VERSITNEWS

Selasa, 02 September 2025

Proyek Turap Drainase di Kelurahan Plawad Disorot Aktivis, Diduga Tak Sesuai Teknis‎‎

‎Karawang, – Proyek pembangunan turap drainase sepanjang 100 meter dengan tinggi 1 meter yang dibiayai dari dana kelurahan Plawad tahun 2025 dengan anggaran ,53.678.000, dan dilaksanakan selama 17 hari, menuai sorotan dari masyarakat dan aktivis lokal. Proyek yang seharusnya dilaksanakan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di wilayah kedung Salam RW 07, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur ini, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
‎Sorotan tajam datang dari aktivis sosial Ade Balok, yang menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi pengerjaan turap saat melakukan pemantauan lapangan pada Selasa (2/9/2025). Menurut Ade, hasil pekerjaan tidak mencerminkan standar konstruksi drainase yang layak, baik dari segi material, metode pelaksanaan, maupun ketahanan struktur.
‎Secara kasat mata sudah terlihat adanya ketidaksesuaian. Ketebalan turap tidak seragam, pondasi tampak dangkal, dan mutu pekerjaan diragukan. Ini bisa membahayakan warga sekitar, terutama saat musim hujan tiba,” tegas Ade Balok.
‎Ia juga mempertanyakan peran pengawasan dari pihak kelurahan dan instansi terkait, yang dinilai kurang aktif dalam memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana teknis.
‎Proyek ini sebelumnya direncanakan sebagai solusi untuk mengatasi genangan air di wilayah kedung Salam, namun dengan temuan lapangan tersebut, efektivitas dan kebermanfaatannya menjadi tanda tanya.
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dari KSM dan perwakilan Kelurahan Plawad belum memberikan tanggapan resmi. Aktivis dan warga setempat mendesak adanya audit teknis independen serta transparansi anggaran demi menjamin penggunaan dana publik yang bertanggung jawab.

Penulis: Feri Maulana 
‎Karawang, – Proyek pembangunan turap drainase sepanjang 100 meter dengan tinggi 1 meter yang dibiayai dari dana kelurahan Plawad tahun 2025 dengan anggaran ,53.678.000, dan dilaksanakan selama 17 hari, menuai sorotan dari masyarakat dan aktivis lokal. Proyek yang seharusnya dilaksanakan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di wilayah kedung Salam RW 07, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur ini, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
‎Sorotan tajam datang dari aktivis sosial Ade Balok, yang menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi pengerjaan turap saat melakukan pemantauan lapangan pada Selasa (2/9/2025). Menurut Ade, hasil pekerjaan tidak mencerminkan standar konstruksi drainase yang layak, baik dari segi material, metode pelaksanaan, maupun ketahanan struktur.
‎Secara kasat mata sudah terlihat adanya ketidaksesuaian. Ketebalan turap tidak seragam, pondasi tampak dangkal, dan mutu pekerjaan diragukan. Ini bisa membahayakan warga sekitar, terutama saat musim hujan tiba,” tegas Ade Balok.
‎Ia juga mempertanyakan peran pengawasan dari pihak kelurahan dan instansi terkait, yang dinilai kurang aktif dalam memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana teknis.
‎Proyek ini sebelumnya direncanakan sebagai solusi untuk mengatasi genangan air di wilayah kedung Salam, namun dengan temuan lapangan tersebut, efektivitas dan kebermanfaatannya menjadi tanda tanya.
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dari KSM dan perwakilan Kelurahan Plawad belum memberikan tanggapan resmi. Aktivis dan warga setempat mendesak adanya audit teknis independen serta transparansi anggaran demi menjamin penggunaan dana publik yang bertanggung jawab.

Penulis: Feri Maulana 

Senin, 01 September 2025

Ketua DPRD Karawang Temui Masa Aksi Demo,"Aspirasi Akan Kami Jawab 3x24 Jam"

Karawang | Versitnews.com-Hari ini, Senin (01/09/2025), suara aspirasi masyarakat kembali menggema di halaman Gedung DPRD Karawang. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masa berlangsung dengan tertib dan damai.

 "Massa aksi menyampaikan tuntutan mereka dengan tegas namun tetap menjaga situasi yang kondusif. Pihak kepolisian dan aparat keamanan turut mengawal jalannya aksi untuk memastikan tidak terjadi gesekan di lapangan.

Walaupun diawali dengan pelemparan botol dan benda lainnya terhadap pihak polisi. Namun, kondisi tersebut bisa dikondusifkan oleh Korlap yang ada di Mobil Komando sehingga penyampaian aspirasi tetap berjalan.

"Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin datang langsung menemui massa aksi sekitar pukul 16.40 WIB. Endang mengatakan siap menampung aspirasi masyarakat Karawang. ‎Mereka datang menyuarakan aspirasinya dan diterima oleh Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin atau yang biasa di sapa Kang HES.
"Kami mendengarkan aspirasi masyarakat dengan terbuka. Insya Allah, masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian DPRD,” ujar H. Endang Sodikin di hadapan para peserta aksi.

Insyaallah kami DPRD Karawang, siap menampung aspirasi masyarakat Karawang. Saya ucapkan terimakasih juga telah menyampaikan aspirasinya secara tertib dan tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan anarkis," ujar H.Endang.

Berkat koordinasi yang solid dan pendekatan humanis dari aparat keamanan, aksi unjuk rasa berlangsung damai dan tertib. Para demonstran akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah melakukan audiensi langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang telah menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.

Alhamdulillah, situasi hari ini berjalan dengan aman dan terkendali. Kami mengapresiasi sikap damai para demonstran serta sinergi dari TNI dan Satpol PP dalam pengamanan,” ujarnya.

Komandan Kodim 0604 Karawang, juga menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas daerah.

Aparat keamanan akan tetap melakukan pemantauan pasca aksi sebagai langkah antisipasi lanjutan, guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Karawang

Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya massa aksi yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Semoga suara yang disuarakan hari ini dapat menjadi bahan refleksi dan tindakan nyata ke depannya.

Penulis:Ferimaulana 



Karawang | Versitnews.com-Hari ini, Senin (01/09/2025), suara aspirasi masyarakat kembali menggema di halaman Gedung DPRD Karawang. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masa berlangsung dengan tertib dan damai.

 "Massa aksi menyampaikan tuntutan mereka dengan tegas namun tetap menjaga situasi yang kondusif. Pihak kepolisian dan aparat keamanan turut mengawal jalannya aksi untuk memastikan tidak terjadi gesekan di lapangan.

Walaupun diawali dengan pelemparan botol dan benda lainnya terhadap pihak polisi. Namun, kondisi tersebut bisa dikondusifkan oleh Korlap yang ada di Mobil Komando sehingga penyampaian aspirasi tetap berjalan.

"Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin datang langsung menemui massa aksi sekitar pukul 16.40 WIB. Endang mengatakan siap menampung aspirasi masyarakat Karawang. ‎Mereka datang menyuarakan aspirasinya dan diterima oleh Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin atau yang biasa di sapa Kang HES.
"Kami mendengarkan aspirasi masyarakat dengan terbuka. Insya Allah, masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian DPRD,” ujar H. Endang Sodikin di hadapan para peserta aksi.

Insyaallah kami DPRD Karawang, siap menampung aspirasi masyarakat Karawang. Saya ucapkan terimakasih juga telah menyampaikan aspirasinya secara tertib dan tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan anarkis," ujar H.Endang.

Berkat koordinasi yang solid dan pendekatan humanis dari aparat keamanan, aksi unjuk rasa berlangsung damai dan tertib. Para demonstran akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah melakukan audiensi langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang telah menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.

Alhamdulillah, situasi hari ini berjalan dengan aman dan terkendali. Kami mengapresiasi sikap damai para demonstran serta sinergi dari TNI dan Satpol PP dalam pengamanan,” ujarnya.

Komandan Kodim 0604 Karawang, juga menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas daerah.

Aparat keamanan akan tetap melakukan pemantauan pasca aksi sebagai langkah antisipasi lanjutan, guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Karawang

Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya massa aksi yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Semoga suara yang disuarakan hari ini dapat menjadi bahan refleksi dan tindakan nyata ke depannya.

Penulis:Ferimaulana 



Marak Demo Pelajar, Pimpinan Redaksi Versitnews.com Tegaskan: “Jaga Anak Kita, Jangan Ikut Demo!”

Karawang | Versitnews.com – Gelombang aksi demonstrasi yang melibatkan pelajar di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Karawang, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Salah satunya datang dari Pimpinan Redaksi media Versitnews.com, Ferimaulana atau yang akrab disapa Feri.

Melalui himbauan terbuka, Feri menyerukan kepada seluruh orang tua agar lebih ketat mengawasi putra-putrinya. Ia menegaskan, keterlibatan pelajar dalam aksi demo tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga dapat merusak masa depan pendidikan generasi muda.

“Jaga anak kita! Jangan ikut demo! Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai,” tegas Feri dalam pernyataannya, Senin (1/8/2025).

Pelajar Harus Fokus pada Prestasi

Feri menilai, pelajar seharusnya diarahkan untuk tetap konsentrasi pada pendidikan, mengukir prestasi, dan meraih cita-cita. Bukan sebaliknya, ikut dalam aksi jalanan yang berisiko tinggi dan bisa menyeret mereka ke persoalan hukum maupun kerugian pribadi.

Orang Tua Berperan Sentral

Ia juga menekankan, peran orang tua sangatlah penting dalam menjaga dan membimbing anak-anak agar tidak mudah terbawa arus lingkungan atau provokasi yang dapat menjerumuskan mereka.

“Anak adalah harapan kita bersama. Karawang membutuhkan generasi cerdas, berprestasi, dan berakhlak, bukan generasi yang terjerumus dalam kerusuhan,” ungkapnya.

Masa Depan Karawang di Tangan Generasi Muda

Feri mengingatkan, Karawang memiliki potensi besar untuk maju. Namun, masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, menjaga anak-anak tetap berada di jalur positif merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua, melainkan juga sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.

Dengan semangat kebersamaan, ia berharap Karawang mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, berdaya saing, dan mampu menjaga kedamaian di bumi Pangkal Perjuangan.

“Mari kita kawal anak-anak kita agar tidak salah jalan. Karawang harus damai, dan generasi mudanya harus jadi kebanggaan, bukan korban,” pungkas Feri
Karawang | Versitnews.com – Gelombang aksi demonstrasi yang melibatkan pelajar di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Karawang, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Salah satunya datang dari Pimpinan Redaksi media Versitnews.com, Ferimaulana atau yang akrab disapa Feri.

Melalui himbauan terbuka, Feri menyerukan kepada seluruh orang tua agar lebih ketat mengawasi putra-putrinya. Ia menegaskan, keterlibatan pelajar dalam aksi demo tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga dapat merusak masa depan pendidikan generasi muda.

“Jaga anak kita! Jangan ikut demo! Fokus belajar, raih cita-cita, bangun Karawang damai,” tegas Feri dalam pernyataannya, Senin (1/8/2025).

Pelajar Harus Fokus pada Prestasi

Feri menilai, pelajar seharusnya diarahkan untuk tetap konsentrasi pada pendidikan, mengukir prestasi, dan meraih cita-cita. Bukan sebaliknya, ikut dalam aksi jalanan yang berisiko tinggi dan bisa menyeret mereka ke persoalan hukum maupun kerugian pribadi.

Orang Tua Berperan Sentral

Ia juga menekankan, peran orang tua sangatlah penting dalam menjaga dan membimbing anak-anak agar tidak mudah terbawa arus lingkungan atau provokasi yang dapat menjerumuskan mereka.

“Anak adalah harapan kita bersama. Karawang membutuhkan generasi cerdas, berprestasi, dan berakhlak, bukan generasi yang terjerumus dalam kerusuhan,” ungkapnya.

Masa Depan Karawang di Tangan Generasi Muda

Feri mengingatkan, Karawang memiliki potensi besar untuk maju. Namun, masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, menjaga anak-anak tetap berada di jalur positif merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua, melainkan juga sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.

Dengan semangat kebersamaan, ia berharap Karawang mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, berdaya saing, dan mampu menjaga kedamaian di bumi Pangkal Perjuangan.

“Mari kita kawal anak-anak kita agar tidak salah jalan. Karawang harus damai, dan generasi mudanya harus jadi kebanggaan, bukan korban,” pungkas Feri

Minggu, 31 Agustus 2025

Proses Rekrutmen Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Kabupaten Karawang,


Karawang | Versitnews.com – Proses rekrutmen pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menuai kritik tajam. Sejumlah persyaratan dianggap terlalu memberatkan masyarakat lokal, khususnya para tenaga kesehatan yang sudah berpengalaman.

Kepala Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Endang Macan Kumbang, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pengangguran Karawang, menilai aturan penerimaan pegawai perlu dikaji ulang.

Menurut Endang, standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0 serta batas usia maksimal 30 tahun untuk pelamar non-pengalaman dan 35 tahun bagi yang berpengalaman dinilai tidak realistis.
“Persyaratan IPK 3,0 itu berat bagi putra daerah. Saya minta dipertimbangkan untuk diturunkan jadi 2,7 atau 2,5. Begitu juga batas usia, harus ada kelonggaran agar tenaga berpengalaman di atas 30 tahun tetap bisa ikut seleksi,” ujar Endang, Minggu (31/8/2025).

Bidan Berpengalaman Terancam Tersisih

Endang mencontohkan banyak bidan yang sudah mengabdi 5–10 tahun di puskesmas atau klinik, namun berpotensi gagal mendaftar karena terkendala usia maupun syarat tambahan seperti kepemilikan sertifikat tertentu.

Ia juga mempertanyakan kewajiban sertifikat MS Office sebagai syarat keahlian komputer. Menurutnya, kemampuan dasar komputer sudah menjadi keterampilan umum bagi lulusan sarjana.

"Kalau S1 semua jurusan diutamakan bisa komputer, ya cukup dites saja saat praktik. Tidak perlu diwajibkan melampirkan sertifikat MS Office,” tegasnya.

Seleksi Dinilai Kaku

Lebih jauh, Endang menilai mekanisme penerimaan pegawai RSUD terlalu kaku dalam menentukan spesifikasi pendidikan. Ia meminta agar kategori S1 semua jurusan dibuka lebih luas, bukan hanya terbatas pada administrasi atau ekonomi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya prioritas bagi pelamar berdomisili Karawang agar masyarakat lokal tidak kalah bersaing dengan peserta dari luar daerah.

Minta Fleksibilitas

Endang mendesak Dinas Kesehatan, BKPSDM, dan manajemen RSUD Rengasdengklok untuk lebih fleksibel dalam menyusun aturan rekrutmen. Menurutnya, kualitas pegawai bisa dibentuk lewat pembinaan, pelatihan, dan masa percobaan kerja, bukan sekadar syarat administratif yang ketat.

"Jangan terlalu high level aturannya. Berat bagi masyarakat Karawang. Profesionalisme itu bisa dibentuk lewat job description, pelatihan, dan monitoring,” ujarnya.

Endang juga menegaskan bahwa pengalaman kerja lapangan seharusnya mendapat penghargaan lebih tinggi dibanding sekadar sertifikat pelatihan.

"Kasih kesempatan bidan yang sudah 10 tahun bekerja di klinik walaupun tidak punya PPGDON. Pengalaman mereka sudah cukup membuktikan kemampuan,” pungkasnya.


Penulis: Ferimaulana 

Karawang | Versitnews.com – Proses rekrutmen pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menuai kritik tajam. Sejumlah persyaratan dianggap terlalu memberatkan masyarakat lokal, khususnya para tenaga kesehatan yang sudah berpengalaman.

Kepala Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Endang Macan Kumbang, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pengangguran Karawang, menilai aturan penerimaan pegawai perlu dikaji ulang.

Menurut Endang, standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0 serta batas usia maksimal 30 tahun untuk pelamar non-pengalaman dan 35 tahun bagi yang berpengalaman dinilai tidak realistis.
“Persyaratan IPK 3,0 itu berat bagi putra daerah. Saya minta dipertimbangkan untuk diturunkan jadi 2,7 atau 2,5. Begitu juga batas usia, harus ada kelonggaran agar tenaga berpengalaman di atas 30 tahun tetap bisa ikut seleksi,” ujar Endang, Minggu (31/8/2025).

Bidan Berpengalaman Terancam Tersisih

Endang mencontohkan banyak bidan yang sudah mengabdi 5–10 tahun di puskesmas atau klinik, namun berpotensi gagal mendaftar karena terkendala usia maupun syarat tambahan seperti kepemilikan sertifikat tertentu.

Ia juga mempertanyakan kewajiban sertifikat MS Office sebagai syarat keahlian komputer. Menurutnya, kemampuan dasar komputer sudah menjadi keterampilan umum bagi lulusan sarjana.

"Kalau S1 semua jurusan diutamakan bisa komputer, ya cukup dites saja saat praktik. Tidak perlu diwajibkan melampirkan sertifikat MS Office,” tegasnya.

Seleksi Dinilai Kaku

Lebih jauh, Endang menilai mekanisme penerimaan pegawai RSUD terlalu kaku dalam menentukan spesifikasi pendidikan. Ia meminta agar kategori S1 semua jurusan dibuka lebih luas, bukan hanya terbatas pada administrasi atau ekonomi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya prioritas bagi pelamar berdomisili Karawang agar masyarakat lokal tidak kalah bersaing dengan peserta dari luar daerah.

Minta Fleksibilitas

Endang mendesak Dinas Kesehatan, BKPSDM, dan manajemen RSUD Rengasdengklok untuk lebih fleksibel dalam menyusun aturan rekrutmen. Menurutnya, kualitas pegawai bisa dibentuk lewat pembinaan, pelatihan, dan masa percobaan kerja, bukan sekadar syarat administratif yang ketat.

"Jangan terlalu high level aturannya. Berat bagi masyarakat Karawang. Profesionalisme itu bisa dibentuk lewat job description, pelatihan, dan monitoring,” ujarnya.

Endang juga menegaskan bahwa pengalaman kerja lapangan seharusnya mendapat penghargaan lebih tinggi dibanding sekadar sertifikat pelatihan.

"Kasih kesempatan bidan yang sudah 10 tahun bekerja di klinik walaupun tidak punya PPGDON. Pengalaman mereka sudah cukup membuktikan kemampuan,” pungkasnya.


Penulis: Ferimaulana 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama lintas tokoh agama, masyarakat, pemuda, hingga pelaku usaha menggelar Deklarasi Karawang Damai

Karawang | Versitnews
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, menyusul maraknya aksi demonstrasi yang dalam beberapa waktu terakhir kerap berujung pada tindakan anarkisme dan merugikan masyarakat.

Dalam deklarasi tersebut, para tokoh, jajaran eksekutif dan legislatif menyampaikan lima komitmen penting, yakni menjaga ketenteraman dan persaudaraan, menolak provokasi serta anarkisme, mewujudkan Karawang yang aman dan damai, menyadari bahwa Karawang adalah milik bersama (Karawang Anu Urang), serta berdiri teguh demi Karawang yang lebih baik dan sejahtera.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak warga, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang merusak dan merugikan.

"Karawang ini milik kita semua. Menyampaikan aspirasi itu wajar, tapi jangan sampai dilakukan dengan cara-cara anarkis. Karena kalau fasilitas yang dibangun bertahun-tahun rusak hanya dalam sekejap, yang rugi adalah kita semua," ujarnya.

Menurut Aep, stabilitas keamanan menjadi kunci keberlangsungan pembangunan dan investasi di Karawang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah agar iklim usaha dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.

"Harapan saya, Karawang bisa terus solid. Dengan kebersamaan, kita bisa wujudkan Karawang yang aman, damai, dan maju," pungkasnya.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH.,, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa, tetap harus disampaikan dengan cara-cara konstitusional dan santun.

"Kami di DPRD selalu terbuka untuk mendengar aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Menyampaikan pendapat itu adalah hak, tapi harus dilakukan dengan dialog dan sesuai aturan. Saya yakin mahasiswa Karawang memahami mekanisme ini dan akan tetap menjaga nama baik daerahnya," Kata H.Endang.

Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai 

Endang juga mengingatkan agar aksi-aksi mahasiswa di Karawang tetap fokus pada kepentingan lokal, khususnya isu-isu strategis yang langsung menyentuh masyarakat,"Ucap H.Endang

"Tagline #HAYUJAGAKARAWANG ini penting. Ayo kita jaga bersama. Kita tidak boleh terprovokasi oleh dinamika pusat yang justru bisa merugikan daerah. DPRD siap menyerap aspirasi dan memperbaiki kinerja untuk masyarakat Karawang," tegasnya,"Pungkas H.Endang

Penulis: Feri Maulana 
Karawang | Versitnews
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, menyusul maraknya aksi demonstrasi yang dalam beberapa waktu terakhir kerap berujung pada tindakan anarkisme dan merugikan masyarakat.

Dalam deklarasi tersebut, para tokoh, jajaran eksekutif dan legislatif menyampaikan lima komitmen penting, yakni menjaga ketenteraman dan persaudaraan, menolak provokasi serta anarkisme, mewujudkan Karawang yang aman dan damai, menyadari bahwa Karawang adalah milik bersama (Karawang Anu Urang), serta berdiri teguh demi Karawang yang lebih baik dan sejahtera.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak warga, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang merusak dan merugikan.

"Karawang ini milik kita semua. Menyampaikan aspirasi itu wajar, tapi jangan sampai dilakukan dengan cara-cara anarkis. Karena kalau fasilitas yang dibangun bertahun-tahun rusak hanya dalam sekejap, yang rugi adalah kita semua," ujarnya.

Menurut Aep, stabilitas keamanan menjadi kunci keberlangsungan pembangunan dan investasi di Karawang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah agar iklim usaha dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.

"Harapan saya, Karawang bisa terus solid. Dengan kebersamaan, kita bisa wujudkan Karawang yang aman, damai, dan maju," pungkasnya.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, SP.D.I., SH., MH.,, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa, tetap harus disampaikan dengan cara-cara konstitusional dan santun.

"Kami di DPRD selalu terbuka untuk mendengar aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Menyampaikan pendapat itu adalah hak, tapi harus dilakukan dengan dialog dan sesuai aturan. Saya yakin mahasiswa Karawang memahami mekanisme ini dan akan tetap menjaga nama baik daerahnya," Kata H.Endang.

Saya yakin adik-adik mahasiswa di Karawang akan terus menyampaikan aspirasinya dengan baik. Kami di DPRD akan mendengarkan, membahas bersama fraksi, dan menyampaikan pernyataan sesuai 

Endang juga mengingatkan agar aksi-aksi mahasiswa di Karawang tetap fokus pada kepentingan lokal, khususnya isu-isu strategis yang langsung menyentuh masyarakat,"Ucap H.Endang

"Tagline #HAYUJAGAKARAWANG ini penting. Ayo kita jaga bersama. Kita tidak boleh terprovokasi oleh dinamika pusat yang justru bisa merugikan daerah. DPRD siap menyerap aspirasi dan memperbaiki kinerja untuk masyarakat Karawang," tegasnya,"Pungkas H.Endang

Penulis: Feri Maulana 

TNI Bersama Rakyat, Tanggung Jawab Bersama Untuk Melindungi Keselamatan Masyarakat‎

Karawang | Versitnews.com-‎Minggu, 31 Agustus 2025 -
‎Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan warga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Keselamatan rakyat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali.
‎Melalui himbauan ini, TNI mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial atau platform digital yang belum dapat dipastikan sumbernya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, bijak dalam menyikapi informasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan berita.
‎TNI juga mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan antar warga. Dalam situasi apapun, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas nasional harus terus dikedepankan.
‎"TNI akan selalu berada di tengah-tengah rakyat, bekerja sama dan bahu-membahu menjaga keselamatan serta keutuhan NKRI. Mari bersama kita jaga situasi agar tetap kondusif dan damai," ujar perwakilan TNI dalam pernyataannya.
‎Kepada seluruh masyarakat, TNI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat persatuan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
‎TNI – BERSAMA RAKYAT, KUAT DAN SOLID
‎Penulis: Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com-‎Minggu, 31 Agustus 2025 -
‎Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan warga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Keselamatan rakyat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali.
‎Melalui himbauan ini, TNI mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial atau platform digital yang belum dapat dipastikan sumbernya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, bijak dalam menyikapi informasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan berita.
‎TNI juga mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan antar warga. Dalam situasi apapun, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas nasional harus terus dikedepankan.
‎"TNI akan selalu berada di tengah-tengah rakyat, bekerja sama dan bahu-membahu menjaga keselamatan serta keutuhan NKRI. Mari bersama kita jaga situasi agar tetap kondusif dan damai," ujar perwakilan TNI dalam pernyataannya.
‎Kepada seluruh masyarakat, TNI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga kebersamaan ini terus memperkuat persatuan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
‎TNI – BERSAMA RAKYAT, KUAT DAN SOLID
‎Penulis: Ferimaulana 

Polres Karawang Kerahkan 300 Personel Gabungan Amankan Gedung DPRD Untuk Besok.


Karawang | Versitnews.com– Polres Karawang menyiapkan 300 personel gabungan untuk pengamanan di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (1/9/2025). Langkah ini diambil guna mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dikabarkan akan digelar di wilayah tersebut.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memperkuat pengamanan. Di antaranya Kodim 0604 Karawang, Yonif 305, hingga Kodam yang ikut melakukan backup. Selain itu, Satpol PP dan Polda Metro Jaya juga turut mendukung pengamanan

Kita tidak tahu bagaimana eskalasi nanti. Harapannya, aspirasi bisa disampaikan dengan kondusif. Kalau ingin bertemu Ketua DPRD atau anggota dewan, kami akan fasilitasi. Namun, jika situasi memburuk, pengamanan sudah kami siapkan secara maksimal,” ujar Kapolres, Minggu (31/8/2025).

Terkait jumlah personel, ia menegaskan sebanyak 300 personel gabungan telah disiapkan.

“Itu perhitungan awal, jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya razia pelajar di sekolah-sekolah, Kapolres menegaskan tidak ada operasi khusus.

“Tidak ada razia. Kami hanya memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar mengingatkan siswanya supaya tidak ikut turun ke jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fiki menyebut Polres Karawang sudah menetapkan status siaga satu sejak dua hari terakhir.

“Artinya, tidak ada personel yang libur. Sabtu dan Minggu pun tetap masuk kantor, standby menunggu instruksi,” katanya.

Adapun titik rawan pengamanan akan difokuskan di sekitar Gedung DPRD Karawang, menyusul informasi awal bahwa lokasi aksi akan terpusat di sana.

“Kalau kemarin sempat di Polres, besok kita fokuskan pengamanan di DPRD dan gedung-gedung sekitar titik rawan,” tukasnya.

Penulis: Feri Maulana

Karawang | Versitnews.com– Polres Karawang menyiapkan 300 personel gabungan untuk pengamanan di Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (1/9/2025). Langkah ini diambil guna mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dikabarkan akan digelar di wilayah tersebut.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memperkuat pengamanan. Di antaranya Kodim 0604 Karawang, Yonif 305, hingga Kodam yang ikut melakukan backup. Selain itu, Satpol PP dan Polda Metro Jaya juga turut mendukung pengamanan

Kita tidak tahu bagaimana eskalasi nanti. Harapannya, aspirasi bisa disampaikan dengan kondusif. Kalau ingin bertemu Ketua DPRD atau anggota dewan, kami akan fasilitasi. Namun, jika situasi memburuk, pengamanan sudah kami siapkan secara maksimal,” ujar Kapolres, Minggu (31/8/2025).

Terkait jumlah personel, ia menegaskan sebanyak 300 personel gabungan telah disiapkan.

“Itu perhitungan awal, jumlahnya bisa bertambah sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya razia pelajar di sekolah-sekolah, Kapolres menegaskan tidak ada operasi khusus.

“Tidak ada razia. Kami hanya memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar mengingatkan siswanya supaya tidak ikut turun ke jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fiki menyebut Polres Karawang sudah menetapkan status siaga satu sejak dua hari terakhir.

“Artinya, tidak ada personel yang libur. Sabtu dan Minggu pun tetap masuk kantor, standby menunggu instruksi,” katanya.

Adapun titik rawan pengamanan akan difokuskan di sekitar Gedung DPRD Karawang, menyusul informasi awal bahwa lokasi aksi akan terpusat di sana.

“Kalau kemarin sempat di Polres, besok kita fokuskan pengamanan di DPRD dan gedung-gedung sekitar titik rawan,” tukasnya.

Penulis: Feri Maulana
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done