BAU BUSUK MENYENGAT! PABRIK SNACK RAKSASA PT. CALBEE WINGS FOOD KLARI DIDUGA CEMARI LINGKUNGAN, WARGA WALAHAR SESAK NAPAS, IPAL BERMASALAH? DLHK KARAWANG TUTUP MATA?
Pabrik yang seharusnya menjadi contoh kebersihan dan higienitas pangan ini justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan yang meresahkan warga.
Berdasarkan laporan warga sekitar yang diterima Tim Investigasi DPC AKPersi Karawang, bau busuk yang sangat menyengat tercium hampir setiap hari, terutama sore hingga malam hari. Akibatnya, warga sekitar mengeluh mual, pusing, dan sesak napas, tidak bisa membuka jendela rumah dengan nyaman.
Padahal, PT. Calbee Wings Food adalah Joint Venture raksasa antara Calbee Inc. Jepang dan Wings Group Indonesia, yang seharusnya memiliki standar pengolahan limbah makanan kelas dunia.
DUGAAN IPAL TIDAK BERFUNGSI MAKSIMAL & LIMBAH ORGANIK DIBIARKAN
Ketua DPC AKPersi Karawang, Feri Maulana, mengungkapkan kecurigaan serius terkait sumber bau busuk tersebut.
"Pabrik snack kentang itu limbahnya bukan limbah B3 kabel, tapi limbah organik cair yang sangat berbahaya jika tidak diolah. Limbah cucian kentang, minyak goreng bekas produksi, sisa bumbu, dan sludge IPAL. Kalau IPAL nya tidak berfungsi maksimal, baunya itu busuknya minta ampun, seperti got dan bangkai, mengandung gas Amonia dan Hidrogen Sulfida (H2S) yang bikin sesak napas!" tegas Feri Maulana.
Menurut Feri, ada 3 dugaan pelanggaran fatal yang harus dijawab oleh manajemen PT. Calbee Wings Food dan DLHK Karawang:
1. DIDUGA IPAL OVERLOAD ATAU TIDAK DIOPERASIKAN 24 JAM:
Limbah cair produksi snack mengandung BOD dan COD yang sangat tinggi. Wajib diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai baku mutu terpenuhi sebelum dibuang ke sungai/saluran. Jika bau menyengat sampai ke permukiman, ini indikasi kuat IPAL tidak berjalan optimal, overload, atau sengaja dibypass pada malam hari untuk menghemat biaya operasional.
2. DIDUGA PENUMPUKAN LIMBAH PADAT ORGANIK (SLUDGE & SISA KENTANG):
Sisa sortiran kentang busuk dan lumpur IPAL (sludge) jika dibiarkan menumpuk di TPS Limbah terbuka tanpa pengelolaan cepat, akan membusuk dan menjadi sumber bau dan lalat. Ini melanggar prinsip higienitas industri pangan.
3. DIDUGA PENCEMARAN UDARA DAN AIR:
Emisi cerobong dan buangan air limbah yang tidak sesuai baku mutu bisa mencemari Sungai Cibeet - Walahar yang menjadi sumber air warga. Ini melanggar UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Ini ironi! Di luar kemasannya tertulis 'Harvesting the Power of Nature', tapi di belakang pabriknya warganya menghirup bau busuk dari alam yang tercemar. Snacknya renyah, tapi nafas warga sesak. Ini yang kami sebut kejahatan lingkungan yang dibungkus kemasan mewah!" cecar Feri.
DLHK KARAWANG KEMANA?
Feri Maulana mempertanyakan keras fungsi pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.
"PT. Calbee Wings Food ini bukan pabrik kecil, pabrik PMA besar di jantung Klari. Masa DLHK tidak mencium bau busuk itu? Atau pura-pura tidak mencium? Mana hasil uji laboratorium air limbahnya setiap 3 bulan? Mana buku pemantauan IPAL nya? DLHK wajib sidak 24 jam, jangan sidak jam kantor saja. Datang jam 8 malam, cium sendiri baunya!" tantang Feri.
TUNTUTAN TEGAS AKPERSI KARAWANG:
1. Mendesak DLHK Karawang & DLH Provinsi Jabar untuk melakukan Sidak Malam Hari dan Uji Lab Ambien Udara serta Air Limbah di outlet IPAL PT. Calbee Wings Food.
2. Mendesak manajemen PT. Calbee Wings Food untuk membuka data operasional IPAL dan menjelaskan kepada publik penyebab bau busuk yang dikeluhkan warga Walahar.
3. Mendesak Bupati Karawang untuk mengevaluasi izin lingkungan PT. Calbee Wings Food jika terbukti mencemari lingkungan permukiman warga.
"Kami cinta investasi, tapi kami lebih cinta paru-paru warga Karawang. Jangan korbankan kesehatan warga Walahar demi sepotong keripik kentang. Jika dalam 3x24 jam tidak ada klarifikasi dan perbaikan, AKPersi Karawang akan melayangkan laporan resmi ke Gakkum KLHK RI dan akan gelar aksi di depan pabrik," tutup Feri Maulana.
Hingga rilis ini diterbitkan, tim AKPersi Karawang masih berupaya mendapatkan hak jawab dari pihak Manajemen PT. Calbee Wings Food dan Kepala DLHK Kabupaten Karawang. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Pabrik yang seharusnya menjadi contoh kebersihan dan higienitas pangan ini justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan yang meresahkan warga.
Berdasarkan laporan warga sekitar yang diterima Tim Investigasi DPC AKPersi Karawang, bau busuk yang sangat menyengat tercium hampir setiap hari, terutama sore hingga malam hari. Akibatnya, warga sekitar mengeluh mual, pusing, dan sesak napas, tidak bisa membuka jendela rumah dengan nyaman.
Padahal, PT. Calbee Wings Food adalah Joint Venture raksasa antara Calbee Inc. Jepang dan Wings Group Indonesia, yang seharusnya memiliki standar pengolahan limbah makanan kelas dunia.
DUGAAN IPAL TIDAK BERFUNGSI MAKSIMAL & LIMBAH ORGANIK DIBIARKAN
Ketua DPC AKPersi Karawang, Feri Maulana, mengungkapkan kecurigaan serius terkait sumber bau busuk tersebut.
"Pabrik snack kentang itu limbahnya bukan limbah B3 kabel, tapi limbah organik cair yang sangat berbahaya jika tidak diolah. Limbah cucian kentang, minyak goreng bekas produksi, sisa bumbu, dan sludge IPAL. Kalau IPAL nya tidak berfungsi maksimal, baunya itu busuknya minta ampun, seperti got dan bangkai, mengandung gas Amonia dan Hidrogen Sulfida (H2S) yang bikin sesak napas!" tegas Feri Maulana.
Menurut Feri, ada 3 dugaan pelanggaran fatal yang harus dijawab oleh manajemen PT. Calbee Wings Food dan DLHK Karawang:
1. DIDUGA IPAL OVERLOAD ATAU TIDAK DIOPERASIKAN 24 JAM:
Limbah cair produksi snack mengandung BOD dan COD yang sangat tinggi. Wajib diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai baku mutu terpenuhi sebelum dibuang ke sungai/saluran. Jika bau menyengat sampai ke permukiman, ini indikasi kuat IPAL tidak berjalan optimal, overload, atau sengaja dibypass pada malam hari untuk menghemat biaya operasional.
2. DIDUGA PENUMPUKAN LIMBAH PADAT ORGANIK (SLUDGE & SISA KENTANG):
Sisa sortiran kentang busuk dan lumpur IPAL (sludge) jika dibiarkan menumpuk di TPS Limbah terbuka tanpa pengelolaan cepat, akan membusuk dan menjadi sumber bau dan lalat. Ini melanggar prinsip higienitas industri pangan.
3. DIDUGA PENCEMARAN UDARA DAN AIR:
Emisi cerobong dan buangan air limbah yang tidak sesuai baku mutu bisa mencemari Sungai Cibeet - Walahar yang menjadi sumber air warga. Ini melanggar UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Ini ironi! Di luar kemasannya tertulis 'Harvesting the Power of Nature', tapi di belakang pabriknya warganya menghirup bau busuk dari alam yang tercemar. Snacknya renyah, tapi nafas warga sesak. Ini yang kami sebut kejahatan lingkungan yang dibungkus kemasan mewah!" cecar Feri.
DLHK KARAWANG KEMANA?
Feri Maulana mempertanyakan keras fungsi pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.
"PT. Calbee Wings Food ini bukan pabrik kecil, pabrik PMA besar di jantung Klari. Masa DLHK tidak mencium bau busuk itu? Atau pura-pura tidak mencium? Mana hasil uji laboratorium air limbahnya setiap 3 bulan? Mana buku pemantauan IPAL nya? DLHK wajib sidak 24 jam, jangan sidak jam kantor saja. Datang jam 8 malam, cium sendiri baunya!" tantang Feri.
TUNTUTAN TEGAS AKPERSI KARAWANG:
1. Mendesak DLHK Karawang & DLH Provinsi Jabar untuk melakukan Sidak Malam Hari dan Uji Lab Ambien Udara serta Air Limbah di outlet IPAL PT. Calbee Wings Food.
2. Mendesak manajemen PT. Calbee Wings Food untuk membuka data operasional IPAL dan menjelaskan kepada publik penyebab bau busuk yang dikeluhkan warga Walahar.
3. Mendesak Bupati Karawang untuk mengevaluasi izin lingkungan PT. Calbee Wings Food jika terbukti mencemari lingkungan permukiman warga.
"Kami cinta investasi, tapi kami lebih cinta paru-paru warga Karawang. Jangan korbankan kesehatan warga Walahar demi sepotong keripik kentang. Jika dalam 3x24 jam tidak ada klarifikasi dan perbaikan, AKPersi Karawang akan melayangkan laporan resmi ke Gakkum KLHK RI dan akan gelar aksi di depan pabrik," tutup Feri Maulana.
Hingga rilis ini diterbitkan, tim AKPersi Karawang masih berupaya mendapatkan hak jawab dari pihak Manajemen PT. Calbee Wings Food dan Kepala DLHK Kabupaten Karawang. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.