VERSITNEWS

Sabtu, 06 Juni 2026

AKPERSI Apresiasi Kinerja Polrestabes Palembang, Terduga Pelaku Penganiayaan Viral Berhasil Ditahan Kurang dari 1x24 Jam








Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.


Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).


Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.


Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.


"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.


Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.


AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.


"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.


Redaksi 








Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.


Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).


Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.


Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.


"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.


Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.


AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.


"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.


Redaksi 

Ferimaulana Kembali Sabet Juara Lomba Karya Jurnalistik Tahap II Jambore Jurnalis 2026









BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).



Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.


Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.


Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.


Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.


"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.


Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.


Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.


Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.


Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.


Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.


"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat. 


(Rd)









BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).



Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.


Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.


Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.


Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.


"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.


Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.


Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.


Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.


Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.


Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.


"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat. 


(Rd)

Ferimaulana Raih Juara Lomba Karya Jurnalistik Jambore Jurnalis 2026, Bukti Pers Karawang Siap Hadapi Era Digital








BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.


Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.


Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."


Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.


Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.


Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.


Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.


Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.


"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.


Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.


"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.


Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.


Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.


Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.


"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.


"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat. 


Red








BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.


Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.


Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."


Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.


Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.


Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.


Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.


Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.


"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.


Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.


"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.


Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.


Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.


Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.


"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.


"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat. 


Red

GOKAR, Ojol Asli Karawang Turut Apresiasi Jurnalis: Support Penghargaan Karya Tulis Jambore 2026


GOKAR (Go Karawang) adalah platform layanan transportasi dan pengiriman digital yang dikembangkan khusus oleh putra daerah Karawang dengan konsep "dari Karawang untuk Karawang". Perusahaan di bawah naungan PT Gokar Digital Inovasi Nusantara ini didirikan untuk memberdayakan sumber daya lokal dan memajukan ekonomi digital daerah. 

Aplikasi yang didirikan oleh Syuhada Wisastra ini menawarkan berbagai fitur mobilitas harian: 

• Ojek dan Taksi Online: Layanan antar jemput penumpang yang aman dan terjangkau.
• Gokar Kurir: Pengiriman barang yang cepat dan aman.
• Gokar Food: Layanan pesan antar makanan favorit.
• Gokar Pickup : Layanan Mobil Pickup
• Travel, Wisata & Event: Berbagai solusi digital terintegrasi lainnya. 

Untuk menikmati layanan ini dan sekaligus mendukung pengemudi lokal, Anda dapat mengunduh aplikasi Gokar secara langsung melalui perangkat Android di Google Play Store. 

Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan promo ini sebelum masa berlaku berakhir. Selain program pengguna baru, GoKar juga akan terus menghadirkan berbagai penawaran menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia.

Dengan semangat "Dekat Bersahabat", GoKar optimistis dapat menjadi pilihan transportasi online lokal yang semakin dipercaya masyarakat Karawang.

Download Aplikasi GoKar sekarang melalui Google Play Store dan nikmati perjalanan yang lebih hemat, aman, dan nyaman bersama GoKar.

Ayo Download GoKar Sekarang!

Download Aplikasi GoKar di Google Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.myGoKarawang.GoKarawang&utm_source=chatgpt.com

Dapatkan promo menarik setiap hari dan nikmati perjalanan yang lebih hemat bersama GoKar – Dekat Bersahabat. 🚕✨

Aplikasi ojek online ASLI KARAWANG yang sudah support penuh Jambore Jurnalis 2026 dengan memberikan penghargaan spesial buat para pemenang Lomba Karya Tulis!


GOKAR bukan sekadar aplikasi. Ini karya putra daerah Karawang, Bapak Syuhada Wisastra, yang beneran "dari Karawang untuk Karawang". Mulai dari ojek, taksi, kurir, Gokar Food, sampai pickup semua ada.


Bangga pakai produk lokal yang memberdayakan driver dan UMKM Karawang. Yuk kita dukung bareng-bareng!


GOKAR – Dekat Bersahabat✨  


GOKAR (Go Karawang) adalah platform layanan transportasi dan pengiriman digital yang dikembangkan khusus oleh putra daerah Karawang dengan konsep "dari Karawang untuk Karawang". Perusahaan di bawah naungan PT Gokar Digital Inovasi Nusantara ini didirikan untuk memberdayakan sumber daya lokal dan memajukan ekonomi digital daerah. 

Aplikasi yang didirikan oleh Syuhada Wisastra ini menawarkan berbagai fitur mobilitas harian: 

• Ojek dan Taksi Online: Layanan antar jemput penumpang yang aman dan terjangkau.
• Gokar Kurir: Pengiriman barang yang cepat dan aman.
• Gokar Food: Layanan pesan antar makanan favorit.
• Gokar Pickup : Layanan Mobil Pickup
• Travel, Wisata & Event: Berbagai solusi digital terintegrasi lainnya. 

Untuk menikmati layanan ini dan sekaligus mendukung pengemudi lokal, Anda dapat mengunduh aplikasi Gokar secara langsung melalui perangkat Android di Google Play Store. 

Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan promo ini sebelum masa berlaku berakhir. Selain program pengguna baru, GoKar juga akan terus menghadirkan berbagai penawaran menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia.

Dengan semangat "Dekat Bersahabat", GoKar optimistis dapat menjadi pilihan transportasi online lokal yang semakin dipercaya masyarakat Karawang.

Download Aplikasi GoKar sekarang melalui Google Play Store dan nikmati perjalanan yang lebih hemat, aman, dan nyaman bersama GoKar.

Ayo Download GoKar Sekarang!

Download Aplikasi GoKar di Google Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.myGoKarawang.GoKarawang&utm_source=chatgpt.com

Dapatkan promo menarik setiap hari dan nikmati perjalanan yang lebih hemat bersama GoKar – Dekat Bersahabat. 🚕✨

Aplikasi ojek online ASLI KARAWANG yang sudah support penuh Jambore Jurnalis 2026 dengan memberikan penghargaan spesial buat para pemenang Lomba Karya Tulis!


GOKAR bukan sekadar aplikasi. Ini karya putra daerah Karawang, Bapak Syuhada Wisastra, yang beneran "dari Karawang untuk Karawang". Mulai dari ojek, taksi, kurir, Gokar Food, sampai pickup semua ada.


Bangga pakai produk lokal yang memberdayakan driver dan UMKM Karawang. Yuk kita dukung bareng-bareng!


GOKAR – Dekat Bersahabat✨  

Jambore Jurnalis 2026: Pers Karawang Perkuat Solidaritas, Profesionalisme dan Adaptasi Menghadapi Disrupsi Digital

LEMBANG – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang mengubah wajah dunia informasi, insan pers Kabupaten Karawang menunjukkan satu sikap yang tegas: bersatu untuk tetap menjaga marwah jurnalisme. Sebanyak 120 jurnalis dari 14 organisasi pers di Kabupaten Karawang berkumpul dalam kegiatan Jambore Jurnalis 2026 yang digelar pada 5–6 Juni 2026 di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.


Mengusung tema "Memperkuat Solidaritas, Profesionalisme, dan Adaptasi Pers di Era Digital", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para wartawan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kompetensi, serta membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan industri media yang semakin kompleks.


Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rekreasi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi besar insan pers Karawang dalam memperkuat persatuan lintas organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk maraknya penyebaran informasi palsu, disinformasi, dan perubahan pola konsumsi berita di era digital.


Keberangkatan peserta jambore dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Dian Fahruldjaman, dari Plaza Pemda Karawang pada Jumat, 5 Juni 2026.


Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol kebersamaan tersebut.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengaku bangga melihat kekompakan insan pers di Kabupaten Karawang.


"Ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Sebanyak 120 jurnalis dari 15 organisasi pers dapat berkumpul dan berangkat bersama dalam satu kegiatan. Ini membuktikan bahwa pers Karawang memiliki semangat solidaritas dan kebersamaan yang sangat tinggi," ujarnya.


Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dijaga demi menciptakan informasi yang sehat dan membangun.


Maslani berharap, melalui jambore ini para jurnalis dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus kembali dengan semangat baru dalam menjalankan tugas jurnalistik.


"Berangkatlah dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Pulanglah membawa semangat baru, pengalaman berharga, dan cerita-cerita hebat untuk masyarakat Karawang. Jaga nama baik daerah dan profesi yang kita cintai," pesannya.


Pers Hadapi Tantangan Baru di Era Digital


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menilai bahwa tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini telah mengalami perubahan besar.


Menurutnya, jika dahulu perjuangan pers lebih banyak berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan kemerdekaan menyampaikan informasi, maka saat ini tantangan terbesar datang dari derasnya perkembangan teknologi digital.


"Tantangan kita hari ini bukan lagi soal kebebasan pers. Tantangan terbesar justru bagaimana menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan terkadang tidak akurat akibat perkembangan platform digital dan media sosial," katanya.


Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kebenaran informasi di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi.


"Peran jurnalis adalah menjernihkan informasi. Ketika masyarakat menerima informasi yang benar dan berdasarkan fakta, di situlah marwah pers dipertaruhkan. Wartawan harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman," tambahnya.


Kesuksesan penyelenggaraan Jambore Jurnalis 2026 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta puluhan perusahaan swasta yang turut memberikan kontribusi sebagai sponsor kegiatan.


Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pers ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan media lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.


Dukungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para jurnalis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik.


Memasuki hari kedua pelaksanaan jambore, suasana di kawasan Cikole semakin semarak. Sejak pagi hari, seluruh peserta mengikuti senam sehat bersama yang dipandu instruktur profesional di lapangan utama.


Udara sejuk khas Lembang berpadu dengan semangat para peserta yang mengikuti setiap gerakan senam. Sorak-sorai dan yel-yel dari masing-masing organisasi pers menambah kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.


Tak hanya itu, berbagai permainan kelompok dan kegiatan interaktif turut digelar untuk mempererat hubungan antarjurnalis dari berbagai organisasi.


Kemeriahan semakin terasa saat pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh para sponsor. Berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik, voucher belanja, perlengkapan kerja wartawan, hingga hadiah hiburan lainnya dibagikan kepada peserta yang beruntung.


Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dari jambore, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara sesama insan pers.


## Melebur Sekat Organisasi


Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurutnya, Jambore Jurnalis 2026 sengaja dirancang untuk melebur berbagai perbedaan yang ada di antara organisasi pers.


"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat solidaritas dan bersama-sama menjaga kehormatan profesi wartawan," katanya.


Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD, serta puluhan perusahaan sponsor yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pers lokal.


Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Jambore Jurnalis 2026 menjadi simbol lahirnya komitmen baru insan pers Karawang dalam menghadapi perubahan zaman.


Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan industri media yang semakin ketat, para jurnalis Karawang memilih untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme.


Suasana sejuk Cikole menjadi saksi bahwa pers Karawang memiliki tekad untuk terus menjadi penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


Jambore Jurnalis 2026 juga menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada kemampuan menjaga integritas, membangun kepercayaan publik, serta mempertahankan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.


Karena pada akhirnya, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk masyarakat. Dan di tengah disrupsi digital yang terus berkembang, insan pers Karawang telah memilih jalannya: bersatu dalam solidaritas, berkarya dengan profesionalisme, dan beradaptasi untuk masa depan demi menjaga marwah pers Indonesia.


Redaksi 

LEMBANG – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang mengubah wajah dunia informasi, insan pers Kabupaten Karawang menunjukkan satu sikap yang tegas: bersatu untuk tetap menjaga marwah jurnalisme. Sebanyak 120 jurnalis dari 14 organisasi pers di Kabupaten Karawang berkumpul dalam kegiatan Jambore Jurnalis 2026 yang digelar pada 5–6 Juni 2026 di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.


Mengusung tema "Memperkuat Solidaritas, Profesionalisme, dan Adaptasi Pers di Era Digital", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para wartawan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kompetensi, serta membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan industri media yang semakin kompleks.


Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rekreasi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi besar insan pers Karawang dalam memperkuat persatuan lintas organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk maraknya penyebaran informasi palsu, disinformasi, dan perubahan pola konsumsi berita di era digital.


Keberangkatan peserta jambore dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Dian Fahruldjaman, dari Plaza Pemda Karawang pada Jumat, 5 Juni 2026.


Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol kebersamaan tersebut.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengaku bangga melihat kekompakan insan pers di Kabupaten Karawang.


"Ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Sebanyak 120 jurnalis dari 15 organisasi pers dapat berkumpul dan berangkat bersama dalam satu kegiatan. Ini membuktikan bahwa pers Karawang memiliki semangat solidaritas dan kebersamaan yang sangat tinggi," ujarnya.


Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dijaga demi menciptakan informasi yang sehat dan membangun.


Maslani berharap, melalui jambore ini para jurnalis dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus kembali dengan semangat baru dalam menjalankan tugas jurnalistik.


"Berangkatlah dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Pulanglah membawa semangat baru, pengalaman berharga, dan cerita-cerita hebat untuk masyarakat Karawang. Jaga nama baik daerah dan profesi yang kita cintai," pesannya.


Pers Hadapi Tantangan Baru di Era Digital


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menilai bahwa tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini telah mengalami perubahan besar.


Menurutnya, jika dahulu perjuangan pers lebih banyak berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan kemerdekaan menyampaikan informasi, maka saat ini tantangan terbesar datang dari derasnya perkembangan teknologi digital.


"Tantangan kita hari ini bukan lagi soal kebebasan pers. Tantangan terbesar justru bagaimana menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan terkadang tidak akurat akibat perkembangan platform digital dan media sosial," katanya.


Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kebenaran informasi di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi.


"Peran jurnalis adalah menjernihkan informasi. Ketika masyarakat menerima informasi yang benar dan berdasarkan fakta, di situlah marwah pers dipertaruhkan. Wartawan harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman," tambahnya.


Kesuksesan penyelenggaraan Jambore Jurnalis 2026 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta puluhan perusahaan swasta yang turut memberikan kontribusi sebagai sponsor kegiatan.


Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pers ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan media lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.


Dukungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para jurnalis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik.


Memasuki hari kedua pelaksanaan jambore, suasana di kawasan Cikole semakin semarak. Sejak pagi hari, seluruh peserta mengikuti senam sehat bersama yang dipandu instruktur profesional di lapangan utama.


Udara sejuk khas Lembang berpadu dengan semangat para peserta yang mengikuti setiap gerakan senam. Sorak-sorai dan yel-yel dari masing-masing organisasi pers menambah kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.


Tak hanya itu, berbagai permainan kelompok dan kegiatan interaktif turut digelar untuk mempererat hubungan antarjurnalis dari berbagai organisasi.


Kemeriahan semakin terasa saat pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh para sponsor. Berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik, voucher belanja, perlengkapan kerja wartawan, hingga hadiah hiburan lainnya dibagikan kepada peserta yang beruntung.


Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dari jambore, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara sesama insan pers.


## Melebur Sekat Organisasi


Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurutnya, Jambore Jurnalis 2026 sengaja dirancang untuk melebur berbagai perbedaan yang ada di antara organisasi pers.


"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat solidaritas dan bersama-sama menjaga kehormatan profesi wartawan," katanya.


Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD, serta puluhan perusahaan sponsor yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pers lokal.


Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Jambore Jurnalis 2026 menjadi simbol lahirnya komitmen baru insan pers Karawang dalam menghadapi perubahan zaman.


Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan industri media yang semakin ketat, para jurnalis Karawang memilih untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme.


Suasana sejuk Cikole menjadi saksi bahwa pers Karawang memiliki tekad untuk terus menjadi penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


Jambore Jurnalis 2026 juga menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada kemampuan menjaga integritas, membangun kepercayaan publik, serta mempertahankan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.


Karena pada akhirnya, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk masyarakat. Dan di tengah disrupsi digital yang terus berkembang, insan pers Karawang telah memilih jalannya: bersatu dalam solidaritas, berkarya dengan profesionalisme, dan beradaptasi untuk masa depan demi menjaga marwah pers Indonesia.


Redaksi 

Jumat, 05 Juni 2026

Respons Cepat Polres Karawang Gulung Maling Motor Asal Lampung di Tegalwaru








KARAWANG –  Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Karawang Polda Jawa Barat menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas habis komplotan pelaku kejahatan jalanan (street crime). 



Melalui respons cepat dan kerja sama taktis, tim gabungan kepolisian berhasil meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang nekat melancarkan aksi kriminalitasnya di wilayah hukum Tegalwaru, Kabupaten Karawang.



Langkah penegakan hukum yang agresif ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan penuh Korps Bhayangkara dalam melindungi aset berharga milik warga serta memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.


Kolaborasi Taktis Polsek Tegalwaru dan Unit II Jatanras

Pengungkapan kasus ini bermula saat jajaran Polsek Tegalwaru menerima laporan resmi dari seorang warga yang menjadi korban curanmor. Korban melaporkan telah kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Scoopy kesayangannya yang tengah diparkir di kawasan Kutamaneh, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang


Menindaklanjuti aduan darurat masyarakat tersebut, kepolisian tidak butuh waktu lama untuk bergerak. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tegalwaru dan Unit II Jatanras Satreskrim Polres Karawang langsung diterjunkan ke lapangan guna menggelar penyelidikan intensif secara maraton. 


Berkat kejelian melacak jejak pelaku, petugas di lapangan berhasil melakukan pengejaran taktis hingga sukses menyergap pelaku beserta pengamanan barang bukti motor Honda Scoopy milik korban.


Kapolres Karawang melalui Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan keberhasilan operasi penangkapan tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari strategi makro Polres Karawang dalam menekan angka kriminalitas konvensional, khususnya curanmor yang sangat meresahkan warga.


“Pelaku yang diamankan merupakan warga Lampung Timur yang melakukan aksi pencurian sepeda motor di Karawang,” kata Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, dalam konfirmasi resminya pada Senin (1/6/2026).


Polisi Bidik Jaringan Sindikat Curanmor Lintas Provinsi

Komitmen Polres Karawang dalam mengusut tuntas perkara ini tidak berhenti pada penangkapan satu pelaku tunggal di permukaan. 


Saat ini, tim penyidik Satreskrim masih terus melakukan pendalaman serta pengembangan hukum guna mengendus dan membongkar potensi adanya jaringan rapi atau sindikat curanmor lintas provinsi yang kerap beroperasi menyelundupkan kendaraan di wilayah Karawang.


Ipda Cep Wildan memastikan bahwa seluruh jajaran reserse kriminal akan dikerahkan untuk mengejar aktor intelektual maupun penadah lain yang terhubung dengan pelaku.


“Ia melanjutkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku lainnya,” tulis rilis resmi kepolisian terkait langkah lanjutan penyidik.


Optimalisasi Operasi Jaran Lodaya: Karawang Bukan Tempat Aman Bagi Kriminal

Berkaca dari keberhasilan penangkapan maling asal Lampung ini, Kapolres Karawang melalui Kasi Humas kembali melayangkan peringatan keras sekaligus maklumat keamanan bagi siapa saja yang berniat mengacaukan kondusivitas di Kabupaten Karawang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa instrumen khusus seperti Operasi Jaran Lodaya akan terus dioptimalkan secara masif di lapangan guna mempersempit ruang gerak para pelaku curanmor, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta premanisme jalanan lainnya.


Polri berkomitmen untuk terus mengintensifkan patroli malam di titik-titik rawan untuk memastikan rasa aman hadir di tengah masyarakat secara riil.


“Karawang bukan tempat yang aman bagi pelaku kriminal. Siapa pun pelakunya dan dari mana pun asalnya, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ipda Cep Wildan mengakhiri keterangannya dengan nada penuh instruksi.


Atas perbuatannya, pelaku asal Lampung Timur tersebut kini telah dijebloskan ke dalam ruang tahanan Mapolres Karawang untuk menjalani proses hukum lanjutan dan terancam sanksi pidana kurungan penjara yang berat sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)


Ahmad Muslim








KARAWANG –  Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Karawang Polda Jawa Barat menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas habis komplotan pelaku kejahatan jalanan (street crime). 



Melalui respons cepat dan kerja sama taktis, tim gabungan kepolisian berhasil meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang nekat melancarkan aksi kriminalitasnya di wilayah hukum Tegalwaru, Kabupaten Karawang.



Langkah penegakan hukum yang agresif ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan penuh Korps Bhayangkara dalam melindungi aset berharga milik warga serta memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.


Kolaborasi Taktis Polsek Tegalwaru dan Unit II Jatanras

Pengungkapan kasus ini bermula saat jajaran Polsek Tegalwaru menerima laporan resmi dari seorang warga yang menjadi korban curanmor. Korban melaporkan telah kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Scoopy kesayangannya yang tengah diparkir di kawasan Kutamaneh, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang


Menindaklanjuti aduan darurat masyarakat tersebut, kepolisian tidak butuh waktu lama untuk bergerak. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tegalwaru dan Unit II Jatanras Satreskrim Polres Karawang langsung diterjunkan ke lapangan guna menggelar penyelidikan intensif secara maraton. 


Berkat kejelian melacak jejak pelaku, petugas di lapangan berhasil melakukan pengejaran taktis hingga sukses menyergap pelaku beserta pengamanan barang bukti motor Honda Scoopy milik korban.


Kapolres Karawang melalui Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan keberhasilan operasi penangkapan tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari strategi makro Polres Karawang dalam menekan angka kriminalitas konvensional, khususnya curanmor yang sangat meresahkan warga.


“Pelaku yang diamankan merupakan warga Lampung Timur yang melakukan aksi pencurian sepeda motor di Karawang,” kata Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, dalam konfirmasi resminya pada Senin (1/6/2026).


Polisi Bidik Jaringan Sindikat Curanmor Lintas Provinsi

Komitmen Polres Karawang dalam mengusut tuntas perkara ini tidak berhenti pada penangkapan satu pelaku tunggal di permukaan. 


Saat ini, tim penyidik Satreskrim masih terus melakukan pendalaman serta pengembangan hukum guna mengendus dan membongkar potensi adanya jaringan rapi atau sindikat curanmor lintas provinsi yang kerap beroperasi menyelundupkan kendaraan di wilayah Karawang.


Ipda Cep Wildan memastikan bahwa seluruh jajaran reserse kriminal akan dikerahkan untuk mengejar aktor intelektual maupun penadah lain yang terhubung dengan pelaku.


“Ia melanjutkan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku lainnya,” tulis rilis resmi kepolisian terkait langkah lanjutan penyidik.


Optimalisasi Operasi Jaran Lodaya: Karawang Bukan Tempat Aman Bagi Kriminal

Berkaca dari keberhasilan penangkapan maling asal Lampung ini, Kapolres Karawang melalui Kasi Humas kembali melayangkan peringatan keras sekaligus maklumat keamanan bagi siapa saja yang berniat mengacaukan kondusivitas di Kabupaten Karawang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa instrumen khusus seperti Operasi Jaran Lodaya akan terus dioptimalkan secara masif di lapangan guna mempersempit ruang gerak para pelaku curanmor, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta premanisme jalanan lainnya.


Polri berkomitmen untuk terus mengintensifkan patroli malam di titik-titik rawan untuk memastikan rasa aman hadir di tengah masyarakat secara riil.


“Karawang bukan tempat yang aman bagi pelaku kriminal. Siapa pun pelakunya dan dari mana pun asalnya, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ipda Cep Wildan mengakhiri keterangannya dengan nada penuh instruksi.


Atas perbuatannya, pelaku asal Lampung Timur tersebut kini telah dijebloskan ke dalam ruang tahanan Mapolres Karawang untuk menjalani proses hukum lanjutan dan terancam sanksi pidana kurungan penjara yang berat sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)


Ahmad Muslim

PWI Karawang Gelar Jambore Jurnalis 2026, Wabup dan Wakil Ketua DPRD Lepas Keberangkatan 120 Jurnalis ke Cikole Lembang

KARAWANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme dan solidaritas insan pers melalui penyelenggaraan Jambore Jurnalis Karawang 2026 yang berlangsung di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.


Kegiatan yang menjadi agenda silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas wartawan tersebut secara resmi diberangkatkan dari Lapangan Plaza Pemda Karawang, Jumat (05/06/2026) pukul 10.00 WIB. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman, serta dihadiri para pengurus organisasi pers, pimpinan media, dan ratusan jurnalis dari berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Karawang.


Sebanyak 120 jurnalis dari 14 organisasi pers turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan berbagai organisasi pers dalam satu kegiatan menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dan kolaborasi insan media di Kabupaten Karawang dalam menghadapi berbagai tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.


Suasana pelepasan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara sebelum bertolak menuju lokasi jambore di Cikole. Selain menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama wartawan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta memperkuat peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.


Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurutnya, dukungan yang diberikan menunjukkan adanya hubungan yang harmonis antara insan pers dengan pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang sehat demi kemajuan Kabupaten Karawang.


> "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Jambore Jurnalis ini. Dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di Karawang," ujar Cing Nila Kusuma.


Ia mengungkapkan bahwa panitia juga mendapatkan bantuan berupa 25 unit tenda dari berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan jambore.


> "Ini bukti nyata sinergi antara pers dengan pemerintah. Dukungan Pak Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD sangat berarti bagi teman-teman jurnalis. Bantuan yang diberikan menunjukkan bahwa keberadaan pers masih mendapat perhatian dan dukungan dalam menjalankan fungsi-fungsi jurnalistiknya," katanya.


Lebih lanjut, Nila menjelaskan bahwa Jambore Jurnalis bukan hanya sekadar kegiatan rekreasi, melainkan bagian dari upaya membangun kebersamaan dan memperkuat organisasi pers di tengah dinamika industri media yang semakin kompleks.


Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan besar yang harus dihadapi insan pers dengan meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas profesi.


> "Kita ingin membangun semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan antarjurnalis, serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Wartawan harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjadi landasan profesi," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menyoroti tantangan besar yang saat ini dihadapi dunia pers, terutama akibat masifnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.


Menurutnya, kebebasan pers saat ini bukan lagi menjadi persoalan utama sebagaimana pada masa-masa sebelumnya. Tantangan yang jauh lebih besar adalah bagaimana insan pers mampu bertahan dan tetap menjadi sumber informasi terpercaya di tengah derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform digital.


> "Tantangan kita hari ini masuk ke arus destruksi teknologi dengan platform digital dan media sosial. Informasi beredar sangat cepat, namun tidak semuanya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peran jurnalis Karawang harus menjadi pilar demokrasi dan penjernih informasi masyarakat di tengah banjir informasi yang tidak akurat," tegas Dian Fahruldjaman.


Ia menilai, wartawan harus terus meningkatkan kemampuan, memperkuat literasi digital, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.


Menurut Dian, kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, dan insan pers merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah yang transparan dan partisipatif.


> "Kolaborasi antara Pemda, DPRD, dan jurnalis profesional sangat penting untuk kemajuan Karawang. Tanpa dukungan teman-teman pers, berbagai program pembangunan tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik ini harus terus dijaga," ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karawang H. Maslani yang hadir mewakili Bupati Karawang memberikan apresiasi atas soliditas dan kekompakan insan pers Karawang yang berhasil menyatukan berbagai organisasi pers dalam satu kegiatan besar.


Menurutnya, kehadiran 120 jurnalis dari 14 organisasi pers dalam satu momentum menunjukkan bahwa insan pers Karawang memiliki semangat persatuan yang kuat.


> "Berkumpulnya 120 peserta dari 14 organisasi ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa pers di Karawang solid dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi," kata H. Maslani.


Ia menegaskan bahwa kegiatan jambore tidak boleh dipandang sebagai kegiatan wisata semata. Lebih dari itu, jambore menjadi sarana membangun energi baru, memperkuat jaringan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.


> "Jadikan jambore di Cikole ini sebagai momentum untuk membangun solidaritas, meningkatkan kapasitas, bertukar pikiran, dan memperkuat komitmen sebagai jurnalis yang profesional serta berintegritas. Kami di pemerintah membutuhkan kontrol sosial yang sehat dan mitra strategis dalam menyukseskan program pembangunan daerah," pesannya.


Maslani juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.


Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Karawang selama mengikuti kegiatan di Cikole serta selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan.


> "Saya berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Karawang, menjaga kekompakan, serta selalu mengutamakan faktor keamanan dan kesehatan selama mengikuti kegiatan. Berangkat dengan senyum, pulang membawa semangat baru, pengalaman baru, dan cerita-cerita hebat yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat," tutupnya.


Jambore Jurnalis Karawang 2026 di Cikole, Lembang, diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang efektif bagi insan pers dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, para jurnalis diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta terus menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan insan pers di Kabupaten Karawang terus terjalin dengan baik demi mendukung pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui Jambore Jurnalis 2026, diharapkan lahir insan-insan pers yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman di tengah derasnya arus informasi digital.


Redaksi

KARAWANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme dan solidaritas insan pers melalui penyelenggaraan Jambore Jurnalis Karawang 2026 yang berlangsung di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.


Kegiatan yang menjadi agenda silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas wartawan tersebut secara resmi diberangkatkan dari Lapangan Plaza Pemda Karawang, Jumat (05/06/2026) pukul 10.00 WIB. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman, serta dihadiri para pengurus organisasi pers, pimpinan media, dan ratusan jurnalis dari berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Karawang.


Sebanyak 120 jurnalis dari 14 organisasi pers turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan berbagai organisasi pers dalam satu kegiatan menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dan kolaborasi insan media di Kabupaten Karawang dalam menghadapi berbagai tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.


Suasana pelepasan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara sebelum bertolak menuju lokasi jambore di Cikole. Selain menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama wartawan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta memperkuat peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.


Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurutnya, dukungan yang diberikan menunjukkan adanya hubungan yang harmonis antara insan pers dengan pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang sehat demi kemajuan Kabupaten Karawang.


> "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Jambore Jurnalis ini. Dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers di Karawang," ujar Cing Nila Kusuma.


Ia mengungkapkan bahwa panitia juga mendapatkan bantuan berupa 25 unit tenda dari berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan jambore.


> "Ini bukti nyata sinergi antara pers dengan pemerintah. Dukungan Pak Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD sangat berarti bagi teman-teman jurnalis. Bantuan yang diberikan menunjukkan bahwa keberadaan pers masih mendapat perhatian dan dukungan dalam menjalankan fungsi-fungsi jurnalistiknya," katanya.


Lebih lanjut, Nila menjelaskan bahwa Jambore Jurnalis bukan hanya sekadar kegiatan rekreasi, melainkan bagian dari upaya membangun kebersamaan dan memperkuat organisasi pers di tengah dinamika industri media yang semakin kompleks.


Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan besar yang harus dihadapi insan pers dengan meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas profesi.


> "Kita ingin membangun semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan antarjurnalis, serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Wartawan harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjadi landasan profesi," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menyoroti tantangan besar yang saat ini dihadapi dunia pers, terutama akibat masifnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.


Menurutnya, kebebasan pers saat ini bukan lagi menjadi persoalan utama sebagaimana pada masa-masa sebelumnya. Tantangan yang jauh lebih besar adalah bagaimana insan pers mampu bertahan dan tetap menjadi sumber informasi terpercaya di tengah derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform digital.


> "Tantangan kita hari ini masuk ke arus destruksi teknologi dengan platform digital dan media sosial. Informasi beredar sangat cepat, namun tidak semuanya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peran jurnalis Karawang harus menjadi pilar demokrasi dan penjernih informasi masyarakat di tengah banjir informasi yang tidak akurat," tegas Dian Fahruldjaman.


Ia menilai, wartawan harus terus meningkatkan kemampuan, memperkuat literasi digital, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.


Menurut Dian, kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, dan insan pers merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah yang transparan dan partisipatif.


> "Kolaborasi antara Pemda, DPRD, dan jurnalis profesional sangat penting untuk kemajuan Karawang. Tanpa dukungan teman-teman pers, berbagai program pembangunan tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik ini harus terus dijaga," ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karawang H. Maslani yang hadir mewakili Bupati Karawang memberikan apresiasi atas soliditas dan kekompakan insan pers Karawang yang berhasil menyatukan berbagai organisasi pers dalam satu kegiatan besar.


Menurutnya, kehadiran 120 jurnalis dari 14 organisasi pers dalam satu momentum menunjukkan bahwa insan pers Karawang memiliki semangat persatuan yang kuat.


> "Berkumpulnya 120 peserta dari 14 organisasi ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa pers di Karawang solid dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi," kata H. Maslani.


Ia menegaskan bahwa kegiatan jambore tidak boleh dipandang sebagai kegiatan wisata semata. Lebih dari itu, jambore menjadi sarana membangun energi baru, memperkuat jaringan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.


> "Jadikan jambore di Cikole ini sebagai momentum untuk membangun solidaritas, meningkatkan kapasitas, bertukar pikiran, dan memperkuat komitmen sebagai jurnalis yang profesional serta berintegritas. Kami di pemerintah membutuhkan kontrol sosial yang sehat dan mitra strategis dalam menyukseskan program pembangunan daerah," pesannya.


Maslani juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.


Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Karawang selama mengikuti kegiatan di Cikole serta selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan.


> "Saya berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Karawang, menjaga kekompakan, serta selalu mengutamakan faktor keamanan dan kesehatan selama mengikuti kegiatan. Berangkat dengan senyum, pulang membawa semangat baru, pengalaman baru, dan cerita-cerita hebat yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat," tutupnya.


Jambore Jurnalis Karawang 2026 di Cikole, Lembang, diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang efektif bagi insan pers dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, para jurnalis diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta terus menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan insan pers di Kabupaten Karawang terus terjalin dengan baik demi mendukung pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui Jambore Jurnalis 2026, diharapkan lahir insan-insan pers yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman di tengah derasnya arus informasi digital.


Redaksi

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done