Indonesia Cycling Federation (ICF) / ISSI Kabupaten Karawang Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ketua Umum Asep Agustian Ajak Perkuat Silaturahmi dan Sportivitas
Redaksi
Redaksi
Redaksi
Redaksi
Karawang, 20 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, keluarga besar PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, khususnya kepada para advokat, praktisi hukum, dan masyarakat luas. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan sekaligus sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat komitmen dalam menegakkan keadilan.
Melalui pesan Hari Raya yang disampaikan secara terbuka kepada publik, PERADI mengajak seluruh anggotanya untuk menjadikan Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan antar sesama, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.
Dalam ucapan yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi organisasi, terlihat pesan yang berbunyi “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Batin”, yang disertai dengan harapan agar seluruh anggota PERADI selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah profesi.
Idul Fitri sebagai Momentum Introspeksi dan Penguatan Moral Profesi
Perayaan Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat nilai kejujuran, serta meningkatkan integritas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi advokat.
Sebagai organisasi profesi yang menaungi para advokat di Indonesia, PERADI menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri sejalan dengan prinsip-prinsip dasar profesi hukum, yaitu kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.
Para advokat diharapkan tidak hanya menjadi pembela hukum di ruang persidangan, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga etika profesi, serta menjunjung tinggi supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
*Mempererat Silaturahmi Antar Anggota*
Dalam suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, PERADI juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas antar sesama advokat. Silaturahmi dinilai sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga persatuan organisasi, terlebih di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang.
Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan, menghilangkan perbedaan, serta kembali bersatu dalam semangat kebersamaan demi kemajuan organisasi dan profesi advokat di Indonesia.
Kebersamaan antar anggota tidak hanya penting dalam hubungan personal, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan organisasi dalam menjalankan fungsi sebagai wadah profesi yang profesional, independen, dan berintegritas.
*Harapan untuk Dunia Hukum yang Lebih Baik*
Dalam pesan Hari Raya tersebut, juga disampaikan harapan agar dunia hukum di Indonesia semakin maju, adil, dan transparan. PERADI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga marwah profesi advokat serta mendukung terciptanya sistem peradilan yang bersih dan berwibawa.
Idul Fitri diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan hukum untuk selalu bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi kebenaran, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dalam menjalankan tugas.
Organisasi juga berharap seluruh anggota dapat terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional agar mampu menghadapi tantangan hukum di era modern yang semakin kompleks.
*Pesan Persatuan dan Kedamaian*
Selain kepada anggota organisasi, ucapan Idul Fitri juga ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. PERADI mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat tepat untuk mempererat hubungan antar sesama anak bangsa, tanpa melihat perbedaan suku, agama, maupun latar belakang sosial. Nilai kebersamaan dan saling menghormati diharapkan dapat terus dijaga demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai.
Dengan penuh kerendahan hati, keluarga besar PERADI kembali mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga di hari yang suci ini, seluruh umat diberikan keberkahan, kesehatan, serta kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, menegakkan keadilan, dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan melangkah ke depan dengan hati yang lebih bersih serta semangat yang lebih kuat.
Redaksi
Karawang, 20 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, keluarga besar PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, khususnya kepada para advokat, praktisi hukum, dan masyarakat luas. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan sekaligus sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat komitmen dalam menegakkan keadilan.
Melalui pesan Hari Raya yang disampaikan secara terbuka kepada publik, PERADI mengajak seluruh anggotanya untuk menjadikan Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan antar sesama, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.
Dalam ucapan yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi organisasi, terlihat pesan yang berbunyi “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Batin”, yang disertai dengan harapan agar seluruh anggota PERADI selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah profesi.
Idul Fitri sebagai Momentum Introspeksi dan Penguatan Moral Profesi
Perayaan Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat nilai kejujuran, serta meningkatkan integritas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi advokat.
Sebagai organisasi profesi yang menaungi para advokat di Indonesia, PERADI menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri sejalan dengan prinsip-prinsip dasar profesi hukum, yaitu kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.
Para advokat diharapkan tidak hanya menjadi pembela hukum di ruang persidangan, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga etika profesi, serta menjunjung tinggi supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
*Mempererat Silaturahmi Antar Anggota*
Dalam suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, PERADI juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas antar sesama advokat. Silaturahmi dinilai sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga persatuan organisasi, terlebih di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang.
Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan, menghilangkan perbedaan, serta kembali bersatu dalam semangat kebersamaan demi kemajuan organisasi dan profesi advokat di Indonesia.
Kebersamaan antar anggota tidak hanya penting dalam hubungan personal, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kekuatan organisasi dalam menjalankan fungsi sebagai wadah profesi yang profesional, independen, dan berintegritas.
*Harapan untuk Dunia Hukum yang Lebih Baik*
Dalam pesan Hari Raya tersebut, juga disampaikan harapan agar dunia hukum di Indonesia semakin maju, adil, dan transparan. PERADI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga marwah profesi advokat serta mendukung terciptanya sistem peradilan yang bersih dan berwibawa.
Idul Fitri diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan hukum untuk selalu bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi kebenaran, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dalam menjalankan tugas.
Organisasi juga berharap seluruh anggota dapat terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional agar mampu menghadapi tantangan hukum di era modern yang semakin kompleks.
*Pesan Persatuan dan Kedamaian*
Selain kepada anggota organisasi, ucapan Idul Fitri juga ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. PERADI mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat tepat untuk mempererat hubungan antar sesama anak bangsa, tanpa melihat perbedaan suku, agama, maupun latar belakang sosial. Nilai kebersamaan dan saling menghormati diharapkan dapat terus dijaga demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai.
Dengan penuh kerendahan hati, keluarga besar PERADI kembali mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga di hari yang suci ini, seluruh umat diberikan keberkahan, kesehatan, serta kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, menegakkan keadilan, dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan melangkah ke depan dengan hati yang lebih bersih serta semangat yang lebih kuat.
Redaksi
Karawang, 20 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, keluarga besar Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) mulai dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara serentak menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh anggota, mitra kerja, serta masyarakat Indonesia. Momentum hari kemenangan ini dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang dalam menjalankan aktivitas selama setahun terakhir.
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan. Selain sebagai hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperkuat rasa persaudaraan antar sesama, termasuk di lingkungan organisasi pers yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Idul Fitri harus dijadikan sebagai momentum untuk kembali kepada nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.
Menurutnya, organisasi pers tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga harus menjadi keluarga besar yang saling mendukung, saling menguatkan, dan mampu menjaga marwah profesi jurnalistik.
“Dengan penuh rasa syukur, kami dari Dewan Pimpinan Pusat AKPERSI mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh pengurus dan anggota AKPERSI di seluruh Indonesia. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari bahwa dalam perjalanan organisasi tentu ada kekurangan, kesalahan, maupun kekhilafan. Oleh karena itu di hari yang fitri ini mari kita saling memaafkan dan kembali memperkuat kebersamaan demi kemajuan AKPERSI ke depan,” ujar Rino Triyono.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan AKPERSI diharapkan semakin solid, profesional, serta mampu menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh anggota AKPERSI di wilayah Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa Idul Fitri harus menjadi titik awal untuk memperbaiki komunikasi, memperkuat koordinasi, serta menjaga kekompakan antar pengurus dan anggota.
Menurutnya, dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun dengan semangat Idul Fitri semua perbedaan harus dapat disatukan kembali demi kepentingan bersama.
“Atas nama jajaran DPD AKPERSI Jawa Barat, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari kemenangan ini kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus menjaga persatuan serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan pers,” ungkap Ahmad Syarifudin.
Ia juga berharap seluruh anggota AKPERSI di Jawa Barat dapat terus menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta tetap menjalin hubungan yang harmonis dengan semua pihak.
Di tingkat daerah, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, Ferimaulana, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh anggota AKPERSI, mitra kerja, serta masyarakat Kabupaten Karawang. Ia mengakui bahwa dalam menjalankan tugas organisasi tentu tidak lepas dari berbagai kekurangan, kesalahpahaman, maupun dinamika yang terjadi di lapangan.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk membuka lembaran baru dan kembali mempererat hubungan yang sempat renggang.
“Atas nama keluarga besar DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kami memohon maaf apabila selama menjalankan tugas organisasi terdapat kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Semoga di hari yang suci ini kita semua dapat kembali bersatu, memperkuat silaturahmi, dan menjaga kekompakan,” ujar Ferimaulana.
Ia juga berharap agar seluruh anggota AKPERSI di Karawang tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik, serta terus menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya ucapan serentak dari jajaran DPP, DPD, hingga DPC, keluarga besar AKPERSI berharap Hari Raya Idul Fitri 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh anggota dan masyarakat, serta menjadi awal yang baik untuk memperkuat organisasi agar semakin maju, solid, dan dipercaya oleh publik.
Di akhir pernyataan, seluruh jajaran pengurus AKPERSI menyampaikan pesan kebersamaan:
Keluarga Besar Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI)
DPP – DPD – DPC
Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Red/Tim
Karawang, 20 Maret 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, keluarga besar Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) mulai dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara serentak menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh anggota, mitra kerja, serta masyarakat Indonesia. Momentum hari kemenangan ini dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang dalam menjalankan aktivitas selama setahun terakhir.
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan. Selain sebagai hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperkuat rasa persaudaraan antar sesama, termasuk di lingkungan organisasi pers yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Idul Fitri harus dijadikan sebagai momentum untuk kembali kepada nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai insan pers.
Menurutnya, organisasi pers tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga harus menjadi keluarga besar yang saling mendukung, saling menguatkan, dan mampu menjaga marwah profesi jurnalistik.
“Dengan penuh rasa syukur, kami dari Dewan Pimpinan Pusat AKPERSI mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh pengurus dan anggota AKPERSI di seluruh Indonesia. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari bahwa dalam perjalanan organisasi tentu ada kekurangan, kesalahan, maupun kekhilafan. Oleh karena itu di hari yang fitri ini mari kita saling memaafkan dan kembali memperkuat kebersamaan demi kemajuan AKPERSI ke depan,” ujar Rino Triyono.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan AKPERSI diharapkan semakin solid, profesional, serta mampu menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh anggota AKPERSI di wilayah Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa Idul Fitri harus menjadi titik awal untuk memperbaiki komunikasi, memperkuat koordinasi, serta menjaga kekompakan antar pengurus dan anggota.
Menurutnya, dinamika dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun dengan semangat Idul Fitri semua perbedaan harus dapat disatukan kembali demi kepentingan bersama.
“Atas nama jajaran DPD AKPERSI Jawa Barat, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari kemenangan ini kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus menjaga persatuan serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan pers,” ungkap Ahmad Syarifudin.
Ia juga berharap seluruh anggota AKPERSI di Jawa Barat dapat terus menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta tetap menjalin hubungan yang harmonis dengan semua pihak.
Di tingkat daerah, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, Ferimaulana, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh anggota AKPERSI, mitra kerja, serta masyarakat Kabupaten Karawang. Ia mengakui bahwa dalam menjalankan tugas organisasi tentu tidak lepas dari berbagai kekurangan, kesalahpahaman, maupun dinamika yang terjadi di lapangan.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk membuka lembaran baru dan kembali mempererat hubungan yang sempat renggang.
“Atas nama keluarga besar DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kami memohon maaf apabila selama menjalankan tugas organisasi terdapat kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Semoga di hari yang suci ini kita semua dapat kembali bersatu, memperkuat silaturahmi, dan menjaga kekompakan,” ujar Ferimaulana.
Ia juga berharap agar seluruh anggota AKPERSI di Karawang tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik, serta terus menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya ucapan serentak dari jajaran DPP, DPD, hingga DPC, keluarga besar AKPERSI berharap Hari Raya Idul Fitri 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh anggota dan masyarakat, serta menjadi awal yang baik untuk memperkuat organisasi agar semakin maju, solid, dan dipercaya oleh publik.
Di akhir pernyataan, seluruh jajaran pengurus AKPERSI menyampaikan pesan kebersamaan:
Keluarga Besar Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI)
DPP – DPD – DPC
Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Red/Tim
Karawang, 18 Maret 2026 – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Karawang mulai mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terlihat di sepanjang Jalan Baru Bundaran Charles, salah satu jalur utama yang dilintasi pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di tengah padatnya arus kendaraan yang merayap, kehadiran Posko Mudik yang didirikan oleh Partai Gerakan Rakyat menjadi tempat singgah yang sangat membantu para pemudik yang membutuhkan istirahat sejenak.
Posko yang berada tepat di sekitar Bundaran Charles tersebut tampak ramai dikunjungi para pengendara, baik pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi. Para pemudik memanfaatkan posko tersebut untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Selain menyediakan tempat beristirahat, posko juga memberikan berbagai fasilitas sederhana namun sangat bermanfaat, seperti kopi panas, minuman dingin, makanan ringan, serta pelayanan kesehatan dan terapi bagi pemudik yang mengalami kelelahan.
Menurut salah satu anggota Partai Gerakan Rakyat yang bertugas di lokasi, pendirian posko ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemudik yang setiap tahun harus menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman.
“Kami dari Partai Gerakan Rakyat ingin hadir di tengah masyarakat, terutama saat momentum mudik Lebaran seperti sekarang. Posko ini kami dirikan agar para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman. Kami menyediakan kopi, minuman, dan makanan ala kadarnya, tapi mudah-mudahan bisa membantu mengurangi rasa lelah selama perjalanan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Tidak hanya menyediakan makanan dan minuman gratis, posko ini juga memberikan bantuan kesehatan sederhana bagi pemudik yang merasa kurang fit. Salah satu anggota Partai Gerakan Rakyat, Ibu Chika, turut membantu memberikan terapi ringan kepada beberapa pemudik yang mengalami pegal, pusing, maupun kelelahan akibat perjalanan panjang.
Beberapa pemudik yang singgah di posko tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang diberikan secara gratis. Mereka merasa lebih nyaman karena dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
“Saya dari Bekasi mau ke Cirebon, perjalanan cukup macet dari tadi. Alhamdulillah ada posko ini, bisa istirahat sebentar, minum kopi, makan sedikit. Badan jadi lebih enak sebelum lanjut jalan,” ujar salah satu pemudik pengendara sepeda motor.
Hal senada juga disampaikan pemudik lainnya yang membawa keluarga. Ia mengaku sengaja berhenti di posko setelah melihat banyak pemudik lain beristirahat di tempat tersebut.
“Tadi lihat ramai, ternyata ada posko. Anak saya juga capek, jadi kami berhenti sebentar. Terima kasih untuk relawan yang sudah membantu. Walaupun sederhana, tapi sangat berarti bagi kami yang sedang di perjalanan,” katanya.
Selain melayani pemudik yang singgah, para relawan juga tampak aktif membantu mengatur kendaraan yang keluar masuk area posko agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Mereka bekerja secara bergantian sejak sore hingga malam hari untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
Pihak Partai Gerakan Rakyat menyampaikan bahwa posko mudik ini akan terus dibuka selama arus mudik masih berlangsung. Mereka berharap keberadaan posko tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan lancar.
“Kami tidak melihat ini dari sisi politik, tapi dari sisi kemanusiaan. Mudik adalah tradisi besar masyarakat Indonesia. Kami ingin ikut berkontribusi agar para pemudik bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujar salah satu koordinator posko.
Dengan semakin padatnya arus kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri, keberadaan posko-posko bantuan seperti yang didirikan oleh Partai Gerakan Rakyat di Bundaran Charles Karawang menjadi sangat penting. Selain membantu pemudik beristirahat, posko tersebut juga menjadi simbol kepedulian sosial dan gotong royong dalam membantu sesama di perjalanan.
Diharapkan, kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun, sehingga para pemudik merasa lebih terbantu dan perjalanan panjang menuju kampung halaman dapat dilalui dengan lebih aman, sehat, dan penuh kenyamanan.
Ida Maryati
Karawang, 18 Maret 2026 – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Karawang mulai mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terlihat di sepanjang Jalan Baru Bundaran Charles, salah satu jalur utama yang dilintasi pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di tengah padatnya arus kendaraan yang merayap, kehadiran Posko Mudik yang didirikan oleh Partai Gerakan Rakyat menjadi tempat singgah yang sangat membantu para pemudik yang membutuhkan istirahat sejenak.
Posko yang berada tepat di sekitar Bundaran Charles tersebut tampak ramai dikunjungi para pengendara, baik pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi. Para pemudik memanfaatkan posko tersebut untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Selain menyediakan tempat beristirahat, posko juga memberikan berbagai fasilitas sederhana namun sangat bermanfaat, seperti kopi panas, minuman dingin, makanan ringan, serta pelayanan kesehatan dan terapi bagi pemudik yang mengalami kelelahan.
Menurut salah satu anggota Partai Gerakan Rakyat yang bertugas di lokasi, pendirian posko ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemudik yang setiap tahun harus menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman.
“Kami dari Partai Gerakan Rakyat ingin hadir di tengah masyarakat, terutama saat momentum mudik Lebaran seperti sekarang. Posko ini kami dirikan agar para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman. Kami menyediakan kopi, minuman, dan makanan ala kadarnya, tapi mudah-mudahan bisa membantu mengurangi rasa lelah selama perjalanan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Tidak hanya menyediakan makanan dan minuman gratis, posko ini juga memberikan bantuan kesehatan sederhana bagi pemudik yang merasa kurang fit. Salah satu anggota Partai Gerakan Rakyat, Ibu Chika, turut membantu memberikan terapi ringan kepada beberapa pemudik yang mengalami pegal, pusing, maupun kelelahan akibat perjalanan panjang.
Beberapa pemudik yang singgah di posko tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas yang diberikan secara gratis. Mereka merasa lebih nyaman karena dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
“Saya dari Bekasi mau ke Cirebon, perjalanan cukup macet dari tadi. Alhamdulillah ada posko ini, bisa istirahat sebentar, minum kopi, makan sedikit. Badan jadi lebih enak sebelum lanjut jalan,” ujar salah satu pemudik pengendara sepeda motor.
Hal senada juga disampaikan pemudik lainnya yang membawa keluarga. Ia mengaku sengaja berhenti di posko setelah melihat banyak pemudik lain beristirahat di tempat tersebut.
“Tadi lihat ramai, ternyata ada posko. Anak saya juga capek, jadi kami berhenti sebentar. Terima kasih untuk relawan yang sudah membantu. Walaupun sederhana, tapi sangat berarti bagi kami yang sedang di perjalanan,” katanya.
Selain melayani pemudik yang singgah, para relawan juga tampak aktif membantu mengatur kendaraan yang keluar masuk area posko agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Mereka bekerja secara bergantian sejak sore hingga malam hari untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
Pihak Partai Gerakan Rakyat menyampaikan bahwa posko mudik ini akan terus dibuka selama arus mudik masih berlangsung. Mereka berharap keberadaan posko tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan lancar.
“Kami tidak melihat ini dari sisi politik, tapi dari sisi kemanusiaan. Mudik adalah tradisi besar masyarakat Indonesia. Kami ingin ikut berkontribusi agar para pemudik bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujar salah satu koordinator posko.
Dengan semakin padatnya arus kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri, keberadaan posko-posko bantuan seperti yang didirikan oleh Partai Gerakan Rakyat di Bundaran Charles Karawang menjadi sangat penting. Selain membantu pemudik beristirahat, posko tersebut juga menjadi simbol kepedulian sosial dan gotong royong dalam membantu sesama di perjalanan.
Diharapkan, kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun, sehingga para pemudik merasa lebih terbantu dan perjalanan panjang menuju kampung halaman dapat dilalui dengan lebih aman, sehat, dan penuh kenyamanan.
Ida Maryati
Sejumlah warga di Huta 3 Pematang Asilum mengaku telah lama mengeluhkan keberadaan pabrik yang beroperasi di tengah permukiman penduduk. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya (inisial EE) menyatakan bahwa asap dari limbah pabrik sering terlihat mengepul dan dikhawatirkan berdampak pada kualitas udara serta air sungai yang digunakan masyarakat sehari-hari.
"Kami khawatir tidak hanya udara yang tercemar, tapi juga air sungai yang menjadi sumber air bagi peternakan ikan kami. Beberapa waktu terakhir, ada laporan kerugian akibat kondisi air yang dinilai tidak layak," ujar EE kepada Jurnalis.online.
Warga juga menyoroti jarak pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman, seharusnya industri semacam ini memiliki jarak aman sesuai peraturan. Menurut informasi yang diperoleh, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun pernah melakukan inspeksi atau sidak ke lokasi, namun aktivitas pabrik tetap berjalan dan keluhan masyarakat belum terselesaikan.
Selain warga, elemen masyarakat pencinta lingkungan mengungkapkan," Bahwa indikasi adanya temuan limbah dari Pabrik, sehingga sungai tercemar oleh limbahnya. Dan ada juga temuan dari masyarakat yang melihat bahwa ada pengepulan asap hitam, dan itu berdampak ke lingkungan sekitarnya karena posisi pabrik CV RAPI TEHNIk berdiri kokoh ditengah permukiman masyarakat," tandasnya.
"Sebenarnya masyarakat itu cukup resah, cuma mereka tidak punya jalur dan tidak tau arahnya kemana mau mengadu pada siapa. Kami berharap instansi berwenang dapat bertindak sesuai dengan peraturan," tambahnya.
Tim media telah mengirimkan permintaan konfirmasi terkait sistem pengelolaan limbah, kesesuaian dengan standar baku mutu, tanggapan terhadap keluhan masyarakat, serta langkah tanggung jawab perusahaan. Namun hingga saat berita ini diterbitkan, pihak manajemen CV Rapi Tehnik belum memberikan tanggapan apapun.
Kontak dengan instansi terkait juga masih dalam proses, dimana pihak DLH Kabupaten Simalungun menyatakan sedang melakukan evaluasi ulang terhadap izin operasional dan dampak lingkungan dari pabrik tersebut.
"Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan berusaha mendapatkan klarifikasi dari semua pihak terkait untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," ujar Wina, selaku CEO Media Jurnalis.online.
Sumber: Wna
Sejumlah warga di Huta 3 Pematang Asilum mengaku telah lama mengeluhkan keberadaan pabrik yang beroperasi di tengah permukiman penduduk. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya (inisial EE) menyatakan bahwa asap dari limbah pabrik sering terlihat mengepul dan dikhawatirkan berdampak pada kualitas udara serta air sungai yang digunakan masyarakat sehari-hari.
"Kami khawatir tidak hanya udara yang tercemar, tapi juga air sungai yang menjadi sumber air bagi peternakan ikan kami. Beberapa waktu terakhir, ada laporan kerugian akibat kondisi air yang dinilai tidak layak," ujar EE kepada Jurnalis.online.
Warga juga menyoroti jarak pabrik yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman, seharusnya industri semacam ini memiliki jarak aman sesuai peraturan. Menurut informasi yang diperoleh, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun pernah melakukan inspeksi atau sidak ke lokasi, namun aktivitas pabrik tetap berjalan dan keluhan masyarakat belum terselesaikan.
Selain warga, elemen masyarakat pencinta lingkungan mengungkapkan," Bahwa indikasi adanya temuan limbah dari Pabrik, sehingga sungai tercemar oleh limbahnya. Dan ada juga temuan dari masyarakat yang melihat bahwa ada pengepulan asap hitam, dan itu berdampak ke lingkungan sekitarnya karena posisi pabrik CV RAPI TEHNIk berdiri kokoh ditengah permukiman masyarakat," tandasnya.
"Sebenarnya masyarakat itu cukup resah, cuma mereka tidak punya jalur dan tidak tau arahnya kemana mau mengadu pada siapa. Kami berharap instansi berwenang dapat bertindak sesuai dengan peraturan," tambahnya.
Tim media telah mengirimkan permintaan konfirmasi terkait sistem pengelolaan limbah, kesesuaian dengan standar baku mutu, tanggapan terhadap keluhan masyarakat, serta langkah tanggung jawab perusahaan. Namun hingga saat berita ini diterbitkan, pihak manajemen CV Rapi Tehnik belum memberikan tanggapan apapun.
Kontak dengan instansi terkait juga masih dalam proses, dimana pihak DLH Kabupaten Simalungun menyatakan sedang melakukan evaluasi ulang terhadap izin operasional dan dampak lingkungan dari pabrik tersebut.
"Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan berusaha mendapatkan klarifikasi dari semua pihak terkait untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," ujar Wina, selaku CEO Media Jurnalis.online.
Sumber: Wna
Pekanbaru, - Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau yang berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi (MPP) di sejumlah wilayah. Rabu (18/03/2026).
Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Daniel Muharam menegaskan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat, khususnya dalam mendukung aksesibilitas bagi masyarakat di daerah,” ujar Daniel kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini sejak awal memang didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media.
"Alhamdulillah, dari skema tersebut, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa harus menggunakan sumber lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.
“Dengan skema ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan, namun juga tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan setiap sumber pendanaan,” lanjut Daniel.
Sejalan dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyatakan memahami dan menghormati sikap Polda Riau tersebut.
Ia menegaskan bahwa Baznas pada dasarnya memiliki komitmen untuk memastikan seluruh pengelolaan dana umat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
“Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.
Ia juga menegaskan bahwa Baznas akan tetap fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas utama, khususnya dalam membantu kelompok mustahik di Provinsi Riau.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program-program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Polda Riau berharap semangat kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun melalui pendekatan pentahelix dapat terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan lainnya, sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sumber: Humas Polda Riau
(Ros.H)
Pekanbaru, - Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau yang berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi (MPP) di sejumlah wilayah. Rabu (18/03/2026).
Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Daniel Muharam menegaskan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat, khususnya dalam mendukung aksesibilitas bagi masyarakat di daerah,” ujar Daniel kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini sejak awal memang didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media.
"Alhamdulillah, dari skema tersebut, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa harus menggunakan sumber lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.
“Dengan skema ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan, namun juga tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan setiap sumber pendanaan,” lanjut Daniel.
Sejalan dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyatakan memahami dan menghormati sikap Polda Riau tersebut.
Ia menegaskan bahwa Baznas pada dasarnya memiliki komitmen untuk memastikan seluruh pengelolaan dana umat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
“Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.
Ia juga menegaskan bahwa Baznas akan tetap fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas utama, khususnya dalam membantu kelompok mustahik di Provinsi Riau.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program-program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Polda Riau berharap semangat kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun melalui pendekatan pentahelix dapat terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan lainnya, sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sumber: Humas Polda Riau
(Ros.H)
Cikampek I - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cikampek menggelar program mudik gratis tahunan mengangkut ratusan warga asal Wonogiri yang bekerja di Cikampek dan sekitarnya untuk pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Kegiatan yang digelar dihalaman Kantor Cabang BRI Cikampek ini menghadirkan beberapa unit bus kelas utama yang siap mengantarkan penumpang dengan nyaman dan aman
penumpang yang berpartisipasi yang memenuhi syarat pendaftaran yang telah dibuka sebelumnya sejak awal bulan ini.
Kepala BRI Cabang Cikampek Pandu Ksuma Wardhana menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat khususnya yang memiliki kebutuhan untuk pulang kampung namun terbatas pada biaya " Kami berharap program mudik gratis ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mempererat tali silaturahmi keluarga menjelang Hari Raya " katanya
sebelum pemberangkatan seluruh penumpang melakukan sahur bersama dan mendapatkan uang saku sebagai bentuk perhatian. Rute perjalanan akan ditempuh melalui jalur Pantura dengan jeda istirahat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang dan pihak Kepolisian untuk memastikan kelancaran dan keamanan dari awal hingga tujuan ahir di Wonogiri .
Cikampek I - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cikampek menggelar program mudik gratis tahunan mengangkut ratusan warga asal Wonogiri yang bekerja di Cikampek dan sekitarnya untuk pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Kegiatan yang digelar dihalaman Kantor Cabang BRI Cikampek ini menghadirkan beberapa unit bus kelas utama yang siap mengantarkan penumpang dengan nyaman dan aman
penumpang yang berpartisipasi yang memenuhi syarat pendaftaran yang telah dibuka sebelumnya sejak awal bulan ini.
Kepala BRI Cabang Cikampek Pandu Ksuma Wardhana menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat khususnya yang memiliki kebutuhan untuk pulang kampung namun terbatas pada biaya " Kami berharap program mudik gratis ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mempererat tali silaturahmi keluarga menjelang Hari Raya " katanya
sebelum pemberangkatan seluruh penumpang melakukan sahur bersama dan mendapatkan uang saku sebagai bentuk perhatian. Rute perjalanan akan ditempuh melalui jalur Pantura dengan jeda istirahat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang dan pihak Kepolisian untuk memastikan kelancaran dan keamanan dari awal hingga tujuan ahir di Wonogiri .