VERSITNEWS

Selasa, 23 September 2025

Laporan Kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Karawang Timur


Karawang | Versitnews.com- Dalam momentum kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) yang digelar di Karawang Timur pada Selasa (23/9/2025), Plt Camat Karawang Timur Asep Suryana tampil lugas memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang tengah dihadapi wilayahnya.

Di hadapan Bupati Karawang dan jajaran Muspida, Asep menyampaikan laporan menyeluruh mengenai kondisi infrastruktur, keamanan, ekonomi, hingga ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan serius di wilayah yang dipimpinnya.

Dalam laporannya, Asep menyoroti kondisi drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi optimal. Hal ini, menurutnya, kerap menimbulkan genangan air saat hujan, bahkan berpotensi menyebabkan banjir di beberapa titik rawan.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak padam di beberapa ruas jalan. "Kondisi ini sangat mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari," ujarnya.

Selain itu, kerusakan jalan dan jembatan di beberapa kelurahan pun disampaikan sebagai keluhan utama masyarakat ya terus mendesak agar segera diperbaik

Asep juga menyoroti dinamika sosial yang muncul di tengah masyarakat, seperti kenakalan remaja dan peredaran minuman keras. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling dan kerja bakti lingkungan sebagai langkah membangun ketahanan sosial dan menciptakan lingkungan yang aman serta tertib.

Di sektor ekonomi, Asep menyampaikan bahwa pelaku UMKM di Karawang Timur mulai berkembang, namun masih menghadapi tantangan serius dalam hal akses permodalan dan pemasaran pro

"Potensinya ada, semangat masyarakat juga besar, tinggal bagaimana kita memberikan fasilitasi yang tepat agar mereka bisa naik kelas," katanya.

Namun, dari semua persoalan yang dipaparkan, isu ketenagakerjaan menjadi hal yang paling ditekankan Asep. la mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya generasi muda Karawang Timur yang belum terserap di industri-industri besar yang berdiri di sekitar wilayah mereka.

"Ironisnya, mereka justru menjadi penonton di kampung sendiri. Kami berharap pemerintah daerah dan pihak industri bisa lebih berpihak pada tenaga kerja lokal," tegasnya.

Ajakan Kolaborasi Menuju Karawang Timur yang Lebih Baik, Mengakhiri laporannya, Asep menegaskan bahwa seluruh tantangan yang ada telah menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Bersama masyarakat, mereka telah membentuk kelompok-kelompok masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan masalah sosial dan pembangunan.

"Kami sangat berharap, dengan laporan ini, kami bisa mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati dan seluruh pihak terkait.

Tujuan kami satu: menjadikan Karawang Timur sebagai wilayah yang lebih baik, tertib, dan sejahtera," pungkasnya dengan optimis.



Karawang | Versitnews.com- Dalam momentum kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) yang digelar di Karawang Timur pada Selasa (23/9/2025), Plt Camat Karawang Timur Asep Suryana tampil lugas memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang tengah dihadapi wilayahnya.

Di hadapan Bupati Karawang dan jajaran Muspida, Asep menyampaikan laporan menyeluruh mengenai kondisi infrastruktur, keamanan, ekonomi, hingga ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan serius di wilayah yang dipimpinnya.

Dalam laporannya, Asep menyoroti kondisi drainase dan gorong-gorong yang tidak berfungsi optimal. Hal ini, menurutnya, kerap menimbulkan genangan air saat hujan, bahkan berpotensi menyebabkan banjir di beberapa titik rawan.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak padam di beberapa ruas jalan. "Kondisi ini sangat mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari," ujarnya.

Selain itu, kerusakan jalan dan jembatan di beberapa kelurahan pun disampaikan sebagai keluhan utama masyarakat ya terus mendesak agar segera diperbaik

Asep juga menyoroti dinamika sosial yang muncul di tengah masyarakat, seperti kenakalan remaja dan peredaran minuman keras. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling dan kerja bakti lingkungan sebagai langkah membangun ketahanan sosial dan menciptakan lingkungan yang aman serta tertib.

Di sektor ekonomi, Asep menyampaikan bahwa pelaku UMKM di Karawang Timur mulai berkembang, namun masih menghadapi tantangan serius dalam hal akses permodalan dan pemasaran pro

"Potensinya ada, semangat masyarakat juga besar, tinggal bagaimana kita memberikan fasilitasi yang tepat agar mereka bisa naik kelas," katanya.

Namun, dari semua persoalan yang dipaparkan, isu ketenagakerjaan menjadi hal yang paling ditekankan Asep. la mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya generasi muda Karawang Timur yang belum terserap di industri-industri besar yang berdiri di sekitar wilayah mereka.

"Ironisnya, mereka justru menjadi penonton di kampung sendiri. Kami berharap pemerintah daerah dan pihak industri bisa lebih berpihak pada tenaga kerja lokal," tegasnya.

Ajakan Kolaborasi Menuju Karawang Timur yang Lebih Baik, Mengakhiri laporannya, Asep menegaskan bahwa seluruh tantangan yang ada telah menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Bersama masyarakat, mereka telah membentuk kelompok-kelompok masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan masalah sosial dan pembangunan.

"Kami sangat berharap, dengan laporan ini, kami bisa mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati dan seluruh pihak terkait.

Tujuan kami satu: menjadikan Karawang Timur sebagai wilayah yang lebih baik, tertib, dan sejahtera," pungkasnya dengan optimis.


Matangkan Program Kerja 2025, KONI Karawang Gelar Raker

KARAWANG-KONI Kabupaten Karawang menggelar Rapat Kerja untuk mematangkan program kerja dan arah kebijakan organisasi yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.

“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tapi juga untuk memenuhi konstitusi organisasi dan merupakan keharusan serta kebutuhan,” kata Ketua KONI Karawang Wiroso, dalam sambutan di Rapat Kerja KONI Karawang, Selasa (23/9/2205).

Ia menyampaikan, momentum rapat kerja ini penting untuk merefleksikan perjalanan organisasi, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan yang lebih terarah, efektif, dan berorientasi pada prestasi, khususnya pada momentum Porprov 2026.

Melalui raker ini, kata dia, pihaknya berharap atas saran dan kritik yang membangun untuk terus meningkatkan prestasi.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, tantangan dunia olahraga ke depan semakin kompleks. Maka dari itu, KONI Karawang dituntut untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi, serta menjaga integritas dalam setiap langkah pembinaan dan pengembangan olahraga di Karawang,” ungkapnya.

Untuk itu, Joyo, sapaan akrab Wiroso, mengajak seluruh pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh stakeholder olahraga Karawang untuk menyatukan visi, mempererat kolaborasi, serta menjaga semangat kebersamaan.

“Mari kita jadikan rapat kerja ini sebagai forum strategis untuk menyusun program-program yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi kemajuan olahraga di Karawang,” katanya.

“Selamat mengikuti Rapat Kerja KONI Kabupaten Karawang Tahun 2025, Semoga seluruh peserta dapat pro-aktif dan memberikan pemikiran dan pencerahan yang dapat meningkatkan kemajuan olahraga prestasi di Karawang,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan Rapat Kerja KONI Karawang Tahun 2025 Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Barat Muhammad Budiana, Asisten Daerah II Pemkab Karawang Asep Hazar, perwakilan Polres, TNI, Kejaksaan Negeri serta perwakilan pengurus cabang olahraga di Karawang
KARAWANG-KONI Kabupaten Karawang menggelar Rapat Kerja untuk mematangkan program kerja dan arah kebijakan organisasi yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.

“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tapi juga untuk memenuhi konstitusi organisasi dan merupakan keharusan serta kebutuhan,” kata Ketua KONI Karawang Wiroso, dalam sambutan di Rapat Kerja KONI Karawang, Selasa (23/9/2205).

Ia menyampaikan, momentum rapat kerja ini penting untuk merefleksikan perjalanan organisasi, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan yang lebih terarah, efektif, dan berorientasi pada prestasi, khususnya pada momentum Porprov 2026.

Melalui raker ini, kata dia, pihaknya berharap atas saran dan kritik yang membangun untuk terus meningkatkan prestasi.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, tantangan dunia olahraga ke depan semakin kompleks. Maka dari itu, KONI Karawang dituntut untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi, serta menjaga integritas dalam setiap langkah pembinaan dan pengembangan olahraga di Karawang,” ungkapnya.

Untuk itu, Joyo, sapaan akrab Wiroso, mengajak seluruh pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh stakeholder olahraga Karawang untuk menyatukan visi, mempererat kolaborasi, serta menjaga semangat kebersamaan.

“Mari kita jadikan rapat kerja ini sebagai forum strategis untuk menyusun program-program yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi kemajuan olahraga di Karawang,” katanya.

“Selamat mengikuti Rapat Kerja KONI Kabupaten Karawang Tahun 2025, Semoga seluruh peserta dapat pro-aktif dan memberikan pemikiran dan pencerahan yang dapat meningkatkan kemajuan olahraga prestasi di Karawang,” sambungnya.

Hadir dalam kegiatan Rapat Kerja KONI Karawang Tahun 2025 Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Barat Muhammad Budiana, Asisten Daerah II Pemkab Karawang Asep Hazar, perwakilan Polres, TNI, Kejaksaan Negeri serta perwakilan pengurus cabang olahraga di Karawang

Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., Alergi Terhadap Wartawan.

Karawang | Versitnews.com -Kebebasan pers merupakan salah satu hal pokok dalam Demokrasi karena menjadi pilar ke-empat setelah lembaga eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga yudikatif.

Namun, sikap yang seolah alergi wartawan kerap ditunjukkan oleh sejumlah pejabat, salah satunya Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang. Dirinya tidak pernah merespon telpon atau chat dari salah satu wartawan.

Berawal salah satu wartawan, media online mengirimkan berita laporan terkait dugaan penyelewengan anggara, Selasa (23/09/2025).

Namun, Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., , seakan-akan cuek dan tidak merespon sama sekali dengan adanya laporan soal penyalah gunaan anggaran.

Salah satunya di Kelurahan Tanjungmekar, program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) anggran tahun 2025, yang diduga Fiktif.

Diketahui, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran tersebut pada tahun 2025. Namun program tersebut pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi RAB, Program Pekerjaan yang Memungut biaya dari masyarakat, padahal ini program pemerintah, tapi kenapa masyarakat masih di bebankan dari biaya,dan pekerjaan nya pun terlihat asal-asalan. "Alias asal jadi".

Dan Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, yang di duga menyalahi aturan. Pasalnya, program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Kelurahan Tanjungmekar, diperuntukan untuk Masyarakat yang tidak memiliki MCK.

Diminta kepada kepala dinas PRKP Kabupaten Karawang. Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., untuk monitoring dan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang sudah menyalahgunakan anggaran Negara yang di peruntukan untuk program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) jangan cuma diam dan duduk santai di kantor.
Karawang | Versitnews.com -Kebebasan pers merupakan salah satu hal pokok dalam Demokrasi karena menjadi pilar ke-empat setelah lembaga eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga yudikatif.

Namun, sikap yang seolah alergi wartawan kerap ditunjukkan oleh sejumlah pejabat, salah satunya Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang. Dirinya tidak pernah merespon telpon atau chat dari salah satu wartawan.

Berawal salah satu wartawan, media online mengirimkan berita laporan terkait dugaan penyelewengan anggara, Selasa (23/09/2025).

Namun, Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., , seakan-akan cuek dan tidak merespon sama sekali dengan adanya laporan soal penyalah gunaan anggaran.

Salah satunya di Kelurahan Tanjungmekar, program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) anggran tahun 2025, yang diduga Fiktif.

Diketahui, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran tersebut pada tahun 2025. Namun program tersebut pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi RAB, Program Pekerjaan yang Memungut biaya dari masyarakat, padahal ini program pemerintah, tapi kenapa masyarakat masih di bebankan dari biaya,dan pekerjaan nya pun terlihat asal-asalan. "Alias asal jadi".

Dan Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, yang di duga menyalahi aturan. Pasalnya, program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Kelurahan Tanjungmekar, diperuntukan untuk Masyarakat yang tidak memiliki MCK.

Diminta kepada kepala dinas PRKP Kabupaten Karawang. Drs. H. Asep Hazar, M.Sc., untuk monitoring dan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang sudah menyalahgunakan anggaran Negara yang di peruntukan untuk program Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) jangan cuma diam dan duduk santai di kantor.

Fast Respon Nusantara Ucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara: Dukung Polantas Semakin Humanis

Jakarta Versitnews.com– Suasana peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini terasa lebih hangat dengan berbagai apresiasi untuk polisi lalu lintas. Salah satunya datang dari Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) – Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto, S.H., yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan penuh bagi para Polantas yang selama ini bekerja di garda terdepan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Agus Rugiarto menekankan, tugas polisi lalu lintas tidak sekadar menilang atau mengatur kendaraan, tetapi juga melindungi masyarakat dan memastikan aktivitas sehari-hari berjalan lancar.

“Kami dari Fast Respon Nusantara mengucapkan Dirgahayu Hari Lalu Lintas Bhayangkara. Polantas adalah ujung tombak keamanan jalan raya. Mereka tak hanya menegakkan aturan, tapi juga melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menghargai kerja keras polisi lalu lintas, terutama di tengah padatnya lalu lintas dan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.

“Tantangan di lapangan tidak mudah. Sinergi masyarakat dengan Polantas sangat penting agar lalu lintas lebih tertib dan aman,” tambahnya.

Sebagai organisasi yang kerap memberi masukan dan dukungan untuk Polri, FRN melihat peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan. Ini adalah momen refleksi agar pelayanan lalu lintas semakin profesional, ramah, dan humanis.

Ucapan selamat dari Fast Respon Nusantara ini menjadi pengingat bahwa apresiasi dan dukungan publik sangat berarti bagi para petugas di lapangan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Polantas terus meningkatkan pelayanan dan menjadi mitra yang dipercaya masyarakat.
Jakarta Versitnews.com– Suasana peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini terasa lebih hangat dengan berbagai apresiasi untuk polisi lalu lintas. Salah satunya datang dari Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) – Counter Polri, R. Mas MH Agus Rugiarto, S.H., yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan penuh bagi para Polantas yang selama ini bekerja di garda terdepan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Agus Rugiarto menekankan, tugas polisi lalu lintas tidak sekadar menilang atau mengatur kendaraan, tetapi juga melindungi masyarakat dan memastikan aktivitas sehari-hari berjalan lancar.

“Kami dari Fast Respon Nusantara mengucapkan Dirgahayu Hari Lalu Lintas Bhayangkara. Polantas adalah ujung tombak keamanan jalan raya. Mereka tak hanya menegakkan aturan, tapi juga melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menghargai kerja keras polisi lalu lintas, terutama di tengah padatnya lalu lintas dan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.

“Tantangan di lapangan tidak mudah. Sinergi masyarakat dengan Polantas sangat penting agar lalu lintas lebih tertib dan aman,” tambahnya.

Sebagai organisasi yang kerap memberi masukan dan dukungan untuk Polri, FRN melihat peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan. Ini adalah momen refleksi agar pelayanan lalu lintas semakin profesional, ramah, dan humanis.

Ucapan selamat dari Fast Respon Nusantara ini menjadi pengingat bahwa apresiasi dan dukungan publik sangat berarti bagi para petugas di lapangan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Polantas terus meningkatkan pelayanan dan menjadi mitra yang dipercaya masyarakat.

Jumat, 19 September 2025

Ketua DPC Barcyra Karawang Tolak Kehadiran Holywings, Pemkab Karawang Pastikan Tidak Ada Izin

Karawang | Versitnews.com-Rencana beroperasinya tempat hiburan malam (THM) Holywings di gedung Karawang Teater Jalan Tuparev, Karawang, menuai gelombang penolakan keras.

Ketua DPC Barcyra Karawang,"Ferimaulana mengatakan, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Rencana lokasi THM yang berada di jantung Kabupaten Karawang, serta berjarak sangat dekat dengan Masjid Agung Syekh Quro Karawang, dinilai akan membawa dampak buruk bagi masyarakat terutama generasi muda.

"Ini penghinaan terhadap masyarakat Karawang. Masjid Agung simbol kebanggaan umat, masa di dekatnya mau berdiri tempat dugem dan miras? Itu sangat mencoreng moral masyarakat,” tegas Feri, Jum'at (19/9/2025).

"Feri mengatakan, saat ini masyarakat telah menjadikan Karawang sebagai kota yang religius dan berbudaya. Dengan berdirinya THM di dekat Masjid kebanggaan masyarakat akan membawa dampak sosial dan moral buruk yang lebih besar ketimbang keuntungan finansial.

Feri meminta Pemerintah tidak memberikan izin bahkan membatalkan rencana pembangunan THM tersebut sebelum menimbulkan kegaduhan yang lebih luas.

"Jangan menggadaikan akhlak anak cucu kita demi investasi semata. Holywings ini jelas-jelas bisnis maksiat, bukan usaha yang sesuai dengan kultur Karawang. Pemerintah harus tegas, jangan dibiarkan,” tegasnya.

Diteruskannya, saat ini banyak THM di Karawang yang menjual minuman beralkohol tanpa izin. Hal ini mengindikasikan pengawasan yang lemah. 

"Jika sekarang ditambah lagi THM, apalagi tempatnya di pusat jantung kota, siapa yang menjamin pengawasannya?" tanyanya.

Oleh sebab itu, Feri meminta, pemerintah daerah bersikap tegas menolak adanya THM baru, sekaligus mengevaluasi keberadaan THM yang sudah ada yang melanggar aturan.


Karawang | Versitnews.com-Rencana beroperasinya tempat hiburan malam (THM) Holywings di gedung Karawang Teater Jalan Tuparev, Karawang, menuai gelombang penolakan keras.

Ketua DPC Barcyra Karawang,"Ferimaulana mengatakan, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Rencana lokasi THM yang berada di jantung Kabupaten Karawang, serta berjarak sangat dekat dengan Masjid Agung Syekh Quro Karawang, dinilai akan membawa dampak buruk bagi masyarakat terutama generasi muda.

"Ini penghinaan terhadap masyarakat Karawang. Masjid Agung simbol kebanggaan umat, masa di dekatnya mau berdiri tempat dugem dan miras? Itu sangat mencoreng moral masyarakat,” tegas Feri, Jum'at (19/9/2025).

"Feri mengatakan, saat ini masyarakat telah menjadikan Karawang sebagai kota yang religius dan berbudaya. Dengan berdirinya THM di dekat Masjid kebanggaan masyarakat akan membawa dampak sosial dan moral buruk yang lebih besar ketimbang keuntungan finansial.

Feri meminta Pemerintah tidak memberikan izin bahkan membatalkan rencana pembangunan THM tersebut sebelum menimbulkan kegaduhan yang lebih luas.

"Jangan menggadaikan akhlak anak cucu kita demi investasi semata. Holywings ini jelas-jelas bisnis maksiat, bukan usaha yang sesuai dengan kultur Karawang. Pemerintah harus tegas, jangan dibiarkan,” tegasnya.

Diteruskannya, saat ini banyak THM di Karawang yang menjual minuman beralkohol tanpa izin. Hal ini mengindikasikan pengawasan yang lemah. 

"Jika sekarang ditambah lagi THM, apalagi tempatnya di pusat jantung kota, siapa yang menjamin pengawasannya?" tanyanya.

Oleh sebab itu, Feri meminta, pemerintah daerah bersikap tegas menolak adanya THM baru, sekaligus mengevaluasi keberadaan THM yang sudah ada yang melanggar aturan.


Fraksi Partai Gerindra H.Ajang Supandi DPRD Karawang Tolak Kehadiran Holywings, Pemkab Pastikan Belum Ada Izin

KARAWANG,-Jum'at(19/09/2025), Rencana pendirian tempat hiburan malam (THM) Holywings di Jalan Tuparev, Karawang, telah memicu penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Penolakan ini datang dari umat Islam, tokoh masyarakat, dan anggota legislatif yang khawatir akan dampak sosial yang ditimbulkan.

Alasan penolakan terhadap ketidak cocokan dengan Tata Ruang Lokasi yang direncanakan berada di area pemukiman padat, dekat dengan sekolah dan tempat ibadah, dinilai tidak sesuai dengan tata ruang kota.

"H.Ajang Supandi dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan keberadaan THM di jantung Kota Karawang akan membawa dampak buruk, terutama bagi generasi muda, Potensi keresahan sosial keberadaan THM di kawasan tersebut dianggap berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, mengganggu ketentraman dan harmoni sosial.

Pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Gerindra,"H.Ajang Supandi", menegaskan penolakan terhadap pendirian Holywings. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Kami mewakili umat Islam di kabupaten Karawang menolak tegas dengan rencana pembangunan tempat hiburan malam dijalan Tuparev, Kami minta ketegasan pemerintah, Tutup semua THM ilegal di Karawang tanpa terkecuali," tegas H.Ajang

> "Kami menilai keberadaan tempat hiburan malam seperti Holywings di kawasan yang dekat dengan pemukiman warga, sekolah, bahkan tempat ibadah sangat tidak pantas. Hal ini bisa memicu keresahan dan menimbulkan dampak sosial negatif di kemudian hari," ucap H.Ajang.

H.Ajang juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk berhati-hati dalam memberikan izin usaha hiburan malam. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mengutamakan ketertiban umum, moralitas, dan ketenangan masyarakat.

> "Kami meminta Bupati dan jajaran terkait untuk tidak mengeluarkan izin apapun bagi Holywings. Jangan sampai kepentingan bisnis segelintir orang mengorbankan ketentraman masyarakat luas," pungkasnya.

Penolakan terhadap pendirian Holywings di Karawang mencerminkan kekhawatiran masyarakat akan dampak sosial yang mungkin timbul. Fraksi Partai Gerindra DPRD Karawang berkomitmen untuk mendukung suara masyarakat dan menjaga ketertiban sosial. 

Aksi penolakan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat tentang dampak sosial dan moral dari keberadaan THM, serta harapan akan ketegasan pemerintah dalam menangani perizinan tempat hiburan malam.
KARAWANG,-Jum'at(19/09/2025), Rencana pendirian tempat hiburan malam (THM) Holywings di Jalan Tuparev, Karawang, telah memicu penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Penolakan ini datang dari umat Islam, tokoh masyarakat, dan anggota legislatif yang khawatir akan dampak sosial yang ditimbulkan.

Alasan penolakan terhadap ketidak cocokan dengan Tata Ruang Lokasi yang direncanakan berada di area pemukiman padat, dekat dengan sekolah dan tempat ibadah, dinilai tidak sesuai dengan tata ruang kota.

"H.Ajang Supandi dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan keberadaan THM di jantung Kota Karawang akan membawa dampak buruk, terutama bagi generasi muda, Potensi keresahan sosial keberadaan THM di kawasan tersebut dianggap berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, mengganggu ketentraman dan harmoni sosial.

Pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Gerindra,"H.Ajang Supandi", menegaskan penolakan terhadap pendirian Holywings. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Kami mewakili umat Islam di kabupaten Karawang menolak tegas dengan rencana pembangunan tempat hiburan malam dijalan Tuparev, Kami minta ketegasan pemerintah, Tutup semua THM ilegal di Karawang tanpa terkecuali," tegas H.Ajang

> "Kami menilai keberadaan tempat hiburan malam seperti Holywings di kawasan yang dekat dengan pemukiman warga, sekolah, bahkan tempat ibadah sangat tidak pantas. Hal ini bisa memicu keresahan dan menimbulkan dampak sosial negatif di kemudian hari," ucap H.Ajang.

H.Ajang juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk berhati-hati dalam memberikan izin usaha hiburan malam. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mengutamakan ketertiban umum, moralitas, dan ketenangan masyarakat.

> "Kami meminta Bupati dan jajaran terkait untuk tidak mengeluarkan izin apapun bagi Holywings. Jangan sampai kepentingan bisnis segelintir orang mengorbankan ketentraman masyarakat luas," pungkasnya.

Penolakan terhadap pendirian Holywings di Karawang mencerminkan kekhawatiran masyarakat akan dampak sosial yang mungkin timbul. Fraksi Partai Gerindra DPRD Karawang berkomitmen untuk mendukung suara masyarakat dan menjaga ketertiban sosial. 

Aksi penolakan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat tentang dampak sosial dan moral dari keberadaan THM, serta harapan akan ketegasan pemerintah dalam menangani perizinan tempat hiburan malam.

Kamis, 18 September 2025

Karawang Teater Diisukan Jadi Holywings, Pemkab Karawang Pastikan Belum Ada Izin.

Rencana alih fungsi gedung eks Karawang Teater di Jalan Tuparev menjadi tempat hiburan malam Holywings tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Menyikapi isu tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan klarifikasi resmi.

Plt Kepala DPMPTSP Karawang yang juga menjabat sebagai Kasatpol PP, Basuki Rachmat, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima permohonan izin resmi terkait bangunan yang sedang direnovasi tersebut.

“Sampai saat ini kita dari DPMPTSP Karawang belum tahu peruntukan bangunan itu untuk apa. Dan kami juga tidak pernah mengeluarkan izin. Artinya, belum ada perizinan,” ujar Basuki kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).

Ia mengaku baru mengetahui adanya rencana tersebut setelah ramai dibicarakan publik. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan memanggil pemilik atau calon pemilik usaha pada Kamis (18/9/2025) pukul 14.00 WIB untuk dimintai keterangan.

“Pelaku usaha atau calon pelaku usaha ini belum jelas usahanya. Tujuan kita memanggil agar jelas,” tambahnya.

Basuki menjelaskan, apabila benar gedung tersebut akan difungsikan sebagai tempat hiburan malam, pemerintah akan lebih dulu memeriksa kelengkapan perizinan. Ia menekankan bahwa izin kegiatan hiburan malam bukan kewenangan DPMPTSP, melainkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas PUPR.

Lebih lanjut, Basuki menyebutkan, informasi yang ia terima mengarah pada rencana pembangunan bar dan restoran bernama “Helen’s Cinemas”.

“Perizinan bar merupakan kewenangan provinsi, sedangkan penerbitan OSS (Online Single Submission) kewenangan pusat, bukan dari DPMPTSP,” tegasnya.

Melalui penjelasan ini, Basuki mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil klarifikasi resmi pemerintah sebelum menarik kesimpulan terkait alih fungsi gedung eks Karawang Teater tersebut.


Rencana alih fungsi gedung eks Karawang Teater di Jalan Tuparev menjadi tempat hiburan malam Holywings tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Menyikapi isu tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan klarifikasi resmi.

Plt Kepala DPMPTSP Karawang yang juga menjabat sebagai Kasatpol PP, Basuki Rachmat, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima permohonan izin resmi terkait bangunan yang sedang direnovasi tersebut.

“Sampai saat ini kita dari DPMPTSP Karawang belum tahu peruntukan bangunan itu untuk apa. Dan kami juga tidak pernah mengeluarkan izin. Artinya, belum ada perizinan,” ujar Basuki kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).

Ia mengaku baru mengetahui adanya rencana tersebut setelah ramai dibicarakan publik. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan memanggil pemilik atau calon pemilik usaha pada Kamis (18/9/2025) pukul 14.00 WIB untuk dimintai keterangan.

“Pelaku usaha atau calon pelaku usaha ini belum jelas usahanya. Tujuan kita memanggil agar jelas,” tambahnya.

Basuki menjelaskan, apabila benar gedung tersebut akan difungsikan sebagai tempat hiburan malam, pemerintah akan lebih dulu memeriksa kelengkapan perizinan. Ia menekankan bahwa izin kegiatan hiburan malam bukan kewenangan DPMPTSP, melainkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas PUPR.

Lebih lanjut, Basuki menyebutkan, informasi yang ia terima mengarah pada rencana pembangunan bar dan restoran bernama “Helen’s Cinemas”.

“Perizinan bar merupakan kewenangan provinsi, sedangkan penerbitan OSS (Online Single Submission) kewenangan pusat, bukan dari DPMPTSP,” tegasnya.

Melalui penjelasan ini, Basuki mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil klarifikasi resmi pemerintah sebelum menarik kesimpulan terkait alih fungsi gedung eks Karawang Teater tersebut.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done