VERSITNEWS

Minggu, 10 Mei 2026

Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang Perkuat Komitmen Anti Korupsi melalui Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas








KARAWANG – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Sosialisasi Persepsi Anti Korupsi dan Penandatanganan Pakta Integritas pada Kamis (7/5/2026) di Aula Reforma Agraria Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya kerja berintegritas sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).



Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Asisten Surveyor Kadastral (ASK), perwakilan Perum Perumnas, serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Manase Daniel Binsar, S.T.




Dalam sambutan sekaligus sosialisasi Persepsi Anti Korupsi, Kepala Kantor menyampaikan pentingnya membangun persepsi anti korupsi di lingkungan kerja. Ia menjelaskan bahwa korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri maupun pihak lain dan berdampak pada kerugian negara



“Seluruh pegawai harus menjaga integritas, menjunjung profesionalisme, serta menolak segala bentuk gratifikasi dan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.



Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Kepala Kantor bersama seluruh pegawai dan pejabat pengawas di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Penandatanganan tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.


Pada kesempatan yang sama, Perum Perumnas turut memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.


Melalui kegiatan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang berharap seluruh pegawai semakin memahami pentingnya budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi demi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. 


Pimpinan redaksi 








KARAWANG – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Sosialisasi Persepsi Anti Korupsi dan Penandatanganan Pakta Integritas pada Kamis (7/5/2026) di Aula Reforma Agraria Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya kerja berintegritas sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).



Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Asisten Surveyor Kadastral (ASK), perwakilan Perum Perumnas, serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Manase Daniel Binsar, S.T.




Dalam sambutan sekaligus sosialisasi Persepsi Anti Korupsi, Kepala Kantor menyampaikan pentingnya membangun persepsi anti korupsi di lingkungan kerja. Ia menjelaskan bahwa korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri maupun pihak lain dan berdampak pada kerugian negara



“Seluruh pegawai harus menjaga integritas, menjunjung profesionalisme, serta menolak segala bentuk gratifikasi dan benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.



Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh Kepala Kantor bersama seluruh pegawai dan pejabat pengawas di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Penandatanganan tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.


Pada kesempatan yang sama, Perum Perumnas turut memberikan penghargaan kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.


Melalui kegiatan ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang berharap seluruh pegawai semakin memahami pentingnya budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi demi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. 


Pimpinan redaksi 

PECAH DI KARAWANG TIMUR, TAWURAN ANTAR KAMPUNG, WARGA PERTANYAKAN PERAN PEMERINTAH DESA

Karawang versitnews@gmail.com — Aksi tawuran antar kelompok warga kembali pecah di wilayah Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Sabtu malam (9/5/2026). Bentrokan yang melibatkan warga Kampung Maja dan Kampung Rawagabus itu kembali memicu keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang konflik antar kampung yang selama ini disebut-sebut kerap berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Meski masih berada dalam satu wilayah administrasi desa yang sama, hubungan antar kedua kelompok warga dinilai terus memanas dan rawan bentrok sewaktu-waktu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab utama konflik hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Kronologi awal perselisihan disebut masih simpang siur dan terkesan “abu-abu”, namun dampaknya terus dirasakan masyarakat yang setiap saat dihantui kekhawatiran akan pecahnya bentrokan susulan.

Situasi yang terus berulang ini memicu sorotan tajam terhadap Pemerintah Desa Margasari. Warga menilai aparat desa, termasuk kepala desa, belum mengambil langkah konkret untuk meredam maupun mendamaikan kedua belah pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya mediasi terbuka maupun tindakan preventif yang serius guna mencegah konflik kembali terjadi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kecewa. Aparatur desa dinilai terkesan lamban dan kurang responsif terhadap persoalan sosial yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Seharusnya karena masih satu desa, masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan nyata dari aparat desa,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk mencegah situasi semakin memburuk. Kehadiran aparat keamanan dinilai penting guna mengantisipasi bentrokan lanjutan yang bisa memicu korban jiwa maupun kerugian material.

Selain pengamanan, warga juga mendesak adanya solusi jangka panjang melalui dialog antar tokoh masyarakat, pendekatan sosial, serta keterlibatan aktif pemerintah desa dan kecamatan agar konflik yang terus berulang ini dapat benar-benar diselesaikan.

Warga berharap Desa Margasari dapat kembali aman dan kondusif, tanpa dihantui konflik antar kampung yang terus menjadi keresahan bersama.
*Chika*
Karawang versitnews@gmail.com — Aksi tawuran antar kelompok warga kembali pecah di wilayah Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Sabtu malam (9/5/2026). Bentrokan yang melibatkan warga Kampung Maja dan Kampung Rawagabus itu kembali memicu keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang konflik antar kampung yang selama ini disebut-sebut kerap berulang tanpa penyelesaian yang jelas. Meski masih berada dalam satu wilayah administrasi desa yang sama, hubungan antar kedua kelompok warga dinilai terus memanas dan rawan bentrok sewaktu-waktu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab utama konflik hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Kronologi awal perselisihan disebut masih simpang siur dan terkesan “abu-abu”, namun dampaknya terus dirasakan masyarakat yang setiap saat dihantui kekhawatiran akan pecahnya bentrokan susulan.

Situasi yang terus berulang ini memicu sorotan tajam terhadap Pemerintah Desa Margasari. Warga menilai aparat desa, termasuk kepala desa, belum mengambil langkah konkret untuk meredam maupun mendamaikan kedua belah pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya mediasi terbuka maupun tindakan preventif yang serius guna mencegah konflik kembali terjadi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kecewa. Aparatur desa dinilai terkesan lamban dan kurang responsif terhadap persoalan sosial yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Seharusnya karena masih satu desa, masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan nyata dari aparat desa,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk mencegah situasi semakin memburuk. Kehadiran aparat keamanan dinilai penting guna mengantisipasi bentrokan lanjutan yang bisa memicu korban jiwa maupun kerugian material.

Selain pengamanan, warga juga mendesak adanya solusi jangka panjang melalui dialog antar tokoh masyarakat, pendekatan sosial, serta keterlibatan aktif pemerintah desa dan kecamatan agar konflik yang terus berulang ini dapat benar-benar diselesaikan.

Warga berharap Desa Margasari dapat kembali aman dan kondusif, tanpa dihantui konflik antar kampung yang terus menjadi keresahan bersama.
*Chika*

Sabtu, 09 Mei 2026

Karawang dan GOKAR Bantu Warga Binaan Kembali ke Masyarakat LAPAS Bersinergi

Karawang | versitnews@gmail.com— Paradigma bahwa seluruh warga binaan merupakan pribadi yang tidak baik dinilai perlu diubah. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menjalin sinergi dengan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dalam program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan yang akan bebas pada akhir Mei dan Juni 2026.

‎‎Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Karawang, Sabtu (9/5/2026). Acara dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto beserta jajaran, Founder GOKAR Syuhada Wisastra bersama tim GOKAR, serta puluhan warga binaan yang akan menjalani pembebasan bersyarat pada Mei dan Juni 2026.

‎‎Program itu bertujuan membantu warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat, memiliki pekerjaan yang layak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum evaluasi diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.‎PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara melalui aplikasi GOKAR atau Go Karawang, Dekat Bersahabat, yang merupakan singkatan dari Gerak Online Kendaraan Angkutan Rakyat, menyatakan kesiapan memberikan peluang kerja kepada warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukuman.

‎‎“GOKAR merupakan perusahaan asli orang Karawang untuk Indonesia. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Menurut Syuhada, stigma terhadap mantan narapidana masih menjadi hambatan besar ketika mereka kembali ke lingkungan sosial.
‎‎“Banyak dari mereka sebenarnya ingin berubah dan hidup lebih baik, tetapi kesempatan kerja sangat terbatas. Karena itu, kami siap membantu dan mengarahkan mereka agar bisa bekerja secara normal sebagai driver GOKAR yang difasilitasi oleh Lapas Karawang,” katanya.

‎‎Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto dalam arahannya kepada warga binaan menekankan pentingnya memulai kehidupan baru dengan lingkungan dan kebiasaan yang baik.

‎‎“Hal itu menjadi pemikiran sebagian besar teman-teman, maka akan ada kesimpulan begitu, mohon maaf, kembali ke lingkaran yang tidak bertuan tadi. Lingkaran yang warnanya sudah sangat pekat. Sekali tempel, dua kali tempel, tiga kali kena. Betul enggak?” ujar Ma’ruf yang disambut jawaban serempak warga binaan, “Betul!”

‎‎Ia menggambarkan bahwa kehidupan sederhana yang dijalani dengan cara baik akan jauh lebih bermakna dibanding kembali terjerumus ke lingkungan negatif.

‎‎“Kami ingin semua anak-anak kami saat sudah keluar dari Lapas dengan kondisi yang jauh lebih keras lagi, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang tidak berilmu, maka pilihannya hanya satu: mencoba dari awal, mencoba dari hal kecil, mencoba hal yang baru,” ujarnya.

‎‎Menurut Ma’ruf, setiap peluang sekecil apa pun harus diperjuangkan sebagai bentuk ikhtiar untuk masa depan yang lebih baik.

‎‎“Kami tidak bisa mengetahui dari jalan mana teman-teman akan dibukakan rezekinya oleh Allah SWT. Tapi yang pasti, kami selaku orang tua akan membukakan jalan bagi anak-anaknya untuk bisa menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

‎‎Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya memperhatikan seluruh warga binaan agar memiliki kesempatan untuk maju dan sukses setelah bebas dari lapas.

‎‎“Kami ingin seluruh warga binaan setelah keluar dari sini bisa menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan diterima kembali di masyarakat. Jangan sampai kembali melakukan kesalahan yang sama. Kami ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ma'ruf.

‎‎“Kami melihat ada semangat besar dari pihak lapas untuk benar-benar membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan harapan hidup mereka,” katanya.

‎‎Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pemasyarakatan menjadi langkah penting dalam menekan angka residivisme.

‎“Ketika mereka memiliki pekerjaan dan lingkungan yang baik, maka peluang untuk kembali melakukan kesalahan tentu akan semakin kecil,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, GOKAR berencana memperluas kerja sama serupa dengan lembaga pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat hingga tingkat nasional.

‎‎“Ke depan, sistem kerja sama ini akan segera dibahas lebih lanjut dan kami berharap dapat berjalan di seluruh Jawa Barat khususnya, serta nasional pada umumnya. Kami ingin program ini menjadi gerakan sosial bersama untuk membantu warga binaan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkas Syuhada.
RED *Chika*
Karawang | versitnews@gmail.com— Paradigma bahwa seluruh warga binaan merupakan pribadi yang tidak baik dinilai perlu diubah. Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menjalin sinergi dengan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dalam program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan yang akan bebas pada akhir Mei dan Juni 2026.

‎‎Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Karawang, Sabtu (9/5/2026). Acara dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto beserta jajaran, Founder GOKAR Syuhada Wisastra bersama tim GOKAR, serta puluhan warga binaan yang akan menjalani pembebasan bersyarat pada Mei dan Juni 2026.

‎‎Program itu bertujuan membantu warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat, memiliki pekerjaan yang layak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum evaluasi diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.‎PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara melalui aplikasi GOKAR atau Go Karawang, Dekat Bersahabat, yang merupakan singkatan dari Gerak Online Kendaraan Angkutan Rakyat, menyatakan kesiapan memberikan peluang kerja kepada warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukuman.

‎‎“GOKAR merupakan perusahaan asli orang Karawang untuk Indonesia. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Menurut Syuhada, stigma terhadap mantan narapidana masih menjadi hambatan besar ketika mereka kembali ke lingkungan sosial.
‎‎“Banyak dari mereka sebenarnya ingin berubah dan hidup lebih baik, tetapi kesempatan kerja sangat terbatas. Karena itu, kami siap membantu dan mengarahkan mereka agar bisa bekerja secara normal sebagai driver GOKAR yang difasilitasi oleh Lapas Karawang,” katanya.

‎‎Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto dalam arahannya kepada warga binaan menekankan pentingnya memulai kehidupan baru dengan lingkungan dan kebiasaan yang baik.

‎‎“Hal itu menjadi pemikiran sebagian besar teman-teman, maka akan ada kesimpulan begitu, mohon maaf, kembali ke lingkaran yang tidak bertuan tadi. Lingkaran yang warnanya sudah sangat pekat. Sekali tempel, dua kali tempel, tiga kali kena. Betul enggak?” ujar Ma’ruf yang disambut jawaban serempak warga binaan, “Betul!”

‎‎Ia menggambarkan bahwa kehidupan sederhana yang dijalani dengan cara baik akan jauh lebih bermakna dibanding kembali terjerumus ke lingkungan negatif.

‎‎“Kami ingin semua anak-anak kami saat sudah keluar dari Lapas dengan kondisi yang jauh lebih keras lagi, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang tidak berilmu, maka pilihannya hanya satu: mencoba dari awal, mencoba dari hal kecil, mencoba hal yang baru,” ujarnya.

‎‎Menurut Ma’ruf, setiap peluang sekecil apa pun harus diperjuangkan sebagai bentuk ikhtiar untuk masa depan yang lebih baik.

‎‎“Kami tidak bisa mengetahui dari jalan mana teman-teman akan dibukakan rezekinya oleh Allah SWT. Tapi yang pasti, kami selaku orang tua akan membukakan jalan bagi anak-anaknya untuk bisa menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

‎‎Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya memperhatikan seluruh warga binaan agar memiliki kesempatan untuk maju dan sukses setelah bebas dari lapas.

‎‎“Kami ingin seluruh warga binaan setelah keluar dari sini bisa menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan diterima kembali di masyarakat. Jangan sampai kembali melakukan kesalahan yang sama. Kami ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ma'ruf.

‎‎“Kami melihat ada semangat besar dari pihak lapas untuk benar-benar membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan harapan hidup mereka,” katanya.

‎‎Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pemasyarakatan menjadi langkah penting dalam menekan angka residivisme.

‎“Ketika mereka memiliki pekerjaan dan lingkungan yang baik, maka peluang untuk kembali melakukan kesalahan tentu akan semakin kecil,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, GOKAR berencana memperluas kerja sama serupa dengan lembaga pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat hingga tingkat nasional.

‎‎“Ke depan, sistem kerja sama ini akan segera dibahas lebih lanjut dan kami berharap dapat berjalan di seluruh Jawa Barat khususnya, serta nasional pada umumnya. Kami ingin program ini menjadi gerakan sosial bersama untuk membantu warga binaan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkas Syuhada.
RED *Chika*

Jumat, 08 Mei 2026

AMPKP Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kemenkes RI dan Baharkam Polri, Usut Tuntas Dugaan Kelalaian di RSUP M.Djamil

versitnews@gmail.com Jakarta — Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik (AMPKP) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Baharkam Polri pada Jumat, 08 Mei 2026.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan desakan kepada pemerintah serta aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kelalaian pelayanan medis di RSUP M. Djamil yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang anak kecil.

Ketua Umum AMPKP, M. Ikbal, menyampaikan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan pasien serta kualitas pelayanan kesehatan publik yang seharusnya mengedepankan profesionalitas, tanggung jawab, dan standar operasional yang ketat.

Menurutnya, rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keselamatan pasien. Oleh sebab itu, apabila ditemukan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, maka hal tersebut harus diproses secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Keselamatan rakyat adalah tanggung jawab negara. Jika benar terdapat kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pasien, maka seluruh pihak yang terlibat wajib diproses secara hukum tanpa pandang bulu,” tegas M. Ikbal.

Dalam aksi tersebut, AMPKP akan membawa sejumlah tuntutan kepada Kementerian Kesehatan RI dan Baharkam Polri, di antaranya:

- Mendesak Kementerian Kesehatan RI segera melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan terkait dugaan kelalaian di RSUP M. Djamil.


- Mendesak pencopotan Direktur Utama RSUP M. Djamil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas lemahnya pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit.


- Mendesak Baharkam Polri untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan meninggalnya pasien serta memproses hukum oknum yang terbukti bersalah.


- Meminta evaluasi total terhadap sistem pelayanan kesehatan dan pengawasan tenaga medis di RSUP M. Djamil agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


- Menuntut adanya jaminan perlindungan hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

AMPKP juga menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah agar seluruh fasilitas kesehatan lebih mengutamakan keselamatan pasien dibanding kepentingan administratif maupun kelalaian prosedural.

Selain itu, AMPKP menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan di Jakarta tersebut akan berlangsung secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami hadir membawa suara masyarakat yang menginginkan keadilan. Jangan sampai ada pembiaran atau upaya menutupi fakta yang sebenarnya. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas demi terciptanya keadilan bagi korban dan keluarganya,”
*Chika*


versitnews@gmail.com Jakarta — Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik (AMPKP) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Baharkam Polri pada Jumat, 08 Mei 2026.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan desakan kepada pemerintah serta aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kelalaian pelayanan medis di RSUP M. Djamil yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang anak kecil.

Ketua Umum AMPKP, M. Ikbal, menyampaikan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan pasien serta kualitas pelayanan kesehatan publik yang seharusnya mengedepankan profesionalitas, tanggung jawab, dan standar operasional yang ketat.

Menurutnya, rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keselamatan pasien. Oleh sebab itu, apabila ditemukan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, maka hal tersebut harus diproses secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Keselamatan rakyat adalah tanggung jawab negara. Jika benar terdapat kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pasien, maka seluruh pihak yang terlibat wajib diproses secara hukum tanpa pandang bulu,” tegas M. Ikbal.

Dalam aksi tersebut, AMPKP akan membawa sejumlah tuntutan kepada Kementerian Kesehatan RI dan Baharkam Polri, di antaranya:

- Mendesak Kementerian Kesehatan RI segera melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan terkait dugaan kelalaian di RSUP M. Djamil.


- Mendesak pencopotan Direktur Utama RSUP M. Djamil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas lemahnya pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit.


- Mendesak Baharkam Polri untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan meninggalnya pasien serta memproses hukum oknum yang terbukti bersalah.


- Meminta evaluasi total terhadap sistem pelayanan kesehatan dan pengawasan tenaga medis di RSUP M. Djamil agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


- Menuntut adanya jaminan perlindungan hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

AMPKP juga menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah agar seluruh fasilitas kesehatan lebih mengutamakan keselamatan pasien dibanding kepentingan administratif maupun kelalaian prosedural.

Selain itu, AMPKP menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan di Jakarta tersebut akan berlangsung secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami hadir membawa suara masyarakat yang menginginkan keadilan. Jangan sampai ada pembiaran atau upaya menutupi fakta yang sebenarnya. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas demi terciptanya keadilan bagi korban dan keluarganya,”
*Chika*


NAPAK TILAS RAJA SUNDA BESOK DI KARAWANG RATUSAN PERSONIL KEAMANAN DI SIAGAKAN, JALANAN PASTI PADAT.


versitnews@gmail.com Jumat, 8 Mei 2026 | 20:31 WIBGubernur Jabar Dedi Mulyadi saat mengikuti kirab budaya beberapa waktu lalu (Dok ist)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat mengikuti kirab budaya beberapa waktu lalu 


KARAWANG— Jangan coba-coba nerobos! Karawang bakal jadi magnet ribuan warga saat Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” digelar Sabtu, 9 Mei 2026. Antisipasi membludaknya massa, aparat gabungan langsung siaga penuh: total 223 personel diturunkan demi memastikan acara berjalan aman dan tertib.

Dari sisi penegakan perda, Satpol PP Karawang mengerahkan 81 personel. Mereka disebar di titik-titik krusial, mulai dari jalur kirab hingga lokasi utama kegiatan.


“Kita turunkan 81 personel, fokus di sepanjang rute kirab dan venue. Targetnya jelas: acara lancar, masyarakat aman,” tegas Kasi Opsdal Satpol PP, Tata Suparta, mewakili Kasatpol PP Basuki Rahmat, Jumat 8 Mei 2026.


Pengamanan makin diperkuat oleh jajaran Polres Karawang yang menurunkan 142 personel. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan di tengah padatnya aktivitas warga.


Kirab dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB, bergerak dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang. Sepanjang lintasan, arus lalu lintas dipastikan bakal tersendat.


Sejumlah ruas vital seperti Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, hingga Jalan Ahmad Yani diprediksi menjadi titik rawan kemacetan.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan mengimbau warga agar tidak memaksakan diri melintas di jalur kirab.


“Gunakan jalur alternatif. Jangan paksakan lewat rute kirab kalau tidak ingin terjebak macet,” ujarnya tegas.

Kirab ini bukan sekadar pawai biasa. Agenda Napak Tilas Pajajaran digadang-gadang jadi panggung budaya berskala besar.

Sejumlah pejabat penting dijadwalkan hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan kepala daerah dari 27 kabupaten/kota.

Atraksi yang disuguhkan pun berkelas: barisan penari Sunda dan Bali, kuda pengawal, kereta budaya, hingga ragam kesenian khas Jawa Barat akan tampil memikat sepanjang jalan rute pasti akan padat karna antusias warga..

*Chika*


versitnews@gmail.com Jumat, 8 Mei 2026 | 20:31 WIBGubernur Jabar Dedi Mulyadi saat mengikuti kirab budaya beberapa waktu lalu (Dok ist)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat mengikuti kirab budaya beberapa waktu lalu 


KARAWANG— Jangan coba-coba nerobos! Karawang bakal jadi magnet ribuan warga saat Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” digelar Sabtu, 9 Mei 2026. Antisipasi membludaknya massa, aparat gabungan langsung siaga penuh: total 223 personel diturunkan demi memastikan acara berjalan aman dan tertib.

Dari sisi penegakan perda, Satpol PP Karawang mengerahkan 81 personel. Mereka disebar di titik-titik krusial, mulai dari jalur kirab hingga lokasi utama kegiatan.


“Kita turunkan 81 personel, fokus di sepanjang rute kirab dan venue. Targetnya jelas: acara lancar, masyarakat aman,” tegas Kasi Opsdal Satpol PP, Tata Suparta, mewakili Kasatpol PP Basuki Rahmat, Jumat 8 Mei 2026.


Pengamanan makin diperkuat oleh jajaran Polres Karawang yang menurunkan 142 personel. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan di tengah padatnya aktivitas warga.


Kirab dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB, bergerak dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang. Sepanjang lintasan, arus lalu lintas dipastikan bakal tersendat.


Sejumlah ruas vital seperti Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, hingga Jalan Ahmad Yani diprediksi menjadi titik rawan kemacetan.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan mengimbau warga agar tidak memaksakan diri melintas di jalur kirab.


“Gunakan jalur alternatif. Jangan paksakan lewat rute kirab kalau tidak ingin terjebak macet,” ujarnya tegas.

Kirab ini bukan sekadar pawai biasa. Agenda Napak Tilas Pajajaran digadang-gadang jadi panggung budaya berskala besar.

Sejumlah pejabat penting dijadwalkan hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan kepala daerah dari 27 kabupaten/kota.

Atraksi yang disuguhkan pun berkelas: barisan penari Sunda dan Bali, kuda pengawal, kereta budaya, hingga ragam kesenian khas Jawa Barat akan tampil memikat sepanjang jalan rute pasti akan padat karna antusias warga..

*Chika*

TAK HANYA DI BINA, TAHANAN LAPAS KARAWANG KINI DAPAT EDUKASI DAN KONSULTASI HUKUM GRATIS

versitnews@gmail.com Karawang – Lembaga Pemasyarakatan Karawang menghadirkan langkah berbeda dengan membuka akses konsultasi hukum gratis bagi para tahanan. Bersama Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang, Lapas Karawang menggelar Klinik Hukum dan Bantuan Hukum Gratis di Aula Sahardjo, Kamis (7/5/2026).

Program ini memberikan ruang bagi para tahanan untuk berbicara langsung mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi. Suasana kegiatan terlihat penuh antusias. Para tahanan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya soal proses perkara, hak hukum, hingga prosedur persidangan yang sedang berjalan.

Tim PKBH Unsika hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta konsultasi hukum secara terbuka dan tanpa biaya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata pelayanan hukum yang lebih humanis di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo menegaskan bahwa bantuan hukum merupakan hak seluruh tahanan dan warga binaan yang wajib difasilitasi oleh negara melalui lembaga pemasyarakatan.

“Kami ingin memastikan para tahanan mendapatkan akses hukum yang layak, memahami proses yang dijalani, dan tidak merasa sendirian menghadapi persoalan hukum,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga pada pemenuhan hak asasi dan kesadaran hukum.

Di tengah masih banyaknya sorotan publik terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia, program konsultasi hukum gratis di Lapas Karawang ini dianggap sebagai langkah positif yang patut diapresiasi. Selain membantu tahanan memahami hak-haknya, kegiatan tersebut juga membuka ruang edukasi agar para warga binaan memiliki kesadaran hukum yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti.
*Chika*
versitnews@gmail.com Karawang – Lembaga Pemasyarakatan Karawang menghadirkan langkah berbeda dengan membuka akses konsultasi hukum gratis bagi para tahanan. Bersama Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang, Lapas Karawang menggelar Klinik Hukum dan Bantuan Hukum Gratis di Aula Sahardjo, Kamis (7/5/2026).

Program ini memberikan ruang bagi para tahanan untuk berbicara langsung mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi. Suasana kegiatan terlihat penuh antusias. Para tahanan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya soal proses perkara, hak hukum, hingga prosedur persidangan yang sedang berjalan.

Tim PKBH Unsika hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta konsultasi hukum secara terbuka dan tanpa biaya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata pelayanan hukum yang lebih humanis di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo menegaskan bahwa bantuan hukum merupakan hak seluruh tahanan dan warga binaan yang wajib difasilitasi oleh negara melalui lembaga pemasyarakatan.

“Kami ingin memastikan para tahanan mendapatkan akses hukum yang layak, memahami proses yang dijalani, dan tidak merasa sendirian menghadapi persoalan hukum,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga pada pemenuhan hak asasi dan kesadaran hukum.

Di tengah masih banyaknya sorotan publik terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia, program konsultasi hukum gratis di Lapas Karawang ini dianggap sebagai langkah positif yang patut diapresiasi. Selain membantu tahanan memahami hak-haknya, kegiatan tersebut juga membuka ruang edukasi agar para warga binaan memiliki kesadaran hukum yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti.
*Chika*

**Konten Kreator Elektronik Ini Bantu Brand Audio Tembus Pasar Lebih Luas**

versitnews@gmail.com Bogor — Perkembangan platform TikTok tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku industri kreatif, termasuk di sektor elektronik dan audio. Salah satu kreator yang memanfaatkan peluang ini adalah Rachmat Syafrul Alam, atau yang dikenal sebagai Bang Kumis, konten kreator asal Bogor yang aktif mengangkat berbagai produk sound system melalui akun TikTok miliknya, @bangkumis.id.

Dengan jumlah pengikut mencapai 48 ribu, Bang Kumis fokus pada niche elektronik, khususnya perangkat audio seperti sound system dari berbagai brand ternama seperti Harman Kardon, JBL, BOSE, SONY, ROBOT, EGGEL, ROOMI, GMC, FANTECH, LENYES, YESPLUS, NAKAMICHI, ROADMASTER, EARFUN, TANAKA, OLIKE, dan berbagai brand audio populer lainnya di Indonesia. Melalui konten yang informatif, menarik dan natural, ia berhasil menghadirkan ulasan serta rekomendasi produk yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Tidak hanya dari segi jumlah pengikut, performa kontennya juga terbilang impresif. Beberapa konten yang diunggah berhasil meraih hingga 515 ribu like, bahkan banyak di antaranya menembus FYP dengan jumlah penayangan mencapai jutaan view.

“Banyak produk audio, gadget dan elektronik berkualitas yang belum dikenal luas oleh masyarakat. Saya ingin membantu mengenalkan sekaligus memberikan referensi yang jujur lewat konten,” ujar Bang Kumis.

Konten yang dihadirkan pun beragam, mulai dari review sound system, uji kualitas suara, perbandingan produk, hingga rekomendasi perangkat audio sesuai kebutuhan. Dengan gaya penyampaian yang santai dan autentik, Bang Kumis mampu membangun kedekatan dengan audiensnya sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang diulas.

Tidak hanya menonjolkan spesifikasi teknis, ia juga menekankan pengalaman penggunaan secara langsung, sehingga audiens dapat lebih memahami keunggulan setiap produk. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu brand audio menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di kalangan pecinta musik dan pengguna perangkat elektronik.

Seiring meningkatnya pengaruh media sosial dalam menentukan keputusan pembelian, peran kreator seperti Bang Kumis menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga sebagai sumber informasi dan penghubung antara brand dengan konsumen.

Ke depan, Bang Kumis berharap dapat terus mengembangkan kontennya serta menjalin lebih banyak kolaborasi dengan brand-brand audio ternama. Ia juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya kualitas audio dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan konsistensi dan strategi konten yang tepat, Bang Kumis membuktikan bahwa kreator digital memiliki peran strategis dalam mendorong brand elektronik, khususnya audio, untuk berkembang dan bersaing di era digital.

Untuk informasi lebih lanjut dan kolaborasi, kunjungi akun TikTok @bangkumis.id

*Chika*


versitnews@gmail.com Bogor — Perkembangan platform TikTok tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku industri kreatif, termasuk di sektor elektronik dan audio. Salah satu kreator yang memanfaatkan peluang ini adalah Rachmat Syafrul Alam, atau yang dikenal sebagai Bang Kumis, konten kreator asal Bogor yang aktif mengangkat berbagai produk sound system melalui akun TikTok miliknya, @bangkumis.id.

Dengan jumlah pengikut mencapai 48 ribu, Bang Kumis fokus pada niche elektronik, khususnya perangkat audio seperti sound system dari berbagai brand ternama seperti Harman Kardon, JBL, BOSE, SONY, ROBOT, EGGEL, ROOMI, GMC, FANTECH, LENYES, YESPLUS, NAKAMICHI, ROADMASTER, EARFUN, TANAKA, OLIKE, dan berbagai brand audio populer lainnya di Indonesia. Melalui konten yang informatif, menarik dan natural, ia berhasil menghadirkan ulasan serta rekomendasi produk yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Tidak hanya dari segi jumlah pengikut, performa kontennya juga terbilang impresif. Beberapa konten yang diunggah berhasil meraih hingga 515 ribu like, bahkan banyak di antaranya menembus FYP dengan jumlah penayangan mencapai jutaan view.

“Banyak produk audio, gadget dan elektronik berkualitas yang belum dikenal luas oleh masyarakat. Saya ingin membantu mengenalkan sekaligus memberikan referensi yang jujur lewat konten,” ujar Bang Kumis.

Konten yang dihadirkan pun beragam, mulai dari review sound system, uji kualitas suara, perbandingan produk, hingga rekomendasi perangkat audio sesuai kebutuhan. Dengan gaya penyampaian yang santai dan autentik, Bang Kumis mampu membangun kedekatan dengan audiensnya sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang diulas.

Tidak hanya menonjolkan spesifikasi teknis, ia juga menekankan pengalaman penggunaan secara langsung, sehingga audiens dapat lebih memahami keunggulan setiap produk. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu brand audio menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di kalangan pecinta musik dan pengguna perangkat elektronik.

Seiring meningkatnya pengaruh media sosial dalam menentukan keputusan pembelian, peran kreator seperti Bang Kumis menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga sebagai sumber informasi dan penghubung antara brand dengan konsumen.

Ke depan, Bang Kumis berharap dapat terus mengembangkan kontennya serta menjalin lebih banyak kolaborasi dengan brand-brand audio ternama. Ia juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya kualitas audio dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan konsistensi dan strategi konten yang tepat, Bang Kumis membuktikan bahwa kreator digital memiliki peran strategis dalam mendorong brand elektronik, khususnya audio, untuk berkembang dan bersaing di era digital.

Untuk informasi lebih lanjut dan kolaborasi, kunjungi akun TikTok @bangkumis.id

*Chika*


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done