VERSITNEWS

Minggu, 31 Agustus 2025

Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH.,: Aspirasi Mahasiswa Akan Kami Dengar, Tapi Tetap Kita Jaga Kondisifitas Karawang.

Karawang | Versitnews.com – Situasi bangsa yang belakangan ini dinilai memprihatinkan, turut menjadi perhatian serius di Kabupaten Karawang, Menyikapi dinamika tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi keagamaan. Hasilnya, lahirlah sebuah pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh besar lintas agama di Karawang.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH., menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk terus mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi yang disampaikan tetap fokus pada kepentingan masyarakat Karawang.

“Ya, tentunya kami selalu berupaya menjalankan fungsi legislatif di daerah, meskipun kebijakan strategis banyak yang berada di pusat. Kami sebagai wakil rakyat yang dipilih masyarakat akan terus mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, termasuk aspirasi mahasiswa,” ujar Endang, Minggu (31/8).

Endang menambahkan, mahasiswa Karawang diharapkan menyampaikan aspirasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah, universitas, dan mahasiswa Karawang. Hal itu menurutnya penting, mengingat setiap kabupaten/kota memiliki kewenangan masing-masing.

“Permasalahan yang lebih luas memang ada di pusat, di DPR RI. Sedangkan kami di DPRD akan memperjuangkan sesuai kewenangan di daerah. Karena itu, aspirasi mahasiswa sebaiknya juga menitikberatkan pada kepentingan masyarakat Karawang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil deklarasi damai lintas tokoh di Karawang yang mengusung tagline ‘Ayo Urang Jaga Karawang’. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi landasan bersama dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai harapan mereka,” tegasnya

Kita jaga Indonesia, kita jaga Kabupaten Karawang Dari tanah yang subur ini, dari keringat rakyatnya, lahir semangat untuk menolak segala bentuk provokasi yang merusak persatuan. Kita tidak boleh goyah oleh bisikan yang memecah belah, tidak boleh runtuh oleh adu domba yang merampas ketenangan.

Karawang adalah rumah besar kita, Indonesia adalah jiwa kita. Maka mari berdiri bersama, saling menggenggam erat, menjaga kedamaian dan kebersamaan. Karena hanya dengan persatuan, Kabupaten Karawang akan tumbuh kuat, dan Indonesia tetap tegak berdaulat.

Penulis: Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com – Situasi bangsa yang belakangan ini dinilai memprihatinkan, turut menjadi perhatian serius di Kabupaten Karawang, Menyikapi dinamika tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi keagamaan. Hasilnya, lahirlah sebuah pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh besar lintas agama di Karawang.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH., menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk terus mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi yang disampaikan tetap fokus pada kepentingan masyarakat Karawang.

“Ya, tentunya kami selalu berupaya menjalankan fungsi legislatif di daerah, meskipun kebijakan strategis banyak yang berada di pusat. Kami sebagai wakil rakyat yang dipilih masyarakat akan terus mendengarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, termasuk aspirasi mahasiswa,” ujar Endang, Minggu (31/8).

Endang menambahkan, mahasiswa Karawang diharapkan menyampaikan aspirasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah, universitas, dan mahasiswa Karawang. Hal itu menurutnya penting, mengingat setiap kabupaten/kota memiliki kewenangan masing-masing.

“Permasalahan yang lebih luas memang ada di pusat, di DPR RI. Sedangkan kami di DPRD akan memperjuangkan sesuai kewenangan di daerah. Karena itu, aspirasi mahasiswa sebaiknya juga menitikberatkan pada kepentingan masyarakat Karawang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil deklarasi damai lintas tokoh di Karawang yang mengusung tagline ‘Ayo Urang Jaga Karawang’. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi landasan bersama dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai harapan mereka,” tegasnya

Kita jaga Indonesia, kita jaga Kabupaten Karawang Dari tanah yang subur ini, dari keringat rakyatnya, lahir semangat untuk menolak segala bentuk provokasi yang merusak persatuan. Kita tidak boleh goyah oleh bisikan yang memecah belah, tidak boleh runtuh oleh adu domba yang merampas ketenangan.

Karawang adalah rumah besar kita, Indonesia adalah jiwa kita. Maka mari berdiri bersama, saling menggenggam erat, menjaga kedamaian dan kebersamaan. Karena hanya dengan persatuan, Kabupaten Karawang akan tumbuh kuat, dan Indonesia tetap tegak berdaulat.

Penulis: Ferimaulana 

Sabtu, 30 Agustus 2025

Penerbitan Duplikat Buku Nikah Dikantor Urusan Agama (KUA) Sudah Melanggar Undang-Undang, Telah Menerbitkan Duplikat Buku Nikah Di KUA Pangkalan.

Karawang | Versitnews.com– Polemik duplikat buku nikah di KUA Pangkalan terus bergulir. Nurhuda, suami dari Devi Nurahayu, menegaskan dirinya menjadi korban fitnah sekaligus prosedur cacat administrasi dalam penerbitan dokumen negara tersebut.

Nurhuda mengaku kaget ketika mendapat panggilan sidang perceraian dari Pengadilan Agama Karawang, padahal buku nikah asli masih berada di tangannya. Ia menuding, duplikat buku nikah atas nama istrinya diterbitkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Syarat Mengurus Duplikat Buku Nikah:

- Buku Nikah Hilang:
- Surat keterangan kehilangan dari kepolisian
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru
- Fotokopi buku nikah jika masih ada
- *Buku Nikah Rusak:
- Buku nikah yang rusak
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru

Proses Mengurus Duplikat Buku Nikah:

1. Datang ke KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan
2. Mengisi formulir permohonan duplikat buku nikah
3. Menunggu proses verifikasi dan penerbitan duplikat buku nikah

“Buku nikah saya pegang. Tapi tiba-tiba ada gugatan cerai dengan syarat surat nikah duplikat. Anehnya, KUA bisa mengeluarkan tanpa ada surat keterangan kehilangan dari polisi. Itu jelas melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Fitnah Sepihak ke Polisi

Lebih jauh, Nurhuda juga mengecam Kepala KUA Pangkalan, Sobari, yang menurutnya menyampaikan kronologi sepihak kepada Kapolsek Pangkalan melalui WhatsApp. Isi pesan itu, kata Nurhuda, mencantumkan lima tuduhan dari pihak istri, di antaranya dugaan perselingkuhan, KDRT, hingga pemaksaan menjual rumah warisan.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah diberi kesempatan klarifikasi. Tiba-tiba nama saya dibawa dengan tuduhan sepihak. Bahkan WhatsApp itu bocor sendiri dari staf KUA,” tegasnya.

Kronologi Rumah Tangga Retak

Menurut Nurhuda, rumah tangganya mulai bermasalah sejak 29 November 2024, ketika istrinya meninggalkan rumah. Ia mengaku pernah melihat Devi datang bersama pria lain, yang memicu kemarahannya.

Kemudian pada 29 April 2025, Devi resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Karawang. “Belum genap enam bulan pisah rumah, sudah langsung gugat. Itu saja sudah aneh,” ujarnya.

Mencium Indikasi “Permainan”

Nurhuda menilai penerbitan duplikat buku nikah tanpa surat kehilangan dari kepolisian patut dicurigai. “Saya yakin ada indikasi permainan uang di situ. Masa hanya pakai surat ketikan sendiri bisa keluar duplikat? Padahal aturannya jelas harus ada surat keterangan kehilangan polisi,” ucapnya.

Harapan Nurhuda

Kini perkara perceraian Devi dengan Nurhuda sudah memasuki sidang kesembilan di Pengadilan Agama Karawang, dengan agenda pembacaan putusan pada 4 September 2025 mendatang. Meski begitu, Nurhuda menegaskan dirinya akan terus mencari keadilan.

“Harapan saya, kejanggalan ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai masyarakat lain jadi korban prosedur ngawur seperti ini,” tutupnya.


Penulis: Ferimaulana 



Karawang | Versitnews.com– Polemik duplikat buku nikah di KUA Pangkalan terus bergulir. Nurhuda, suami dari Devi Nurahayu, menegaskan dirinya menjadi korban fitnah sekaligus prosedur cacat administrasi dalam penerbitan dokumen negara tersebut.

Nurhuda mengaku kaget ketika mendapat panggilan sidang perceraian dari Pengadilan Agama Karawang, padahal buku nikah asli masih berada di tangannya. Ia menuding, duplikat buku nikah atas nama istrinya diterbitkan tanpa dasar hukum yang jelas.

Syarat Mengurus Duplikat Buku Nikah:

- Buku Nikah Hilang:
- Surat keterangan kehilangan dari kepolisian
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru
- Fotokopi buku nikah jika masih ada
- *Buku Nikah Rusak:
- Buku nikah yang rusak
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri
- Pas foto 2x3 dengan latar belakang biru

Proses Mengurus Duplikat Buku Nikah:

1. Datang ke KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan
2. Mengisi formulir permohonan duplikat buku nikah
3. Menunggu proses verifikasi dan penerbitan duplikat buku nikah

“Buku nikah saya pegang. Tapi tiba-tiba ada gugatan cerai dengan syarat surat nikah duplikat. Anehnya, KUA bisa mengeluarkan tanpa ada surat keterangan kehilangan dari polisi. Itu jelas melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Fitnah Sepihak ke Polisi

Lebih jauh, Nurhuda juga mengecam Kepala KUA Pangkalan, Sobari, yang menurutnya menyampaikan kronologi sepihak kepada Kapolsek Pangkalan melalui WhatsApp. Isi pesan itu, kata Nurhuda, mencantumkan lima tuduhan dari pihak istri, di antaranya dugaan perselingkuhan, KDRT, hingga pemaksaan menjual rumah warisan.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah diberi kesempatan klarifikasi. Tiba-tiba nama saya dibawa dengan tuduhan sepihak. Bahkan WhatsApp itu bocor sendiri dari staf KUA,” tegasnya.

Kronologi Rumah Tangga Retak

Menurut Nurhuda, rumah tangganya mulai bermasalah sejak 29 November 2024, ketika istrinya meninggalkan rumah. Ia mengaku pernah melihat Devi datang bersama pria lain, yang memicu kemarahannya.

Kemudian pada 29 April 2025, Devi resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Karawang. “Belum genap enam bulan pisah rumah, sudah langsung gugat. Itu saja sudah aneh,” ujarnya.

Mencium Indikasi “Permainan”

Nurhuda menilai penerbitan duplikat buku nikah tanpa surat kehilangan dari kepolisian patut dicurigai. “Saya yakin ada indikasi permainan uang di situ. Masa hanya pakai surat ketikan sendiri bisa keluar duplikat? Padahal aturannya jelas harus ada surat keterangan kehilangan polisi,” ucapnya.

Harapan Nurhuda

Kini perkara perceraian Devi dengan Nurhuda sudah memasuki sidang kesembilan di Pengadilan Agama Karawang, dengan agenda pembacaan putusan pada 4 September 2025 mendatang. Meski begitu, Nurhuda menegaskan dirinya akan terus mencari keadilan.

“Harapan saya, kejanggalan ini harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai masyarakat lain jadi korban prosedur ngawur seperti ini,” tutupnya.


Penulis: Ferimaulana 



📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA KARAWANG


📢 Jaga Anak Kita!
🚫 Jangan ikut demo!
✅ Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai.

: 📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA DI KARAWANG

Kepada para orang tua yang memiliki anak masih duduk di bangku SMP, SMA, maupun SMK, kami mengajak dengan penuh kepedulian:

Saat ini, di berbagai wilayah termasuk Karawang, sedang marak aksi demo yang banyak melibatkan pelajar. Kami mengingatkan agar anak-anak kita tidak ikut serta dalam aksi tersebut, karena berpotensi membahayakan keselamatan, mengganggu masa depan pendidikan, serta menjauhkan mereka dari hal-hal positif.

Mari bersama-sama menjaga generasi muda Karawang agar tetap fokus pada belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita, bukan terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

👨‍👩‍👧‍👦 Peran orang tua sangat penting. Arahkan, awasi, dan berikan pengertian kepada anak-anak kita agar tetap memilih jalur yang benar.

🌸 Anak adalah harapan, Karawang butuh generasi cerdas dan berprestasi, bukan generasi yang terjerumus pada kerusuhan.

📢 Jaga Anak Kita!
🚫 Jangan ikut demo!
✅ Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai.

: 📢 HIMBAUAN UNTUK ORANG TUA DI KARAWANG

Kepada para orang tua yang memiliki anak masih duduk di bangku SMP, SMA, maupun SMK, kami mengajak dengan penuh kepedulian:

Saat ini, di berbagai wilayah termasuk Karawang, sedang marak aksi demo yang banyak melibatkan pelajar. Kami mengingatkan agar anak-anak kita tidak ikut serta dalam aksi tersebut, karena berpotensi membahayakan keselamatan, mengganggu masa depan pendidikan, serta menjauhkan mereka dari hal-hal positif.

Mari bersama-sama menjaga generasi muda Karawang agar tetap fokus pada belajar, berprestasi, dan menggapai cita-cita, bukan terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

👨‍👩‍👧‍👦 Peran orang tua sangat penting. Arahkan, awasi, dan berikan pengertian kepada anak-anak kita agar tetap memilih jalur yang benar.

🌸 Anak adalah harapan, Karawang butuh generasi cerdas dan berprestasi, bukan generasi yang terjerumus pada kerusuhan.

Demo besar ribuan gabungan mahasiswa dan buruh dalam dua hari terakhir ini di gedung DPR RI telah menelan korban jiwa.

Jakarta | Versitnews.com,Seorang buruh pengemudi ojek online (ojol), jadi korban tewas dilindas mobil rantis barracuda milik Brimob, yang melaju kencang ditengah pengunjuk rasa, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sementara puluhan lainnya luka-luka.

Menanggapi demo menuntut pembubaran DPR RI yang semakin besar ini, konten kreator, Ferry Irwandi, menyebut semua bermula dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang dinilai mempunyai andil besar dalam kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ingat ahmadsahroni mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Ferry dalam kolom caption postingan terbarunya, yanh diikutip, Jumat (29/8/2025).

Ferry juga mengatakan tidak peduli seberapa powerfull, kaya, dan orang yang telah dipenjarakan Sahroni.

"Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik," tutupnya.

Ferry ingin dipertemukan dengan Sahroni baik di meja podcast maupun pengadilan
Fyi, gengs! Sebelumnya, Sahroni menyebut orang tolol sedunia kepada orang-orang yang meminta DPR bubar.

Masyarakat tidak bisa menerima pernyataan Sahroni yang dinilai telah menghina dan menginjak-injak harga diri rakyat Indonesia.

Apalagi baru-baru ini kemarahan rakyat memuncak gara-gara perilaku sejumlah anggota DPR yang tidak empati dengan situasi ekonomi rakyat.

Selain itu, warganet juga meyinggung sejumlah anggota DPR RI yang kerap menantangi rakyat seperti Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo dan Uya Kuya atau pemilik nama asli Surya Utama. 

Keduanya sempat mempelopori joget di gedung DPRD usai sidang paripurna, meski jadi sororan warga di media sosial, keduanya tak merasah bersalah, justru membuay konten yang seolah-olah nantangi rakyat.
Jakarta | Versitnews.com,Seorang buruh pengemudi ojek online (ojol), jadi korban tewas dilindas mobil rantis barracuda milik Brimob, yang melaju kencang ditengah pengunjuk rasa, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sementara puluhan lainnya luka-luka.

Menanggapi demo menuntut pembubaran DPR RI yang semakin besar ini, konten kreator, Ferry Irwandi, menyebut semua bermula dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang dinilai mempunyai andil besar dalam kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ingat ahmadsahroni mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Ferry dalam kolom caption postingan terbarunya, yanh diikutip, Jumat (29/8/2025).

Ferry juga mengatakan tidak peduli seberapa powerfull, kaya, dan orang yang telah dipenjarakan Sahroni.

"Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik," tutupnya.

Ferry ingin dipertemukan dengan Sahroni baik di meja podcast maupun pengadilan
Fyi, gengs! Sebelumnya, Sahroni menyebut orang tolol sedunia kepada orang-orang yang meminta DPR bubar.

Masyarakat tidak bisa menerima pernyataan Sahroni yang dinilai telah menghina dan menginjak-injak harga diri rakyat Indonesia.

Apalagi baru-baru ini kemarahan rakyat memuncak gara-gara perilaku sejumlah anggota DPR yang tidak empati dengan situasi ekonomi rakyat.

Selain itu, warganet juga meyinggung sejumlah anggota DPR RI yang kerap menantangi rakyat seperti Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo dan Uya Kuya atau pemilik nama asli Surya Utama. 

Keduanya sempat mempelopori joget di gedung DPRD usai sidang paripurna, meski jadi sororan warga di media sosial, keduanya tak merasah bersalah, justru membuay konten yang seolah-olah nantangi rakyat.

Demo di Mapolres Karawang Berujung Ricuh, Polisi Terdesak oleh Padatnya Massa

Karawang | Versitnews.com– Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang pada Jumat (29/8) sore berujung ricuh setelah sempat berlangsung dalam kondisi tegang. Massa yang hadir dalam jumlah besar menuntut sejumlah hal kepada aparat kepolisian.

Awalnya, aksi berjalan dengan orasi dan penyampaian aspirasi di depan gerbang Mapolres. Namun, situasi mulai memanas ketika massa terus berdatangan dan membuat area depan kantor kepolisian tersebut semakin padat. Dorongan dari barisan depan massa menyebabkan pagar pembatas di sekitar Mapolres mengalami kerusakan.

Kondisi itu membuat aparat kepolisian yang berjaga terdesak. Situasi semakin tidak terkendali ketika sebagian peserta aksi mencoba masuk lebih dekat ke area dalam Mapolres. Melihat kondisi tersebut, aparat akhirnya mengambil langkah pembubaran paksa dengan menurunkan pasukan tambahan.

Ketegangan tidak dapat dihindari, dan terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat. Beberapa peserta aksi mengaku kecewa atas tindakan kepolisian yang dinilai berlebihan, sementara pihak kepolisian menyebut langkah itu terpaksa dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi. Situasi di sekitar Mapolres Karawang berangsur kondusif setelah aparat menambah pengamanan dan massa mulai membubarkan diri menjelang malam.
Karawang | Versitnews.com– Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang pada Jumat (29/8) sore berujung ricuh setelah sempat berlangsung dalam kondisi tegang. Massa yang hadir dalam jumlah besar menuntut sejumlah hal kepada aparat kepolisian.

Awalnya, aksi berjalan dengan orasi dan penyampaian aspirasi di depan gerbang Mapolres. Namun, situasi mulai memanas ketika massa terus berdatangan dan membuat area depan kantor kepolisian tersebut semakin padat. Dorongan dari barisan depan massa menyebabkan pagar pembatas di sekitar Mapolres mengalami kerusakan.

Kondisi itu membuat aparat kepolisian yang berjaga terdesak. Situasi semakin tidak terkendali ketika sebagian peserta aksi mencoba masuk lebih dekat ke area dalam Mapolres. Melihat kondisi tersebut, aparat akhirnya mengambil langkah pembubaran paksa dengan menurunkan pasukan tambahan.

Ketegangan tidak dapat dihindari, dan terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat. Beberapa peserta aksi mengaku kecewa atas tindakan kepolisian yang dinilai berlebihan, sementara pihak kepolisian menyebut langkah itu terpaksa dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi. Situasi di sekitar Mapolres Karawang berangsur kondusif setelah aparat menambah pengamanan dan massa mulai membubarkan diri menjelang malam.

Kantor Kecamatan Karawang Barat Gelar Pasar Murah Dalam Rangka Gerakan Pangan Murah (GPM)

Karawangbicara.com-Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional (GPMSN) telah di buka secara langsung oleh Camat Karawang Barat, Agus Somantri. 

‎Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Kecamatan Karawang Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di dua titik, yakni di halaman kantor Kecamatan Karawang Barat dan Kelurahan Nagasari, Sabtu, 30 Agustus, 2025
‎Gerakan Pangan Murah ini menyediakan paket beras murah sebanyak 5 kilogram per kantong dengan harga Rp57.000. Menurut Camat Karawang Barat, Agus Somantri, kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan langsung diserbu warga.
‎“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat luar biasa. Baru beberapa jam dimulai, satu ton beras sudah habis terdistribusi. Total kuota kami hari ini sebanyak 4 ton, yang dibagi dua titik — 3 ton di Kecamatan Karawang Barat dan 1 ton di Kelurahan Nagasari,” ujar Agus.
‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, khususnya di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Agus Somantri menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan. Tujuannya membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah serentak ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Dengan dukungan Bulog dan semua pihak, kita berharap masyarakat bisa terbantu,” ujar Agus Somantri.

‎Selain Gerakan Pangan Murah, dalam rangkaian HUT RI ke-80 ini juga digelar berbagai kegiatan lainnya. Di antaranya, bazar produk UMKM lokal yang dipusatkan di Kelurahan Karangpawitan, pengajian akbar mulai tanggal 4 September, serta lomba mancing yang akan berlangsung pada 6 September, dengan lokasi terbagi di dua titik — KW 8 dan Kepuh Kelapa Dua.
‎Camat Agus menambahkan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga dan mendukung geliat ekonomi lokal.
‎“Semoga semangat kemerdekaan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh warga Karawang Barat,” tambahnya
Warga diimbau untuk ikut serta dan memanfaatkan semua kegiatan yang telah disiapkan. “Mari sama-sama memeriahkan HUT Karawang ke-392, karena ini adalah hajatnya masyarakat Karawang,” pungkasnya.


‎penulis: Ferimaulana
Karawangbicara.com-Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional (GPMSN) telah di buka secara langsung oleh Camat Karawang Barat, Agus Somantri. 

‎Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Kecamatan Karawang Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di dua titik, yakni di halaman kantor Kecamatan Karawang Barat dan Kelurahan Nagasari, Sabtu, 30 Agustus, 2025
‎Gerakan Pangan Murah ini menyediakan paket beras murah sebanyak 5 kilogram per kantong dengan harga Rp57.000. Menurut Camat Karawang Barat, Agus Somantri, kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan langsung diserbu warga.
‎“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat luar biasa. Baru beberapa jam dimulai, satu ton beras sudah habis terdistribusi. Total kuota kami hari ini sebanyak 4 ton, yang dibagi dua titik — 3 ton di Kecamatan Karawang Barat dan 1 ton di Kelurahan Nagasari,” ujar Agus.
‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, khususnya di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Agus Somantri menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan. Tujuannya membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah serentak ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Dengan dukungan Bulog dan semua pihak, kita berharap masyarakat bisa terbantu,” ujar Agus Somantri.

‎Selain Gerakan Pangan Murah, dalam rangkaian HUT RI ke-80 ini juga digelar berbagai kegiatan lainnya. Di antaranya, bazar produk UMKM lokal yang dipusatkan di Kelurahan Karangpawitan, pengajian akbar mulai tanggal 4 September, serta lomba mancing yang akan berlangsung pada 6 September, dengan lokasi terbagi di dua titik — KW 8 dan Kepuh Kelapa Dua.
‎Camat Agus menambahkan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga dan mendukung geliat ekonomi lokal.
‎“Semoga semangat kemerdekaan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh warga Karawang Barat,” tambahnya
Warga diimbau untuk ikut serta dan memanfaatkan semua kegiatan yang telah disiapkan. “Mari sama-sama memeriahkan HUT Karawang ke-392, karena ini adalah hajatnya masyarakat Karawang,” pungkasnya.


‎penulis: Ferimaulana

Jumat, 29 Agustus 2025

Aksi Demo di Mapolres Karawang Ricuh, Pagar Jebol hingga Gas Air Mata Ditembakkan.


VERSITNEWS – Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang, Jawa Barat, Jumat 29 Agustus 2025 sore, berujung ricuh. Massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga driver ojek online memaksa masuk ke dalam area Mapolres hingga pagar jebol. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata.

Pantauan di lokasi, kericuhan pecah sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, massa datang sekitar pukul 14.30 WIB untuk menyuarakan protes terkait tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta, Kamis 28 Agustus 2024. Mereka juga menuntut kejelasan soal 49 pelajar yang sempat diamankan dalam aksi sebelumnya.

Situasi memanas ketika massa mulai melempar batu, bambu, hingga petasan ke arah aparat. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Beberapa demonstran langsung diamankan dan dibawa masuk ke Mapolres. Hingga pukul 16.19 WIB, kondisi masih tegang.

Meski sempat ada audiensi dengan pihak kepolisian, massa menegaskan tak akan membubarkan diri sebelum rekan-rekan mereka yang ditangkap dilepaskan. “Kami tidak akan bubar sebelum teman kami yang ditangkap dibebaskan,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Namun suasana kembali ricuh menjelang pukul 17.30 WIB. Lemparan batu dan petasan kembali mengarah ke polisi, meski orator sempat mengingatkan agar massa tidak terprovokasi karena ada perwakilan mereka yang sedang berdialog di dalam Mapolres.

Massa pun akhirnya membubarkan diri setelah pihak Kepolisian melepaskan semua yang ditangkap sebelumnya.

Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas untuk Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dalam aksi di Jakarta

Penulis:Ferimaulana 




VERSITNEWS – Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang, Jawa Barat, Jumat 29 Agustus 2025 sore, berujung ricuh. Massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga driver ojek online memaksa masuk ke dalam area Mapolres hingga pagar jebol. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata.

Pantauan di lokasi, kericuhan pecah sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, massa datang sekitar pukul 14.30 WIB untuk menyuarakan protes terkait tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta, Kamis 28 Agustus 2024. Mereka juga menuntut kejelasan soal 49 pelajar yang sempat diamankan dalam aksi sebelumnya.

Situasi memanas ketika massa mulai melempar batu, bambu, hingga petasan ke arah aparat. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Beberapa demonstran langsung diamankan dan dibawa masuk ke Mapolres. Hingga pukul 16.19 WIB, kondisi masih tegang.

Meski sempat ada audiensi dengan pihak kepolisian, massa menegaskan tak akan membubarkan diri sebelum rekan-rekan mereka yang ditangkap dilepaskan. “Kami tidak akan bubar sebelum teman kami yang ditangkap dibebaskan,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Namun suasana kembali ricuh menjelang pukul 17.30 WIB. Lemparan batu dan petasan kembali mengarah ke polisi, meski orator sempat mengingatkan agar massa tidak terprovokasi karena ada perwakilan mereka yang sedang berdialog di dalam Mapolres.

Massa pun akhirnya membubarkan diri setelah pihak Kepolisian melepaskan semua yang ditangkap sebelumnya.

Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas untuk Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dalam aksi di Jakarta

Penulis:Ferimaulana 



Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done