VERSITNEWS

Selasa, 06 Januari 2026

Mutasi ASN dan Merger OPD, Pemkab Karawang Siapkan Format Baru Pelayanan Publik

KARAWANG - Mutasi dan rotasi jabatan secara besar-besaran dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Sebelumnya pada Rabu (31/12/2025), sebanyak 7 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 83 orang Pejabat Administrator, 121 orang Pejabat Pengawas, 5 orang Kepala Puskesmas, serta 46 orang ASN yang mendapatkan kenaikan Jabatan Fungsional.

Kali ini Senin (5/1/2026), 63 pejabat struktural terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala pengawas, dan satu kepala puskesmas, kembali dilakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Bukan hanya mutasi dan rotasi jabatan, Bupati Aep juga melakukan merger, perampingan, hingga penambahan beban kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang konsekuensinya menghilangkan sejumlah posisi jabatan strategis di beberapa dinas dan menambah beban kerja pejabat.

Sebut saja seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, Dinas Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menenga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Menyikapi kebijakan Bupati Aep ini, sebagian ASN dikabarkan mulai gerah dan geleng-geleng kepala. Bahkan sebagian pejabat dikabarkan telah memberikan penilaian, jika Bupati Aep mulai kejam kepada ASN dengan kebijakan-kebijakan birokrasi yang dilakukannya.

Menyikapi isu ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH berpendapat, jika kebijakan mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Bupati Aep adalah dalam rangka merealisasikan janji politiknya ke masyarakat. Yaitu dalam rangka membangun birokrasi yang sehat, efektif, efisien dan akuntabel.

Hal ini perlu dilakukan, agar setiap realisasi program pembangunan di setiap dinas berjalan lebih cepat dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Disampaikan Askun (sapaan akrab), ia sepakat dengan kebijakan Bupati Aep yang akan mengevaluasi kinerja (Evkin) pejabat setiap 6 bulan sekali. Yaitu dimana setiap pejabat akan mendapatkan reward dan sanksi atas kinerjanya.

"Pernyataan inilah (Evkin) yang saya tunggu-tunggu dari Bupati. Hal ini harus dilakukan, demi menciptakan birokrasi yang profesional dan proporsional," tutur Askun, Senin (5/1/2026).

Menurut Askun, harus diakui bahwa apa yang dilakukan Bupati Aep sudah mulai terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yaitu dari mulai program infrastruktur yang bersifat ikonik dan monumental, hingga beberapa program bantuan langsung yang dirasakan masyarakat kecil.

"Tapi demikian, Bupati Aep bukan-lah Sangkuriang yang hari ini kerja besok harus jadi, semuanya juga butuh waktu. Namun demikian tentu harus didukung oleh kinerja para pejabatnya yang bisa gerak cepat," tegas Askun.

Sisi lain, Askun juga memberikan masukan kepada Bupati Aep tentang kinerja Barjas yang masih perlu dievaluasi. Yaitu dari mulai persoalan keberadaan tenaga ahli dan konsultan yang tidak jelas, hingga persoalan beberapa pekerjaan yang tidak selesai (lewat masa kalender).

"Saya minta Bupati Aep juga evaluasi kinerja Barjas. Rotasi dan mutasi saja bagi mereka (pejabat) yang kerjanya masih lelet. Pertama, masih ada beberapa pekerjaan yang lewat tahun. Kedua, pekerjaan-pekerjaan mega project masih didomniasi pengusaha dari luar Karawang, dari mulai Sulawesi hingga Bandung. Sementara pengusaha asli Karawang hanya kebagian mengerjakan proyek-proyek kecil," katanya.

"Insha Allah, Bupati Aep setuju dengan masukan ini. Karena membangun birokrasi yang sehat, profesional dan akuntabel memang sedang dilakukan beliau. Terakhir saya sampaikan, kebijakan rotasi dan mutasi Bupati Aep itu kejam. Tetapi itu hanya kata ASN pemalas saja," tutup Askun.

Redaksi 
KARAWANG - Mutasi dan rotasi jabatan secara besar-besaran dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Sebelumnya pada Rabu (31/12/2025), sebanyak 7 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 83 orang Pejabat Administrator, 121 orang Pejabat Pengawas, 5 orang Kepala Puskesmas, serta 46 orang ASN yang mendapatkan kenaikan Jabatan Fungsional.

Kali ini Senin (5/1/2026), 63 pejabat struktural terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala pengawas, dan satu kepala puskesmas, kembali dilakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Bukan hanya mutasi dan rotasi jabatan, Bupati Aep juga melakukan merger, perampingan, hingga penambahan beban kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang konsekuensinya menghilangkan sejumlah posisi jabatan strategis di beberapa dinas dan menambah beban kerja pejabat.

Sebut saja seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, Dinas Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menenga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Menyikapi kebijakan Bupati Aep ini, sebagian ASN dikabarkan mulai gerah dan geleng-geleng kepala. Bahkan sebagian pejabat dikabarkan telah memberikan penilaian, jika Bupati Aep mulai kejam kepada ASN dengan kebijakan-kebijakan birokrasi yang dilakukannya.

Menyikapi isu ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH berpendapat, jika kebijakan mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Bupati Aep adalah dalam rangka merealisasikan janji politiknya ke masyarakat. Yaitu dalam rangka membangun birokrasi yang sehat, efektif, efisien dan akuntabel.

Hal ini perlu dilakukan, agar setiap realisasi program pembangunan di setiap dinas berjalan lebih cepat dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Disampaikan Askun (sapaan akrab), ia sepakat dengan kebijakan Bupati Aep yang akan mengevaluasi kinerja (Evkin) pejabat setiap 6 bulan sekali. Yaitu dimana setiap pejabat akan mendapatkan reward dan sanksi atas kinerjanya.

"Pernyataan inilah (Evkin) yang saya tunggu-tunggu dari Bupati. Hal ini harus dilakukan, demi menciptakan birokrasi yang profesional dan proporsional," tutur Askun, Senin (5/1/2026).

Menurut Askun, harus diakui bahwa apa yang dilakukan Bupati Aep sudah mulai terlihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yaitu dari mulai program infrastruktur yang bersifat ikonik dan monumental, hingga beberapa program bantuan langsung yang dirasakan masyarakat kecil.

"Tapi demikian, Bupati Aep bukan-lah Sangkuriang yang hari ini kerja besok harus jadi, semuanya juga butuh waktu. Namun demikian tentu harus didukung oleh kinerja para pejabatnya yang bisa gerak cepat," tegas Askun.

Sisi lain, Askun juga memberikan masukan kepada Bupati Aep tentang kinerja Barjas yang masih perlu dievaluasi. Yaitu dari mulai persoalan keberadaan tenaga ahli dan konsultan yang tidak jelas, hingga persoalan beberapa pekerjaan yang tidak selesai (lewat masa kalender).

"Saya minta Bupati Aep juga evaluasi kinerja Barjas. Rotasi dan mutasi saja bagi mereka (pejabat) yang kerjanya masih lelet. Pertama, masih ada beberapa pekerjaan yang lewat tahun. Kedua, pekerjaan-pekerjaan mega project masih didomniasi pengusaha dari luar Karawang, dari mulai Sulawesi hingga Bandung. Sementara pengusaha asli Karawang hanya kebagian mengerjakan proyek-proyek kecil," katanya.

"Insha Allah, Bupati Aep setuju dengan masukan ini. Karena membangun birokrasi yang sehat, profesional dan akuntabel memang sedang dilakukan beliau. Terakhir saya sampaikan, kebijakan rotasi dan mutasi Bupati Aep itu kejam. Tetapi itu hanya kata ASN pemalas saja," tutup Askun.

Redaksi 

Senin, 05 Januari 2026

PISAH SAMBUT KAPOLSEK TENJO, IPTU AGRIPINUS,.S.H,. DIGANTIKAN IPTU HENDRIK HARTONO,.S.H.M.H

 Tenjo – Polsek Tenjo Polres Bogor melaksanakan kegiatan pisah sambut jabatan Kapolsek Tenjo pada Senin (05/01/2026) di Mapolsek Tenjo. Pejabat lama IPTU Agripinus Motani Zalukhu, S.H. menyerahkan tugas kepada pejabat baru IPTU Hendrik Hartono, S.H., M.H.
 
Acara dihadiri jajaran anggota Polsek Tenjo, perwakilan unsur terkait, serta beberapa tokoh organisasi profesi polisi dan masyarakat, antara lain Ketua APDESI DPK Kac.Tenjo Kab.Bogor. Sopyan Aji Sabela, serta SEKJEND DPP AKPERSI ( Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ). Budianto, C.BJ., C.ILJ, Ketua AKPERSI DPC Kabupaten Bogor Supriyanto, C.BJ., C.ILJ, dan Sekretaris DPC Kabupaten Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
 
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Agripinus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota dan masyarakat Kecamatan Tenjo atas dukungan selama menjabat, serta memohon doa restu untuk tugas baru.
 
Sementara itu, IPTU Hendrik Hartono memperkenalkan diri dan menyampaikan komitmen untuk melanjutkan serta meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah tersebut. "Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh anggota serta masyarakat Kecamatan Tenjo agar saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik, membantu masyarakat, dan mengayomi seluruh elemen yang ada," ucapnya.
 
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif di Kecamatan Tenjo.
 
 
 
Humas Polres Bogor
 Tenjo – Polsek Tenjo Polres Bogor melaksanakan kegiatan pisah sambut jabatan Kapolsek Tenjo pada Senin (05/01/2026) di Mapolsek Tenjo. Pejabat lama IPTU Agripinus Motani Zalukhu, S.H. menyerahkan tugas kepada pejabat baru IPTU Hendrik Hartono, S.H., M.H.
 
Acara dihadiri jajaran anggota Polsek Tenjo, perwakilan unsur terkait, serta beberapa tokoh organisasi profesi polisi dan masyarakat, antara lain Ketua APDESI DPK Kac.Tenjo Kab.Bogor. Sopyan Aji Sabela, serta SEKJEND DPP AKPERSI ( Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ). Budianto, C.BJ., C.ILJ, Ketua AKPERSI DPC Kabupaten Bogor Supriyanto, C.BJ., C.ILJ, dan Sekretaris DPC Kabupaten Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
 
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Agripinus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota dan masyarakat Kecamatan Tenjo atas dukungan selama menjabat, serta memohon doa restu untuk tugas baru.
 
Sementara itu, IPTU Hendrik Hartono memperkenalkan diri dan menyampaikan komitmen untuk melanjutkan serta meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah tersebut. "Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh anggota serta masyarakat Kecamatan Tenjo agar saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik, membantu masyarakat, dan mengayomi seluruh elemen yang ada," ucapnya.
 
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif di Kecamatan Tenjo.
 
 
 
Humas Polres Bogor

AKPERSI Karawang Jalin Sinergi dengan APDESI, Dorong Kolaborasi Pembangunan dan Keterbukaan Informasi

KARAWANG – Dalam upaya mempererat kemitraan dan membangun sinergi yang kuat antar lembaga, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang melakukan silaturahmi ke Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, H. Margono, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mulyasari, pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi antara insan pers dan pemerintah desa untuk bersama-sama mendorong pembangunan daerah yang partisipatif dan terbuka.

Ketua AKPERSI Karawang, Ferimaulana, menyampaikan bahwa kehadiran AKPERSI bukan hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.

“Silaturahmi ini sebagai langkah awal membangun komunikasi yang sehat antara media dan kepala desa. Kami berharap, ke depan APDESI dan AKPERSI bisa saling mendukung dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan informatif,” ujar Ferimaulana.

Sementara itu, Ketua APDESI Karawang, H. Margono menyambut baik inisiatif AKPERSI. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyuarakan capaian-capaian pembangunan desa sekaligus menjadi sarana edukasi publik terhadap program-program pemerintah.

“Kami siap bersinergi dan membuka ruang kolaborasi dengan media, khususnya AKPERSI. Dengan komunikasi yang baik, informasi pembangunan desa bisa tersampaikan secara benar dan objektif kepada masyarakat,” kata H.Margono.

Kedua belah pihak sepakat untuk membangun kolaborasi ke depan melalui kegiatan pelatihan, publikasi program desa, serta penguatan kapasitas komunikasi publik pemerintah desa.

Pertemuan ini diakhiri dengan penyerahan dokumen kemitraan awal sebagai bentuk komitmen bersama antara AKPERSI dan APDESI dalam mendukung keterbukaan informasi publik dan pembangunan yang berkelanjutan di desa-desa se-Kabupaten Karawang.


Red 
KARAWANG – Dalam upaya mempererat kemitraan dan membangun sinergi yang kuat antar lembaga, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang melakukan silaturahmi ke Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, H. Margono, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mulyasari, pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi antara insan pers dan pemerintah desa untuk bersama-sama mendorong pembangunan daerah yang partisipatif dan terbuka.

Ketua AKPERSI Karawang, Ferimaulana, menyampaikan bahwa kehadiran AKPERSI bukan hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.

“Silaturahmi ini sebagai langkah awal membangun komunikasi yang sehat antara media dan kepala desa. Kami berharap, ke depan APDESI dan AKPERSI bisa saling mendukung dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan informatif,” ujar Ferimaulana.

Sementara itu, Ketua APDESI Karawang, H. Margono menyambut baik inisiatif AKPERSI. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyuarakan capaian-capaian pembangunan desa sekaligus menjadi sarana edukasi publik terhadap program-program pemerintah.

“Kami siap bersinergi dan membuka ruang kolaborasi dengan media, khususnya AKPERSI. Dengan komunikasi yang baik, informasi pembangunan desa bisa tersampaikan secara benar dan objektif kepada masyarakat,” kata H.Margono.

Kedua belah pihak sepakat untuk membangun kolaborasi ke depan melalui kegiatan pelatihan, publikasi program desa, serta penguatan kapasitas komunikasi publik pemerintah desa.

Pertemuan ini diakhiri dengan penyerahan dokumen kemitraan awal sebagai bentuk komitmen bersama antara AKPERSI dan APDESI dalam mendukung keterbukaan informasi publik dan pembangunan yang berkelanjutan di desa-desa se-Kabupaten Karawang.


Red 

Sabtu, 03 Januari 2026

AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H. Resmi Purna Tugas, Polsek Parung Panjang Gelar Acara Penghormatan

Parung Panjang — Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai acara purna tugas AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H., yang digelar pada Jumat, 03 Januari 2026, di wilayah Kecamatan Parung Panjang. Acara ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian beliau selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri, khususnya di Polsek Parung Panjang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, TNI, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan. Hadir dalam kesempatan itu Camat Parung Panjang Chairuka Judhyanto, M.S.i., Danramil Parung Panjang Kapten Inf. Masrul, Ketua APDESI Parung Panjang Acep Humaedi, para Kepala Desa se-Kecamatan Parung Panjang, serta Kepala Desa Lumpang Caning selaku tuan rumah dan Ketua AKPERSl DPC Bogor Supriyanto, C.BJ., C.ILJ. serta Sekda AKPERSl DPC Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ. serta jajaran AKPERSl DPC Bogor.

Turut hadir, Yanto selaku Owner Jati Ombo, Ketua Karang Taruna Kecamatan Parung Panjang Medi Susanto, Ketua MUI Parung Panjang Ustadz Adnan, Ketua KNPI Parung Panjang, Aya, para Kepala Dusun Desa Lumpang, RT dan RW se-Desa Lumpang, jajaran Polsek Parung Panjang, Tim Rescue Puskesmas Parung Panjang, serta Ketua POKDAR Ade Sadun beserta anggota se-Kecamatan Parung Panjang, dan Budianto, C.BJ., C.ILJ. Pimpinan Umum Media Suara NKRI News.

Dalam arahannya, Camat Parung Panjang Drs.Chairuka Judhyanto, M.S.i., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H., dalam menjaga stabilitas keamanan dan membangun sinergi lintas sektor di Parung Panjang. Hal senada juga disampaikan oleh Danramil Parung Panjang Kapten Inf. Masrul, yang menekankan pentingnya kebersamaan TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu, dalam sambutannya, AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pemerintahan, instansi, serta organisasi masyarakat di Kecamatan Parung Panjang yang selama ini telah mendukung tugas-tugas kepolisian. Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh jajaran Polsek Parung Panjang agar terus menjaga profesionalisme, soliditas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban tidak bisa diwujudkan sendiri, tetapi melalui kerja sama dan kepedulian semua pihak,” ujar AKBP Suharto.

Acara purna tugas ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan serta penghormatan atas pengabdian AKBP Dr. Suharto, D.H., M.H., kepada institusi Polri dan masyarakat Parung Panjang.

Redaksi 
Parung Panjang — Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai acara purna tugas AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H., yang digelar pada Jumat, 03 Januari 2026, di wilayah Kecamatan Parung Panjang. Acara ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian beliau selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri, khususnya di Polsek Parung Panjang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, TNI, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan. Hadir dalam kesempatan itu Camat Parung Panjang Chairuka Judhyanto, M.S.i., Danramil Parung Panjang Kapten Inf. Masrul, Ketua APDESI Parung Panjang Acep Humaedi, para Kepala Desa se-Kecamatan Parung Panjang, serta Kepala Desa Lumpang Caning selaku tuan rumah dan Ketua AKPERSl DPC Bogor Supriyanto, C.BJ., C.ILJ. serta Sekda AKPERSl DPC Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ. serta jajaran AKPERSl DPC Bogor.

Turut hadir, Yanto selaku Owner Jati Ombo, Ketua Karang Taruna Kecamatan Parung Panjang Medi Susanto, Ketua MUI Parung Panjang Ustadz Adnan, Ketua KNPI Parung Panjang, Aya, para Kepala Dusun Desa Lumpang, RT dan RW se-Desa Lumpang, jajaran Polsek Parung Panjang, Tim Rescue Puskesmas Parung Panjang, serta Ketua POKDAR Ade Sadun beserta anggota se-Kecamatan Parung Panjang, dan Budianto, C.BJ., C.ILJ. Pimpinan Umum Media Suara NKRI News.

Dalam arahannya, Camat Parung Panjang Drs.Chairuka Judhyanto, M.S.i., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H., dalam menjaga stabilitas keamanan dan membangun sinergi lintas sektor di Parung Panjang. Hal senada juga disampaikan oleh Danramil Parung Panjang Kapten Inf. Masrul, yang menekankan pentingnya kebersamaan TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu, dalam sambutannya, AKBP Dr. Suharto, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pemerintahan, instansi, serta organisasi masyarakat di Kecamatan Parung Panjang yang selama ini telah mendukung tugas-tugas kepolisian. Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh jajaran Polsek Parung Panjang agar terus menjaga profesionalisme, soliditas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban tidak bisa diwujudkan sendiri, tetapi melalui kerja sama dan kepedulian semua pihak,” ujar AKBP Suharto.

Acara purna tugas ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan serta penghormatan atas pengabdian AKBP Dr. Suharto, D.H., M.H., kepada institusi Polri dan masyarakat Parung Panjang.

Redaksi 

Pembangunan IGD RSUD Karawang Hampir Rampung, Pemkab Targetkan Selesai 2027

Karawang, 3 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan bahwa pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang telah memasuki tahap akhir, dengan progres fisik mencapai sekitar 99 persen.
Pembangunan IGD ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Karawang dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan secara cepat dan profesional.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa fasilitas yang disiapkan sangat lengkap dan representatif, termasuk pelayanan khusus untuk bayi. Dari total 30 ruang IGD yang dibangun, lima ruang dikhususkan untuk bayi yang membutuhkan penanganan gawat darurat.

“Alhamdulillah, progres pembangunan IGD RSUD Karawang sudah hampir selesai. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata,” ujar Bupati Aep.

Ia juga menambahkan bahwa penyempurnaan pembangunan RSUD Karawang secara keseluruhan ditargetkan rampung pada tahun 2027, dengan menyesuaikan pada kemampuan keuangan daerah serta tahapan perencanaan yang matang.

“Fokus kami adalah kualitas dan fungsionalitas. Tahun 2026 kita maksimalkan untuk penyempurnaan, dan insya Allah 2027 bisa selesai seluruhnya,” tambahnya.

Dengan rampungnya pembangunan IGD, diharapkan RSUD Karawang semakin siap menangani kondisi darurat medis dan mampu menjadi pusat rujukan yang lebih baik bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Pemkab Karawang juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan serta memastikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tanggap di RSUD ke depan.


Red 
Karawang, 3 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan bahwa pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang telah memasuki tahap akhir, dengan progres fisik mencapai sekitar 99 persen.
Pembangunan IGD ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Karawang dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan secara cepat dan profesional.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa fasilitas yang disiapkan sangat lengkap dan representatif, termasuk pelayanan khusus untuk bayi. Dari total 30 ruang IGD yang dibangun, lima ruang dikhususkan untuk bayi yang membutuhkan penanganan gawat darurat.

“Alhamdulillah, progres pembangunan IGD RSUD Karawang sudah hampir selesai. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata,” ujar Bupati Aep.

Ia juga menambahkan bahwa penyempurnaan pembangunan RSUD Karawang secara keseluruhan ditargetkan rampung pada tahun 2027, dengan menyesuaikan pada kemampuan keuangan daerah serta tahapan perencanaan yang matang.

“Fokus kami adalah kualitas dan fungsionalitas. Tahun 2026 kita maksimalkan untuk penyempurnaan, dan insya Allah 2027 bisa selesai seluruhnya,” tambahnya.

Dengan rampungnya pembangunan IGD, diharapkan RSUD Karawang semakin siap menangani kondisi darurat medis dan mampu menjadi pusat rujukan yang lebih baik bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Pemkab Karawang juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan serta memastikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tanggap di RSUD ke depan.


Red 

Jumat, 02 Januari 2026

Partai Gerindra Karawang Gelar Program Khitan Gratis di Jomin Barat, Cikampek

Karawang – Jumat, 2 Januari 2026, Partai Gerindra Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat melalui program sosial Khitan Gratis (Khitanan Massal) yang digelar di Kampung Simpang Kebon Kelapa RT001/RW001, Desa Jomin Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan ini berlangsung di bawah komando Ketua DPC Gerindra Kabupaten Karawang, H. Ajang Supandi, SH, yang dikenal aktif dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat kecil. Dalam acara tersebut, tiga anak dari keluarga kurang mampu mendapat layanan khitan secara cuma-cuma, yakni:

1. Mulyana P  
2. Asep Suratis  
3. Suntono

Program khitanan gratis ini merupakan bagian dari agenda rutin DPC Partai Gerindra Karawang yang menitikberatkan pada pelayanan sosial langsung ke masyarakat, terutama di wilayah pelosok dan padat penduduk yang masih minim akses kesehatan terjangkau.
Ketua DPC Gerindra Karawang, H. Ajang Supandi, SH, melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian partai terhadap rakyat.

Gerindra hadir bukan hanya saat Pemilu, tetapi setiap saat rakyat membutuhkan. Kami ingin memastikan masyarakat Karawang merasakan langsung manfaat kehadiran Partai Gerindra di tengah-tengah mereka," ucapnya.

Masyarakat sekitar menyambut hangat kegiatan ini dan berharap Gerindra terus menjaga konsistensinya dalam menjalankan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

Semoga Ketua DPC H. Ajang Supandi, SH senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus mengabdi. Partai Gerindra, selalu ada di hati rakyat Karawang.

Red 
Karawang – Jumat, 2 Januari 2026, Partai Gerindra Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat melalui program sosial Khitan Gratis (Khitanan Massal) yang digelar di Kampung Simpang Kebon Kelapa RT001/RW001, Desa Jomin Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan ini berlangsung di bawah komando Ketua DPC Gerindra Kabupaten Karawang, H. Ajang Supandi, SH, yang dikenal aktif dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat kecil. Dalam acara tersebut, tiga anak dari keluarga kurang mampu mendapat layanan khitan secara cuma-cuma, yakni:

1. Mulyana P  
2. Asep Suratis  
3. Suntono

Program khitanan gratis ini merupakan bagian dari agenda rutin DPC Partai Gerindra Karawang yang menitikberatkan pada pelayanan sosial langsung ke masyarakat, terutama di wilayah pelosok dan padat penduduk yang masih minim akses kesehatan terjangkau.
Ketua DPC Gerindra Karawang, H. Ajang Supandi, SH, melalui perwakilannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian partai terhadap rakyat.

Gerindra hadir bukan hanya saat Pemilu, tetapi setiap saat rakyat membutuhkan. Kami ingin memastikan masyarakat Karawang merasakan langsung manfaat kehadiran Partai Gerindra di tengah-tengah mereka," ucapnya.

Masyarakat sekitar menyambut hangat kegiatan ini dan berharap Gerindra terus menjaga konsistensinya dalam menjalankan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

Semoga Ketua DPC H. Ajang Supandi, SH senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus mengabdi. Partai Gerindra, selalu ada di hati rakyat Karawang.

Red 

Berpesta di Atas Bencana: AKPERSI Kecam PaniGold, Minta Maaf Dinilai Sekadar Majas Pengabur Dosa

POHUWATO – Duka masih menyelimuti rakyat Pohuwato akibat bencana yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pertambangan, namun di saat yang sama PT Pani Gold Project (PaniGold) justru disorot karena menggelar pesta. Sikap tersebut menuai kecaman keras dari kalangan pers dan masyarakat sipil.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Gorontalo, Imran Uno, S.Pd.I., C.ILJ, angkat bicara dan mengecam keras sikap perusahaan tambang emas tersebut. Kepada media, Jum’at (2/1/2026), Imran menegaskan bahwa permintaan maaf PaniGold kepada warga Pohuwato hanyalah retorika kosong.

"Kata maaf PaniGold tak mampu membendung kekecewaan korban bencana Pohuwato. Itu cuma majas, bukan tanggung jawab,” tegas Imran.

Menurut Imran, pernyataan maaf yang disampaikan PaniGold tidak menyentuh akar persoalan dan justru terkesan sebagai upaya mengaburkan fakta serta membungkam kritik publik, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Ironisnya, lanjut Imran, ketika rakyat masih berkabung dan menata ulang kehidupan, PaniGold justru mempertontonkan wajah arogan dengan berpesta, seolah menutup mata atas penderitaan warga di sekitar wilayah operasional tambang.

"Ini bukan sekadar soal etika, tapi soal nurani. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan berpesta di atas air mata rakyat?” ujarnya geram.

Imran menegaskan, sikap AKPERSI bukan tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers memiliki peran sebagai kontrol sosial dan berhak menyampaikan kritik demi kepentingan publik. Upaya-upaya yang mengarah pada pembungkaman kritik, kata dia, merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi.

Tak hanya itu, Imran juga menyinggung Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang secara tegas mengatur tanggung jawab korporasi atas dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas usahanya.

"Kalau ada kerusakan, ada korban, maka tanggung jawab hukum dan moral tidak bisa ditutup dengan kata ‘maaf’. Negara sudah mengaturnya dengan jelas,” tambahnya.

AKPERSI, kata Imran, akan terus berada di garis depan bersama rakyat Pohuwato, mengawal isu ini agar tidak tenggelam oleh pencitraan dan narasi sepihak perusahaan. Ia menegaskan, pers tidak akan diam ketika keadilan sosial dan lingkungan diinjak-injak.

"Hari ini tokoh masyarakat bersuara, besok AKPERSI yang maju. Kami tidak akan berhenti. Duka rakyat Pohuwato tidak boleh dikalahkan oleh pesta korporasi,” tutup Imran Uno dengan nada tegas.
POHUWATO – Duka masih menyelimuti rakyat Pohuwato akibat bencana yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pertambangan, namun di saat yang sama PT Pani Gold Project (PaniGold) justru disorot karena menggelar pesta. Sikap tersebut menuai kecaman keras dari kalangan pers dan masyarakat sipil.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Gorontalo, Imran Uno, S.Pd.I., C.ILJ, angkat bicara dan mengecam keras sikap perusahaan tambang emas tersebut. Kepada media, Jum’at (2/1/2026), Imran menegaskan bahwa permintaan maaf PaniGold kepada warga Pohuwato hanyalah retorika kosong.

"Kata maaf PaniGold tak mampu membendung kekecewaan korban bencana Pohuwato. Itu cuma majas, bukan tanggung jawab,” tegas Imran.

Menurut Imran, pernyataan maaf yang disampaikan PaniGold tidak menyentuh akar persoalan dan justru terkesan sebagai upaya mengaburkan fakta serta membungkam kritik publik, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Ironisnya, lanjut Imran, ketika rakyat masih berkabung dan menata ulang kehidupan, PaniGold justru mempertontonkan wajah arogan dengan berpesta, seolah menutup mata atas penderitaan warga di sekitar wilayah operasional tambang.

"Ini bukan sekadar soal etika, tapi soal nurani. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan berpesta di atas air mata rakyat?” ujarnya geram.

Imran menegaskan, sikap AKPERSI bukan tanpa dasar. Ia menyebutkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers memiliki peran sebagai kontrol sosial dan berhak menyampaikan kritik demi kepentingan publik. Upaya-upaya yang mengarah pada pembungkaman kritik, kata dia, merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi.

Tak hanya itu, Imran juga menyinggung Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang secara tegas mengatur tanggung jawab korporasi atas dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas usahanya.

"Kalau ada kerusakan, ada korban, maka tanggung jawab hukum dan moral tidak bisa ditutup dengan kata ‘maaf’. Negara sudah mengaturnya dengan jelas,” tambahnya.

AKPERSI, kata Imran, akan terus berada di garis depan bersama rakyat Pohuwato, mengawal isu ini agar tidak tenggelam oleh pencitraan dan narasi sepihak perusahaan. Ia menegaskan, pers tidak akan diam ketika keadilan sosial dan lingkungan diinjak-injak.

"Hari ini tokoh masyarakat bersuara, besok AKPERSI yang maju. Kami tidak akan berhenti. Duka rakyat Pohuwato tidak boleh dikalahkan oleh pesta korporasi,” tutup Imran Uno dengan nada tegas.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done