VERSITNEWS

Selasa, 09 Desember 2025

"Proyek Rp 2,4 M di Karawang Diduga Gunakan Tenaga Ahli Fiktif, Dinas PUPR Bungkam

KARAWANG - Proyek pembangunan sabuk pantai di Kecamatan Pakisjaya dan jetty di Muara Sedari - Karawang kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya tenaga ahli fiktif dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Diketahui, dua proyek ini merupakan program Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Proyek Jetty Muara Sedari dikerjakan CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar.

Sementara proyek sabuk pantai Pakisjaya dikerjakan CV. Mazel Arnawama Indonesia dengan nilai Rp 903.480.500.

Jetty Muara Sedari dibangun sepanjang 160 meter dengan tinggi konstruksi 3,5 meter dan waktu pelaksanaan 85 hari kalender. Sementara sabuk pantai Pakisjaya memiliki panjang sekitar 80 meter, tinggi 2,5 meter, lebar atas 2 meter, lebar bawah 9 meter, serta waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mengatakan, dulu ia pernah mengeluarkan pernyataan jika dua proyek ini tidak akan selesai dikerjakan sampai waktunya. Karena diduga kontraktor proyek tersebut hanya meminjam bendera perusahaan.

"Saya menyimpulkan proyek ini dikerjakan tidak profesional, karena pengerjanya diduga hanya meminjam bendera perusahaan lain. Kalau dia perusahaan sendiri seharusnya ada data konkret mengenai konsultan dan tenaga ahli. Bukan digantikan mandor yang ngaku-ngaku wartawan saat dikonfirmasi media massa," tutur Asep Agustian, Senin (8/12/2025).

Menurut Askun (sapaan akrab), kerjaan Bidang SDA PUPR Karawang ini selalu jadi sorotan. Karena setiap pengerjaan program proyeknya tidak pernah ada yang bisa dibanggakan bagi pembangunan Karawang.

"Bidang SDA ini memang kerjaanya selalu jadi sorotan media. Karena memang tidak pernah ada kerjaan yang membanggakan. Saya minta Pak Bupati pindahkan (mutasi) itu Kabid SDA. Konon katanya dia sudah mengajukan surat pengunduran diri, tapi sampai saat ini masih saja dipertahankan," tutur Askun.

"Kita kecewa, lagi-lagi Bidang SDA yang disorot. Kabid-nya mengaku sebagai akademisi dan orang pintar, tapi kerjaannya amburadul. Ayo kita bongkar-bongkaran kalau Kabid SDA selalu ngaku bersih," timpalnya.

Dipertanyakan Askun, jika di akhir November 2025 pengerjaan proyek ini baru 30%, ia tidak yakin jika pengerjaanya bisa selesai 100% sebelum akhir Desember 2025. Jika pun dipaksakan selesai sesuai jadwal kalender, maka diperkirakan kualitas pengerjaan proyeknya tidak akan bagus.

"Saya minta ke temen-temen wartawan terus patau itu pengerjaanya," tegasnya.

Askun juga menyoroti pernyataan mandor proyek Jetty Muara Sedari yang beralasan adanya banjir rob, sehingga pengerjaan proyekya ada keterlambatan.

Ditegaskan Askun, seharusnya banjir rob tidak bisa dijadikan alasan, jika pengerjaan proyek tersebut memiliki konsultan dan tenaga ahli profesional. Tidak seperti yang disorot media massa saat ini, mengenai adanya dugaan konsultan dan tenaga ahli fiktif yang digantikan mandor proyek.

"Alasan Force Majeure itu memang dibenarkan dalam keterlambatan pengerjaan proyek. Tapi kalau nanti konsultan dan tenaga ahlinya terbukti fiktif, ayo mau bagaimana coba," katanya.

Askun juga menyindir pihak Aparat Penegak Hukum (APH) yang selalu beralasan pengerjaan proyeknya harus selesai terlebih dahulu, jika ingin ada upaya penyelidikan dugaan penyalahgunaan anggaran.

"Lagi-lagi APH diam terus ketika mendapat kabar dugaan pengerjaan proyek asal-asalan seperti ini. Mereka selalu beralasan harus nunggu proyeknya sampai selesai dulu, kalau mau melakukan penyelidikan,"

"Maksud saya apa salahnya mereka menegur dari awal dan melakukan pembinaan, agar pengerjaan proyek tidak terjadi tindak pidana korupsi. Saya sih berharap mereka melakukan teguran dan pembinaan sejak dini, agar kualitas pengerjaan proyek bagus dan tidak mengecewakan masyarakat," tandas Askun.


Red
KARAWANG - Proyek pembangunan sabuk pantai di Kecamatan Pakisjaya dan jetty di Muara Sedari - Karawang kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya tenaga ahli fiktif dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Diketahui, dua proyek ini merupakan program Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Proyek Jetty Muara Sedari dikerjakan CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar.

Sementara proyek sabuk pantai Pakisjaya dikerjakan CV. Mazel Arnawama Indonesia dengan nilai Rp 903.480.500.

Jetty Muara Sedari dibangun sepanjang 160 meter dengan tinggi konstruksi 3,5 meter dan waktu pelaksanaan 85 hari kalender. Sementara sabuk pantai Pakisjaya memiliki panjang sekitar 80 meter, tinggi 2,5 meter, lebar atas 2 meter, lebar bawah 9 meter, serta waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mengatakan, dulu ia pernah mengeluarkan pernyataan jika dua proyek ini tidak akan selesai dikerjakan sampai waktunya. Karena diduga kontraktor proyek tersebut hanya meminjam bendera perusahaan.

"Saya menyimpulkan proyek ini dikerjakan tidak profesional, karena pengerjanya diduga hanya meminjam bendera perusahaan lain. Kalau dia perusahaan sendiri seharusnya ada data konkret mengenai konsultan dan tenaga ahli. Bukan digantikan mandor yang ngaku-ngaku wartawan saat dikonfirmasi media massa," tutur Asep Agustian, Senin (8/12/2025).

Menurut Askun (sapaan akrab), kerjaan Bidang SDA PUPR Karawang ini selalu jadi sorotan. Karena setiap pengerjaan program proyeknya tidak pernah ada yang bisa dibanggakan bagi pembangunan Karawang.

"Bidang SDA ini memang kerjaanya selalu jadi sorotan media. Karena memang tidak pernah ada kerjaan yang membanggakan. Saya minta Pak Bupati pindahkan (mutasi) itu Kabid SDA. Konon katanya dia sudah mengajukan surat pengunduran diri, tapi sampai saat ini masih saja dipertahankan," tutur Askun.

"Kita kecewa, lagi-lagi Bidang SDA yang disorot. Kabid-nya mengaku sebagai akademisi dan orang pintar, tapi kerjaannya amburadul. Ayo kita bongkar-bongkaran kalau Kabid SDA selalu ngaku bersih," timpalnya.

Dipertanyakan Askun, jika di akhir November 2025 pengerjaan proyek ini baru 30%, ia tidak yakin jika pengerjaanya bisa selesai 100% sebelum akhir Desember 2025. Jika pun dipaksakan selesai sesuai jadwal kalender, maka diperkirakan kualitas pengerjaan proyeknya tidak akan bagus.

"Saya minta ke temen-temen wartawan terus patau itu pengerjaanya," tegasnya.

Askun juga menyoroti pernyataan mandor proyek Jetty Muara Sedari yang beralasan adanya banjir rob, sehingga pengerjaan proyekya ada keterlambatan.

Ditegaskan Askun, seharusnya banjir rob tidak bisa dijadikan alasan, jika pengerjaan proyek tersebut memiliki konsultan dan tenaga ahli profesional. Tidak seperti yang disorot media massa saat ini, mengenai adanya dugaan konsultan dan tenaga ahli fiktif yang digantikan mandor proyek.

"Alasan Force Majeure itu memang dibenarkan dalam keterlambatan pengerjaan proyek. Tapi kalau nanti konsultan dan tenaga ahlinya terbukti fiktif, ayo mau bagaimana coba," katanya.

Askun juga menyindir pihak Aparat Penegak Hukum (APH) yang selalu beralasan pengerjaan proyeknya harus selesai terlebih dahulu, jika ingin ada upaya penyelidikan dugaan penyalahgunaan anggaran.

"Lagi-lagi APH diam terus ketika mendapat kabar dugaan pengerjaan proyek asal-asalan seperti ini. Mereka selalu beralasan harus nunggu proyeknya sampai selesai dulu, kalau mau melakukan penyelidikan,"

"Maksud saya apa salahnya mereka menegur dari awal dan melakukan pembinaan, agar pengerjaan proyek tidak terjadi tindak pidana korupsi. Saya sih berharap mereka melakukan teguran dan pembinaan sejak dini, agar kualitas pengerjaan proyek bagus dan tidak mengecewakan masyarakat," tandas Askun.


Red

Senin, 08 Desember 2025

Doa Bersama Lintas Agama, Polres Karawang Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan dan Kemanusiaan

Karawang — Polres Karawang menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Aula Tathya Dharaka, Kamis (4/12/2025), sebagai wujud sinergi antara aparat kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan perdamaian. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, didampingi jajaran Polres Karawang, serta dihadiri tokoh-tokoh lintas agama dari enam pemeluk agama resmi di Indonesia.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyebut acara berjalan khidmat dan penuh makna. “Ini bentuk nyata kolaborasi Polri dengan seluruh umat beragama demi menjaga kondusivitas wilayah,” ucapnya.

Tak hanya mendoakan keselamatan Polri dalam menjalankan tugas, para tokoh agama juga memanjatkan doa khusus untuk saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang tengah dilanda musibah. Kapolda Jabar menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah pondasi utama stabilitas daerah.

“Karawang akan damai bila umatnya bersatu. Toleransi bukan pilihan, tapi kewajiban bersama,” tegasnya.
Wakil Ketua FKUB Karawang, 
KH. Masykur Mansyur menyampaikan apresiasinya kepada Polres. “Kegiatan ini penting, bukan hanya seremonial, tapi mempererat empati dan persaudaraan.”

Acara ditutup dengan penuh kehangatan, memperkuat pesan bahwa keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab bersama—melampaui batas agama, suku, dan status sosial.

(Yusup Supriadi)
Karawang — Polres Karawang menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Aula Tathya Dharaka, Kamis (4/12/2025), sebagai wujud sinergi antara aparat kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan perdamaian. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, didampingi jajaran Polres Karawang, serta dihadiri tokoh-tokoh lintas agama dari enam pemeluk agama resmi di Indonesia.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyebut acara berjalan khidmat dan penuh makna. “Ini bentuk nyata kolaborasi Polri dengan seluruh umat beragama demi menjaga kondusivitas wilayah,” ucapnya.

Tak hanya mendoakan keselamatan Polri dalam menjalankan tugas, para tokoh agama juga memanjatkan doa khusus untuk saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang tengah dilanda musibah. Kapolda Jabar menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama adalah pondasi utama stabilitas daerah.

“Karawang akan damai bila umatnya bersatu. Toleransi bukan pilihan, tapi kewajiban bersama,” tegasnya.
Wakil Ketua FKUB Karawang, 
KH. Masykur Mansyur menyampaikan apresiasinya kepada Polres. “Kegiatan ini penting, bukan hanya seremonial, tapi mempererat empati dan persaudaraan.”

Acara ditutup dengan penuh kehangatan, memperkuat pesan bahwa keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab bersama—melampaui batas agama, suku, dan status sosial.

(Yusup Supriadi)

Minggu, 07 Desember 2025

"Dewan Turun ke Rakyat, Budaya Jadi Sarana Pelayanan dan Kebersamaan"

Karawang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Hj Sri Rahayu Agustina,SH menggelar kegiatan layanan publik terpadu yang dibalut nuansa budaya untuk menyapa warga di Karang Anom, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu 06 Desember 2025.
‎Kegiatan yang diadakan di  Lapang Jalan 
‎Jalan Masutakarya RT07 RW 012 Karang Anom, menghadirkan berbagai fasilitas penting mulai dari pelayanan administrasi kependudukan (layanan KTP, KIA, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian) cek kesehatan gratis, tebus sayur murah, bazar UMKM hingga perpanjangan SIM serta layanan pelayanan pajak kendaraan bermotor (Samsat).
‎Mulai pukul 08.00 WIB dengan senam bersama emak-emak milenial di lingkungan setempat, dilanjutkan pelayanan yang diiringi hiburan musik. 
‎Lokasi halaman itu menjadi lautan manusia, dipadati masyarakat yang hendak melengkapi administrasi kependudukan, cek kesehatan, layanan SIM dan lainnya.
‎Apresiasi itu pun disampaikan Kepala Kelurahan Karawang Kulon, N Fitria Yuniawati,Am.Keb. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan menjadi dominasi masyarakat. 
‎"Pelayanan terpadu seperti ini sangat bagus. Membantu masyarakat jemput bola. Bisa lebih dekat mengurusnya," kata Lurah Karawang Kulon.
‎ 
‎Dewan Jabar, Sri Rahayu menjelaskan,  program dewan menyapa agar kita lebih dekat lagi dengan masyarakat. Selain pelayanan administrasi, acara juga dihiasi dengan pertunjukan budaya lokal seperti pencak silat, kesenian Karawang dan hiburan Calung.
‎Menurut Sri Rahayu, penggabungan budaya dalam layanan publik bertujuan agar warga merasa lebih nyaman dan dekat dengan lembaga pemerintahan, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
‎ 
‎"Kita ingin layanan publik tidak hanya sekadar prosedur, tapi juga penuh dengan kehangatan dan identitas budaya kita. Dengan begini, warga tidak hanya mendapatkan kemudahan, tapi juga merasakan kebanggaan akan warisan Jawa Barat," ungkapnya.
‎ 
‎Selama acara, ratusan warga memanfaatkan pelayanan yang disediakan. Banyak yang menyampaikan apresiasi karena tidak perlu bolak-balik ke berbagai kantor untuk menyelesaikan urusan administrasi, kesehatan, dan kendaraan.
‎Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Karawang, Elfan Yanuar, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi DPRD Provinsi Jabar dengan pemerintah daerah dalam upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
‎"Kegiatan layanan adminduk di acara Dewan Menyapa Warga ini sangat bermanfaat agar warga lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus jauh-jauh ke kantor Disdukcapil," ujarnya.
‎Kata dia, layanan adminduk kini juga tersedia di berbagai titik agar lebih terjangkau. 
‎"Pelayanan dilakukan di kantor kecamatan, Mall Pelayanan Publik di Techno Mart, serta MPP Cikampek," terangnya.
‎Ia pun berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilakukan. "Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin rutin dilaksanakan," pungkasnya. 
‎Data pelayanan :
‎1. Perpanjangan STNK : 13 org
‎2. Kesehatan : 250 org
‎3. Administrasi Kependudukan :
‎   - KK : 109 org
‎   - KTP : 200 Org
‎   - KIA. : 75 org
‎   - Akta Kelahiran : 10 org
‎   - Akta Kematian : 15 org
‎4. Perpanjang SIM : 60 org

(Siti Juwariah)
Karawang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Hj Sri Rahayu Agustina,SH menggelar kegiatan layanan publik terpadu yang dibalut nuansa budaya untuk menyapa warga di Karang Anom, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu 06 Desember 2025.
‎Kegiatan yang diadakan di  Lapang Jalan 
‎Jalan Masutakarya RT07 RW 012 Karang Anom, menghadirkan berbagai fasilitas penting mulai dari pelayanan administrasi kependudukan (layanan KTP, KIA, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian) cek kesehatan gratis, tebus sayur murah, bazar UMKM hingga perpanjangan SIM serta layanan pelayanan pajak kendaraan bermotor (Samsat).
‎Mulai pukul 08.00 WIB dengan senam bersama emak-emak milenial di lingkungan setempat, dilanjutkan pelayanan yang diiringi hiburan musik. 
‎Lokasi halaman itu menjadi lautan manusia, dipadati masyarakat yang hendak melengkapi administrasi kependudukan, cek kesehatan, layanan SIM dan lainnya.
‎Apresiasi itu pun disampaikan Kepala Kelurahan Karawang Kulon, N Fitria Yuniawati,Am.Keb. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan menjadi dominasi masyarakat. 
‎"Pelayanan terpadu seperti ini sangat bagus. Membantu masyarakat jemput bola. Bisa lebih dekat mengurusnya," kata Lurah Karawang Kulon.
‎ 
‎Dewan Jabar, Sri Rahayu menjelaskan,  program dewan menyapa agar kita lebih dekat lagi dengan masyarakat. Selain pelayanan administrasi, acara juga dihiasi dengan pertunjukan budaya lokal seperti pencak silat, kesenian Karawang dan hiburan Calung.
‎Menurut Sri Rahayu, penggabungan budaya dalam layanan publik bertujuan agar warga merasa lebih nyaman dan dekat dengan lembaga pemerintahan, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
‎ 
‎"Kita ingin layanan publik tidak hanya sekadar prosedur, tapi juga penuh dengan kehangatan dan identitas budaya kita. Dengan begini, warga tidak hanya mendapatkan kemudahan, tapi juga merasakan kebanggaan akan warisan Jawa Barat," ungkapnya.
‎ 
‎Selama acara, ratusan warga memanfaatkan pelayanan yang disediakan. Banyak yang menyampaikan apresiasi karena tidak perlu bolak-balik ke berbagai kantor untuk menyelesaikan urusan administrasi, kesehatan, dan kendaraan.
‎Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Karawang, Elfan Yanuar, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi DPRD Provinsi Jabar dengan pemerintah daerah dalam upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
‎"Kegiatan layanan adminduk di acara Dewan Menyapa Warga ini sangat bermanfaat agar warga lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus jauh-jauh ke kantor Disdukcapil," ujarnya.
‎Kata dia, layanan adminduk kini juga tersedia di berbagai titik agar lebih terjangkau. 
‎"Pelayanan dilakukan di kantor kecamatan, Mall Pelayanan Publik di Techno Mart, serta MPP Cikampek," terangnya.
‎Ia pun berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilakukan. "Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin rutin dilaksanakan," pungkasnya. 
‎Data pelayanan :
‎1. Perpanjangan STNK : 13 org
‎2. Kesehatan : 250 org
‎3. Administrasi Kependudukan :
‎   - KK : 109 org
‎   - KTP : 200 Org
‎   - KIA. : 75 org
‎   - Akta Kelahiran : 10 org
‎   - Akta Kematian : 15 org
‎4. Perpanjang SIM : 60 org

(Siti Juwariah)

Sri Rahayu Agustina Hadirkan Budaya Sunda dalam Program "Dewan Menyapa Warga" di Karawang Barat

Karawang, – Suasana meriah dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Dewan Menyapa Warga yang digelar oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, Sabtu malam (6/12/2025) di Lapangan Jalan Masutakarya, Karanganom, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat.
Setelah sukses dengan pelayanan publik pada pagi harinya, warga kembali dihibur dengan sajian kesenian tradisional khas Sunda seperti Calung dan Pencak Silat, yang menjadi daya tarik utama dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. “Ini adalah bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus media untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sentuhan budaya lokal sengaja dihadirkan untuk menguatkan kebanggaan warga terhadap identitas Sunda dan memberi ruang tampil bagi para seniman lokal.

Tak hanya hiburan, acara ini juga memberi dampak ekonomi melalui Bazaar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. “Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan manfaat bagi masyarakat,” ucap Sri Rahayu.

Camat Karawang Barat, Agus Somantri, yang turut hadir bersama Muspika, mengapresiasi program ini. “Kami berterima kasih karena kegiatan ini sangat membantu warga, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut: Ketua DPD Golkar Karawang Sukur Mulyono, Anggota DPRD Karawang Topan Megantara, tokoh masyarakat Asep Agustian, serta aparat TNI/Polri yang ikut mengamankan jalannya kegiatan. 

Program "Dewan Menyapa Warga" ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara legislatif dan masyarakat serta upaya nyata melestarikan budaya di era modern.


Siti
Karawang, – Suasana meriah dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Dewan Menyapa Warga yang digelar oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, Sabtu malam (6/12/2025) di Lapangan Jalan Masutakarya, Karanganom, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat.
Setelah sukses dengan pelayanan publik pada pagi harinya, warga kembali dihibur dengan sajian kesenian tradisional khas Sunda seperti Calung dan Pencak Silat, yang menjadi daya tarik utama dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. “Ini adalah bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus media untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sentuhan budaya lokal sengaja dihadirkan untuk menguatkan kebanggaan warga terhadap identitas Sunda dan memberi ruang tampil bagi para seniman lokal.

Tak hanya hiburan, acara ini juga memberi dampak ekonomi melalui Bazaar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. “Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan manfaat bagi masyarakat,” ucap Sri Rahayu.

Camat Karawang Barat, Agus Somantri, yang turut hadir bersama Muspika, mengapresiasi program ini. “Kami berterima kasih karena kegiatan ini sangat membantu warga, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut: Ketua DPD Golkar Karawang Sukur Mulyono, Anggota DPRD Karawang Topan Megantara, tokoh masyarakat Asep Agustian, serta aparat TNI/Polri yang ikut mengamankan jalannya kegiatan. 

Program "Dewan Menyapa Warga" ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara legislatif dan masyarakat serta upaya nyata melestarikan budaya di era modern.


Siti

Sabtu, 06 Desember 2025

H. Saepul: "Mencari Keadilan di Kepolisian Negeri Ini Semakin Sulit"

Karawang — Praktisi hukum H. Saepul, SH., MH., menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya penanganan laporan polisi (LP) di berbagai tingkat kepolisian, mulai dari Polsek, Polres hingga Polda. 
Lebih lanjut, ia mendorong agar Kapolri segera mengeluarkan Peraturan Kapolri (Perkap) baru yang mengatur batas waktu maksimal penanganan perkara, khususnya pidana umum. “Minimal ada tenggat waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan dan melimpahkan berkas ke pengadilan. Jangan sampai publik curiga ada permainan,” tambahnya.

Pernyataan ini mencuat di tengah tuntutan masyarakat akan transparansi dan kecepatan proses hukum. Banyak pihak mendukung usulan tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak korban serta upaya mendorong reformasi di tubuh Polri.

Kini, publik menunggu respons tegas dari Mabes Polri terhadap keresahan tersebut. Jangan sampai lambannya proses hukum justru mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat saat ini kerap kecewa karena proses hukum berjalan sangat lambat dan seringkali tanpa kejelasan arah penyelesaian. 

"Sudah terlalu sering kita dengar, korban datang lapor, tapi prosesnya jalan di tempat. Padahal negara menjamin keadilan. Tapi kenyataannya, mencari keadilan di institusi kepolisian hari ini justru seperti mencari jarum dalam jerami," ujar H. Saepul dengan nada prihatin.

Ia mendesak agar Kapolri mengevaluasi kinerja jajarannya, terutama terkait laporan-laporan masyarakat yang mandek tanpa kepastian hukum. "Jika keadilan terus tertunda, maka kepercayaan publik terhadap institusi ini akan semakin terkikis," pungkasnya.


(Red)
Karawang — Praktisi hukum H. Saepul, SH., MH., menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya penanganan laporan polisi (LP) di berbagai tingkat kepolisian, mulai dari Polsek, Polres hingga Polda. 
Lebih lanjut, ia mendorong agar Kapolri segera mengeluarkan Peraturan Kapolri (Perkap) baru yang mengatur batas waktu maksimal penanganan perkara, khususnya pidana umum. “Minimal ada tenggat waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan dan melimpahkan berkas ke pengadilan. Jangan sampai publik curiga ada permainan,” tambahnya.

Pernyataan ini mencuat di tengah tuntutan masyarakat akan transparansi dan kecepatan proses hukum. Banyak pihak mendukung usulan tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak korban serta upaya mendorong reformasi di tubuh Polri.

Kini, publik menunggu respons tegas dari Mabes Polri terhadap keresahan tersebut. Jangan sampai lambannya proses hukum justru mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat saat ini kerap kecewa karena proses hukum berjalan sangat lambat dan seringkali tanpa kejelasan arah penyelesaian. 

"Sudah terlalu sering kita dengar, korban datang lapor, tapi prosesnya jalan di tempat. Padahal negara menjamin keadilan. Tapi kenyataannya, mencari keadilan di institusi kepolisian hari ini justru seperti mencari jarum dalam jerami," ujar H. Saepul dengan nada prihatin.

Ia mendesak agar Kapolri mengevaluasi kinerja jajarannya, terutama terkait laporan-laporan masyarakat yang mandek tanpa kepastian hukum. "Jika keadilan terus tertunda, maka kepercayaan publik terhadap institusi ini akan semakin terkikis," pungkasnya.


(Red)

Jumat, 05 Desember 2025

Proyek U-Ditch Hampir 1 Miliar di Nagasari Diduga Gagal Fungsi, Banjir Makin Parah! Warga Desak APH Turun Tangan

Karawang – Proyek pembangunan saluran air (U-Ditch) di wilayah Nagasari, Karawang Barat, yang menelan anggaran fantastis hampir Rp880 juta kini dipertanyakan efektivitasnya. Alih-alih menjadi solusi, proyek tersebut justru memperparah banjir di kawasan belakang SMPN 5 Karawang setelah hujan deras mengguyur kota Karawang Kamis (04/12/2025).

Warga geram dan menduga kuat ada indikasi permainan anggaran dan proyek asal jadi. Pasalnya, sebelum U-Ditch dipasang, genangan air tidak separah sekarang. Namun setelah proyek rampung, air hujan justru tidak mengalir dan menyebabkan banjir hingga masuk ke rumah warga.

“Kalau proyek ini katanya solusi, kenapa banjir malah tambah parah? Apa ini proyek formalitas untuk habiskan anggaran?” ungkap seorang warga yang kesal.

Tak hanya itu, warga juga menyebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, khususnya Kabid SDA Karawang, Dr. Aries, namun tidak pernah digubris. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya “main mata” antara pelaksana dan pejabat* dalam proyek tersebut.

Kami mendesak aparat penegak hukum (APH), seperti Kejaksaan dan Polres Karawang untuk segera turun tangan dan memeriksa proyek ini secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya manipulasi atau pelanggaran teknis, maka harus ditindak tegas dan diproses hukum tanpa pandang bulu.

Warga meminta Inspektorat dan BPK turun ke lapangan untuk audit investigatif agar dana hampir 1 miliar rupiah yang diambil dari uang rakyat tidak berujung pada kerugian negara.

“Cukup sudah proyek abal-abal berkedok pembangunan. Kami butuh solusi nyata, bukan permainan kotor yang merugikan rakyat!” tegas warga.


(Red)
Karawang – Proyek pembangunan saluran air (U-Ditch) di wilayah Nagasari, Karawang Barat, yang menelan anggaran fantastis hampir Rp880 juta kini dipertanyakan efektivitasnya. Alih-alih menjadi solusi, proyek tersebut justru memperparah banjir di kawasan belakang SMPN 5 Karawang setelah hujan deras mengguyur kota Karawang Kamis (04/12/2025).

Warga geram dan menduga kuat ada indikasi permainan anggaran dan proyek asal jadi. Pasalnya, sebelum U-Ditch dipasang, genangan air tidak separah sekarang. Namun setelah proyek rampung, air hujan justru tidak mengalir dan menyebabkan banjir hingga masuk ke rumah warga.

“Kalau proyek ini katanya solusi, kenapa banjir malah tambah parah? Apa ini proyek formalitas untuk habiskan anggaran?” ungkap seorang warga yang kesal.

Tak hanya itu, warga juga menyebut telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, khususnya Kabid SDA Karawang, Dr. Aries, namun tidak pernah digubris. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya “main mata” antara pelaksana dan pejabat* dalam proyek tersebut.

Kami mendesak aparat penegak hukum (APH), seperti Kejaksaan dan Polres Karawang untuk segera turun tangan dan memeriksa proyek ini secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya manipulasi atau pelanggaran teknis, maka harus ditindak tegas dan diproses hukum tanpa pandang bulu.

Warga meminta Inspektorat dan BPK turun ke lapangan untuk audit investigatif agar dana hampir 1 miliar rupiah yang diambil dari uang rakyat tidak berujung pada kerugian negara.

“Cukup sudah proyek abal-abal berkedok pembangunan. Kami butuh solusi nyata, bukan permainan kotor yang merugikan rakyat!” tegas warga.


(Red)

Kamis, 04 Desember 2025

Kajari Agam Beserta Rombongan Dan Donatur Dari Provinsi Lain Menyerahkan Bantuan Sembako Ke Posko Tanjung Mutiara











 Kabupaten Agam - Pasca bencana longsor dan banjir yang melanda kabupaten Agam dan daerah lainnya di provinsi Sumatera Barat, posko pengungsian kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, masih didatangi oleh para donatur, baik komunitas dan organisasi lainnya yang ikut turun tangan membantu para korban bencana alam dan banjir.

Salah satunya tampak hadir dan turun langsung ke Posko bencana banjir di kecamatan Tanjung Mutiara, kajari kabupaten Agam, kasi Intel kejaksaan kabupaten Agam, beserta jajaran staff kejaksaan kabupaten Agam mewakili keluarga IAD pusat, selanjutnya, IKD (ikatan keluarga Dewan) kabupaten Agam, PKDP Riau, yang turun langsung membantu keluarga yang terdampak bencana banjir dan longsor di posko pengungsian korban banjir di kecamatan Tanjung Mutiara.


Dengan hubungan dan jalinan kekeluargaan yang kuat antara pemerintah kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten, kota dan provinsi lain, sehingga bantuan untuk korban bencana alam ini terus berdatangan.


Tampak disela kesibukan tersebut jajaran polsek, camat, wali nagari, babinsa dan babinkamtibmas yang turun langsung membantu menerima bantuan, dan siap mengantar bantuan ke beberapa nagari yang terkena korban benca alam tersebut.


Kajari kabupaten Agam, Rully ketika ditemui di posko pengungsian bencana di kecamatan Tanjung Mutiara Rabu (3/12/25) disela kunjungannya beliau menyampaikan, kami dari kejaksaan negeri Agam hari ini kita menyalurkan bantuan dari IAD pusat, bantuan sudah kami salurkan dibeberapa titik, tentunya diposko utama kantor Bupati kabupaten Agam, sudah kita salurkan baik berupa sembako, makanan, obat-obatan dan lainnya, untuk hari ini kita salurkan bantuan ke kecamatan Tanjung Mutiara. Kami dari kejaksaan kabupaten Agam berharap agar bantuan ini bisa membantu meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana, imbuhnya.


Camat Tanjung Mutiara dan juga sebagai Dansatgas kecamatan Tanjung Mutiara Edo disela kesibukannya diposko kecamatan Tanjung Mutiara beliau menyampaikan, Terimakasih sebelumnya kami ucapkan kepada donatur yang sudah memberikan bantuan, kami atas nama pemerintahan kecamatan Tanjung Mutiara mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur. Memang sudah banyak logistik yang berdatangan dan sudah tersalurkan juga, baik untuk kebutuhan posko dan dapur umum yang sangat memadai. Kalau berupa logistik makanan dan beberapa sembako dan kebutuhan lainnya sudah kami distribusikan kebeberapa jorong yang terdampak dan terisolasi oleh banjir. Saat sekarang yang dibutuhkan masyarakat kita berupa pempers bayi, pempers orang dewasa dan pakaian dalam, imbuhnya.


Disisi lain kapolsek Tanjung Mutiara “Robi”, disela kesibukannya beliau menyampaikan, kami dari jajaran polsek Tanjung Mutiara berusaha mengirim pasokan logistik makanan dan sembako ke jorong-jorong yang ada dikecamatan Tanjung Mutiara yang masih terisolasi diposko yang sudah kami sediakan dijorong-jorong, mungkin untuk hari ini kami bergerak ke Nagari Tiku V Jorong tepatnya di jorong Masang, Imbuhnya.


Lebih lanjut disampaikannya, Untuk posko bencana ini sendiri, tiga hari kedepan masih kita sediakan, mungkin kalau cuaca sudah membaik dan pulih kembali, masyarakat yang mengungsi akan kembali kerumah mereka, tutupnya.


Team











 Kabupaten Agam - Pasca bencana longsor dan banjir yang melanda kabupaten Agam dan daerah lainnya di provinsi Sumatera Barat, posko pengungsian kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, masih didatangi oleh para donatur, baik komunitas dan organisasi lainnya yang ikut turun tangan membantu para korban bencana alam dan banjir.

Salah satunya tampak hadir dan turun langsung ke Posko bencana banjir di kecamatan Tanjung Mutiara, kajari kabupaten Agam, kasi Intel kejaksaan kabupaten Agam, beserta jajaran staff kejaksaan kabupaten Agam mewakili keluarga IAD pusat, selanjutnya, IKD (ikatan keluarga Dewan) kabupaten Agam, PKDP Riau, yang turun langsung membantu keluarga yang terdampak bencana banjir dan longsor di posko pengungsian korban banjir di kecamatan Tanjung Mutiara.


Dengan hubungan dan jalinan kekeluargaan yang kuat antara pemerintah kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten, kota dan provinsi lain, sehingga bantuan untuk korban bencana alam ini terus berdatangan.


Tampak disela kesibukan tersebut jajaran polsek, camat, wali nagari, babinsa dan babinkamtibmas yang turun langsung membantu menerima bantuan, dan siap mengantar bantuan ke beberapa nagari yang terkena korban benca alam tersebut.


Kajari kabupaten Agam, Rully ketika ditemui di posko pengungsian bencana di kecamatan Tanjung Mutiara Rabu (3/12/25) disela kunjungannya beliau menyampaikan, kami dari kejaksaan negeri Agam hari ini kita menyalurkan bantuan dari IAD pusat, bantuan sudah kami salurkan dibeberapa titik, tentunya diposko utama kantor Bupati kabupaten Agam, sudah kita salurkan baik berupa sembako, makanan, obat-obatan dan lainnya, untuk hari ini kita salurkan bantuan ke kecamatan Tanjung Mutiara. Kami dari kejaksaan kabupaten Agam berharap agar bantuan ini bisa membantu meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana, imbuhnya.


Camat Tanjung Mutiara dan juga sebagai Dansatgas kecamatan Tanjung Mutiara Edo disela kesibukannya diposko kecamatan Tanjung Mutiara beliau menyampaikan, Terimakasih sebelumnya kami ucapkan kepada donatur yang sudah memberikan bantuan, kami atas nama pemerintahan kecamatan Tanjung Mutiara mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur. Memang sudah banyak logistik yang berdatangan dan sudah tersalurkan juga, baik untuk kebutuhan posko dan dapur umum yang sangat memadai. Kalau berupa logistik makanan dan beberapa sembako dan kebutuhan lainnya sudah kami distribusikan kebeberapa jorong yang terdampak dan terisolasi oleh banjir. Saat sekarang yang dibutuhkan masyarakat kita berupa pempers bayi, pempers orang dewasa dan pakaian dalam, imbuhnya.


Disisi lain kapolsek Tanjung Mutiara “Robi”, disela kesibukannya beliau menyampaikan, kami dari jajaran polsek Tanjung Mutiara berusaha mengirim pasokan logistik makanan dan sembako ke jorong-jorong yang ada dikecamatan Tanjung Mutiara yang masih terisolasi diposko yang sudah kami sediakan dijorong-jorong, mungkin untuk hari ini kami bergerak ke Nagari Tiku V Jorong tepatnya di jorong Masang, Imbuhnya.


Lebih lanjut disampaikannya, Untuk posko bencana ini sendiri, tiga hari kedepan masih kita sediakan, mungkin kalau cuaca sudah membaik dan pulih kembali, masyarakat yang mengungsi akan kembali kerumah mereka, tutupnya.


Team

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done