Senin, 09 Maret 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Pemdes Karang Segar Gelar Acara Bazar Ramadhan dan Santunan Anak Yatim Piatu
Pebayuran Bekasi - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di halaman Kantor Desa Karang Segar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Pemerintah Desa Karang Segar menggelar kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan bagi 84 anak yatim dan piatu dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang sarat nilai kepedulian sosial ini dihadiri oleh Pj Kepala Desa Karang Segar Candra Wira Hadi Santika, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna Desa Karang Segar selaku panitia pelaksana, para staf dan jajaran RT/RW Desa Karang Segar, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan acara.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Candra Wira Hadi Santika menyampaikan bahwa kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap UMKM lokal serta anak-anak yatim dan piatu, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan menebar kebaikan. Semoga kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat terutama anak-anak yatim dan piatu, serta menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah desa bersama masyarakat dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Acara Bazar Ramadhan dan santunan berlangsung dengan penuh kehangatan. Para anak yatim dan piatu tampak bahagia menerima santunan yang diberikan langsung oleh pemerintah desa bersama para tokoh masyarakat.
Masyarakat Desa Karang Segar pun memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian Pemerintah Desa Karang Segar yang telah menghadirkan kegiatan penuh makna di bulan suci Ramadhan ini.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun karena sangat membantu pemberdayaan masyarakat dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim di desa kami,” ungkap salah satu warga yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat, dalam mengelola UMKM dan semangat berbagi agar kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong terus terjaga di Desa Karang Segar.
(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)
Pebayuran Bekasi - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di halaman Kantor Desa Karang Segar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Pemerintah Desa Karang Segar menggelar kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan bagi 84 anak yatim dan piatu dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang sarat nilai kepedulian sosial ini dihadiri oleh Pj Kepala Desa Karang Segar Candra Wira Hadi Santika, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna Desa Karang Segar selaku panitia pelaksana, para staf dan jajaran RT/RW Desa Karang Segar, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan acara.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Candra Wira Hadi Santika menyampaikan bahwa kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap UMKM lokal serta anak-anak yatim dan piatu, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan menebar kebaikan. Semoga kegiatan Bazar Ramadhan dan santunan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat terutama anak-anak yatim dan piatu, serta menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah desa bersama masyarakat dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Acara Bazar Ramadhan dan santunan berlangsung dengan penuh kehangatan. Para anak yatim dan piatu tampak bahagia menerima santunan yang diberikan langsung oleh pemerintah desa bersama para tokoh masyarakat.
Masyarakat Desa Karang Segar pun memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian Pemerintah Desa Karang Segar yang telah menghadirkan kegiatan penuh makna di bulan suci Ramadhan ini.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun karena sangat membantu pemberdayaan masyarakat dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim di desa kami,” ungkap salah satu warga yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat, dalam mengelola UMKM dan semangat berbagi agar kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong terus terjaga di Desa Karang Segar.
(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)
Karang Taruna Kecamatan Sindang Jaya Gelar “Ramadhan Berkah”, Bagikan 300 Takjil
Tangerang, – Suasana kebersamaan penuh berkah terasa di Kecamatan Sindang Jaya saat Karang Taruna menggelar kegiatan berbagi takjil di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan pembagian takjil Digelar di depan Kantor Kecamatan Sindang Jaya pada Sabtu, 7 Maret 2026, mulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sosial ini menyasar masyarakat dan para pengendara yang melintas di Jalan Kecamatan Sindang Jaya sekitarnya,
Ketua Karang Taruna Sindang Jaya, Anwar Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya mencari ridho dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.
“Sosial di bulan suci Ramadhan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, serta menjadi wujud kepedulian kepada sesama masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, baik yang masih dalam perjalanan maupun warga sekitar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Anwar Hadi, Sekretaris Faisal Anwar, Bendahara H. Ahmad Fauzi, serta seluruh anggota Karang Taruna Kecamatan Sindang Jaya.
Di waktu yang sama, salah satu pengendara motor yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Sindang Jaya atas kegiatan berbagi takjil tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Karang Taruna Sindang Jaya yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi takjil. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pemuda Karang Taruna lainnya untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,
Sementara itu, Bendahara Karang Taruna H. Ahmad Fauzi menambahkan bahwa pihaknya ingin kehadiran Karang Taruna dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai keluarga besar Karang Taruna, kami memiliki jiwa sosial terhadap sesama. Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan, mempererat persaudaraan, dan menambah semangat kebersamaan,” tuturnya
Alhamdulillah acara berjalan lancar dan penuh hikmah 300 takjil berhasil dibagikan kemasyakat warna kecamatan Sindang jaya dan sekitarnya, lanjut Tasyakuran Berdoa Buka puasa bersama tim karang taruna kecamatan Sindang jaya
Sitinurjanah/redaksi
Tangerang, – Suasana kebersamaan penuh berkah terasa di Kecamatan Sindang Jaya saat Karang Taruna menggelar kegiatan berbagi takjil di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan berbagi kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan pembagian takjil Digelar di depan Kantor Kecamatan Sindang Jaya pada Sabtu, 7 Maret 2026, mulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sosial ini menyasar masyarakat dan para pengendara yang melintas di Jalan Kecamatan Sindang Jaya sekitarnya,
Ketua Karang Taruna Sindang Jaya, Anwar Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya mencari ridho dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.
“Sosial di bulan suci Ramadhan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, serta menjadi wujud kepedulian kepada sesama masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, baik yang masih dalam perjalanan maupun warga sekitar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Anwar Hadi, Sekretaris Faisal Anwar, Bendahara H. Ahmad Fauzi, serta seluruh anggota Karang Taruna Kecamatan Sindang Jaya.
Di waktu yang sama, salah satu pengendara motor yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Sindang Jaya atas kegiatan berbagi takjil tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Karang Taruna Sindang Jaya yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi takjil. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pemuda Karang Taruna lainnya untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,
Sementara itu, Bendahara Karang Taruna H. Ahmad Fauzi menambahkan bahwa pihaknya ingin kehadiran Karang Taruna dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai keluarga besar Karang Taruna, kami memiliki jiwa sosial terhadap sesama. Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan, mempererat persaudaraan, dan menambah semangat kebersamaan,” tuturnya
Alhamdulillah acara berjalan lancar dan penuh hikmah 300 takjil berhasil dibagikan kemasyakat warna kecamatan Sindang jaya dan sekitarnya, lanjut Tasyakuran Berdoa Buka puasa bersama tim karang taruna kecamatan Sindang jaya
Sitinurjanah/redaksi
FWJI Korwil Kuningan Bagikan 500 Paket Takjil di Cilimus, Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan
Kuningan – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan.
Kegiatan bertajuk “FWJI Korwil Kuningan Berbagi Takjil – Bersama Membangun Bangsa” ini dilaksanakan pada Sabtu, 07 Maret 2026, di sekitar lampu merah Bandorasa, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJI Korwil Kuningan, Deni Anggara, yang akrab disapa Dewa, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta kebersamaan para anggota FWJI di bulan penuh berkah.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus serta anggota FWJI Korwil Kuningan. Dana untuk kegiatan ini juga berasal dari urunan atau patungan anggota serta donasi, sehingga semangat kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan berbagi takjil sebanyak 500 paket hari ini berjalan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan membawa hikmah bagi kita semua serta semakin mempererat kekompakan anggota FWJI,” ujar Dewa.
Sementara itu, Ketua FWJI Korwil Kuningan, H. Ahmad Nurcahya, juga mengapresiasi kekompakan para anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Ia berharap kegiatan positif di bulan Ramadhan ini dapat terus dilakukan dan menjadi motivasi bagi seluruh anggota FWJI agar tetap kompak, solid, dan terus berkontribusi kepada masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini adalah hal yang baik di bulan Ramadhan. Saya berharap ke depan seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan tetap menjaga kekompakan dan terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus, ketua, serta seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan, yang bersama-sama turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FWJI Korwil Kuningan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif serta mempererat hubungan antara insan pers dengan masyarakat.
Red
Kuningan – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan.
Kegiatan bertajuk “FWJI Korwil Kuningan Berbagi Takjil – Bersama Membangun Bangsa” ini dilaksanakan pada Sabtu, 07 Maret 2026, di sekitar lampu merah Bandorasa, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJI Korwil Kuningan, Deni Anggara, yang akrab disapa Dewa, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta kebersamaan para anggota FWJI di bulan penuh berkah.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus serta anggota FWJI Korwil Kuningan. Dana untuk kegiatan ini juga berasal dari urunan atau patungan anggota serta donasi, sehingga semangat kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan berbagi takjil sebanyak 500 paket hari ini berjalan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan membawa hikmah bagi kita semua serta semakin mempererat kekompakan anggota FWJI,” ujar Dewa.
Sementara itu, Ketua FWJI Korwil Kuningan, H. Ahmad Nurcahya, juga mengapresiasi kekompakan para anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Ia berharap kegiatan positif di bulan Ramadhan ini dapat terus dilakukan dan menjadi motivasi bagi seluruh anggota FWJI agar tetap kompak, solid, dan terus berkontribusi kepada masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini adalah hal yang baik di bulan Ramadhan. Saya berharap ke depan seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan tetap menjaga kekompakan dan terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus, ketua, serta seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan, yang bersama-sama turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FWJI Korwil Kuningan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif serta mempererat hubungan antara insan pers dengan masyarakat.
Red
Sabtu, 07 Maret 2026
Bentuk Benteng Hukum Perdata Dan TUN, PDAM Karawang Bersama Kejari Amankan Kebijakan dan Aset Daerah.
Karawang-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Karawang menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang guna memperkuat dukungan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi perusahaan daerah tersebut. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh pimpinan PDAM Karawang bersama Kepala Kejaksaan Negeri Karawang. Kesepakatan ini ditandatangani Rabu 04/03/2026 menjadi bentuk sinergi antara institusi daerah dan aparat penegak hukum dalam memberikan pendampingan hukum, khususnya pada bidang perdata dan tata usaha negara (TUN).
Melalui kerja sama ini, Kejari Karawang akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya kepada PDAM Karawang apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perdata maupun tata usaha negara.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat landasan hukum bagi PDAM dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama tersebut juga bertujuan untuk melindungi aset perusahaan daerah dari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.
Pihak PDAM Karawang menyampaikan bahwa dukungan dari Kejaksaan Negeri sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan transparan.
Sementara itu, Kejari Karawang menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada PDAM sebagai bagian dari fungsi kejaksaan dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Pendampingan tersebut mencakup pemberian legal opinion, bantuan hukum hingga upaya penyelamatan aset daerah.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance. Dengan adanya penguatan aspek hukum, PDAM Karawang dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara PDAM Karawang dan Kejaksaan Negeri Karawang ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan sistem kerja yang lebih kuat secara hukum serta mampu mendukung pembangunan daerah secara berkesinambungan.
Red
Karawang-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Karawang menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang guna memperkuat dukungan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi perusahaan daerah tersebut. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh pimpinan PDAM Karawang bersama Kepala Kejaksaan Negeri Karawang. Kesepakatan ini ditandatangani Rabu 04/03/2026 menjadi bentuk sinergi antara institusi daerah dan aparat penegak hukum dalam memberikan pendampingan hukum, khususnya pada bidang perdata dan tata usaha negara (TUN).
Melalui kerja sama ini, Kejari Karawang akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya kepada PDAM Karawang apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perdata maupun tata usaha negara.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat landasan hukum bagi PDAM dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama tersebut juga bertujuan untuk melindungi aset perusahaan daerah dari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.
Pihak PDAM Karawang menyampaikan bahwa dukungan dari Kejaksaan Negeri sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan transparan.
Sementara itu, Kejari Karawang menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum kepada PDAM sebagai bagian dari fungsi kejaksaan dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Pendampingan tersebut mencakup pemberian legal opinion, bantuan hukum hingga upaya penyelamatan aset daerah.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance. Dengan adanya penguatan aspek hukum, PDAM Karawang dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara PDAM Karawang dan Kejaksaan Negeri Karawang ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan sistem kerja yang lebih kuat secara hukum serta mampu mendukung pembangunan daerah secara berkesinambungan.
Red
Jumat, 06 Maret 2026
AKPERSI Jawa Barat Berbagi 1.000 Takjil di Jembatan Merdeka Perbatasan Karawang Bekasi Warga Terharu Sambut Kepedulian di Bulan Ramadhan
Menjelang waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, ratusan warga tampak berkumpul di tepi jalan. Mereka menanti dengan penuh syukur saat keluarga besar AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang melintas.
Kegiatan sosial bertajuk “Mencari Ridho dan Berkah Ilahi di Bulan Ramadhan” ini menjadi wujud kepedulian insan pers kepada masyarakat, khususnya bagi para pengendara, pekerja, dan warga sekitar yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kanit Intel Polsek Pebayuran, Aiptu Abdurahman, serta para pengurus AKPERSI dari berbagai daerah. Tampak hadir Ketua DPD AKPERSI Provinsi Jawa Barat, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bekasi, Ketua DPC Karawang, Ketua DPC Bogor, serta para anggota dan relawan yang dengan penuh semangat membagikan paket takjil kepada warga.
Ketua DPC AKPERSI Karawang, Feri Maulana, bersama jajarannya turut turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas di Jembatan Merdeka.
Hal serupa juga dilakukan oleh Subur, selaku Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bekasi, yang memimpin para anggota dalam kegiatan sosial tersebut.
Ketua DPD AKPERSI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian insan pers kepada masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan keberkahan, Kami dari keluarga besar AKPERSI ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Semoga takjil yang kami bagikan dapat membantu warga yang masih berada di perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosial ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara insan pers, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata, Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Aiptu Abdurahman, selaku Kanit Intel Polsek Pebayuran, Mewakili Kapolsek Pebayuran menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilakukan oleh AKPERSI tersebut.
Ia menilai kegiatan berbagi takjil seperti ini sangat positif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami dari Polsek Pebayuran sangat mengapresiasi kegiatan berbagi takjil yang dilakukan oleh keluarga besar AKPERSI.
Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat baik, apalagi dilaksanakan di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena mampu mempererat hubungan antara masyarakat, insan pers, dan aparat keamanan.
“Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi organisasi lainnya untuk bersama-sama berbagi dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengguna jalan Mutia (47) mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pembagian takjil tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.
“Saya merasa sangat senang dan terharu. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Apalagi bagi pengendara yang mungkin belum sempat membeli makanan untuk berbuka puasa. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahun,” ungkap Mutia dengan wajah penuh syukur.
Di tempat terpisah, Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E, saat di mintai Keterangannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk kepedulian keluarga besar AKPERSI terhadap masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pengurus AKPERSI di Jawa Barat yang telah melaksanakan kegiatan berbagi takjil ini.
Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin AKPERSI hadir bukan hanya sebagai organisasi pers, tetapi juga sebagai keluarga besar yang memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, Para pengurus dan anggota AKPERSI tampak membagikan takjil dengan senyum ramah kepada setiap pengendara yang melintas.
Bagi masyarakat Desa Sumbersari dan para pengguna jalan di Jembatan Merdeka, kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan berbuka. Lebih dari itu, aksi berbagi ini menghadirkan pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Di tengah hiruk pikuk lalu lintas sore hari, paket-paket takjil yang dibagikan menjadi simbol sederhana namun penuh makna—bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
(AKPERSI)
Menjelang waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, ratusan warga tampak berkumpul di tepi jalan. Mereka menanti dengan penuh syukur saat keluarga besar AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang melintas.
Kegiatan sosial bertajuk “Mencari Ridho dan Berkah Ilahi di Bulan Ramadhan” ini menjadi wujud kepedulian insan pers kepada masyarakat, khususnya bagi para pengendara, pekerja, dan warga sekitar yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kanit Intel Polsek Pebayuran, Aiptu Abdurahman, serta para pengurus AKPERSI dari berbagai daerah. Tampak hadir Ketua DPD AKPERSI Provinsi Jawa Barat, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bekasi, Ketua DPC Karawang, Ketua DPC Bogor, serta para anggota dan relawan yang dengan penuh semangat membagikan paket takjil kepada warga.
Ketua DPC AKPERSI Karawang, Feri Maulana, bersama jajarannya turut turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas di Jembatan Merdeka.
Hal serupa juga dilakukan oleh Subur, selaku Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bekasi, yang memimpin para anggota dalam kegiatan sosial tersebut.
Ketua DPD AKPERSI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian insan pers kepada masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan keberkahan, Kami dari keluarga besar AKPERSI ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Semoga takjil yang kami bagikan dapat membantu warga yang masih berada di perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosial ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara insan pers, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata, Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Aiptu Abdurahman, selaku Kanit Intel Polsek Pebayuran, Mewakili Kapolsek Pebayuran menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilakukan oleh AKPERSI tersebut.
Ia menilai kegiatan berbagi takjil seperti ini sangat positif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami dari Polsek Pebayuran sangat mengapresiasi kegiatan berbagi takjil yang dilakukan oleh keluarga besar AKPERSI.
Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat baik, apalagi dilaksanakan di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena mampu mempererat hubungan antara masyarakat, insan pers, dan aparat keamanan.
“Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi organisasi lainnya untuk bersama-sama berbagi dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengguna jalan Mutia (47) mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pembagian takjil tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.
“Saya merasa sangat senang dan terharu. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Apalagi bagi pengendara yang mungkin belum sempat membeli makanan untuk berbuka puasa. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahun,” ungkap Mutia dengan wajah penuh syukur.
Di tempat terpisah, Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E, saat di mintai Keterangannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan merupakan salah satu bentuk kepedulian keluarga besar AKPERSI terhadap masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pengurus AKPERSI di Jawa Barat yang telah melaksanakan kegiatan berbagi takjil ini.
Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin AKPERSI hadir bukan hanya sebagai organisasi pers, tetapi juga sebagai keluarga besar yang memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, Para pengurus dan anggota AKPERSI tampak membagikan takjil dengan senyum ramah kepada setiap pengendara yang melintas.
Bagi masyarakat Desa Sumbersari dan para pengguna jalan di Jembatan Merdeka, kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan berbuka. Lebih dari itu, aksi berbagi ini menghadirkan pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Di tengah hiruk pikuk lalu lintas sore hari, paket-paket takjil yang dibagikan menjadi simbol sederhana namun penuh makna—bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
(AKPERSI)
AKPERSI Apresiasi Kebijakan Menkomdigi, Pembatasan Media Sosial Anak Berlaku 28 Maret 2026
Jakarta — Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menyampaikan apresiasi atas langkah tegas pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur dan dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E, menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga generasi muda Indonesia dari berbagai risiko negatif di ruang digital.
“AKPERSI memberikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital yang memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial yang tidak terkontrol,” ujar Rino dalam keterangannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan regulasi yang kuat agar tidak berdampak buruk bagi anak-anak, seperti paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga kecanduan media sosial.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kebijakan pembatasan tersebut merupakan implementasi dari turunan regulasi yang telah diterbitkan pemerintah.
“Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur penguatan perlindungan anak di ruang digital, termasuk kewajiban bagi penyelenggara platform digital untuk menerapkan pembatasan usia dan sistem verifikasi akun pengguna,” tegas Meutya Hafid.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah mewajibkan platform digital untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kepemilikan akun oleh anak-anak, terutama pada platform yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Melalui regulasi ini, pemerintah memastikan bahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan konten berbahaya di internet,” tambahnya.
AKPERSI menilai kebijakan tersebut merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab. Organisasi ini juga mendorong seluruh platform media sosial untuk mematuhi regulasi pemerintah dan memperkuat sistem verifikasi usia pengguna.
Ketua Umum AKPERSI menambahkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media, dunia pendidikan, serta peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak.
“Ini adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk membangun ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda. AKPERSI siap mendukung gerakan literasi digital nasional agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan penggunaan media sosial bagi anak,” tegas Rino.
Dengan diberlakukannya kebijakan turunan dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 pada 28 Maret 2026, pemerintah berharap ruang digital Indonesia menjadi lebih aman serta mampu melindungi masa depan generasi muda dari berbagai ancaman di dunia maya.
Rilis DPP AKPERSI
Jakarta — Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menyampaikan apresiasi atas langkah tegas pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur dan dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E, menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga generasi muda Indonesia dari berbagai risiko negatif di ruang digital.
“AKPERSI memberikan apresiasi terhadap langkah strategis pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital yang memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial yang tidak terkontrol,” ujar Rino dalam keterangannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan regulasi yang kuat agar tidak berdampak buruk bagi anak-anak, seperti paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga kecanduan media sosial.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kebijakan pembatasan tersebut merupakan implementasi dari turunan regulasi yang telah diterbitkan pemerintah.
“Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur penguatan perlindungan anak di ruang digital, termasuk kewajiban bagi penyelenggara platform digital untuk menerapkan pembatasan usia dan sistem verifikasi akun pengguna,” tegas Meutya Hafid.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah mewajibkan platform digital untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kepemilikan akun oleh anak-anak, terutama pada platform yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Melalui regulasi ini, pemerintah memastikan bahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan konten berbahaya di internet,” tambahnya.
AKPERSI menilai kebijakan tersebut merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab. Organisasi ini juga mendorong seluruh platform media sosial untuk mematuhi regulasi pemerintah dan memperkuat sistem verifikasi usia pengguna.
Ketua Umum AKPERSI menambahkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media, dunia pendidikan, serta peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak.
“Ini adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk membangun ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda. AKPERSI siap mendukung gerakan literasi digital nasional agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan penggunaan media sosial bagi anak,” tegas Rino.
Dengan diberlakukannya kebijakan turunan dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 pada 28 Maret 2026, pemerintah berharap ruang digital Indonesia menjadi lebih aman serta mampu melindungi masa depan generasi muda dari berbagai ancaman di dunia maya.
Rilis DPP AKPERSI








