Senin, 16 Maret 2026
Kadis Kominfo Toba “Mandul”? Publik Menunggu Ereksi Informasi yang Sehat
TOBA – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Toba kembali menjadi sorotan. Lembaga yang seharusnya menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat itu dinilai belum mampu menjalankan fungsi utamanya secara maksimal.
Di tengah derasnya kebutuhan publik akan informasi yang cepat, terbuka, dan akurat, Kominfo Toba justru dianggap seperti “mandul” dalam melahirkan arus informasi yang sehat.
Informasi publik yang semestinya menjadi hak masyarakat, kerap terasa tersendat dan bahkan nyaris tak terdengar.
Ironisnya, di balik kondisi tersebut, hubungan yang tampak akrab dengan kalangan tertentu justru menimbulkan kesan bahwa komunikasi berjalan baik hanya pada lingkaran terbatas.
Bagi sebagian pihak mungkin terlihat bersahabat, namun bagi publik luas, yang dibutuhkan bukan sekadar keakraban, melainkan keterbukaan informasi yang adil dan merata.
Persoalan ini sebenarnya bukan soal siapa yang memimpin atau siapa yang dekat dengan siapa.
Ini adalah soal kepentingan publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, transparan, dan profesional dari lembaga yang memang dibentuk untuk itu.
Ketika informasi publik tidak mengalir sebagaimana mestinya, maka pertanyaan pun mulai muncul: apakah Kominfo masih menjalankan fungsinya, atau hanya sekadar menjadi papan nama birokrasi tanpa denyut kerja yang nyata?
Pada akhirnya, publik hanya bisa menunggu.
Menunggu apakah Kominfo Toba mampu kembali “bangkit”, berdiri tegak menjalankan tugasnya, atau justru membiarkan ruang informasi tetap kosong.
Selebihnya, biarlah para pemangku kepentingan yang menjawab dan mengisi sendiri(...)yang kini mulai menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.
TOBA – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Toba kembali menjadi sorotan. Lembaga yang seharusnya menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat itu dinilai belum mampu menjalankan fungsi utamanya secara maksimal.
Di tengah derasnya kebutuhan publik akan informasi yang cepat, terbuka, dan akurat, Kominfo Toba justru dianggap seperti “mandul” dalam melahirkan arus informasi yang sehat.
Informasi publik yang semestinya menjadi hak masyarakat, kerap terasa tersendat dan bahkan nyaris tak terdengar.
Ironisnya, di balik kondisi tersebut, hubungan yang tampak akrab dengan kalangan tertentu justru menimbulkan kesan bahwa komunikasi berjalan baik hanya pada lingkaran terbatas.
Bagi sebagian pihak mungkin terlihat bersahabat, namun bagi publik luas, yang dibutuhkan bukan sekadar keakraban, melainkan keterbukaan informasi yang adil dan merata.
Persoalan ini sebenarnya bukan soal siapa yang memimpin atau siapa yang dekat dengan siapa.
Ini adalah soal kepentingan publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, transparan, dan profesional dari lembaga yang memang dibentuk untuk itu.
Ketika informasi publik tidak mengalir sebagaimana mestinya, maka pertanyaan pun mulai muncul: apakah Kominfo masih menjalankan fungsinya, atau hanya sekadar menjadi papan nama birokrasi tanpa denyut kerja yang nyata?
Pada akhirnya, publik hanya bisa menunggu.
Menunggu apakah Kominfo Toba mampu kembali “bangkit”, berdiri tegak menjalankan tugasnya, atau justru membiarkan ruang informasi tetap kosong.
Selebihnya, biarlah para pemangku kepentingan yang menjawab dan mengisi sendiri(...)yang kini mulai menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama
Parungpanjang - Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, meningkatkan kepedulian sosial Pemuda terhadap masyarakat membantu masyarakat yang membutuhkan menumbuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong.
Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi umat Muslim, termasuk bagi Karang Taruna Desa Lumpang, yang menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama di jalan Raya Cagak Pertigaan Kampung Cilangkap, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Selasa (16/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menebarkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Puluhan anggota Karang Taruna turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, dan pekerja yang belum sempat pulang ke rumah untuk berbuka.
Setelah kegiatan berbagi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar.
Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa saat semua berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan berbuka bersama.
Dadih selakub Kepemudaan Karang Taruna Desa Lumpang. Bersama jajaran Bagikan di Jalan Raya Cagak Pertigaan Cilangkap, Parungpanjang.
Ketua Karang Taruna Desa Lumpang Dadih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan dan selalu aktip setiap bulan Ramadhan.
Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama dan mengajarkan nilai kepedulian sejak dini. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dengan semangat Ramadhan, Karang Taruna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi rezeki, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat tutupnya.
(Supriyanto. C.BJ)
Parungpanjang - Karang Taruna Desa Lumpang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, meningkatkan kepedulian sosial Pemuda terhadap masyarakat membantu masyarakat yang membutuhkan menumbuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong.
Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi umat Muslim, termasuk bagi Karang Taruna Desa Lumpang, yang menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama di jalan Raya Cagak Pertigaan Kampung Cilangkap, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Selasa (16/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menebarkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba. Puluhan anggota Karang Taruna turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, warga sekitar, dan pekerja yang belum sempat pulang ke rumah untuk berbuka.
Setelah kegiatan berbagi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar.
Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa saat semua berkumpul, berbagi cerita, serta menikmati hidangan berbuka bersama.
Dadih selakub Kepemudaan Karang Taruna Desa Lumpang. Bersama jajaran Bagikan di Jalan Raya Cagak Pertigaan Cilangkap, Parungpanjang.
Ketua Karang Taruna Desa Lumpang Dadih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan dan selalu aktip setiap bulan Ramadhan.
Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan sesama dan mengajarkan nilai kepedulian sejak dini. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Dengan semangat Ramadhan, Karang Taruna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi rezeki, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di tengah masyarakat tutupnya.
(Supriyanto. C.BJ)
Sabtu, 14 Maret 2026
Terungkap Dugaan Perselingkuhan Istri A.R (E.T) Yang Bekerja di Gading Raya Golf Tangerang, Tertangkap Basah pada Jumat Malam
Peristiwa yang mencuat terjadi pada Jum’at, 30 Januari 2026, melibatkan seorang perempuan berinisial E.T, istri sah pria berinisial A.R. Sebelumnya, E.T memberitahu suaminya bahwa akan masuk kerja pukul 04.00 WIB di lokasi kerja di Golp Gading Raya Serpong karena ada acara, sehingga akan menginap di kost teman kerja yang tidak jauh dari tempat kerja. Namun, ternyata E.T tidak menginap di kost yang disebutkannya, melainkan di Apartemen Skay House di kamar L3-18D., Tangerang Cisauk bersama seorang pria bernama ML.
Kedua orang tersebut tertangkap basah sedang berduaan di kamar L3-18D, apartemen Sky House oleh suami E.T (A.R) beserta rekan-rekannya dari kalangan media. Pembuntutan terhadap E.T sebelumnya dilakukan oleh Sekretaris DPC Kabupaten Bogor, Ade Suhanda, beserta C.BJ dan C.ILJ.
Setelah kejadian tersebut, pihak suami dan rekan awak media melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan apakah benar ada acara pada tanggal 31 Januari 2026 ada acara d Golf tapi di saat datang ke pihak Golf dan bertemu dengan IM sebagai Kepala Cady Golf, IM menyatakan bahwa dirinya tidak mengurusi masalah rumah tangga, melainkan hanya bertanggung jawab terhadap urusan pekerjaan Cady dan lapangan kerja.
Red
Peristiwa yang mencuat terjadi pada Jum’at, 30 Januari 2026, melibatkan seorang perempuan berinisial E.T, istri sah pria berinisial A.R. Sebelumnya, E.T memberitahu suaminya bahwa akan masuk kerja pukul 04.00 WIB di lokasi kerja di Golp Gading Raya Serpong karena ada acara, sehingga akan menginap di kost teman kerja yang tidak jauh dari tempat kerja. Namun, ternyata E.T tidak menginap di kost yang disebutkannya, melainkan di Apartemen Skay House di kamar L3-18D., Tangerang Cisauk bersama seorang pria bernama ML.
Kedua orang tersebut tertangkap basah sedang berduaan di kamar L3-18D, apartemen Sky House oleh suami E.T (A.R) beserta rekan-rekannya dari kalangan media. Pembuntutan terhadap E.T sebelumnya dilakukan oleh Sekretaris DPC Kabupaten Bogor, Ade Suhanda, beserta C.BJ dan C.ILJ.
Setelah kejadian tersebut, pihak suami dan rekan awak media melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan apakah benar ada acara pada tanggal 31 Januari 2026 ada acara d Golf tapi di saat datang ke pihak Golf dan bertemu dengan IM sebagai Kepala Cady Golf, IM menyatakan bahwa dirinya tidak mengurusi masalah rumah tangga, melainkan hanya bertanggung jawab terhadap urusan pekerjaan Cady dan lapangan kerja.
Red
Jumat, 13 Maret 2026
GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya Bagikan 500 Takjil kepada Warga di Bulan Ramadan
KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Cinta Damai Sektor Batujaya menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintas di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Jumat (13/3/2026) sore.
Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya turun langsung ke jalan untuk membagikan sebanyak 500 paket takjil kepada para pengendara motor, sopir angkutan, serta warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.
Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Dengan adanya pembagian takjil ini, diharapkan masyarakat yang belum sempat sampai ke rumah tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa.
Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya, Suryadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat, sekaligus sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara anggota GIBAS dan warga sekitar.
Menurutnya, bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan memperbanyak kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa GIBAS Cinta Damai hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial,” ujar Suryadi.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya agar selalu menjaga kekompakan serta tetap menjunjung tinggi sikap kondusif dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
“Saya berharap seluruh anggota tetap kompak dan menjaga kondusifitas. Dengan kebersamaan dan solidaritas yang kuat, kegiatan sosial seperti ini bisa terus kita lakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota GIBAS tampak antusias membagikan takjil kepada warga yang melintas. Mereka juga tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan lalu lintas agar kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa mengganggu para pengguna jalan.
Selain menjadi kegiatan berbagi, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antaranggota organisasi. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi nilai utama dalam organisasi tersebut.
Sejumlah warga yang menerima takjil menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.
Salah seorang warga yang melintas mengaku senang dengan adanya pembagian takjil tersebut. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu masyarakat yang sedang di jalan saat waktu berbuka, juga memperlihatkan kepedulian sosial dari organisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi bagian dari upaya GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada seluruh anggotanya. Dengan turun langsung ke masyarakat, diharapkan anggota organisasi dapat lebih memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Di akhir kegiatan, Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya kembali mengingatkan bahwa organisasi harus selalu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat serta menjaga citra organisasi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Ida Maryati
KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Cinta Damai Sektor Batujaya menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintas di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Jumat (13/3/2026) sore.
Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya turun langsung ke jalan untuk membagikan sebanyak 500 paket takjil kepada para pengendara motor, sopir angkutan, serta warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.
Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Dengan adanya pembagian takjil ini, diharapkan masyarakat yang belum sempat sampai ke rumah tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa.
Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya, Suryadi, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat, sekaligus sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara anggota GIBAS dan warga sekitar.
Menurutnya, bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan memperbanyak kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa GIBAS Cinta Damai hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial,” ujar Suryadi.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya agar selalu menjaga kekompakan serta tetap menjunjung tinggi sikap kondusif dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
“Saya berharap seluruh anggota tetap kompak dan menjaga kondusifitas. Dengan kebersamaan dan solidaritas yang kuat, kegiatan sosial seperti ini bisa terus kita lakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota GIBAS tampak antusias membagikan takjil kepada warga yang melintas. Mereka juga tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan lalu lintas agar kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa mengganggu para pengguna jalan.
Selain menjadi kegiatan berbagi, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antaranggota organisasi. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi nilai utama dalam organisasi tersebut.
Sejumlah warga yang menerima takjil menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.
Salah seorang warga yang melintas mengaku senang dengan adanya pembagian takjil tersebut. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain membantu masyarakat yang sedang di jalan saat waktu berbuka, juga memperlihatkan kepedulian sosial dari organisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi bagian dari upaya GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada seluruh anggotanya. Dengan turun langsung ke masyarakat, diharapkan anggota organisasi dapat lebih memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Di akhir kegiatan, Ketua GIBAS Cinta Damai Sektor Batujaya kembali mengingatkan bahwa organisasi harus selalu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat serta menjaga citra organisasi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Ida Maryati
Ribuan Pelaku UMKM di Karawang Akan Terima Bantuan Alat dari Pemkab, Anggaran Capai Rp12 Miliar
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada tahun 2025, sebanyak 2.500 pelaku UMKM di Kabupaten Karawang akan mendapatkan bantuan berupa berbagai peralatan usaha guna meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.
Program bantuan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta membantu para pelaku usaha kecil agar mampu berkembang lebih baik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy melalui Kepala Seksi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan UMKM, Leoni Whisnuwardhani mengungkapkan bahwa Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12.040.000.000 untuk mendukung program bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan modal, tetapi juga sarana produksi yang secara langsung dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
“Pemerintah Kabupaten Karawang telah menganggarkan dana sebesar Rp12.040.000.000 yang akan disalurkan kepada sekitar 2.500 pelaku UMKM di berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Bantuan ini berupa alat-alat usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha,” ujar Leoni.
Ia menjelaskan, berbagai jenis bantuan alat yang akan diberikan di antaranya gerobak usaha, mesin packing (sealer), full storage dan freezer, mesin jahit industri, mesin pengolahan produk, peralatan tata boga, hingga perangkat teknologi digital yang dapat menunjang pemasaran dan operasional usaha.
Menurut Leoni, bantuan tersebut dirancang agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran serta memperkuat daya saing produk lokal Karawang baik di pasar regional maupun nasional.
“Bantuan alat ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mempermudah proses pengemasan dan distribusi,” katanya.
Selain itu, kehadiran perangkat teknologi digital juga diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam memasarkan produknya melalui platform digital.
Leoni menambahkan, program bantuan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ungkapnya.
Proses penyaluran bantuan sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan data dan verifikasi terhadap pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan serta telah terdaftar dalam basis data pemerintah daerah.
Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pengembangan usaha.
Dengan adanya program ini, Pemkab Karawang berharap sektor UMKM di daerah tersebut semakin berkembang, mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Pemkab Karawang juga terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi serta memperluas jaringan pemasaran agar produk-produk lokal Karawang semakin dikenal luas di berbagai daerah.
Program bantuan alat usaha ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Karawang.
Red
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada tahun 2025, sebanyak 2.500 pelaku UMKM di Kabupaten Karawang akan mendapatkan bantuan berupa berbagai peralatan usaha guna meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.
Program bantuan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta membantu para pelaku usaha kecil agar mampu berkembang lebih baik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy melalui Kepala Seksi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan UMKM, Leoni Whisnuwardhani mengungkapkan bahwa Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12.040.000.000 untuk mendukung program bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan modal, tetapi juga sarana produksi yang secara langsung dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
“Pemerintah Kabupaten Karawang telah menganggarkan dana sebesar Rp12.040.000.000 yang akan disalurkan kepada sekitar 2.500 pelaku UMKM di berbagai wilayah di Kabupaten Karawang. Bantuan ini berupa alat-alat usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha,” ujar Leoni.
Ia menjelaskan, berbagai jenis bantuan alat yang akan diberikan di antaranya gerobak usaha, mesin packing (sealer), full storage dan freezer, mesin jahit industri, mesin pengolahan produk, peralatan tata boga, hingga perangkat teknologi digital yang dapat menunjang pemasaran dan operasional usaha.
Menurut Leoni, bantuan tersebut dirancang agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran serta memperkuat daya saing produk lokal Karawang baik di pasar regional maupun nasional.
“Bantuan alat ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta mempermudah proses pengemasan dan distribusi,” katanya.
Selain itu, kehadiran perangkat teknologi digital juga diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam memasarkan produknya melalui platform digital.
Leoni menambahkan, program bantuan ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ungkapnya.
Proses penyaluran bantuan sendiri akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan data dan verifikasi terhadap pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan serta telah terdaftar dalam basis data pemerintah daerah.
Pemerintah juga memastikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang membutuhkan dukungan pengembangan usaha.
Dengan adanya program ini, Pemkab Karawang berharap sektor UMKM di daerah tersebut semakin berkembang, mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Pemkab Karawang juga terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi serta memperluas jaringan pemasaran agar produk-produk lokal Karawang semakin dikenal luas di berbagai daerah.
Program bantuan alat usaha ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di Kabupaten Karawang.
Red
Kamis, 12 Maret 2026
Ketua Umum DPP AKPERSI dan Presiden LIRA Satukan Gagasan, Pers dan Masyarakat Sipil Siap Kawal Demokrasi
Ciputat — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) menggelar pertemuan silaturahmi strategis bersama Presiden Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Andi Syafrani, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Surabi Teras Ciputat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum AKPERSI, Bang Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., bersama jajaran pengurus pusat AKPERSI dan Presiden DPP LIRA.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, konsolidasi, serta sinergi antara organisasi pers dan organisasi kontrol sosial dalam menjaga nilai demokrasi, transparansi, dan kepentingan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Rino menegaskan bahwa kolaborasi antara insan pers dan elemen masyarakat sipil merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang sehat.
Pers memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi yang kredibel sekaligus pengawal kebijakan publik agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan keterbukaan.
“Pers dan masyarakat sipil adalah dua pilar penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Ketika keduanya bersinergi, maka kontrol terhadap kebijakan publik akan berjalan lebih sehat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Bang Rino.
Sementara itu, Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani, menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat beruntung dapat menjalin silaturahmi dengan AKPERSI yang dinilai sebagai salah satu organisasi pers yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan gagasan serta memperkuat kerja sama antara kedua organisasi dalam berbagai isu kebangsaan.
“LIRA sangat beruntung bisa bersilaturahmi dengan salah satu organisasi penting dan besar yaitu DPP AKPERSI. Ini adalah momen yang luar biasa karena kita bertemu untuk menyatukan pokok-pokok pikiran dalam membangun negeri ini dengan kapasitas dan jaringan organisasi masing-masing,” ujar Andi Syafrani.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan LIRA dan AKPERSI memiliki peluang besar untuk bekerja sama dalam berbagai agenda strategis yang menyangkut kepentingan publik.
“Kami berharap ke depan dapat terbangun kerja sama dalam mengawal proses demokrasi, penegakan hukum, perlindungan terhadap kebebasan pers, serta kebebasan masyarakat. Kolaborasi antara LIRA dan AKPERSI diharapkan dapat saling menguatkan dan saling menguntungkan, yang pada akhirnya bermuara pada kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Andi Syafrani berharap silaturahmi di tingkat pusat ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas hingga ke tingkat daerah.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini tidak hanya berhenti di tingkat DPP, tetapi juga berlanjut hingga ke tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, kedua organisasi dapat saling membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, serta bersama-sama membesarkan organisasi demi kepentingan umum,” tambahnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di bulan suci Ramadhan, sekaligus menjadi ruang diskusi strategis mengenai berbagai isu kebangsaan, penguatan peran organisasi masyarakat, serta kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi di Indonesia.
Melalui pertemuan ini, DPP AKPERSI dan DPP LIRA sepakat untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat fungsi kontrol sosial, meningkatkan literasi informasi masyarakat, serta menjaga marwah demokrasi di Indonesia.
Ciputat — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) menggelar pertemuan silaturahmi strategis bersama Presiden Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Andi Syafrani, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Surabi Teras Ciputat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum AKPERSI, Bang Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., bersama jajaran pengurus pusat AKPERSI dan Presiden DPP LIRA.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, konsolidasi, serta sinergi antara organisasi pers dan organisasi kontrol sosial dalam menjaga nilai demokrasi, transparansi, dan kepentingan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Rino menegaskan bahwa kolaborasi antara insan pers dan elemen masyarakat sipil merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang sehat.
Pers memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi yang kredibel sekaligus pengawal kebijakan publik agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan keterbukaan.
“Pers dan masyarakat sipil adalah dua pilar penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Ketika keduanya bersinergi, maka kontrol terhadap kebijakan publik akan berjalan lebih sehat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Bang Rino.
Sementara itu, Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani, menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat beruntung dapat menjalin silaturahmi dengan AKPERSI yang dinilai sebagai salah satu organisasi pers yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan gagasan serta memperkuat kerja sama antara kedua organisasi dalam berbagai isu kebangsaan.
“LIRA sangat beruntung bisa bersilaturahmi dengan salah satu organisasi penting dan besar yaitu DPP AKPERSI. Ini adalah momen yang luar biasa karena kita bertemu untuk menyatukan pokok-pokok pikiran dalam membangun negeri ini dengan kapasitas dan jaringan organisasi masing-masing,” ujar Andi Syafrani.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan LIRA dan AKPERSI memiliki peluang besar untuk bekerja sama dalam berbagai agenda strategis yang menyangkut kepentingan publik.
“Kami berharap ke depan dapat terbangun kerja sama dalam mengawal proses demokrasi, penegakan hukum, perlindungan terhadap kebebasan pers, serta kebebasan masyarakat. Kolaborasi antara LIRA dan AKPERSI diharapkan dapat saling menguatkan dan saling menguntungkan, yang pada akhirnya bermuara pada kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Andi Syafrani berharap silaturahmi di tingkat pusat ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas hingga ke tingkat daerah.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini tidak hanya berhenti di tingkat DPP, tetapi juga berlanjut hingga ke tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, kedua organisasi dapat saling membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, serta bersama-sama membesarkan organisasi demi kepentingan umum,” tambahnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di bulan suci Ramadhan, sekaligus menjadi ruang diskusi strategis mengenai berbagai isu kebangsaan, penguatan peran organisasi masyarakat, serta kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi di Indonesia.
Melalui pertemuan ini, DPP AKPERSI dan DPP LIRA sepakat untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat fungsi kontrol sosial, meningkatkan literasi informasi masyarakat, serta menjaga marwah demokrasi di Indonesia.











