Rabu, 17 Desember 2025
Selasa, 16 Desember 2025
Jurnalis AKPERSI Karawang Kolaborasi dengan Relawan TREK Bantu Pasien yang Sempat Ditolak Sejumlah Rumah Sakit.
DPC Akpersi Kabupaten Karawang Jalin Silaturahmi dengan Ketua APDESI Jawa Barat Sukarya., WK., SH
Minggu, 14 Desember 2025
Ketua Gapoktan Iphps Sambut Baik Kehadiran AKPERSI: Harapan Baru untuk Suara Masyarakat Penggarap
Karawang, 14 Desember 2025 – Kedatangan rekan-rekan dari Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Kabupaten Karawang disambut hangat oleh Ketua Gapoktan Iphps, H. Wardi. Dalam momen silaturahmi tersebut, H. Wardi menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kehadiran AKPERSI sebagai mitra strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya petani penggarap.
“Kita mah senang ya, menyambut baik. Apalagi tujuannya mulia, untuk kepentingan orang banyak,” ujar H. Wardi. Ia menekankan bahwa terbentuknya wadah media seperti AKPERSI diharapkan mampu memperkuat arus informasi yang selama ini sulit tersampaikan, terutama terkait keluhan masyarakat penggarap.
Lebih lanjut, H. Wardi berharap DPC AKPERSI kabupaten Karawang dapat menjadi jembatan efektif antara masyarakat dan pemerintah. “Semoga versi ini bisa bantu menyampaikan keluhan masyarakat, khususnya penggarap, agar bisa sampai ke instansi terkait. Supaya pertanian dan ketahanan pangan benar-benar tercapai,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, meskipun itu bukan bidang utama organisasi pers. “Kalau diniati baik, saya kira enggak ada masalah. Justru bisa jadi bagian dari perjuangan bersama untuk kebaikan masyarakat,” tambahnya.
Dengan ribuan masyarakat penggarap di wilayahnya, H. Wardi optimis AKPERSI akan menjadi mitra strategis dalam mengawal isu-isu pertanian dan sosial secara objektif dan bermanfaat.
“Harapan kami, AKPERSI hadir bukan hanya jadi penyampai berita, tapi juga pengawal aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi)
Karawang, 14 Desember 2025 – Kedatangan rekan-rekan dari Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Kabupaten Karawang disambut hangat oleh Ketua Gapoktan Iphps, H. Wardi. Dalam momen silaturahmi tersebut, H. Wardi menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kehadiran AKPERSI sebagai mitra strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya petani penggarap.
“Kita mah senang ya, menyambut baik. Apalagi tujuannya mulia, untuk kepentingan orang banyak,” ujar H. Wardi. Ia menekankan bahwa terbentuknya wadah media seperti AKPERSI diharapkan mampu memperkuat arus informasi yang selama ini sulit tersampaikan, terutama terkait keluhan masyarakat penggarap.
Lebih lanjut, H. Wardi berharap DPC AKPERSI kabupaten Karawang dapat menjadi jembatan efektif antara masyarakat dan pemerintah. “Semoga versi ini bisa bantu menyampaikan keluhan masyarakat, khususnya penggarap, agar bisa sampai ke instansi terkait. Supaya pertanian dan ketahanan pangan benar-benar tercapai,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, meskipun itu bukan bidang utama organisasi pers. “Kalau diniati baik, saya kira enggak ada masalah. Justru bisa jadi bagian dari perjuangan bersama untuk kebaikan masyarakat,” tambahnya.
Dengan ribuan masyarakat penggarap di wilayahnya, H. Wardi optimis AKPERSI akan menjadi mitra strategis dalam mengawal isu-isu pertanian dan sosial secara objektif dan bermanfaat.
“Harapan kami, AKPERSI hadir bukan hanya jadi penyampai berita, tapi juga pengawal aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi)
Sabtu, 13 Desember 2025
Diduga P3A Cidera ii Kinerja Bupati Muaro Bungo.
Kabupaten Agam - Penyaluran Bupati Bungo Berikan bantuan ke Kabupaten Agam memunculkan dugaan ketidak wajaran setelah tim donasi menurunkan sembako di rumah Ketua P3A, di sorot meski warga menyebut wilayah,Maninjau,kampung Paninjauaan,Kecamatan Tanjung Raya.tersebut tidak terdampak bencana,Kamis : 11 Desember 2025
Tiga mobil berisi bantuan sosial dilaporkan langsung dibongkar di kediaman LR. Namun, proses pembongkaran bukan dilakukan oleh relawan maupun warga terdampak, melainkan oleh keluarga Ketua P3A sendiri yg Keberadaan nya di kampung paninjauaan,kecamatan tanjung raya,maninjau.Hal ini menguatkan kecurigaan bahwa bantuan tersebut tidak disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sejumlah warga sekitar mengaku heran. Mereka menilai bantuan itu tidak relewan karena tidak ada bencana besar di kampung,paninjauaan tersebut.
“Di sini tidak ada bencana. Hanya air sedikit meluap, tidak ada gelodo, tidak ada rumah rusak, tidak ada korban. Kami aman,” ujar seorang warga yang merupakan tetangga LR.
Ia menegaskan, bila terjadi bencana, biasanya BPBD Agam akan langsung turun.
“Kalau ada musibah, BPBD pasti datang. Tapi sekarang tidak ada apa - apa,” katanya.
Fakta di lapangan ini memunculkan tanda tanya besar,mengapa bantuan diturunkan di rumah pejabat P3A, bukan di titik bencana atau kepada warga yang membutuhkan...?
Sejumlah pihak kini meminta klarifikasi resmi dari ketua P3A dan otoritas terkait untuk menjelaskan alur penyaluran bantuan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak LR.maupun unsur dari pemerintah daerah Agam.
(Redaksi)
Kabupaten Agam - Penyaluran Bupati Bungo Berikan bantuan ke Kabupaten Agam memunculkan dugaan ketidak wajaran setelah tim donasi menurunkan sembako di rumah Ketua P3A, di sorot meski warga menyebut wilayah,Maninjau,kampung Paninjauaan,Kecamatan Tanjung Raya.tersebut tidak terdampak bencana,Kamis : 11 Desember 2025
Tiga mobil berisi bantuan sosial dilaporkan langsung dibongkar di kediaman LR. Namun, proses pembongkaran bukan dilakukan oleh relawan maupun warga terdampak, melainkan oleh keluarga Ketua P3A sendiri yg Keberadaan nya di kampung paninjauaan,kecamatan tanjung raya,maninjau.Hal ini menguatkan kecurigaan bahwa bantuan tersebut tidak disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sejumlah warga sekitar mengaku heran. Mereka menilai bantuan itu tidak relewan karena tidak ada bencana besar di kampung,paninjauaan tersebut.
“Di sini tidak ada bencana. Hanya air sedikit meluap, tidak ada gelodo, tidak ada rumah rusak, tidak ada korban. Kami aman,” ujar seorang warga yang merupakan tetangga LR.
Ia menegaskan, bila terjadi bencana, biasanya BPBD Agam akan langsung turun.
“Kalau ada musibah, BPBD pasti datang. Tapi sekarang tidak ada apa - apa,” katanya.
Fakta di lapangan ini memunculkan tanda tanya besar,mengapa bantuan diturunkan di rumah pejabat P3A, bukan di titik bencana atau kepada warga yang membutuhkan...?
Sejumlah pihak kini meminta klarifikasi resmi dari ketua P3A dan otoritas terkait untuk menjelaskan alur penyaluran bantuan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak LR.maupun unsur dari pemerintah daerah Agam.
(Redaksi)

