VERSITNEWS

Minggu, 31 Agustus 2025

TNI Bersama Rakyat, Tanggung Jawab Bersama Untuk Melindungi Keselamatan Masyarakat‎

Karawang | Versitnews.com-‎Minggu, 31 Agustus 2025 -
‎Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan warga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Keselamatan rakyat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali.
‎Melalui himbauan ini, TNI mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial atau platform digital yang belum dapat dipastikan sumbernya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, bijak dalam menyikapi informasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan berita.
‎TNI juga mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan antar warga. Dalam situasi apapun, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas nasional harus terus dikedepankan.
‎"TNI akan selalu berada di tengah-tengah rakyat, bekerja sama dan bahu-membahu menjaga keselamatan serta keutuhan NKRI. Mari bersama kita jaga situasi agar tetap kondusif dan damai," ujar perwakilan TNI dalam pernyataannya.
‎Kepada seluruh masyarakat, TNI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat persatuan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
‎TNI – BERSAMA RAKYAT, KUAT DAN SOLID
‎Penulis: Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com-‎Minggu, 31 Agustus 2025 -
‎Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan warga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Keselamatan rakyat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali.
‎Melalui himbauan ini, TNI mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial atau platform digital yang belum dapat dipastikan sumbernya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, bijak dalam menyikapi informasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan berita.
‎TNI juga mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan antar warga. Dalam situasi apapun, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas nasional harus terus dikedepankan.
‎"TNI akan selalu berada di tengah-tengah rakyat, bekerja sama dan bahu-membahu menjaga keselamatan serta keutuhan NKRI. Mari bersama kita jaga situasi agar tetap kondusif dan damai," ujar perwakilan TNI dalam pernyataannya.
‎Kepada seluruh masyarakat, TNI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat persatuan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
‎TNI – BERSAMA RAKYAT, KUAT DAN SOLID
‎Penulis: Ferimaulana 

Polres Karawang Kerahkan 300 Personel Gabungan Amankan Gedung DPRD Untuk Besok.


Karawang | Versitnews.com– Polres Karawang menyiapkan 300 personel gabungan untuk pengamanan di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (1/9/2025). Langkah ini diambil guna mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dikabarkan akan digelar di wilayah tersebut.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memperkuat pengamanan. Di antaranya Kodim 0604 Karawang, Yonif 305, hingga Kodam yang ikut melakukan backup. Selain itu, Satpol PP dan Polda Metro Jaya juga turut mendukung pengamanan

Kita tidak tahu bagaimana eskalasi nanti. Harapannya, aspirasi bisa disampaikan dengan kondusif. Kalau ingin bertemu Ketua DPRD atau anggota dewan, kami akan fasilitasi. Namun, jika situasi memburuk, pengamanan sudah kami siapkan secara maksimal,” ujar Kapolres, Minggu (31/8/2025).

Terkait jumlah personel, ia menegaskan sebanyak 300 personel gabungan telah disiapkan.

“Itu perhitungan awal, jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya razia pelajar di sekolah-sekolah, Kapolres menegaskan tidak ada operasi khusus.

“Tidak ada razia. Kami hanya memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar mengingatkan siswanya supaya tidak ikut turun ke jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fiki menyebut Polres Karawang sudah menetapkan status siaga satu sejak dua hari terakhir.

“Artinya, tidak ada personel yang libur. Sabtu dan Minggu pun tetap masuk kantor, standby menunggu instruksi,” katanya.

Adapun titik rawan pengamanan akan difokuskan di sekitar Gedung DPRD Karawang, menyusul informasi awal bahwa lokasi aksi akan terpusat di sana.

“Kalau kemarin sempat di Polres, besok kita fokuskan pengamanan di DPRD dan gedung-gedung sekitar titik rawan,” tukasnya.

Penulis: Feri Maulana

Karawang | Versitnews.com– Polres Karawang menyiapkan 300 personel gabungan untuk pengamanan di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (1/9/2025). Langkah ini diambil guna mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dikabarkan akan digelar di wilayah tersebut.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memperkuat pengamanan. Di antaranya Kodim 0604 Karawang, Yonif 305, hingga Kodam yang ikut melakukan backup. Selain itu, Satpol PP dan Polda Metro Jaya juga turut mendukung pengamanan

Kita tidak tahu bagaimana eskalasi nanti. Harapannya, aspirasi bisa disampaikan dengan kondusif. Kalau ingin bertemu Ketua DPRD atau anggota dewan, kami akan fasilitasi. Namun, jika situasi memburuk, pengamanan sudah kami siapkan secara maksimal,” ujar Kapolres, Minggu (31/8/2025).

Terkait jumlah personel, ia menegaskan sebanyak 300 personel gabungan telah disiapkan.

“Itu perhitungan awal, jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya razia pelajar di sekolah-sekolah, Kapolres menegaskan tidak ada operasi khusus.

“Tidak ada razia. Kami hanya memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar mengingatkan siswanya supaya tidak ikut turun ke jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fiki menyebut Polres Karawang sudah menetapkan status siaga satu sejak dua hari terakhir.

“Artinya, tidak ada personel yang libur. Sabtu dan Minggu pun tetap masuk kantor, standby menunggu instruksi,” katanya.

Adapun titik rawan pengamanan akan difokuskan di sekitar Gedung DPRD Karawang, menyusul informasi awal bahwa lokasi aksi akan terpusat di sana.

“Kalau kemarin sempat di Polres, besok kita fokuskan pengamanan di DPRD dan gedung-gedung sekitar titik rawan,” tukasnya.

Penulis: Feri Maulana

Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH.,: Aspirasi Mahasiswa Akan Kami Dengar, Tapi Tetap Kita Jaga Kondisifitas Karawang.

Karawang | Versitnews.com – Situasi bangsa yang belakangan ini dinilai memprihatinkan, turut menjadi perhatian serius di Kabupaten Karawang, Menyikapi dinamika tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi keagamaan. Hasilnya, lahirlah sebuah pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh besar lintas agama di Karawang.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH., menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk terus mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi yang disampaikan tetap fokus pada kepentingan masyarakat Karawang.

“Ya, tentunya kami selalu berupaya menjalankan fungsi legislatif di daerah, meskipun kebijakan strategis banyak yang berada di pusat. Kami sebagai wakil rakyat yang dipilih masyarakat akan terus mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, termasuk aspirasi mahasiswa,” ujar Endang, Minggu (31/8).

Endang menambahkan, mahasiswa Karawang diharapkan menyampaikan aspirasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah, universitas, dan mahasiswa Karawang. Hal itu menurutnya penting, mengingat setiap kabupaten/kota memiliki kewenangan masing-masing.

“Permasalahan yang lebih luas memang ada di pusat, di DPR RI. Sedangkan kami di DPRD akan memperjuangkan sesuai kewenangan di daerah. Karena itu, aspirasi mahasiswa sebaiknya juga menitikberatkan pada kepentingan masyarakat Karawang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil deklarasi damai lintas tokoh di Karawang yang mengusung tagline ‘Ayo Urang Jaga Karawang’. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi landasan bersama dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai harapan mereka,” tegasnya

Kita jaga Indonesia, kita jaga Kabupaten Karawang Dari tanah yang subur ini, dari keringat rakyatnya, lahir semangat untuk menolak segala bentuk provokasi yang merusak persatuan. Kita tidak boleh goyah oleh bisikan yang memecah belah, tidak boleh runtuh oleh adu domba yang merampas ketenangan.

Karawang adalah rumah besar kita, Indonesia adalah jiwa kita. Maka mari berdiri bersama, saling menggenggam erat, menjaga kedamaian dan kebersamaan. Karena hanya dengan persatuan, Kabupaten Karawang akan tumbuh kuat, dan Indonesia tetap tegak berdaulat.

Penulis: Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com – Situasi bangsa yang belakangan ini dinilai memprihatinkan, turut menjadi perhatian serius di Kabupaten Karawang, Menyikapi dinamika tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi keagamaan. Hasilnya, lahirlah sebuah pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh besar lintas agama di Karawang.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH., menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk terus mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi yang disampaikan tetap fokus pada kepentingan masyarakat Karawang.

“Ya, tentunya kami selalu berupaya menjalankan fungsi legislatif di daerah, meskipun kebijakan strategis banyak yang berada di pusat. Kami sebagai wakil rakyat yang dipilih masyarakat akan terus mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, termasuk aspirasi mahasiswa,” ujar Endang, Minggu (31/8).

Endang menambahkan, mahasiswa Karawang diharapkan menyampaikan aspirasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah, universitas, dan mahasiswa Karawang. Hal itu menurutnya penting, mengingat setiap kabupaten/kota memiliki kewenangan masing-masing.

“Permasalahan yang lebih luas memang ada di pusat, di DPR RI. Sedangkan kami di DPRD akan memperjuangkan sesuai kewenangan di daerah. Karena itu, aspirasi mahasiswa sebaiknya juga menitikberatkan pada kepentingan masyarakat Karawang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil deklarasi damai lintas tokoh di Karawang yang mengusung tagline ‘Ayo Urang Jaga Karawang’. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi landasan bersama dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai harapan mereka,” tegasnya

Kita jaga Indonesia, kita jaga Kabupaten Karawang Dari tanah yang subur ini, dari keringat rakyatnya, lahir semangat untuk menolak segala bentuk provokasi yang merusak persatuan. Kita tidak boleh goyah oleh bisikan yang memecah belah, tidak boleh runtuh oleh adu domba yang merampas ketenangan.

Karawang adalah rumah besar kita, Indonesia adalah jiwa kita. Maka mari berdiri bersama, saling menggenggam erat, menjaga kedamaian dan kebersamaan. Karena hanya dengan persatuan, Kabupaten Karawang akan tumbuh kuat, dan Indonesia tetap tegak berdaulat.

Penulis: Ferimaulana 

Sabtu, 30 Agustus 2025

Penerbitan Duplikat Buku Nikah Dikantor Urusan Agama (KUA) Sudah Melanggar Undang-Undang, Telah Menerbitkan Duplikat Buku Nikah Di KUA Pangkalan.

Karawang | Versitnews.com– Polemik duplikat buku nikah di KUA Pangkalan terus bergulir. Nurhuda, suami dari Devi Nurahayu, menegaskan dirinya menjadi korban fitnah sekaligus prosedur cacat administrasi dalam penerbitan dokumen negara tersebut.

Nurhuda mengaku kaget ketika mendapat panggilan sidang perceraian dari Pengadilan Agama Karawang, padahal buku nikah asli masih berada di tangannya. Ia menuding, duplikat buku nikah atas nama istrinya diterbitkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Syarat Mengurus Duplikat Buku Nikah:

- Buku Nikah Hilang:
- Surat keterangan kehilangan dari kepolisian
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru
- Fotokopi buku nikah jika masih ada
- *Buku Nikah Rusak:
- Buku nikah yang rusak
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru

Proses Mengurus Duplikat Buku Nikah:

1. Datang ke KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan
2. Mengisi formulir permohonan duplikat buku nikah
3. Menunggu proses verifikasi dan penerbitan duplikat buku nikah

“Buku nikah saya pegang. Tapi tiba-tiba ada gugatan cerai dengan syarat surat nikah duplikat. Anehnya, KUA bisa mengeluarkan tanpa ada surat keterangan kehilangan dari polisi. Itu jelas melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Fitnah Sepihak ke Polisi

Lebih jauh, Nurhuda juga mengecam Kepala KUA Pangkalan, Sobari, yang menurutnya menyampaikan kronologi sepihak kepada Kapolsek Pangkalan melalui WhatsApp. Isi pesan itu, kata Nurhuda, mencantumkan lima tuduhan dari pihak istri, di antaranya dugaan perselingkuhan, KDRT, hingga pemaksaan menjual rumah warisan.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah diberi kesempatan klarifikasi. Tiba-tiba nama saya dibawa dengan tuduhan sepihak. Bahkan WhatsApp itu bocor sendiri dari staf KUA,” tegasnya.

Kronologi Rumah Tangga Retak

Menurut Nurhuda, rumah tangganya mulai bermasalah sejak 29 November 2024, ketika istrinya meninggalkan rumah. Ia mengaku pernah melihat Devi datang bersama pria lain, yang memicu kemarahannya.

Kemudian pada 29 April 2025, Devi resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Karawang. “Belum genap enam bulan pisah rumah, sudah langsung gugat. Itu saja sudah aneh,” ujarnya.

Mencium Indikasi “Permainan”

Nurhuda menilai penerbitan duplikat buku nikah tanpa surat kehilangan dari kepolisian patut dicurigai. “Saya yakin ada indikasi permainan uang di situ. Masa hanya pakai surat ketikan sendiri bisa keluar duplikat? Padahal aturannya jelas harus ada surat keterangan kehilangan polisi,” ucapnya.

Harapan Nurhuda

Kini perkara perceraian Devi dengan Nurhuda sudah memasuki sidang kesembilan di Pengadilan Agama Karawang, dengan agenda pembacaan putusan pada 4 September 2025 mendatang. Meski begitu, Nurhuda menegaskan dirinya akan terus mencari keadilan.

“Harapan saya, kejanggalan ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai masyarakat lain jadi korban prosedur ngawur seperti ini,” tutupnya.


Penulis: Ferimaulana 



Karawang | Versitnews.com– Polemik duplikat buku nikah di KUA Pangkalan terus bergulir. Nurhuda, suami dari Devi Nurahayu, menegaskan dirinya menjadi korban fitnah sekaligus prosedur cacat administrasi dalam penerbitan dokumen negara tersebut.

Nurhuda mengaku kaget ketika mendapat panggilan sidang perceraian dari Pengadilan Agama Karawang, padahal buku nikah asli masih berada di tangannya. Ia menuding, duplikat buku nikah atas nama istrinya diterbitkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Syarat Mengurus Duplikat Buku Nikah:

- Buku Nikah Hilang:
- Surat keterangan kehilangan dari kepolisian
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru
- Fotokopi buku nikah jika masih ada
- *Buku Nikah Rusak:
- Buku nikah yang rusak
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru

Proses Mengurus Duplikat Buku Nikah:

1. Datang ke KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan
2. Mengisi formulir permohonan duplikat buku nikah
3. Menunggu proses verifikasi dan penerbitan duplikat buku nikah

“Buku nikah saya pegang. Tapi tiba-tiba ada gugatan cerai dengan syarat surat nikah duplikat. Anehnya, KUA bisa mengeluarkan tanpa ada surat keterangan kehilangan dari polisi. Itu jelas melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Fitnah Sepihak ke Polisi

Lebih jauh, Nurhuda juga mengecam Kepala KUA Pangkalan, Sobari, yang menurutnya menyampaikan kronologi sepihak kepada Kapolsek Pangkalan melalui WhatsApp. Isi pesan itu, kata Nurhuda, mencantumkan lima tuduhan dari pihak istri, di antaranya dugaan perselingkuhan, KDRT, hingga pemaksaan menjual rumah warisan.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah diberi kesempatan klarifikasi. Tiba-tiba nama saya dibawa dengan tuduhan sepihak. Bahkan WhatsApp itu bocor sendiri dari staf KUA,” tegasnya.

Kronologi Rumah Tangga Retak

Menurut Nurhuda, rumah tangganya mulai bermasalah sejak 29 November 2024, ketika istrinya meninggalkan rumah. Ia mengaku pernah melihat Devi datang bersama pria lain, yang memicu kemarahannya.

Kemudian pada 29 April 2025, Devi resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Karawang. “Belum genap enam bulan pisah rumah, sudah langsung gugat. Itu saja sudah aneh,” ujarnya.

Mencium Indikasi “Permainan”

Nurhuda menilai penerbitan duplikat buku nikah tanpa surat kehilangan dari kepolisian patut dicurigai. “Saya yakin ada indikasi permainan uang di situ. Masa hanya pakai surat ketikan sendiri bisa keluar duplikat? Padahal aturannya jelas harus ada surat keterangan kehilangan polisi,” ucapnya.

Harapan Nurhuda

Kini perkara perceraian Devi dengan Nurhuda sudah memasuki sidang kesembilan di Pengadilan Agama Karawang, dengan agenda pembacaan putusan pada 4 September 2025 mendatang. Meski begitu, Nurhuda menegaskan dirinya akan terus mencari keadilan.

“Harapan saya, kejanggalan ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai masyarakat lain jadi korban prosedur ngawur seperti ini,” tutupnya.


Penulis: Ferimaulana 



📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA KARAWANG


📢 Jaga Anak Kita!
🚫 Jangan ikut demo!
✅ Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai.

: 📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA DI KARAWANG

Kepada para orang tua yang memiliki anak masih duduk di bangku SMP, SMA, maupun SMK, kami mengajak dengan penuh kepedulian:

Saat ini, di berbagai wilayah termasuk Karawang, sedang marak aksi demo yang banyak melibatkan pelajar. Kami mengingatkan agar anak-anak kita tidak ikut serta dalam aksi tersebut, karena berpotensi membahayakan keselamatan, mengganggu masa depan pendidikan, serta menjauhkan mereka dari hal-hal positif.

Mari bersama-sama menjaga generasi muda Karawang agar tetap fokus pada belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita, bukan terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

👨‍👩‍👧‍👦 Peran orang tua sangat penting. Arahkan, awasi, dan berikan pengertian kepada anak-anak kita agar tetap memilih jalur yang benar.

🌸 Anak adalah harapan, Karawang butuh generasi cerdas dan berprestasi, bukan generasi yang terjerumus pada kerusuhan.

📢 Jaga Anak Kita!
🚫 Jangan ikut demo!
✅ Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai.

: 📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA DI KARAWANG

Kepada para orang tua yang memiliki anak masih duduk di bangku SMP, SMA, maupun SMK, kami mengajak dengan penuh kepedulian:

Saat ini, di berbagai wilayah termasuk Karawang, sedang marak aksi demo yang banyak melibatkan pelajar. Kami mengingatkan agar anak-anak kita tidak ikut serta dalam aksi tersebut, karena berpotensi membahayakan keselamatan, mengganggu masa depan pendidikan, serta menjauhkan mereka dari hal-hal positif.

Mari bersama-sama menjaga generasi muda Karawang agar tetap fokus pada belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita, bukan terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

👨‍👩‍👧‍👦 Peran orang tua sangat penting. Arahkan, awasi, dan berikan pengertian kepada anak-anak kita agar tetap memilih jalur yang benar.

🌸 Anak adalah harapan, Karawang butuh generasi cerdas dan berprestasi, bukan generasi yang terjerumus pada kerusuhan.

Demo besar ribuan gabungan mahasiswa dan buruh dalam dua hari terakhir ini di gedung DPR RI telah menelan korban jiwa.

Jakarta | Versitnews.com,Seorang buruh pengemudi ojek online (ojol), jadi korban tewas dilindas mobil rantis barracuda milik Brimob, yang melaju kencang ditengah pengunjuk rasa, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sementara puluhan lainnya luka-luka.

Menanggapi demo menuntut pembubaran DPR RI yang semakin besar ini, konten kreator, Ferry Irwandi, menyebut semua bermula dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang dinilai mempunyai andil besar dalam kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ingat ahmadsahroni mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Ferry dalam kolom caption postingan terbarunya, yanh diikutip, Jumat (29/8/2025).

Ferry juga mengatakan tidak peduli seberapa powerfull, kaya, dan orang yang telah dipenjarakan Sahroni.

"Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik," tutupnya.

Ferry ingin dipertemukan dengan Sahroni baik di meja podcast maupun pengadilan
Fyi, gengs! Sebelumnya, Sahroni menyebut orang tolol sedunia kepada orang-orang yang meminta DPR bubar.

Masyarakat tidak bisa menerima pernyataan Sahroni yang dinilai telah menghina dan menginjak-injak harga diri rakyat Indonesia.

Apalagi baru-baru ini kemarahan rakyat memuncak gara-gara perilaku sejumlah anggota DPR yang tidak empati dengan situasi ekonomi rakyat.

Selain itu, warganet juga meyinggung sejumlah anggota DPR RI yang kerap menantangi rakyat seperti Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo dan Uya Kuya atau pemilik nama asli Surya Utama. 

Keduanya sempat mempelopori joget di gedung DPRD usai sidang paripurna, meski jadi sororan warga di media sosial, keduanya tak merasah bersalah, justru membuay konten yang seolah-olah nantangi rakyat.
Jakarta | Versitnews.com,Seorang buruh pengemudi ojek online (ojol), jadi korban tewas dilindas mobil rantis barracuda milik Brimob, yang melaju kencang ditengah pengunjuk rasa, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sementara puluhan lainnya luka-luka.

Menanggapi demo menuntut pembubaran DPR RI yang semakin besar ini, konten kreator, Ferry Irwandi, menyebut semua bermula dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang dinilai mempunyai andil besar dalam kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ingat ahmadsahroni mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Ferry dalam kolom caption postingan terbarunya, yanh diikutip, Jumat (29/8/2025).

Ferry juga mengatakan tidak peduli seberapa powerfull, kaya, dan orang yang telah dipenjarakan Sahroni.

"Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik," tutupnya.

Ferry ingin dipertemukan dengan Sahroni baik di meja podcast maupun pengadilan
Fyi, gengs! Sebelumnya, Sahroni menyebut orang tolol sedunia kepada orang-orang yang meminta DPR bubar.

Masyarakat tidak bisa menerima pernyataan Sahroni yang dinilai telah menghina dan menginjak-injak harga diri rakyat Indonesia.

Apalagi baru-baru ini kemarahan rakyat memuncak gara-gara perilaku sejumlah anggota DPR yang tidak empati dengan situasi ekonomi rakyat.

Selain itu, warganet juga meyinggung sejumlah anggota DPR RI yang kerap menantangi rakyat seperti Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo dan Uya Kuya atau pemilik nama asli Surya Utama. 

Keduanya sempat mempelopori joget di gedung DPRD usai sidang paripurna, meski jadi sororan warga di media sosial, keduanya tak merasah bersalah, justru membuay konten yang seolah-olah nantangi rakyat.

Demo di Mapolres Karawang Berujung Ricuh, Polisi Terdesak oleh Padatnya Massa

Karawang | Versitnews.com– Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang pada Jumat (29/8) sore berujung ricuh setelah sempat berlangsung dalam kondisi tegang. Massa yang hadir dalam jumlah besar menuntut sejumlah hal kepada aparat kepolisian.

Awalnya, aksi berjalan dengan orasi dan penyampaian aspirasi di depan gerbang Mapolres. Namun, situasi mulai memanas ketika massa terus berdatangan dan membuat area depan kantor kepolisian tersebut semakin padat. Dorongan dari barisan depan massa menyebabkan pagar pembatas di sekitar Mapolres mengalami kerusakan.

Kondisi itu membuat aparat kepolisian yang berjaga terdesak. Situasi semakin tidak terkendali ketika sebagian peserta aksi mencoba masuk lebih dekat ke area dalam Mapolres. Melihat kondisi tersebut, aparat akhirnya mengambil langkah pembubaran paksa dengan menurunkan pasukan tambahan.

Ketegangan tidak dapat dihindari, dan terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat. Beberapa peserta aksi mengaku kecewa atas tindakan kepolisian yang dinilai berlebihan, sementara pihak kepolisian menyebut langkah itu terpaksa dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi. Situasi di sekitar Mapolres Karawang berangsur kondusif setelah aparat menambah pengamanan dan massa mulai membubarkan diri menjelang malam.
Karawang | Versitnews.com– Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang pada Jumat (29/8) sore berujung ricuh setelah sempat berlangsung dalam kondisi tegang. Massa yang hadir dalam jumlah besar menuntut sejumlah hal kepada aparat kepolisian.

Awalnya, aksi berjalan dengan orasi dan penyampaian aspirasi di depan gerbang Mapolres. Namun, situasi mulai memanas ketika massa terus berdatangan dan membuat area depan kantor kepolisian tersebut semakin padat. Dorongan dari barisan depan massa menyebabkan pagar pembatas di sekitar Mapolres mengalami kerusakan.

Kondisi itu membuat aparat kepolisian yang berjaga terdesak. Situasi semakin tidak terkendali ketika sebagian peserta aksi mencoba masuk lebih dekat ke area dalam Mapolres. Melihat kondisi tersebut, aparat akhirnya mengambil langkah pembubaran paksa dengan menurunkan pasukan tambahan.

Ketegangan tidak dapat dihindari, dan terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat. Beberapa peserta aksi mengaku kecewa atas tindakan kepolisian yang dinilai berlebihan, sementara pihak kepolisian menyebut langkah itu terpaksa dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi. Situasi di sekitar Mapolres Karawang berangsur kondusif setelah aparat menambah pengamanan dan massa mulai membubarkan diri menjelang malam.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done