VERSITNEWS

Senin, 10 November 2025

PUPR Karawang Diduga Tutup Mata: Warga Desak APH & Inspektorat Turun Tangan!

Karawang – Pembangunan saluran drainase di Perumahan Singaperbangsa, tepatnya di Jalan Arwana RT 20 dan RT 24, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Multi Artha Cemerlang dengan nilai kontrak Rp188.944.000 dari anggaran daerah itu baru rampung satu bulan lalu, namun kini sudah mengalami kerusakan parah.

Beton terkelupas, struktur saluran ambles, dan terlihat retakan di berbagai sisi, menjadi bukti nyata buruknya kualitas pekerjaan. Warga menyebut proyek ini dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.


Mirisnya, saat awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang, Dr. Aries, laporan dan temuan di lapangan justru diabaikan dan hingga kini tidak ada langkah korektif. Kondisi proyek yang rusak parah masih dibiarkan begitu saja, tanpa evaluasi ataupun perbaikan dari pihak pelaksana maupun dinas terkait.


“Kami sudah sampaikan langsung ke Dr. Aries selaku Kabid SDA. Tapi sampai hari ini tetap saja tidak ada tindakan. Ini jelas bentuk pembiaran,” ujar salah satu aktivis pemantau infrastruktur yang ikut turun ke lokasi.


Masyarakat mendesak Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, Unit Tipikor Polres Karawang, hingga Kejaksaan Negeri untuk segera memeriksa proyek ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian, kongkalikong atau mark-up, semua yang terlibat harus diproses hukum.


Uang rakyat tidak boleh dijadikan bancakan!Proyek seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik. Jika Dinas PUPR, khususnya Kabid SDA, tidak mampu menjalankan tugas pengawasan, maka sudah sepantasnya dicopot!


Karawang butuh integritas, bukan pejabat yang diam saat rakyat dirugikan.


(Red)

Karawang – Pembangunan saluran drainase di Perumahan Singaperbangsa, tepatnya di Jalan Arwana RT 20 dan RT 24, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Multi Artha Cemerlang dengan nilai kontrak Rp188.944.000 dari anggaran daerah itu baru rampung satu bulan lalu, namun kini sudah mengalami kerusakan parah.

Beton terkelupas, struktur saluran ambles, dan terlihat retakan di berbagai sisi, menjadi bukti nyata buruknya kualitas pekerjaan. Warga menyebut proyek ini dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.


Mirisnya, saat awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang, Dr. Aries, laporan dan temuan di lapangan justru diabaikan dan hingga kini tidak ada langkah korektif. Kondisi proyek yang rusak parah masih dibiarkan begitu saja, tanpa evaluasi ataupun perbaikan dari pihak pelaksana maupun dinas terkait.


“Kami sudah sampaikan langsung ke Dr. Aries selaku Kabid SDA. Tapi sampai hari ini tetap saja tidak ada tindakan. Ini jelas bentuk pembiaran,” ujar salah satu aktivis pemantau infrastruktur yang ikut turun ke lokasi.


Masyarakat mendesak Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, Unit Tipikor Polres Karawang, hingga Kejaksaan Negeri untuk segera memeriksa proyek ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian, kongkalikong atau mark-up, semua yang terlibat harus diproses hukum.


Uang rakyat tidak boleh dijadikan bancakan!Proyek seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik. Jika Dinas PUPR, khususnya Kabid SDA, tidak mampu menjalankan tugas pengawasan, maka sudah sepantasnya dicopot!


Karawang butuh integritas, bukan pejabat yang diam saat rakyat dirugikan.


(Red)

Proyek U-Ditch Bermasalah, Bidang SDA PUPR Karawang Dinilai Lalai dan Layak Dievaluasi

Karawang — Proyek pemasangan U-Ditch di Jalan Sukarja Jayalaksana, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, kembali memicu kritik keras. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp880.000.000 ini dinilai bermasalah dalam pelaksanaan teknis dan pengawasan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV. Madu Segara melalui Nomor Kontrak: 027.2/613/06.2.01.0012.3.83/KPA-SDA/PUPR/2025 tertanggal 18 September 2025, dengan volume pekerjaan sepanjang 507 meter dan spesifikasi U-Ditch ukuran 0,60 x 0,60 meter.

Namun fakta di lapangan justru memperlihatkan kejanggalan. Proyek tersebut dikerjakan dalam kondisi saluran masih tergenang air dan berlumpur. Parahnya, U-Ditch tetap dipasang tanpa dilakukan pengeringan maupun persiapan lantai kerja yang sesuai prosedur.

"Pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, SH., MH., atau akrab disapa (Askun) dengan geramnya mengatakan Ini bukan sekadar keteledoran. Ini kelalaian sistemik. Bahkan bisa disebut pengkhianatan terhadap anggaran rakyat. Jika pejabat teknis seperti ini yang ada di bidang SDA semua menutup mata atas pelanggaran nyata di lapangan, Publik patut curiga — ada apa di balik pembiaran ini? mengecam keras kelalaian yang terjadi. Menurutnya, kelalaian ini tidak bisa dianggap enteng, dan mencerminkan lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR, khususnya di bawah Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang dipimpin oleh Dr. Aries.

“Ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi kelalaian sistemik yang mengarah pada pengkhianatan terhadap uang rakyat. Bentuk nyata pembiaran terhadap kualitas pekerjaan. Kalau tidak mampu mengawasi, lebih baik mundur. Jangan korbankan anggaran rakyat hanya demi formalitas proyek,”Kalau Kabid SDA Dr. Aries membanggakan era ‘bersih’, maka faktanya pekerjaan seperti ini mencoreng semua klaim itu,” tegas Askun, Senin (10/11/2025).

"Inlah bukti nyata yang kongkrit yang konon katanya Kabid penthahelix atau Kabid SDA yang di gadang-gadang kata pernyataan nya bahwa di era kepemimpinan saya bersih, bersih nya dimana, pekerjaan yang diduga yang carut marut yang di pimpin oleh anda (Dr Aries) Kabid SDA," Ujar Askun

"Lagi-lagi, Askun mendesak Bupati Karawang untuk segera mengevaluasi kinerja Kabid SDA yang selama ini dikenal hanya pandai dalam teori akademis, namun lemah dalam pengawasan teknis di lapangan. Jangan biarkan pejabat seperti ini terlalu lama menduduki jabatan strategis jika tak mampu memastikan kualitas pembangunan. Saya juga meminta kepada seluruh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polres Karawang, Kejaksaan Negeri, dan unit Tipikor untuk segera turun tangan menyelidiki kinerja Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Jangan sampai uang rakyat terus-menerus dikorbankan akibat pembiaran yang berulang," tambah Asep Agustian.

Audit menyeluruh perlu dilakukan. Jika ada unsur pembiaran disengaja, bahkan kongkalikong dengan kontraktor, maka sudah sepatutnya ditindak tegas.

Uang rakyat bukan bahan percobaan. Proyek yang asal-asalan hari ini, bisa jadi penyebab bencanaesok hari. Dan jika pejabatnya diam, maka merekalah bagian dari masalah.

Bidang SDA di bawah kepemimpinan Dr. Aries terbukti tidak mampu menjamin kualitas pekerjaan di lapangan. Lantas, untuk apa dipertahankan? Jika tak sanggup mengawasi rekanan, lebih baik mundur! Karawang butuh pejabat yang bisa bekerja, bukan yang hanya menghiasi jabatan.

Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera turun tangan. 

Ketika wartawan mencoba meminta klarifikasi, mandor bungkam, pelaksana hilang, dan pihak dinas hanya melempar kalimat normatif: “akan kami coba hubungi rekanan.” Apakah ini bentuk tanggung jawab terhadap proyek ratusan juta rupiah? Atau justru bukti nyata bahwa pengawasan proyek hanya formalitas tanpa integritas?


(Red)
Karawang — Proyek pemasangan U-Ditch di Jalan Sukarja Jayalaksana, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, kembali memicu kritik keras. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp880.000.000 ini dinilai bermasalah dalam pelaksanaan teknis dan pengawasan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV. Madu Segara melalui Nomor Kontrak: 027.2/613/06.2.01.0012.3.83/KPA-SDA/PUPR/2025 tertanggal 18 September 2025, dengan volume pekerjaan sepanjang 507 meter dan spesifikasi U-Ditch ukuran 0,60 x 0,60 meter.

Namun fakta di lapangan justru memperlihatkan kejanggalan. Proyek tersebut dikerjakan dalam kondisi saluran masih tergenang air dan berlumpur. Parahnya, U-Ditch tetap dipasang tanpa dilakukan pengeringan maupun persiapan lantai kerja yang sesuai prosedur.

"Pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, SH., MH., atau akrab disapa (Askun) dengan geramnya mengatakan Ini bukan sekadar keteledoran. Ini kelalaian sistemik. Bahkan bisa disebut pengkhianatan terhadap anggaran rakyat. Jika pejabat teknis seperti ini yang ada di bidang SDA semua menutup mata atas pelanggaran nyata di lapangan, Publik patut curiga — ada apa di balik pembiaran ini? mengecam keras kelalaian yang terjadi. Menurutnya, kelalaian ini tidak bisa dianggap enteng, dan mencerminkan lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR, khususnya di bawah Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang dipimpin oleh Dr. Aries.

“Ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi kelalaian sistemik yang mengarah pada pengkhianatan terhadap uang rakyat. Bentuk nyata pembiaran terhadap kualitas pekerjaan. Kalau tidak mampu mengawasi, lebih baik mundur. Jangan korbankan anggaran rakyat hanya demi formalitas proyek,”Kalau Kabid SDA Dr. Aries membanggakan era ‘bersih’, maka faktanya pekerjaan seperti ini mencoreng semua klaim itu,” tegas Askun, Senin (10/11/2025).

"Inlah bukti nyata yang kongkrit yang konon katanya Kabid penthahelix atau Kabid SDA yang di gadang-gadang kata pernyataan nya bahwa di era kepemimpinan saya bersih, bersih nya dimana, pekerjaan yang diduga yang carut marut yang di pimpin oleh anda (Dr Aries) Kabid SDA," Ujar Askun

"Lagi-lagi, Askun mendesak Bupati Karawang untuk segera mengevaluasi kinerja Kabid SDA yang selama ini dikenal hanya pandai dalam teori akademis, namun lemah dalam pengawasan teknis di lapangan. Jangan biarkan pejabat seperti ini terlalu lama menduduki jabatan strategis jika tak mampu memastikan kualitas pembangunan. Saya juga meminta kepada seluruh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polres Karawang, Kejaksaan Negeri, dan unit Tipikor untuk segera turun tangan menyelidiki kinerja Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Jangan sampai uang rakyat terus-menerus dikorbankan akibat pembiaran yang berulang," tambah Asep Agustian.

Audit menyeluruh perlu dilakukan. Jika ada unsur pembiaran disengaja, bahkan kongkalikong dengan kontraktor, maka sudah sepatutnya ditindak tegas.

Uang rakyat bukan bahan percobaan. Proyek yang asal-asalan hari ini, bisa jadi penyebab bencanaesok hari. Dan jika pejabatnya diam, maka merekalah bagian dari masalah.

Bidang SDA di bawah kepemimpinan Dr. Aries terbukti tidak mampu menjamin kualitas pekerjaan di lapangan. Lantas, untuk apa dipertahankan? Jika tak sanggup mengawasi rekanan, lebih baik mundur! Karawang butuh pejabat yang bisa bekerja, bukan yang hanya menghiasi jabatan.

Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera turun tangan. 

Ketika wartawan mencoba meminta klarifikasi, mandor bungkam, pelaksana hilang, dan pihak dinas hanya melempar kalimat normatif: “akan kami coba hubungi rekanan.” Apakah ini bentuk tanggung jawab terhadap proyek ratusan juta rupiah? Atau justru bukti nyata bahwa pengawasan proyek hanya formalitas tanpa integritas?


(Red)

Diduga Gunakan Besi Limbah, Proyek Jembatan Kedungsalam Dikecam: Warga Tuntut Transparansi dan Tindakan Tegas

Karawang — Proyek pembangunan Jembatan Kedungsalam di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, kini menjadi sorotan tajam publik. Dugaan penggunaan material bekas dan tidak layak, terutama besi limbah yang sudah kropos dan berkarat, memicu kekhawatiran serius soal kualitas dan keselamatan konstruksi.
Proyek yang menelan anggaran Rp490 juta dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 itu, dikerjakan oleh CV. Surya Gemilang dengan durasi 90 hari kalender. Namun, hasil di lapangan jauh dari harapan publik.

Pantauan wartawan menunjukkan indikasi jelas adanya praktik “kecurangan material.” Tiang penyangga tampak menggunakan besi bekas, bahkan cor beton ditimpa ulang tanpa pembongkaran atau perbaikan fondasi, seolah menutupi cacat konstruksi.

“Ini sangat tidak wajar. Jembatan ini bukan sekadar proyek biasa. Ini fasilitas publik yang akan dilalui ratusan orang tiap harinya. Kalau sampai roboh, siapa yang bertanggung jawab?” kata salah satu warga dengan nada geram, Senin (10/11/2025).

Kritik keras dilayangkan warga terhadap Dinas PUPR Kabupaten Karawang yang dinilai lamban dan tidak serius dalam pengawasan proyek. Mereka juga menuntut adanya audit menyeluruh dan tindakan hukum bila terbukti adanya pengurangan kualitas atau penyimpangan teknis.

“Kami minta Bupati, Inspektorat, dan APH jangan tutup mata. Jangan biarkan uang rakyat dikorbankan untuk proyek murahan demi kepentingan kelompok tertentu,” ujar warga lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas PUPR maupun kontraktor pelaksana. Sikap diam mereka hanya memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek ini.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, bukan hanya kredibilitas pemerintah daerah yang dipertaruhkan, tetapi juga keselamatan masyarakat luas.
Karawang — Proyek pembangunan Jembatan Kedungsalam di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, kini menjadi sorotan tajam publik. Dugaan penggunaan material bekas dan tidak layak, terutama besi limbah yang sudah kropos dan berkarat, memicu kekhawatiran serius soal kualitas dan keselamatan konstruksi.
Proyek yang menelan anggaran Rp490 juta dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 itu, dikerjakan oleh CV. Surya Gemilang dengan durasi 90 hari kalender. Namun, hasil di lapangan jauh dari harapan publik.

Pantauan wartawan menunjukkan indikasi jelas adanya praktik “kecurangan material.” Tiang penyangga tampak menggunakan besi bekas, bahkan cor beton ditimpa ulang tanpa pembongkaran atau perbaikan fondasi, seolah menutupi cacat konstruksi.

“Ini sangat tidak wajar. Jembatan ini bukan sekadar proyek biasa. Ini fasilitas publik yang akan dilalui ratusan orang tiap harinya. Kalau sampai roboh, siapa yang bertanggung jawab?” kata salah satu warga dengan nada geram, Senin (10/11/2025).

Kritik keras dilayangkan warga terhadap Dinas PUPR Kabupaten Karawang yang dinilai lamban dan tidak serius dalam pengawasan proyek. Mereka juga menuntut adanya audit menyeluruh dan tindakan hukum bila terbukti adanya pengurangan kualitas atau penyimpangan teknis.

“Kami minta Bupati, Inspektorat, dan APH jangan tutup mata. Jangan biarkan uang rakyat dikorbankan untuk proyek murahan demi kepentingan kelompok tertentu,” ujar warga lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas PUPR maupun kontraktor pelaksana. Sikap diam mereka hanya memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek ini.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, bukan hanya kredibilitas pemerintah daerah yang dipertaruhkan, tetapi juga keselamatan masyarakat luas.

Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin: Hari Pahlawan Momentum Meneguhkan Komitmen Pengabdian untuk Rakyat

Karawang — Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H, menyampaikan ucapan selamat Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November. Menurutnya, momen ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi harus dijadikan titik refleksi dan penguatan komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa, khususnya bagi para pejabat publik dan seluruh elemen masyarakat.

"Hari Pahlawan mengingatkan kita pada nilai-nilai pengorbanan, keberanian, dan keikhlasan para pendahulu kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kita yang hidup hari ini harus mampu meneruskan semangat itu dengan karya nyata, dengan membela kepentingan rakyat, dan menegakkan keadilan sosial," ujar Endang, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan bahwa tantangan zaman kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kesenjangan sosial, kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Menurutnya, tugas para pemimpin hari ini adalah menciptakan sistem yang adil, pemerintahan yang transparan, dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat kecil.

"Dalam posisi saya sebagai Ketua DPRD, saya melihat bahwa perjuangan hari ini harus diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kita harus hadir di tengah rakyat, mendengar keluhan mereka, dan menyusun regulasi yang menyentuh kehidupan nyata, bukan sekadar angka di atas kertas," tambahnya.

Endang juga menaruh harapan besar kepada generasi muda agar tidak hanya mengenang para pahlawan, tapi juga mengambil peran aktif sebagai motor perubahan. Ia menilai bahwa anak muda adalah ujung tombak yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berdaulat.

"Semangat kepahlawanan itu harus hidup di setiap hati pemuda Indonesia, karena perjuangan hari ini adalah perjuangan ilmu, integritas, dan kepedulian. Mari kita jadikan Hari Pahlawan sebagai pemicu untuk lebih berkontribusi, sesuai bidang kita masing-masing," tutupnya.
Karawang — Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H, menyampaikan ucapan selamat Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November. Menurutnya, momen ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi harus dijadikan titik refleksi dan penguatan komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa, khususnya bagi para pejabat publik dan seluruh elemen masyarakat.

"Hari Pahlawan mengingatkan kita pada nilai-nilai pengorbanan, keberanian, dan keikhlasan para pendahulu kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kita yang hidup hari ini harus mampu meneruskan semangat itu dengan karya nyata, dengan membela kepentingan rakyat, dan menegakkan keadilan sosial," ujar Endang, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan bahwa tantangan zaman kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kesenjangan sosial, kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Menurutnya, tugas para pemimpin hari ini adalah menciptakan sistem yang adil, pemerintahan yang transparan, dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat kecil.

"Dalam posisi saya sebagai Ketua DPRD, saya melihat bahwa perjuangan hari ini harus diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kita harus hadir di tengah rakyat, mendengar keluhan mereka, dan menyusun regulasi yang menyentuh kehidupan nyata, bukan sekadar angka di atas kertas," tambahnya.

Endang juga menaruh harapan besar kepada generasi muda agar tidak hanya mengenang para pahlawan, tapi juga mengambil peran aktif sebagai motor perubahan. Ia menilai bahwa anak muda adalah ujung tombak yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berdaulat.

"Semangat kepahlawanan itu harus hidup di setiap hati pemuda Indonesia, karena perjuangan hari ini adalah perjuangan ilmu, integritas, dan kepedulian. Mari kita jadikan Hari Pahlawan sebagai pemicu untuk lebih berkontribusi, sesuai bidang kita masing-masing," tutupnya.

Minggu, 09 November 2025

Hari Pahlawan 2025, IPSM Karawang Barat Ajak Masyarakat Menjadi Pahlawan Sosial

Karawang — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November 2025, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Karawang Barat mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dengan aksi nyata di tengah kehidupan sosial.
Ketua IPSM Karawang Barat, Mulyadi, mengatakan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, tetapi melalui pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap sesama.

"Kepahlawanan saat ini bisa diwujudkan dengan membantu sesama, merespons cepat persoalan sosial, serta menjadi bagian dari solusi. Ini yang terus kita gaungkan di IPSM,"*kata Mulyadi, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan seperti keikhlasan, keberanian, dan dedikasi masih sangat relevan dalam konteks pekerjaan sosial saat ini.

Sementara itu, Ketua IPSM Kabupaten Karawang, Oop Sopia Husen, menyampaikan bahwa para pekerja sosial adalah garda terdepan dalam menjaga kemanusiaan. Mereka bekerja diam-diam, tanpa banyak sorotan, namun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami berharap momentum Hari Pahlawan bisa membangkitkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif. IPSM akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dengan aksi-aksi nyata," tegas Oop.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini juga menjadi ajakan terbuka kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial, karena menjadi pahlawan tidak harus menunggu momentum besar cukup dengan berbuat baik, konsisten, dan peduli terhadap sekitar.


Penulis: Siti/Kajol
Karawang — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November 2025, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Karawang Barat mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dengan aksi nyata di tengah kehidupan sosial.
Ketua IPSM Karawang Barat, Mulyadi, mengatakan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, tetapi melalui pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap sesama.

"Kepahlawanan saat ini bisa diwujudkan dengan membantu sesama, merespons cepat persoalan sosial, serta menjadi bagian dari solusi. Ini yang terus kita gaungkan di IPSM,"*kata Mulyadi, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan seperti keikhlasan, keberanian, dan dedikasi masih sangat relevan dalam konteks pekerjaan sosial saat ini.

Sementara itu, Ketua IPSM Kabupaten Karawang, Oop Sopia Husen, menyampaikan bahwa para pekerja sosial adalah garda terdepan dalam menjaga kemanusiaan. Mereka bekerja diam-diam, tanpa banyak sorotan, namun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kami berharap momentum Hari Pahlawan bisa membangkitkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif. IPSM akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dengan aksi-aksi nyata," tegas Oop.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini juga menjadi ajakan terbuka kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial, karena menjadi pahlawan tidak harus menunggu momentum besar cukup dengan berbuat baik, konsisten, dan peduli terhadap sekitar.


Penulis: Siti/Kajol

Pemerintah Kelurahan Nagasari,Bersama Karangtaruna (katar) Gelar Patroli Malam Antisipasi Tawuran Remaja

‎KARAWANG — Pemerintah Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, bersama unsur TNI-Polri dan Karang Taruna menggelar patroli malam untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja di wilayahnya, Sabtu malam (8/11/2025).
‎Kegiatan diawali dengan apel dan titik kumpul di halaman Kantor Kelurahan Nagasari, dipimpin langsung oleh Kepala Kelurahan Nagasari, H. Hasbullah,S.Ag.Msi, didampingi Bhabinkamtibmas Polri, Aipda Endang Fajar Sidik, Babinsa Koramil Karawang Barat, Serka Mulyanto AD, serta Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana.
‎Dalam kesempatan tersebut, H. Hasbullah S. Ag,Msi,menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam akhir pekan.
‎Kami bersama TNI-Polri dan Karang Taruna berkolaborasi menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Ini bentuk kepedulian kita terhadap keamanan warga,” ujar Hasbullah.
‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan tawuran, tetapi juga sebagai ajang mempererat sinergi antara aparat dan pemuda dalam menjaga lingkungan.
‎Melalui semangat ‘(Hayu Sauyunan Ngajaga Lembur Supados Aman)  kami ingin mengajak generasi muda untuk berperan aktif menciptakan suasana yang damai dan saling menghargai,” ungkap Hari.
‎Patroli gabungan tersebut menyusuri sejumlah titik rawan di kawasan Jalan Tuvarep serta beberapa lingkungan padat penduduk lainnya. Aparat juga memberikan imbauan kepada warga dan kelompok remaja yang tengah berkumpul agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
‎Kegiatan patroli malam ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat dan karangtaruna memberikan keamanan, kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta bebas dari aksi tawuran remaja di wilayah Kelurahan Nagasari.
‎Karnata, 
‎KARAWANG — Pemerintah Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, bersama unsur TNI-Polri dan Karang Taruna menggelar patroli malam untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja di wilayahnya, Sabtu malam (8/11/2025).
‎Kegiatan diawali dengan apel dan titik kumpul di halaman Kantor Kelurahan Nagasari, dipimpin langsung oleh Kepala Kelurahan Nagasari, H. Hasbullah,S.Ag.Msi, didampingi Bhabinkamtibmas Polri, Aipda Endang Fajar Sidik, Babinsa Koramil Karawang Barat, Serka Mulyanto AD, serta Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana.
‎Dalam kesempatan tersebut, H. Hasbullah S. Ag,Msi,menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam akhir pekan.
‎Kami bersama TNI-Polri dan Karang Taruna berkolaborasi menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Ini bentuk kepedulian kita terhadap keamanan warga,” ujar Hasbullah.
‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Nagasari, Hari Mulyana, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan tawuran, tetapi juga sebagai ajang mempererat sinergi antara aparat dan pemuda dalam menjaga lingkungan.
‎Melalui semangat ‘(Hayu Sauyunan Ngajaga Lembur Supados Aman)  kami ingin mengajak generasi muda untuk berperan aktif menciptakan suasana yang damai dan saling menghargai,” ungkap Hari.
‎Patroli gabungan tersebut menyusuri sejumlah titik rawan di kawasan Jalan Tuvarep serta beberapa lingkungan padat penduduk lainnya. Aparat juga memberikan imbauan kepada warga dan kelompok remaja yang tengah berkumpul agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
‎Kegiatan patroli malam ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat dan karangtaruna memberikan keamanan, kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta bebas dari aksi tawuran remaja di wilayah Kelurahan Nagasari.
‎Karnata, 

Sabtu, 08 November 2025

Rujak Cingur & Rice Bowl Bu Siti, Perpaduan Cita Rasa Nusantara dan Modern yang Makin Digemari

Boyolali — Inovasi kuliner lokal kembali hadir dari tangan Bu Siti, pelaku UMKM yang dikenal konsisten mengangkat cita rasa khas Indonesia. Melalui konsep "Menu B: Rujak Cingur & Rice Bowl", ia menghadirkan perpaduan unik antara makanan tradisional dan sentuhan modern yang kini tengah digandrungi berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Berlokasi di area yang strategis dan dilengkapi fasilitas Wi-Fi, tempat makan ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai, bekerja, maupun berkumpul bersama teman dan keluarga. Dengan harga yang ramah di kantong, pengunjung bisa menikmati sajian legendaris seperti *Rujak Cingur, Rujak Lontong, dan Tahu Gejrot, lengkap dengan opsi kekinian seperti Rice Bowl Ayam Daging Panggang.

"Kami ingin tetap mempertahankan cita rasa lokal, tapi juga memberi pilihan yang lebih kekinian seperti rice bowl. Semua bahan kami jaga kualitasnya, dibuat segar setiap hari," ujar Bu Siti.

Untuk menambah kenyamanan, menu disajikan lengkap dengan pilihan minuman segar seperti Teh Panas, Es Teh, Jeruk Panas, dan Es Jeruk. Suasana yang santai, rasa yang otentik, dan pelayanan yang ramah menjadikan tempat ini cepat menjadi favorit pelanggan.

Usaha kuliner ini juga menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersaing melalui inovasi sederhana namun bermakna. Rujak Cingur & Rice Bowl Bu Siti bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang merawat kekayaan kuliner nusantara agar tetap hidup dan berkembang di tengah zaman yang terus berubah.

(Red Versit)
Boyolali — Inovasi kuliner lokal kembali hadir dari tangan Bu Siti, pelaku UMKM yang dikenal konsisten mengangkat cita rasa khas Indonesia. Melalui konsep "Menu B: Rujak Cingur & Rice Bowl", ia menghadirkan perpaduan unik antara makanan tradisional dan sentuhan modern yang kini tengah digandrungi berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Berlokasi di area yang strategis dan dilengkapi fasilitas Wi-Fi, tempat makan ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai, bekerja, maupun berkumpul bersama teman dan keluarga. Dengan harga yang ramah di kantong, pengunjung bisa menikmati sajian legendaris seperti *Rujak Cingur, Rujak Lontong, dan Tahu Gejrot, lengkap dengan opsi kekinian seperti Rice Bowl Ayam Daging Panggang.

"Kami ingin tetap mempertahankan cita rasa lokal, tapi juga memberi pilihan yang lebih kekinian seperti rice bowl. Semua bahan kami jaga kualitasnya, dibuat segar setiap hari," ujar Bu Siti.

Untuk menambah kenyamanan, menu disajikan lengkap dengan pilihan minuman segar seperti Teh Panas, Es Teh, Jeruk Panas, dan Es Jeruk. Suasana yang santai, rasa yang otentik, dan pelayanan yang ramah menjadikan tempat ini cepat menjadi favorit pelanggan.

Usaha kuliner ini juga menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk bersaing melalui inovasi sederhana namun bermakna. Rujak Cingur & Rice Bowl Bu Siti bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang merawat kekayaan kuliner nusantara agar tetap hidup dan berkembang di tengah zaman yang terus berubah.

(Red Versit)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done