VERSITNEWS

Rabu, 17 September 2025

Presiden Prabowo Lantik Jajaran Baru Kabinet Merah Putih, Diantaranya "Rohmat Marzuki, S.Hut Sebagai Wamen Kehutanan".

Jakarta,-Versitnews.com- Presiden Prabowo Subianto telah melantik beberapa baru dalam Kabinet Merah Putih, Rabu 17 September 2025 di Istana Negara, Berikut Nama-nama Pejabat yang di Lantik:

1.Djamari Caniago: Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan.

2.Erick Tohir: Menteri Pemuda dan Olahraga 

3.Afriansyah Noor:Wakil Menteri Ketenagakerjaan
4.Farida Farichah: Wakil Menteri Koperasi 

5.Rohmat Marzuki:Wakil Menteri Kehutanan 

Pergantian para Pejabat ini tertuang dalam keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri dan wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.

Acara Pelantikan pejabat baru di kabinet Merah Putih berlangsung di istana negara (17/09/2025).

Pelantikan ini adalah bagian dari Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid III.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan para menteri dan wakil menteri yang dilantik.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. 

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Acara pelantikan pun diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Preside Prabowo untuk selanjutnya diikuti para tamu undangan lainnya. Tampak hadir dalam pelantikan yakni para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Red.
Jakarta,-Versitnews.com- Presiden Prabowo Subianto telah melantik beberapa baru dalam Kabinet Merah Putih, Rabu 17 September 2025 di Istana Negara, Berikut Nama-nama Pejabat yang di Lantik:

1.Djamari Caniago: Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan.

2.Erick Tohir: Menteri Pemuda dan Olahraga 

3.Afriansyah Noor:Wakil Menteri Ketenagakerjaan
4.Farida Farichah: Wakil Menteri Koperasi 

5.Rohmat Marzuki:Wakil Menteri Kehutanan 

Pergantian para Pejabat ini tertuang dalam keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri dan wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.

Acara Pelantikan pejabat baru di kabinet Merah Putih berlangsung di istana negara (17/09/2025).

Pelantikan ini adalah bagian dari Reshuffle Kabinet Merah Putih jilid III.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan para menteri dan wakil menteri yang dilantik.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. 

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Acara pelantikan pun diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Preside Prabowo untuk selanjutnya diikuti para tamu undangan lainnya. Tampak hadir dalam pelantikan yakni para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Red.

Aktivis Soroti Proyek Pembangunan SPALD-S, Anggaran Ratusan Juta,Kualitas Bangunan Dipertanyakan,

Karawang | Versitnews.com-17 September 2025 — Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) untuk 25 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, kembali menjadi sorotan tajam dari masyarakat. Ade Balok, aktivis lokal, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek senilai Rp526.582.000 tersebut.
‎Proyek yang dilaksanakan berdasarkan kontrak bernomor 5.15.04/02/SPK-SANPAM/2025 dengan masa kerja 150 hari, kini dipertanyakan kualitas dan transparansinya.


‎Salah satu temuan utama adalah pintu baja yang dipasang menggunakan ketebalan hanya 0,65 mm, lebih tipis dari spesifikasi ideal yang seharusnya 0,75 mm.


‎Kalau hanya pakai plat tipis 0,65, pintu jadi ringkih. Harusnya pakai yang 0,75 biar tahan lama dan layak digunakan," ujar Ade Balok.


‎Tak berhenti di situ, Ade juga menyoroti adanya pemungutan biaya sebesar Rp600 ribu kepada warga untuk penggalian saluran. Menurutnya, biaya tersebut seharusnya sudah termasuk dalam anggaran setiap unit MCK yang dibangun.


berhubung ini proyek pemerintah seharusnya pengawas dinas terkait harus memantau sejauh mana hasil proyek yang dikerjakan pelaksana di lokasi, sudah sesuai RAB atau belum proyek MCK itu”, ujarnya.  


‎Ini proyek pakai uang negara, masa masyarakat masih dibebani lagi? Anggarannya cukup besar, mestinya mencakup semua kebutuhan konstruksi," tegasnya.


“Padahal melihat anggaranya sangat besar, Rp 526.582.000 untuk bangunan seukuran ini, wajar dong kalau proyek tersebut harus di pantau, apalagi sampai mengurangi kualitas bahan bangunan


"Tambahnya Saat awak media Versitnews konfirmasi ke seorang warga yang kebetulan dia pengurus RT setempat menjelaskan bahwa pembangunan MCK tersebut memang menggunakan dana dari pemerintah kabupaten Karawang, sesuai pagunya senilai Rp 526.582.000 bahkan menurut nya, sebelum pelaksanaan sudah melalui proses asistensi dengan Dinas PRKP Karawang.


‎Lebih jauh, Ade mengungkapkan soal kualitas bangunan MCK yang dinilai asal jadi dan tidak presisi.


‎Bangunannya ga nyiku. Di bagian bawah lebarnya 1,55 meter, tapi bagian atasnya cuma 1,45 meter. Jelas miring, ini bukan soal estetika lagi, tapi soal standar konstruksi. Harusnya dibangun dengan benar, bukan asal berdiri," pungkasnya.


‎Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari dinas teknis terkait, serta pengawasan ketat dari aparat pengawas dan pihak berwenang. Warga menuntut agar proyek ini diselesaikan sesuai dengan spesifikasi, transparan dalam pelaksanaan, dan dapat digunakan dengan aman serta nyaman.


Hingga berita ini diterbitkan awak media belum juga mendapatkan keterangan resmi dari pihak Pemborong sebagai Pelaksana proyek tersebut. Menindaklajuti temuan ini awak media semakin menimbulkan tanda tanya besar bagi pelaksana proyek itu, terutama mengenai transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Karawang

Karawang | Versitnews.com-17 September 2025 — Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) untuk 25 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, kembali menjadi sorotan tajam dari masyarakat. Ade Balok, aktivis lokal, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek senilai Rp526.582.000 tersebut.
‎Proyek yang dilaksanakan berdasarkan kontrak bernomor 5.15.04/02/SPK-SANPAM/2025 dengan masa kerja 150 hari, kini dipertanyakan kualitas dan transparansinya.


‎Salah satu temuan utama adalah pintu baja yang dipasang menggunakan ketebalan hanya 0,65 mm, lebih tipis dari spesifikasi ideal yang seharusnya 0,75 mm.


‎Kalau hanya pakai plat tipis 0,65, pintu jadi ringkih. Harusnya pakai yang 0,75 biar tahan lama dan layak digunakan," ujar Ade Balok.


‎Tak berhenti di situ, Ade juga menyoroti adanya pemungutan biaya sebesar Rp600 ribu kepada warga untuk penggalian saluran. Menurutnya, biaya tersebut seharusnya sudah termasuk dalam anggaran setiap unit MCK yang dibangun.


berhubung ini proyek pemerintah seharusnya pengawas dinas terkait harus memantau sejauh mana hasil proyek yang dikerjakan pelaksana di lokasi, sudah sesuai RAB atau belum proyek MCK itu”, ujarnya.  


‎Ini proyek pakai uang negara, masa masyarakat masih dibebani lagi? Anggarannya cukup besar, mestinya mencakup semua kebutuhan konstruksi," tegasnya.


“Padahal melihat anggaranya sangat besar, Rp 526.582.000 untuk bangunan seukuran ini, wajar dong kalau proyek tersebut harus di pantau, apalagi sampai mengurangi kualitas bahan bangunan


"Tambahnya Saat awak media Versitnews konfirmasi ke seorang warga yang kebetulan dia pengurus RT setempat menjelaskan bahwa pembangunan MCK tersebut memang menggunakan dana dari pemerintah kabupaten Karawang, sesuai pagunya senilai Rp 526.582.000 bahkan menurut nya, sebelum pelaksanaan sudah melalui proses asistensi dengan Dinas PRKP Karawang.


‎Lebih jauh, Ade mengungkapkan soal kualitas bangunan MCK yang dinilai asal jadi dan tidak presisi.


‎Bangunannya ga nyiku. Di bagian bawah lebarnya 1,55 meter, tapi bagian atasnya cuma 1,45 meter. Jelas miring, ini bukan soal estetika lagi, tapi soal standar konstruksi. Harusnya dibangun dengan benar, bukan asal berdiri," pungkasnya.


‎Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari dinas teknis terkait, serta pengawasan ketat dari aparat pengawas dan pihak berwenang. Warga menuntut agar proyek ini diselesaikan sesuai dengan spesifikasi, transparan dalam pelaksanaan, dan dapat digunakan dengan aman serta nyaman.


Hingga berita ini diterbitkan awak media belum juga mendapatkan keterangan resmi dari pihak Pemborong sebagai Pelaksana proyek tersebut. Menindaklajuti temuan ini awak media semakin menimbulkan tanda tanya besar bagi pelaksana proyek itu, terutama mengenai transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Karawang

Rapat Minggon Pada Rabu, 17 September 2025, Membahas Dua Topik Penting Terkait Keamanan Lingkungan dan Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Karyamukti

Karawang | Versitnews.com – Desa Karyamukti Kecamatan Lemah abang Kabupaten Karawang menggelar rapat minggon rutin pada Rabu, 17 September 2025, Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karyamukti, Hj. iim Siti Rohimah, Sekretaris Desa (Sekdes), BPD beserta jajaran aparatur Desa Karyamukti.

" Dalam rapat tersebut, Kepala Desa Karyamukti, Hj. iim Siti Rohimah menyampaikan Pembahasan tentang siskamling (sistem keamanan lingkungan), keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat desa Karyamukti sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga Desa,"ucap Siti Rohimah

Sistem keamanan lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif warga desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Pembentukan pos keamanan desa dan pelatihan bagi petugas keamanan desa.

Keamanan, meningkatkan kesadaran warga desa tentang pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan, Mengoptimalkan peran aparat desa dan masyarakat dalam menjaga keamanan desa.
Ketertiban meningkatkan kesadaran warga desa tentang pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.Mengatur dan mengawasi kegiatan masyarakat desa untuk menjaga ketertiban.

Kenyamanan meningkatkan kualitas lingkungan desa dengan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Mengembangkan fasilitas umum desa yang mendukung kenyamanan warga desa, seperti taman, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya.

Dengan membahas dan mengimplementasikan aspek-aspek tersebut, masyarakat desa Karyamukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.

Selain itu,"Siti Membahas tentang Bansos, yang berhak diterima sesuai peraturan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk memastikan bahwa Bansos disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya dan menghindari persepsi dan pemahaman yang berbeda di kalangan masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan kerja nyata, kita bisa menjadikan Karyamukti lebih baik dan lebih maju. Setiap kegiatan yang dilakukan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Siti Rohimah.

Meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga Desa Karyamukti, Memastikan transparansi dan pemahaman yang sama terkait bantuan sosial di masyarakat.

Setiap aparatur diwajibkan untuk menyusun laporan mengenai hasil diskusi dan rencana aksi yang akan dilaksanakan. Sosialisasi informasi mengenai Bansos dilakukan secara berkala untuk memastikan semua warga mendapatkan informasi yang akurat.

Semoga rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rapat minggon rutin ini menjadi ajang koordinasi penting bagi seluruh pihak dalam menyatukan langkah untuk mewujudkan kemajuan Desa Karyamukti secara berkelanjutan. 

Dengan adanya Minggon ini, diharapkan warga Desa Karyamukti dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang keamanan lingkungan dan Bansos, serta memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga desa,"Pungkas Siti.
Karawang | Versitnews.com – Desa Karyamukti Kecamatan Lemah abang Kabupaten Karawang menggelar rapat minggon rutin pada Rabu, 17 September 2025, Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karyamukti, Hj. iim Siti Rohimah, Sekretaris Desa (Sekdes), BPD beserta jajaran aparatur Desa Karyamukti.

" Dalam rapat tersebut, Kepala Desa Karyamukti, Hj. iim Siti Rohimah menyampaikan Pembahasan tentang siskamling (sistem keamanan lingkungan), keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat desa Karyamukti sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga Desa,"ucap Siti Rohimah

Sistem keamanan lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif warga desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Pembentukan pos keamanan desa dan pelatihan bagi petugas keamanan desa.

Keamanan, meningkatkan kesadaran warga desa tentang pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan, Mengoptimalkan peran aparat desa dan masyarakat dalam menjaga keamanan desa.
Ketertiban meningkatkan kesadaran warga desa tentang pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.Mengatur dan mengawasi kegiatan masyarakat desa untuk menjaga ketertiban.

Kenyamanan meningkatkan kualitas lingkungan desa dengan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Mengembangkan fasilitas umum desa yang mendukung kenyamanan warga desa, seperti taman, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya.

Dengan membahas dan mengimplementasikan aspek-aspek tersebut, masyarakat desa Karyamukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.

Selain itu,"Siti Membahas tentang Bansos, yang berhak diterima sesuai peraturan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk memastikan bahwa Bansos disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya dan menghindari persepsi dan pemahaman yang berbeda di kalangan masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan kerja nyata, kita bisa menjadikan Karyamukti lebih baik dan lebih maju. Setiap kegiatan yang dilakukan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Siti Rohimah.

Meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga Desa Karyamukti, Memastikan transparansi dan pemahaman yang sama terkait bantuan sosial di masyarakat.

Setiap aparatur diwajibkan untuk menyusun laporan mengenai hasil diskusi dan rencana aksi yang akan dilaksanakan. Sosialisasi informasi mengenai Bansos dilakukan secara berkala untuk memastikan semua warga mendapatkan informasi yang akurat.

Semoga rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rapat minggon rutin ini menjadi ajang koordinasi penting bagi seluruh pihak dalam menyatukan langkah untuk mewujudkan kemajuan Desa Karyamukti secara berkelanjutan. 

Dengan adanya Minggon ini, diharapkan warga Desa Karyamukti dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang keamanan lingkungan dan Bansos, serta memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga desa,"Pungkas Siti.

Selasa, 16 September 2025

Proyek Bangunan Irigasi Menuai Sorotan, Sejumlah Warga Melihat Ada Penyimpangan Dana.

Karawang | Versitnews.com-Warga Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap proyek pembangunan irigasi pertanian yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2024. Proyek yang bernilai "Rp112,8 juta" ini, yang seharusnya berupa "Irigasi Perpompan Besar", dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang tertera.
Fakta di Lapangan bangunan Irigasi warga menemukan bahwa bangunan irigasi yang ada sangat kecil, Estimasi Biaya Aktivis ahli konstruksi memperkirakan biaya pembangunan tersebut hanya berkisar antara Rp30–50 juta Berikut Pompa besar, Sedangkan RAB yang begitu besar, jauh di bawah anggaran yang dialokasikan.

"Jadi tidak masuk akal dengan nilai anggaran yang begitu tinggi yang seharusnya bisa untuk 2 bangunan, ini hanya 1, jelas dana sisa nya masuk kemana ujar salah satu warga yang nama nya di rahasiakan.

Kami berani hitung-hitungan bersama konsultan dan aktivis di bidang konstruksi.

Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air demi mendukung komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Salah satu warga menyatakan, Seharusnya dengan dana Rp112 juta lebih, hasilnya nya sangat jelas, Jika ada pompa walaupun pompa besar sekalipun tidak sebanding. Bangunan yang kecil tidak signifikan, Kami curiga ada penyelewengan anggaran.

Pertanyaan Mengenai Dana BUMDes
Masyarakat juga mempertanyakan alokasi dana yang seharusnya disalurkan kepada "BUMDes" untuk program pembangunan desa. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai penggunaan dana tersebut.

Selisih anggaran yang mencolok ini menimbulkan dugaan praktik mark-up yang dapat merugikan keuangan negara. Warga meminta agar "Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)" Kabupaten Karawang melakukan audit menyeluruh.

"Dana Desa itu berasal dari rakyat, harus dikelola transparan. Kalau ada penyimpangan, apalagi melibatkan BUMDes, DPMD jangan tinggal diam. Harus ada tindakan tegas,” ujar warga dan tokoh masyarakat.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum yang terlibat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak "DPMD Kabupaten Karawang" maupun, Pemerintah Desa Sungaibuntu belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan penyelewengan dana APBN tersebut.

 Kami berharap pihak dari penegak hukum (APH) turun tangan untuk tindak tegas bagi siapa saja yang sudah menyimpangkan anggaran negara.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa dan proyek pemerintah. Masyarakat berharap ada tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa dana publik digunakan dengan benar.
Karawang | Versitnews.com-Warga Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap proyek pembangunan irigasi pertanian yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2024. Proyek yang bernilai "Rp112,8 juta" ini, yang seharusnya berupa "Irigasi Perpompan Besar", dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang tertera.
Fakta di Lapangan bangunan Irigasi warga menemukan bahwa bangunan irigasi yang ada sangat kecil, Estimasi Biaya Aktivis ahli konstruksi memperkirakan biaya pembangunan tersebut hanya berkisar antara Rp30–50 juta Berikut Pompa besar, Sedangkan RAB yang begitu besar, jauh di bawah anggaran yang dialokasikan.

"Jadi tidak masuk akal dengan nilai anggaran yang begitu tinggi yang seharusnya bisa untuk 2 bangunan, ini hanya 1, jelas dana sisa nya masuk kemana ujar salah satu warga yang nama nya di rahasiakan.

Kami berani hitung-hitungan bersama konsultan dan aktivis di bidang konstruksi.

Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air demi mendukung komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Salah satu warga menyatakan, Seharusnya dengan dana Rp112 juta lebih, hasilnya nya sangat jelas, Jika ada pompa walaupun pompa besar sekalipun tidak sebanding. Bangunan yang kecil tidak signifikan, Kami curiga ada penyelewengan anggaran.

Pertanyaan Mengenai Dana BUMDes
Masyarakat juga mempertanyakan alokasi dana yang seharusnya disalurkan kepada "BUMDes" untuk program pembangunan desa. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai penggunaan dana tersebut.

Selisih anggaran yang mencolok ini menimbulkan dugaan praktik mark-up yang dapat merugikan keuangan negara. Warga meminta agar "Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)" Kabupaten Karawang melakukan audit menyeluruh.

"Dana Desa itu berasal dari rakyat, harus dikelola transparan. Kalau ada penyimpangan, apalagi melibatkan BUMDes, DPMD jangan tinggal diam. Harus ada tindakan tegas,” ujar warga dan tokoh masyarakat.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum yang terlibat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak "DPMD Kabupaten Karawang" maupun, Pemerintah Desa Sungaibuntu belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan penyelewengan dana APBN tersebut.

 Kami berharap pihak dari penegak hukum (APH) turun tangan untuk tindak tegas bagi siapa saja yang sudah menyimpangkan anggaran negara.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa dan proyek pemerintah. Masyarakat berharap ada tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa dana publik digunakan dengan benar.

Senin, 15 September 2025

SDN Karawang Wetan 1 Deklarasikan Sekolah Bebas Bullying.

Karawang –SDN Karawang Wetan 1 telah mengambil langkah penting dengan mendeklarasikan sekolah sebagai tempat yang bebas dari bullying. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa Di tengah maraknya kasus perundungan di sekolah, SDN Karawang Wetan 1 justru tampil berbeda. 

Sekolah dasar negeri yang berlokasi di jantung Karawang ini menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswanya.

Hal itu ditegaskan Kepala SDN Karawang Wetan 1 dalam agenda silaturahmi bersama awak media, Senin (15/9). “Kami ingin setiap anak merasa aman, betah, dan senang berada di sekolah. Dengan begitu, mereka bisa belajar dengan lebih optimal,” tegasnya.

Program Sekolah Ramah Anak yang diusung SDN Karawang Wetan 1 bukan sekedar slogan. Sejak dicanangkan pada 2019, program ini sudah mendapat apresiasi hingga tingkat nasional. Ada 54 indikator ketat yang harus dipenuhi: mulai dari keamanan, kebersihan, kenyamanan, hingga kelengkapan sarana-prasarana. “Bahkan hal kecil pun diperhatikan. Meja belajar, misalnya, harus dibuat tidak runcing demi keselamatan anak. SOP, tata tertib, hingga kebersihan sekolah juga menjadi standar penting,” jelas Kepala Sekolah.

Lebih menarik, program ini tidak hanya mengandalkan pihak sekolah. Orang tua turut dilibatkan dalam menjaga ruang belajar tetap rapi dan nyaman. “Alhamdulillah, para orang tua mendukung penuh. Mereka bersama guru memastikan anak-anak belajar di ruang kelas yang sehat dan menyenangkan,” tambahnya.

Sekolah menegaskan bahwa program ini bukan dijalankan demi mengejar penghargaan, melainkan untuk melindungi masa depan anak-anak. “Harapan kami sederhana: tidak ada lagi anak yang takut datang ke sekolah, tidak ada korban bullying. Semua bisa belajar dengan bahagia,” tuturnya.

Dengan sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat, SDN Karawang Wetan 1 optimistis bisa menjadi role model sekolah ramah anak di Karawang. Sebuah sekolah yang bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menjamin hak anak untuk tumbuh dalam suasana penuh kasih, aman, dan membahagiakan.

Harapan ke DepanDengan deklarasi ini, SDN Karawang Wetan 1 berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar tanpa rasa takut atau tekanan dari bullying.


Red.
Karawang –SDN Karawang Wetan 1 telah mengambil langkah penting dengan mendeklarasikan sekolah sebagai tempat yang bebas dari bullying. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa Di tengah maraknya kasus perundungan di sekolah, SDN Karawang Wetan 1 justru tampil berbeda. 

Sekolah dasar negeri yang berlokasi di jantung Karawang ini menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswanya.

Hal itu ditegaskan Kepala SDN Karawang Wetan 1 dalam agenda silaturahmi bersama awak media, Senin (15/9). “Kami ingin setiap anak merasa aman, betah, dan senang berada di sekolah. Dengan begitu, mereka bisa belajar dengan lebih optimal,” tegasnya.

Program Sekolah Ramah Anak yang diusung SDN Karawang Wetan 1 bukan sekedar slogan. Sejak dicanangkan pada 2019, program ini sudah mendapat apresiasi hingga tingkat nasional. Ada 54 indikator ketat yang harus dipenuhi: mulai dari keamanan, kebersihan, kenyamanan, hingga kelengkapan sarana-prasarana. “Bahkan hal kecil pun diperhatikan. Meja belajar, misalnya, harus dibuat tidak runcing demi keselamatan anak. SOP, tata tertib, hingga kebersihan sekolah juga menjadi standar penting,” jelas Kepala Sekolah.

Lebih menarik, program ini tidak hanya mengandalkan pihak sekolah. Orang tua turut dilibatkan dalam menjaga ruang belajar tetap rapi dan nyaman. “Alhamdulillah, para orang tua mendukung penuh. Mereka bersama guru memastikan anak-anak belajar di ruang kelas yang sehat dan menyenangkan,” tambahnya.

Sekolah menegaskan bahwa program ini bukan dijalankan demi mengejar penghargaan, melainkan untuk melindungi masa depan anak-anak. “Harapan kami sederhana: tidak ada lagi anak yang takut datang ke sekolah, tidak ada korban bullying. Semua bisa belajar dengan bahagia,” tuturnya.

Dengan sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat, SDN Karawang Wetan 1 optimistis bisa menjadi role model sekolah ramah anak di Karawang. Sebuah sekolah yang bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menjamin hak anak untuk tumbuh dalam suasana penuh kasih, aman, dan membahagiakan.

Harapan ke DepanDengan deklarasi ini, SDN Karawang Wetan 1 berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar tanpa rasa takut atau tekanan dari bullying.


Red.

Peringatan Hari Jadi Karawang ke-392 Usung Tema “Karawang MASAGI”‎, DPRD Jawa Barat Dea Eka Rizaldi Hadiri Acara Puncak di Gedung DPRD Karawang‎

Karawang, Versitnews.com-14 September 2025— Peringatan Hari Jadi Karawang ke-392 berlangsung dengan semangat dan kebanggaan di Gedung DPRD Karawang, pada Minggu (14/9). Tahun ini, peringatan mengusung tema “Karawang MASAGI”, yang mencerminkan semangat kebijaksanaan, keseimbangan, dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Karawang.

Acara puncak ini dihadiri oleh:
- Gubernur Jawa Barat: Dedi Mulyadi

- Bupati Karawang: H. Aep Saepulloh

- Wakil Bupati Karawang: H. Maslani

- Ketua DPRD Karawang: H. Endang Sodikin

- Anggota DPRD Jabar: Dea Eka Rizaldi, Serta Akbar Maulana
-seluruh Jajaran anggota DPRD Karawang dan Forkopimda Karawang

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan: Apresiasi atas perkembangan Kabupaten Karawang yang terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Tema “Karawang MASAGI” sebagai cerminan dari visi Karawang yang tidak hanya membangun fisik tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya, moral, dan kearifan lokal.

MASAGI adalah konsep yang menggambarkan manusia paripurna — cerdas secara intelektual, kuat secara fisik, halus dalam rasa, dan tajam dalam spiritualitas. Tema ini sangat relevan untuk membangun Karawang yang berdaya saing dan berkarakter,” ujar Gubernur.


Dengan Konsep "MASAGI", Gubernur menjelaskan bahwa "MASAGI" menggambarkan manusia paripurna:

- Cerdas secara intelektual
- Kuat secara fisik
- Halus dalam rasa
- Tajam dalam spiritualitas

Tema ini sangat relevan untuk membangun Karawang yang berdaya saing dan berkarakter.

Bupati H. Aep Saepulloh mengungkapkan;Rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi bagi pembangunan Karawang.

Hari Jadi ke-392 ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperkokoh identitas daerah, dan membangun Karawang yang "MASAGI" — seimbang antara pembangunan dan nilai-nilai kebaikan

Peringatan ulang tahun ini ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati H. Aep Saepulloh, serta refleksi sejarah Karawang sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. 

Dengan semangat "Karawang MASAGI", diharapkan Karawang dapat terus maju dan berkembang dengan nilai-nilai kebaikan yang kokoh.
Karawang, Versitnews.com-14 September 2025— Peringatan Hari Jadi Karawang ke-392 berlangsung dengan semangat dan kebanggaan di Gedung DPRD Karawang, pada Minggu (14/9). Tahun ini, peringatan mengusung tema “Karawang MASAGI”, yang mencerminkan semangat kebijaksanaan, keseimbangan, dan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Karawang.

Acara puncak ini dihadiri oleh:
- Gubernur Jawa Barat: Dedi Mulyadi

- Bupati Karawang: H. Aep Saepulloh

- Wakil Bupati Karawang: H. Maslani

- Ketua DPRD Karawang: H. Endang Sodikin

- Anggota DPRD Jabar: Dea Eka Rizaldi, Serta Akbar Maulana
-seluruh Jajaran anggota DPRD Karawang dan Forkopimda Karawang

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan: Apresiasi atas perkembangan Kabupaten Karawang yang terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Tema “Karawang MASAGI” sebagai cerminan dari visi Karawang yang tidak hanya membangun fisik tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya, moral, dan kearifan lokal.

MASAGI adalah konsep yang menggambarkan manusia paripurna — cerdas secara intelektual, kuat secara fisik, halus dalam rasa, dan tajam dalam spiritualitas. Tema ini sangat relevan untuk membangun Karawang yang berdaya saing dan berkarakter,” ujar Gubernur.


Dengan Konsep "MASAGI", Gubernur menjelaskan bahwa "MASAGI" menggambarkan manusia paripurna:

- Cerdas secara intelektual
- Kuat secara fisik
- Halus dalam rasa
- Tajam dalam spiritualitas

Tema ini sangat relevan untuk membangun Karawang yang berdaya saing dan berkarakter.

Bupati H. Aep Saepulloh mengungkapkan;Rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi bagi pembangunan Karawang.

Hari Jadi ke-392 ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperkokoh identitas daerah, dan membangun Karawang yang "MASAGI" — seimbang antara pembangunan dan nilai-nilai kebaikan

Peringatan ulang tahun ini ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati H. Aep Saepulloh, serta refleksi sejarah Karawang sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. 

Dengan semangat "Karawang MASAGI", diharapkan Karawang dapat terus maju dan berkembang dengan nilai-nilai kebaikan yang kokoh.

Diduga Abaikan Standar Teknis, Proyek Renovasi Ruang Pelayanan Umum Jadi Sorotan Aktivis

‎Karawang, Minggu 14 September 2025 – Proyek renovasi ruang pelayanan umum yang dikerjakan oleh CV Cipta Alam Padjajaran menjadi sorotan tajam dari aktivis masyarakat Karawang. Dugaan pelanggaran teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut dinilai berpotensi membahayakan struktur bangunan di kemudian hari.
‎Akhmad, salah satu aktivis Karawang, mengungkapkan bahwa proses pengecoran pondasi diduga dilakukan secara asal-asalan tanpa mengacu pada standar teknis yang semestinya.
‎Cor selup pondasi tidak memakai dolak, tidak ada ukuran pasti, hanya kira-kira. Harusnya pengecoran itu pakai molen agar campurannya sesuai dan kekuatannya bisa diukur, menentukan kualitas K-nya. Tapi ini tidak dilakukan,” ungkap Akhmad.
‎Hal senada juga disampaikan oleh aktivis lainnya, Ade. Ia menyoroti penggunaan material besi yang diduga tidak sesuai spesifikasi dalam pembangunan tiang kolom.
‎Diduga besi yang dipakai adalah besi banci hasil sigmat, bukan besi 12 mili yang standar. Panjang dan diameternya kurang dari yang seharusnya. Kenapa bisa dipakai? Pengawas proyek harus ambil sikap tegas,” tegas Ade.
‎Ade juga mengkritik pemasangan sengkang (cincin pembesian) yang jaraknya tidak sesuai dengan gambar teknis.
‎Di gambar, jarak antar ring (sengkang) itu 15 cm, tapi di lapangan malah dipasang 20 sampai 35 cm. Ini jelas pelanggaran, terutama pada bagian selup yang vital untuk kekuatan struktur,” pungkas Ade.
‎Para aktivis mendesak pihak pengawas dan instansi terkait untuk turun langsung melakukan evaluasi dan audit teknis terhadap proyek tersebut. Mereka mengingatkan bahwa kelalaian dalam penerapan standar teknis bisa berakibat fatal bagi keselamatan publik.
‎Karawang, Minggu 14 September 2025 – Proyek renovasi ruang pelayanan umum yang dikerjakan oleh CV Cipta Alam Padjajaran menjadi sorotan tajam dari aktivis masyarakat Karawang. Dugaan pelanggaran teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut dinilai berpotensi membahayakan struktur bangunan di kemudian hari.
‎Akhmad, salah satu aktivis Karawang, mengungkapkan bahwa proses pengecoran pondasi diduga dilakukan secara asal-asalan tanpa mengacu pada standar teknis yang semestinya.
‎Cor selup pondasi tidak memakai dolak, tidak ada ukuran pasti, hanya kira-kira. Harusnya pengecoran itu pakai molen agar campurannya sesuai dan kekuatannya bisa diukur, menentukan kualitas K-nya. Tapi ini tidak dilakukan,” ungkap Akhmad.
‎Hal senada juga disampaikan oleh aktivis lainnya, Ade. Ia menyoroti penggunaan material besi yang diduga tidak sesuai spesifikasi dalam pembangunan tiang kolom.
‎Diduga besi yang dipakai adalah besi banci hasil sigmat, bukan besi 12 mili yang standar. Panjang dan diameternya kurang dari yang seharusnya. Kenapa bisa dipakai? Pengawas proyek harus ambil sikap tegas,” tegas Ade.
‎Ade juga mengkritik pemasangan sengkang (cincin pembesian) yang jaraknya tidak sesuai dengan gambar teknis.
‎Di gambar, jarak antar ring (sengkang) itu 15 cm, tapi di lapangan malah dipasang 20 sampai 35 cm. Ini jelas pelanggaran, terutama pada bagian selup yang vital untuk kekuatan struktur,” pungkas Ade.
‎Para aktivis mendesak pihak pengawas dan instansi terkait untuk turun langsung melakukan evaluasi dan audit teknis terhadap proyek tersebut. Mereka mengingatkan bahwa kelalaian dalam penerapan standar teknis bisa berakibat fatal bagi keselamatan publik.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done