VERSITNEWS

Minggu, 16 November 2025

Proyek Irigasi di Mekarjati Diduga Menyimpang, Warga Minta BBWS dan Penegak Hukum Bertindak Tegas

Karawang — Proyek peningkatan jaringan irigasi P3-TGAI (Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) pada Daerah Irigasi Jatiluhur/BTUB 8 di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, kembali menjadi sorotan. Proyek senilai Rp195 juta dari APBN 2025 ini disinyalir sarat penyimpangan teknis dan administratif.

Fakta lapangan menunjukkan bahwa pemasangan pondasi batu kali dilakukan di atas lahan berlumpur dan tergenang air tanpa proses pengeringan terlebih dahulu. “Ini jelas menyalahi standar teknis. Tanpa kisdam atau pompa penyedot air, pondasi tidak akan kuat dan bisa membahayakan saluran dalam jangka panjang,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Pekerjaan yang terkesan terburu-buru dan tidak sesuai spesifikasi ini memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Padahal, program P3-TGAI dirancang untuk meningkatkan fungsi irigasi sekaligus memberdayakan petani lokal dalam pengelolaan air dan infrastruktur pendukung pertanian.

“Kami menduga proyek ini hanya formalitas pelibatan petani, padahal di lapangan semua dikuasai pihak luar. Ini bukan swakelola, tapi diborongkan. BBWS harus mengecek langsung dan jangan hanya percaya laporan di atas kertas,” tegas salah satu penggiat sosial di Karawang.

Lebih jauh, masyarakat juga mendorong aparat penegak hukum turut mengawasi pelaksanaan proyek-proyek berbasis anggaran pemerintah seperti ini, guna mencegah potensi penyelewengan dan kerugian negara.

“Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, baik teknis maupun anggaran, harus ada sanksi tegas. Anggaran untuk petani jangan dijadikan bancakan oknum,” pungkasnya.

Warga berharap BBWS Citarum dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan audit lapangan dan mengambil tindakan tegas agar praktik semacam ini tidak terus berulang di Karawang.
Karawang — Proyek peningkatan jaringan irigasi P3-TGAI (Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) pada Daerah Irigasi Jatiluhur/BTUB 8 di Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, kembali menjadi sorotan. Proyek senilai Rp195 juta dari APBN 2025 ini disinyalir sarat penyimpangan teknis dan administratif.

Fakta lapangan menunjukkan bahwa pemasangan pondasi batu kali dilakukan di atas lahan berlumpur dan tergenang air tanpa proses pengeringan terlebih dahulu. “Ini jelas menyalahi standar teknis. Tanpa kisdam atau pompa penyedot air, pondasi tidak akan kuat dan bisa membahayakan saluran dalam jangka panjang,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Pekerjaan yang terkesan terburu-buru dan tidak sesuai spesifikasi ini memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Padahal, program P3-TGAI dirancang untuk meningkatkan fungsi irigasi sekaligus memberdayakan petani lokal dalam pengelolaan air dan infrastruktur pendukung pertanian.

“Kami menduga proyek ini hanya formalitas pelibatan petani, padahal di lapangan semua dikuasai pihak luar. Ini bukan swakelola, tapi diborongkan. BBWS harus mengecek langsung dan jangan hanya percaya laporan di atas kertas,” tegas salah satu penggiat sosial di Karawang.

Lebih jauh, masyarakat juga mendorong aparat penegak hukum turut mengawasi pelaksanaan proyek-proyek berbasis anggaran pemerintah seperti ini, guna mencegah potensi penyelewengan dan kerugian negara.

“Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, baik teknis maupun anggaran, harus ada sanksi tegas. Anggaran untuk petani jangan dijadikan bancakan oknum,” pungkasnya.

Warga berharap BBWS Citarum dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan audit lapangan dan mengambil tindakan tegas agar praktik semacam ini tidak terus berulang di Karawang.

Novi Handayani Rayakan Ulang Tahun ke-42, Doa dan Ucapan Hangat Mengalir dari Keluarga dan Sahabat

Karawang — Suasana penuh kehangatan dan syukur menyelimuti perayaan ulang tahun ke-42 Novi Handayani, sosok perempuan inspiratif yang dikenal ramah dan bersahaja dalam kesehariannya. Di momen istimewa ini, berbagai ucapan selamat dan doa terbaik pun mengalir dari keluarga besar, sahabat, dan rekan-rekan terdekat.
Ucapan selamat ulang tahun datang dari M. Fikri yang memberikan pesan hangat penuh makna:  
“Selamat ulang tahun yang ke-42 untuk Novi Handayani. Semoga selalu diberi kesehatan, keberkahan usia, dan kebahagiaan dalam setiap langkah. Terus menjadi sosok yang menginspirasi dan membawa kebaikan bagi banyak orang.”

Tak hanya itu, keluarga besar Novi Handayani pun turut memberikan ucapan penuh cinta dan doa tulus.  
“Selamat ulang tahun untuk orang yang kami cintai, Novi Handayani. Semoga di usia ke-42 ini, segala cita-cita dan harapan dimudahkan Allah SWT. Kami bangga dan bersyukur memiliki sosok sekuat dan setegar dirimu dalam keluarga. Tetap semangat dan terus menebar kebaikan.”

Keluarga besar Novi Handayani memberikan pesan penuh kasih dan doa yang tulus dalam momen ulang tahunnya yang ke-42:

“Selamat ulang tahun yang ke-42 untuk sosok hebat dan luar biasa dalam hidup kami, Novi Handayani. Di usia yang semakin matang ini, kami mendoakan agar selalu diberi kesehatan, kekuatan, kelimpahan rezeki, dan kebahagiaan lahir batin. Semoga setiap langkahmu selalu dalam lindungan Allah SWT, dan segala yang dicita-citakan dapat tercapai. Terima kasih telah menjadi inspirasi, teladan, dan penopang keluarga yang tak pernah lelah memberi semangat dan cinta.”

Ucapan tersebut menggambarkan betapa besarnya peran dan kehadiran Novi dalam keluarga, sekaligus harapan besar agar ia senantiasa dikelilingi oleh hal-hal baik dalam hidupnya.
Karawang — Suasana penuh kehangatan dan syukur menyelimuti perayaan ulang tahun ke-42 Novi Handayani, sosok perempuan inspiratif yang dikenal ramah dan bersahaja dalam kesehariannya. Di momen istimewa ini, berbagai ucapan selamat dan doa terbaik pun mengalir dari keluarga besar, sahabat, dan rekan-rekan terdekat.
Ucapan selamat ulang tahun datang dari M. Fikri yang memberikan pesan hangat penuh makna:  
“Selamat ulang tahun yang ke-42 untuk Novi Handayani. Semoga selalu diberi kesehatan, keberkahan usia, dan kebahagiaan dalam setiap langkah. Terus menjadi sosok yang menginspirasi dan membawa kebaikan bagi banyak orang.”

Tak hanya itu, keluarga besar Novi Handayani pun turut memberikan ucapan penuh cinta dan doa tulus.  
“Selamat ulang tahun untuk orang yang kami cintai, Novi Handayani. Semoga di usia ke-42 ini, segala cita-cita dan harapan dimudahkan Allah SWT. Kami bangga dan bersyukur memiliki sosok sekuat dan setegar dirimu dalam keluarga. Tetap semangat dan terus menebar kebaikan.”

Keluarga besar Novi Handayani memberikan pesan penuh kasih dan doa yang tulus dalam momen ulang tahunnya yang ke-42:

“Selamat ulang tahun yang ke-42 untuk sosok hebat dan luar biasa dalam hidup kami, Novi Handayani. Di usia yang semakin matang ini, kami mendoakan agar selalu diberi kesehatan, kekuatan, kelimpahan rezeki, dan kebahagiaan lahir batin. Semoga setiap langkahmu selalu dalam lindungan Allah SWT, dan segala yang dicita-citakan dapat tercapai. Terima kasih telah menjadi inspirasi, teladan, dan penopang keluarga yang tak pernah lelah memberi semangat dan cinta.”

Ucapan tersebut menggambarkan betapa besarnya peran dan kehadiran Novi dalam keluarga, sekaligus harapan besar agar ia senantiasa dikelilingi oleh hal-hal baik dalam hidupnya.

Sabtu, 15 November 2025

Program "Asih Salira" Dinas PUPR Karawang Dinilai Hanya Habiskan Anggaran Tanpa Dampak Nyata

Karawang — Program "Asih Salira" yang digagas Dinas PUPR Karawang melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) dengan tajuk Aksi Bersih-Bersih Saluran Air kembali menuai kritik. Alih-alih memberi dampak positif terhadap kebersihan dan kelancaran drainase, kegiatan ini justru dinilai hanya menjadi ajang seremonial yang menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas.

Beberapa warga dan pengamat kebijakan publik menyoroti lemahnya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut di sejumlah titik, termasuk drainase di wilayah perkotaan yang tetap dipenuhi endapan lumpur dan sampah pasca program berjalan.

“Judulnya aksi bersih-bersih, tapi yang dibersihkan hanya permukaan. Begitu hujan datang, saluran tetap mampet. Ini bukan program solusi, tapi buang-buang uang,” ujar salah satu warga Karangpawitan yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan hanya dilakukan satu kali tanpa upaya lanjutan, tanpa alat berat memadai, serta tidak ada pelibatan warga atau evaluasi hasil. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa kegiatan ini hanyalah formalitas untuk menyerap anggaran semata.

Saat ini masyarakat menuntut adanya audit menyeluruh terhadap program-program serupa, serta dorongan kepada aparat pengawas dan lembaga terkait agar tidak tutup mata terhadap potensi penyimpangan yang terjadi di balik program-program yang terkesan "asal jalan".

Warga berharap, Dinas PUPR Karawang tak sekadar membuat program berbasis pencitraan, melainkan betul-betul mengatasi masalah teknis di lapangan secara berkelanjutan, transparan, dan tepat sasaran.

Jika Dinas PUPR Karawang, khususnya Bidang SDA, tidak segera berbenah dan memperbaiki sistem pelaksanaan program, maka masyarakat berhak mempertanyakan integritas dan orientasi kebijakan yang dijalankan. Karena anggaran publik seharusnya memberi manfaat riil, bukan sekadar formalitas administrasi proyek.
Karawang — Program "Asih Salira" yang digagas Dinas PUPR Karawang melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) dengan tajuk Aksi Bersih-Bersih Saluran Air kembali menuai kritik. Alih-alih memberi dampak positif terhadap kebersihan dan kelancaran drainase, kegiatan ini justru dinilai hanya menjadi ajang seremonial yang menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas.

Beberapa warga dan pengamat kebijakan publik menyoroti lemahnya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut di sejumlah titik, termasuk drainase di wilayah perkotaan yang tetap dipenuhi endapan lumpur dan sampah pasca program berjalan.

“Judulnya aksi bersih-bersih, tapi yang dibersihkan hanya permukaan. Begitu hujan datang, saluran tetap mampet. Ini bukan program solusi, tapi buang-buang uang,” ujar salah satu warga Karangpawitan yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan hanya dilakukan satu kali tanpa upaya lanjutan, tanpa alat berat memadai, serta tidak ada pelibatan warga atau evaluasi hasil. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa kegiatan ini hanyalah formalitas untuk menyerap anggaran semata.

Saat ini masyarakat menuntut adanya audit menyeluruh terhadap program-program serupa, serta dorongan kepada aparat pengawas dan lembaga terkait agar tidak tutup mata terhadap potensi penyimpangan yang terjadi di balik program-program yang terkesan "asal jalan".

Warga berharap, Dinas PUPR Karawang tak sekadar membuat program berbasis pencitraan, melainkan betul-betul mengatasi masalah teknis di lapangan secara berkelanjutan, transparan, dan tepat sasaran.

Jika Dinas PUPR Karawang, khususnya Bidang SDA, tidak segera berbenah dan memperbaiki sistem pelaksanaan program, maka masyarakat berhak mempertanyakan integritas dan orientasi kebijakan yang dijalankan. Karena anggaran publik seharusnya memberi manfaat riil, bukan sekadar formalitas administrasi proyek.

Validasi BLTS Karangpawitan, PSM Tegaskan Transparansi dan Prioritaskan Warga Rentan

Karawang — Kegiatan verifikasi dan validasi (verval) Bantuan Langsung Tunai Subsidi (BLTS) kembali digelar di wilayah Kelurahan Karangpawitan pada Sabtu, 15 November 2025. 
Kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah, agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Petugas dari kelurahan bersama tim pendamping sosial dan RT/RW setempat mendatangi rumah-rumah warga untuk mencocokkan data administrasi serta kondisi lapangan. Proses verval berjalan tertib dengan partisipasi aktif masyarakat.

Pihak kelurahan berharap, dengan verval ini, bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, serta meminimalisir data ganda dan penerima tidak layak.

Asep Rianto, Ketua PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Kelurahan Karangpawitan, menyampaikan bahwa kegiatan verval BLTS ini merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki akurasi data penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa peran PSM bersama perangkat RT/RW dan tim kelurahan sangat krusial untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.

“Banyak warga yang selama ini belum terdata dengan benar atau bahkan tidak tersentuh bantuan. Melalui verval ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga miskin yang tertinggal. Kami turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, mencocokkan dokumen, dan melihat kondisi riil. Ini bukan sekadar data, tapi soal keadilan sosial,” ujar Asep.

Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam verval, termasuk warga yang kooperatif. Menurutnya, jika semua pihak bersinergi dengan niat baik, maka program bantuan sosial seperti BLTS bisa lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Karangpawitan.


(Red)
Karawang — Kegiatan verifikasi dan validasi (verval) Bantuan Langsung Tunai Subsidi (BLTS) kembali digelar di wilayah Kelurahan Karangpawitan pada Sabtu, 15 November 2025. 
Kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah, agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Petugas dari kelurahan bersama tim pendamping sosial dan RT/RW setempat mendatangi rumah-rumah warga untuk mencocokkan data administrasi serta kondisi lapangan. Proses verval berjalan tertib dengan partisipasi aktif masyarakat.

Pihak kelurahan berharap, dengan verval ini, bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, serta meminimalisir data ganda dan penerima tidak layak.

Asep Rianto, Ketua PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Kelurahan Karangpawitan, menyampaikan bahwa kegiatan verval BLTS ini merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki akurasi data penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa peran PSM bersama perangkat RT/RW dan tim kelurahan sangat krusial untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.

“Banyak warga yang selama ini belum terdata dengan benar atau bahkan tidak tersentuh bantuan. Melalui verval ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga miskin yang tertinggal. Kami turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, mencocokkan dokumen, dan melihat kondisi riil. Ini bukan sekadar data, tapi soal keadilan sosial,” ujar Asep.

Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam verval, termasuk warga yang kooperatif. Menurutnya, jika semua pihak bersinergi dengan niat baik, maka program bantuan sosial seperti BLTS bisa lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Karangpawitan.


(Red)

Puskopkar Karawang Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi di Resto Dewi Air

Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota serta mengevaluasi program kerja ke depan.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy, Sos., M.Si; Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, SE; Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur, SH., MH.; serta jajaran pengurus Koperasi Merah Putih dan Puskopkar se-Kabupaten Karawang.

Acara juga didukung oleh sejumlah sponsor utama, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Yamaha, Honda, Amigo Braja Utama (ABU), dan PT. Sukses Mitra Prima (SMP).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan, “Dinas Koperasi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi di Karawang. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap melalui Puskopkar, seluruh koperasi dapat bersinergi meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan anggota.”

Sementara itu, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menekankan pentingnya sinergi antar koperasi di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi digital.

“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujarnya.

Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur juga memberikan pandangan strategis, “Kerjasama antara dunia usaha dan koperasi harus semakin diperkuat. Koperasi yang sehat akan mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka lapangan kerja baru, sehingga berkontribusi positif bagi perekonomian Karawang.”

Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan ramah tamah yang berjalan hangat dan produktif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas koperasi demi kemajuan bersama.

(Red)
Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota serta mengevaluasi program kerja ke depan.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy, Sos., M.Si; Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, SE; Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur, SH., MH.; serta jajaran pengurus Koperasi Merah Putih dan Puskopkar se-Kabupaten Karawang.

Acara juga didukung oleh sejumlah sponsor utama, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Yamaha, Honda, Amigo Braja Utama (ABU), dan PT. Sukses Mitra Prima (SMP).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan, “Dinas Koperasi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi di Karawang. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap melalui Puskopkar, seluruh koperasi dapat bersinergi meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan anggota.”

Sementara itu, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menekankan pentingnya sinergi antar koperasi di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi digital.

“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujarnya.

Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur juga memberikan pandangan strategis, “Kerjasama antara dunia usaha dan koperasi harus semakin diperkuat. Koperasi yang sehat akan mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka lapangan kerja baru, sehingga berkontribusi positif bagi perekonomian Karawang.”

Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan ramah tamah yang berjalan hangat dan produktif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas koperasi demi kemajuan bersama.

(Red)

Puskopkar Karawang Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi di Resto Dewi Air

Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota serta mengevaluasi program kerja ke depan.


Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy, Sos., M.Si; Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, SE; Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur, SH., MH.; serta jajaran pengurus Koperasi Merah Putih dan Puskopkar se-Kabupaten Karawang.


Acara juga didukung oleh sejumlah sponsor utama, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Yamaha, Honda, Amigo Braja Utama (ABU), dan PT. Sukses Mitra Prima (SMP).


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan, “Dinas Koperasi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi di Karawang. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap melalui Puskopkar, seluruh koperasi dapat bersinergi meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan anggota.”


Sementara itu, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menekankan pentingnya sinergi antar koperasi di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi digital.


“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujarnya.


Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur juga memberikan pandangan strategis, “Kerjasama antara dunia usaha dan koperasi harus semakin diperkuat. Koperasi yang sehat akan mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka lapangan kerja baru, sehingga berkontribusi positif bagi perekonomian Karawang.”


Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan ramah tamah yang berjalan hangat dan produktif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas koperasi demi kemajuan bersama.




(Red)

Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota serta mengevaluasi program kerja ke depan.


Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy, Sos., M.Si; Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, SE; Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur, SH., MH.; serta jajaran pengurus Koperasi Merah Putih dan Puskopkar se-Kabupaten Karawang.


Acara juga didukung oleh sejumlah sponsor utama, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Yamaha, Honda, Amigo Braja Utama (ABU), dan PT. Sukses Mitra Prima (SMP).


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi Karawang, H. Dindin Rachmadhy menyampaikan, “Dinas Koperasi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi di Karawang. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap melalui Puskopkar, seluruh koperasi dapat bersinergi meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan anggota.”


Sementara itu, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menekankan pentingnya sinergi antar koperasi di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi digital.


“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujarnya.


Ketua Apindo Karawang, H. Abdul Syukur juga memberikan pandangan strategis, “Kerjasama antara dunia usaha dan koperasi harus semakin diperkuat. Koperasi yang sehat akan mendorong pertumbuhan UMKM dan membuka lapangan kerja baru, sehingga berkontribusi positif bagi perekonomian Karawang.”


Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan ramah tamah yang berjalan hangat dan produktif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas koperasi demi kemajuan bersama.




(Red)

Puskopkar Karawang Konsolidasi Koperasi: Dorong Inovasi dan Perkuat Solidaritas Anggota

Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini dihadiri oleh para pengurus koperasi primer anggota, tokoh koperasi, serta perwakilan instansi terkait.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota, mengevaluasi program kerja Puskopkar, serta membahas tantangan dan peluang dalam pengembangan koperasi di era modern.

Dalam pemaparan materinya, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menyampaikan bahwa koperasi harus mampu beradaptasi di tengah dinamika ekonomi dan teknologi digital saat ini. Ia menekankan pentingnya transparansi, tata kelola yang baik, serta inovasi dalam pelayanan kepada anggota.

“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujar Ponijar.

Di sisi lain, "Yayat Ruchiyat", Ketua Koperasi Desa Merah Putih Pangulah Selatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat peran koperasi di Karawang. Ia menilai forum seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi dan semangat antar pengurus koperasi

“Pertemuan ini adalah momen baik untuk menyamakan langkah. Koperasi bukan hanya soal bisnis, tapi soal keberpihakan terhadap anggota dan masyarakat. Kita harus hadir dengan solusi, bukan hanya wacana,” ujar Yayat.

Ia juga berharap Puskopkar dapat lebih aktif memfasilitasi peningkatan kapasitas koperasi di tingkat bawah, khususnya koperasi desa yang masih butuh banyak pendampingan.

“Banyak koperasi di akar rumput yang punya potensi, tapi lemah dari sisi manajemen dan jaringan. Puskopkar seharusnya jadi penggerak utama, bukan hanya simbolik. Mari bangun koperasi yang kuat, jujur, dan berpihak pada anggota,” tutupnya.


(Red)
Karawang — Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Resto Dewi Air. Acara ini dihadiri oleh para pengurus koperasi primer anggota, tokoh koperasi, serta perwakilan instansi terkait.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan antar koperasi anggota, mengevaluasi program kerja Puskopkar, serta membahas tantangan dan peluang dalam pengembangan koperasi di era modern.

Dalam pemaparan materinya, Ketua Puskopkar Karawang, Ponijar, menyampaikan bahwa koperasi harus mampu beradaptasi di tengah dinamika ekonomi dan teknologi digital saat ini. Ia menekankan pentingnya transparansi, tata kelola yang baik, serta inovasi dalam pelayanan kepada anggota.

“Puskopkar harus menjadi lokomotif perubahan. Kita dorong koperasi tidak hanya berjalan normatif, tapi bisa tumbuh, bersaing, dan memberi manfaat riil bagi anggotanya. Digitalisasi sistem, penguatan SDM, serta pengawasan internal harus jadi fokus ke depan,” ujar Ponijar.

Di sisi lain, "Yayat Ruchiyat", Ketua Koperasi Desa Merah Putih Pangulah Selatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat peran koperasi di Karawang. Ia menilai forum seperti ini sangat penting untuk menyatukan visi dan semangat antar pengurus koperasi

“Pertemuan ini adalah momen baik untuk menyamakan langkah. Koperasi bukan hanya soal bisnis, tapi soal keberpihakan terhadap anggota dan masyarakat. Kita harus hadir dengan solusi, bukan hanya wacana,” ujar Yayat.

Ia juga berharap Puskopkar dapat lebih aktif memfasilitasi peningkatan kapasitas koperasi di tingkat bawah, khususnya koperasi desa yang masih butuh banyak pendampingan.

“Banyak koperasi di akar rumput yang punya potensi, tapi lemah dari sisi manajemen dan jaringan. Puskopkar seharusnya jadi penggerak utama, bukan hanya simbolik. Mari bangun koperasi yang kuat, jujur, dan berpihak pada anggota,” tutupnya.


(Red)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done