanya, lalu dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Pembina Kelurahan Karangpawitan, Hendrik, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesigapan warga yang cepat bertindak sehingga nyawa bayi tersebut berhasil diselamatkan.


“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Namun kami juga mengapresiasi kepedulian warga yang sigap dan tidak tinggal diam. Bayi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif,” ungkap Hendrik.


Hendrik menambahkan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Ia berharap pelaku dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.


“Kami menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak berwajib. Semoga pelaku segera terungkap. Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga persoalan kemanusiaan,” tegasnya.


Sementara itu, kondisi bayi menurut informasi sementara dalam keadaan stabil dan masih dalam observasi tim medis RSUD Karawang. Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait jenis kelamin maupun perkiraan usia bayi tersebut.


Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Warga sekitar mengaku prihatin dan tidak menyangka kejadian memilukan itu terjadi di lingkungan mereka. Beberapa tokoh masyarakat pun mengimbau agar siapa pun yang mengalami kesulitan ekonomi atau persoalan sosial tidak mengambil jalan pintas dengan membuang bayi.


“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika ada masalah, sebaiknya dikomunikasikan dengan keluarga atau pihak berwenang. Jangan sampai anak yang tidak berdosa menjadi korban,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.


Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar Jalan Jatirasa Tengah guna mengidentifikasi pelaku.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap anak sebagai amanah dan generasi penerus bangsa. Warga Karangpawitan berharap keadilan dapat ditegakkan dan bayi tersebut dapat tumbuh sehat serta mendapatkan perlindungan yang layak.


Red 

Karawang Barat – Warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, digemparkan dengan penemuan seorang bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab di area pembuangan sampah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jatirasa Tengah RT 02 RW 08, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan warga setempat, awalnya seorang pemulung yang tengah mencari barang bekas dikejutkan dengan suara tangisan bayi dari tumpukan sampah. Karena penasaran dan merasa khawatir, ia kemudian memanggil warga sekitar untuk memastikan sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati seorang bayi tergeletak di antara sampah dalam kondisi masih hidup.


“Awalnya kami kira suara kucing, tapi ternyata suara bayi. Pas dicek, benar ada bayi di dalam tumpukan sampah. Kami langsung panik dan berusaha menyelamatkannya,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.


Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergerak cepat. Bayi tersebut segera diangkat dari lokasi pembuangan sampah, dibersihkan seadanya, lalu dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Pembina Kelurahan Karangpawitan, Hendrik, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesigapan warga yang cepat bertindak sehingga nyawa bayi tersebut berhasil diselamatkan.


“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Namun kami juga mengapresiasi kepedulian warga yang sigap dan tidak tinggal diam. Bayi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif,” ungkap Hendrik.


Hendrik menambahkan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tersebut. Ia berharap pelaku dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.


“Kami menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak berwajib. Semoga pelaku segera terungkap. Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga persoalan kemanusiaan,” tegasnya.


Sementara itu, kondisi bayi menurut informasi sementara dalam keadaan stabil dan masih dalam observasi tim medis RSUD Karawang. Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait jenis kelamin maupun perkiraan usia bayi tersebut.


Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Warga sekitar mengaku prihatin dan tidak menyangka kejadian memilukan itu terjadi di lingkungan mereka. Beberapa tokoh masyarakat pun mengimbau agar siapa pun yang mengalami kesulitan ekonomi atau persoalan sosial tidak mengambil jalan pintas dengan membuang bayi.


“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika ada masalah, sebaiknya dikomunikasikan dengan keluarga atau pihak berwenang. Jangan sampai anak yang tidak berdosa menjadi korban,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.


Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar Jalan Jatirasa Tengah guna mengidentifikasi pelaku.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap anak sebagai amanah dan generasi penerus bangsa. Warga Karangpawitan berharap keadilan dapat ditegakkan dan bayi tersebut dapat tumbuh sehat serta mendapatkan perlindungan yang layak.


Red 

Kunjungan Kerja Ketua Bhayangkari Cabang Karawang, Berikan Tali Asih Kepada Anak Yatim Piatu







Polres Karawang - Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki melakukan tatap muka dengan dengan pengurus Bhayangkari Ranting Polsek Klari di Halaman Gajebo Mako Polsek Klari, Desa Duren, Kec Klari, Kab Karawang. Rabu (11/02/2026).

‎Acara tatap muka ini di awali dengan sambutan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Klari Ny. Siti Barkah, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny Yulian Fiki.

‎Tatap muka yang dihadiri oleh ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Klari ini merupakan salah satu rangkain kegiatan kunjungan kerja Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki di wilayah hukum Polsek Klari.

‎Dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat mempererat tali silahturahmi pengurus daerah dan pengurus cabang.

‎“Kemudian untuk melihat perkembangan dan kemajuan organisasi Bhayangkari di lingkungan Bhayangkari Ranting Klari, pada kesempatan ini, saya harapkan Bhayangkari dapat selalu mendampingi suami dimanapun ditugaskan,” ucap Ny. Yulian Fiki.

‎Keberadaan Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari sangat dibutuhkan dalam mendukung Polri saat ini untuk menjalankan misinya sebagai pemelihara Kamtibmas.

‎“Bhayangkari diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata tidak saja bagi keluarga besar Polri juga bagi masyarakat,” katanya.

‎Tatap muka berlangsung dengan suasana yang sangat akrab, selanjutnya tatap muka diisi dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada anak yatim piatu.

‎Selain itu juga dilaksanakan pengecekan administrasi Yayasan Kemala Bhayangkari dan meninjau Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari Ranting Polsek Klari.

‎Polres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah 







Polres Karawang - Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki melakukan tatap muka dengan dengan pengurus Bhayangkari Ranting Polsek Klari di Halaman Gajebo Mako Polsek Klari, Desa Duren, Kec Klari, Kab Karawang. Rabu (11/02/2026).

‎Acara tatap muka ini di awali dengan sambutan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Klari Ny. Siti Barkah, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny Yulian Fiki.

‎Tatap muka yang dihadiri oleh ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Klari ini merupakan salah satu rangkain kegiatan kunjungan kerja Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dan Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki di wilayah hukum Polsek Klari.

‎Dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Cabang Polres Karawang Ny. Yulian Fiki mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat mempererat tali silahturahmi pengurus daerah dan pengurus cabang.

‎“Kemudian untuk melihat perkembangan dan kemajuan organisasi Bhayangkari di lingkungan Bhayangkari Ranting Klari, pada kesempatan ini, saya harapkan Bhayangkari dapat selalu mendampingi suami dimanapun ditugaskan,” ucap Ny. Yulian Fiki.

‎Keberadaan Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari sangat dibutuhkan dalam mendukung Polri saat ini untuk menjalankan misinya sebagai pemelihara Kamtibmas.

‎“Bhayangkari diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata tidak saja bagi keluarga besar Polri juga bagi masyarakat,” katanya.

‎Tatap muka berlangsung dengan suasana yang sangat akrab, selanjutnya tatap muka diisi dengan memberikan bantuan berupa tali asih kepada anak yatim piatu.

‎Selain itu juga dilaksanakan pengecekan administrasi Yayasan Kemala Bhayangkari dan meninjau Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari Ranting Polsek Klari.

‎Polres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah 

Perkuat Sinergi, BRI Karawang dan AKPERSI Bangun Kolaborasi Literasi Keuangan dan UMKM

 

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Karawang menyambut kunjungan jajaran Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Karawang dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, khususnya di bidang informasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh perwakilan manajemen BRI Cabang Karawang di kantor setempat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara insan pers dan lembaga perbankan nasional.

Ketua AKPERSI Karawang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai stakeholder strategis di Kabupaten Karawang. Menurutnya, peran pers dan perbankan memiliki keterkaitan erat dalam mendukung pembangunan daerah.

AKPERSI Karawang juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program BRI, khususnya dalam hal publikasi kegiatan positif, edukasi keuangan kepada masyarakat, serta penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian lokal.

Pihak BRI Cabang Karawang menyambut baik kehadiran AKPERSI dan mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang dibangun. BRI menilai insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat luas.

M. Rifky Perdana, Manager Operasional BRI Branch Office Karawang, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BRI sangat terbuka terhadap kolaborasi yang bersifat positif dan membangun. Menurutnya, sinergi dengan insan pers merupakan langkah strategis dalam memperluas literasi keuangan serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan yang aman dan terpercaya.


 

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Karawang menyambut kunjungan jajaran Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Karawang dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, khususnya di bidang informasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh perwakilan manajemen BRI Cabang Karawang di kantor setempat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara insan pers dan lembaga perbankan nasional.

Ketua AKPERSI Karawang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai stakeholder strategis di Kabupaten Karawang. Menurutnya, peran pers dan perbankan memiliki keterkaitan erat dalam mendukung pembangunan daerah.

AKPERSI Karawang juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program BRI, khususnya dalam hal publikasi kegiatan positif, edukasi keuangan kepada masyarakat, serta penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian lokal.

Pihak BRI Cabang Karawang menyambut baik kehadiran AKPERSI dan mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang dibangun. BRI menilai insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat luas.

M. Rifky Perdana, Manager Operasional BRI Branch Office Karawang, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BRI sangat terbuka terhadap kolaborasi yang bersifat positif dan membangun. Menurutnya, sinergi dengan insan pers merupakan langkah strategis dalam memperluas literasi keuangan serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan yang aman dan terpercaya.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done