VERSITNEWS

Selasa, 17 Maret 2026

DPD Gerakan Rakyat Karawang Buka Posko Mudik Lebaran, Sediakan Kopi Gratis dan Terapi bagi Pemudik







Karawang, 17 Maret 2026 – Dalam rangka membantu kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang membuka Posko Mudik Lebaran yang diperuntukkan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Karawang. Posko tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang merasa lelah selama perjalanan agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.

Posko Mudik yang didirikan oleh DPD Gerakan Rakyat Karawang ini menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun sangat bermanfaat bagi para pemudik, di antaranya kopi gratis, makanan ringan, air minum, serta tempat duduk untuk beristirahat. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan terapi bagi pemudik yang mengalami kelelahan, pegal-pegal, maupun kurang fit setelah menempuh perjalanan jauh.

Ketua DPD Gerakan Rakyat Karawang, Rachman Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang setiap tahun melakukan perjalanan panjang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Kami membuka Posko Mudik ini sebagai bentuk kepedulian kepada para pemudik yang melintas di Karawang. Kami menyediakan kopi gratis, makanan ringan, serta terapi bagi pemudik yang merasa lelah. Harapan kami, dengan adanya posko ini para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sehingga dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih segar dan aman,” ujar Rachman Gunawan, Selasa (17/03/2026).

Ia juga menghimbau kepada seluruh jajaran dan anggota Gerakan Rakyat Karawang agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan, serta menjaga sikap ramah kepada setiap pemudik yang datang ke posko.

“Saya menghimbau kepada seluruh jajaran agar memberikan pelayanan yang maksimal. Lakukan yang terbaik untuk para pemudik. Kita hadir di tengah masyarakat untuk membantu, bukan untuk dipuji, tetapi untuk memberikan manfaat,” tegasnya.

Menurut Rachman Gunawan, berdirinya Posko Mudik Lebaran ini merupakan hasil dari kekompakan seluruh anggota Gerakan Rakyat Karawang yang bekerja secara spontan tanpa perencanaan panjang, namun tetap mampu menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Posko ini bisa terwujud karena kekompakan dan kebersamaan anggota. Awalnya tidak direncanakan secara besar, tetapi karena semangat kebersamaan, akhirnya kita bisa mendirikan posko ini. Ini bukti bahwa kalau kita solid, kita bisa melakukan hal yang baik untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain menjadi tempat beristirahat, Posko Mudik Gerakan Rakyat Karawang juga diharapkan dapat menjadi tempat silaturahmi antara relawan dan masyarakat, sekaligus mempererat rasa kebersamaan di momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

DPD Gerakan Rakyat Karawang berencana akan terus membuka Posko Mudik setiap tahun dengan fasilitas yang lebih lengkap, sehingga ke depan para pemudik dapat merasakan kenyamanan yang lebih baik saat melintas di wilayah Karawang.

Dengan adanya Posko Mudik Lebaran ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berjalan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.


Ida Maryati 







Karawang, 17 Maret 2026 – Dalam rangka membantu kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang membuka Posko Mudik Lebaran yang diperuntukkan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Karawang. Posko tersebut disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang merasa lelah selama perjalanan agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.

Posko Mudik yang didirikan oleh DPD Gerakan Rakyat Karawang ini menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun sangat bermanfaat bagi para pemudik, di antaranya kopi gratis, makanan ringan, air minum, serta tempat duduk untuk beristirahat. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan terapi bagi pemudik yang mengalami kelelahan, pegal-pegal, maupun kurang fit setelah menempuh perjalanan jauh.

Ketua DPD Gerakan Rakyat Karawang, Rachman Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang setiap tahun melakukan perjalanan panjang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Kami membuka Posko Mudik ini sebagai bentuk kepedulian kepada para pemudik yang melintas di Karawang. Kami menyediakan kopi gratis, makanan ringan, serta terapi bagi pemudik yang merasa lelah. Harapan kami, dengan adanya posko ini para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sehingga dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih segar dan aman,” ujar Rachman Gunawan, Selasa (17/03/2026).

Ia juga menghimbau kepada seluruh jajaran dan anggota Gerakan Rakyat Karawang agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan, serta menjaga sikap ramah kepada setiap pemudik yang datang ke posko.

“Saya menghimbau kepada seluruh jajaran agar memberikan pelayanan yang maksimal. Lakukan yang terbaik untuk para pemudik. Kita hadir di tengah masyarakat untuk membantu, bukan untuk dipuji, tetapi untuk memberikan manfaat,” tegasnya.

Menurut Rachman Gunawan, berdirinya Posko Mudik Lebaran ini merupakan hasil dari kekompakan seluruh anggota Gerakan Rakyat Karawang yang bekerja secara spontan tanpa perencanaan panjang, namun tetap mampu menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Posko ini bisa terwujud karena kekompakan dan kebersamaan anggota. Awalnya tidak direncanakan secara besar, tetapi karena semangat kebersamaan, akhirnya kita bisa mendirikan posko ini. Ini bukti bahwa kalau kita solid, kita bisa melakukan hal yang baik untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain menjadi tempat beristirahat, Posko Mudik Gerakan Rakyat Karawang juga diharapkan dapat menjadi tempat silaturahmi antara relawan dan masyarakat, sekaligus mempererat rasa kebersamaan di momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

DPD Gerakan Rakyat Karawang berencana akan terus membuka Posko Mudik setiap tahun dengan fasilitas yang lebih lengkap, sehingga ke depan para pemudik dapat merasakan kenyamanan yang lebih baik saat melintas di wilayah Karawang.

Dengan adanya Posko Mudik Lebaran ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berjalan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.


Ida Maryati 

Senin, 16 Maret 2026

AKPERSI Karawang Kecewa Dikeluarkan dari Grup Komunikasi IMM Polres Karawang Tanpa Penjelasan

Karawang – Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, Ferimaulana, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Humas Polres Karawang yang dinilai tidak memberikan kejelasan terkait dikeluarkannya dirinya dari grup komunikasi IMM Polres Karawang tanpa pemberitahuan maupun konfirmasi terlebih dahulu.

Menurut Ferimaulana, selama ini hubungan kemitraan antara AKPERSI Karawang dengan Polres Karawang berjalan cukup baik dalam hal koordinasi pemberitaan, peliputan kegiatan, serta komunikasi antar lembaga. Namun, dirinya mengaku terkejut ketika mendapati dirinya telah dikeluarkan dari grup WhatsApp IMM Kapolres Karawang tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak Humas.

“Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada teguran, dan tidak ada klarifikasi. Tiba-tiba saya sudah tidak ada di dalam grup komunikasi IMM Polres Karawang. Padahal selama ini grup tersebut menjadi sarana koordinasi antara insan pers dan pihak kepolisian,” ujar Ferimaulana saat dimintai keterangan, Senin 16 Maret 2026.

Ferimaulana menjelaskan, dirinya sempat mencoba menghubungi pihak Humas Polres Karawang untuk meminta penjelasan terkait alasan dikeluarkannya dari grup tersebut. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada respon ataupun keterangan resmi yang diberikan.

AKPERSI Karawang menduga, kejadian tersebut dipicu oleh adanya miskomunikasi terkait permintaan bingkisan atau parcel kepada pihak Humas Polres Karawang yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan media atau organisasi. Menurut Ferimaulana, hal tersebut seharusnya dapat diklarifikasi terlebih dahulu, bukan langsung mengambil keputusan sepihak.

“Kami menilai ini hanya miskomunikasi. Jika memang ada anggota atau oknum yang meminta bingkisan, seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada organisasi. Jangan langsung menyimpulkan bahwa itu sikap resmi AKPERSI, apalagi sampai mengeluarkan kami dari grup komunikasi tanpa penjelasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferimaulana mengatakan bahwa langkah mengeluarkan AKPERSI dari grup IMM dinilai dapat menimbulkan kesan terputusnya kemitraan antara Polres Karawang dengan AKPERSI Karawang. Padahal, menurutnya, selama ini AKPERSI selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk institusi kepolisian.

“Kami berharap Polres Karawang, khususnya Humas, dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas. Kami tetap ingin menjaga hubungan kemitraan yang baik, karena pers dan kepolisian adalah mitra dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

AKPERSI Karawang juga meminta agar ke depan setiap permasalahan yang menyangkut organisasi dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Humas Polres Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dikeluarkannya Ketua DPC AKPERSI Karawang dari grup komunikasi IMM Polres Karawang.


Red/tim
Akpersi 

 

Karawang – Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, Ferimaulana, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Humas Polres Karawang yang dinilai tidak memberikan kejelasan terkait dikeluarkannya dirinya dari grup komunikasi IMM Polres Karawang tanpa pemberitahuan maupun konfirmasi terlebih dahulu.

Menurut Ferimaulana, selama ini hubungan kemitraan antara AKPERSI Karawang dengan Polres Karawang berjalan cukup baik dalam hal koordinasi pemberitaan, peliputan kegiatan, serta komunikasi antar lembaga. Namun, dirinya mengaku terkejut ketika mendapati dirinya telah dikeluarkan dari grup WhatsApp IMM Kapolres Karawang tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak Humas.

“Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada teguran, dan tidak ada klarifikasi. Tiba-tiba saya sudah tidak ada di dalam grup komunikasi IMM Polres Karawang. Padahal selama ini grup tersebut menjadi sarana koordinasi antara insan pers dan pihak kepolisian,” ujar Ferimaulana saat dimintai keterangan, Senin 16 Maret 2026.

Ferimaulana menjelaskan, dirinya sempat mencoba menghubungi pihak Humas Polres Karawang untuk meminta penjelasan terkait alasan dikeluarkannya dari grup tersebut. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada respon ataupun keterangan resmi yang diberikan.

AKPERSI Karawang menduga, kejadian tersebut dipicu oleh adanya miskomunikasi terkait permintaan bingkisan atau parcel kepada pihak Humas Polres Karawang yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan media atau organisasi. Menurut Ferimaulana, hal tersebut seharusnya dapat diklarifikasi terlebih dahulu, bukan langsung mengambil keputusan sepihak.

“Kami menilai ini hanya miskomunikasi. Jika memang ada anggota atau oknum yang meminta bingkisan, seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada organisasi. Jangan langsung menyimpulkan bahwa itu sikap resmi AKPERSI, apalagi sampai mengeluarkan kami dari grup komunikasi tanpa penjelasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferimaulana mengatakan bahwa langkah mengeluarkan AKPERSI dari grup IMM dinilai dapat menimbulkan kesan terputusnya kemitraan antara Polres Karawang dengan AKPERSI Karawang. Padahal, menurutnya, selama ini AKPERSI selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk institusi kepolisian.

“Kami berharap Polres Karawang, khususnya Humas, dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas. Kami tetap ingin menjaga hubungan kemitraan yang baik, karena pers dan kepolisian adalah mitra dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

AKPERSI Karawang juga meminta agar ke depan setiap permasalahan yang menyangkut organisasi dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan kedua belah pihak.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Humas Polres Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan dikeluarkannya Ketua DPC AKPERSI Karawang dari grup komunikasi IMM Polres Karawang.


Red/tim
Akpersi 

 

Kadis Kominfo Toba “Mandul”? Publik Menunggu Ereksi Informasi yang Sehat









TOBA – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Toba kembali menjadi sorotan. Lembaga yang seharusnya menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat itu dinilai belum mampu menjalankan fungsi utamanya secara maksimal.


Di tengah derasnya kebutuhan publik akan informasi yang cepat, terbuka, dan akurat, Kominfo Toba justru dianggap seperti “mandul” dalam melahirkan arus informasi yang sehat. 


Informasi publik yang semestinya menjadi hak masyarakat, kerap terasa tersendat dan bahkan nyaris tak terdengar.


Ironisnya, di balik kondisi tersebut, hubungan yang tampak akrab dengan kalangan tertentu justru menimbulkan kesan bahwa komunikasi berjalan baik hanya pada lingkaran terbatas.


 Bagi sebagian pihak mungkin terlihat bersahabat, namun bagi publik luas, yang dibutuhkan bukan sekadar keakraban, melainkan keterbukaan informasi yang adil dan merata.


Persoalan ini sebenarnya bukan soal siapa yang memimpin atau siapa yang dekat dengan siapa.


 Ini adalah soal kepentingan publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, transparan, dan profesional dari lembaga yang memang dibentuk untuk itu.


Ketika informasi publik tidak mengalir sebagaimana mestinya, maka pertanyaan pun mulai muncul: apakah Kominfo masih menjalankan fungsinya, atau hanya sekadar menjadi papan nama birokrasi tanpa denyut kerja yang nyata?

Pada akhirnya, publik hanya bisa menunggu. 


Menunggu apakah Kominfo Toba mampu kembali “bangkit”, berdiri tegak menjalankan tugasnya, atau justru membiarkan ruang informasi tetap kosong.


Selebihnya, biarlah para pemangku kepentingan yang menjawab dan mengisi sendiri(...)yang kini mulai menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat. 









TOBA – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Toba kembali menjadi sorotan. Lembaga yang seharusnya menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat itu dinilai belum mampu menjalankan fungsi utamanya secara maksimal.


Di tengah derasnya kebutuhan publik akan informasi yang cepat, terbuka, dan akurat, Kominfo Toba justru dianggap seperti “mandul” dalam melahirkan arus informasi yang sehat. 


Informasi publik yang semestinya menjadi hak masyarakat, kerap terasa tersendat dan bahkan nyaris tak terdengar.


Ironisnya, di balik kondisi tersebut, hubungan yang tampak akrab dengan kalangan tertentu justru menimbulkan kesan bahwa komunikasi berjalan baik hanya pada lingkaran terbatas.


 Bagi sebagian pihak mungkin terlihat bersahabat, namun bagi publik luas, yang dibutuhkan bukan sekadar keakraban, melainkan keterbukaan informasi yang adil dan merata.


Persoalan ini sebenarnya bukan soal siapa yang memimpin atau siapa yang dekat dengan siapa.


 Ini adalah soal kepentingan publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, transparan, dan profesional dari lembaga yang memang dibentuk untuk itu.


Ketika informasi publik tidak mengalir sebagaimana mestinya, maka pertanyaan pun mulai muncul: apakah Kominfo masih menjalankan fungsinya, atau hanya sekadar menjadi papan nama birokrasi tanpa denyut kerja yang nyata?

Pada akhirnya, publik hanya bisa menunggu. 


Menunggu apakah Kominfo Toba mampu kembali “bangkit”, berdiri tegak menjalankan tugasnya, atau justru membiarkan ruang informasi tetap kosong.


Selebihnya, biarlah para pemangku kepentingan yang menjawab dan mengisi sendiri(...)yang kini mulai menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat. 

Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama







Parungpanjang - Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, meningkatkan kepedulian sosial Pemuda terhadap masyarakat membantu masyarakat yang membutuhkan menumbuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong.



Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi umat Muslim, termasuk bagi Karang Taruna Desa Lumpang, yang menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama di jalan Raya Cagak Pertigaan Kampung Cilangkap, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Selasa (16/03/2026).



Kegiatan ini bertujuan untuk menebarkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Puluhan anggota Karang Taruna turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, dan pekerja yang belum sempat pulang ke rumah untuk berbuka.

Setelah kegiatan berbagi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar. 


Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa saat semua berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan berbuka bersama.


Dadih selakub Kepemudaan Karang Taruna Desa Lumpang. Bersama jajaran Bagikan di Jalan Raya Cagak Pertigaan Cilangkap, Parungpanjang.


Ketua Karang Taruna Desa Lumpang Dadih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan dan selalu aktip setiap bulan Ramadhan.


Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama dan mengajarkan nilai kepedulian sejak dini. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Dengan semangat Ramadhan, Karang Taruna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi rezeki, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat tutupnya.


(Supriyanto. C.BJ) 







Parungpanjang - Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, meningkatkan kepedulian sosial Pemuda terhadap masyarakat membantu masyarakat yang membutuhkan menumbuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong.



Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi umat Muslim, termasuk bagi Karang Taruna Desa Lumpang, yang menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama di jalan Raya Cagak Pertigaan Kampung Cilangkap, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Selasa (16/03/2026).



Kegiatan ini bertujuan untuk menebarkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Puluhan anggota Karang Taruna turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, dan pekerja yang belum sempat pulang ke rumah untuk berbuka.

Setelah kegiatan berbagi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar. 


Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa saat semua berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan berbuka bersama.


Dadih selakub Kepemudaan Karang Taruna Desa Lumpang. Bersama jajaran Bagikan di Jalan Raya Cagak Pertigaan Cilangkap, Parungpanjang.


Ketua Karang Taruna Desa Lumpang Dadih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan dan selalu aktip setiap bulan Ramadhan.


Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama dan mengajarkan nilai kepedulian sejak dini. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Dengan semangat Ramadhan, Karang Taruna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi rezeki, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat tutupnya.


(Supriyanto. C.BJ) 

Sabtu, 14 Maret 2026

Terungkap Dugaan Perselingkuhan Istri A.R (E.T) Yang Bekerja di Gading Raya Golf Tangerang, Tertangkap Basah pada Jumat Malam







Peristiwa yang mencuat terjadi pada Jum’at, 30 Januari 2026, melibatkan seorang perempuan berinisial E.T, istri sah pria berinisial A.R. Sebelumnya, E.T memberitahu suaminya bahwa akan masuk kerja pukul 04.00 WIB di lokasi kerja di Golp Gading Raya Serpong karena ada acara, sehingga akan menginap di kost teman kerja yang tidak jauh dari tempat kerja. Namun, ternyata E.T tidak menginap di kost yang disebutkannya, melainkan di Apartemen Skay House di kamar L3-18D., Tangerang Cisauk bersama seorang pria bernama ML.


Kedua orang tersebut tertangkap basah sedang berduaan di kamar L3-18D, apartemen Sky House oleh suami E.T (A.R) beserta rekan-rekannya dari kalangan media. Pembuntutan terhadap E.T sebelumnya dilakukan oleh Sekretaris DPC Kabupaten Bogor, Ade Suhanda, beserta C.BJ dan C.ILJ.

 

Setelah kejadian tersebut, pihak suami dan rekan awak media melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan apakah benar ada acara pada tanggal 31 Januari 2026 ada acara d Golf tapi di saat datang ke pihak Golf dan bertemu dengan IM sebagai Kepala Cady Golf, IM menyatakan bahwa dirinya tidak mengurusi masalah rumah tangga, melainkan hanya bertanggung jawab terhadap urusan pekerjaan Cady dan lapangan kerja. 


Red







Peristiwa yang mencuat terjadi pada Jum’at, 30 Januari 2026, melibatkan seorang perempuan berinisial E.T, istri sah pria berinisial A.R. Sebelumnya, E.T memberitahu suaminya bahwa akan masuk kerja pukul 04.00 WIB di lokasi kerja di Golp Gading Raya Serpong karena ada acara, sehingga akan menginap di kost teman kerja yang tidak jauh dari tempat kerja. Namun, ternyata E.T tidak menginap di kost yang disebutkannya, melainkan di Apartemen Skay House di kamar L3-18D., Tangerang Cisauk bersama seorang pria bernama ML.


Kedua orang tersebut tertangkap basah sedang berduaan di kamar L3-18D, apartemen Sky House oleh suami E.T (A.R) beserta rekan-rekannya dari kalangan media. Pembuntutan terhadap E.T sebelumnya dilakukan oleh Sekretaris DPC Kabupaten Bogor, Ade Suhanda, beserta C.BJ dan C.ILJ.

 

Setelah kejadian tersebut, pihak suami dan rekan awak media melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan apakah benar ada acara pada tanggal 31 Januari 2026 ada acara d Golf tapi di saat datang ke pihak Golf dan bertemu dengan IM sebagai Kepala Cady Golf, IM menyatakan bahwa dirinya tidak mengurusi masalah rumah tangga, melainkan hanya bertanggung jawab terhadap urusan pekerjaan Cady dan lapangan kerja. 


Red

Jumat, 13 Maret 2026

GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya Bagikan 500 Takjil kepada Warga di Bulan Ramadan








KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Cinta Damai Sektor Batujaya menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintas di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Jumat (13/3/2026) sore.


Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya turun langsung ke jalan untuk membagikan sebanyak 500 paket takjil kepada para pengendara motor, sopir angkutan, serta warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.


Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Dengan adanya pembagian takjil ini, diharapkan masyarakat yang belum sempat sampai ke rumah tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa.


Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya, Suryadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat, sekaligus sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara anggota GIBAS dan warga sekitar.


Menurutnya, bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan memperbanyak kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa GIBAS Cinta Damai hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial,” ujar Suryadi.


Ia juga berpesan kepada seluruh anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya agar selalu menjaga kekompakan serta tetap menjunjung tinggi sikap kondusif dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.


“Saya berharap seluruh anggota tetap kompak dan menjaga kondusifitas. Dengan kebersamaan dan solidaritas yang kuat, kegiatan sosial seperti ini bisa terus kita lakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.


Dalam kegiatan tersebut, para anggota GIBAS tampak antusias membagikan takjil kepada warga yang melintas. Mereka juga tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan lalu lintas agar kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa mengganggu para pengguna jalan.


Selain menjadi kegiatan berbagi, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antaranggota organisasi. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi nilai utama dalam organisasi tersebut.


Sejumlah warga yang menerima takjil menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.


Salah seorang warga yang melintas mengaku senang dengan adanya pembagian takjil tersebut. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan.


“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu masyarakat yang sedang di jalan saat waktu berbuka, juga memperlihatkan kepedulian sosial dari organisasi kepada masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi bagian dari upaya GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada seluruh anggotanya. Dengan turun langsung ke masyarakat, diharapkan anggota organisasi dapat lebih memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.


Di akhir kegiatan, Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya kembali mengingatkan bahwa organisasi harus selalu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat serta menjaga citra organisasi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.


Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. 


Ida Maryati 








KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Cinta Damai Sektor Batujaya menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintas di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Jumat (13/3/2026) sore.


Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya turun langsung ke jalan untuk membagikan sebanyak 500 paket takjil kepada para pengendara motor, sopir angkutan, serta warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.


Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Dengan adanya pembagian takjil ini, diharapkan masyarakat yang belum sempat sampai ke rumah tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa.


Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya, Suryadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat, sekaligus sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara anggota GIBAS dan warga sekitar.


Menurutnya, bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan memperbanyak kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa GIBAS Cinta Damai hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial,” ujar Suryadi.


Ia juga berpesan kepada seluruh anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya agar selalu menjaga kekompakan serta tetap menjunjung tinggi sikap kondusif dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.


“Saya berharap seluruh anggota tetap kompak dan menjaga kondusifitas. Dengan kebersamaan dan solidaritas yang kuat, kegiatan sosial seperti ini bisa terus kita lakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.


Dalam kegiatan tersebut, para anggota GIBAS tampak antusias membagikan takjil kepada warga yang melintas. Mereka juga tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan lalu lintas agar kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa mengganggu para pengguna jalan.


Selain menjadi kegiatan berbagi, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antaranggota organisasi. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi nilai utama dalam organisasi tersebut.


Sejumlah warga yang menerima takjil menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.


Salah seorang warga yang melintas mengaku senang dengan adanya pembagian takjil tersebut. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan.


“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu masyarakat yang sedang di jalan saat waktu berbuka, juga memperlihatkan kepedulian sosial dari organisasi kepada masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi bagian dari upaya GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada seluruh anggotanya. Dengan turun langsung ke masyarakat, diharapkan anggota organisasi dapat lebih memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.


Di akhir kegiatan, Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya kembali mengingatkan bahwa organisasi harus selalu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat serta menjaga citra organisasi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.


Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. 


Ida Maryati 

Ribuan Pelaku UMKM di Karawang Akan Terima Bantuan Alat dari Pemkab, Anggaran Capai Rp12 Miliar







KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada tahun 2025, sebanyak 2.500 pelaku UMKM di Kabupaten Karawang akan mendapatkan bantuan berupa berbagai peralatan usaha guna meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.

Program bantuan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta membantu para pelaku usaha kecil agar mampu berkembang lebih baik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy melalui Kepala Seksi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan UMKM, Leoni Whisnuwardhani mengungkapkan bahwa Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12.040.000.000 untuk mendukung program bantuan tersebut.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan modal, tetapi juga sarana produksi yang secara langsung dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

“Pemerintah Kabupaten Karawang telah menganggarkan dana sebesar Rp12.040.000.000 yang akan disalurkan kepada sekitar 2.500 pelaku UMKM di berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Bantuan ini berupa alat-alat usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha,” ujar Leoni.

Ia menjelaskan, berbagai jenis bantuan alat yang akan diberikan di antaranya gerobak usaha, mesin packing (sealer), full storage dan freezer, mesin jahit industri, mesin pengolahan produk, peralatan tata boga, hingga perangkat teknologi digital yang dapat menunjang pemasaran dan operasional usaha.

Menurut Leoni, bantuan tersebut dirancang agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran serta memperkuat daya saing produk lokal Karawang baik di pasar regional maupun nasional.

“Bantuan alat ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mempermudah proses pengemasan dan distribusi,” katanya.

Selain itu, kehadiran perangkat teknologi digital juga diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam memasarkan produknya melalui platform digital.

Leoni menambahkan, program bantuan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ungkapnya.

Proses penyaluran bantuan sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan data dan verifikasi terhadap pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan serta telah terdaftar dalam basis data pemerintah daerah.

Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pengembangan usaha.

Dengan adanya program ini, Pemkab Karawang berharap sektor UMKM di daerah tersebut semakin berkembang, mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Pemkab Karawang juga terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi serta memperluas jaringan pemasaran agar produk-produk lokal Karawang semakin dikenal luas di berbagai daerah.

Program bantuan alat usaha ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Karawang.


Red







KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada tahun 2025, sebanyak 2.500 pelaku UMKM di Kabupaten Karawang akan mendapatkan bantuan berupa berbagai peralatan usaha guna meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.

Program bantuan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta membantu para pelaku usaha kecil agar mampu berkembang lebih baik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy melalui Kepala Seksi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan UMKM, Leoni Whisnuwardhani mengungkapkan bahwa Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12.040.000.000 untuk mendukung program bantuan tersebut.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan modal, tetapi juga sarana produksi yang secara langsung dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

“Pemerintah Kabupaten Karawang telah menganggarkan dana sebesar Rp12.040.000.000 yang akan disalurkan kepada sekitar 2.500 pelaku UMKM di berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Bantuan ini berupa alat-alat usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha,” ujar Leoni.

Ia menjelaskan, berbagai jenis bantuan alat yang akan diberikan di antaranya gerobak usaha, mesin packing (sealer), full storage dan freezer, mesin jahit industri, mesin pengolahan produk, peralatan tata boga, hingga perangkat teknologi digital yang dapat menunjang pemasaran dan operasional usaha.

Menurut Leoni, bantuan tersebut dirancang agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran serta memperkuat daya saing produk lokal Karawang baik di pasar regional maupun nasional.

“Bantuan alat ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mempermudah proses pengemasan dan distribusi,” katanya.

Selain itu, kehadiran perangkat teknologi digital juga diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam memasarkan produknya melalui platform digital.

Leoni menambahkan, program bantuan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ungkapnya.

Proses penyaluran bantuan sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan data dan verifikasi terhadap pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan serta telah terdaftar dalam basis data pemerintah daerah.

Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pengembangan usaha.

Dengan adanya program ini, Pemkab Karawang berharap sektor UMKM di daerah tersebut semakin berkembang, mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Pemkab Karawang juga terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi serta memperluas jaringan pemasaran agar produk-produk lokal Karawang semakin dikenal luas di berbagai daerah.

Program bantuan alat usaha ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Karawang.


Red

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done