VERSITNEWS

Jumat, 14 Agustus 2026

DPP AKPERSI Apresiasi Kapolres Purworejo Lanjutkan Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

PURWOREJO — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., bersilaturahmi dengan Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. di Polres Purworejo, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Purworejo diwakili Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, S.H., M.H. Pertemuan membahas keberlanjutan penanganan perkara dugaan kekerasan seksual terhadap dua kakak beradik berinisial KSH (17) dan DSA (15), warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Rino menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Purworejo dan jajaran Satreskrim yang dinilai tetap memberikan perhatian terhadap keberlanjutan perkara tersebut.

“Kami mengapresiasi Kapolres Purworejo dan jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap perkara ini. Kami berharap proses hukum berjalan profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah,” kata Rino.

Perkara Ditangani melalui Dua Laporan Polisi

Kasus tersebut sebelumnya ditangani melalui dua laporan polisi. Dalam pengungkapan pada November 2024, Polda Jawa Tengah menyampaikan adanya tiga tersangka dalam dua perkara yang berkaitan dengan dua korban. 

Menurut keterangan salah satu korban terjadi dalam rentang 2022 hingga 2023. Sementara perkara lainnya disebut terjadi pada 16 Januari 2024 di wilayah Kabupaten Purworejo. 

Rino mengatakan DPP AKPERSI tidak bermaksud mencampuri proses penyidikan. Menurut dia, kehadiran AKPERSI merupakan bentuk komunikasi kelembagaan dan fungsi kontrol sosial pers.

“Kami menghormati kewenangan penyidik. AKPERSI tidak ingin mengintervensi proses hukum. Kami hanya ingin memastikan perkara ini mendapat perhatian dan ditangani sesuai ketentuan,” ujarnya.

Minta Hak Korban Tetap Diperhatikan

Rino berharap penanganan perkara tetap memperhatikan perlindungan dan hak-hak korban, terutama karena perkara tersebut melibatkan anak.

“Kepentingan korban harus menjadi perhatian. Kami berharap proses hukum memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi korban serta keluarganya,” katanya.

DPP AKPERSI juga mengingatkan media dan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi pribadi korban yang dapat mengungkap jati diri mereka.

Rino menegaskan pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan berimbang dan bertanggung jawab.

“Hukum harus menjadi panglima. Jika berdasarkan alat bukti dan fakta hukum ditemukan tindak pidana, tentu prosesnya harus berjalan sesuai aturan. Pada saat yang sama, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya DPP AKPERSI membangun komunikasi konstruktif dengan aparat penegak hukum. AKPERSI menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui fungsi kontrol sosial pers tanpa mengintervensi proses hukum.

DPP AKPERSI berharap penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Rilis DPP AKPERSI
Redaksi 
PURWOREJO — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., bersilaturahmi dengan Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. di Polres Purworejo, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Purworejo diwakili Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, S.H., M.H. Pertemuan membahas keberlanjutan penanganan perkara dugaan kekerasan seksual terhadap dua kakak beradik berinisial KSH (17) dan DSA (15), warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Rino menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Purworejo dan jajaran Satreskrim yang dinilai tetap memberikan perhatian terhadap keberlanjutan perkara tersebut.

“Kami mengapresiasi Kapolres Purworejo dan jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap perkara ini. Kami berharap proses hukum berjalan profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah,” kata Rino.

Perkara Ditangani melalui Dua Laporan Polisi

Kasus tersebut sebelumnya ditangani melalui dua laporan polisi. Dalam pengungkapan pada November 2024, Polda Jawa Tengah menyampaikan adanya tiga tersangka dalam dua perkara yang berkaitan dengan dua korban. 

Menurut keterangan salah satu korban terjadi dalam rentang 2022 hingga 2023. Sementara perkara lainnya disebut terjadi pada 16 Januari 2024 di wilayah Kabupaten Purworejo. 

Rino mengatakan DPP AKPERSI tidak bermaksud mencampuri proses penyidikan. Menurut dia, kehadiran AKPERSI merupakan bentuk komunikasi kelembagaan dan fungsi kontrol sosial pers.

“Kami menghormati kewenangan penyidik. AKPERSI tidak ingin mengintervensi proses hukum. Kami hanya ingin memastikan perkara ini mendapat perhatian dan ditangani sesuai ketentuan,” ujarnya.

Minta Hak Korban Tetap Diperhatikan

Rino berharap penanganan perkara tetap memperhatikan perlindungan dan hak-hak korban, terutama karena perkara tersebut melibatkan anak.

“Kepentingan korban harus menjadi perhatian. Kami berharap proses hukum memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi korban serta keluarganya,” katanya.

DPP AKPERSI juga mengingatkan media dan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi pribadi korban yang dapat mengungkap jati diri mereka.

Rino menegaskan pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan berimbang dan bertanggung jawab.

“Hukum harus menjadi panglima. Jika berdasarkan alat bukti dan fakta hukum ditemukan tindak pidana, tentu prosesnya harus berjalan sesuai aturan. Pada saat yang sama, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya DPP AKPERSI membangun komunikasi konstruktif dengan aparat penegak hukum. AKPERSI menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui fungsi kontrol sosial pers tanpa mengintervensi proses hukum.

DPP AKPERSI berharap penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Rilis DPP AKPERSI
Redaksi 

Semarak HUT RI ke-81, Dishub Karawang Gelar Jalan Santai dan Beragam Perlombaan

‎KARAWANG — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang menggelar berbagai kegiatan yang berlangsung meriah di RMK Karawang, Jumat (14/8/2026).
‎Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh jajaran serta keluarga besar Dishub Karawang. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, dan meningkatkan rasa kebersamaan di lingkungan kerja.
‎Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti para peserta dengan suasana penuh semangat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional yang menghibur, salah satunya lomba makan kerupuk.
‎Sorak-sorai dan gelak tawa peserta mewarnai jalannya perlombaan. Meskipun dikemas secara sederhana, berbagai permainan tersebut mampu menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan di antara jajaran Dishub Karawang.
‎Kemeriahan semakin bertambah dengan disiapkannya berbagai doorprize menarik bagi para peserta. Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, sekaligus menambah semangat peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
‎Kabid Dishub Karawang, Yunus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan keluarga besar Dishub Karawang.
‎“Melalui kegiatan ini, kita ingin memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan kekompakan. Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujar Yunus.
‎Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan juga penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
‎“Semoga semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga seluruh jajaran Dishub semakin solid dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.
‎Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kekompakan, serta semangat gotong royong.
‎Dengan semangat Kemerdekaan ke-81, keluarga besar Dishub Karawang diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Karawang.

Redaksi 
‎KARAWANG — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang menggelar berbagai kegiatan yang berlangsung meriah di RMK Karawang, Jumat (14/8/2026).
‎Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh jajaran serta keluarga besar Dishub Karawang. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, dan meningkatkan rasa kebersamaan di lingkungan kerja.
‎Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti para peserta dengan suasana penuh semangat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional yang menghibur, salah satunya lomba makan kerupuk.
‎Sorak-sorai dan gelak tawa peserta mewarnai jalannya perlombaan. Meskipun dikemas secara sederhana, berbagai permainan tersebut mampu menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan di antara jajaran Dishub Karawang.
‎Kemeriahan semakin bertambah dengan disiapkannya berbagai doorprize menarik bagi para peserta. Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, sekaligus menambah semangat peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
‎Kabid Dishub Karawang, Yunus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan keluarga besar Dishub Karawang.
‎“Melalui kegiatan ini, kita ingin memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan kekompakan. Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujar Yunus.
‎Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan juga penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
‎“Semoga semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga seluruh jajaran Dishub semakin solid dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.
‎Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kekompakan, serta semangat gotong royong.
‎Dengan semangat Kemerdekaan ke-81, keluarga besar Dishub Karawang diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Karawang.

Redaksi 

Kamis, 13 Agustus 2026

Persembahan TNI untuk Negeri, TMMD Ke-129 Resmi Ditutup

KABUPATEN BEKASI – Semangat membangun dari desa kembali menorehkan kisah pengabdian. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi resmi ditutup, Kamis (13/8/2026), di Lapangan Kantor Desa Wibawamulya, Kampung Tegal Panjang RT 01/RW 01, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Upacara penutupan dipimpin Brigjen TNI Ari Tri Hedhianto, S.I.P., M.H.I., selaku Irdam Jaya, dan diikuti sekitar 300 peserta. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Selama pelaksanaan, TMMD Ke-129 melibatkan sekitar 190 personel dan 50 masyarakat, dengan enam sasaran fisik serta berbagai kegiatan nonfisik, mulai dari bela negara, penyuluhan hukum, bahaya narkoba, lingkungan hidup, kesehatan hingga stunting.

Dalam amanatnya, Irdam Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

Program TMMD dinilai menjadi salah satu wujud nyata TNI dalam membantu pembangunan Indonesia, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan pembangunan.

Semangat gotong royong pun diharapkan tidak berhenti setelah program TMMD berakhir. Masyarakat bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait diminta terus menjaga serta memelihara hasil pembangunan yang telah diwujudkan.

“Mari kita berkarya dan mengabdi dengan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Irdam Jaya dalam amanatnya.

Prosesi penutupan kemudian ditandai dengan pelepasan tanda peserta TMMD serta penyerahan hasil program TMMD dari pihak Kodim 0509/Kabupaten Bekasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan piagam penghargaan CSR kepada pihak yang mendukung pelaksanaan TMMD Ke-129.

Bagi masyarakat Desa Wibawamulya, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhirnya kebersamaan. Jalan yang dibangun, sarana air bersih yang dihadirkan, rumah warga yang diperbaiki, serta berbagai kegiatan pemberdayaan menjadi jejak nyata pengabdian yang diharapkan terus memberikan manfaat.

Dari desa, langkah pembangunan dimulai. Dari gotong royong, harapan tumbuh. TMMD Ke-129 menjadi persembahan TNI untuk negeri dan bukti bahwa kemanunggalan TNI-rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata.

(Pendim 0509/Kabupaten Bekasi)
KABUPATEN BEKASI – Semangat membangun dari desa kembali menorehkan kisah pengabdian. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0509/Kabupaten Bekasi resmi ditutup, Kamis (13/8/2026), di Lapangan Kantor Desa Wibawamulya, Kampung Tegal Panjang RT 01/RW 01, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Upacara penutupan dipimpin Brigjen TNI Ari Tri Hedhianto, S.I.P., M.H.I., selaku Irdam Jaya, dan diikuti sekitar 300 peserta. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Selama pelaksanaan, TMMD Ke-129 melibatkan sekitar 190 personel dan 50 masyarakat, dengan enam sasaran fisik serta berbagai kegiatan nonfisik, mulai dari bela negara, penyuluhan hukum, bahaya narkoba, lingkungan hidup, kesehatan hingga stunting.

Dalam amanatnya, Irdam Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

Program TMMD dinilai menjadi salah satu wujud nyata TNI dalam membantu pembangunan Indonesia, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan pembangunan.

Semangat gotong royong pun diharapkan tidak berhenti setelah program TMMD berakhir. Masyarakat bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait diminta terus menjaga serta memelihara hasil pembangunan yang telah diwujudkan.

“Mari kita berkarya dan mengabdi dengan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Irdam Jaya dalam amanatnya.

Prosesi penutupan kemudian ditandai dengan pelepasan tanda peserta TMMD serta penyerahan hasil program TMMD dari pihak Kodim 0509/Kabupaten Bekasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan piagam penghargaan CSR kepada pihak yang mendukung pelaksanaan TMMD Ke-129.

Bagi masyarakat Desa Wibawamulya, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhirnya kebersamaan. Jalan yang dibangun, sarana air bersih yang dihadirkan, rumah warga yang diperbaiki, serta berbagai kegiatan pemberdayaan menjadi jejak nyata pengabdian yang diharapkan terus memberikan manfaat.

Dari desa, langkah pembangunan dimulai. Dari gotong royong, harapan tumbuh. TMMD Ke-129 menjadi persembahan TNI untuk negeri dan bukti bahwa kemanunggalan TNI-rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata.

(Pendim 0509/Kabupaten Bekasi)

Dua Titik Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Diresmikan Program Kapolda Metro Jaya Hadir Di Kecamatan Pebayuran

Pebayuran Bekasi – Suasana penuh antusias mewarnai peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, program Polda Metro Jaya yang hadir di dua titik wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri AKP Andriyanto dari Sat Brimob Den didampingi personel Polda Metro Jaya, Kapolsek Pebayuran AKP iing Suhaeri, SH., MH., Wakapolsek Pebayuran IPTU C. T. Siagian, Kanit Reskrim IPDA iim Nurahim, SH.MH., Kanit Binmas AIPTU Triyono, Sekdes Desa Bantarjaya AI Juardi bersama jajaran staf, RT/RW, serta masyarakat Desa Bantarjaya.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan kehadiran jembatan diharapkan dapat memberikan kemudahan akses sekaligus mendukung aktivitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

AKP Andriyanto mengatakan, peresmian Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari program Polda Metro Jaya yang ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu membuka dan memperlancar akses warga.

“Jembatan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Mudah-mudahan keberadaannya bisa memberikan manfaat serta mempermudah aktivitas warga,” ujar AKP Andriyanto.

Sementara itu, Kapolsek Pebayuran AKP iing Suhaeri, SH.MH., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program tersebut di wilayah Kecamatan Pebayuran.
Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga dapat mempererat hubungan antara masyarakat dengan jajaran kepolisian melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami sangat mengapresiasi program Jembatan Merah Putih Presisi ini. Semoga jembatan yang telah diresmikan dapat digunakan dengan baik dan dijaga bersama-sama oleh masyarakat,” ungkap AKP iing.

Antusiasme masyarakat Desa Bantarjaya pun terlihat saat mengikuti rangkaian kegiatan peresmian, warga menyambut baik hadirnya jembatan tersebut dan berharap fasilitas yang dibangun melalui program Polda Metro Jaya ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi di dua titik Kecamatan Pebayuran, sinergi antara kepolisian dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan serta fasilitas masyarakat.

Program Jembatan Merah Putih Presisi, jembatan penghubung, masyarakat terbantu dan sinergi Polri bersama warga semakin kuat.

Redaksi 
Pebayuran Bekasi – Suasana penuh antusias mewarnai peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, program Polda Metro Jaya yang hadir di dua titik wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri AKP Andriyanto dari Sat Brimob Den didampingi personel Polda Metro Jaya, Kapolsek Pebayuran AKP iing Suhaeri, SH., MH., Wakapolsek Pebayuran IPTU C. T. Siagian, Kanit Reskrim IPDA iim Nurahim, SH.MH., Kanit Binmas AIPTU Triyono, Sekdes Desa Bantarjaya AI Juardi bersama jajaran staf, RT/RW, serta masyarakat Desa Bantarjaya.

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan kehadiran jembatan diharapkan dapat memberikan kemudahan akses sekaligus mendukung aktivitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

AKP Andriyanto mengatakan, peresmian Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari program Polda Metro Jaya yang ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu membuka dan memperlancar akses warga.

“Jembatan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Mudah-mudahan keberadaannya bisa memberikan manfaat serta mempermudah aktivitas warga,” ujar AKP Andriyanto.

Sementara itu, Kapolsek Pebayuran AKP iing Suhaeri, SH.MH., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program tersebut di wilayah Kecamatan Pebayuran.
Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga dapat mempererat hubungan antara masyarakat dengan jajaran kepolisian melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami sangat mengapresiasi program Jembatan Merah Putih Presisi ini. Semoga jembatan yang telah diresmikan dapat digunakan dengan baik dan dijaga bersama-sama oleh masyarakat,” ungkap AKP iing.

Antusiasme masyarakat Desa Bantarjaya pun terlihat saat mengikuti rangkaian kegiatan peresmian, warga menyambut baik hadirnya jembatan tersebut dan berharap fasilitas yang dibangun melalui program Polda Metro Jaya ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi di dua titik Kecamatan Pebayuran, sinergi antara kepolisian dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan serta fasilitas masyarakat.

Program Jembatan Merah Putih Presisi, jembatan penghubung, masyarakat terbantu dan sinergi Polri bersama warga semakin kuat.

Redaksi 

GEBRAK LALIN ASRI, Inovasi Dishub Karawang Bersihkan Jalan dan Jembatan Demi Lalu Lintas yang Aman, Nyaman dan Berkelanjutan

GEBRAK LALIN ASRI, Inovasi Dishub Karawang Bersihkan Jalan dan Jembatan Demi Lalu Lintas yang Aman, Nyaman dan Berkelanjutan

KARAWANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang terus mendorong lahirnya inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah GEGRAK LALIN ASRI (Gerakan Bersih Jalan dan Jembatan Karawang untuk Lalu Lintas Asri).

Program tersebut dirancang sebagai gerakan gotong royong untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih bersih, aman, nyaman, tertata dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, MUHANA, S.STP., MM, mengatakan bahwa GEGRAK LALIN ASRI tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap fasilitas dan lingkungan transportasi.

“Kita ingin jalan dan jembatan di Kabupaten Karawang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga terlihat bersih, tertata dan nyaman. Karena itu, GEGRAK LALIN ASRI kita dorong sebagai gerakan bersama melalui semangat gotong royong,” ujar Muhana.

Menurutnya, kebersihan lingkungan jalan merupakan salah satu unsur yang ikut menunjang kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. Jalan yang terbebas dari sampah dan rumput liar, ditambah fasilitas jembatan yang terawat, akan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih tertib dan enak dipandang.

Melalui program tersebut, Dishub Karawang akan melakukan identifikasi terhadap sejumlah lokasi yang dinilai menjadi prioritas. Sasaran kegiatan meliputi ruas jalan kabupaten, jembatan kabupaten, trotoar atau bahu jalan, serta fasilitas dan perlengkapan jalan yang membutuhkan perhatian.

Lokasi prioritas antara lain kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, lokasi yang kondisi kebersihannya kurang terjaga, jembatan-jembatan kecil yang membutuhkan penanganan estetika, serta titik-titik strategis yang memiliki pengaruh terhadap wajah wilayah Karawang.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Muhana menegaskan bahwa GEGRAK LALIN ASRI dirancang tidak berhenti pada kegiatan membersihkan sampah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga dapat mencakup pembersihan vegetasi liar pada area yang menjadi kewenangan, penataan lingkungan sekitar fasilitas lalu lintas, hingga pengecatan pagar dan railing jembatan sebagai bentuk revitalisasi ringan.

“Konsepnya adalah bersih jalannya, indah jembatannya, nyaman lalu lintasnya. Jadi setelah dibersihkan, kita juga melihat apa yang perlu ditata dan diperbaiki secara ringan sesuai kewenangan,” jelasnya.

Untuk penanganan yang membutuhkan pekerjaan lebih besar atau bersifat konstruksi, hasil identifikasi lapangan nantinya dapat menjadi bahan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Dengan demikian, program tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi jajaran Dishub untuk mengetahui secara langsung kondisi fasilitas transportasi di lapangan.

Salah satu kekuatan GEGRAK LALIN ASRI adalah konsep gotong royong. Seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang akan dilibatkan sesuai pembagian tugas dan kebutuhan kegiatan.

Selain mengandalkan sumber daya internal, Dishub juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dukungan CSR diarahkan terutama untuk kebutuhan material revitalisasi ringan, seperti cat, thinner, kuas, roller, amplas dan perlengkapan pendukung lainnya.

Muhana menyebut kolaborasi dengan dunia usaha merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan fasilitas publik.

“Kami tentu terbuka terhadap kolaborasi dengan dunia usaha. Namun semuanya harus dilakukan secara transparan, terukur, sesuai ketentuan dan diarahkan kepada kebutuhan program yang jelas,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemeliharaan fasilitas publik tanpa menghilangkan prinsip akuntabilitas.

Berdasarkan rancangan program, GEGRAK LALIN ASRI akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Tahun Anggaran 2026.

Tahapan diawali dengan inventarisasi lokasi, dilanjutkan koordinasi internal dan koordinasi dengan calon mitra CSR. Setelah itu dilakukan persiapan peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembersihan dilaksanakan.

Kegiatan pembersihan jalan dan jembatan direncanakan berlangsung pada September hingga November 2026. Pada periode tersebut, revitalisasi ringan berupa pengecatan sejumlah jembatan yang menjadi sasaran juga dapat dilakukan sesuai hasil identifikasi dan kesiapan dukungan.

Selanjutnya, pada November 2026 dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur hasil kegiatan sekaligus menentukan tindak lanjut.

“Yang kita inginkan bukan hanya selesai pada hari pelaksanaan. Setelah dibersihkan dan ditata, harus ada monitoring. Kalau ada persoalan lain yang ditemukan, harus kita catat dan koordinasikan untuk penanganan selanjutnya,” kata Muhana.

Enam Target Keberhasilan

Dishub Karawang menyiapkan sejumlah indikator keberhasilan dalam pelaksanaan GEGRAK LALIN ASRI.

Pertama, terlaksananya kegiatan pembersihan jalan dan jembatan secara berkala.

Kedua, meningkatnya kebersihan kawasan lalu lintas.

Ketiga, terlaksananya pengecatan atau revitalisasi ringan pada jembatan-jembatan kecil sesuai kondisi lapangan.

Keempat, meningkatnya partisipasi pegawai dalam kegiatan gotong royong.

Kelima, terjalinnya kerja sama dengan dunia usaha melalui program CSR berupa dukungan material dan perlengkapan.

Keenam, terwujudnya lingkungan transportasi yang lebih bersih, indah dan nyaman.

Indikator tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya mengejar terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi juga mengukur perubahan kondisi lingkungan setelah program dijalankan.

Lebih jauh, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama.

Jalan, jembatan, trotoar dan berbagai perlengkapan lalu lintas digunakan masyarakat setiap hari sehingga membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan.

Dengan turun langsung ke lapangan, pegawai Dishub juga dapat melihat berbagai kondisi fasilitas secara nyata sekaligus melakukan pemetaan terhadap persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada tugas administratif, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi pelayanan publik di lapangan.

Rancangan GEGRAK LALIN ASRI mengacu pada sejumlah regulasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan lalu lintas, pemerintahan daerah dan jalan, antara lain Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

Pelaksanaan program tetap diarahkan berdasarkan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Untuk kegiatan yang membutuhkan penanganan di luar kewenangan Dishub, hasil identifikasi akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Muhana berharap GEGRAK LALIN ASRI dapat menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kualitas pelayanan transportasi bukan hanya berkaitan dengan kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan di sekitar fasilitas lalu lintas.

“Karawang adalah daerah yang terus berkembang. Mobilitas masyarakat juga semakin tinggi. Karena itu, kita ingin lingkungan lalu lintasnya semakin tertata, bersih dan nyaman. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan fasilitas publik yang telah dibersihkan dan ditata.

Sebab, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh perilaku masyarakat setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Pada akhirnya, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan menjadi inovasi yang mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan transportasi di Kabupaten Karawang.

Program tersebut membawa semangat “Bersih Jalannya, Indah Jembatannya, Nyaman Lalu Lintasnya.”

Melalui gerakan tersebut, Dishub Karawang berupaya menghadirkan fasilitas transportasi yang tidak hanya berfungsi secara optimal, tetapi juga memiliki nilai kebersihan dan estetika sehingga memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.

Jika dilaksanakan secara konsisten dan didukung kolaborasi berbagai pihak, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Bersih jalannya, indah jembatannya, nyaman lalu lintasnya. Bersama kita wujudkan Karawang yang ASRI, aman, nyaman dan berkelanjutan,” pungkas Muhana.

Redaksi 

GEBRAK LALIN ASRI, Inovasi Dishub Karawang Bersihkan Jalan dan Jembatan Demi Lalu Lintas yang Aman, Nyaman dan Berkelanjutan

KARAWANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang terus mendorong lahirnya inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah GEGRAK LALIN ASRI (Gerakan Bersih Jalan dan Jembatan Karawang untuk Lalu Lintas Asri).

Program tersebut dirancang sebagai gerakan gotong royong untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih bersih, aman, nyaman, tertata dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, MUHANA, S.STP., MM, mengatakan bahwa GEGRAK LALIN ASRI tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap fasilitas dan lingkungan transportasi.

“Kita ingin jalan dan jembatan di Kabupaten Karawang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga terlihat bersih, tertata dan nyaman. Karena itu, GEGRAK LALIN ASRI kita dorong sebagai gerakan bersama melalui semangat gotong royong,” ujar Muhana.

Menurutnya, kebersihan lingkungan jalan merupakan salah satu unsur yang ikut menunjang kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. Jalan yang terbebas dari sampah dan rumput liar, ditambah fasilitas jembatan yang terawat, akan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih tertib dan enak dipandang.

Melalui program tersebut, Dishub Karawang akan melakukan identifikasi terhadap sejumlah lokasi yang dinilai menjadi prioritas. Sasaran kegiatan meliputi ruas jalan kabupaten, jembatan kabupaten, trotoar atau bahu jalan, serta fasilitas dan perlengkapan jalan yang membutuhkan perhatian.

Lokasi prioritas antara lain kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, lokasi yang kondisi kebersihannya kurang terjaga, jembatan-jembatan kecil yang membutuhkan penanganan estetika, serta titik-titik strategis yang memiliki pengaruh terhadap wajah wilayah Karawang.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Muhana menegaskan bahwa GEGRAK LALIN ASRI dirancang tidak berhenti pada kegiatan membersihkan sampah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga dapat mencakup pembersihan vegetasi liar pada area yang menjadi kewenangan, penataan lingkungan sekitar fasilitas lalu lintas, hingga pengecatan pagar dan railing jembatan sebagai bentuk revitalisasi ringan.

“Konsepnya adalah bersih jalannya, indah jembatannya, nyaman lalu lintasnya. Jadi setelah dibersihkan, kita juga melihat apa yang perlu ditata dan diperbaiki secara ringan sesuai kewenangan,” jelasnya.

Untuk penanganan yang membutuhkan pekerjaan lebih besar atau bersifat konstruksi, hasil identifikasi lapangan nantinya dapat menjadi bahan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Dengan demikian, program tersebut juga diharapkan menjadi sarana bagi jajaran Dishub untuk mengetahui secara langsung kondisi fasilitas transportasi di lapangan.

Salah satu kekuatan GEGRAK LALIN ASRI adalah konsep gotong royong. Seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang akan dilibatkan sesuai pembagian tugas dan kebutuhan kegiatan.

Selain mengandalkan sumber daya internal, Dishub juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dukungan CSR diarahkan terutama untuk kebutuhan material revitalisasi ringan, seperti cat, thinner, kuas, roller, amplas dan perlengkapan pendukung lainnya.

Muhana menyebut kolaborasi dengan dunia usaha merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan fasilitas publik.

“Kami tentu terbuka terhadap kolaborasi dengan dunia usaha. Namun semuanya harus dilakukan secara transparan, terukur, sesuai ketentuan dan diarahkan kepada kebutuhan program yang jelas,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemeliharaan fasilitas publik tanpa menghilangkan prinsip akuntabilitas.

Berdasarkan rancangan program, GEGRAK LALIN ASRI akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Tahun Anggaran 2026.

Tahapan diawali dengan inventarisasi lokasi, dilanjutkan koordinasi internal dan koordinasi dengan calon mitra CSR. Setelah itu dilakukan persiapan peralatan dan bahan sebelum kegiatan pembersihan dilaksanakan.

Kegiatan pembersihan jalan dan jembatan direncanakan berlangsung pada September hingga November 2026. Pada periode tersebut, revitalisasi ringan berupa pengecatan sejumlah jembatan yang menjadi sasaran juga dapat dilakukan sesuai hasil identifikasi dan kesiapan dukungan.

Selanjutnya, pada November 2026 dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur hasil kegiatan sekaligus menentukan tindak lanjut.

“Yang kita inginkan bukan hanya selesai pada hari pelaksanaan. Setelah dibersihkan dan ditata, harus ada monitoring. Kalau ada persoalan lain yang ditemukan, harus kita catat dan koordinasikan untuk penanganan selanjutnya,” kata Muhana.

Enam Target Keberhasilan

Dishub Karawang menyiapkan sejumlah indikator keberhasilan dalam pelaksanaan GEGRAK LALIN ASRI.

Pertama, terlaksananya kegiatan pembersihan jalan dan jembatan secara berkala.

Kedua, meningkatnya kebersihan kawasan lalu lintas.

Ketiga, terlaksananya pengecatan atau revitalisasi ringan pada jembatan-jembatan kecil sesuai kondisi lapangan.

Keempat, meningkatnya partisipasi pegawai dalam kegiatan gotong royong.

Kelima, terjalinnya kerja sama dengan dunia usaha melalui program CSR berupa dukungan material dan perlengkapan.

Keenam, terwujudnya lingkungan transportasi yang lebih bersih, indah dan nyaman.

Indikator tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya mengejar terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi juga mengukur perubahan kondisi lingkungan setelah program dijalankan.

Lebih jauh, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama.

Jalan, jembatan, trotoar dan berbagai perlengkapan lalu lintas digunakan masyarakat setiap hari sehingga membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan.

Dengan turun langsung ke lapangan, pegawai Dishub juga dapat melihat berbagai kondisi fasilitas secara nyata sekaligus melakukan pemetaan terhadap persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada tugas administratif, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi pelayanan publik di lapangan.

Rancangan GEGRAK LALIN ASRI mengacu pada sejumlah regulasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan lalu lintas, pemerintahan daerah dan jalan, antara lain Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

Pelaksanaan program tetap diarahkan berdasarkan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Untuk kegiatan yang membutuhkan penanganan di luar kewenangan Dishub, hasil identifikasi akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.

Muhana berharap GEGRAK LALIN ASRI dapat menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kualitas pelayanan transportasi bukan hanya berkaitan dengan kelancaran arus kendaraan, tetapi juga menyangkut kondisi lingkungan di sekitar fasilitas lalu lintas.

“Karawang adalah daerah yang terus berkembang. Mobilitas masyarakat juga semakin tinggi. Karena itu, kita ingin lingkungan lalu lintasnya semakin tertata, bersih dan nyaman. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan fasilitas publik yang telah dibersihkan dan ditata.

Sebab, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh perilaku masyarakat setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Pada akhirnya, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan menjadi inovasi yang mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan transportasi di Kabupaten Karawang.

Program tersebut membawa semangat “Bersih Jalannya, Indah Jembatannya, Nyaman Lalu Lintasnya.”

Melalui gerakan tersebut, Dishub Karawang berupaya menghadirkan fasilitas transportasi yang tidak hanya berfungsi secara optimal, tetapi juga memiliki nilai kebersihan dan estetika sehingga memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.

Jika dilaksanakan secara konsisten dan didukung kolaborasi berbagai pihak, GEGRAK LALIN ASRI diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Bersih jalannya, indah jembatannya, nyaman lalu lintasnya. Bersama kita wujudkan Karawang yang ASRI, aman, nyaman dan berkelanjutan,” pungkas Muhana.

Redaksi 

Stop Coretan di Jembatan! Kadishub Muhana Luncurkan GEBRAK LALIN ASRI

KARAWANG, VERSITNEWS – Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang resmi meluncurkan program baru bernama "GEBRAK LALIN ASRI" singkatan dari Gerakan Pembersihan Jalan dan Jembatan untuk Lalu Lintas Aman, Mudah, dan Asri. Program ini diluncurkan hari ini dan akan berjalan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sejumlah jembatan dan ruas jalan yang sudah kumuh, penuh debu, dan coretan liar. Padahal fasilitas tersebut merupakan wajah daerah yang pertama kali dilihat pengguna jalan.

"Kita mulai hari ini launching kegiatan namanya GEBRAK LALIN ASRI. Jadi gerakan pembersihan jalan dan jembatan untuk lalu lintas aman, mudah, ini kita akan berkelanjutan," ujar Muhana saat  di lokasi kegiatan, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Muhana, tujuan utama program ini adalah memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang berlalu lintas. Dengan jembatan dan jalan yang bersih dan rapi, diharapkan pengguna jalan lebih tertib dan bangga dengan kondisi daerahnya.

"Minimal orang nanti yang berlalu lintas itu nyaman melihat jembatannya bagus, jembatannya rapi, jembatannya bersih. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Karawang tidak berjalan sendiri. Program GEBRAK LALIN ASRI akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan juga BPBD khususnya Damkar. Sinergi lintas OPD ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan dan perawatan fasilitas umum.

"Jadi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan juga dengan BPBD khususnya Damkar. Jadi bukan saja gitu, jadi kita kalau bisa ini berkelanjutan, bukan sekarang aja ya, bukan sekarang aja berkelanjutan," tegas Muhana.

Lebih lanjut, Muhana menyebut titik-titik prioritas pembersihan akan menyasar jembatan-jembatan yang sudah lama tidak tersentuh perawatan. Beberapa lokasi seperti wilayah Dawuan, Klari, Cikampek, dan Dengklok masuk dalam target awal.

"Nanti kita mungkin akan di Dengklok, mungkin nanti akan di Cikampek, jembatan-jembatan yang sudah kumuh, sudah banyak debu, sudah banyak coretan, kita akan bersihkan," ujarnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur. Muhana berharap masyarakat, komunitas, dan dunia usaha turut terlibat menjaga kebersihan setelah dilakukan pembersihan oleh tim gabungan.

"Kalau sudah kita bersihkan, mari sama-sama kita jaga. Jangan sampai baru bersih seminggu sudah dicoret lagi. Ini milik kita bersama," pungkasnya.

Dengan adanya GEBRAK LALIN ASRI, Pemkab Karawang menargetkan seluruh infrastruktur jalan dan jembatan di Karawang bertahap menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Dishub Karawang setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah.

VERSITNEWS mengapresiasi langkah Dishub Karawang. Semoga GEBRAK LALIN ASRI bisa menjadi contoh bagi OPD lain dalam menjaga wajah Karawang.

_Redaksi VERSITNEWS_

KARAWANG, VERSITNEWS – Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang resmi meluncurkan program baru bernama "GEBRAK LALIN ASRI" singkatan dari Gerakan Pembersihan Jalan dan Jembatan untuk Lalu Lintas Aman, Mudah, dan Asri. Program ini diluncurkan hari ini dan akan berjalan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sejumlah jembatan dan ruas jalan yang sudah kumuh, penuh debu, dan coretan liar. Padahal fasilitas tersebut merupakan wajah daerah yang pertama kali dilihat pengguna jalan.

"Kita mulai hari ini launching kegiatan namanya GEBRAK LALIN ASRI. Jadi gerakan pembersihan jalan dan jembatan untuk lalu lintas aman, mudah, ini kita akan berkelanjutan," ujar Muhana saat  di lokasi kegiatan, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Muhana, tujuan utama program ini adalah memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang berlalu lintas. Dengan jembatan dan jalan yang bersih dan rapi, diharapkan pengguna jalan lebih tertib dan bangga dengan kondisi daerahnya.

"Minimal orang nanti yang berlalu lintas itu nyaman melihat jembatannya bagus, jembatannya rapi, jembatannya bersih. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Karawang tidak berjalan sendiri. Program GEBRAK LALIN ASRI akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan juga BPBD khususnya Damkar. Sinergi lintas OPD ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan dan perawatan fasilitas umum.

"Jadi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan juga dengan BPBD khususnya Damkar. Jadi bukan saja gitu, jadi kita kalau bisa ini berkelanjutan, bukan sekarang aja ya, bukan sekarang aja berkelanjutan," tegas Muhana.

Lebih lanjut, Muhana menyebut titik-titik prioritas pembersihan akan menyasar jembatan-jembatan yang sudah lama tidak tersentuh perawatan. Beberapa lokasi seperti wilayah Dawuan, Klari, Cikampek, dan Dengklok masuk dalam target awal.

"Nanti kita mungkin akan di Dengklok, mungkin nanti akan di Cikampek, jembatan-jembatan yang sudah kumuh, sudah banyak debu, sudah banyak coretan, kita akan bersihkan," ujarnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur. Muhana berharap masyarakat, komunitas, dan dunia usaha turut terlibat menjaga kebersihan setelah dilakukan pembersihan oleh tim gabungan.

"Kalau sudah kita bersihkan, mari sama-sama kita jaga. Jangan sampai baru bersih seminggu sudah dicoret lagi. Ini milik kita bersama," pungkasnya.

Dengan adanya GEBRAK LALIN ASRI, Pemkab Karawang menargetkan seluruh infrastruktur jalan dan jembatan di Karawang bertahap menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Dishub Karawang setiap bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah.

VERSITNEWS mengapresiasi langkah Dishub Karawang. Semoga GEBRAK LALIN ASRI bisa menjadi contoh bagi OPD lain dalam menjaga wajah Karawang.

_Redaksi VERSITNEWS_

Rabu, 12 Agustus 2026

Memperkuat Solidaritas dan Peran Sosial, GMPI Gelar Kongres ke-II

KARAWANG | Versitnews.com.| Rabu 12 Agustus 2026 Organisasi Masyarakat Gerakan Militan Pejuang Indonesia (GMPI) menggelar Kongres ke-II di Briths Hotel, Kabupaten Karawang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meneguhkan komitmen persaudaraan antaranggota.
Kongres mengusung semangat persatuan dengan tagline yang selama ini menjadi bagian dari identitas GMPI, yakni “Bersaudara Sampai Urat Nadi.” Semangat tersebut kembali ditegaskan sebagai landasan dalam menjaga kekompakan, loyalitas, serta kebersamaan seluruh jajaran organisasi.

Pelaksanaan kongres tidak hanya menjadi forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas arah perjuangan GMPI ke depan. Terlebih, dinamika sosial dan persoalan masyarakat membutuhkan peran organisasi kemasyarakatan yang mampu hadir secara konstruktif.

GMPI menempatkan persatuan dan soliditas sebagai modal utama dalam menjalankan berbagai program organisasi. Kekompakan antarstruktur, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dinilai penting agar setiap agenda organisasi dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat internal organisasi, GMPI juga menegaskan pentingnya menjalankan fungsi sosial secara nyata. Ormas diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat, melakukan kontrol sosial secara objektif, serta ikut mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam konteks tersebut, kader GMPI didorong untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi hukum, hingga pendampingan terhadap masyarakat menjadi bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan organisasi.

Kongres ke-II juga menjadi momentum untuk menghilangkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi, baik di internal organisasi maupun dengan berbagai elemen masyarakat. Semangat kebersamaan dinilai menjadi kunci untuk mencegah terjadinya gesekan sekaligus menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis.

Slogan “Bersaudara Sampai Urat Nadi” pun diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, melainkan diwujudkan melalui sikap saling membantu, menjaga solidaritas, dan memperkuat kepedulian antaranggota dalam setiap kondisi.

Dengan terselenggaranya Kongres ke-II tersebut, GMPI diharapkan semakin matang dalam menjalankan roda organisasi. Soliditas yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi positif untuk memperluas kontribusi GMPI dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kabupaten Karawang dan wilayah lainnya.

Kongres tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persaudaraan, membangun komunikasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Jaya Lanang 
KARAWANG | Versitnews.com.| Rabu 12 Agustus 2026 Organisasi Masyarakat Gerakan Militan Pejuang Indonesia (GMPI) menggelar Kongres ke-II di Briths Hotel, Kabupaten Karawang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meneguhkan komitmen persaudaraan antaranggota.
Kongres mengusung semangat persatuan dengan tagline yang selama ini menjadi bagian dari identitas GMPI, yakni “Bersaudara Sampai Urat Nadi.” Semangat tersebut kembali ditegaskan sebagai landasan dalam menjaga kekompakan, loyalitas, serta kebersamaan seluruh jajaran organisasi.

Pelaksanaan kongres tidak hanya menjadi forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas arah perjuangan GMPI ke depan. Terlebih, dinamika sosial dan persoalan masyarakat membutuhkan peran organisasi kemasyarakatan yang mampu hadir secara konstruktif.

GMPI menempatkan persatuan dan soliditas sebagai modal utama dalam menjalankan berbagai program organisasi. Kekompakan antarstruktur, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dinilai penting agar setiap agenda organisasi dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat internal organisasi, GMPI juga menegaskan pentingnya menjalankan fungsi sosial secara nyata. Ormas diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat, melakukan kontrol sosial secara objektif, serta ikut mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam konteks tersebut, kader GMPI didorong untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan. Kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi hukum, hingga pendampingan terhadap masyarakat menjadi bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan organisasi.

Kongres ke-II juga menjadi momentum untuk menghilangkan ego sektoral dan memperkuat komunikasi, baik di internal organisasi maupun dengan berbagai elemen masyarakat. Semangat kebersamaan dinilai menjadi kunci untuk mencegah terjadinya gesekan sekaligus menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis.

Slogan “Bersaudara Sampai Urat Nadi” pun diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, melainkan diwujudkan melalui sikap saling membantu, menjaga solidaritas, dan memperkuat kepedulian antaranggota dalam setiap kondisi.

Dengan terselenggaranya Kongres ke-II tersebut, GMPI diharapkan semakin matang dalam menjalankan roda organisasi. Soliditas yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi positif untuk memperluas kontribusi GMPI dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kabupaten Karawang dan wilayah lainnya.

Kongres tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persaudaraan, membangun komunikasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Jaya Lanang 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done