VERSITNEWS

Selasa, 21 Oktober 2025

Sekretaris DPC Partai Gerindra sekaligus Ketua DPRD Karawang mengikuti Bimbingan Teknis Fraksi Partai Gerindra Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kota/ Kabupaten Se- Jawa Barat







 

KARAWANG — Sekretaris DPC Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menyambut baik pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Partai Gerindra se-Jawa Barat, yang digelar di Hotel Mercure Karawang, mulai tanggal 21 hingga 23 Oktober 2025.



"H.Endang Sodikin, Sesuai arahan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat untuk mengawal Program Nasional MBG disetiap Daerah Pemilihan Anggota Legislatif agar dapat dipastikan memenuhi syarat aturan terbaru MBG dan berjalan sesuai dengan Astacita Pak Prabowo,Ujar H.Endang.



Kegiatan Bimtek seperti ini sangat penting dan strategis bagi para wakil rakyat dari Partai Gerindra, terutama dalam memperkuat kapasitas dan memperdalam pemahaman terhadap tugas-tugas legislasi, penganggaran, serta fungsi pengawasan.


“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para kader Gerindra yang dipercaya rakyat untuk mengemban amanah di parlemen. Melalui Bimtek ini, kita meneguhkan semangat pengabdian agar setiap kebijakan dan langkah politik kita benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Endang Sodikin dengan penuh semangat nasionalisme.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kader Gerindra di seluruh tingkatan harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai perjuangan Partai Gerindra yang berlandaskan pada nasionalisme, kerakyatan, dan pengabdian untuk Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.


“Kami sebagai kader Partai Gerindra harus terus menjaga soliditas dan loyalitas terhadap perjuangan Ketua Umum kami, Bapak Prabowo Subianto, yang saat ini tengah memimpin pemerintahan dengan visi besar menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, kuat, dan bermartabat di mata dunia,” tambahnya.


"Endang juga mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah memilih Kabupaten Karawang sebagai tuan rumah kegiatan Bimtek tahun ini. Menurutnya, hal ini merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Gerindra Karawang.


“Karawang menjadi tempat yang tepat untuk kegiatan strategis ini, karena daerah ini memiliki sejarah panjang perjuangan dan semangat patriotisme. Kami berharap semangat itu menular kepada seluruh kader Gerindra untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan rakyat,” tutupnya.


Kegiatan Bimtek ini diharapkan mampu melahirkan anggota legislatif yang tidak hanya tangguh secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme tinggi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai cita-cita Partai Gerindra: “Indonesia Raya yang Adil, Makmur, dan Berdaulat.”


(Red)










 

KARAWANG — Sekretaris DPC Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., menyambut baik pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Partai Gerindra se-Jawa Barat, yang digelar di Hotel Mercure Karawang, mulai tanggal 21 hingga 23 Oktober 2025.



"H.Endang Sodikin, Sesuai arahan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat untuk mengawal Program Nasional MBG disetiap Daerah Pemilihan Anggota Legislatif agar dapat dipastikan memenuhi syarat aturan terbaru MBG dan berjalan sesuai dengan Astacita Pak Prabowo,Ujar H.Endang.



Kegiatan Bimtek seperti ini sangat penting dan strategis bagi para wakil rakyat dari Partai Gerindra, terutama dalam memperkuat kapasitas dan memperdalam pemahaman terhadap tugas-tugas legislasi, penganggaran, serta fungsi pengawasan.


“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para kader Gerindra yang dipercaya rakyat untuk mengemban amanah di parlemen. Melalui Bimtek ini, kita meneguhkan semangat pengabdian agar setiap kebijakan dan langkah politik kita benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Endang Sodikin dengan penuh semangat nasionalisme.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kader Gerindra di seluruh tingkatan harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai perjuangan Partai Gerindra yang berlandaskan pada nasionalisme, kerakyatan, dan pengabdian untuk Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.


“Kami sebagai kader Partai Gerindra harus terus menjaga soliditas dan loyalitas terhadap perjuangan Ketua Umum kami, Bapak Prabowo Subianto, yang saat ini tengah memimpin pemerintahan dengan visi besar menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, kuat, dan bermartabat di mata dunia,” tambahnya.


"Endang juga mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah memilih Kabupaten Karawang sebagai tuan rumah kegiatan Bimtek tahun ini. Menurutnya, hal ini merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Gerindra Karawang.


“Karawang menjadi tempat yang tepat untuk kegiatan strategis ini, karena daerah ini memiliki sejarah panjang perjuangan dan semangat patriotisme. Kami berharap semangat itu menular kepada seluruh kader Gerindra untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan rakyat,” tutupnya.


Kegiatan Bimtek ini diharapkan mampu melahirkan anggota legislatif yang tidak hanya tangguh secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme tinggi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai cita-cita Partai Gerindra: “Indonesia Raya yang Adil, Makmur, dan Berdaulat.”


(Red)




"Gerakan masyarakat hidup sehat" (GERMAS) Program Pembangunan Kesehatan Daerah

‎Karawang,- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Hepatitis dan pentingnya pencegahan serta pengendaliannya, Kementerian Kesehatan RI bersama Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, MH.Kes., menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional (GERMAS) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis.
‎Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Rumah Makan Alam Sari, Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur. Acara dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan dari wilayah sekitar.

‎Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui; kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner.

‎Dalam sambutannya, Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit Hepatitis, khususnya Hepatitis B dan C yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
‎Penyakit Hepatitis bisa dicegah melalui vaksinasi, pola hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan dini. Mari kita jadikan pencegahan sebagai langkah utama untuk menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat,” ujar Cellica.
‎Sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan dari perwakilan Kementerian Kesehatan mengenai penyebab, gejala, serta cara penularan Hepatitis. Warga yang hadir mendapatkan informasi edukatif serta kesempatan untuk melakukan skrining kesehatan secara gratis.
‎GERMAS Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan untuk menurunkan angka kejadian Hepatitis di Indonesia, melalui edukasi, deteksi dini, dan vaksinasi.
‎Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Telukjambe Timur yang berharap program serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat.


(Red)



‎Karawang,- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Hepatitis dan pentingnya pencegahan serta pengendaliannya, Kementerian Kesehatan RI bersama Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, MH.Kes., menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional (GERMAS) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis.
‎Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Rumah Makan Alam Sari, Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur. Acara dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan dari wilayah sekitar.

‎Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui; kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner.

‎Dalam sambutannya, Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit Hepatitis, khususnya Hepatitis B dan C yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia.
‎Penyakit Hepatitis bisa dicegah melalui vaksinasi, pola hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan dini. Mari kita jadikan pencegahan sebagai langkah utama untuk menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat,” ujar Cellica.
‎Sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan dari perwakilan Kementerian Kesehatan mengenai penyebab, gejala, serta cara penularan Hepatitis. Warga yang hadir mendapatkan informasi edukatif serta kesempatan untuk melakukan skrining kesehatan secara gratis.
‎GERMAS Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan untuk menurunkan angka kejadian Hepatitis di Indonesia, melalui edukasi, deteksi dini, dan vaksinasi.
‎Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Telukjambe Timur yang berharap program serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat.


(Red)



Senin, 20 Oktober 2025

Kadinkes Karawang Nyaris Diamuk Peserta RDP di Gedung DPRD

 






KARAWANG - Versitnews.com– Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Karawang untuk membahas dugaan malapraktik Rumah Sakit Hastin berubah ricuh pada Senin (20/10/2025). Kericuhan dipicu oleh pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Endang Suryadi, yang dinilai tidak konsisten dan terkesan menutupi fakta.


Dalam forum resmi yang dipimpin Komisi IV DPRD Karawang itu, Kadinkes awalnya diminta menjelaskan hasil investigasi Dinas Kesehatan terkait dugaan malapraktik yang menyebabkan meninggalnya pasien bernama Mursiti. Namun jawaban yang disampaikan justru memicu kemarahan keluarga korban dan peserta RDP lainnya.


Sebelumnya, Kadinkes menyatakan kepada media bahwa hasil investigasi Dinas Kesehatan sudah “final” dan tidak ditemukan unsur malapraktik. Namun dalam RDP, Endang justru memberikan pernyataan berbeda dengan menyebut bahwa investigasi masih berjalan dan perlu pendalaman.


Kontradiksi pernyataan itu membuat suasana forum mulai memanas. Adu mulut antara peserta RDP dengan pihak Dinas Kesehatan tidak terhindarkan.


Situasi semakin tegang ketika sejumlah peserta RDP yang tersulut emosi berdiri mendekati meja pimpinan rapat. Kadinkes Karawang bahkan nyaris diamuk peserta RDP karena dinilai berbohong di forum terbuka. Kericuhan hanya berhasil diredam setelah anggota dewan dan petugas keamanan bergerak cepat menenangkan suasana.


Kami sangat menyayangkan sikap Kadinkes. Beliau tidak bisa menunjukkan hasil investigasi secara resmi dan jelas. Kalau memang ada laporan final, mana buktinya? Ini forum resmi, jangan berbohong di hadapan publik,” tegas Syarif Husen, SH, dari LBH Bumi Proklamasi yang menjadi pendamping hukum keluarga korban.


Menurut Syarif, pernyataan Kadinkes yang berubah-ubah sudah meresahkan publik dan mencederai transparansi informasi yang seharusnya dijaga oleh instansi pemerintah.


“Sikap seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami melihat ada upaya menutup-nutupi fakta. Atas dasar itu, kami menuntut Bupati Karawang segera mencopot Kadinkes Endang Suryadi dari jabatannya. Selain itu, kami juga akan melaporkannya ke kepolisian atas dugaan pembohongan publik,” tegasnya.


RDP tersebut berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Pihak keluarga korban tetap menuntut keadilan dan meminta DPRD membentuk tim pencari fakta independen.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan penjelasan lanjutan atas kegaduhan yang terjadi dalam RDP tersebut. 


(Red)



 






KARAWANG - Versitnews.com– Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Karawang untuk membahas dugaan malapraktik Rumah Sakit Hastin berubah ricuh pada Senin (20/10/2025). Kericuhan dipicu oleh pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Endang Suryadi, yang dinilai tidak konsisten dan terkesan menutupi fakta.


Dalam forum resmi yang dipimpin Komisi IV DPRD Karawang itu, Kadinkes awalnya diminta menjelaskan hasil investigasi Dinas Kesehatan terkait dugaan malapraktik yang menyebabkan meninggalnya pasien bernama Mursiti. Namun jawaban yang disampaikan justru memicu kemarahan keluarga korban dan peserta RDP lainnya.


Sebelumnya, Kadinkes menyatakan kepada media bahwa hasil investigasi Dinas Kesehatan sudah “final” dan tidak ditemukan unsur malapraktik. Namun dalam RDP, Endang justru memberikan pernyataan berbeda dengan menyebut bahwa investigasi masih berjalan dan perlu pendalaman.


Kontradiksi pernyataan itu membuat suasana forum mulai memanas. Adu mulut antara peserta RDP dengan pihak Dinas Kesehatan tidak terhindarkan.


Situasi semakin tegang ketika sejumlah peserta RDP yang tersulut emosi berdiri mendekati meja pimpinan rapat. Kadinkes Karawang bahkan nyaris diamuk peserta RDP karena dinilai berbohong di forum terbuka. Kericuhan hanya berhasil diredam setelah anggota dewan dan petugas keamanan bergerak cepat menenangkan suasana.


Kami sangat menyayangkan sikap Kadinkes. Beliau tidak bisa menunjukkan hasil investigasi secara resmi dan jelas. Kalau memang ada laporan final, mana buktinya? Ini forum resmi, jangan berbohong di hadapan publik,” tegas Syarif Husen, SH, dari LBH Bumi Proklamasi yang menjadi pendamping hukum keluarga korban.


Menurut Syarif, pernyataan Kadinkes yang berubah-ubah sudah meresahkan publik dan mencederai transparansi informasi yang seharusnya dijaga oleh instansi pemerintah.


“Sikap seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami melihat ada upaya menutup-nutupi fakta. Atas dasar itu, kami menuntut Bupati Karawang segera mencopot Kadinkes Endang Suryadi dari jabatannya. Selain itu, kami juga akan melaporkannya ke kepolisian atas dugaan pembohongan publik,” tegasnya.


RDP tersebut berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Pihak keluarga korban tetap menuntut keadilan dan meminta DPRD membentuk tim pencari fakta independen.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan penjelasan lanjutan atas kegaduhan yang terjadi dalam RDP tersebut. 


(Red)



RDP Ricuh! Kadinkes Karawang Ngamuk, Gagal Tunjukkan Hasil Audit Dugaan Malapraktik RS Hastien





KARAWANG | Versitnews.com –Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang yang membahas dugaan malapraktik di RS Hastien Rengasdengklok berakhir ricuh, Senin (20/10/2025).


Suasana yang awalnya berjalan tertib mendadak panas setelah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Endang Suryadi, dinilai bersikap emosional dan gagal menunjukkan hasil audit resmi atas kasus kematian pasien bernama Mursiti (62), warga Bekasi, yang meninggal dunia usai menjalani operasi di rumah sakit tersebut.


RDP yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Karawang itu dihadiri oleh Komisi IV, Dinas Kesehatan, manajemen RS Hastien, pihak LBH Bumi Proklamasi, Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), serta keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya.Namun harapan publik untuk mendapat kejelasan justru pupus. Forum berubah tegang, suara meninggi, dan meja sempat dipukul setelah Kadinkes dianggap tidak kooperatif serta tak mampu memperlihatkan dokumen audit yang selama ini diklaim “sudah final”.


“Dinas Kesehatan tidak bisa menunjukkan hasil investigasi yang dijanjikan. Kami tidak tahu apakah audit itu benar-benar sudah dilakukan atau hanya klaim semata,”ujar Ari Priya Sudarma, kuasa hukum keluarga korban, usai RDP.


Menurut Ari, sikap Dinas Kesehatan justru memperkuat dugaan bahwa pernyataan soal audit hanyalah klaim sepihak tanpa dasar tertulis.


“Publik disuguhi pernyataan bahwa tidak ada malapraktik, tapi dokumen auditnya tidak pernah muncul. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar administrasi,”tegasnya.


Ari menambahkan, pihak keluarga hanya menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah, bukan pembelaan terhadap pihak rumah sakit.


“Kami datang ke DPRD bukan mencari sensasi. Kami hanya ingin bukti dan kejelasan. Tapi yang kami temui malah arogansi dan kebingungan dari pihak Dinkes,”ujarnya kecewa.


Sementara itu, Ketua Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Angga Dhe Raka, menilai perilaku Kadinkes mencerminkan rendahnya etika birokrasi dan lemahnya integritas pejabat publik.


“Kadinkes sebelumnya bilang kasus ini sudah final dan tidak terbukti malapraktik. Tapi saat diminta bukti, tak satu pun dokumen ditunjukkan. Ini ironis dan menyesatkan publik,”tegas Angga.


Angga menyebut, bahkan anggota Komisi IV DPRD Karawang pun belum pernah menerima hasil audit resmi yang dimaksud.


“Kalau dewan saja belum menerima hasilnya, bagaimana bisa Kadinkes berani menyatakan sudah final? Ini bukan persoalan teknis, ini soal integritas pejabat publik,”lanjutnya.


Ia juga menyoroti tindakan emosional Kadinkes yang sempat membentak saat forum berlangsung.


“Kami hanya minta klarifikasi dan dokumen, tapi Kadinkes justru emosi. Padahal ini forum resmi DPRD. Pejabat publik seharusnya memberi contoh, bukan meledak-ledak,”ujarnya.


Lebih jauh, Angga menilai Dinas Kesehatan gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap fasilitas kesehatan swasta di Karawang.


“Kalau memang tidak ada malapraktik, buktikan dengan hasil audit resmi. Jangan hanya bicara di media tanpa dasar tertulis. Ini soal kemanusiaan, bukan soal gengsi jabatan,”tegasnya.


Karena suasana forum makin tidak kondusif, pimpinan Komisi IV DPRD Karawang akhirnya menutup rapat lebih awal dan akan menjadwalkan ulang RDP dengan menghadirkan kembali semua pihak terkait, termasuk keluarga korban dan manajemen RS Hastien.


“Kejadian ini justru memperkuat alasan kami untuk meminta Bupati Karawang mengevaluasi kinerja Kadinkes. Rakyat menunggu kejelasan, bukan kemarahan,”tandas Angga Dhe Raka.


(Red) 







KARAWANG | Versitnews.com –Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang yang membahas dugaan malapraktik di RS Hastien Rengasdengklok berakhir ricuh, Senin (20/10/2025).


Suasana yang awalnya berjalan tertib mendadak panas setelah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, Endang Suryadi, dinilai bersikap emosional dan gagal menunjukkan hasil audit resmi atas kasus kematian pasien bernama Mursiti (62), warga Bekasi, yang meninggal dunia usai menjalani operasi di rumah sakit tersebut.


RDP yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Karawang itu dihadiri oleh Komisi IV, Dinas Kesehatan, manajemen RS Hastien, pihak LBH Bumi Proklamasi, Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), serta keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya.Namun harapan publik untuk mendapat kejelasan justru pupus. Forum berubah tegang, suara meninggi, dan meja sempat dipukul setelah Kadinkes dianggap tidak kooperatif serta tak mampu memperlihatkan dokumen audit yang selama ini diklaim “sudah final”.


“Dinas Kesehatan tidak bisa menunjukkan hasil investigasi yang dijanjikan. Kami tidak tahu apakah audit itu benar-benar sudah dilakukan atau hanya klaim semata,”ujar Ari Priya Sudarma, kuasa hukum keluarga korban, usai RDP.


Menurut Ari, sikap Dinas Kesehatan justru memperkuat dugaan bahwa pernyataan soal audit hanyalah klaim sepihak tanpa dasar tertulis.


“Publik disuguhi pernyataan bahwa tidak ada malapraktik, tapi dokumen auditnya tidak pernah muncul. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar administrasi,”tegasnya.


Ari menambahkan, pihak keluarga hanya menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah, bukan pembelaan terhadap pihak rumah sakit.


“Kami datang ke DPRD bukan mencari sensasi. Kami hanya ingin bukti dan kejelasan. Tapi yang kami temui malah arogansi dan kebingungan dari pihak Dinkes,”ujarnya kecewa.


Sementara itu, Ketua Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Angga Dhe Raka, menilai perilaku Kadinkes mencerminkan rendahnya etika birokrasi dan lemahnya integritas pejabat publik.


“Kadinkes sebelumnya bilang kasus ini sudah final dan tidak terbukti malapraktik. Tapi saat diminta bukti, tak satu pun dokumen ditunjukkan. Ini ironis dan menyesatkan publik,”tegas Angga.


Angga menyebut, bahkan anggota Komisi IV DPRD Karawang pun belum pernah menerima hasil audit resmi yang dimaksud.


“Kalau dewan saja belum menerima hasilnya, bagaimana bisa Kadinkes berani menyatakan sudah final? Ini bukan persoalan teknis, ini soal integritas pejabat publik,”lanjutnya.


Ia juga menyoroti tindakan emosional Kadinkes yang sempat membentak saat forum berlangsung.


“Kami hanya minta klarifikasi dan dokumen, tapi Kadinkes justru emosi. Padahal ini forum resmi DPRD. Pejabat publik seharusnya memberi contoh, bukan meledak-ledak,”ujarnya.


Lebih jauh, Angga menilai Dinas Kesehatan gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap fasilitas kesehatan swasta di Karawang.


“Kalau memang tidak ada malapraktik, buktikan dengan hasil audit resmi. Jangan hanya bicara di media tanpa dasar tertulis. Ini soal kemanusiaan, bukan soal gengsi jabatan,”tegasnya.


Karena suasana forum makin tidak kondusif, pimpinan Komisi IV DPRD Karawang akhirnya menutup rapat lebih awal dan akan menjadwalkan ulang RDP dengan menghadirkan kembali semua pihak terkait, termasuk keluarga korban dan manajemen RS Hastien.


“Kejadian ini justru memperkuat alasan kami untuk meminta Bupati Karawang mengevaluasi kinerja Kadinkes. Rakyat menunggu kejelasan, bukan kemarahan,”tandas Angga Dhe Raka.


(Red) 



Peringatan Puncak HUT ke-61, DPD Golkar Karawang Ziarah dan Tabur Bunga di TMP

KARAWANG-DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang menggelar acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan di Desa Pancawati, Kec Klari Kab Karawang, Senin (20/10/2025).

Acara tersebut dalam rangka Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar.

‎‎Dalam agenda tersebut, pengurus Partai Golkar Kabupaten Karawang melakukan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan pengurus partai Golkar terdahulu.

‎‎Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H. Sukur Mulyono yang diwakili H. Asep Syaripudin selaku Sekjen DPD Golkar Karawang dan juga selaku Ketua Panitia HUT Golkar mengatakan, agenda ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan merupakan agenda rutin dalam rangka HUT Partai Golongan Karya (Golkar).

‎‎“Ziarah dan tabur bunga ini merupakan rangkaian seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga sama seperti yang dilakukan oleh DPP dan juga pengurus DPD Jawa Barat,” ujar Asep Ibe, sapaan akrabnya.

‎‎“Ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan ini juga dilakukan oleh seluruh pengurus Partai Golkar se-Indonesia,” tambahnya yang juga Ketua Fraksi Amanat Golkar DPRD Karawang.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang mengingatkan kepada seluruh pengurus dan kader untuk senantiasa mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.

‎‎“Tujuan dari ziarah dan tabur bunga ini sebagai warga negara Indonesia yang pasti harus menghargai jasa para pahlawan. setidaknya kita memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah berjasa untuk Indonesia dan Partai Golkar,” katanya.

‎‎Selain menggelar acara ziarah dan tabur bunga, rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah, pengobatan gratis dan bazar pasar murah paket sembako.

‎‎Pihaknya berharap di HUT ke-61 Partai Golkar secara nasional bisa kembali memenangkan seperti dulu lagi, bisa memiliki pemimpin dari Partai Golkar.

‎‎“Khususnya untuk Kabupaten Karawang, dulu kita pernah memiliki Ketua DPRD dari Partai Golkar, Yang jelas kita ingin merebut kembali semua itu, dengan harapan tahun 2029 Partai Golkar siap memenangkan di Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” pungkasnya.

‎‎Seusai melaksanakan ziarah dan tabur bunga, Golkar Karawang melaksanakan tasyakuran dan potong tumpeng yang di gelar di aula DPD Golkar Kabupaten Karawang. 
KARAWANG-DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang menggelar acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan di Desa Pancawati, Kec Klari Kab Karawang, Senin (20/10/2025).

Acara tersebut dalam rangka Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar.

‎‎Dalam agenda tersebut, pengurus Partai Golkar Kabupaten Karawang melakukan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan pengurus partai Golkar terdahulu.

‎‎Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H. Sukur Mulyono yang diwakili H. Asep Syaripudin selaku Sekjen DPD Golkar Karawang dan juga selaku Ketua Panitia HUT Golkar mengatakan, agenda ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan merupakan agenda rutin dalam rangka HUT Partai Golongan Karya (Golkar).

‎‎“Ziarah dan tabur bunga ini merupakan rangkaian seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga sama seperti yang dilakukan oleh DPP dan juga pengurus DPD Jawa Barat,” ujar Asep Ibe, sapaan akrabnya.

‎‎“Ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan ini juga dilakukan oleh seluruh pengurus Partai Golkar se-Indonesia,” tambahnya yang juga Ketua Fraksi Amanat Golkar DPRD Karawang.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang mengingatkan kepada seluruh pengurus dan kader untuk senantiasa mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.

‎‎“Tujuan dari ziarah dan tabur bunga ini sebagai warga negara Indonesia yang pasti harus menghargai jasa para pahlawan. setidaknya kita memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah berjasa untuk Indonesia dan Partai Golkar,” katanya.

‎‎Selain menggelar acara ziarah dan tabur bunga, rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah, pengobatan gratis dan bazar pasar murah paket sembako.

‎‎Pihaknya berharap di HUT ke-61 Partai Golkar secara nasional bisa kembali memenangkan seperti dulu lagi, bisa memiliki pemimpin dari Partai Golkar.

‎‎“Khususnya untuk Kabupaten Karawang, dulu kita pernah memiliki Ketua DPRD dari Partai Golkar, Yang jelas kita ingin merebut kembali semua itu, dengan harapan tahun 2029 Partai Golkar siap memenangkan di Pilkada, Pileg, dan Pilpres,” pungkasnya.

‎‎Seusai melaksanakan ziarah dan tabur bunga, Golkar Karawang melaksanakan tasyakuran dan potong tumpeng yang di gelar di aula DPD Golkar Kabupaten Karawang. 

Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Karawang menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 61 p Pada Senin (20-10-2025) Di Kantor DPC Golkar Karawang.

Karawang | Versitnews.com,-Dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Acara berlangsung meriah di Kantor DPD Golkar Karawang dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, simpatisan, serta tokoh masyarakat setempat.

"Ketua DPD Partai Golkar Karawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum HUT ke-61 ini menjadi ajang refleksi perjuangan partai dalam membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. “Golkar tetap konsisten menjadi partai karya dan pengabdian untuk masyarakat. Semangat gotong royong dan pembangunan akan terus kami jaga,” ujar Mulyono Ketua DPC Golkar

Acara HUT Golkar tersebut diisi dengan doa bersama, potong tumpeng, santunan anak yatim, dan berbagai kegiatan sosial. Suasana kekeluargaan tampak hangat di antara kader dan simpatisan yang hadir mengenakan atribut khas berwarna kuning.

"Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Partai Golkar telah menjadi bagian penting dalam perjalanan politik dan pembangunan di Kabupaten Karawang. Dengan semangat suara golkar, Suara Rakyat*, partai ini berkomitmen terus hadir untuk kemajuan masyarakat Karawang."Ucap Mulyono

Kesimpulan DPC Golkar Karawang bisa memenangkan pemilu 2029 dan menciptakan generasi penerus untuk bersama sama untuk membesarkan partai Golkar.Ujarnya


(Yusup)
Karawang | Versitnews.com,-Dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Acara berlangsung meriah di Kantor DPD Golkar Karawang dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, simpatisan, serta tokoh masyarakat setempat.

"Ketua DPD Partai Golkar Karawang dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum HUT ke-61 ini menjadi ajang refleksi perjuangan partai dalam membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. “Golkar tetap konsisten menjadi partai karya dan pengabdian untuk masyarakat. Semangat gotong royong dan pembangunan akan terus kami jaga,” ujar Mulyono Ketua DPC Golkar

Acara HUT Golkar tersebut diisi dengan doa bersama, potong tumpeng, santunan anak yatim, dan berbagai kegiatan sosial. Suasana kekeluargaan tampak hangat di antara kader dan simpatisan yang hadir mengenakan atribut khas berwarna kuning.

"Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Partai Golkar telah menjadi bagian penting dalam perjalanan politik dan pembangunan di Kabupaten Karawang. Dengan semangat suara golkar, Suara Rakyat*, partai ini berkomitmen terus hadir untuk kemajuan masyarakat Karawang."Ucap Mulyono

Kesimpulan DPC Golkar Karawang bisa memenangkan pemilu 2029 dan menciptakan generasi penerus untuk bersama sama untuk membesarkan partai Golkar.Ujarnya


(Yusup)

Anggota DPR RI Gelar Turnamen Bola Voli Bertajuk "Saan Mustofa Cup 2025"

 







Karawang,-Dalam rangka untuk menjalin tali silaturahmi dan menciptakan bibit pemain bola voli baik putra maupun putri yang handal dan unggul Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem Saan Mustofa menggelar turnamen bola voli yang bertajuk Saan Mustopa Cup 2025.



Kegiatan ini rutin di laksanakan setiap tahun sekali,dan turnamen pada hari ini tanggal 18-19 Oktober 2025 dilaksanakan di wilayah desa Mekarsari Kecamatan Jatisari kabupaten Karawang jawa barat, hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPR RI Saan Mustofa, kepala desa Mekarsari yaitu Krisno Hadi dan kades yang lainnya yang ada di wilayah kecamatan Jatisari.


tampak antusias warga masyarakat mengikuti kegiatan turnamen bola voli, Kegiatan dilaksanakan di wilayah desa Mekarsari, diharapkan kegiatan ini dapat membangkitkan semangat untuk memasyarakatkan olahraga khususnya di bidang olah raga bola voli.


Kepala desa Mekarsari yaitu Krisno Hadi mengatakan dalam kegiatan turnamen ini inti dan tujuannya untuk mencari bibit bibit unggul yang ada di daerah umumnya di kabupaten Karawang khususnya di desa Mekarsari serta di desa desa yang ada di kabupaten Karawang. Dengan harapan mudah mudahan dalam acara ini tercipta bibit bibit unggul yang lebih baik.


selain itu kami sebagai kepala desa mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem Saan Mustofa serta kepada masyarakat para kades yang telah ikut hadir dalam acara ini, dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak karena acara ini telah berjalan dengan lancar pungkasnya.


(Red)



 







Karawang,-Dalam rangka untuk menjalin tali silaturahmi dan menciptakan bibit pemain bola voli baik putra maupun putri yang handal dan unggul Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem Saan Mustofa menggelar turnamen bola voli yang bertajuk Saan Mustopa Cup 2025.



Kegiatan ini rutin di laksanakan setiap tahun sekali,dan turnamen pada hari ini tanggal 18-19 Oktober 2025 dilaksanakan di wilayah desa Mekarsari Kecamatan Jatisari kabupaten Karawang jawa barat, hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPR RI Saan Mustofa, kepala desa Mekarsari yaitu Krisno Hadi dan kades yang lainnya yang ada di wilayah kecamatan Jatisari.


tampak antusias warga masyarakat mengikuti kegiatan turnamen bola voli, Kegiatan dilaksanakan di wilayah desa Mekarsari, diharapkan kegiatan ini dapat membangkitkan semangat untuk memasyarakatkan olahraga khususnya di bidang olah raga bola voli.


Kepala desa Mekarsari yaitu Krisno Hadi mengatakan dalam kegiatan turnamen ini inti dan tujuannya untuk mencari bibit bibit unggul yang ada di daerah umumnya di kabupaten Karawang khususnya di desa Mekarsari serta di desa desa yang ada di kabupaten Karawang. Dengan harapan mudah mudahan dalam acara ini tercipta bibit bibit unggul yang lebih baik.


selain itu kami sebagai kepala desa mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem Saan Mustofa serta kepada masyarakat para kades yang telah ikut hadir dalam acara ini, dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak karena acara ini telah berjalan dengan lancar pungkasnya.


(Red)



Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done