Selasa, 09 Juni 2026
Senin, 08 Juni 2026
MENGECAM DUGAAN AKSI LGBT DAN PESTA GAY DI TEMPAT HIBURAN MALAM KARAWANG TUTUP PERNANEN
Sabtu, 06 Juni 2026
AKPERSI Apresiasi Kinerja Polrestabes Palembang, Terduga Pelaku Penganiayaan Viral Berhasil Ditahan Kurang dari 1x24 Jam
Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.
Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.
Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.
"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.
Redaksi
Palembang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Palembang atas gerak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang videonya sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat.
Menurut Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian dengan mengamankan dan menahan terduga pelaku dalam waktu kurang dari 1x24 jam merupakan bentuk responsivitas aparat penegak hukum terhadap keresahan publik serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami dari AKPERSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Palembang beserta seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan yang viral di media sosial. Penanganan yang dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai, kecepatan penanganan perkara tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat dan tidak memberikan ruang bagi tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum.
Lebih lanjut, AKPERSI berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
"Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan berkeadilan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kami berharap proses hukum ini terus dikawal hingga tuntas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.
Sebagai organisasi yang konsen terhadap kebebasan pers, kontrol sosial, dan penegakan hukum, AKPERSI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
AKPERSI menilai langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap dan menahan terduga pelaku merupakan contoh nyata pelayanan hukum yang responsif terhadap aspirasi dan laporan masyarakat, khususnya pada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik.
"Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Palembang dapat menjadi contoh positif dalam penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan," tutup Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ.
Redaksi
Ferimaulana Kembali Sabet Juara Lomba Karya Jurnalistik Tahap II Jambore Jurnalis 2026
BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.
Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.
Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.
Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.
"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.
Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.
Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.
Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.
"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.
Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat.
(Rd)
BANDUNG BARAT – Konsistensi dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas kembali ditunjukkan oleh Ferimaulana. Jurnalis Versitnews.com yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang itu kembali meraih prestasi dengan menjadi juara pada Lomba Karya Jurnalistik Tahap II dalam rangkaian Jambore Jurnalis 2026 yang digelar di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi catatan istimewa dalam pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026. Setelah sebelumnya berhasil mencuri perhatian melalui karya jurnalistik pada hari pertama kegiatan, Ferimaulana kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya dengan menghasilkan tulisan yang dinilai mampu menggambarkan semangat persatuan serta tantangan dunia pers di era digital.
Pengumuman pemenang disampaikan pada penutupan kegiatan jambore yang dihadiri ratusan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang. Suasana penuh kebanggaan dan apresiasi menyelimuti lokasi acara saat nama Ferimaulana kembali diumumkan sebagai salah satu jurnalis terbaik dalam kompetisi tersebut.
Bagi Ferimaulana, penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral bagi seorang wartawan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berkomitmen menjaga kualitas dan integritas profesi wartawan," ujarnya usai menerima penghargaan.
Menurutnya, lomba karya jurnalistik yang digelar dalam Jambore Jurnalis memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, kegiatan tersebut juga mampu mendorong para wartawan untuk terus mengasah kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut untuk tidak hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang akurat.
"Saat ini masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai platform digital dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana media dan wartawan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya dengan mengedepankan fakta dan data yang benar," katanya.
Ferimaulana juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi dunia pers, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi dalam penyajian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Rangkaian Jambore Jurnalis 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi insan pers Kabupaten Karawang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, membangun kekompakan, serta mempererat hubungan antarwartawan.
Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan profesi, terutama di era transformasi digital yang terus berkembang.
Keberhasilan Ferimaulana meraih juara pada tahap kedua lomba karya jurnalistik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya dan menjaga marwah profesi wartawan sebagai penyampai informasi yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Menurutnya, prestasi yang diraih dalam Jambore Jurnalis 2026 menjadi pengingat bahwa dunia jurnalistik membutuhkan semangat belajar yang tidak pernah berhenti serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.
"Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Jurnalis 2026 dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi insan pers Karawang untuk semakin profesional, solid, dan adaptif menghadapi masa depan," pungkas Ferimaulana.
Jambore Jurnalis 2026 pun ditutup dengan membawa semangat baru bagi seluruh peserta. Tidak hanya melahirkan para juara dalam kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat tekad insan pers Karawang untuk terus menjaga kualitas pemberitaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat.
(Rd)
Ferimaulana Raih Juara Lomba Karya Jurnalistik Jambore Jurnalis 2026, Bukti Pers Karawang Siap Hadapi Era Digital
BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.
Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.
Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."
Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.
Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.
Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.
"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.
Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.
"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.
Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.
Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.
"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.
"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.
Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat.
Red
BANDUNG BARAT – Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang di kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026.
Tak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antar insan pers, kegiatan tahunan tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas dan kreativitas para jurnalis melalui berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba karya jurnalistik yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media di Kabupaten Karawang.
Dari persaingan yang berlangsung ketat, nama Ferimaulana, jurnalis Versitnews.com sekaligus Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang, berhasil meraih predikat juara pertama melalui karya tulis berjudul "Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang."
Pengumuman pemenang berlangsung pada malam keakraban yang menjadi puncak acara jambore. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira peserta memenuhi lokasi kegiatan saat panitia mengumumkan nama Ferimaulana sebagai juara terbaik dalam kompetisi tersebut.
Prestasi itu menjadi simbol bahwa kualitas karya jurnalistik tetap menjadi identitas utama seorang wartawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi yang sehat mampu melahirkan karya-karya yang inspiratif dan bernilai bagi masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Ferimaulana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus berjuang menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan zaman," ujarnya.
Menurut Feri, dunia jurnalistik saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Arus informasi yang bergerak begitu cepat melalui berbagai platform media sosial telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat.
Ia menjelaskan, platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube kini menjadi sumber informasi yang sangat cepat diakses publik. Namun, kecepatan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai sehingga berpotensi memunculkan informasi yang tidak akurat bahkan hoaks.
"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi wartawan. Pers profesional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, independensi, dan verifikasi," katanya.
Menurutnya, justru di era digital seperti sekarang, peran wartawan semakin penting sebagai penyaring informasi yang benar dan terpercaya di tengah derasnya arus konten di media sosial.
"Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, pelaksanaan Jambore Jurnalis 2026 juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan, Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman secara langsung melepas rombongan jurnalis.
Keduanya menilai jambore merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mulai dari diskusi, permainan kebersamaan, perlombaan, hingga kegiatan yang mendorong penguatan jaringan antarjurnalis dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Karawang.
Momen tersebut menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat hubungan antarsesama profesi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia jurnalistik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Bagi Ferimaulana, Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah insan pers dalam menghadapi era transformasi digital.
"Kita berharap jambore ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi wartawan Karawang. Dengan kebersamaan, solidaritas, dan semangat belajar, kita dapat menciptakan pers yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi media.
"Kebersamaan yang terbangun di Jambore Jurnalis 2026 harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang untuk terus berkarya, menjaga independensi, memperkuat integritas, dan memanfaatkan kemajuan teknologi demi kepentingan publik serta kemajuan dunia pers Indonesia," pungkas Ferimaulana.
Jambore Jurnalis 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi atau perlombaan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan, ruang peningkatan kapasitas, sekaligus pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, wartawan tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi dan penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat.
Red
GOKAR, Ojol Asli Karawang Turut Apresiasi Jurnalis: Support Penghargaan Karya Tulis Jambore 2026
Aplikasi ojek online ASLI KARAWANG yang sudah support penuh Jambore Jurnalis 2026 dengan memberikan penghargaan spesial buat para pemenang Lomba Karya Tulis!
GOKAR bukan sekadar aplikasi. Ini karya putra daerah Karawang, Bapak Syuhada Wisastra, yang beneran "dari Karawang untuk Karawang". Mulai dari ojek, taksi, kurir, Gokar Food, sampai pickup semua ada.
Bangga pakai produk lokal yang memberdayakan driver dan UMKM Karawang. Yuk kita dukung bareng-bareng!
GOKAR – Dekat Bersahabat✨
Aplikasi ojek online ASLI KARAWANG yang sudah support penuh Jambore Jurnalis 2026 dengan memberikan penghargaan spesial buat para pemenang Lomba Karya Tulis!
GOKAR bukan sekadar aplikasi. Ini karya putra daerah Karawang, Bapak Syuhada Wisastra, yang beneran "dari Karawang untuk Karawang". Mulai dari ojek, taksi, kurir, Gokar Food, sampai pickup semua ada.
Bangga pakai produk lokal yang memberdayakan driver dan UMKM Karawang. Yuk kita dukung bareng-bareng!
GOKAR – Dekat Bersahabat✨
Jambore Jurnalis 2026: Pers Karawang Perkuat Solidaritas, Profesionalisme dan Adaptasi Menghadapi Disrupsi Digital
Mengusung tema "Memperkuat Solidaritas, Profesionalisme, dan Adaptasi Pers di Era Digital", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para wartawan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kompetensi, serta membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan industri media yang semakin kompleks.
Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rekreasi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi besar insan pers Karawang dalam memperkuat persatuan lintas organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk maraknya penyebaran informasi palsu, disinformasi, dan perubahan pola konsumsi berita di era digital.
Keberangkatan peserta jambore dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Dian Fahruldjaman, dari Plaza Pemda Karawang pada Jumat, 5 Juni 2026.
Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol kebersamaan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengaku bangga melihat kekompakan insan pers di Kabupaten Karawang.
"Ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Sebanyak 120 jurnalis dari 15 organisasi pers dapat berkumpul dan berangkat bersama dalam satu kegiatan. Ini membuktikan bahwa pers Karawang memiliki semangat solidaritas dan kebersamaan yang sangat tinggi," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dijaga demi menciptakan informasi yang sehat dan membangun.
Maslani berharap, melalui jambore ini para jurnalis dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus kembali dengan semangat baru dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Berangkatlah dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Pulanglah membawa semangat baru, pengalaman berharga, dan cerita-cerita hebat untuk masyarakat Karawang. Jaga nama baik daerah dan profesi yang kita cintai," pesannya.
Pers Hadapi Tantangan Baru di Era Digital
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menilai bahwa tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini telah mengalami perubahan besar.
Menurutnya, jika dahulu perjuangan pers lebih banyak berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan kemerdekaan menyampaikan informasi, maka saat ini tantangan terbesar datang dari derasnya perkembangan teknologi digital.
"Tantangan kita hari ini bukan lagi soal kebebasan pers. Tantangan terbesar justru bagaimana menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan terkadang tidak akurat akibat perkembangan platform digital dan media sosial," katanya.
Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kebenaran informasi di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi.
"Peran jurnalis adalah menjernihkan informasi. Ketika masyarakat menerima informasi yang benar dan berdasarkan fakta, di situlah marwah pers dipertaruhkan. Wartawan harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman," tambahnya.
Kesuksesan penyelenggaraan Jambore Jurnalis 2026 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta puluhan perusahaan swasta yang turut memberikan kontribusi sebagai sponsor kegiatan.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pers ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan media lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
Dukungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para jurnalis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Memasuki hari kedua pelaksanaan jambore, suasana di kawasan Cikole semakin semarak. Sejak pagi hari, seluruh peserta mengikuti senam sehat bersama yang dipandu instruktur profesional di lapangan utama.
Udara sejuk khas Lembang berpadu dengan semangat para peserta yang mengikuti setiap gerakan senam. Sorak-sorai dan yel-yel dari masing-masing organisasi pers menambah kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Tak hanya itu, berbagai permainan kelompok dan kegiatan interaktif turut digelar untuk mempererat hubungan antarjurnalis dari berbagai organisasi.
Kemeriahan semakin terasa saat pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh para sponsor. Berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik, voucher belanja, perlengkapan kerja wartawan, hingga hadiah hiburan lainnya dibagikan kepada peserta yang beruntung.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dari jambore, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara sesama insan pers.
## Melebur Sekat Organisasi
Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jambore Jurnalis 2026 sengaja dirancang untuk melebur berbagai perbedaan yang ada di antara organisasi pers.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat solidaritas dan bersama-sama menjaga kehormatan profesi wartawan," katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD, serta puluhan perusahaan sponsor yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pers lokal.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Jambore Jurnalis 2026 menjadi simbol lahirnya komitmen baru insan pers Karawang dalam menghadapi perubahan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan industri media yang semakin ketat, para jurnalis Karawang memilih untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme.
Suasana sejuk Cikole menjadi saksi bahwa pers Karawang memiliki tekad untuk terus menjadi penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Jambore Jurnalis 2026 juga menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada kemampuan menjaga integritas, membangun kepercayaan publik, serta mempertahankan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.
Karena pada akhirnya, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk masyarakat. Dan di tengah disrupsi digital yang terus berkembang, insan pers Karawang telah memilih jalannya: bersatu dalam solidaritas, berkarya dengan profesionalisme, dan beradaptasi untuk masa depan demi menjaga marwah pers Indonesia.
Redaksi
Mengusung tema "Memperkuat Solidaritas, Profesionalisme, dan Adaptasi Pers di Era Digital", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para wartawan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kompetensi, serta membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan industri media yang semakin kompleks.
Jambore Jurnalis 2026 bukan sekadar agenda rekreasi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi besar insan pers Karawang dalam memperkuat persatuan lintas organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk maraknya penyebaran informasi palsu, disinformasi, dan perubahan pola konsumsi berita di era digital.
Keberangkatan peserta jambore dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Dian Fahruldjaman, dari Plaza Pemda Karawang pada Jumat, 5 Juni 2026.
Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi simbol kebersamaan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengaku bangga melihat kekompakan insan pers di Kabupaten Karawang.
"Ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Sebanyak 120 jurnalis dari 15 organisasi pers dapat berkumpul dan berangkat bersama dalam satu kegiatan. Ini membuktikan bahwa pers Karawang memiliki semangat solidaritas dan kebersamaan yang sangat tinggi," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dijaga demi menciptakan informasi yang sehat dan membangun.
Maslani berharap, melalui jambore ini para jurnalis dapat saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus kembali dengan semangat baru dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Berangkatlah dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Pulanglah membawa semangat baru, pengalaman berharga, dan cerita-cerita hebat untuk masyarakat Karawang. Jaga nama baik daerah dan profesi yang kita cintai," pesannya.
Pers Hadapi Tantangan Baru di Era Digital
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahruldjaman menilai bahwa tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini telah mengalami perubahan besar.
Menurutnya, jika dahulu perjuangan pers lebih banyak berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan kemerdekaan menyampaikan informasi, maka saat ini tantangan terbesar datang dari derasnya perkembangan teknologi digital.
"Tantangan kita hari ini bukan lagi soal kebebasan pers. Tantangan terbesar justru bagaimana menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan terkadang tidak akurat akibat perkembangan platform digital dan media sosial," katanya.
Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kebenaran informasi di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi.
"Peran jurnalis adalah menjernihkan informasi. Ketika masyarakat menerima informasi yang benar dan berdasarkan fakta, di situlah marwah pers dipertaruhkan. Wartawan harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman," tambahnya.
Kesuksesan penyelenggaraan Jambore Jurnalis 2026 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kabupaten Karawang, serta puluhan perusahaan swasta yang turut memberikan kontribusi sebagai sponsor kegiatan.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pers ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan media lokal masih memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
Dukungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para jurnalis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Memasuki hari kedua pelaksanaan jambore, suasana di kawasan Cikole semakin semarak. Sejak pagi hari, seluruh peserta mengikuti senam sehat bersama yang dipandu instruktur profesional di lapangan utama.
Udara sejuk khas Lembang berpadu dengan semangat para peserta yang mengikuti setiap gerakan senam. Sorak-sorai dan yel-yel dari masing-masing organisasi pers menambah kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Tak hanya itu, berbagai permainan kelompok dan kegiatan interaktif turut digelar untuk mempererat hubungan antarjurnalis dari berbagai organisasi.
Kemeriahan semakin terasa saat pembagian doorprize yang telah disiapkan oleh para sponsor. Berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan elektronik, voucher belanja, perlengkapan kerja wartawan, hingga hadiah hiburan lainnya dibagikan kepada peserta yang beruntung.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dari jambore, sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di antara sesama insan pers.
## Melebur Sekat Organisasi
Ketua PWI Kabupaten Karawang, Cing Nila Kusuma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jambore Jurnalis 2026 sengaja dirancang untuk melebur berbagai perbedaan yang ada di antara organisasi pers.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat solidaritas dan bersama-sama menjaga kehormatan profesi wartawan," katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD, serta puluhan perusahaan sponsor yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pers lokal.
Lebih dari sekadar kegiatan tahunan, Jambore Jurnalis 2026 menjadi simbol lahirnya komitmen baru insan pers Karawang dalam menghadapi perubahan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan industri media yang semakin ketat, para jurnalis Karawang memilih untuk memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalisme.
Suasana sejuk Cikole menjadi saksi bahwa pers Karawang memiliki tekad untuk terus menjadi penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Jambore Jurnalis 2026 juga menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga pada kemampuan menjaga integritas, membangun kepercayaan publik, serta mempertahankan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.
Karena pada akhirnya, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk masyarakat. Dan di tengah disrupsi digital yang terus berkembang, insan pers Karawang telah memilih jalannya: bersatu dalam solidaritas, berkarya dengan profesionalisme, dan beradaptasi untuk masa depan demi menjaga marwah pers Indonesia.
Redaksi



