VERSITNEWS

Rabu, 10 Juni 2026

MEDIA BERBASIS SINGAPURA SOROT INDONESIA, KETUA UMUM DPP AKPERSI: JANGAN BIARKAN NARASI GLOBAL MELEMAHKAN KEPERCAYAAN BANGSA TERHADAP NKRI








Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., angkat bicara terkait meningkatnya pemberitaan sejumlah media internasional yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dengan narasi yang dinilai cenderung pesimistis dan berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah laporan media internasional berbasis Singapura yang secara intens mengulas tekanan terhadap rupiah, pasar saham Indonesia, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. 


Menurut Rino Triyono, kebebasan pers merupakan prinsip yang harus dihormati dalam sistem demokrasi global. Namun demikian, masyarakat Indonesia juga perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis setiap narasi internasional secara kritis agar tidak terjebak pada pembentukan persepsi yang merugikan kepentingan nasional.


"Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia," tegas Rino.


Sorotan internasional semakin menguat setelah media Singapura The Straits Times menerbitkan laporan berjudul "Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip" yang menyebut Indonesia sedang menghadapi gelombang penjualan aset oleh investor global akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, sementara investor asing telah menarik miliaran dolar dari pasar obligasi Indonesia. 


Narasi serupa juga muncul dalam laporan The Business Times yang menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai semakin intervensif dan berdampak terhadap persepsi risiko investasi di Indonesia. 


Sementara itu, analisis Reuters yang ditulis dari Singapura dan London menyebutkan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah telah memicu kekhawatiran pasar, sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia. Laporan tersebut bahkan menggambarkan adanya risiko terbentuknya "doom loop" atau lingkaran tekanan yang dapat memperburuk sentimen investor apabila kepercayaan pasar terus melemah. 


Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia bahkan mengambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk membantu menstabilkan rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat. 


Menurut Rino, seluruh pemberitaan tersebut harus disikapi secara objektif dan profesional, namun tidak boleh membuat bangsa Indonesia kehilangan kepercayaan diri sebagai negara besar yang memiliki fondasi ekonomi kuat.


"Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang."


Rino menambahkan bahwa dalam perspektif geopolitik, Singapura selama ini dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat erat dengan pusat-pusat kekuatan ekonomi dan keuangan Barat, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, menurutnya, setiap narasi yang berkembang dari pusat-pusat keuangan internasional perlu dibaca secara kritis dan tidak diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia.


"Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia."


Meski demikian, Rino menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati Singapura sebagai negara sahabat dan mitra strategis dalam ASEAN. Hubungan bilateral kedua negara harus tetap dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan menghargai kedaulatan masing-masing.


Lebih lanjut, DPP AKPERSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, memperkuat sektor ekonomi produktif, serta meningkatkan literasi informasi di tengah derasnya arus pemberitaan global.


"Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri."


Sebagai organisasi pers, DPP AKPERSI juga mengajak media nasional untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang profesional, independen, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.


"Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri," pungkas Rino Triyono.


Rilis DPP AKPERSI








Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., angkat bicara terkait meningkatnya pemberitaan sejumlah media internasional yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dengan narasi yang dinilai cenderung pesimistis dan berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah laporan media internasional berbasis Singapura yang secara intens mengulas tekanan terhadap rupiah, pasar saham Indonesia, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. 


Menurut Rino Triyono, kebebasan pers merupakan prinsip yang harus dihormati dalam sistem demokrasi global. Namun demikian, masyarakat Indonesia juga perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis setiap narasi internasional secara kritis agar tidak terjebak pada pembentukan persepsi yang merugikan kepentingan nasional.


"Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia," tegas Rino.


Sorotan internasional semakin menguat setelah media Singapura The Straits Times menerbitkan laporan berjudul "Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip" yang menyebut Indonesia sedang menghadapi gelombang penjualan aset oleh investor global akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, sementara investor asing telah menarik miliaran dolar dari pasar obligasi Indonesia. 


Narasi serupa juga muncul dalam laporan The Business Times yang menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai semakin intervensif dan berdampak terhadap persepsi risiko investasi di Indonesia. 


Sementara itu, analisis Reuters yang ditulis dari Singapura dan London menyebutkan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah telah memicu kekhawatiran pasar, sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia. Laporan tersebut bahkan menggambarkan adanya risiko terbentuknya "doom loop" atau lingkaran tekanan yang dapat memperburuk sentimen investor apabila kepercayaan pasar terus melemah. 


Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia bahkan mengambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk membantu menstabilkan rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat. 


Menurut Rino, seluruh pemberitaan tersebut harus disikapi secara objektif dan profesional, namun tidak boleh membuat bangsa Indonesia kehilangan kepercayaan diri sebagai negara besar yang memiliki fondasi ekonomi kuat.


"Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang."


Rino menambahkan bahwa dalam perspektif geopolitik, Singapura selama ini dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat erat dengan pusat-pusat kekuatan ekonomi dan keuangan Barat, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, menurutnya, setiap narasi yang berkembang dari pusat-pusat keuangan internasional perlu dibaca secara kritis dan tidak diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia.


"Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia."


Meski demikian, Rino menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati Singapura sebagai negara sahabat dan mitra strategis dalam ASEAN. Hubungan bilateral kedua negara harus tetap dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan menghargai kedaulatan masing-masing.


Lebih lanjut, DPP AKPERSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, memperkuat sektor ekonomi produktif, serta meningkatkan literasi informasi di tengah derasnya arus pemberitaan global.


"Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri."


Sebagai organisasi pers, DPP AKPERSI juga mengajak media nasional untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang profesional, independen, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.


"Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri," pungkas Rino Triyono.


Rilis DPP AKPERSI

Pemkab Karawang Raih Opini WTP BPK 11 Kali Berturut-turut







KARAWANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi yang ke-11 kalinya secara berturut-turut diterima Kabupaten Karawang sejak tahun 2015.



Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD dilakukan oleh Kepala BPK Jawa Barat kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh di Kantor BPK Jawa Barat, Bandung, Selasa (9/6/2026).

Bupati Aep Syaepuloh mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkab Karawang yang selama ini berupaya menjaga pengelolaan keuangan daerah tetap baik dan transparan.

"Alhamdulillah, Karawang kembali meraih opini WTP. Ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dan semua pihak yang telah berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat," kata Aep.


Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel.


Aep menegaskan, Pemkab Karawang akan terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah agar kepercayaan publik tetap terjaga.


"Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat," ujarnya.


Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dari BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Predikat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan dan dinilai wajar tanpa adanya pengecualian.


Dengan raihan WTP ke-11 secara beruntun, Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang baik, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan.


Prestasi tersebut juga semakin memperkuat citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang konsisten menerapkan pengelolaan keuangan publik secara profesional. 


Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Tahun ini menjadi pencapaian istimewa karena Karawang berhasil mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015.


Menurut Endang, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara baik dan akuntabel, yang juga didukung fungsi pengawasan DPRD.


"Alhamdulillah, Kabupaten Karawang kembali meraih WTP untuk hasil pemeriksaan tahun anggaran 2025. Ini capaian yang sangat membanggakan dan menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah," kata Endang usai 

menerima hasil pemeriksaan BPK RI di Bandung.


Ia mengatakan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut juga menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.


"Ke depan tentu kita ingin prestasi ini terus dipertahankan. Yang terpenting, anggaran daerah dapat digunakan secara tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.


Redaksi 







KARAWANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi yang ke-11 kalinya secara berturut-turut diterima Kabupaten Karawang sejak tahun 2015.



Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD dilakukan oleh Kepala BPK Jawa Barat kepada Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh di Kantor BPK Jawa Barat, Bandung, Selasa (9/6/2026).

Bupati Aep Syaepuloh mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkab Karawang yang selama ini berupaya menjaga pengelolaan keuangan daerah tetap baik dan transparan.

"Alhamdulillah, Karawang kembali meraih opini WTP. Ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dan semua pihak yang telah berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat," kata Aep.


Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel.


Aep menegaskan, Pemkab Karawang akan terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah agar kepercayaan publik tetap terjaga.


"Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat," ujarnya.


Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dari BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Predikat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan dan dinilai wajar tanpa adanya pengecualian.


Dengan raihan WTP ke-11 secara beruntun, Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang baik, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan.


Prestasi tersebut juga semakin memperkuat citra positif Kabupaten Karawang sebagai daerah yang konsisten menerapkan pengelolaan keuangan publik secara profesional. 


Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Tahun ini menjadi pencapaian istimewa karena Karawang berhasil mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015.


Menurut Endang, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara baik dan akuntabel, yang juga didukung fungsi pengawasan DPRD.


"Alhamdulillah, Kabupaten Karawang kembali meraih WTP untuk hasil pemeriksaan tahun anggaran 2025. Ini capaian yang sangat membanggakan dan menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah," kata Endang usai 

menerima hasil pemeriksaan BPK RI di Bandung.


Ia mengatakan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, prestasi tersebut juga menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.


"Ke depan tentu kita ingin prestasi ini terus dipertahankan. Yang terpenting, anggaran daerah dapat digunakan secara tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.


Redaksi 

Selasa, 09 Juni 2026

PEMUDA RSB DAN WARGA KP. SUKAWENING LAKSANAKAN PENGECORAN JALAN SECARA SWADAYA PERKUAT AKSES LINGKUNGAN


 Cianjur — / Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat Kampung Sukawening, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, sangat antusias bergotong royong melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan utama lingkungan secara swadaya, Selasa,(09/06/2025). Kegiatan ini digagas  oleh warga masyarakat dan tokoh pemuda  Remaja Sukawening bersatu (RSB) selaku wadah organisasi pemuda setempat, dengan tujuan mengubah kondisi jalan yang sebelumnya berupa timbunan batu koral dan sudah rusak parah.
 
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan pemuda yang tergabung dalam Remaja Sukawening Bersatu (RSB), dan tokoh masyarakat, unsur pekerja,  yang semuanya berpartisipasi aktif dengan semangat tinggi. Antusiasme warga terlihat sejak sore  hingga malam hari, bahkan sebelum kegiatan dimulai, mereka sudah berkumpul dan bersiap membantu berbagai tahapan pekerjaan. Bersama-sama mereka bekerja sepanjang hari, tanpa mengeluh sedikit pun.
 
Jalan utama penghubung antarwilayah ini sebelumnya hanya berupa timbunan batu koral yang tidak rata, banyak berlubang, dan bebatuan sering lepas sehingga berbahaya dilalui. Saat musim hujan, permukaannya menjadi licin dan berlumpur, sedangkan saat kemarau menimbulkan debu tebal. Kondisi ini sangat menyulitkan pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, bahkan sering menyebabkan kerusakan kendaraan dan risiko kecelakaan.
 
Menyikapi keterbatasan anggaran perbaikan dari pihak terkait,para tokoh masyarakat bersama jajaran Remaja Sukawening Bersatu (RSB) mengambil inisiatif pembangunan mandiri. Pekerjaan yang dilakukan meliputi meratakan batu koral yang ada, pemadatan tanah dasar, pencampuran bahan, hingga proses pengecoran. Hingga akhir kegiatan hari ini, proses pengecoran belum selesai sepenuhnya dan akan dilanjutkan pada waktu yang telah disepakati bersama.
 
Ketua Remaja Sukawening Bersatu (RSB), andri setiawan, menyatakan bahwa tingkat antusiasme dan kebersamaan warga menjadi modal utama terselenggaranya kegiatan ini. Dana pembelian semen, pasir, dan peralatan dikumpulkan dari sumbangan sukarela anggota dan warga, sedangkan seluruh tenaga kerja disumbangkan secara cuma-cuma.
 
“Kami selaku pengurus dan anggota Remaja Sukawening Bersatu (RSB) percaya bahwa pembangunan tidak harus selalu menunggu bantuan luar. Ketika berbagai elemen bersatu dengan semangat yang tinggi, keterbatasan dana dapat tergantikan dengan kekuatan kebersamaan. Meskipun pengecoran belum selesai seluruhnya hari ini, kami telah menyusun jadwal untuk melanjutkan pekerjaan hingga selesai secara sempurna,” ujar andri.
 
Ia menambahkan, nantinya setelah seluruh proses pengecoran rampung dan beton mengeras dengan baik, diharapkan jalan ini dapat memperlancar akses transportasi, memudahkan akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga Desa Sukakerta pada umumnya, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
 
Salah seorang warga mengapresiasi semangat kebersamaan yang digagas oleh Remaja Sukawening Bersatu (RSB). “Kami sangat senang dan antusias melihat jalan ini akhirnya mulai diperbaiki berkat inisiatif para remaja. Dulu jalan koral sering menyusahkan, bikin kendaraan rusak dan licin saat hujan. Kami siap kembali bergotong royong untuk menyelesaikan sisanya agar jalan ini segera bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.
 
Setelah pekerjaan dihentikan sementara, dilakukan pengecekan hasil yang sudah dikerjakan dan disampaikan arahan perawatan sementara pada bagian yang sudah dicor. Kegiatan hari ini ditutup dengan makan bersama sebagai wujud syukur dan penguatan silaturahmi.
 
Remaja Sukawening Bersatu (RSB) menegaskan komitmennya untuk segera melanjutkan dan menyelesaikan proses pengecoran sesuai rencana. Tokoh masyarakat kp. Sukawening juga mengajak seluruh warga untuk terus mendukung kegiatan ini serta nantinya turut memelihara fasilitas yang telah dibangun agar bermanfaat dalam jangka panjang bagi warga Kampung Sukawening dan sekitarnya.
 
Chika (Wiwi)

 Cianjur — / Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat Kampung Sukawening, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, sangat antusias bergotong royong melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan utama lingkungan secara swadaya, Selasa,(09/06/2025). Kegiatan ini digagas  oleh warga masyarakat dan tokoh pemuda  Remaja Sukawening bersatu (RSB) selaku wadah organisasi pemuda setempat, dengan tujuan mengubah kondisi jalan yang sebelumnya berupa timbunan batu koral dan sudah rusak parah.
 
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan pemuda yang tergabung dalam Remaja Sukawening Bersatu (RSB), dan tokoh masyarakat, unsur pekerja,  yang semuanya berpartisipasi aktif dengan semangat tinggi. Antusiasme warga terlihat sejak sore  hingga malam hari, bahkan sebelum kegiatan dimulai, mereka sudah berkumpul dan bersiap membantu berbagai tahapan pekerjaan. Bersama-sama mereka bekerja sepanjang hari, tanpa mengeluh sedikit pun.
 
Jalan utama penghubung antarwilayah ini sebelumnya hanya berupa timbunan batu koral yang tidak rata, banyak berlubang, dan bebatuan sering lepas sehingga berbahaya dilalui. Saat musim hujan, permukaannya menjadi licin dan berlumpur, sedangkan saat kemarau menimbulkan debu tebal. Kondisi ini sangat menyulitkan pejalan kaki maupun kendaraan roda dua, bahkan sering menyebabkan kerusakan kendaraan dan risiko kecelakaan.
 
Menyikapi keterbatasan anggaran perbaikan dari pihak terkait,para tokoh masyarakat bersama jajaran Remaja Sukawening Bersatu (RSB) mengambil inisiatif pembangunan mandiri. Pekerjaan yang dilakukan meliputi meratakan batu koral yang ada, pemadatan tanah dasar, pencampuran bahan, hingga proses pengecoran. Hingga akhir kegiatan hari ini, proses pengecoran belum selesai sepenuhnya dan akan dilanjutkan pada waktu yang telah disepakati bersama.
 
Ketua Remaja Sukawening Bersatu (RSB), andri setiawan, menyatakan bahwa tingkat antusiasme dan kebersamaan warga menjadi modal utama terselenggaranya kegiatan ini. Dana pembelian semen, pasir, dan peralatan dikumpulkan dari sumbangan sukarela anggota dan warga, sedangkan seluruh tenaga kerja disumbangkan secara cuma-cuma.
 
“Kami selaku pengurus dan anggota Remaja Sukawening Bersatu (RSB) percaya bahwa pembangunan tidak harus selalu menunggu bantuan luar. Ketika berbagai elemen bersatu dengan semangat yang tinggi, keterbatasan dana dapat tergantikan dengan kekuatan kebersamaan. Meskipun pengecoran belum selesai seluruhnya hari ini, kami telah menyusun jadwal untuk melanjutkan pekerjaan hingga selesai secara sempurna,” ujar andri.
 
Ia menambahkan, nantinya setelah seluruh proses pengecoran rampung dan beton mengeras dengan baik, diharapkan jalan ini dapat memperlancar akses transportasi, memudahkan akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga Desa Sukakerta pada umumnya, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
 
Salah seorang warga mengapresiasi semangat kebersamaan yang digagas oleh Remaja Sukawening Bersatu (RSB). “Kami sangat senang dan antusias melihat jalan ini akhirnya mulai diperbaiki berkat inisiatif para remaja. Dulu jalan koral sering menyusahkan, bikin kendaraan rusak dan licin saat hujan. Kami siap kembali bergotong royong untuk menyelesaikan sisanya agar jalan ini segera bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.
 
Setelah pekerjaan dihentikan sementara, dilakukan pengecekan hasil yang sudah dikerjakan dan disampaikan arahan perawatan sementara pada bagian yang sudah dicor. Kegiatan hari ini ditutup dengan makan bersama sebagai wujud syukur dan penguatan silaturahmi.
 
Remaja Sukawening Bersatu (RSB) menegaskan komitmennya untuk segera melanjutkan dan menyelesaikan proses pengecoran sesuai rencana. Tokoh masyarakat kp. Sukawening juga mengajak seluruh warga untuk terus mendukung kegiatan ini serta nantinya turut memelihara fasilitas yang telah dibangun agar bermanfaat dalam jangka panjang bagi warga Kampung Sukawening dan sekitarnya.
 
Chika (Wiwi)

Senin, 08 Juni 2026

MENGECAM DUGAAN AKSI LGBT DAN PESTA GAY DI TEMPAT HIBURAN MALAM KARAWANG TUTUP PERNANEN



Karawang, 8 Juni 2026

Organisasi Wibawa Nusantara melalui Ketua Umumnya, KH M. Endang Suratno Wibowo, menyatakan sikap tegas mengecam dugaan aksi LGBT dan pesta gay yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam yang belakangan menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Dugaan peristiwa tersebut saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat serta mendapat perhatian aparat dan berbagai elemen keagamaan di Kabupaten Karawang. 

Menurut KH M. Endang Suratno Wibowo, perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, norma kesusilaan, dan budaya luhur bangsa tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Indonesia dibangun di atas fondasi Ketuhanan Yang Maha Esa, etika sosial, serta penghormatan terhadap nilai keluarga yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat selama berabad-abad.

> "Wibawa Nusantara menolak segala bentuk normalisasi perilaku seksual yang bertentangan dengan ajaran agama, nilai moral, dan karakter bangsa Indonesia. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial dari berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak tatanan moral generasi mendatang."



Wibawa Nusantara juga mendukung langkah aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk melakukan penyelidikan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap dugaan peristiwa tersebut. Organisasi ini menilai setiap tempat hiburan wajib menjaga ketertiban umum, norma kesusilaan, serta menghormati nilai-nilai yang hidup di masyarakat. 

Selain itu, Wibawa Nusantara mengajak para tokoh agama, pendidik, keluarga, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat pendidikan akhlak, karakter, serta ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

"Kami meyakini bahwa solusi terbaik bukan hanya penindakan, melainkan juga penguatan pendidikan moral, spiritual, dan budaya. Bangsa yang besar tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam menjaga kehormatan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya," tegas KH M. Endang Suratno Wibowo.

Wibawa Nusantara menyerukan agar seluruh masyarakat tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan proses penanganan kepada pihak yang berwenang sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Menjaga peradaban bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa."

Sekretariat Wibawa Nusantara
Karawang, Jawa Barat
8 Juni 2026
*REDAKSI*


Karawang, 8 Juni 2026

Organisasi Wibawa Nusantara melalui Ketua Umumnya, KH M. Endang Suratno Wibowo, menyatakan sikap tegas mengecam dugaan aksi LGBT dan pesta gay yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam yang belakangan menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Dugaan peristiwa tersebut saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat serta mendapat perhatian aparat dan berbagai elemen keagamaan di Kabupaten Karawang. 

Menurut KH M. Endang Suratno Wibowo, perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, norma kesusilaan, dan budaya luhur bangsa tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Indonesia dibangun di atas fondasi Ketuhanan Yang Maha Esa, etika sosial, serta penghormatan terhadap nilai keluarga yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat selama berabad-abad.

> "Wibawa Nusantara menolak segala bentuk normalisasi perilaku seksual yang bertentangan dengan ajaran agama, nilai moral, dan karakter bangsa Indonesia. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial dari berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak tatanan moral generasi mendatang."



Wibawa Nusantara juga mendukung langkah aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk melakukan penyelidikan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap dugaan peristiwa tersebut. Organisasi ini menilai setiap tempat hiburan wajib menjaga ketertiban umum, norma kesusilaan, serta menghormati nilai-nilai yang hidup di masyarakat. 

Selain itu, Wibawa Nusantara mengajak para tokoh agama, pendidik, keluarga, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat pendidikan akhlak, karakter, serta ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

"Kami meyakini bahwa solusi terbaik bukan hanya penindakan, melainkan juga penguatan pendidikan moral, spiritual, dan budaya. Bangsa yang besar tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam menjaga kehormatan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya," tegas KH M. Endang Suratno Wibowo.

Wibawa Nusantara menyerukan agar seluruh masyarakat tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan proses penanganan kepada pihak yang berwenang sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Menjaga peradaban bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa."

Sekretariat Wibawa Nusantara
Karawang, Jawa Barat
8 Juni 2026
*REDAKSI*

Sabtu, 06 Juni 2026

AKPERSI Apresiasi Kinerja Polrestabes Palembang, Terduga Pelaku Penganiayaan Viral Berhasil Ditahan Kurang dari 1x24 Jam








Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.


Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).


Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.


Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.


"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.


Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.


AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.


"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.


Redaksi 








Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.


Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).


Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.


Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.


"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.


Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.


AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.


"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.


Redaksi 

Ferimaulana Kembali Sabet Juara Lomba Karya Jurnalistik Tahap II Jambore Jurnalis 2026









BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).



Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.


Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.


Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.


Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.


"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.


Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.


Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.


Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.


Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.


Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.


"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat. 


(Rd)









BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).



Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.


Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.


Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.


Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.


"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.


Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.


Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.


Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.


Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.


Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.


"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat. 


(Rd)

Ferimaulana Raih Juara Lomba Karya Jurnalistik Jambore Jurnalis 2026, Bukti Pers Karawang Siap Hadapi Era Digital








BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.


Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.


Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."


Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.


Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.


Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.


Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.


Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.


"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.


Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.


"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.


Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.


Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.


Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.


"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.


"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat. 


Red








BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.


Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.


Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."


Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.


Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.


Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.


Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.


Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.


"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.


Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.


"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.


Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.


Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.


Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.


Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.


"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.


"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.


Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat. 


Red

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done