VERSITNEWS

Senin, 15 Juni 2026

*"1 Muharram 1448 H, Pemkab Karawang Tegaskan Komitmen Bangun Karakter Masyarakat Religius"*


KARAWANG, – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran Forkopimcam Karawang Barat menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang. Momen pergantian tahun Hijriah ini dijadikan sebagai refleksi untuk memperkuat nilai religius dan kepedulian sosial demi terwujudnya Karawang Maju.


Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E didampingi Wakil Bupati H. Maslani, menegaskan bahwa semangat hijrah 1 Muharram harus menjadi pemantik perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar seremonial pergantian kalender, namun momentum untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, religius, dan berkeadilan sosial.


“Melalui semangat 1 Muharram 1448 H, mari kita tingkatkan kepedulian sosial dan perkuat kehidupan religius untuk mewujudkan Karawang Maju. Hijrah mengajarkan kita untuk terus bergerak, berbenah, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Bupati Aep Syaepuloh dalam keterangan resminya, Jumat (27/6/2026).


*Semangat Hijrah Jadi Fondasi Pembangunan Daerah*


Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menambahkan bahwa nilai-nilai hijrah sangat relevan dengan program pembangunan daerah. Gotong royong, integritas, dan kepedulian terhadap sesama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Karawang.


“Pemkab Karawang berkomitmen membangun daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang religius dan peduli. Semangat 1 Muharram ini harus kita implementasikan dalam kerja nyata, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke kelurahan,” tegas Maslani.


*Camat & Lurah Ajak Warga Maknai 1 Muharram dengan Aksi Nyata*


Di tingkat kecamatan, Camat Karawang Barat Agus Somantri, S.I.P., M.M mengajak seluruh warga untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan meningkatkan amal kebaikan. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat di tingkat kelurahan.


“Kami di Kecamatan Karawang Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi 1 Muharram dengan kegiatan positif. Perkuat silaturahmi, santuni anak yatim, jaga kerukunan antarwarga. Itulah hijrah yang sesungguhnya,” kata Agus Somantri.


Sementara itu, Lurah Karangpawitan Yadi Cahyadi, S.M menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh RT/RW untuk mengadakan kegiatan keagamaan menyambut 1 Muharram 1448 H. Mulai dari doa bersama, santunan, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan masjid.


“Semangat Karawang Maju harus dimulai dari kampung kita sendiri. Melalui kepedulian sosial dan kehidupan religius yang kuat, insyaAllah Karangpawitan dan Karawang Barat bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkap Yadi Cahyadi.


*Pemkab Karawang: Jaga Kerukunan & Perkuat Ukhuwah*


Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta ukhuwah basyariyah. Di tengah dinamika sosial saat ini, persatuan menjadi modal utama membangun Karawang yang aman, nyaman, dan sejahtera.


Keluarga besar Pemerintah Kabupaten Karawang mendoakan agar di tahun 1448 Hijriah ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Karawang.


“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga semangat hijrah membawa Karawang semakin maju, religius, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutup Bupati Aep Syaepuloh.



Red


KARAWANG, – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran Forkopimcam Karawang Barat menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang. Momen pergantian tahun Hijriah ini dijadikan sebagai refleksi untuk memperkuat nilai religius dan kepedulian sosial demi terwujudnya Karawang Maju.


Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E didampingi Wakil Bupati H. Maslani, menegaskan bahwa semangat hijrah 1 Muharram harus menjadi pemantik perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar seremonial pergantian kalender, namun momentum untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, religius, dan berkeadilan sosial.


“Melalui semangat 1 Muharram 1448 H, mari kita tingkatkan kepedulian sosial dan perkuat kehidupan religius untuk mewujudkan Karawang Maju. Hijrah mengajarkan kita untuk terus bergerak, berbenah, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Bupati Aep Syaepuloh dalam keterangan resminya, Jumat (27/6/2026).


*Semangat Hijrah Jadi Fondasi Pembangunan Daerah*


Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menambahkan bahwa nilai-nilai hijrah sangat relevan dengan program pembangunan daerah. Gotong royong, integritas, dan kepedulian terhadap sesama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Karawang.


“Pemkab Karawang berkomitmen membangun daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang religius dan peduli. Semangat 1 Muharram ini harus kita implementasikan dalam kerja nyata, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke kelurahan,” tegas Maslani.


*Camat & Lurah Ajak Warga Maknai 1 Muharram dengan Aksi Nyata*


Di tingkat kecamatan, Camat Karawang Barat Agus Somantri, S.I.P., M.M mengajak seluruh warga untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan meningkatkan amal kebaikan. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat di tingkat kelurahan.


“Kami di Kecamatan Karawang Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi 1 Muharram dengan kegiatan positif. Perkuat silaturahmi, santuni anak yatim, jaga kerukunan antarwarga. Itulah hijrah yang sesungguhnya,” kata Agus Somantri.


Sementara itu, Lurah Karangpawitan Yadi Cahyadi, S.M menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh RT/RW untuk mengadakan kegiatan keagamaan menyambut 1 Muharram 1448 H. Mulai dari doa bersama, santunan, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan masjid.


“Semangat Karawang Maju harus dimulai dari kampung kita sendiri. Melalui kepedulian sosial dan kehidupan religius yang kuat, insyaAllah Karangpawitan dan Karawang Barat bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkap Yadi Cahyadi.


*Pemkab Karawang: Jaga Kerukunan & Perkuat Ukhuwah*


Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta ukhuwah basyariyah. Di tengah dinamika sosial saat ini, persatuan menjadi modal utama membangun Karawang yang aman, nyaman, dan sejahtera.


Keluarga besar Pemerintah Kabupaten Karawang mendoakan agar di tahun 1448 Hijriah ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Karawang.


“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga semangat hijrah membawa Karawang semakin maju, religius, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutup Bupati Aep Syaepuloh.



Red

Ketua DPC Gerindra Karawang: Tahun Baru Islam Bukan Ganti Kalender Doang, Tapi Momentum Hijrah Jadi Lebih Baik"











Karawang, Jawa Barat – Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karawang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang. Momen pergantian tahun Hijriah ini diharapkan menjadi sarana refleksi diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, religius, dan sejahtera.


Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang, H. Ajang Sopandi, SH, menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk melakukan hijrah dalam makna yang lebih luas. Hijrah yang dimaksud adalah perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, serta lebih dekat kepada Allah SWT.


Menurutnya, semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persatuan, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah maupun bangsa.


"Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjalanan kehidupan harus diisi dengan semangat perbaikan. Hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, tetapi juga transformasi sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kebaikan. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat," ujar H. Ajang Sopandi.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, masyarakat diharapkan mampu menjaga moralitas, integritas, serta semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.


DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun kemasyarakatan diyakini dapat dihadapi secara lebih baik.


Selain itu, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diharapkan mampu menumbuhkan optimisme baru dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti meningkatkan etos kerja, menjaga kerukunan antarwarga, mendukung pembangunan daerah, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang juga memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang dan bangsa Indonesia. Diharapkan tahun yang baru ini menjadi awal yang penuh harapan, kemajuan, dan keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.


"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua untuk terus melangkah di jalan yang diridhai-Nya. Mari sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan hati yang bersih, semangat yang baru, dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.


Menutup pernyataannya, H. Ajang Sopandi mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri, sehingga setiap langkah ke depan dapat membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, serta bangsa dan negara.


Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Semoga semangat hijrah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Karawang.


Red 











Karawang, Jawa Barat – Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karawang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang. Momen pergantian tahun Hijriah ini diharapkan menjadi sarana refleksi diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, religius, dan sejahtera.


Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang, H. Ajang Sopandi, SH, menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk melakukan hijrah dalam makna yang lebih luas. Hijrah yang dimaksud adalah perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, serta lebih dekat kepada Allah SWT.


Menurutnya, semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persatuan, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah maupun bangsa.


"Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap perjalanan kehidupan harus diisi dengan semangat perbaikan. Hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, tetapi juga transformasi sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kebaikan. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat," ujar H. Ajang Sopandi.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, masyarakat diharapkan mampu menjaga moralitas, integritas, serta semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.


DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun kemasyarakatan diyakini dapat dihadapi secara lebih baik.


Selain itu, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diharapkan mampu menumbuhkan optimisme baru dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti meningkatkan etos kerja, menjaga kerukunan antarwarga, mendukung pembangunan daerah, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang juga memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang dan bangsa Indonesia. Diharapkan tahun yang baru ini menjadi awal yang penuh harapan, kemajuan, dan keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.


"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua untuk terus melangkah di jalan yang diridhai-Nya. Mari sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan hati yang bersih, semangat yang baru, dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.


Menutup pernyataannya, H. Ajang Sopandi mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri, sehingga setiap langkah ke depan dapat membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, serta bangsa dan negara.


Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Semoga semangat hijrah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Karawang.


Red 

Gen Z Karawang Dilatih Sulap Sawit Jadi Cuan, Dinkop UKM: Anggaran UMKM Tembus Rp13 Miliar








KARAWANG, Versitnews.com – Kabupaten Karawang tak hanya dikenal sebagai lumbung industri dan padi. Kini, potensi kelapa sawit mulai dilirik serius sebagai mesin baru pencetak wirausaha muda. 


Hal itu mengemuka dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar Majalah Sawit Indonesia di Karawang, Kamis 4/6/2026. Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini berlangsung dua hari hingga Jumat 5/6/2026.


Workshop tersebut menyasar generasi Z, pelajar, dan pelaku UMKM yang ingin mengolah sawit bukan sekadar jadi CPO, tapi menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti oleofood, kosmetik, hingga kerajinan.

Anggaran UMKM Naik 5 Kali Lipat

Mewakili Bupati Karawang, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, hadir membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena sedang menerima penghargaan kepala daerah di Yogyakarta.


"Namun beliau menitipkan pesan, Pemkab Karawang punya atensi besar terhadap UMKM. Karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah," tegas Dindin.


Ia membeberkan, keseriusan Pemkab terlihat dari kenaikan anggaran pembinaan UMKM yang melonjak signifikan. "Dulu anggaran kita hanya Rp2,5 miliar sampai Rp5,5 miliar. Sekarang Alhamdulillah sudah tembus Rp13 miliar," ungkapnya.


Menurut Dindin, anggaran jumbo itu akan difokuskan untuk pelatihan, fasilitasi kemasan, sertifikasi halal, hingga akses permodalan. Targetnya jelas: mendorong UMKM Karawang naik kelas dan berdaya saing.

Karawang: Raksasa Industri dengan 311 Ribu UMKM

Dindin memaparkan, Karawang punya modal kuat untuk jadi pusat wirausaha. Luas wilayah 1.900 km² dengan populasi 2,4 juta jiwa dan 1,3 juta angkatan kerja menjadi pasar potensial.


Belum lagi status Karawang sebagai raksasa industri. "Kita punya 1.789 industri besar-menengah dan 14 kawasan industri. Ini ekosistem yang luar biasa untuk UMKM tumbuh sebagai rantai pasok," jelasnya.


Data Dinkop UKM mencatat, saat ini ada lebih dari 311.000 UMKM terdata di Karawang. "Itu yang resmi. Di lapangan, jumlahnya bisa lebih karena banyak yang jadi usaha sampingan ibu rumah tangga atau anak muda," tambah Dindin.


Tantangannya, kata dia, adalah mengubah UMKM dari sekadar "bertahan hidup" menjadi "naik kelas". Salah satu celahnya adalah masuk ke industri turunan sawit.


Sawit Bukan Cuma Minyak Goreng

Perwakilan Majalah Sawit Indonesia selaku penyelenggara menyebut, workshop ini sengaja membidik Gen Z. Alasannya, anak muda lebih adaptif dengan inovasi produk dan digital marketing.


"Selama ini sawit identik dengan CPO dan minyak goreng. Padahal dari sawit bisa jadi mentega, cokelat, sabun, lilin aromaterapi, sampai pakan ternak. Ini pasarnya besar dan belum banyak digarap anak muda Karawang," ujar panitia.


Selama dua hari, peserta dibekali materi dari hulu ke hilir. Mulai dari pengenalan produk oleofood, teknik pengemasan, strategi branding di TikTok, sampai cara mengakses dana kemitraan BPDP.


Salah satu peserta, Siti Nurhaliza, 22, pelaku UMKM kue kering mengaku tercerahkan. "Saya baru tahu ampas sawit bisa jadi bahan kue yang lebih sehat. Biayanya juga lebih murah dari mentega impor. Ini bisa tekan HPP," katanya.


*Pemda Siapkan Kolaborasi* 

Dindin menambahkan, Pemkab Karawang siap berkolaborasi dengan BPDP dan Majalah Sawit Indonesia untuk program lanjutan. Tujuannya agar pelatihan tidak berhenti di seremonial.


"Kami ingin ada inkubasi bisnis. Setelah workshop, UMKM yang serius akan kami kurasi, kami bantu NIB, PIRT, Halal, lalu kami hubungkan ke offtaker industri di kawasan," tegasnya.


Ia berharap, dari 311 ribu UMKM yang ada, akan lahir 1.000 UMKM champion berbasis sawit dalam 3 tahun ke depan. "Ini sejalan dengan visi Karawang Maju dan Berkelanjutan. UMKM kuat, pengangguran turun, PAD naik," tutup Dindin.


Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BPDP, akademisi Unsika, pelaku industri, dan komunitas Gen Z Karawang.


Redaksi 








KARAWANG, Versitnews.com – Kabupaten Karawang tak hanya dikenal sebagai lumbung industri dan padi. Kini, potensi kelapa sawit mulai dilirik serius sebagai mesin baru pencetak wirausaha muda. 


Hal itu mengemuka dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar Majalah Sawit Indonesia di Karawang, Kamis 4/6/2026. Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini berlangsung dua hari hingga Jumat 5/6/2026.


Workshop tersebut menyasar generasi Z, pelajar, dan pelaku UMKM yang ingin mengolah sawit bukan sekadar jadi CPO, tapi menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti oleofood, kosmetik, hingga kerajinan.

Anggaran UMKM Naik 5 Kali Lipat

Mewakili Bupati Karawang, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, hadir membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena sedang menerima penghargaan kepala daerah di Yogyakarta.


"Namun beliau menitipkan pesan, Pemkab Karawang punya atensi besar terhadap UMKM. Karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah," tegas Dindin.


Ia membeberkan, keseriusan Pemkab terlihat dari kenaikan anggaran pembinaan UMKM yang melonjak signifikan. "Dulu anggaran kita hanya Rp2,5 miliar sampai Rp5,5 miliar. Sekarang Alhamdulillah sudah tembus Rp13 miliar," ungkapnya.


Menurut Dindin, anggaran jumbo itu akan difokuskan untuk pelatihan, fasilitasi kemasan, sertifikasi halal, hingga akses permodalan. Targetnya jelas: mendorong UMKM Karawang naik kelas dan berdaya saing.

Karawang: Raksasa Industri dengan 311 Ribu UMKM

Dindin memaparkan, Karawang punya modal kuat untuk jadi pusat wirausaha. Luas wilayah 1.900 km² dengan populasi 2,4 juta jiwa dan 1,3 juta angkatan kerja menjadi pasar potensial.


Belum lagi status Karawang sebagai raksasa industri. "Kita punya 1.789 industri besar-menengah dan 14 kawasan industri. Ini ekosistem yang luar biasa untuk UMKM tumbuh sebagai rantai pasok," jelasnya.


Data Dinkop UKM mencatat, saat ini ada lebih dari 311.000 UMKM terdata di Karawang. "Itu yang resmi. Di lapangan, jumlahnya bisa lebih karena banyak yang jadi usaha sampingan ibu rumah tangga atau anak muda," tambah Dindin.


Tantangannya, kata dia, adalah mengubah UMKM dari sekadar "bertahan hidup" menjadi "naik kelas". Salah satu celahnya adalah masuk ke industri turunan sawit.


Sawit Bukan Cuma Minyak Goreng

Perwakilan Majalah Sawit Indonesia selaku penyelenggara menyebut, workshop ini sengaja membidik Gen Z. Alasannya, anak muda lebih adaptif dengan inovasi produk dan digital marketing.


"Selama ini sawit identik dengan CPO dan minyak goreng. Padahal dari sawit bisa jadi mentega, cokelat, sabun, lilin aromaterapi, sampai pakan ternak. Ini pasarnya besar dan belum banyak digarap anak muda Karawang," ujar panitia.


Selama dua hari, peserta dibekali materi dari hulu ke hilir. Mulai dari pengenalan produk oleofood, teknik pengemasan, strategi branding di TikTok, sampai cara mengakses dana kemitraan BPDP.


Salah satu peserta, Siti Nurhaliza, 22, pelaku UMKM kue kering mengaku tercerahkan. "Saya baru tahu ampas sawit bisa jadi bahan kue yang lebih sehat. Biayanya juga lebih murah dari mentega impor. Ini bisa tekan HPP," katanya.


*Pemda Siapkan Kolaborasi* 

Dindin menambahkan, Pemkab Karawang siap berkolaborasi dengan BPDP dan Majalah Sawit Indonesia untuk program lanjutan. Tujuannya agar pelatihan tidak berhenti di seremonial.


"Kami ingin ada inkubasi bisnis. Setelah workshop, UMKM yang serius akan kami kurasi, kami bantu NIB, PIRT, Halal, lalu kami hubungkan ke offtaker industri di kawasan," tegasnya.


Ia berharap, dari 311 ribu UMKM yang ada, akan lahir 1.000 UMKM champion berbasis sawit dalam 3 tahun ke depan. "Ini sejalan dengan visi Karawang Maju dan Berkelanjutan. UMKM kuat, pengangguran turun, PAD naik," tutup Dindin.


Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BPDP, akademisi Unsika, pelaku industri, dan komunitas Gen Z Karawang.


Redaksi 

Aplikasi GOKAR Asli Karawang Dapat Dukungan Ketua DPRD, Siap Saingi Ojol Nasional








KARAWANG – Kehadiran aplikasi transportasi online lokal GOKAR (Go Karawang) mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H. Sebagai platform digital karya putra daerah, GOKAR hadir membawa semangat "Dekat Bersahabat" dengan menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi online, pengiriman barang, pesan antar makanan, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.


Menurut Endang Sodikin, lahirnya GOKAR merupakan bukti bahwa generasi muda Karawang memiliki kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.


"Saya mengucapkan selamat atas beroperasinya GOKAR sebagai transportasi online asli Karawang. Ini adalah bukti bahwa anak-anak daerah mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat luas," ujar Endang Sodikin, Senin  (15/6/2026).


Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang menilai kehadiran GOKAR tidak hanya menghadirkan alternatif layanan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


"Kami di DPRD tentu sangat mengapresiasi setiap inovasi yang lahir dari masyarakat Karawang. Kehadiran GOKAR dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pengemudi, pelaku UMKM, dan usaha mikro yang menjadi mitra dalam ekosistem digital ini," katanya.


Sebagai wakil rakyat, Endang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang dan dukungan terhadap tumbuhnya karya anak daerah yang mampu bersaing dengan platform nasional.


"Sudah saatnya masyarakat Karawang bangga menggunakan produk dan layanan yang lahir dari daerahnya sendiri. Ketika masyarakat mendukung karya anak bangsa, maka dampak ekonominya akan kembali kepada masyarakat Karawang itu sendiri," tegasnya.


Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Karawang akan terus mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi digital lokal yang mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.


"Kami berharap pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mendukung inovasi lokal seperti GOKAR. Kehadiran platform digital lokal harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing Karawang di era digital," ujarnya.


Menurut Endang, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya dalam menciptakan inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan zaman.


"Sebagai wakil rakyat, saya melihat GOKAR memiliki semangat yang positif karena memberikan peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan solusi layanan bagi masyarakat. Inovasi seperti ini harus mendapatkan dukungan moral dan sosial agar terus berkembang," lanjutnya.


Ketua DPRD Karawang juga memberikan apresiasi kepada Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, beserta seluruh tim yang telah berani membangun platform digital lokal dari Karawang.


"Saya mengapresiasi Saudara Syuhada Wisastra dan seluruh tim GOKAR yang telah menunjukkan keberanian untuk berinovasi dan membangun usaha berbasis teknologi dari daerah. Teruslah berjuang, tingkatkan kualitas layanan, dan jadikan GOKAR sebagai kebanggaan masyarakat Karawang," ungkap Endang.


Diketahui, GOKAR merupakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dengan berbagai layanan, di antaranya Ride, Car, Food, Send, Shop, dan Travel. Aplikasi ini mengusung visi menjadi transportasi online asli Karawang yang aman, cepat, nyaman, dan terpercaya.


Dengan slogan "Dari Karawang untuk Indonesia", GOKAR diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi digital daerah sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat, pengemudi, UMKM, dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Karawang.


Sementara itu, Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan Ketua DPRD Kabupaten Karawang terhadap pengembangan aplikasi karya anak daerah tersebut.


"Dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Karawang menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan GOKAR sebagai kebanggaan warga Karawang yang mampu bersaing di tingkat nasional serta memberikan manfaat nyata bagi pengemudi, UMKM, dan masyarakat luas," kata Syuhada.


Gokar (GoKarawang) adalah aplikasi layanan transportasi online dan pengantaran (delivery) lokal yang digagas oleh putra daerah Karawang. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan aktivitas harian masyarakat, membantu membuka lapangan pekerjaan bagi driver, serta menjadi wadah bagi pedagang lokal untuk memasarkan produk. 


Profil Aplikasi Gokar


• Fokus Layanan: Transportasi online (antar-jemput) dan pengantaran barang (delivery), pickup, dll.


• Visi: Berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara gotong royong.


• Keunggulan: Beroperasi dengan semangat dekat dan bersahabat bagi warga setempat, serta lebih murah dari aplikasi lainnya


Cara Download dan Daftar


Ikuti langkah-langkah mudah berikut untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Gokar:


• Download Aplikasi: Buka Google Play Store di perangkat Android Anda.


• Cari Aplikasi: Ketik "Gokar - Dekat Bersahabat" pada kolom pencarian.


• Instal: Klik tombol Install dan tunggu hingga proses unduhan selesai.


• Pendaftaran Akun: Buka aplikasi, buat akun baru dengan mengikuti petunjuk di layar.


• Mitra Driver/Merchant: Jika Anda ingin bergabung menjadi mitra driver atau mendaftarkan usaha Anda, Anda dapat langsung mendaftar melalui formulir yang tersedia di dalam aplikasi.


Redaksi 








KARAWANG – Kehadiran aplikasi transportasi online lokal GOKAR (Go Karawang) mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H. Sebagai platform digital karya putra daerah, GOKAR hadir membawa semangat "Dekat Bersahabat" dengan menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi online, pengiriman barang, pesan antar makanan, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.


Menurut Endang Sodikin, lahirnya GOKAR merupakan bukti bahwa generasi muda Karawang memiliki kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.


"Saya mengucapkan selamat atas beroperasinya GOKAR sebagai transportasi online asli Karawang. Ini adalah bukti bahwa anak-anak daerah mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat luas," ujar Endang Sodikin, Senin  (15/6/2026).


Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang menilai kehadiran GOKAR tidak hanya menghadirkan alternatif layanan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


"Kami di DPRD tentu sangat mengapresiasi setiap inovasi yang lahir dari masyarakat Karawang. Kehadiran GOKAR dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pengemudi, pelaku UMKM, dan usaha mikro yang menjadi mitra dalam ekosistem digital ini," katanya.


Sebagai wakil rakyat, Endang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang dan dukungan terhadap tumbuhnya karya anak daerah yang mampu bersaing dengan platform nasional.


"Sudah saatnya masyarakat Karawang bangga menggunakan produk dan layanan yang lahir dari daerahnya sendiri. Ketika masyarakat mendukung karya anak bangsa, maka dampak ekonominya akan kembali kepada masyarakat Karawang itu sendiri," tegasnya.


Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Karawang akan terus mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi digital lokal yang mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.


"Kami berharap pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mendukung inovasi lokal seperti GOKAR. Kehadiran platform digital lokal harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing Karawang di era digital," ujarnya.


Menurut Endang, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya dalam menciptakan inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan zaman.


"Sebagai wakil rakyat, saya melihat GOKAR memiliki semangat yang positif karena memberikan peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan solusi layanan bagi masyarakat. Inovasi seperti ini harus mendapatkan dukungan moral dan sosial agar terus berkembang," lanjutnya.


Ketua DPRD Karawang juga memberikan apresiasi kepada Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, beserta seluruh tim yang telah berani membangun platform digital lokal dari Karawang.


"Saya mengapresiasi Saudara Syuhada Wisastra dan seluruh tim GOKAR yang telah menunjukkan keberanian untuk berinovasi dan membangun usaha berbasis teknologi dari daerah. Teruslah berjuang, tingkatkan kualitas layanan, dan jadikan GOKAR sebagai kebanggaan masyarakat Karawang," ungkap Endang.


Diketahui, GOKAR merupakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara dengan berbagai layanan, di antaranya Ride, Car, Food, Send, Shop, dan Travel. Aplikasi ini mengusung visi menjadi transportasi online asli Karawang yang aman, cepat, nyaman, dan terpercaya.


Dengan slogan "Dari Karawang untuk Indonesia", GOKAR diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi digital daerah sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat, pengemudi, UMKM, dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Karawang.


Sementara itu, Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan Ketua DPRD Kabupaten Karawang terhadap pengembangan aplikasi karya anak daerah tersebut.


"Dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Karawang menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan GOKAR sebagai kebanggaan warga Karawang yang mampu bersaing di tingkat nasional serta memberikan manfaat nyata bagi pengemudi, UMKM, dan masyarakat luas," kata Syuhada.


Gokar (GoKarawang) adalah aplikasi layanan transportasi online dan pengantaran (delivery) lokal yang digagas oleh putra daerah Karawang. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan aktivitas harian masyarakat, membantu membuka lapangan pekerjaan bagi driver, serta menjadi wadah bagi pedagang lokal untuk memasarkan produk. 


Profil Aplikasi Gokar


• Fokus Layanan: Transportasi online (antar-jemput) dan pengantaran barang (delivery), pickup, dll.


• Visi: Berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara gotong royong.


• Keunggulan: Beroperasi dengan semangat dekat dan bersahabat bagi warga setempat, serta lebih murah dari aplikasi lainnya


Cara Download dan Daftar


Ikuti langkah-langkah mudah berikut untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Gokar:


• Download Aplikasi: Buka Google Play Store di perangkat Android Anda.


• Cari Aplikasi: Ketik "Gokar - Dekat Bersahabat" pada kolom pencarian.


• Instal: Klik tombol Install dan tunggu hingga proses unduhan selesai.


• Pendaftaran Akun: Buka aplikasi, buat akun baru dengan mengikuti petunjuk di layar.


• Mitra Driver/Merchant: Jika Anda ingin bergabung menjadi mitra driver atau mendaftarkan usaha Anda, Anda dapat langsung mendaftar melalui formulir yang tersedia di dalam aplikasi.


Redaksi 

Minggu, 14 Juni 2026

Ketua Paguyuban Tuparev Streetfood, Rian Andrian, Bantah Tuduhan Pedagang Menjual Miras


Karawang – Menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan adanya pedagang angkringan di kawasan Tuparev yang menjual minuman keras (miras) dan menjadi penyebab terjadinya keributan, Ketua Paguyuban Tuparev Streetfood, Rian Andrian, memberikan klarifikasi sekaligus membantah tudingan tersebut.


Menurut Rian Andrian, pihaknya sebagai pengurus paguyuban berani menjamin bahwa para pedagang yang tergabung dalam Tuparev Streetfood tidak menjual minuman keras. Ia menegaskan, seluruh pedagang berupaya menjalankan usaha kuliner secara tertib dan mencari nafkah yang halal.


"Saya, Rian Andrian, selaku Ketua Paguyuban Tuparev Streetfood, berani menjamin bahwa pedagang di kawasan ini tidak ada yang menjual minuman keras. Kami hadir untuk mencari nafkah dan mengembangkan UMKM, bukan menyediakan miras," tegasnya.


Rian menjelaskan, apabila terdapat keributan yang terjadi di sekitar kawasan angkringan, hal tersebut bukan berasal dari aktivitas para pedagang. Berdasarkan pengamatannya, beberapa pengunjung yang membuat keributan diduga datang ke lokasi dalam keadaan sudah dipengaruhi minuman beralkohol dari luar.


"Yang kami alami, ada beberapa pengunjung yang datang dalam kondisi sudah mabuk. Saat kami menegur dan berusaha menjaga ketertiban, mereka justru sulit dikendalikan karena berada di luar kesadaran," ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa para pedagang justru merasa dirugikan dengan adanya kejadian tersebut, karena dapat menimbulkan stigma negatif terhadap kawasan Tuparev Streetfood yang selama ini menjadi tempat berkumpul keluarga dan masyarakat untuk menikmati kuliner malam.


Sebagai bentuk tanggung jawab, Paguyuban Tuparev Streetfood terus mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan. Pihaknya juga siap bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum apabila diperlukan pengawasan dan pembinaan.


"Kami tidak anti terhadap pengawasan. Jika ada oknum yang melanggar aturan, silakan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Namun, jangan sampai seluruh pedagang mendapat tuduhan tanpa bukti yang jelas," kata Rian.


Rian Andrian berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak langsung mengaitkan setiap kejadian yang terjadi di sekitar kawasan Tuparev dengan aktivitas para pedagang angkringan.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Tuparev Streetfood hadir untuk mendukung perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu destinasi kuliner yang nyaman bagi warga Karawang," pungkasnya.


Redaksi 


Karawang – Menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan adanya pedagang angkringan di kawasan Tuparev yang menjual minuman keras (miras) dan menjadi penyebab terjadinya keributan, Ketua Paguyuban Tuparev Streetfood, Rian Andrian, memberikan klarifikasi sekaligus membantah tudingan tersebut.


Menurut Rian Andrian, pihaknya sebagai pengurus paguyuban berani menjamin bahwa para pedagang yang tergabung dalam Tuparev Streetfood tidak menjual minuman keras. Ia menegaskan, seluruh pedagang berupaya menjalankan usaha kuliner secara tertib dan mencari nafkah yang halal.


"Saya, Rian Andrian, selaku Ketua Paguyuban Tuparev Streetfood, berani menjamin bahwa pedagang di kawasan ini tidak ada yang menjual minuman keras. Kami hadir untuk mencari nafkah dan mengembangkan UMKM, bukan menyediakan miras," tegasnya.


Rian menjelaskan, apabila terdapat keributan yang terjadi di sekitar kawasan angkringan, hal tersebut bukan berasal dari aktivitas para pedagang. Berdasarkan pengamatannya, beberapa pengunjung yang membuat keributan diduga datang ke lokasi dalam keadaan sudah dipengaruhi minuman beralkohol dari luar.


"Yang kami alami, ada beberapa pengunjung yang datang dalam kondisi sudah mabuk. Saat kami menegur dan berusaha menjaga ketertiban, mereka justru sulit dikendalikan karena berada di luar kesadaran," ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa para pedagang justru merasa dirugikan dengan adanya kejadian tersebut, karena dapat menimbulkan stigma negatif terhadap kawasan Tuparev Streetfood yang selama ini menjadi tempat berkumpul keluarga dan masyarakat untuk menikmati kuliner malam.


Sebagai bentuk tanggung jawab, Paguyuban Tuparev Streetfood terus mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan. Pihaknya juga siap bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum apabila diperlukan pengawasan dan pembinaan.


"Kami tidak anti terhadap pengawasan. Jika ada oknum yang melanggar aturan, silakan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Namun, jangan sampai seluruh pedagang mendapat tuduhan tanpa bukti yang jelas," kata Rian.


Rian Andrian berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara objektif dan tidak langsung mengaitkan setiap kejadian yang terjadi di sekitar kawasan Tuparev dengan aktivitas para pedagang angkringan.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif. Tuparev Streetfood hadir untuk mendukung perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu destinasi kuliner yang nyaman bagi warga Karawang," pungkasnya.


Redaksi 

Jumat, 12 Juni 2026

Kombes Pol Sumarni Tegaskan Tidak Terlibat Korupsi di BGN.







Kabupaten Bekasi – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dengan tegas membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).


Kombes Pol Sumarni menegaskan, dirinya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan, proyek, anggaran, maupun dugaan penyimpangan program MBG di BGN sebagaimana narasi yang beredar di masyarakat. Ia menyebut, pencatutan namanya dalam berbagai informasi yang belum terverifikasi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.


“Saya tegaskan, saya tidak pernah terlibat korupsi di BGN. Saya tidak memiliki keterlibatan sebagaimana yang diberitakan atau disampaikan oleh pihak-pihak tertentu yang menyebut nama saya,” tegas Kombes Pol Sumarni.


Sumarni menjelaskan, komunikasi yang dulu pernah dilakukan dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, semata-mata berkaitan dengan harapan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dibangun di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon karena banyak santri yang berasal dari keluarga tidak mampu. Komunikasi itu terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.


“Dulu, saat saya menjabat Kapolresta Cirebon, saya pernah berkomunikasi dengan Pak Sony agar di Pondok Pesantren Buntet Cirebon bisa dibangun SPPG, sehingga para santri yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dapat merasakan manfaat program MBG pemerintah. Itu saja, tidak ada pemberian uang terkait hal tersebut,” jelasnya.


Ia kembali menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah berkaitan dengan transaksi keuangan, pengelolaan proyek, ataupun pengadaan barang dan jasa 


“Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak membayar, dan saya tidak mendapatkan keuntungan apa pun,” tegasnya.


Berdasarkan data dan rilis resmi Kejaksaan, tidak terdapat bukti yang menyatakan keterlibatan Kombes Pol Sumarni dalam perkara tersebut. Rilis Kejaksaan Agung terkait perkara dugaan penyimpangan tata kelola MBG menyebutkan penetapan tersangka terhadap pihak-pihak tertentu dari eks pimpinan BGN.


Kapolres Metro Bekasi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut mencatut nama seseorang tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Masyarakat kami minta bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Semua harus berdasarkan fakta, bukan opini atau narasi yang menyesatkan,” pungkasnya.


Catatan faktual: media nasional juga melaporkan klarifikasi Kombes Pol Sumarni bahwa komunikasi dengan Sony Sonjaya hanya terkait usulan pendirian SPPG di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, dan tidak membahas proyek maupun keuangan.

(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ) 







Kabupaten Bekasi – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., dengan tegas membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).


Kombes Pol Sumarni menegaskan, dirinya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan, proyek, anggaran, maupun dugaan penyimpangan program MBG di BGN sebagaimana narasi yang beredar di masyarakat. Ia menyebut, pencatutan namanya dalam berbagai informasi yang belum terverifikasi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.


“Saya tegaskan, saya tidak pernah terlibat korupsi di BGN. Saya tidak memiliki keterlibatan sebagaimana yang diberitakan atau disampaikan oleh pihak-pihak tertentu yang menyebut nama saya,” tegas Kombes Pol Sumarni.


Sumarni menjelaskan, komunikasi yang dulu pernah dilakukan dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, semata-mata berkaitan dengan harapan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dibangun di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon karena banyak santri yang berasal dari keluarga tidak mampu. Komunikasi itu terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.


“Dulu, saat saya menjabat Kapolresta Cirebon, saya pernah berkomunikasi dengan Pak Sony agar di Pondok Pesantren Buntet Cirebon bisa dibangun SPPG, sehingga para santri yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dapat merasakan manfaat program MBG pemerintah. Itu saja, tidak ada pemberian uang terkait hal tersebut,” jelasnya.


Ia kembali menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah berkaitan dengan transaksi keuangan, pengelolaan proyek, ataupun pengadaan barang dan jasa 


“Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak membayar, dan saya tidak mendapatkan keuntungan apa pun,” tegasnya.


Berdasarkan data dan rilis resmi Kejaksaan, tidak terdapat bukti yang menyatakan keterlibatan Kombes Pol Sumarni dalam perkara tersebut. Rilis Kejaksaan Agung terkait perkara dugaan penyimpangan tata kelola MBG menyebutkan penetapan tersangka terhadap pihak-pihak tertentu dari eks pimpinan BGN.


Kapolres Metro Bekasi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut mencatut nama seseorang tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Masyarakat kami minta bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Semua harus berdasarkan fakta, bukan opini atau narasi yang menyesatkan,” pungkasnya.


Catatan faktual: media nasional juga melaporkan klarifikasi Kombes Pol Sumarni bahwa komunikasi dengan Sony Sonjaya hanya terkait usulan pendirian SPPG di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, dan tidak membahas proyek maupun keuangan.

(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ) 

"Tunggakan Pajak Rp10 Miliar Menggunung, Askun Desak Pemkab Karawang Cabut Izin Dua Ritel Food & Beverage Nakal"








KARAWANG - Dua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji (food and beverage retail) di Kabupaten Karawang - Jawa Barat, dikabarkan menunggak PBJT Restoran (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) hingga Rp 10 miliar sejak tahun 2025.


Kabar ini sudah terkonfirmasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang yang menyebut, jika kedua perusahaan ritel yang cukup banyak memiliki cabang usaha di Karawang tersebut menunggak pajak yang masing-masing hingga Rp 5 miliar.


Menyikapi temuan ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., meminta agar pemkab bisa bersikap lebih tegas terhadap kedua perusahaan ritel ini. Karena jika tidak, maka akan menjadi 'contoh buruk' bagi pengusaha atau Wajib Pajak (WP) lainnya.


"Lah, ya jangan dibiarkan, karena itu kan kewajiban bagi setiap wajib pajak. Kalau sudah ditagih beberapa kali tetap tidak bayar, ya cabut saja izin operasionalnya. Kalau tidak akan menjadi contoh buruk bagi pengusaha yang lain," tutur Asep Agustian, Kamis (11/6/2026).


Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Askun (sapaan akrab) juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk tidak segan-segan 'melarikan' persoalannya ke ranah perdata atau bahkan pidana. Jika memang benar adanya kabar yang menyebut Kejari juga telah berusaha keras untuk membantuh menagih PBJT Restoran tersebut.


"Tapi hemat saya sih dicabut saja perizinannya atau disegel sementara operasionalnya, sampai dengan mereka membayar kewajibannya (pajak, red)," katanya.


Menurut Askun, kedua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji ini tidak bisa beralasan jika operasional bisnis mereka sedang terganggu oleh isu 'pemboikotan produk israel'. Karena pada kenyataanya bisnis yang mereka jalankan tetap beroperasi dalam mencari keuntungan.


"Saya pikir itu hanya alasan mereka saja untuk menghindar sebagai wajib pajak. Bayar dong!, karena itu kewajiban kalian yang sudah nyari keuntungan di Karawang," tegas Askun.


Penagihan Libatkan Kejari Karawang


Di kesempatan terpisah, Kepala Bapenda Karawang, Sahali Kartawijaya 'mengamini' kabar tunggakan PBJT Restoran dari dua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji tersebut. Sahali juga mengaku sudah melakukan pemanggilan hingga penagihan sejak tahun 2025.


"Ya, tunggakan pajaknya sampai Rp 10 miliar dimana masing-masing keduanya menunggak Rp 5 miliar. Itu sudah termasuk denda ya!. Karena kan setiap bulannya denda naik terus, selama mereka belum bayar," ungkap Sahali.


Disampaikan Sahali, kedua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji ini cukup memiliki banyak cabang usaha di Karawang. Ketika dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, keduanya tidak mengelak masih memiliki tunggakan pajak yang masing-masing mencapai Rp 5 miliar sejak tahun 2025.


"Kita sudah minta bantuan Kejaksaan untuk proses pemeriksaan hingga penagihan melalui surat kuasa khusus. Maka kami minta kerjasamanya kepada kedua perusahaan ritel ini, agar segera memenuhi kewajibannya (membayar pajak, red)," tandas Sahali.***








KARAWANG - Dua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji (food and beverage retail) di Kabupaten Karawang - Jawa Barat, dikabarkan menunggak PBJT Restoran (Pajak Barang dan Jasa Tertentu) hingga Rp 10 miliar sejak tahun 2025.


Kabar ini sudah terkonfirmasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang yang menyebut, jika kedua perusahaan ritel yang cukup banyak memiliki cabang usaha di Karawang tersebut menunggak pajak yang masing-masing hingga Rp 5 miliar.


Menyikapi temuan ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., meminta agar pemkab bisa bersikap lebih tegas terhadap kedua perusahaan ritel ini. Karena jika tidak, maka akan menjadi 'contoh buruk' bagi pengusaha atau Wajib Pajak (WP) lainnya.


"Lah, ya jangan dibiarkan, karena itu kan kewajiban bagi setiap wajib pajak. Kalau sudah ditagih beberapa kali tetap tidak bayar, ya cabut saja izin operasionalnya. Kalau tidak akan menjadi contoh buruk bagi pengusaha yang lain," tutur Asep Agustian, Kamis (11/6/2026).


Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Askun (sapaan akrab) juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk tidak segan-segan 'melarikan' persoalannya ke ranah perdata atau bahkan pidana. Jika memang benar adanya kabar yang menyebut Kejari juga telah berusaha keras untuk membantuh menagih PBJT Restoran tersebut.


"Tapi hemat saya sih dicabut saja perizinannya atau disegel sementara operasionalnya, sampai dengan mereka membayar kewajibannya (pajak, red)," katanya.


Menurut Askun, kedua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji ini tidak bisa beralasan jika operasional bisnis mereka sedang terganggu oleh isu 'pemboikotan produk israel'. Karena pada kenyataanya bisnis yang mereka jalankan tetap beroperasi dalam mencari keuntungan.


"Saya pikir itu hanya alasan mereka saja untuk menghindar sebagai wajib pajak. Bayar dong!, karena itu kewajiban kalian yang sudah nyari keuntungan di Karawang," tegas Askun.


Penagihan Libatkan Kejari Karawang


Di kesempatan terpisah, Kepala Bapenda Karawang, Sahali Kartawijaya 'mengamini' kabar tunggakan PBJT Restoran dari dua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji tersebut. Sahali juga mengaku sudah melakukan pemanggilan hingga penagihan sejak tahun 2025.


"Ya, tunggakan pajaknya sampai Rp 10 miliar dimana masing-masing keduanya menunggak Rp 5 miliar. Itu sudah termasuk denda ya!. Karena kan setiap bulannya denda naik terus, selama mereka belum bayar," ungkap Sahali.


Disampaikan Sahali, kedua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji ini cukup memiliki banyak cabang usaha di Karawang. Ketika dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, keduanya tidak mengelak masih memiliki tunggakan pajak yang masing-masing mencapai Rp 5 miliar sejak tahun 2025.


"Kita sudah minta bantuan Kejaksaan untuk proses pemeriksaan hingga penagihan melalui surat kuasa khusus. Maka kami minta kerjasamanya kepada kedua perusahaan ritel ini, agar segera memenuhi kewajibannya (membayar pajak, red)," tandas Sahali.***

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done