VERSITNEWS

Minggu, 07 September 2025

Sambut Gebyar HUT Ke-24 Partai Demokrat, DPC Karawang Gelar Ragam Bakti Sosial.

Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 

Polres Karawang Tangani Laka Lantas di Interchange Margakaya

Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 
Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 

Kepala Desa Mulya Jaya Telah Menyatakan Kekecewaannya Terhadap Proses Rekrutmen di RSUD Dengklok Yang Dianggap Tidak Transparan.

‎Karawang | Versitnews.com– Kekecewaan mendalam dirasakan Endang Macan Kumbang, warga Karawang, usai anaknya gagal lolos seleksi penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok. Ia menuding proses rekrutmen tidak transparan dan jauh dari janji Bupati Karawang yang sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan warga lokal.

‎“Saya bicara sebagai orang tua, bukan sebagai kepala desa. Anak saya ingin bekerja dekat rumah, jaraknya hanya tiga kilometer dari RSUD. Tapi nyatanya tidak lolos bahkan di tahap verifikasi berkas,” ujar Endang dengan nada kecewa, Sabtu (6/9/2025).

‎Endang menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang gagal membuktikan komitmen berpihak pada putra daerah. Justru, kata dia, pelamar yang diterima kebanyakan berasal dari luar Karawang.

‎“Kalau benar separuh yang diterima orang Karawang, buktikan dengan tabel verifikasi berkas yang mencantumkan alamat. Kalau perlu tampilkan KTP biar transparan,” tegasnya.

‎Kritik juga diarahkan pada panitia seleksi. Ia menemukan adanya nama ganda hingga alamat email dobel dalam pengumuman. “Itu bukti ketidakcermatan panitia. Bagaimana mau disebut fair kalau data saja berantakan?” ujarnya.

‎Akibat kekecewaan itu, Endang berencana mengerahkan massa untuk menggelar aksi damai di RSUD Rengasdengklok. Ia menyebut konsolidasi tengah dilakukan bersama warga dari sejumlah desa di Dapil 2 dan Dapil 3.

‎“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, saya sendiri yang akan memimpin demo. Kami menuntut Bupati dan Kadinkes menepati janji untuk merekrut orang pribumi. Kalau orang lokal saja tidak diterima di rumah sakit yang ada di wilayahnya sendiri, lalu di mana letak keberpihakan pemerintah?” tandasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan diskriminasi rekrutmen maupun ancaman aksi demo warga.


‎Penulis:Feri maulana

‎Karawang | Versitnews.com– Kekecewaan mendalam dirasakan Endang Macan Kumbang, warga Karawang, usai anaknya gagal lolos seleksi penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok. Ia menuding proses rekrutmen tidak transparan dan jauh dari janji Bupati Karawang yang sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan warga lokal.

‎“Saya bicara sebagai orang tua, bukan sebagai kepala desa. Anak saya ingin bekerja dekat rumah, jaraknya hanya tiga kilometer dari RSUD. Tapi nyatanya tidak lolos bahkan di tahap verifikasi berkas,” ujar Endang dengan nada kecewa, Sabtu (6/9/2025).

‎Endang menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang gagal membuktikan komitmen berpihak pada putra daerah. Justru, kata dia, pelamar yang diterima kebanyakan berasal dari luar Karawang.

‎“Kalau benar separuh yang diterima orang Karawang, buktikan dengan tabel verifikasi berkas yang mencantumkan alamat. Kalau perlu tampilkan KTP biar transparan,” tegasnya.

‎Kritik juga diarahkan pada panitia seleksi. Ia menemukan adanya nama ganda hingga alamat email dobel dalam pengumuman. “Itu bukti ketidakcermatan panitia. Bagaimana mau disebut fair kalau data saja berantakan?” ujarnya.

‎Akibat kekecewaan itu, Endang berencana mengerahkan massa untuk menggelar aksi damai di RSUD Rengasdengklok. Ia menyebut konsolidasi tengah dilakukan bersama warga dari sejumlah desa di Dapil 2 dan Dapil 3.

‎“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, saya sendiri yang akan memimpin demo. Kami menuntut Bupati dan Kadinkes menepati janji untuk merekrut orang pribumi. Kalau orang lokal saja tidak diterima di rumah sakit yang ada di wilayahnya sendiri, lalu di mana letak keberpihakan pemerintah?” tandasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan diskriminasi rekrutmen maupun ancaman aksi demo warga.


‎Penulis:Feri maulana

Sabtu, 06 September 2025

Telah Terjadi Kebakaran Sebuah Rumah di Belakang Kodim,Untuk Kronologi penyebab kebakaran belum diketahui.

Karawang | Versitnews.com- Jumat, 5 September 2025,Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dekat Jembatan Kodim, jalan Siliwangi, Kabupaten Karawang, pada Jumat malam sekitar pukul 10.20 WIB. Rumah milik seorang warga bernama Bah Atay hangus dilalap si jago merah.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran sedang melakukan upaya pemadaman api, untuk kronologi penyebab kebakaran masih belum diketahui api berasal dari mana.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang yang tiba di lokasi dengan sigap langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan setelah beberapa saat, namun kondisi rumah sudah rata dengan tanah.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim evakuasi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah. Jenazah Bah Atay (60) kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka yang beralamat Kepuh tengah, kelurahan Nagasari Karawang Barat.

Menurut keterangan tetangga "Sunanto (35)", saat kejadian Bah Atay tengah berada sendirian di dalam rumah. Korban diketahui dalam kondisi sakit struk dan tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik atau penggunaan alat pemanas yang tidak diawasi.

Penulis: Feri Maulana 
Karawang | Versitnews.com- Jumat, 5 September 2025,Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dekat Jembatan Kodim, jalan Siliwangi, Kabupaten Karawang, pada Jumat malam sekitar pukul 10.20 WIB. Rumah milik seorang warga bernama Bah Atay hangus dilalap si jago merah.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran sedang melakukan upaya pemadaman api, untuk kronologi penyebab kebakaran masih belum diketahui api berasal dari mana.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang yang tiba di lokasi dengan sigap langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan setelah beberapa saat, namun kondisi rumah sudah rata dengan tanah.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim evakuasi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah. Jenazah Bah Atay (60) kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka yang beralamat Kepuh tengah, kelurahan Nagasari Karawang Barat.

Menurut keterangan tetangga "Sunanto (35)", saat kejadian Bah Atay tengah berada sendirian di dalam rumah. Korban diketahui dalam kondisi sakit struk dan tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik atau penggunaan alat pemanas yang tidak diawasi.

Penulis: Feri Maulana 

Jumat, 05 September 2025

Proyek Pagar Makam Kedung Salam Kel Plawad di Nilai Asal Jadi, Disaat Diminta Keterangan Dinas PRKP Bungkam..Ada Apakah Antara PRKP Dengan Kontraktor???

Karawang, Versitnews.com-Proyek pembangunan pagar makam di Plawad, Kecamatan Karawang Timur, dari Anggaran "APBD Kabupaten Karawang 2025", kini menjadi sorotan publik. Aktivis konstruksi, "Akhmad Muslim" dan "Ade Balok", menilai bahwa hasil pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.

Aktivis bidang konstruksi Karawang, Akhmad Muslim, mengungkapkan sederet temuan janggal. Mulai dari besi pagar yang dipasang miring karena tidak menggunakan waterpas, ketebalan material yang tidak sesuai standar medium, hingga pondasi bawah yang justru turun, padahal seharusnya naik untuk menopang pagar.

"Akhmad Muslim" menegaskan terdapat indikasi bahwa pekerjaan pagar tidak sesuai spesifikasi. Ia meminta kontraktor pelaksana dan "Program Rencana Kerja Pemerintah (PRKP)" Karawang untuk bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang dianggap asal-asalan dan merugikan anggaran negara.

“Pemasangan pagar ini jelas bermasalah. Besinya miring, pondasinya turun, ketebalannya pun tidak sesuai. Ini pekerjaan asal jadi,” tegas Muslim saat meninjau lokasi, Rabu (3/9/2025).

Muslim menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia mendesak agar pekerjaan dibongkar total dan diperbaiki sesuai spesifikasi.

“Kalau seperti ini, solusinya ya dibongkar semua. Gunakan material yang benar, pondasi diperbaiki, dan harus sesuai standar. Jangan main-main, apalagi ini fasilitas umum,” tandasnya.

“Kami menemukan indikasi pekerjaan pagar makam ini tidak sesuai spesifikasi. Dengan anggaran, hasil yang terlihat di lapangan sangat jauh dari harapan. Kontraktor dan pihak PRKP harus bertanggung jawab,” tegas Akhmad Muslim, Selasa (5/9/2025).

Hal senada disampaikan Ade Balok. Ia menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari dinas terkait yang membuka peluang adanya penyimpangan anggaran.

“Kalau seperti ini dibiarkan, publik akan semakin hilang kepercayaan terhadap proyek pemerintah. Apalagi ini jelas-jelas menggunakan uang rakyat,” tandasnya.

"Akhmad Muslim" dan "Ade Balok", menilai hasil pekerjaan pagar tidak memenuhi spesifikasi yang seharusnya. Mereka menemukan indikasi bahwa proyek ini melenceng dari "Rancangan Anggaran Belanja (RAB)". Lemahnya pengawasan dari Dinas PRKP, yang membuka peluang terjadinya penyimpangan anggaran. 

Kedua aktivis menyatakan bahwa mereka akan terus mengawal proyek ini hingga ada perbaikan yang nyata. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka siap melaporkan dugaan kejanggalan kepada aparat penegak hukum.
Dan meminta seluruh awak media dan masyarakat untuk ikut mengawal dengan ada nya dugaan penyimpangan dari pihak Terkait dan Kontraktor.

Disaat diminta keterangan dari awak media kepada "Bapak Asep dari PRKP" tidak memberikan tanggapan apa-apa, alias diam dan bungkam tin apa-apa.

Masyarakat berharap agar "Dinas terkait Karawang" tegas meminta kepada kontraktor untuk memberikan jawaban serta solusi atas masalah ini, demi menjaga kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah yang menggunakan uang rakyat. 

Sorotan ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek pemerintah, serta perlunya pengawasan yang ketat untuk memastikan penggunaan anggaran yang tepat dan berkualitas.

Penulis: Ferimaulana
Karawang, Versitnews.com-Proyek pembangunan pagar makam di Plawad, Kecamatan Karawang Timur, dari Anggaran "APBD Kabupaten Karawang 2025", kini menjadi sorotan publik. Aktivis konstruksi, "Akhmad Muslim" dan "Ade Balok", menilai bahwa hasil pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.

Aktivis bidang konstruksi Karawang, Akhmad Muslim, mengungkapkan sederet temuan janggal. Mulai dari besi pagar yang dipasang miring karena tidak menggunakan waterpas, ketebalan material yang tidak sesuai standar medium, hingga pondasi bawah yang justru turun, padahal seharusnya naik untuk menopang pagar.

"Akhmad Muslim" menegaskan terdapat indikasi bahwa pekerjaan pagar tidak sesuai spesifikasi. Ia meminta kontraktor pelaksana dan "Program Rencana Kerja Pemerintah (PRKP)" Karawang untuk bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang dianggap asal-asalan dan merugikan anggaran negara.

“Pemasangan pagar ini jelas bermasalah. Besinya miring, pondasinya turun, ketebalannya pun tidak sesuai. Ini pekerjaan asal jadi,” tegas Muslim saat meninjau lokasi, Rabu (3/9/2025).

Muslim menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia mendesak agar pekerjaan dibongkar total dan diperbaiki sesuai spesifikasi.

“Kalau seperti ini, solusinya ya dibongkar semua. Gunakan material yang benar, pondasi diperbaiki, dan harus sesuai standar. Jangan main-main, apalagi ini fasilitas umum,” tandasnya.

“Kami menemukan indikasi pekerjaan pagar makam ini tidak sesuai spesifikasi. Dengan anggaran, hasil yang terlihat di lapangan sangat jauh dari harapan. Kontraktor dan pihak PRKP harus bertanggung jawab,” tegas Akhmad Muslim, Selasa (5/9/2025).

Hal senada disampaikan Ade Balok. Ia menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari dinas terkait yang membuka peluang adanya penyimpangan anggaran.

“Kalau seperti ini dibiarkan, publik akan semakin hilang kepercayaan terhadap proyek pemerintah. Apalagi ini jelas-jelas menggunakan uang rakyat,” tandasnya.

"Akhmad Muslim" dan "Ade Balok", menilai hasil pekerjaan pagar tidak memenuhi spesifikasi yang seharusnya. Mereka menemukan indikasi bahwa proyek ini melenceng dari "Rancangan Anggaran Belanja (RAB)". Lemahnya pengawasan dari Dinas PRKP, yang membuka peluang terjadinya penyimpangan anggaran. 

Kedua aktivis menyatakan bahwa mereka akan terus mengawal proyek ini hingga ada perbaikan yang nyata. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka siap melaporkan dugaan kejanggalan kepada aparat penegak hukum.
Dan meminta seluruh awak media dan masyarakat untuk ikut mengawal dengan ada nya dugaan penyimpangan dari pihak Terkait dan Kontraktor.

Disaat diminta keterangan dari awak media kepada "Bapak Asep dari PRKP" tidak memberikan tanggapan apa-apa, alias diam dan bungkam tin apa-apa.

Masyarakat berharap agar "Dinas terkait Karawang" tegas meminta kepada kontraktor untuk memberikan jawaban serta solusi atas masalah ini, demi menjaga kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah yang menggunakan uang rakyat. 

Sorotan ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek pemerintah, serta perlunya pengawasan yang ketat untuk memastikan penggunaan anggaran yang tepat dan berkualitas.

Penulis: Ferimaulana

Penolakan Pasien di Rumah Sakit Islam Karawang, Datang Dalam Keadaan Mendesak Namun Ditolak Tanpa Penjelasan Resmi.

Karawang, Versitnews.com-Dugaan praktik diskriminatif di Rumah Sakit Islam (RSI) Karawang menimbulkan keprihatinan publik. Seorang pasien yang membutuhkan perawatan medis diduga ditolak oleh rumah sakit, yang dianggap melanggar hak kesehatan warga. Jum'at 5 September 2025.

Tindakan ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

Aktivis kesehatan di Karawang mengecam tindakan tersebut, menilai bahwa rumah sakit telah melanggar hak asasi manusia. Mereka menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien, terutama dalam situasi darurat.

> “Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien dengan alasan apapun.”apalagi dalam kondisi darurat,” ujar salah satu pemerhati kesehatan setempat.

Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan dan pihak berwenang untuk Melakukan investigasi terhadap kasus ini. Dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Kasus ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Karawang masih memiliki banyak tantangan. Penting untuk memastikan bahwa layanan kesehatan tidak diskriminatif dan selalu mengutamakan keselamatan pasien.


Penulis:Ferimaulana 

Karawang, Versitnews.com-Dugaan praktik diskriminatif di Rumah Sakit Islam (RSI) Karawang menimbulkan keprihatinan publik. Seorang pasien yang membutuhkan perawatan medis diduga ditolak oleh rumah sakit, yang dianggap melanggar hak kesehatan warga. Jum'at 5 September 2025.

Tindakan ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

Aktivis kesehatan di Karawang mengecam tindakan tersebut, menilai bahwa rumah sakit telah melanggar hak asasi manusia. Mereka menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien, terutama dalam situasi darurat.

> “Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien dengan alasan apapun.”apalagi dalam kondisi darurat,” ujar salah satu pemerhati kesehatan setempat.

Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan dan pihak berwenang untuk Melakukan investigasi terhadap kasus ini. Dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Kasus ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Karawang masih memiliki banyak tantangan. Penting untuk memastikan bahwa layanan kesehatan tidak diskriminatif dan selalu mengutamakan keselamatan pasien.


Penulis:Ferimaulana 

Skandal Administrasi di KUA Pangkalan, Karawang Dengan Adanya Buku Nikah Duplikat.

Karawang – Dugaan skandal administrasi di KUA Pangkalan menggemparkan publik. Forum diskusi yang digelar Kamis (4/9/2025) siang di kantor KUA Karawang Timur mendadak panas setelah Deni, perwakilan Biro Hukum Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, buka suara soal terbitnya surat nikah duplikat yang ternyata cacat prosedur.

Deni menegaskan, kasus ini bukan sekedar salah tulis atau persoalan teknis, melainkan sudah menyeret persoalan hukum. “Ketika hak eksepsi tidak digunakan oleh pihak tergugat, maka pengadilan otomatis melanjutkan pemeriksaan. Padahal, surat nikah duplikat itu seharusnya jadi poin penting yang diuji keabsahannya,” tegasnya.

Skandal ini mencuat dari sidang perceraian, ketika tiba-tiba ditemukan dokumen nikah duplikat yang kemudian dipersoalkan. KUA memang akhirnya mencabut dokumen itu karena dinilai tidak sesuai prosedur, namun persoalan sudah terlanjur berlanjut hingga meja hijau.

Lebih mengejutkan lagi, ada pejabat internal Kemenag yang ikut terseret karena dianggap lalai. Ia langsung dijatuhi sanksi administrasi berupa SP1. “Ini menjadi evaluasi serius. Kami harus memperketat tata persuratan agar kasus serupa tidak terulang,” tambah Deni.

Di sisi lain, pihak keluarga dan kuasa hukum masih mencari keadilan. Bahkan muncul rencana membawa kasus ini ke Ombudsman hingga Pejabat Pembuat Akta Nikah (PPN). Publik pun bertanya-tanya, apakah ini hanya kelalaian atau ada praktik penyalahgunaan kewenangan yang lebih dalam.

Deni menutup dengan peringatan keras. “Kami dorong semua pihak untuk buka-bukaan. Jangan ada klarifikasi sepihak. Kasus ini harus diselesaikan secara transparan dan adil,” katanya.

Kasus surat nikah duplikat di Karawang kini menjadi sorotan luas. Tak hanya mempertanyakan integritas dokumen negara yang sakral, tetapi juga menguji sejauh mana Kemenag bisa bersih dari praktik lalai hingga dugaan permainan di balik meja.

Penulis:
Karawang – Dugaan skandal administrasi di KUA Pangkalan menggemparkan publik. Forum diskusi yang digelar Kamis (4/9/2025) siang di kantor KUA Karawang Timur mendadak panas setelah Deni, perwakilan Biro Hukum Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, buka suara soal terbitnya surat nikah duplikat yang ternyata cacat prosedur.

Deni menegaskan, kasus ini bukan sekedar salah tulis atau persoalan teknis, melainkan sudah menyeret persoalan hukum. “Ketika hak eksepsi tidak digunakan oleh pihak tergugat, maka pengadilan otomatis melanjutkan pemeriksaan. Padahal, surat nikah duplikat itu seharusnya jadi poin penting yang diuji keabsahannya,” tegasnya.

Skandal ini mencuat dari sidang perceraian, ketika tiba-tiba ditemukan dokumen nikah duplikat yang kemudian dipersoalkan. KUA memang akhirnya mencabut dokumen itu karena dinilai tidak sesuai prosedur, namun persoalan sudah terlanjur berlanjut hingga meja hijau.

Lebih mengejutkan lagi, ada pejabat internal Kemenag yang ikut terseret karena dianggap lalai. Ia langsung dijatuhi sanksi administrasi berupa SP1. “Ini menjadi evaluasi serius. Kami harus memperketat tata persuratan agar kasus serupa tidak terulang,” tambah Deni.

Di sisi lain, pihak keluarga dan kuasa hukum masih mencari keadilan. Bahkan muncul rencana membawa kasus ini ke Ombudsman hingga Pejabat Pembuat Akta Nikah (PPN). Publik pun bertanya-tanya, apakah ini hanya kelalaian atau ada praktik penyalahgunaan kewenangan yang lebih dalam.

Deni menutup dengan peringatan keras. “Kami dorong semua pihak untuk buka-bukaan. Jangan ada klarifikasi sepihak. Kasus ini harus diselesaikan secara transparan dan adil,” katanya.

Kasus surat nikah duplikat di Karawang kini menjadi sorotan luas. Tak hanya mempertanyakan integritas dokumen negara yang sakral, tetapi juga menguji sejauh mana Kemenag bisa bersih dari praktik lalai hingga dugaan permainan di balik meja.

Penulis:
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done