VERSITNEWS

Sabtu, 04 Oktober 2025

"Proyek Rp640 Juta Diduga Asal Urug", Aktivis Soroti Dugaan Pelanggaran Teknis di Jalan Siliwangi

Karawang – Proyek peningkatan Jalan Siliwangi di Kecamatan Karawang Barat kembali menyita perhatian publik. Pekerjaan yang dibiayai APBD Karawang Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp640 juta dan dikerjakan PT Semesta Loyal Pelita itu diduga kuat dilakukan secara serampangan dan melanggar prosedur teknis konstruksi.

Saat pengecekan lapangan, ditemukan aktivitas pengurugan tanah merah yang langsung ditimbun di atas rumput hidup tanpa pengupasan (stripping), pembersihan lahan (kosrekan), atau pemeriksaan kondisi dasar. Temuan ini dianggap janggal dan berpotensi merusak kualitas proyek sejak awal.


Akhmad Muslim dan Ade Balok, dua aktivis lokal pemerhati proyek, mengecam keras metode kerja tersebut.


“Rumput itu harusnya di kat dulu. Ada istilah stripping, ada kosrekan, ada pemeriksaan lapangan. Tapi kemarin tidak dilakukan oleh pihak pelaksana. Ini sudah tidak sesuai spek,” tegas Akhmad Muslim kepada awak media Versitnews, Jum'at (3/10/2025).


Tak hanya itu, mereka juga menemukan tidak adanya proses pemadatan setelah pengurugan. Tanah merah yang ditimbun sembarangan dikhawatirkan menimbulkan gelombang atau ambles saat pekerjaan dilanjutkan.


“Kalau pengurugan dilakukan tanpa padatkan dan tanpa bersihkan rumput, berarti di bawahnya itu LPB-nya rumput. Ini sudah salah secara teknis,” ujar Ade Balok.


“Ini proyek negara, anggarannya Rp640 juta dari pajak rakyat. Pengawasnya seharusnya standby dan menegur pemborong kalau ada yang melenceng dari gambar kerja dan spek,” kritik mereka.


Keduanya mendesak Dinas PUPR Karawang turun tangan sebelum kerusakan terjadi dan uang negara terbuang percuma.


“Pemborong boleh untung, tapi jangan abaikan kualitas. Kami minta PT pelaksana segera memperbaiki sesuai aturan kerja. Jangan sampai uang negara habis, hasilnya buruk,” ucap mereka.


Pekerjaan ini masih berjalan dan belum memasuki akhir kontrak yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, mulai 1 September hingga 30 Oktober 2025. Aktivis memperingatkan agar proyek APBD tak lagi dijalankan asal-asalan dan wajib diawasi ketat sejak awal pengerjaan.


Publik kini menunggu. Apakah Dinas PUPR akan bergerak cepat, atau membiarkan praktik “asal uruk, asal jadi” terus berulang dengan dalih sudah masuk anggaran?

Karawang – Proyek peningkatan Jalan Siliwangi di Kecamatan Karawang Barat kembali menyita perhatian publik. Pekerjaan yang dibiayai APBD Karawang Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp640 juta dan dikerjakan PT Semesta Loyal Pelita itu diduga kuat dilakukan secara serampangan dan melanggar prosedur teknis konstruksi.

Saat pengecekan lapangan, ditemukan aktivitas pengurugan tanah merah yang langsung ditimbun di atas rumput hidup tanpa pengupasan (stripping), pembersihan lahan (kosrekan), atau pemeriksaan kondisi dasar. Temuan ini dianggap janggal dan berpotensi merusak kualitas proyek sejak awal.


Akhmad Muslim dan Ade Balok, dua aktivis lokal pemerhati proyek, mengecam keras metode kerja tersebut.


“Rumput itu harusnya di kat dulu. Ada istilah stripping, ada kosrekan, ada pemeriksaan lapangan. Tapi kemarin tidak dilakukan oleh pihak pelaksana. Ini sudah tidak sesuai spek,” tegas Akhmad Muslim kepada awak media Versitnews, Jum'at (3/10/2025).


Tak hanya itu, mereka juga menemukan tidak adanya proses pemadatan setelah pengurugan. Tanah merah yang ditimbun sembarangan dikhawatirkan menimbulkan gelombang atau ambles saat pekerjaan dilanjutkan.


“Kalau pengurugan dilakukan tanpa padatkan dan tanpa bersihkan rumput, berarti di bawahnya itu LPB-nya rumput. Ini sudah salah secara teknis,” ujar Ade Balok.


“Ini proyek negara, anggarannya Rp640 juta dari pajak rakyat. Pengawasnya seharusnya standby dan menegur pemborong kalau ada yang melenceng dari gambar kerja dan spek,” kritik mereka.


Keduanya mendesak Dinas PUPR Karawang turun tangan sebelum kerusakan terjadi dan uang negara terbuang percuma.


“Pemborong boleh untung, tapi jangan abaikan kualitas. Kami minta PT pelaksana segera memperbaiki sesuai aturan kerja. Jangan sampai uang negara habis, hasilnya buruk,” ucap mereka.


Pekerjaan ini masih berjalan dan belum memasuki akhir kontrak yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, mulai 1 September hingga 30 Oktober 2025. Aktivis memperingatkan agar proyek APBD tak lagi dijalankan asal-asalan dan wajib diawasi ketat sejak awal pengerjaan.


Publik kini menunggu. Apakah Dinas PUPR akan bergerak cepat, atau membiarkan praktik “asal uruk, asal jadi” terus berulang dengan dalih sudah masuk anggaran?

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang: TNI Garda Terdepan yang Harus Tetap Humanis dan Profesional

Karawang | Versitnews.com- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum bagi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang, H.Ajang Supandi untuk menyampaikan pandangan sekaligus apresiasi terhadap kiprah TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Menurut H.Ajang, TNI bukan hanya berperan dalam pertahanan militer, tetapi juga memiliki kontribusi besar di bidang sosial dan kemanusiaan. Ia menyebut, TNI saat ini telah menunjukkan eksistensinya tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di kancah internasional.


"Kita patut bangga dengan peran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan dalam negeri, tetapi juga aktif dalam misi perdamaian dunia dan perjuangan kemerdekaan Palestina," ujar H.Ajang, Sabtu (4/10/2025).


Ia menjelaskan, kehadiran Babinsa (Bintara Pembina Desa) di setiap wilayah menjadi wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Peran mereka dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik sosial di tingkat desa dinilai sangat penting bagi stabilitas nasional.


H.Ajang juga mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus senantiasa berada di tengah rakyat. “TNI tumbuh bersama rakyat, sehingga semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga hingga ke tingkat RT,” kata H.Ajang.


Dalam menghadapi era modern, H.Ajang menilai peningkatan profesionalisme dan reformasi internal menjadi kebutuhan mendesak bagi TNI. Ia berharap pembaruan Undang-Undang TNI dapat memperkuat integritas dan kinerja prajurit di semua matra.


Selain itu, H.Ajang menilai modernisasi alutsista, digitalisasi sistem pertahanan, serta reformasi proses rekrutmen merupakan langkah strategis agar TNI semakin tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


"Harapan saya, TNI tetap menjadi institusi yang dekat dengan rakyat, bekerja dengan hati, dan berjiwa patriotik," tambahnya.


Politisi asal Karawang itu juga mengapresiasi langkah TNI yang turut menjaga keamanan objek vital bersama Polri. Ia mendorong agar sinergi tersebut diperluas melalui program seperti Gerakan Tani TNI, yang terbukti membantu memperkuat ketahanan pangan nasional.


Tak hanya di bidang pertahanan, H.Ajang juga menyoroti kiprah sosial TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini dinilainya menjadi contoh nyata kedekatan TNI dengan masyarakat, terutama dalam pembangunan rumah bagi warga kurang mampu.


Ia juga menilai pendekatan humanis yang dilakukan TNI dalam pengamanan kegiatan masyarakat sebagai bentuk transformasi positif menuju TNI yang lebih mengayomi.


Sebagai wakil rakyat, Ajang menegaskan bahwa dukungan terbaik bagi TNI adalah memastikan lembaga tersebut selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Ia juga berharap TNI lebih bijak dalam menangani persoalan seperti sengketa lahan agar tetap menjadi pelindung masyarakat.


“TNI harus selalu mengikuti kehendak rakyat dan menjunjung tinggi nilai keadilan dalam setiap tindakan pengamanan di dalam negeri,” tutup H.Ajang.

Karawang | Versitnews.com- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum bagi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang, H.Ajang Supandi untuk menyampaikan pandangan sekaligus apresiasi terhadap kiprah TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Menurut H.Ajang, TNI bukan hanya berperan dalam pertahanan militer, tetapi juga memiliki kontribusi besar di bidang sosial dan kemanusiaan. Ia menyebut, TNI saat ini telah menunjukkan eksistensinya tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di kancah internasional.


"Kita patut bangga dengan peran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan dalam negeri, tetapi juga aktif dalam misi perdamaian dunia dan perjuangan kemerdekaan Palestina," ujar H.Ajang, Sabtu (4/10/2025).


Ia menjelaskan, kehadiran Babinsa (Bintara Pembina Desa) di setiap wilayah menjadi wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Peran mereka dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik sosial di tingkat desa dinilai sangat penting bagi stabilitas nasional.


H.Ajang juga mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus senantiasa berada di tengah rakyat. “TNI tumbuh bersama rakyat, sehingga semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga hingga ke tingkat RT,” kata H.Ajang.


Dalam menghadapi era modern, H.Ajang menilai peningkatan profesionalisme dan reformasi internal menjadi kebutuhan mendesak bagi TNI. Ia berharap pembaruan Undang-Undang TNI dapat memperkuat integritas dan kinerja prajurit di semua matra.


Selain itu, H.Ajang menilai modernisasi alutsista, digitalisasi sistem pertahanan, serta reformasi proses rekrutmen merupakan langkah strategis agar TNI semakin tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


"Harapan saya, TNI tetap menjadi institusi yang dekat dengan rakyat, bekerja dengan hati, dan berjiwa patriotik," tambahnya.


Politisi asal Karawang itu juga mengapresiasi langkah TNI yang turut menjaga keamanan objek vital bersama Polri. Ia mendorong agar sinergi tersebut diperluas melalui program seperti Gerakan Tani TNI, yang terbukti membantu memperkuat ketahanan pangan nasional.


Tak hanya di bidang pertahanan, H.Ajang juga menyoroti kiprah sosial TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini dinilainya menjadi contoh nyata kedekatan TNI dengan masyarakat, terutama dalam pembangunan rumah bagi warga kurang mampu.


Ia juga menilai pendekatan humanis yang dilakukan TNI dalam pengamanan kegiatan masyarakat sebagai bentuk transformasi positif menuju TNI yang lebih mengayomi.


Sebagai wakil rakyat, Ajang menegaskan bahwa dukungan terbaik bagi TNI adalah memastikan lembaga tersebut selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Ia juga berharap TNI lebih bijak dalam menangani persoalan seperti sengketa lahan agar tetap menjadi pelindung masyarakat.


“TNI harus selalu mengikuti kehendak rakyat dan menjunjung tinggi nilai keadilan dalam setiap tindakan pengamanan di dalam negeri,” tutup H.Ajang.

Redaksi "Versitnews.com Ucapkan Selamat HUT TNI ke-80: "TNI Patriot NKRI Sejati"

Karawang,- Pimred Media Versitnews, Kang Ferimaulana menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 yang diperingati pada 5 Oktober 2025.

"Ferimaulana memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Atas nama pribadi dan Pimpinan Redaksi serta Staff dan Wartawan Media Versitnews saya mengucapkan selamat HUT TNI ke-80. TNI adalah kebanggaan bangsa, patriot sejati yang selalu hadir melindungi rakyat, menjaga persatuan, dan mengawal kedaulatan negara," Tegas Feri

la juga menekankan bahwa sinergi antara Insan Pers dengan TNI menjadi hal penting dalam membangun stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan, tetapi juga melalui kerja nyata dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

"Semoga di usia ke-80 ini, TNI semakin profesional, modern, dan dicintai rakyat. Kami percaya TNI akan terus menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan bangsa dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera," tambahnya.

Peringatan HUT TNI ke-80 tahun ini mengusung semangat pengabdian tanpa batas, sejalan dengan tekad TNI yang selalu setia pada amanat rakyat, bangsa, dan negara,"pungkas Kang Feri.


(Red)
Karawang,- Pimred Media Versitnews, Kang Ferimaulana menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 yang diperingati pada 5 Oktober 2025.

"Ferimaulana memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Atas nama pribadi dan Pimpinan Redaksi serta Staff dan Wartawan Media Versitnews saya mengucapkan selamat HUT TNI ke-80. TNI adalah kebanggaan bangsa, patriot sejati yang selalu hadir melindungi rakyat, menjaga persatuan, dan mengawal kedaulatan negara," Tegas Feri

la juga menekankan bahwa sinergi antara Insan Pers dengan TNI menjadi hal penting dalam membangun stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan, tetapi juga melalui kerja nyata dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

"Semoga di usia ke-80 ini, TNI semakin profesional, modern, dan dicintai rakyat. Kami percaya TNI akan terus menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan bangsa dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera," tambahnya.

Peringatan HUT TNI ke-80 tahun ini mengusung semangat pengabdian tanpa batas, sejalan dengan tekad TNI yang selalu setia pada amanat rakyat, bangsa, dan negara,"pungkas Kang Feri.


(Red)

Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia HAPMI Gelar Festival Pop Singer di Kabupaten Karawang Oktober 2025

KARAWANG | Versitnew.com- Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Karawang kembali mengirimkan putra putri terbaik dalam Festival Pop Singer HAPMI tingkat Provinsi Jawa Barat yang di gelar di gedung Husni Hamid Komplek Pemda Karawang, Sabtu 04/10/205

Acara ini sejatinya adalah acara PP Jawa Barat (Dewan Pimpinan Pusat Jawa Barat), dengan Karawang bertindak sebagai panitia/tuan rumah.

Sebagai tuan rumah, target utama adalah yang pertama kali menyelenggarakan acara PP Jawa Barat ini.

Acara ini Diselenggarakan selama dua hari
Hari pertama: Babak penyisihan, diikuti oleh 140 peserta.

 Hari kedua (Besok): Babak final, diikuti oleh 30 peserta (dari 143 total peserta).

Diikuti oleh perwakilan dari 18 kota atau kabupaten di Jawa Barat yang sudah mempunyai DPC BPJ (Badan Pelaksana Juri) di wilayahnya. Kota/kabupaten tersebut sebelumnya telah mengadakan festival di daerah masing-masing dan mengirimkan perwakilan (satu atau dua orang) ke Karawang.
Kategori Perlombaan (5 Kategori)
Remaja Putri, Dewasa Putri,Dewasa Putra
Tembang Kenangan Putra,Tembang Kenangan Wanita,140 peserta dibagi ke dalam 5 kategori

Ketua DPC HAPMI Kabupaten Karawang H.Achmat Djohansyah, menyampaikan pada tahun 2023 ada sebanyak 10 peserta dari 5 kategori yang akan mewakili Kabupaten Karawang di tingkat Provinsi Jawa Barat.

la menjelaskan kategori ini mulai dari remaja puteri, dewasa wanita, dewasa pria, tembang kenangan wanita, tembang kenangan pria.

"Alhamdulillah tahun ini kami berhasil mengirimkan perwakilan dari Kabupaten Karawang lagi sebanyak 10 orang. Mereka juga sudah melakukan gladi resik terakhir sebelum perlombaan," ujarnya, Sabtu (4/10/2025)

la memaparkan seluruh peserta telah melakukan latihan selama enam Minggu."Target utamanya untuk tahun ini justru ingin menjadi Juara Umum yang tahun lalu direbut oleh DPC HAPMI Kota Bandung. Minimal mereka harus mampu mempertahankan prestasi yang sudah berhasil di raih tahun kemarin," tambahnya.

Ketua DPC HAPMI Kabupaten Karawang, H.Achmad Djohansyah, memaparkan untuk seluruh peserta mempersiapkan mental. Hal ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak percaya diri saat di panggung.

"Secara khusus kami sudah berikan motivator untuk mempersiapkan mental bertanding mereka karena mental juga sangat penting saat penampilan di atas panggung," ungkapnya.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, Jaeni menyampaikan festival tersebut menjadi salah satu tempat bagi putra putri Karawang untuk menampilkan bakat yang telah di miliki. la mempunyai harapan agar saat memperoleh juara akan di ikut sertakan dalam kegiatan yang pemerintah daerah adakan.

"Ini merupakan salah satu upaya kolaborasi antara beberapa pelaku ekonomi kreatif dengan adanya Sub Sektor seni musik ini teman-teman bisa menampilkan bakat yang terpendam. Adanya penyelenggaran lomba Pop Singer di tingkat Jawa Barat, mudah-mudahan mereka dapat memberikan hasil yang terbaik karena mereka sudah di latih cukup lama dari awal tahun," jelasnya.

Peserta kategori tembang kenangan pria mengungkapkan telah mempunyai persiapan yang cukup matang untuk perlombaan tersebut. la menyampaikan telah menekuni bidang menyanyi sejak usia 9 tahun. la mempunyai harapan agar pemerintah dapat melibatkan HAPMI dalam setiap kegiatan yang diadakan.

"Alhamdulillah kita bisa hadir terus saat latihan banyak masukan dari pelatih untuk vokal kami dan posisi penampilan juga sudah di ajarkan juga. Persiapan sudah sangat matang. Saya menyanyi dari usia 9 tahun, penghargaan sudah cukup banyak tapi untuk di Karawang saya baru ikut festival di tahun 2002. Ini pengalaman pertama saya di tingkat provinsi karena terkendala dengan pekerjaan," pungkasnya.

Festival Pop Singer HAPMI Jawa Barat adalah sebuah acara yang diadakan untuk mempromosikan dan mengembangkan bakat musik pop di Jawa Barat. HAPMI (Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia) adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para artis dan musisi di Indonesia.

Festival ini biasanya diadakan setiap tahun dan diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tujuan dari festival ini adalah untuk mencari bakat-bakat baru di bidang musik pop dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di panggung yang lebih besar.

Dalam festival ini, para peserta akan bersaing dalam beberapa kategori, seperti solo, duet, dan grup. Mereka akan menampilkan lagu-lagu pop yang mereka pilih sendiri dan dinilai oleh juri yang terdiri dari para profesional di bidang musik.

Festival Pop Singer HAPMI Jawa Barat juga seringkali diiringi dengan penampilan dari para artis dan musisi terkenal, serta kegiatan lain seperti workshop dan seminar musik. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang yang bermanfaat bagi para peserta dan juga masyarakat Jawa Barat dalam mengembangkan minat dan bakat di bidang musik.

(Red)
KARAWANG | Versitnew.com- Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Karawang kembali mengirimkan putra putri terbaik dalam Festival Pop Singer HAPMI tingkat Provinsi Jawa Barat yang di gelar di gedung Husni Hamid Komplek Pemda Karawang, Sabtu 04/10/205

Acara ini sejatinya adalah acara PP Jawa Barat (Dewan Pimpinan Pusat Jawa Barat), dengan Karawang bertindak sebagai panitia/tuan rumah.

Sebagai tuan rumah, target utama adalah yang pertama kali menyelenggarakan acara PP Jawa Barat ini.

Acara ini Diselenggarakan selama dua hari
Hari pertama: Babak penyisihan, diikuti oleh 140 peserta.

 Hari kedua (Besok): Babak final, diikuti oleh 30 peserta (dari 143 total peserta).

Diikuti oleh perwakilan dari 18 kota atau kabupaten di Jawa Barat yang sudah mempunyai DPC BPJ (Badan Pelaksana Juri) di wilayahnya. Kota/kabupaten tersebut sebelumnya telah mengadakan festival di daerah masing-masing dan mengirimkan perwakilan (satu atau dua orang) ke Karawang.
Kategori Perlombaan (5 Kategori)
Remaja Putri, Dewasa Putri,Dewasa Putra
Tembang Kenangan Putra,Tembang Kenangan Wanita,140 peserta dibagi ke dalam 5 kategori

Ketua DPC HAPMI Kabupaten Karawang H.Achmat Djohansyah, menyampaikan pada tahun 2023 ada sebanyak 10 peserta dari 5 kategori yang akan mewakili Kabupaten Karawang di tingkat Provinsi Jawa Barat.

la menjelaskan kategori ini mulai dari remaja puteri, dewasa wanita, dewasa pria, tembang kenangan wanita, tembang kenangan pria.

"Alhamdulillah tahun ini kami berhasil mengirimkan perwakilan dari Kabupaten Karawang lagi sebanyak 10 orang. Mereka juga sudah melakukan gladi resik terakhir sebelum perlombaan," ujarnya, Sabtu (4/10/2025)

la memaparkan seluruh peserta telah melakukan latihan selama enam Minggu."Target utamanya untuk tahun ini justru ingin menjadi Juara Umum yang tahun lalu direbut oleh DPC HAPMI Kota Bandung. Minimal mereka harus mampu mempertahankan prestasi yang sudah berhasil di raih tahun kemarin," tambahnya.

Ketua DPC HAPMI Kabupaten Karawang, H.Achmad Djohansyah, memaparkan untuk seluruh peserta mempersiapkan mental. Hal ini bertujuan untuk mengatasi rasa tidak percaya diri saat di panggung.

"Secara khusus kami sudah berikan motivator untuk mempersiapkan mental bertanding mereka karena mental juga sangat penting saat penampilan di atas panggung," ungkapnya.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang, Jaeni menyampaikan festival tersebut menjadi salah satu tempat bagi putra putri Karawang untuk menampilkan bakat yang telah di miliki. la mempunyai harapan agar saat memperoleh juara akan di ikut sertakan dalam kegiatan yang pemerintah daerah adakan.

"Ini merupakan salah satu upaya kolaborasi antara beberapa pelaku ekonomi kreatif dengan adanya Sub Sektor seni musik ini teman-teman bisa menampilkan bakat yang terpendam. Adanya penyelenggaran lomba Pop Singer di tingkat Jawa Barat, mudah-mudahan mereka dapat memberikan hasil yang terbaik karena mereka sudah di latih cukup lama dari awal tahun," jelasnya.

Peserta kategori tembang kenangan pria mengungkapkan telah mempunyai persiapan yang cukup matang untuk perlombaan tersebut. la menyampaikan telah menekuni bidang menyanyi sejak usia 9 tahun. la mempunyai harapan agar pemerintah dapat melibatkan HAPMI dalam setiap kegiatan yang diadakan.

"Alhamdulillah kita bisa hadir terus saat latihan banyak masukan dari pelatih untuk vokal kami dan posisi penampilan juga sudah di ajarkan juga. Persiapan sudah sangat matang. Saya menyanyi dari usia 9 tahun, penghargaan sudah cukup banyak tapi untuk di Karawang saya baru ikut festival di tahun 2002. Ini pengalaman pertama saya di tingkat provinsi karena terkendala dengan pekerjaan," pungkasnya.

Festival Pop Singer HAPMI Jawa Barat adalah sebuah acara yang diadakan untuk mempromosikan dan mengembangkan bakat musik pop di Jawa Barat. HAPMI (Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia) adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para artis dan musisi di Indonesia.

Festival ini biasanya diadakan setiap tahun dan diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tujuan dari festival ini adalah untuk mencari bakat-bakat baru di bidang musik pop dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di panggung yang lebih besar.

Dalam festival ini, para peserta akan bersaing dalam beberapa kategori, seperti solo, duet, dan grup. Mereka akan menampilkan lagu-lagu pop yang mereka pilih sendiri dan dinilai oleh juri yang terdiri dari para profesional di bidang musik.

Festival Pop Singer HAPMI Jawa Barat juga seringkali diiringi dengan penampilan dari para artis dan musisi terkenal, serta kegiatan lain seperti workshop dan seminar musik. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang yang bermanfaat bagi para peserta dan juga masyarakat Jawa Barat dalam mengembangkan minat dan bakat di bidang musik.

(Red)

Jumat, 03 Oktober 2025

"Pansus Pertambangan"Kunjungan Lapangan Studi Kasus PT Vanesha Terkait Pergeseran Tanah Galian yang Diperjualbelikan.

Karawangbicara.com-Kunjungan lapangan Pansus Pertambangan DPRD Provinsi Jawa Barat ke PT Vanesha pada 3 Oktober 2025 berkaitan erat dengan polemik yang tengah disoroti publik mengenai aktivitas perusahaan tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPRD Provinsi Jawa Barat untuk memantau dan mengawasi aktivitas pertambangan (atau yang terkait dengan galian tanah) di wilayahnya, khususnya mengenai isu pergeseran tanah galian yang diperjualbelikan.
Aktivitas Galian di Lahan HGU: PT VSM disebut melakukan pengangkutan dan penjualan hasil tanah urug dari lahan milik PT Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) di kawasan Karawang New Industry City (KNIC), yang status lahannya adalah Hak Guna Usaha (HGU) dan bukan diperuntukkan untuk pertambangan, meskipun perusahaan mengklaim memiliki Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB).

Perusahaan ini tercatat menunggak Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) hingga miliaran rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, yang kemudian dilakukan penagihan.

Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Jawa Barat yang juga anggota Pansus Raperda Pertambangan, Pipik Taupik Ismail, memimpin langsung studi banding yang bertempat di Kantor PT Vanesa Sukma Mandiri Galuh Mas, Telukjambe, dengan didampingi oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari titik terang dan pemahaman bersama antara PT Vanesa dan Pemkab Karawang mengenai regulasi pertambangan, meskipun proyek yang dimaksud adalah ‘cut and fill’ dan bukan pertambangan.

Taupik Ismail menegaskan bahwa proyek PT Vanesa memang bukan kategori pertambangan.

Namun, ia menyoroti bahwa ketika ada nilai ekonomis dari tanah sisa (disposal) hasil ‘cut and fill’ yang diperjualbelikan, maka regulasi mengharuskan adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP). Inilah yang menjadi pangkal perseteruan dan perdebatan antara kedua belah pihak.

Menyikapi hal tersebut, lanjutnya, DPRD Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menjadi mediator keduanya,“Kami akan coba mediasi, dan kedua belah pihak telah ada kemauan untuk bertemu,” ujar Taupik,

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya semua aturan memiliki kesamaan, dan perdebatan yang terjadi memerlukan kajian bersama untuk menemukan titik temu serta solusi yang konstruktif ke depan.

Taupik menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Karawang hanya sedang berupaya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas yang memiliki nilai ekonomis, termasuk ‘cut and fill’ ini, yang jelas diatur oleh hukum.

Di sisi lain, PT Vanesa, meskipun bukan perusahaan pertambangan, tetap memiliki nilai ekonomis dari aktivitasnya.

“Tugas kami adalah membantu mencarikan solusi sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ucap Pipik.

Ia menegaskan peran DPRD adalah menjembatani kepentingan kedua belah pihak demi terciptanya kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif.


(Red)

Karawangbicara.com-Kunjungan lapangan Pansus Pertambangan DPRD Provinsi Jawa Barat ke PT Vanesha pada 3 Oktober 2025 berkaitan erat dengan polemik yang tengah disoroti publik mengenai aktivitas perusahaan tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPRD Provinsi Jawa Barat untuk memantau dan mengawasi aktivitas pertambangan (atau yang terkait dengan galian tanah) di wilayahnya, khususnya mengenai isu pergeseran tanah galian yang diperjualbelikan.
Aktivitas Galian di Lahan HGU: PT VSM disebut melakukan pengangkutan dan penjualan hasil tanah urug dari lahan milik PT Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) di kawasan Karawang New Industry City (KNIC), yang status lahannya adalah Hak Guna Usaha (HGU) dan bukan diperuntukkan untuk pertambangan, meskipun perusahaan mengklaim memiliki Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB).

Perusahaan ini tercatat menunggak Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) hingga miliaran rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, yang kemudian dilakukan penagihan.

Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Jawa Barat yang juga anggota Pansus Raperda Pertambangan, Pipik Taupik Ismail, memimpin langsung studi banding yang bertempat di Kantor PT Vanesa Sukma Mandiri Galuh Mas, Telukjambe, dengan didampingi oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari titik terang dan pemahaman bersama antara PT Vanesa dan Pemkab Karawang mengenai regulasi pertambangan, meskipun proyek yang dimaksud adalah ‘cut and fill’ dan bukan pertambangan.

Taupik Ismail menegaskan bahwa proyek PT Vanesa memang bukan kategori pertambangan.

Namun, ia menyoroti bahwa ketika ada nilai ekonomis dari tanah sisa (disposal) hasil ‘cut and fill’ yang diperjualbelikan, maka regulasi mengharuskan adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP). Inilah yang menjadi pangkal perseteruan dan perdebatan antara kedua belah pihak.

Menyikapi hal tersebut, lanjutnya, DPRD Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menjadi mediator keduanya,“Kami akan coba mediasi, dan kedua belah pihak telah ada kemauan untuk bertemu,” ujar Taupik,

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya semua aturan memiliki kesamaan, dan perdebatan yang terjadi memerlukan kajian bersama untuk menemukan titik temu serta solusi yang konstruktif ke depan.

Taupik menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Karawang hanya sedang berupaya menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas yang memiliki nilai ekonomis, termasuk ‘cut and fill’ ini, yang jelas diatur oleh hukum.

Di sisi lain, PT Vanesa, meskipun bukan perusahaan pertambangan, tetap memiliki nilai ekonomis dari aktivitasnya.

“Tugas kami adalah membantu mencarikan solusi sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ucap Pipik.

Ia menegaskan peran DPRD adalah menjembatani kepentingan kedua belah pihak demi terciptanya kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif.


(Red)

Petani Karawang Geruduk DPRD, Keluhkan SP36 Hilang, Pengairan Amburadul, dan Dampak Pertamina

Karawang, Versitnews.com-Pada Jumat, 3 Oktober 2025, puluhan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang berkumpul di Gedung DPRD setempat untuk menyuarakan berbagai masalah yang mereka hadapi. Berikut adalah ringkasan dari isu-isu yang diangkat dalam aksi tersebut:

Masalah Utama yang Dihadapi Petani

1. Merosotnya Sektor Pertanian, Petani mengeluhkan penurunan produktivitas akibat penghentian distribusi pupuk SP36 sejak 2022. Hasil panen yang biasanya mencapai 8 ton per hektare kini hanya sekitar 3-4 ton.

2. Biaya Tambahan untuk Obat Tanaman, Petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli obat-obatan penyakit tanaman, yang semakin membebani mereka.

3. Pengelolaan Irigasi yang Buruk,vSistem pengairan yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan kesulitan dalam bertani. Banyak lahan pertanian kini dikuasai oleh pihak luar daerah.

4. Dampak Negatif dari Aktivitas Pertamina
Proyek dan sumur minyak Pertamina dianggap tidak memberikan manfaat bagi warga lokal. Sebaliknya, keberadaan mereka justru menimbulkan masalah baru, seperti penyakit.

Pertemuan dengan Anggota DPRD, Para petani mendesak anggota DPRD, terutama dari Komisi II, untuk segera menemui mereka dan mendengarkan keluhan serta mencari solusi.

Nata Permana Selaku Masyarakat Tani Karawang, menghadapi situasi yang sangat sulit dan menantang sebagai seorang petani di Sukajaya. Mendengar tentang kenaikan pajak, harga obat yang mahal, dan yang paling utama, masalah air yang parah sungguh memprihatinkan,"Keluhnya.

Kesulitan Petani Saat Ini, Susahnya air yang, di mana di daerah Ranggon ke selatan bisa panen tiga kali setahun, sementara di tempat kami hanya bisa dua kali dan harus susah payah menunggu dan bahkan mengompa air setiap tiga hari sekali, adanya ketidakmerataan sumber daya dan manajemen irigasi yang buruk. Apalagi saat kami menyebutkan daerah Kandayakan yang baru mau menyebar benih, itu menunjukkan musim tanam yang semakin tidak menentu dan sulit diprediksi,"ujar nata

Di tambah lagi dengan adanya Kenaikan pajak dan harga obat/pupuk yang tinggi, membuat biaya produksi melonjak, Beban alam/infrastruktur Ketersediaan air yang tidak menentu dan kesulitan dalam irigasi.
Wajar sekali jika kami merasa capek dan frustrasi dengan keadaan ini. Perubahan pola tanam yang dulu teratur (musim nyawah ke-1, ke-2, dan ke-3) menjadi tidak karuan adalah pukulan besar bagi petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen,"ucap Nata

Meskipun solusi jangka panjang untuk masalah air harus datang dari pemerintah daerah (terkait irigasi dan manajemen sumber daya air), mungkin ada beberapa hal yang bisa di pertimbangkan untuk meringankan beban atau mencari solusi lokal.

kelompok tani (Poktan) di daerah kami Bersama-sama membuka suara dan tuntutan kami mengenai irigasi, harga obat/pupuk, dan pajak akan lebih didengar oleh pemerintah desa/kecamatan dan dinas terkait,"Pungkas Nata

Sampaikan data konkret mengenai perbedaan panen (3x vs. 2x) dan kesulitan air yang harus mengandalkan pompa. Hal ini penting untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur irigasi atau meminta bantuan sumur dangkal/pompa air komunal.

Semoga kondisi di Sukajaya segera membaik dan ada solusi konkret untuk masalah air yang Anda hadapi. Perjuangan dan kerja keras Anda sebagai petani sangatlah mulia dan penting.

Perbaikan dalam Distribusi Pupuk dan Irigasi
Mereka meminta perhatian serius terhadap masalah pupuk dan pengelolaan irigasi yang selama ini diabaikan.

Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan petani terhadap kondisi yang mereka hadapi dan harapan akan adanya perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah. Hingga akhir aksi, para petani masih menunggu kehadiran anggota DPRD untuk berdialog dan mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Karawang, Versitnews.com-Pada Jumat, 3 Oktober 2025, puluhan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Karawang berkumpul di Gedung DPRD setempat untuk menyuarakan berbagai masalah yang mereka hadapi. Berikut adalah ringkasan dari isu-isu yang diangkat dalam aksi tersebut:

Masalah Utama yang Dihadapi Petani

1. Merosotnya Sektor Pertanian, Petani mengeluhkan penurunan produktivitas akibat penghentian distribusi pupuk SP36 sejak 2022. Hasil panen yang biasanya mencapai 8 ton per hektare kini hanya sekitar 3-4 ton.

2. Biaya Tambahan untuk Obat Tanaman, Petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli obat-obatan penyakit tanaman, yang semakin membebani mereka.

3. Pengelolaan Irigasi yang Buruk,vSistem pengairan yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan kesulitan dalam bertani. Banyak lahan pertanian kini dikuasai oleh pihak luar daerah.

4. Dampak Negatif dari Aktivitas Pertamina
Proyek dan sumur minyak Pertamina dianggap tidak memberikan manfaat bagi warga lokal. Sebaliknya, keberadaan mereka justru menimbulkan masalah baru, seperti penyakit.

Pertemuan dengan Anggota DPRD, Para petani mendesak anggota DPRD, terutama dari Komisi II, untuk segera menemui mereka dan mendengarkan keluhan serta mencari solusi.

Nata Permana Selaku Masyarakat Tani Karawang, menghadapi situasi yang sangat sulit dan menantang sebagai seorang petani di Sukajaya. Mendengar tentang kenaikan pajak, harga obat yang mahal, dan yang paling utama, masalah air yang parah sungguh memprihatinkan,"Keluhnya.

Kesulitan Petani Saat Ini, Susahnya air yang, di mana di daerah Ranggon ke selatan bisa panen tiga kali setahun, sementara di tempat kami hanya bisa dua kali dan harus susah payah menunggu dan bahkan mengompa air setiap tiga hari sekali, adanya ketidakmerataan sumber daya dan manajemen irigasi yang buruk. Apalagi saat kami menyebutkan daerah Kandayakan yang baru mau menyebar benih, itu menunjukkan musim tanam yang semakin tidak menentu dan sulit diprediksi,"ujar nata

Di tambah lagi dengan adanya Kenaikan pajak dan harga obat/pupuk yang tinggi, membuat biaya produksi melonjak, Beban alam/infrastruktur Ketersediaan air yang tidak menentu dan kesulitan dalam irigasi.
Wajar sekali jika kami merasa capek dan frustrasi dengan keadaan ini. Perubahan pola tanam yang dulu teratur (musim nyawah ke-1, ke-2, dan ke-3) menjadi tidak karuan adalah pukulan besar bagi petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen,"ucap Nata

Meskipun solusi jangka panjang untuk masalah air harus datang dari pemerintah daerah (terkait irigasi dan manajemen sumber daya air), mungkin ada beberapa hal yang bisa di pertimbangkan untuk meringankan beban atau mencari solusi lokal.

kelompok tani (Poktan) di daerah kami Bersama-sama membuka suara dan tuntutan kami mengenai irigasi, harga obat/pupuk, dan pajak akan lebih didengar oleh pemerintah desa/kecamatan dan dinas terkait,"Pungkas Nata

Sampaikan data konkret mengenai perbedaan panen (3x vs. 2x) dan kesulitan air yang harus mengandalkan pompa. Hal ini penting untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur irigasi atau meminta bantuan sumur dangkal/pompa air komunal.

Semoga kondisi di Sukajaya segera membaik dan ada solusi konkret untuk masalah air yang Anda hadapi. Perjuangan dan kerja keras Anda sebagai petani sangatlah mulia dan penting.

Perbaikan dalam Distribusi Pupuk dan Irigasi
Mereka meminta perhatian serius terhadap masalah pupuk dan pengelolaan irigasi yang selama ini diabaikan.

Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan petani terhadap kondisi yang mereka hadapi dan harapan akan adanya perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah. Hingga akhir aksi, para petani masih menunggu kehadiran anggota DPRD untuk berdialog dan mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Kamis, 02 Oktober 2025

Kemacetan Lalu Lintas di Kabupaten Karawang, Dishub Karawang Angkat Bicara.

Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Karawang, terutama di sekitar sekolah-sekolah yang terletak di jalur utama, merupakan masalah klasik yang terus berulang. Fenomena ini sering terjadi pada jam masuk dan pulang sekolah, menambah kepadatan di beberapa ruas jalan utama.

Yunus Kusriwanto, Kasi Angkutan Dalam Trayek, Tidak Dalam Trayek, dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, menjelaskan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari pola aktivitas masyarakat. 

"Pagi Hari":Banyak kendaraan orang tua yang menurunkan anak sekolah, sering kali berhenti sejenak di pinggir jalan, yang menyebabkan hambatan.

"Sore Hari":Kendaraan penjemput dan angkutan umum yang ngetem menunggu siswa juga sering memicu kemacetan.

Berdasarkan data dari Dishub, beberapa titik sekolah yang kerap menimbulkan kemacetan di Karawang antara lain:

- Yayasan Sapin Dar El Falah (Niaga)
- SDN Karawang Kulon II Kertabumi
- SMAN 5 Karawang
- SMAN 1 Karawang
- SMAN 4 Karawang
- MI Al Ahliyah Bakanmaja (Cikampek)
- MTS Ahliyah Bakanmaja (Cikampek)

Sekolah-sekolah ini terletak di jalan kabupaten maupun jalur utama yang padat aktivitas.

Yunus mencatat bahwa pola kepadatan lalu lintas juga mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya kemacetan terasa pada pukul 06.30, kini lebih terasa setelah pukul 07.00. 

06.30, Arus didominasi pengantar anak sekolah

07.00, Arus pekerja pabrik mulai masuk

07.30, ASN mulai berangkat

08.00, Kembali arus pekerja

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, Dishub Karawang menurunkan petugas di sejumlah titik rawan, dengan fokus pada:

Pengaturan Lalu Lintas Petugas ditempatkan sejak pagi untuk membantu pengaturan lalu lintas dan penyeberangan siswa di depan sekolah.

Keselamatan Anak Anggota Dishub berjaga di beberapa sekolah, terutama di jalur kabupaten dan nasional.

Yunus menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengurangi kepadatan, seperti, Sekolah sebaiknya menyediakan area tunggu atau parkir bagi orang tua, sehingga tidak parkir di badan jalan.

Dishub mendorong pemasangan rambu lalu lintas dan fasilitas penyeberangan di sekitar sekolah, yang merupakan kewenangan pemerintah daerah dan pusat.

Yunus menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menekan potensi kemacetan. 

"Kita di Dishub terus berupaya, tapi jika hanya mengandalkan petugas di lapangan tidak cukup. Kesadaran bersama dari pengemudi angkot, orang tua siswa, dan pihak sekolah harus ditingkatkan agar lalu lintas di Karawang lebih tertib dan lancar," pungkasnya.
Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Karawang, terutama di sekitar sekolah-sekolah yang terletak di jalur utama, merupakan masalah klasik yang terus berulang. Fenomena ini sering terjadi pada jam masuk dan pulang sekolah, menambah kepadatan di beberapa ruas jalan utama.

Yunus Kusriwanto, Kasi Angkutan Dalam Trayek, Tidak Dalam Trayek, dan Angkutan Barang Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, menjelaskan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari pola aktivitas masyarakat. 

"Pagi Hari":Banyak kendaraan orang tua yang menurunkan anak sekolah, sering kali berhenti sejenak di pinggir jalan, yang menyebabkan hambatan.

"Sore Hari":Kendaraan penjemput dan angkutan umum yang ngetem menunggu siswa juga sering memicu kemacetan.

Berdasarkan data dari Dishub, beberapa titik sekolah yang kerap menimbulkan kemacetan di Karawang antara lain:

- Yayasan Sapin Dar El Falah (Niaga)
- SDN Karawang Kulon II Kertabumi
- SMAN 5 Karawang
- SMAN 1 Karawang
- SMAN 4 Karawang
- MI Al Ahliyah Bakanmaja (Cikampek)
- MTS Ahliyah Bakanmaja (Cikampek)

Sekolah-sekolah ini terletak di jalan kabupaten maupun jalur utama yang padat aktivitas.

Yunus mencatat bahwa pola kepadatan lalu lintas juga mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya kemacetan terasa pada pukul 06.30, kini lebih terasa setelah pukul 07.00. 

06.30, Arus didominasi pengantar anak sekolah

07.00, Arus pekerja pabrik mulai masuk

07.30, ASN mulai berangkat

08.00, Kembali arus pekerja

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, Dishub Karawang menurunkan petugas di sejumlah titik rawan, dengan fokus pada:

Pengaturan Lalu Lintas Petugas ditempatkan sejak pagi untuk membantu pengaturan lalu lintas dan penyeberangan siswa di depan sekolah.

Keselamatan Anak Anggota Dishub berjaga di beberapa sekolah, terutama di jalur kabupaten dan nasional.

Yunus menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengurangi kepadatan, seperti, Sekolah sebaiknya menyediakan area tunggu atau parkir bagi orang tua, sehingga tidak parkir di badan jalan.

Dishub mendorong pemasangan rambu lalu lintas dan fasilitas penyeberangan di sekitar sekolah, yang merupakan kewenangan pemerintah daerah dan pusat.

Yunus menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menekan potensi kemacetan. 

"Kita di Dishub terus berupaya, tapi jika hanya mengandalkan petugas di lapangan tidak cukup. Kesadaran bersama dari pengemudi angkot, orang tua siswa, dan pihak sekolah harus ditingkatkan agar lalu lintas di Karawang lebih tertib dan lancar," pungkasnya.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done