VERSITNEWS

Senin, 08 September 2025

Menuntut Keadilan & Transfaransi Dalam Rekrutmen Karyawan RSUD Rengasdengklok‎

‎Karawang, 8 September, 2025, -
‎Masih hangat dalam ingatan polemik ujaran Merendahkan HRD PT FCC dalam menilai kualitas tenaga kerja masyarakat Karawang, sekarang muncul lagi masalah yang memicu rasa ketidakadilan dalam perekrutan tenaga kerja bagi masyarakat Karawang.
‎Pembangunan RSUD Rengasdengklok tentunya sangat membanggakan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Karawang dalam pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Rengasdengklok dan sekitarnya serta umumnya untuk masyarakat disekitaran dapil 2 & dapil 3.
‎Tetapi yang sangat disayangkan, Pemerintah Daerah Karawang yang dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak peka dan transfaran dalam perekrutan tenaga kerjanya terutama dalam mengakomodir tenaga kerja bagi masyarakat Karawang sendiri khususnya di daerah Rengasdengklok & kecamatan sekitarnya.
‎Khusus untuk tenaga medis seperti Perawat, Bidan maupun Dokter banyak sekali di masyarakat Karawang sendiri setiap tahunnya lulusannya yang belum terserap oleh dunia kerja di bidangnya.
‎Bidang kesehatan merupakan salah satu profesi yg didambakan oleh generasi muda khususnya di daerah Karawang, apalagi orang para orang tua yang telah bersusah payah mengeluarkan biaya menyekolahkan anaknya di bidang kesehatan agar bisa bekerja, apalagi untuk ukuran bisa bekerja di instansi pemerintah seperti RSUD merupakan suatu prestis tersendiri.
‎Senada dengan hal tersebut, Nana Nurhusna, Mantan Anggota DPRD Karawang berpendapat seharusnya konsistensi Bupati serta Dinas Kesehatan ditunjukan dalam hal ini, ingat Perda no 01 tahun 2011 tentang Ketenagakerjaan, disitu tercantum keberpihakan Pemerintah Daerah Karawang dalam masalah ketenagakerjaan bagi masyarakat Karawang.
‎Nana,
‎Karawang, 8 September, 2025, -
‎Masih hangat dalam ingatan polemik ujaran Merendahkan HRD PT FCC dalam menilai kualitas tenaga kerja masyarakat Karawang, sekarang muncul lagi masalah yang memicu rasa ketidakadilan dalam perekrutan tenaga kerja bagi masyarakat Karawang.
‎Pembangunan RSUD Rengasdengklok tentunya sangat membanggakan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Karawang dalam pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Rengasdengklok dan sekitarnya serta umumnya untuk masyarakat disekitaran dapil 2 & dapil 3.
‎Tetapi yang sangat disayangkan, Pemerintah Daerah Karawang yang dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak peka dan transfaran dalam perekrutan tenaga kerjanya terutama dalam mengakomodir tenaga kerja bagi masyarakat Karawang sendiri khususnya di daerah Rengasdengklok & kecamatan sekitarnya.
‎Khusus untuk tenaga medis seperti Perawat, Bidan maupun Dokter banyak sekali di masyarakat Karawang sendiri setiap tahunnya lulusannya yang belum terserap oleh dunia kerja di bidangnya.
‎Bidang kesehatan merupakan salah satu profesi yg didambakan oleh generasi muda khususnya di daerah Karawang, apalagi orang para orang tua yang telah bersusah payah mengeluarkan biaya menyekolahkan anaknya di bidang kesehatan agar bisa bekerja, apalagi untuk ukuran bisa bekerja di instansi pemerintah seperti RSUD merupakan suatu prestis tersendiri.
‎Senada dengan hal tersebut, Nana Nurhusna, Mantan Anggota DPRD Karawang berpendapat seharusnya konsistensi Bupati serta Dinas Kesehatan ditunjukan dalam hal ini, ingat Perda no 01 tahun 2011 tentang Ketenagakerjaan, disitu tercantum keberpihakan Pemerintah Daerah Karawang dalam masalah ketenagakerjaan bagi masyarakat Karawang.
‎Nana,

Kekecewaan Masyarakat Karawang Terhadap Sistem Rekrutmen Calon Tenaga Kerja Si RSUD Rengasdengklok


Karawang | Versitnews.com-Sejumlah warga Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem rekrutmen calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Proses seleksi dinilai tidak transparan dan tidak memprioritaskan warga lokal.

Padahal, jumlah sarjana di bidang kesehatan di wilayah Rengasdengklok relatif terbatas, dan bisa di hitung dengan jari. Namun, justru mereka tidak banyak terserap dalam penerimaan tenaga kerja rumah sakit tersebut. Warga menilai pihak manajemen RSUD lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah Karawang.
Dari total 375 pemberkasan seleksi penerimaan calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, diperkirakan hanya ada 20-30 calon tenaga kerja asal Karawang yang masuk dalam daftar seleksi penerimaan calon pegawai di RSUD Rengasdengklok. 

Endang macan kumbang, salah satu warga dan juga seorang kepala desa mengaku kecewa, “Kami kecewa, harusnya ada prioritas untuk warga sekitar, apalagi banyak lulusan kesehatan dari Rengasdengklok yang layak bekerja di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Jika memang pihak RSUD Rengasdengklok, tak mau memberikan pernyataan resmi disertai bukti penerimaan tenaga kerja dengan penerimaan tenaga kerja yang memprioritaskan putra Karawang, maka masyarakat Rengasdengklok berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan RSUD Rengasdengklok. 

Masyarakat berharap Bupati Karawang menepati janji politiknya untuk memprioritaskan putra-putri daerah, dalam perekrutan tenaga kerja, salah satunya bisa bekerja di RSUD Rengasdengklok. Warga menegaskan, peluang kerja di fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan lokal untuk mengabdi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karawang.

Karawang | Versitnews.com-Sejumlah warga Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem rekrutmen calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Proses seleksi dinilai tidak transparan dan tidak memprioritaskan warga lokal.

Padahal, jumlah sarjana di bidang kesehatan di wilayah Rengasdengklok relatif terbatas, dan bisa di hitung dengan jari. Namun, justru mereka tidak banyak terserap dalam penerimaan tenaga kerja rumah sakit tersebut. Warga menilai pihak manajemen RSUD lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah Karawang.
Dari total 375 pemberkasan seleksi penerimaan calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, diperkirakan hanya ada 20-30 calon tenaga kerja asal Karawang yang masuk dalam daftar seleksi penerimaan calon pegawai di RSUD Rengasdengklok. 

Endang macan kumbang, salah satu warga dan juga seorang kepala desa mengaku kecewa, “Kami kecewa, harusnya ada prioritas untuk warga sekitar, apalagi banyak lulusan kesehatan dari Rengasdengklok yang layak bekerja di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Jika memang pihak RSUD Rengasdengklok, tak mau memberikan pernyataan resmi disertai bukti penerimaan tenaga kerja dengan penerimaan tenaga kerja yang memprioritaskan putra Karawang, maka masyarakat Rengasdengklok berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan RSUD Rengasdengklok. 

Masyarakat berharap Bupati Karawang menepati janji politiknya untuk memprioritaskan putra-putri daerah, dalam perekrutan tenaga kerja, salah satunya bisa bekerja di RSUD Rengasdengklok. Warga menegaskan, peluang kerja di fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan lokal untuk mengabdi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karawang.

Minggu, 07 September 2025

Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok.

Karawang|Versitnews.com-Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok terkait dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan. Berikut adalah ringkasan dari situasi yang terjadi.

Ancaman ini muncul karena adanya dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Seorang warga bernama Endang Macan Kumbang mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya gagal lolos seleksi. 

Ia menuding bahwa proses rekrutmen tidak transparan dan memprioritaskan pelamar dari luar Karawang, padahal pihak pemerintah setempat sebelumnya menjanjikan untuk memprioritaskan warga pribumi atau lokal.

 "Warga meminta pihak RSUD untuk menunjukkan data verifikasi berkas secara terbuka, termasuk alamat dan KTP para pelamar yang diterima.

Kejanggalan pada data pelamar: Ditemukannya nama ganda dan alamat email dobel dalam pengumuman hasil seleksi, yang dianggap sebagai bukti ketidakcermatan panitia.

"Endang merasa bahwa janji pemerintah untuk memprioritaskan warga setempat tidak terpenuhi karena banyak pelamar yang diterima justru berasal dari luar Karawang.

Hingga saat ini, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan kecurangan dan ancaman unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh telah menegaskan bahwa proses rekrutmen di RSUD Rengasdengklok harus transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menyebutkan bahwa warga sekitar akan diprioritaskan, terutama untuk posisi non-medis, namun tetap berdasarkan kompetensi.

Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap proses rekrutmen yang dianggap tidak adil dan tidak transparan. Unjuk rasa yang direncanakan menjadi bentuk protes untuk menuntut kejelasan dan keadilan dalam seleksi tenaga kesehatan di daerah mereka.

Feri Maulana 
Karawang|Versitnews.com-Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok terkait dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan. Berikut adalah ringkasan dari situasi yang terjadi.

Ancaman ini muncul karena adanya dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Seorang warga bernama Endang Macan Kumbang mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya gagal lolos seleksi. 

Ia menuding bahwa proses rekrutmen tidak transparan dan memprioritaskan pelamar dari luar Karawang, padahal pihak pemerintah setempat sebelumnya menjanjikan untuk memprioritaskan warga pribumi atau lokal.

 "Warga meminta pihak RSUD untuk menunjukkan data verifikasi berkas secara terbuka, termasuk alamat dan KTP para pelamar yang diterima.

Kejanggalan pada data pelamar: Ditemukannya nama ganda dan alamat email dobel dalam pengumuman hasil seleksi, yang dianggap sebagai bukti ketidakcermatan panitia.

"Endang merasa bahwa janji pemerintah untuk memprioritaskan warga setempat tidak terpenuhi karena banyak pelamar yang diterima justru berasal dari luar Karawang.

Hingga saat ini, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan kecurangan dan ancaman unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh telah menegaskan bahwa proses rekrutmen di RSUD Rengasdengklok harus transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menyebutkan bahwa warga sekitar akan diprioritaskan, terutama untuk posisi non-medis, namun tetap berdasarkan kompetensi.

Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap proses rekrutmen yang dianggap tidak adil dan tidak transparan. Unjuk rasa yang direncanakan menjadi bentuk protes untuk menuntut kejelasan dan keadilan dalam seleksi tenaga kesehatan di daerah mereka.

Feri Maulana 

Sambut Gebyar HUT Ke-24 Partai Demokrat, DPC Karawang Gelar Ragam Bakti Sosial.

Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 

Polres Karawang Tangani Laka Lantas di Interchange Margakaya

Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 
Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 

Kepala Desa Mulya Jaya Telah Menyatakan Kekecewaannya Terhadap Proses Rekrutmen di RSUD Dengklok Yang Dianggap Tidak Transparan.

‎Karawang | Versitnews.com– Kekecewaan mendalam dirasakan Endang Macan Kumbang, warga Karawang, usai anaknya gagal lolos seleksi penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok. Ia menuding proses rekrutmen tidak transparan dan jauh dari janji Bupati Karawang yang sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan warga lokal.

‎“Saya bicara sebagai orang tua, bukan sebagai kepala desa. Anak saya ingin bekerja dekat rumah, jaraknya hanya tiga kilometer dari RSUD. Tapi nyatanya tidak lolos bahkan di tahap verifikasi berkas,” ujar Endang dengan nada kecewa, Sabtu (6/9/2025).

‎Endang menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang gagal membuktikan komitmen berpihak pada putra daerah. Justru, kata dia, pelamar yang diterima kebanyakan berasal dari luar Karawang.

‎“Kalau benar separuh yang diterima orang Karawang, buktikan dengan tabel verifikasi berkas yang mencantumkan alamat. Kalau perlu tampilkan KTP biar transparan,” tegasnya.

‎Kritik juga diarahkan pada panitia seleksi. Ia menemukan adanya nama ganda hingga alamat email dobel dalam pengumuman. “Itu bukti ketidakcermatan panitia. Bagaimana mau disebut fair kalau data saja berantakan?” ujarnya.

‎Akibat kekecewaan itu, Endang berencana mengerahkan massa untuk menggelar aksi damai di RSUD Rengasdengklok. Ia menyebut konsolidasi tengah dilakukan bersama warga dari sejumlah desa di Dapil 2 dan Dapil 3.

‎“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, saya sendiri yang akan memimpin demo. Kami menuntut Bupati dan Kadinkes menepati janji untuk merekrut orang pribumi. Kalau orang lokal saja tidak diterima di rumah sakit yang ada di wilayahnya sendiri, lalu di mana letak keberpihakan pemerintah?” tandasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan diskriminasi rekrutmen maupun ancaman aksi demo warga.


‎Penulis:Feri maulana

‎Karawang | Versitnews.com– Kekecewaan mendalam dirasakan Endang Macan Kumbang, warga Karawang, usai anaknya gagal lolos seleksi penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok. Ia menuding proses rekrutmen tidak transparan dan jauh dari janji Bupati Karawang yang sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan warga lokal.

‎“Saya bicara sebagai orang tua, bukan sebagai kepala desa. Anak saya ingin bekerja dekat rumah, jaraknya hanya tiga kilometer dari RSUD. Tapi nyatanya tidak lolos bahkan di tahap verifikasi berkas,” ujar Endang dengan nada kecewa, Sabtu (6/9/2025).

‎Endang menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang gagal membuktikan komitmen berpihak pada putra daerah. Justru, kata dia, pelamar yang diterima kebanyakan berasal dari luar Karawang.

‎“Kalau benar separuh yang diterima orang Karawang, buktikan dengan tabel verifikasi berkas yang mencantumkan alamat. Kalau perlu tampilkan KTP biar transparan,” tegasnya.

‎Kritik juga diarahkan pada panitia seleksi. Ia menemukan adanya nama ganda hingga alamat email dobel dalam pengumuman. “Itu bukti ketidakcermatan panitia. Bagaimana mau disebut fair kalau data saja berantakan?” ujarnya.

‎Akibat kekecewaan itu, Endang berencana mengerahkan massa untuk menggelar aksi damai di RSUD Rengasdengklok. Ia menyebut konsolidasi tengah dilakukan bersama warga dari sejumlah desa di Dapil 2 dan Dapil 3.

‎“Kalau tidak ada perubahan kebijakan, saya sendiri yang akan memimpin demo. Kami menuntut Bupati dan Kadinkes menepati janji untuk merekrut orang pribumi. Kalau orang lokal saja tidak diterima di rumah sakit yang ada di wilayahnya sendiri, lalu di mana letak keberpihakan pemerintah?” tandasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan diskriminasi rekrutmen maupun ancaman aksi demo warga.


‎Penulis:Feri maulana

Sabtu, 06 September 2025

Telah Terjadi Kebakaran Sebuah Rumah di Belakang Kodim,Untuk Kronologi penyebab kebakaran belum diketahui.

Karawang | Versitnews.com- Jumat, 5 September 2025,Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dekat Jembatan Kodim, jalan Siliwangi, Kabupaten Karawang, pada Jumat malam sekitar pukul 10.20 WIB. Rumah milik seorang warga bernama Bah Atay hangus dilalap si jago merah.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran sedang melakukan upaya pemadaman api, untuk kronologi penyebab kebakaran masih belum diketahui api berasal dari mana.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang yang tiba di lokasi dengan sigap langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan setelah beberapa saat, namun kondisi rumah sudah rata dengan tanah.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim evakuasi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah. Jenazah Bah Atay (60) kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka yang beralamat Kepuh tengah, kelurahan Nagasari Karawang Barat.

Menurut keterangan tetangga "Sunanto (35)", saat kejadian Bah Atay tengah berada sendirian di dalam rumah. Korban diketahui dalam kondisi sakit struk dan tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik atau penggunaan alat pemanas yang tidak diawasi.

Penulis: Feri Maulana 
Karawang | Versitnews.com- Jumat, 5 September 2025,Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dekat Jembatan Kodim, jalan Siliwangi, Kabupaten Karawang, pada Jumat malam sekitar pukul 10.20 WIB. Rumah milik seorang warga bernama Bah Atay hangus dilalap si jago merah.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran sedang melakukan upaya pemadaman api, untuk kronologi penyebab kebakaran masih belum diketahui api berasal dari mana.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang yang tiba di lokasi dengan sigap langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dijinakkan setelah beberapa saat, namun kondisi rumah sudah rata dengan tanah.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim evakuasi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah. Jenazah Bah Atay (60) kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka yang beralamat Kepuh tengah, kelurahan Nagasari Karawang Barat.

Menurut keterangan tetangga "Sunanto (35)", saat kejadian Bah Atay tengah berada sendirian di dalam rumah. Korban diketahui dalam kondisi sakit struk dan tidak mampu menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diminta untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik atau penggunaan alat pemanas yang tidak diawasi.

Penulis: Feri Maulana 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done