VERSITNEWS

Rabu, 05 November 2025

Kehilangan Sepeda Motor di Perumahan Karawang Indah, Warga Harapkan Bantuan Masyarakat

KARAWANG — Telah terjadi kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi T 6472 DP, pada Rabu (5/11/2025) siang di area parkiran Perumahan Karawang Indah, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
‎Menurut keterangan pemilik, motor tersebut hilang saat ia tengah menyambangi nasabah. Kendaraan diparkir di gang parkiran, namun ketika hendak pulang, motor sudah tidak berada di tempat. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
‎Hingga saat ini, pelaku pencurian belum diketahui. Pemilik berharap bantuan masyarakat sekitar untuk turut memberikan informasi apabila melihat kendaraan dengan ciri-ciri yang sesuai.
‎Bagi masyarakat yang menemukan atau melihat motor tersebut, dapat segera menghubungi Syarif di nomor 0857-1940-0053, atau melalui nomor alternatif 0858-9007-3599.
‎Semoga dengan adanya informasi ini, motor yang hilang bisa segera ditemukan,” ujar pihak keluarga pemilik motor.
‎Pihak berwenang dan warga sekitar Perumahan Karawang Indah juga diimbau untuk turut membantu proses pencarian agar kendaraan tersebut dapat segera kembali ke tangan pemiliknya.
‎Karnata, Gmblung
KARAWANG — Telah terjadi kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi T 6472 DP, pada Rabu (5/11/2025) siang di area parkiran Perumahan Karawang Indah, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
‎Menurut keterangan pemilik, motor tersebut hilang saat ia tengah menyambangi nasabah. Kendaraan diparkir di gang parkiran, namun ketika hendak pulang, motor sudah tidak berada di tempat. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
‎Hingga saat ini, pelaku pencurian belum diketahui. Pemilik berharap bantuan masyarakat sekitar untuk turut memberikan informasi apabila melihat kendaraan dengan ciri-ciri yang sesuai.
‎Bagi masyarakat yang menemukan atau melihat motor tersebut, dapat segera menghubungi Syarif di nomor 0857-1940-0053, atau melalui nomor alternatif 0858-9007-3599.
‎Semoga dengan adanya informasi ini, motor yang hilang bisa segera ditemukan,” ujar pihak keluarga pemilik motor.
‎Pihak berwenang dan warga sekitar Perumahan Karawang Indah juga diimbau untuk turut membantu proses pencarian agar kendaraan tersebut dapat segera kembali ke tangan pemiliknya.
‎Karnata, Gmblung

“Bantu UMKM Naik Kelas, Pemkab Karawang Serahkan Alat Produksi dan Pelatihan Materi”

Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyerahan bantuan alat penunjang produksi dan pendampingan materi, yang digelar Rabu (5/11/2025) di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang. Kegiatan ini merupakan tahap ketiga program bantuan UMKM Tahun 2025.

Acara ini dihadiri oleh pejabat Pemkab Karawang, pelaku UMKM dari berbagai sektor, serta pihak pendamping program UMKM Naik Kelas. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing usaha lokal.  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Karawang menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya sebatas alat produksi, tetapi juga dibarengi dengan pendampingan materi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajerial pelaku UMKM.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi lebih banyak, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Kepala Dinas.

Program “UMKM Naik Kelas” ini menekankan tiga hal utama: inovasi produk, efisiensi proses produksi, dan pemasaran digital. Setiap peserta mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pelatihan terkait strategi produksi, branding, hingga manajemen keuangan yang sesuai standar usaha modern.  

Salah seorang pelaku UMKM yang menerima bantuan, Ibu Sari, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Alat ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, materi pendampingan membuat kami lebih memahami cara mengelola usaha agar bisa lebih profesional,” katanya.  

Selain manfaat langsung bagi para pelaku usaha, pemerintah berharap program ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM, dinas terkait, dan komunitas bisnis agar setiap program benar-benar berdampak positif.  

Kegiatan penyerahan bantuan tahap ketiga ini menjadi momentum penting bagi UMKM Karawang untuk terus berkembang dan bertransformasi menjadi usaha yang lebih kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen akan terus mendukung pelaku UMKM melalui program-program serupa di masa mendatang.  


(Yusup Supriadi)
Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyerahan bantuan alat penunjang produksi dan pendampingan materi, yang digelar Rabu (5/11/2025) di Aula Husni Hamid, Pemda Karawang. Kegiatan ini merupakan tahap ketiga program bantuan UMKM Tahun 2025.

Acara ini dihadiri oleh pejabat Pemkab Karawang, pelaku UMKM dari berbagai sektor, serta pihak pendamping program UMKM Naik Kelas. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas produksi, kualitas, dan daya saing usaha lokal.  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Karawang menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya sebatas alat produksi, tetapi juga dibarengi dengan pendampingan materi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajerial pelaku UMKM.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi lebih banyak, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Kepala Dinas.

Program “UMKM Naik Kelas” ini menekankan tiga hal utama: inovasi produk, efisiensi proses produksi, dan pemasaran digital. Setiap peserta mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pelatihan terkait strategi produksi, branding, hingga manajemen keuangan yang sesuai standar usaha modern.  

Salah seorang pelaku UMKM yang menerima bantuan, Ibu Sari, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Alat ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, materi pendampingan membuat kami lebih memahami cara mengelola usaha agar bisa lebih profesional,” katanya.  

Selain manfaat langsung bagi para pelaku usaha, pemerintah berharap program ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM, dinas terkait, dan komunitas bisnis agar setiap program benar-benar berdampak positif.  

Kegiatan penyerahan bantuan tahap ketiga ini menjadi momentum penting bagi UMKM Karawang untuk terus berkembang dan bertransformasi menjadi usaha yang lebih kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen akan terus mendukung pelaku UMKM melalui program-program serupa di masa mendatang.  


(Yusup Supriadi)

Selasa, 04 November 2025

Bupati Karawang Dianggap Tak Peka, Kenaikan PBB-P2 Jadi Bom Waktu bagi masyarakat.

Karawang,- Selasa 04/11/2025 Pemerintahan Bupati Aep – Wakil Bupati Maslani masih bertanya dari mana letupan awal gelombang protes terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), itu adalah bukti nyata ketidakpekaan ekstrem terhadap kondisi rakyat. 

Rakyat Karawang tidak mungkin tiba-tiba marah tanpa sebab. Letupan ini jelas lahir dari fakta pahit yang mereka rasakan, beban pajak membengkak hingga ratusan persen, bahkan ada kasus kenaikan sampai 620 persen dari tagihan sebelumnya.

Kita perlu meluruskan titik awal protes:  

1.Aksi demonstrasi Serikat Tani Karawang (STAKAR) yang menolak kenaikan PBB-P2 yang memberatkan petani dan rakyat kecil. Mereka turun ke jalan untuk mempertahankan hak mereka, bukan sekadar untuk sensasi.  

2. Judicial Review Andika Ce’es ke Mahkamah Agung, sebagai upaya hukum formal untuk menyoroti ketidakadilan kenaikan pajak yang telah ditetapkan sejak era Bupati Cellica pada 2021.

Namun, ironisnya, pemerintah justru menutup mata, membantah isu kenaikan pajak, dan menyatakan “tidak ada kenaikan signifikan.” Padahal data lapangan jelas membuktikan sebaliknya. Ini bukan sekadar kekeliruan komunikasi, tapi indikasi lemahnya kepemimpinan dan ketidakpekaan birokrasi terhadap realitas masyarakat.  

Lebih parah lagi, pejabat di lingkungan Pemkab Karawang tampaknya hidup di “zona aman”: hanya menerima laporan yang baik-baik saja, tanpa memverifikasi kondisi nyata di lapangan. Hasilnya? Kebijakan yang menyengsarakan rakyat, sementara pimpinan tampak bungkam dan jauh dari realitas.  

Kami menekankan bahwa ini adalah kegagalan moral dan politik Pemerintah Karawang. Seorang bupati seharusnya peka terhadap rakyatnya, bukan menutup mata terhadap beban yang mereka tanggung. Pejabat yang tidak mau memeriksa fakta, yang hanya mengandalkan laporan ABS (asal baca seadanya), hanya menambah jarak antara pemerintah dan rakyat, dan menumbuhkan ketidakpercayaan publik terhadap setiap kebijakan yang mereka buat.  

Sekarang saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), menunjukkan keberanian dan tanggung jawab nyata:

Segera buka data kenaikan PBB-P2 kepada publik, jelaskan dasar perhitungannya, dan berikan solusi konkret bagi rakyat yang terdampak. Jangan lagi menutup mata terhadap aksi masyarakat maupun jalur hukum yang telah ditempuh, karena itu adalah suara rakyat yang sah.  

Tingkatkan komunikasi dan transparansi agar warga tahu kebijakan fiskal tidak hanya menimbulkan beban, tapi juga dipertanggungjawabkan dengan jelas.  

Jika pemerintah terus bersikap diam, menutup fakta, dan membantah realitas lapangan, maka ketegangan sosial akan semakin meningkat. Ini bukan ancaman, tapi fakta yang harus diakui oleh para pemimpin Karawang. Kenaikan PBB-P2 bukan sekadar isu pajak: ini adalah cerminan kepemimpinan, kepekaan, dan keberpihakan Pemkab Karawang terhadap rakyatnya.  

Rakyat tidak butuh janji. Rakyat butuh kepemimpinan yang nyata, yang mendengar, yang peduli, dan yang bertindak berdasarkan data dan fakta. Jangan biarkan birokrasi dan pejabat Karawang tetap nyaman di ruang rapat, sementara rakyat menjerit menanggung beban pajak yang tidak masuk akal.  


(Red)
Karawang,- Selasa 04/11/2025 Pemerintahan Bupati Aep – Wakil Bupati Maslani masih bertanya dari mana letupan awal gelombang protes terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), itu adalah bukti nyata ketidakpekaan ekstrem terhadap kondisi rakyat. 

Rakyat Karawang tidak mungkin tiba-tiba marah tanpa sebab. Letupan ini jelas lahir dari fakta pahit yang mereka rasakan, beban pajak membengkak hingga ratusan persen, bahkan ada kasus kenaikan sampai 620 persen dari tagihan sebelumnya.

Kita perlu meluruskan titik awal protes:  

1.Aksi demonstrasi Serikat Tani Karawang (STAKAR) yang menolak kenaikan PBB-P2 yang memberatkan petani dan rakyat kecil. Mereka turun ke jalan untuk mempertahankan hak mereka, bukan sekadar untuk sensasi.  

2. Judicial Review Andika Ce’es ke Mahkamah Agung, sebagai upaya hukum formal untuk menyoroti ketidakadilan kenaikan pajak yang telah ditetapkan sejak era Bupati Cellica pada 2021.

Namun, ironisnya, pemerintah justru menutup mata, membantah isu kenaikan pajak, dan menyatakan “tidak ada kenaikan signifikan.” Padahal data lapangan jelas membuktikan sebaliknya. Ini bukan sekadar kekeliruan komunikasi, tapi indikasi lemahnya kepemimpinan dan ketidakpekaan birokrasi terhadap realitas masyarakat.  

Lebih parah lagi, pejabat di lingkungan Pemkab Karawang tampaknya hidup di “zona aman”: hanya menerima laporan yang baik-baik saja, tanpa memverifikasi kondisi nyata di lapangan. Hasilnya? Kebijakan yang menyengsarakan rakyat, sementara pimpinan tampak bungkam dan jauh dari realitas.  

Kami menekankan bahwa ini adalah kegagalan moral dan politik Pemerintah Karawang. Seorang bupati seharusnya peka terhadap rakyatnya, bukan menutup mata terhadap beban yang mereka tanggung. Pejabat yang tidak mau memeriksa fakta, yang hanya mengandalkan laporan ABS (asal baca seadanya), hanya menambah jarak antara pemerintah dan rakyat, dan menumbuhkan ketidakpercayaan publik terhadap setiap kebijakan yang mereka buat.  

Sekarang saatnya Pemerintah Kabupaten Karawang, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), menunjukkan keberanian dan tanggung jawab nyata:

Segera buka data kenaikan PBB-P2 kepada publik, jelaskan dasar perhitungannya, dan berikan solusi konkret bagi rakyat yang terdampak. Jangan lagi menutup mata terhadap aksi masyarakat maupun jalur hukum yang telah ditempuh, karena itu adalah suara rakyat yang sah.  

Tingkatkan komunikasi dan transparansi agar warga tahu kebijakan fiskal tidak hanya menimbulkan beban, tapi juga dipertanggungjawabkan dengan jelas.  

Jika pemerintah terus bersikap diam, menutup fakta, dan membantah realitas lapangan, maka ketegangan sosial akan semakin meningkat. Ini bukan ancaman, tapi fakta yang harus diakui oleh para pemimpin Karawang. Kenaikan PBB-P2 bukan sekadar isu pajak: ini adalah cerminan kepemimpinan, kepekaan, dan keberpihakan Pemkab Karawang terhadap rakyatnya.  

Rakyat tidak butuh janji. Rakyat butuh kepemimpinan yang nyata, yang mendengar, yang peduli, dan yang bertindak berdasarkan data dan fakta. Jangan biarkan birokrasi dan pejabat Karawang tetap nyaman di ruang rapat, sementara rakyat menjerit menanggung beban pajak yang tidak masuk akal.  


(Red)

Minggu, 02 November 2025

Taruna Desa Wadas menyelenggarakan Gebyar Kreasi Kesenian dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025

Karawang,-Karang Taruna Desa Wadas menyelenggarakan Gebyar Kreasi Kesenian dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, yang dipusatkan di Pendopo Karaba Desa Wadas. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda desa untuk mengekspresikan kreativitas, membangkitkan semangat persatuan, sekaligus memperkuat identitas kesenian dan kebudayaan lokal.
Rangkaian kegiatan meliputi agenda olahraga pemuda, pesta seni rakyat, serta puncaknya tablig akbar dengan menghadirkan pembinaan moral keagamaan untuk generasi muda. Melalui event ini, Karang Taruna Desa Wadas berharap momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi energi baru untuk meningkatkan produktivitas, solidaritas sosial, dan kontribusi pemuda bagi kemajuan desa
Undangan yang hadir Kepala Desa Wadas beserta jajaran perangkat desa,
para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh warga desa wadas



Pada hari ini, kita bersama berkumpul di Pendopo Karaba Desa Wadas dalam rangka pelaksanaan Gebyar Kreasi Kesenian Desa Wadas yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Wadas Telukjambe, dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025.

Momentum ini bukan hanya seremoni, namun menjadi pengingat bahwa pemuda adalah kekuatan perubahan bangsa. Pemuda adalah energi, pemuda adalah harapan, dan pemuda adalah penggerak kemajuan desa kita.

Semoga kegiatan ini menghadirkan manfaat, mempererat persatuan, sekaligus menjadi ruang ekspresi seni budaya, olahraga, serta peningkatan keimanan dan karakter pemuda Desa Wadas.

 
(Yusup Supriadi)


Karawang,-Karang Taruna Desa Wadas menyelenggarakan Gebyar Kreasi Kesenian dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, yang dipusatkan di Pendopo Karaba Desa Wadas. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda desa untuk mengekspresikan kreativitas, membangkitkan semangat persatuan, sekaligus memperkuat identitas kesenian dan kebudayaan lokal.
Rangkaian kegiatan meliputi agenda olahraga pemuda, pesta seni rakyat, serta puncaknya tablig akbar dengan menghadirkan pembinaan moral keagamaan untuk generasi muda. Melalui event ini, Karang Taruna Desa Wadas berharap momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi energi baru untuk meningkatkan produktivitas, solidaritas sosial, dan kontribusi pemuda bagi kemajuan desa
Undangan yang hadir Kepala Desa Wadas beserta jajaran perangkat desa,
para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh warga desa wadas



Pada hari ini, kita bersama berkumpul di Pendopo Karaba Desa Wadas dalam rangka pelaksanaan Gebyar Kreasi Kesenian Desa Wadas yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Wadas Telukjambe, dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025.

Momentum ini bukan hanya seremoni, namun menjadi pengingat bahwa pemuda adalah kekuatan perubahan bangsa. Pemuda adalah energi, pemuda adalah harapan, dan pemuda adalah penggerak kemajuan desa kita.

Semoga kegiatan ini menghadirkan manfaat, mempererat persatuan, sekaligus menjadi ruang ekspresi seni budaya, olahraga, serta peningkatan keimanan dan karakter pemuda Desa Wadas.

 
(Yusup Supriadi)


PKB Karawang Gelar Pendidikan Kader Perdana, Tingkatkan Loyalitas dan Soliditas Partai

Karawang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menggelar Pendidikan Kader Pertama untuk kader loyalitas partai, pada Minggu, 2 November 2025, bertempat di Hotel Swiss-Belinn Karawang.  
Acara dihadiri oleh seluruh pengurus DPC dan PAC PKB se-Kabupaten Karawang, termasuk tokoh penting Rahmat Jati/Toleng, sebagai bentuk penguatan struktur partai dan pembekalan kader dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di masing-masing wilayah.  

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader terhadap nilai-nilai partai, disiplin organisasi, serta strategi politik untuk memperkuat soliditas dan loyalitas kader di seluruh Kabupaten Karawang.  

Rahmat Jati menyampaikan dalam sambutannya, “Pendidikan kader ini sangat penting untuk membangun kesadaran politik dan loyalitas kader terhadap partai. Semakin solid kader, semakin kuat partai dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat.”

Selain materi kaderisasi, acara juga menghadirkan sesi diskusi interaktif dan penguatan wawasan politik, sehingga para peserta dapat memahami peran strategis kader dalam membangun partai yang solid, berintegritas, dan siap bersinergi dengan masyarakat.  


(Yusup Supriadi)


Karawang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang menggelar Pendidikan Kader Pertama untuk kader loyalitas partai, pada Minggu, 2 November 2025, bertempat di Hotel Swiss-Belinn Karawang.  
Acara dihadiri oleh seluruh pengurus DPC dan PAC PKB se-Kabupaten Karawang, termasuk tokoh penting Rahmat Jati/Toleng, sebagai bentuk penguatan struktur partai dan pembekalan kader dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di masing-masing wilayah.  

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader terhadap nilai-nilai partai, disiplin organisasi, serta strategi politik untuk memperkuat soliditas dan loyalitas kader di seluruh Kabupaten Karawang.  

Rahmat Jati menyampaikan dalam sambutannya, “Pendidikan kader ini sangat penting untuk membangun kesadaran politik dan loyalitas kader terhadap partai. Semakin solid kader, semakin kuat partai dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat.”

Selain materi kaderisasi, acara juga menghadirkan sesi diskusi interaktif dan penguatan wawasan politik, sehingga para peserta dapat memahami peran strategis kader dalam membangun partai yang solid, berintegritas, dan siap bersinergi dengan masyarakat.  


(Yusup Supriadi)


Sabtu, 01 November 2025

Seorang Pria Diduga Bunuh Diri di Pemakaman Kampung Tamelang








Karawang – Jajaran Polres Karawang bergerak cepat menindaklanjuti laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat bunuh diri dengan cara gantung diri, di area pemakaman umum Kampung Tamelang RT 06/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Sabtu (1/11/2025) pagi.  


Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansah melalui Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.30 WIB.  


“Dari hasil pemeriksaan awal, korban bernama S (75), seorang buruh yang berdomisili di Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya,” ujar Ipda Cep Wildan.  


Saksi, Kindeung Nurhakim (40), menceritakan bahwa saat melintas menuju kebun, ia melihat drum plastik biru dan seseorang tergantung dengan seutas tali tambang putih yang diikat pada batang pohon mangga. Saksi segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain dan keluarga korban.  


Petugas Pamapta Polres Karawang bersama Unit Inafis Satreskrim segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan pemeriksaan awal. Setelah proses selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kampung Tamelang untuk dimakamkan. 


Keluarga korban menyampaikan bahwa S diketahui mengalami depresi akibat sakit lambung menahun. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.  


“Polisi telah melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari menerima laporan, mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk pemeriksaan forensik di lapangan,” jelas Ipda Cep Wildan.  


(Red)








Karawang – Jajaran Polres Karawang bergerak cepat menindaklanjuti laporan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat bunuh diri dengan cara gantung diri, di area pemakaman umum Kampung Tamelang RT 06/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Sabtu (1/11/2025) pagi.  


Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansah melalui Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.30 WIB.  


“Dari hasil pemeriksaan awal, korban bernama S (75), seorang buruh yang berdomisili di Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya,” ujar Ipda Cep Wildan.  


Saksi, Kindeung Nurhakim (40), menceritakan bahwa saat melintas menuju kebun, ia melihat drum plastik biru dan seseorang tergantung dengan seutas tali tambang putih yang diikat pada batang pohon mangga. Saksi segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain dan keluarga korban.  


Petugas Pamapta Polres Karawang bersama Unit Inafis Satreskrim segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan pemeriksaan awal. Setelah proses selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kampung Tamelang untuk dimakamkan. 


Keluarga korban menyampaikan bahwa S diketahui mengalami depresi akibat sakit lambung menahun. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.  


“Polisi telah melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari menerima laporan, mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk pemeriksaan forensik di lapangan,” jelas Ipda Cep Wildan.  


(Red)

*PUPR Karawang Targetkan Perbaikan Jalan Tamelang–Curug Tahun 2026, Tri Winarno: Jalur Vital untuk Aktivitas Masyarakat*

 







Karawang | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang berkomitmen memperbaiki infrastruktur jalan, salah satunya ruas Tamelang–Curug yang rencananya akan dilaksanakan pada 2026 mendatang.  



Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, mengatakan kondisi jalan saat ini cukup rusak dengan banyak lubang, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna.  


"Perbaikan jalan Tamelang–Curug sebenarnya sudah direncanakan tahun 2025, namun tertunda akibat efisiensi anggaran dari pusat," jelas Tri, Kamis (30/10).  


Tri menambahkan, dana perbaikan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat, yang tahun ini mengalami penyesuaian sehingga sejumlah kegiatan harus ditunda. Meski demikian, pihaknya akan kembali mengusulkan perbaikan jalan ini dalam program kerja tahun 2026.  


"Insyaallah pada tahun 2026 akan kami usahakan agar masuk program perbaikan jalan. Jalur ini cukup vital karena menjadi penghubung beberapa desa dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," tuturnya.


Tri juga meminta dukungan masyarakat agar proses pengusulan dan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Dengan perbaikan ini, Pemkab Karawang berharap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut semakin meningkat. 


(Red)

 







Karawang | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang berkomitmen memperbaiki infrastruktur jalan, salah satunya ruas Tamelang–Curug yang rencananya akan dilaksanakan pada 2026 mendatang.  



Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, mengatakan kondisi jalan saat ini cukup rusak dengan banyak lubang, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna.  


"Perbaikan jalan Tamelang–Curug sebenarnya sudah direncanakan tahun 2025, namun tertunda akibat efisiensi anggaran dari pusat," jelas Tri, Kamis (30/10).  


Tri menambahkan, dana perbaikan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat, yang tahun ini mengalami penyesuaian sehingga sejumlah kegiatan harus ditunda. Meski demikian, pihaknya akan kembali mengusulkan perbaikan jalan ini dalam program kerja tahun 2026.  


"Insyaallah pada tahun 2026 akan kami usahakan agar masuk program perbaikan jalan. Jalur ini cukup vital karena menjadi penghubung beberapa desa dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," tuturnya.


Tri juga meminta dukungan masyarakat agar proses pengusulan dan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Dengan perbaikan ini, Pemkab Karawang berharap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut semakin meningkat. 


(Red)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done