VERSITNEWS

Senin, 08 September 2025

Dinding Hebel Tanpa Plester, Tiang Baja Dipertanyakan Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Warungbambu Tuai Kritik‎

‎Karawang Timur — Pembangunan gedung serbaguna sekaligus rehabilitasi/peningkatan Balai Pemasyarakatan di Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menuai sorotan dari aktivis setempat. Proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahap 1 tahun anggaran 2025 senilai Rp423.040.164 itu dinilai memiliki sejumlah kejanggalan teknis.
‎Aktivis Ahmad Muslim mengungkapkan keprihatinannya terkait kualitas pekerjaan, khususnya pada dinding hebel yang hanya diaci semen tanpa plester sebelumnya.
‎Seharusnya, dinding hebel itu diplester terlebih dahulu sebelum diaci. Ini penting untuk menambah kekuatan dan ketahanan bangunan,” ujar Muslim, Senin (8/9/25).
‎Selain itu, ia juga mempertanyakan pemilihan bahan konstruksi pada struktur utama bangunan.
‎Untuk pemasangan tiang baja berukuran INF 15 cm, yang seharusnya idealnya  pakai besi WF atau H- ukuran 25 cm yang jelas-jelas lebih kokoh dan terjamin kuat, sementara perkiraan anggaran 423 juta, tetapi RAB,sementara baru menghasilkan  biaya sebesar, 296 juta, tambahnya.
‎Senada, aktivis lain, Ade Balok, turut mengkritisi tingginya dinding hebel yang mencapai 7 hingga 8 meter. Menurutnya, tanpa konstruksi pendukung yang memadai, kondisi ini bisa membahayakan.
‎Kami khawatir kalau tidak diperkuat dengan benar, bisa saja ambruk. Ini bukan soal estetika, tapi keselamatan,” tegas Ade.
‎Ia juga menyoroti pekerjaan pada kolom utama bangunan yang menurutnya tidak sesuai standar.
‎Di tiap kolom utama itu harusnya dicor. Jangan cuma pakai besi telanjang. Harusnya dibungkus cor agar terlihat rapi dan tentunya lebih kuat,” lanjutnya.
‎Pembangunan gedung ini direncanakan rampung dalam waktu 90 hari. Meski begitu, dengan adanya berbagai temuan dan kritik dari warga dan aktivis, diharapkan ada evaluasi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek demi menjamin mutu serta keselamatan bangunan ke depan.

Penulis: Ferimaulana 
‎Karawang Timur — Pembangunan gedung serbaguna sekaligus rehabilitasi/peningkatan Balai Pemasyarakatan di Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menuai sorotan dari aktivis setempat. Proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahap 1 tahun anggaran 2025 senilai Rp423.040.164 itu dinilai memiliki sejumlah kejanggalan teknis.
‎Aktivis Ahmad Muslim mengungkapkan keprihatinannya terkait kualitas pekerjaan, khususnya pada dinding hebel yang hanya diaci semen tanpa plester sebelumnya.
‎Seharusnya, dinding hebel itu diplester terlebih dahulu sebelum diaci. Ini penting untuk menambah kekuatan dan ketahanan bangunan,” ujar Muslim, Senin (8/9/25).
‎Selain itu, ia juga mempertanyakan pemilihan bahan konstruksi pada struktur utama bangunan.
‎Untuk pemasangan tiang baja berukuran INF 15 cm, yang seharusnya idealnya  pakai besi WF atau H- ukuran 25 cm yang jelas-jelas lebih kokoh dan terjamin kuat, sementara perkiraan anggaran 423 juta, tetapi RAB,sementara baru menghasilkan  biaya sebesar, 296 juta, tambahnya.
‎Senada, aktivis lain, Ade Balok, turut mengkritisi tingginya dinding hebel yang mencapai 7 hingga 8 meter. Menurutnya, tanpa konstruksi pendukung yang memadai, kondisi ini bisa membahayakan.
‎Kami khawatir kalau tidak diperkuat dengan benar, bisa saja ambruk. Ini bukan soal estetika, tapi keselamatan,” tegas Ade.
‎Ia juga menyoroti pekerjaan pada kolom utama bangunan yang menurutnya tidak sesuai standar.
‎Di tiap kolom utama itu harusnya dicor. Jangan cuma pakai besi telanjang. Harusnya dibungkus cor agar terlihat rapi dan tentunya lebih kuat,” lanjutnya.
‎Pembangunan gedung ini direncanakan rampung dalam waktu 90 hari. Meski begitu, dengan adanya berbagai temuan dan kritik dari warga dan aktivis, diharapkan ada evaluasi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek demi menjamin mutu serta keselamatan bangunan ke depan.

Penulis: Ferimaulana 

Sambut Gebyar HUT Ke-24 Partai Demokrat, DPC Karawang Gelar Ragam Bakti Sosial Peringatan HUT ke-24 Partai Demokrat, Dimeriahkan Dengan Bakti Sosial di Lapangan Sepak Bola Sukaluyu


‎karawang | Versitnews.com,Minggu 7 September 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Partai Demokrat, digelar kegiatan bakti sosial yang mencakup pelayanan cek kesehatan gratis untuk bayi dan balita, donor darah bekerja sama dengan PMI dan RS IZZA Cikampek. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bola Sukaluyu, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur,, Kabupaten Karawang.
‎‎Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. Cellica Nurrachadiana, anggota DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Miharja, serta Kepala Desa Sukaluyu selaku tuan rumah, Hj. Lina Herlina.
‎Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar dan menjadi bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
‎Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Dapil 6, Suci Nurwinda, S.Pd., M.AP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengucapkan selamat atas perayaan HUT ke-46 Desa Sukaluyu dan HUT ke-24 Partai Demokrat.
‎Semoga ke depan, Partai Demokrat semakin kuat dan solid bersama seluruh kader di berbagai tingkatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa Demokrat hadir dan bekerja untuk rakyat," ujar Suci.
"InsyaAllah, kegiatan yang digelar di Bulan September Minggu Pertama. Ini juga selaras dengan arahan dan petunjuk dari Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat. Mudah-mudahan, semua rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” pungkas Suci. 

‎Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Dapil 6 lainnya, Dedi indrasetiwan ,SE, yang turut mengapresiasi inisiatif kegiatan sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
‎Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara kader dan masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen Partai Demokrat dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bakti sosial ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Partai Demokrat dan masyarakat Karawang.

Banyak warga merasa sangat terbantu, terutama mengingat terbatasnya akses layanan kesehatan bagi sebagian orang.
Melalui perayaan HUT ke-24 ini, Partai Demokrat ingin menekankan kembali
perannya sebagai wadah perjuangan rakyat.

Mereka berharap peringatan ulang tahun ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya gotong-royong dalam menghadapi tantangan sosial, serta memperkuat keyakinan bahwa politik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

Penulis:Ferimaulana 

‎karawang | Versitnews.com,Minggu 7 September 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Partai Demokrat, digelar kegiatan bakti sosial yang mencakup pelayanan cek kesehatan gratis untuk bayi dan balita, donor darah bekerja sama dengan PMI dan RS IZZA Cikampek. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bola Sukaluyu, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur,, Kabupaten Karawang.
‎‎Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. Cellica Nurrachadiana, anggota DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Miharja, serta Kepala Desa Sukaluyu selaku tuan rumah, Hj. Lina Herlina.
‎Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar dan menjadi bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
‎Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Dapil 6, Suci Nurwinda, S.Pd., M.AP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengucapkan selamat atas perayaan HUT ke-46 Desa Sukaluyu dan HUT ke-24 Partai Demokrat.
‎Semoga ke depan, Partai Demokrat semakin kuat dan solid bersama seluruh kader di berbagai tingkatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa Demokrat hadir dan bekerja untuk rakyat," ujar Suci.
"InsyaAllah, kegiatan yang digelar di Bulan September Minggu Pertama. Ini juga selaras dengan arahan dan petunjuk dari Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat. Mudah-mudahan, semua rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” pungkas Suci. 

‎Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Dapil 6 lainnya, Dedi indrasetiwan ,SE, yang turut mengapresiasi inisiatif kegiatan sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
‎Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara kader dan masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen Partai Demokrat dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bakti sosial ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Partai Demokrat dan masyarakat Karawang.

Banyak warga merasa sangat terbantu, terutama mengingat terbatasnya akses layanan kesehatan bagi sebagian orang.
Melalui perayaan HUT ke-24 ini, Partai Demokrat ingin menekankan kembali
perannya sebagai wadah perjuangan rakyat.

Mereka berharap peringatan ulang tahun ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya gotong-royong dalam menghadapi tantangan sosial, serta memperkuat keyakinan bahwa politik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

Penulis:Ferimaulana 

Menuntut Keadilan & Transfaransi Dalam Rekrutmen Karyawan RSUD Rengasdengklok‎

‎Karawang, 8 September, 2025, -
‎Masih hangat dalam ingatan polemik ujaran Merendahkan HRD PT FCC dalam menilai kualitas tenaga kerja masyarakat Karawang, sekarang muncul lagi masalah yang memicu rasa ketidakadilan dalam perekrutan tenaga kerja bagi masyarakat Karawang.
‎Pembangunan RSUD Rengasdengklok tentunya sangat membanggakan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Karawang dalam pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Rengasdengklok dan sekitarnya serta umumnya untuk masyarakat disekitaran dapil 2 & dapil 3.
‎Tetapi yang sangat disayangkan, Pemerintah Daerah Karawang yang dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak peka dan transfaran dalam perekrutan tenaga kerjanya terutama dalam mengakomodir tenaga kerja bagi masyarakat Karawang sendiri khususnya di daerah Rengasdengklok & kecamatan sekitarnya.
‎Khusus untuk tenaga medis seperti Perawat, Bidan maupun Dokter banyak sekali di masyarakat Karawang sendiri setiap tahunnya lulusannya yang belum terserap oleh dunia kerja di bidangnya.
‎Bidang kesehatan merupakan salah satu profesi yg didambakan oleh generasi muda khususnya di daerah Karawang, apalagi orang para orang tua yang telah bersusah payah mengeluarkan biaya menyekolahkan anaknya di bidang kesehatan agar bisa bekerja, apalagi untuk ukuran bisa bekerja di instansi pemerintah seperti RSUD merupakan suatu prestis tersendiri.
‎Senada dengan hal tersebut, Nana Nurhusna, Mantan Anggota DPRD Karawang berpendapat seharusnya konsistensi Bupati serta Dinas Kesehatan ditunjukan dalam hal ini, ingat Perda no 01 tahun 2011 tentang Ketenagakerjaan, disitu tercantum keberpihakan Pemerintah Daerah Karawang dalam masalah ketenagakerjaan bagi masyarakat Karawang.
‎Nana,
‎Karawang, 8 September, 2025, -
‎Masih hangat dalam ingatan polemik ujaran Merendahkan HRD PT FCC dalam menilai kualitas tenaga kerja masyarakat Karawang, sekarang muncul lagi masalah yang memicu rasa ketidakadilan dalam perekrutan tenaga kerja bagi masyarakat Karawang.
‎Pembangunan RSUD Rengasdengklok tentunya sangat membanggakan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Karawang dalam pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Rengasdengklok dan sekitarnya serta umumnya untuk masyarakat disekitaran dapil 2 & dapil 3.
‎Tetapi yang sangat disayangkan, Pemerintah Daerah Karawang yang dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak peka dan transfaran dalam perekrutan tenaga kerjanya terutama dalam mengakomodir tenaga kerja bagi masyarakat Karawang sendiri khususnya di daerah Rengasdengklok & kecamatan sekitarnya.
‎Khusus untuk tenaga medis seperti Perawat, Bidan maupun Dokter banyak sekali di masyarakat Karawang sendiri setiap tahunnya lulusannya yang belum terserap oleh dunia kerja di bidangnya.
‎Bidang kesehatan merupakan salah satu profesi yg didambakan oleh generasi muda khususnya di daerah Karawang, apalagi orang para orang tua yang telah bersusah payah mengeluarkan biaya menyekolahkan anaknya di bidang kesehatan agar bisa bekerja, apalagi untuk ukuran bisa bekerja di instansi pemerintah seperti RSUD merupakan suatu prestis tersendiri.
‎Senada dengan hal tersebut, Nana Nurhusna, Mantan Anggota DPRD Karawang berpendapat seharusnya konsistensi Bupati serta Dinas Kesehatan ditunjukan dalam hal ini, ingat Perda no 01 tahun 2011 tentang Ketenagakerjaan, disitu tercantum keberpihakan Pemerintah Daerah Karawang dalam masalah ketenagakerjaan bagi masyarakat Karawang.
‎Nana,

Kekecewaan Masyarakat Karawang Terhadap Sistem Rekrutmen Calon Tenaga Kerja Si RSUD Rengasdengklok


Karawang | Versitnews.com-Sejumlah warga Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem rekrutmen calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Proses seleksi dinilai tidak transparan dan tidak memprioritaskan warga lokal.

Padahal, jumlah sarjana di bidang kesehatan di wilayah Rengasdengklok relatif terbatas, dan bisa di hitung dengan jari. Namun, justru mereka tidak banyak terserap dalam penerimaan tenaga kerja rumah sakit tersebut. Warga menilai pihak manajemen RSUD lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah Karawang.
Dari total 375 pemberkasan seleksi penerimaan calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, diperkirakan hanya ada 20-30 calon tenaga kerja asal Karawang yang masuk dalam daftar seleksi penerimaan calon pegawai di RSUD Rengasdengklok. 

Endang macan kumbang, salah satu warga dan juga seorang kepala desa mengaku kecewa, “Kami kecewa, harusnya ada prioritas untuk warga sekitar, apalagi banyak lulusan kesehatan dari Rengasdengklok yang layak bekerja di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Jika memang pihak RSUD Rengasdengklok, tak mau memberikan pernyataan resmi disertai bukti penerimaan tenaga kerja dengan penerimaan tenaga kerja yang memprioritaskan putra Karawang, maka masyarakat Rengasdengklok berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan RSUD Rengasdengklok. 

Masyarakat berharap Bupati Karawang menepati janji politiknya untuk memprioritaskan putra-putri daerah, dalam perekrutan tenaga kerja, salah satunya bisa bekerja di RSUD Rengasdengklok. Warga menegaskan, peluang kerja di fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan lokal untuk mengabdi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karawang.

Karawang | Versitnews.com-Sejumlah warga Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem rekrutmen calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Proses seleksi dinilai tidak transparan dan tidak memprioritaskan warga lokal.

Padahal, jumlah sarjana di bidang kesehatan di wilayah Rengasdengklok relatif terbatas, dan bisa di hitung dengan jari. Namun, justru mereka tidak banyak terserap dalam penerimaan tenaga kerja rumah sakit tersebut. Warga menilai pihak manajemen RSUD lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah Karawang.
Dari total 375 pemberkasan seleksi penerimaan calon tenaga kerja di RSUD Rengasdengklok, diperkirakan hanya ada 20-30 calon tenaga kerja asal Karawang yang masuk dalam daftar seleksi penerimaan calon pegawai di RSUD Rengasdengklok. 

Endang macan kumbang, salah satu warga dan juga seorang kepala desa mengaku kecewa, “Kami kecewa, harusnya ada prioritas untuk warga sekitar, apalagi banyak lulusan kesehatan dari Rengasdengklok yang layak bekerja di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Jika memang pihak RSUD Rengasdengklok, tak mau memberikan pernyataan resmi disertai bukti penerimaan tenaga kerja dengan penerimaan tenaga kerja yang memprioritaskan putra Karawang, maka masyarakat Rengasdengklok berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan RSUD Rengasdengklok. 

Masyarakat berharap Bupati Karawang menepati janji politiknya untuk memprioritaskan putra-putri daerah, dalam perekrutan tenaga kerja, salah satunya bisa bekerja di RSUD Rengasdengklok. Warga menegaskan, peluang kerja di fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan lokal untuk mengabdi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karawang.

Minggu, 07 September 2025

Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok.

Karawang|Versitnews.com-Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok terkait dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan. Berikut adalah ringkasan dari situasi yang terjadi.

Ancaman ini muncul karena adanya dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Seorang warga bernama Endang Macan Kumbang mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya gagal lolos seleksi. 

Ia menuding bahwa proses rekrutmen tidak transparan dan memprioritaskan pelamar dari luar Karawang, padahal pihak pemerintah setempat sebelumnya menjanjikan untuk memprioritaskan warga pribumi atau lokal.

 "Warga meminta pihak RSUD untuk menunjukkan data verifikasi berkas secara terbuka, termasuk alamat dan KTP para pelamar yang diterima.

Kejanggalan pada data pelamar: Ditemukannya nama ganda dan alamat email dobel dalam pengumuman hasil seleksi, yang dianggap sebagai bukti ketidakcermatan panitia.

"Endang merasa bahwa janji pemerintah untuk memprioritaskan warga setempat tidak terpenuhi karena banyak pelamar yang diterima justru berasal dari luar Karawang.

Hingga saat ini, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan kecurangan dan ancaman unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh telah menegaskan bahwa proses rekrutmen di RSUD Rengasdengklok harus transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menyebutkan bahwa warga sekitar akan diprioritaskan, terutama untuk posisi non-medis, namun tetap berdasarkan kompetensi.

Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap proses rekrutmen yang dianggap tidak adil dan tidak transparan. Unjuk rasa yang direncanakan menjadi bentuk protes untuk menuntut kejelasan dan keadilan dalam seleksi tenaga kesehatan di daerah mereka.

Feri Maulana 
Karawang|Versitnews.com-Warga Karawang berencana menggelar unjuk rasa di RSUD Rengasdengklok terkait dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan. Berikut adalah ringkasan dari situasi yang terjadi.

Ancaman ini muncul karena adanya dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Seorang warga bernama Endang Macan Kumbang mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya gagal lolos seleksi. 

Ia menuding bahwa proses rekrutmen tidak transparan dan memprioritaskan pelamar dari luar Karawang, padahal pihak pemerintah setempat sebelumnya menjanjikan untuk memprioritaskan warga pribumi atau lokal.

 "Warga meminta pihak RSUD untuk menunjukkan data verifikasi berkas secara terbuka, termasuk alamat dan KTP para pelamar yang diterima.

Kejanggalan pada data pelamar: Ditemukannya nama ganda dan alamat email dobel dalam pengumuman hasil seleksi, yang dianggap sebagai bukti ketidakcermatan panitia.

"Endang merasa bahwa janji pemerintah untuk memprioritaskan warga setempat tidak terpenuhi karena banyak pelamar yang diterima justru berasal dari luar Karawang.

Hingga saat ini, pihak RSUD Rengasdengklok maupun Dinas Kesehatan Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan kecurangan dan ancaman unjuk rasa tersebut.

Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh telah menegaskan bahwa proses rekrutmen di RSUD Rengasdengklok harus transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menyebutkan bahwa warga sekitar akan diprioritaskan, terutama untuk posisi non-medis, namun tetap berdasarkan kompetensi.

Situasi ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap proses rekrutmen yang dianggap tidak adil dan tidak transparan. Unjuk rasa yang direncanakan menjadi bentuk protes untuk menuntut kejelasan dan keadilan dalam seleksi tenaga kesehatan di daerah mereka.

Feri Maulana 

Sambut Gebyar HUT Ke-24 Partai Demokrat, DPC Karawang Gelar Ragam Bakti Sosial.

Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 
Karawang | Versitnews.com – Suasana meriah tampak di Lapangan Sepakbola Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong hadir mengikuti bakti sosial Partai Demokrat dalam rangka memperingati HUT ke-24 partai berlambang bintang mercy itu.

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat kesempatan untuk cek kesehatan gratis, donor darah, hingga bertemu langsung dengan para tokoh Demokrat. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di pos-pos layanan kesehatan yang disediakan panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Partai Demokrat, antara lain:
‎Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat
Dr.‎Cellica Nurrachadiana, Anggota DPR RI 
dari Fraksi Demokrat
‎H. Ona Miharja, Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Demokrat
‎Suci Nurwinda, Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil 6 dari Fraksi Demokrat
‎Hj. Lina Herlina, Kepala Desa Sukaluyu
‎beserta jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten dan kecamatan.
‎Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah-tengah rakyat.

Kedatangan Ibas dan rombongan mendapat sambutan hangat dari warga serta kader Demokrat. Sorak-sorai tepuk tangan warga mengiringi langkah para tokoh ketika memasuki tenda utama.

“Kami ingin memastikan bahwa Demokrat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga senantiasa memberikan manfaat nyata melalui program-program sosial seperti ini,” tegas Ibas di hadapan peserta.

Cellica menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Demokrat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kesehatan. “Demokrat hadir bukan sekadar berbicara, tapi benar-benar memberi solusi nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Bakti sosial ini bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan donor darah, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi internal serta mempererat kedekatan Demokrat dengan masyarakat Karawang. Banyak warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang membuat akses layanan kesehatan kian terbatas.

Melalui momentum HUT ke-24, Demokrat ingin menegaskan peran partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat. “Partai politik tidak boleh hanya hadir saat kampanye, tapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibas dalam sambutannya.

Dengan semangat kebersamaan, Demokrat berharap peringatan ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya gotong-royong dalam menjawab tantangan sosial masyarakat, sekaligus memperkuat harapan bahwa politik bisa benar-benar menghadirkan kebaikan bagi rakyatnya 


Penulis:Ferimaulana 

Polres Karawang Tangani Laka Lantas di Interchange Margakaya

Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 
Polres Karawang melalui Satlantas bergerak cepat menangani kecelakaan di Jalan Raya Interchange Margakaya, Telukjambe Barat, Minggu (7/9/2025). Kecelakaan melibatkan Truck Mixer B-9346-SIA dan Dump Truck B-9817-KYW, akibat pengemudi Truck Mixer kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak.

Pengemudi Truck Mixer, Asep Sambas (53), mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Karawang. Kerugian materi diperkirakan Rp20 juta.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menegaskan penanganan dilakukan cepat dan profesional, serta mengimbau pengendara untuk selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Penulis:Ferimaulana 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done