VERSITNEWS

Sabtu, 28 Maret 2026

Ketua DPC AKPERSI Karawang Keluarkan Kritik Keras Soal Truk Kontainer Masuk Jalur Kota






Karawang — Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Karawang, Ferimaulana, melontarkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan lalu lintas menyusul masuknya truk kontainer ke Jalan Tuparev, kawasan perkotaan Karawang.


Menurut Ferimaulana, peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk nyata kelalaian aparat dan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan. Ia menilai, tidak mungkin kendaraan bertonase besar bisa dengan leluasa masuk ke jalur terlarang tanpa adanya pembiaran.


“Ini bukan kejadian kecil. Ini tamparan keras bagi Dinas Perhubungan Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang. Kalau truk kontainer bisa bebas melintas di jalan kota, berarti ada yang tidak beres dalam sistem pengawasan,” tegasnya.


Ia juga mempertanyakan keberadaan petugas di lapangan saat kejadian berlangsung. Menurutnya, absennya tindakan cepat menunjukkan lemahnya respons dan minimnya keseriusan dalam menegakkan aturan.


“Jangan sampai masyarakat menilai ini sebagai pembiaran yang disengaja. Aturan sudah jelas, jalur kota bukan untuk kendaraan berat. Kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga,” lanjut Ferimaulana dengan nada tegas.


Lebih jauh, ia mendesak agar Dinas Perhubungan Karawang segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar, baik sopir maupun perusahaan pemilik kendaraan.


Tidak hanya itu, Ferimaulana juga meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk turun langsung dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai sudah berulang tersebut.


“Kalau pemerintah tidak tegas, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan publik semakin menurun. Ini soal keselamatan dan ketertiban, bukan hal sepele,” pungkasnya.


AKPERSI Karawang, kata dia, akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan lainnya. 


Red






Karawang — Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Karawang, Ferimaulana, melontarkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan lalu lintas menyusul masuknya truk kontainer ke Jalan Tuparev, kawasan perkotaan Karawang.


Menurut Ferimaulana, peristiwa tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk nyata kelalaian aparat dan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan. Ia menilai, tidak mungkin kendaraan bertonase besar bisa dengan leluasa masuk ke jalur terlarang tanpa adanya pembiaran.


“Ini bukan kejadian kecil. Ini tamparan keras bagi Dinas Perhubungan Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang. Kalau truk kontainer bisa bebas melintas di jalan kota, berarti ada yang tidak beres dalam sistem pengawasan,” tegasnya.


Ia juga mempertanyakan keberadaan petugas di lapangan saat kejadian berlangsung. Menurutnya, absennya tindakan cepat menunjukkan lemahnya respons dan minimnya keseriusan dalam menegakkan aturan.


“Jangan sampai masyarakat menilai ini sebagai pembiaran yang disengaja. Aturan sudah jelas, jalur kota bukan untuk kendaraan berat. Kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga,” lanjut Ferimaulana dengan nada tegas.


Lebih jauh, ia mendesak agar Dinas Perhubungan Karawang segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar, baik sopir maupun perusahaan pemilik kendaraan.


Tidak hanya itu, Ferimaulana juga meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk turun langsung dan tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai sudah berulang tersebut.


“Kalau pemerintah tidak tegas, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan publik semakin menurun. Ini soal keselamatan dan ketertiban, bukan hal sepele,” pungkasnya.


AKPERSI Karawang, kata dia, akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan lainnya. 


Red

Jumat, 27 Maret 2026

Mahasiswa dan Pemuda Bogor Apresiasi Langkah Tegas TNI : Wujud Pertanggungjawaban dan Marwah Institusi







BOGOR – Dinamika yang terjadi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) belakangan ini, termasuk pengunduran diri Kepala Bais TNI (Ka Bais TNI), mendapat sorotan positif dari kalangan aktivis mahasiswa dan pemuda. Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor, M. Iqbal Ramadhan, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melihat fenomena ini secara objektif sebagai bentuk integritas dan tanggung jawab institusi terhadap publik.


Iqbal menekankan bahwa langkah yang diambil oleh pimpinan TNI harus dimaknai sebagai upaya menjaga kehormatan organisasi. "Kita perlu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI. Pengunduran diri tersebut adalah wujud nyata dari pertanggungjawaban moral dan profesionalisme yang patut dicontoh," ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (27/3).


Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif yang berpotensi memecah belah bangsa atau menyudutkan institusi pertahanan negara. Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan harus dikawal bersama dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.


"Mari kita kawal proses hukum ini agar berjalan transparan, namun tetap jaga persatuan. Jangan biarkan ada ruang bagi pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. TNI yang kuat adalah fondasi bagi negara yang bermartabat," tambahnya.


Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus pendukung tegaknya keadilan demi stabilitas nasional dan keutuhan NKRI.



"Pengunduran diri adalah puncak tertinggi dari sebuah tanggung jawab. Kita kawal proses hukumnya, kita jaga kehormatan institusinya, dan kita perkuat persatuan bangsa." Tegas Iqbal 







BOGOR – Dinamika yang terjadi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) belakangan ini, termasuk pengunduran diri Kepala Bais TNI (Ka Bais TNI), mendapat sorotan positif dari kalangan aktivis mahasiswa dan pemuda. Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor, M. Iqbal Ramadhan, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melihat fenomena ini secara objektif sebagai bentuk integritas dan tanggung jawab institusi terhadap publik.


Iqbal menekankan bahwa langkah yang diambil oleh pimpinan TNI harus dimaknai sebagai upaya menjaga kehormatan organisasi. "Kita perlu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI. Pengunduran diri tersebut adalah wujud nyata dari pertanggungjawaban moral dan profesionalisme yang patut dicontoh," ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (27/3).


Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi negatif yang berpotensi memecah belah bangsa atau menyudutkan institusi pertahanan negara. Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan harus dikawal bersama dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.


"Mari kita kawal proses hukum ini agar berjalan transparan, namun tetap jaga persatuan. Jangan biarkan ada ruang bagi pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. TNI yang kuat adalah fondasi bagi negara yang bermartabat," tambahnya.


Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus pendukung tegaknya keadilan demi stabilitas nasional dan keutuhan NKRI.



"Pengunduran diri adalah puncak tertinggi dari sebuah tanggung jawab. Kita kawal proses hukumnya, kita jaga kehormatan institusinya, dan kita perkuat persatuan bangsa." Tegas Iqbal 

Calon BPD Dusun 3 Karang Jaya Siap Bawa Perubahan, Warga Diharap Lebih Sejahtera











Bekasi, Jumat (27/3/2026) Sosok Sdr. Jajang resmi maju sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk Dusun 3, Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dengan semangat perubahan dan kemajuan desa, ia membawa visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang lebih aspiratif dan transparan.


Dalam keterangannya, Jajang menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. 


Ia berkomitmen untuk menampung serta memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan desa berjalan merata dan tepat sasaran.


“Perubahan itu harus dimulai dari keterbukaan dan kebersamaan. Saya ingin Dusun 3 lebih maju, warganya sejahtera, dan semua suara didengar,” ujar Jajang, Jumat (27/3/2026).


BPD sendiri merupakan lembaga desa yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan desa serta membahas dan menyepakati peraturan desa bersama kepala desa. 


Peran ini dinilai strategis dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat

Jajang juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam proses demokrasi desa. Ia mengajak masyarakat Dusun 3 untuk menggunakan hak pilih secara bijak demi masa depan lingkungan yang lebih baik.


Dengan slogan “Pilihan untuk Perubahan & Kemajuan Dusun 3”, Jajang optimistis dapat membawa energi baru dalam pembangunan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


Pemilihan BPD diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk menentukan perwakilan yang mampu bekerja nyata dan membawa perubahan positif bagi Dusun 3 ke depan.


(Red) 











Bekasi, Jumat (27/3/2026) Sosok Sdr. Jajang resmi maju sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk Dusun 3, Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dengan semangat perubahan dan kemajuan desa, ia membawa visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang lebih aspiratif dan transparan.


Dalam keterangannya, Jajang menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. 


Ia berkomitmen untuk menampung serta memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan desa berjalan merata dan tepat sasaran.


“Perubahan itu harus dimulai dari keterbukaan dan kebersamaan. Saya ingin Dusun 3 lebih maju, warganya sejahtera, dan semua suara didengar,” ujar Jajang, Jumat (27/3/2026).


BPD sendiri merupakan lembaga desa yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan desa serta membahas dan menyepakati peraturan desa bersama kepala desa. 


Peran ini dinilai strategis dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat

Jajang juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam proses demokrasi desa. Ia mengajak masyarakat Dusun 3 untuk menggunakan hak pilih secara bijak demi masa depan lingkungan yang lebih baik.


Dengan slogan “Pilihan untuk Perubahan & Kemajuan Dusun 3”, Jajang optimistis dapat membawa energi baru dalam pembangunan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


Pemilihan BPD diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk menentukan perwakilan yang mampu bekerja nyata dan membawa perubahan positif bagi Dusun 3 ke depan.


(Red) 

Diduga Cemari Sungai Cigombel, Peradi Karawang Minta Operasional Pindo Deli Dihentikan






Apresiasi Langkah Gercep DLH Karawang, Peradi Karawang Desak Tutup PT Pindo Deli Karena Diduga Kerap Cemari Lingkungan

KARAWANG- Langkah cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang dalam merespons dugaan pencemaran lingkungan terhadap sungai Cigombel Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel yang diduga sumber pencemarannya dari PT Pindo Deli 4 dengan cara mengambil sampel air untuk diuji lab mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu dukungan datang dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang. Organisasi tersebut secara tegas mendorong agar pemerintah tidak ragu mengambil langkah lebih jauh, bila perlu termasuk menutup operasional PT Pindo Deli yang diduga kerap melakukan pencemaran lingkungan.

Ketua Peradi Karawang, Asep Agustian, menyampaikan, dugaan pencemaran yang terjadi bukan persoalan baru yang diduga dilakukan PT Pindo Deli. Menurutnya, laporan dari masyarakat terkait limbah dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar sudah berulang kali disampaikan.

“Kalau terbukti melakukan pelanggaran dan mencemari lingkungan secara terus-menerus, maka sudah seharusnya ada tindakan tegas. Penutupan PT Pindo Deli, entah itu Pindo Deli 1, 2, 3 atau 4 bisa menjadi opsi terakhir demi melindungi masyarakat sekitar terdampak,” ujarnya.

Perusahaan tersebut kata Askun (sapaan akrabnya), dinilai jumawa karena perusahaan itu menganggap banyak ‘duit’ sehingga tidak takut dengan ancaman sanksi denda.

“Awalnya dugaan-dugaan pencemaran lingkungan tapi pada akhirnya terbukti mencemari seperti pada kasus PT Pindo Deli 1 yang cemari sungai Citarum tahun kemarin. Perusahaan tersebut dikenai denda Rp3 miliar. Ini perusahaan luar biasa, cukup bayar denda tanpa mikirkan masyarakat atau lingkungan terdampak,” ungkapnya.

“Ada juga kasus pencemaran lingkungan dengan terjadinya kebocoran gas klorin di PT Pindo Deli 2 di tahun 2024 yang mengakibatkan ratusan warga sekitar keracunan. Padahal pada tahun 2022 perusahaan tersebut juga pernah alami kebocoran gas klorin, tapi anehnya perusahaan itu hingga saat ini masih beroperasi tanpa ada sanksi berat berupa penutupan operasional,” timpalnya.

Askun kembali menegaskan, bercermin dari kasus-kasus yang melibatkan PT Pindo Deli, ia meminta kepada Pemda untuk menutup (operasional) PT Pindo Deli.

“Pipa pembuangan PT Pindo Deli ke sungai ditutup permanen, jangan sampai mengocor lagi ke sungai manapun, ditutup saja biar jebol sekalian di dalamnya, atau sekalian tutup saja sekalian operasional perusahaannya, karena kerap cemari lingkungan,” kata Askun dengan nada geram.

Ia pun meminta kepada rekan-rekan aktivis lingkungan untuk bergerak dengan gelar demonstrasi agar operasional PT Pindo Deli ditutup, tidak cukup dengan bayar sanksi denda karena perusahaan tersbeut pasti mampu membayar sanksi denda tetapi kemudian hari potensi lakukan pencemaran lingkungan kembali.

Askun kembali menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. Ia juga meminta transparansi hasil pemeriksaan agar publik mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut.

Hingga saat ini, pihak PT Pindo Deli belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Sementara itu, DLH Karawang masih terus melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keseimbangan antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan. Banyak pihak berharap, langkah cepat yang telah dilakukan dapat berlanjut pada keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (red).






Apresiasi Langkah Gercep DLH Karawang, Peradi Karawang Desak Tutup PT Pindo Deli Karena Diduga Kerap Cemari Lingkungan

KARAWANG- Langkah cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang dalam merespons dugaan pencemaran lingkungan terhadap sungai Cigombel Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel yang diduga sumber pencemarannya dari PT Pindo Deli 4 dengan cara mengambil sampel air untuk diuji lab mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu dukungan datang dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang. Organisasi tersebut secara tegas mendorong agar pemerintah tidak ragu mengambil langkah lebih jauh, bila perlu termasuk menutup operasional PT Pindo Deli yang diduga kerap melakukan pencemaran lingkungan.

Ketua Peradi Karawang, Asep Agustian, menyampaikan, dugaan pencemaran yang terjadi bukan persoalan baru yang diduga dilakukan PT Pindo Deli. Menurutnya, laporan dari masyarakat terkait limbah dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar sudah berulang kali disampaikan.

“Kalau terbukti melakukan pelanggaran dan mencemari lingkungan secara terus-menerus, maka sudah seharusnya ada tindakan tegas. Penutupan PT Pindo Deli, entah itu Pindo Deli 1, 2, 3 atau 4 bisa menjadi opsi terakhir demi melindungi masyarakat sekitar terdampak,” ujarnya.

Perusahaan tersebut kata Askun (sapaan akrabnya), dinilai jumawa karena perusahaan itu menganggap banyak ‘duit’ sehingga tidak takut dengan ancaman sanksi denda.

“Awalnya dugaan-dugaan pencemaran lingkungan tapi pada akhirnya terbukti mencemari seperti pada kasus PT Pindo Deli 1 yang cemari sungai Citarum tahun kemarin. Perusahaan tersebut dikenai denda Rp3 miliar. Ini perusahaan luar biasa, cukup bayar denda tanpa mikirkan masyarakat atau lingkungan terdampak,” ungkapnya.

“Ada juga kasus pencemaran lingkungan dengan terjadinya kebocoran gas klorin di PT Pindo Deli 2 di tahun 2024 yang mengakibatkan ratusan warga sekitar keracunan. Padahal pada tahun 2022 perusahaan tersebut juga pernah alami kebocoran gas klorin, tapi anehnya perusahaan itu hingga saat ini masih beroperasi tanpa ada sanksi berat berupa penutupan operasional,” timpalnya.

Askun kembali menegaskan, bercermin dari kasus-kasus yang melibatkan PT Pindo Deli, ia meminta kepada Pemda untuk menutup (operasional) PT Pindo Deli.

“Pipa pembuangan PT Pindo Deli ke sungai ditutup permanen, jangan sampai mengocor lagi ke sungai manapun, ditutup saja biar jebol sekalian di dalamnya, atau sekalian tutup saja sekalian operasional perusahaannya, karena kerap cemari lingkungan,” kata Askun dengan nada geram.

Ia pun meminta kepada rekan-rekan aktivis lingkungan untuk bergerak dengan gelar demonstrasi agar operasional PT Pindo Deli ditutup, tidak cukup dengan bayar sanksi denda karena perusahaan tersbeut pasti mampu membayar sanksi denda tetapi kemudian hari potensi lakukan pencemaran lingkungan kembali.

Askun kembali menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu. Ia juga meminta transparansi hasil pemeriksaan agar publik mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut.

Hingga saat ini, pihak PT Pindo Deli belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Sementara itu, DLH Karawang masih terus melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keseimbangan antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan. Banyak pihak berharap, langkah cepat yang telah dilakukan dapat berlanjut pada keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (red).

Kamis, 26 Maret 2026

Dianggap Tak Berdampak, Stady Tiru Desa Tuai Kritik Keras AKPERSI








Kabupaten Bekasi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, secara tegas mendesak Penjabat (Pj) Bupati Bekasi untuk membatalkan rencana kegiatan stady tiru yang dinilai tidak memiliki urgensi dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran.


Desakan tersebut disampaikan menyusul rencana kegiatan bertajuk “Stady Tiru & Pengawasan Anggota Koperasi Desa Merah Putih Tahun Anggaran 2026” yang belakangan menjadi sorotan publik.


Menurut Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, kegiatan seperti stady tiru kerap kali tidak memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kinerja pemerintahan desa, meskipun telah berulang kali dilaksanakan.


“Kami meminta dengan tegas kepada Pj Bupati Bekasi untuk membatalkan kegiatan ini. Jangan sampai anggaran publik digunakan untuk kegiatan yang minim manfaat dan hanya menjadi rutinitas tahunan,” tegasnya.


Ia menilai, menjelang akhir masa jabatan Kepala Desa, seharusnya pemerintah desa lebih fokus pada evaluasi kinerja dan penyelesaian program prioritas yang langsung dirasakan oleh masyarakat.


Selain itu, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, juga menyoroti lemahnya transparansi dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan dan stady tiru selama ini. Menurutnya, publik jarang mendapatkan informasi yang jelas terkait hasil, dampak, maupun tindak lanjut dari kegiatan tersebut.


“Kalau tidak ada output yang terukur, maka wajar publik menilai ini sebagai pemborosan anggaran terselubung,” ujarnya.


Lebih lanjut, DPD AKPERSI Jawa Barat mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait dan inspektorat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program serupa.


AKPERSI juga menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial pers, serta membuka kemungkinan untuk mendorong langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran.


“Kami akan terus mengawal ini. Jangan sampai program yang seharusnya meningkatkan kapasitas justru menjadi celah pemborosan anggaran,” pungkasnya.


Desakan dari DPD AKPERSI Jawa Barat ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar lebih selektif dan bertanggung jawab dalam merancang kegiatan yang menggunakan anggaran publik, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta manfaat nyata bagi masyarakat. 


Redaksi 








Kabupaten Bekasi – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, secara tegas mendesak Penjabat (Pj) Bupati Bekasi untuk membatalkan rencana kegiatan stady tiru yang dinilai tidak memiliki urgensi dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran.


Desakan tersebut disampaikan menyusul rencana kegiatan bertajuk “Stady Tiru & Pengawasan Anggota Koperasi Desa Merah Putih Tahun Anggaran 2026” yang belakangan menjadi sorotan publik.


Menurut Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, kegiatan seperti stady tiru kerap kali tidak memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kinerja pemerintahan desa, meskipun telah berulang kali dilaksanakan.


“Kami meminta dengan tegas kepada Pj Bupati Bekasi untuk membatalkan kegiatan ini. Jangan sampai anggaran publik digunakan untuk kegiatan yang minim manfaat dan hanya menjadi rutinitas tahunan,” tegasnya.


Ia menilai, menjelang akhir masa jabatan Kepala Desa, seharusnya pemerintah desa lebih fokus pada evaluasi kinerja dan penyelesaian program prioritas yang langsung dirasakan oleh masyarakat.


Selain itu, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ, juga menyoroti lemahnya transparansi dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan dan stady tiru selama ini. Menurutnya, publik jarang mendapatkan informasi yang jelas terkait hasil, dampak, maupun tindak lanjut dari kegiatan tersebut.


“Kalau tidak ada output yang terukur, maka wajar publik menilai ini sebagai pemborosan anggaran terselubung,” ujarnya.


Lebih lanjut, DPD AKPERSI Jawa Barat mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait dan inspektorat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program serupa.


AKPERSI juga menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial pers, serta membuka kemungkinan untuk mendorong langkah lanjutan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran.


“Kami akan terus mengawal ini. Jangan sampai program yang seharusnya meningkatkan kapasitas justru menjadi celah pemborosan anggaran,” pungkasnya.


Desakan dari DPD AKPERSI Jawa Barat ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar lebih selektif dan bertanggung jawab dalam merancang kegiatan yang menggunakan anggaran publik, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta manfaat nyata bagi masyarakat. 


Redaksi 

Rabu, 25 Maret 2026

Karawang Berduka, Bupati Haji Aep Saepuloh Datangi Rumah Duka Korban Laka Majalengka Mendapatkan Bantuan


 










Karawang, — Suasana duka menyelimuti wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Tangis haru keluarga pecah saat Bupati Karawang, Haji Aep Saepuloh, hadir langsung ke rumah duka korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Majalengka.


Dengan raut wajah penuh empati, Bupati Aep menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, Pada Selasa Malam 24/3/2026 


Ia tampak menyalami satu per satu anggota keluarga korban, memberikan penguatan di tengah luka yang masih begitu terasa.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karawang, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.


Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya dengan suara tertahan haru.


Selain menyampaikan doa, Bupati juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada keluarga korban.


Enam Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Tragis

Diketahui, kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sebuah mobil Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z-7012-CN yang mengangkut rombongan keluarga asal Karawang.


Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (23/3/2026) di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.


Total enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Mereka adalah:

Hasyim Adnan (47) – pengemudi

Ali (5)

Nanda (1,5)

Mala (35)

Karwati (65)

Desi (42)

Sebagian korban sempat mendapatkan penanganan di RSUD Majalengka, sementara lainnya dirujuk ke RSUD Cideres setelah sebelumnya berada di RSUD Talaga.


Diduga Sopir Kelelahan, Jalan Licin dan Menikung Tajam

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing.


Saat melintasi jalur menurun yang licin dan menikung tajam, sopir diduga dalam kondisi kelelahan dan mengantuk.

Akibatnya, kendaraan hilang kendali, oleng ke kanan, lalu masuk ke parit sebelum akhirnya terguling dengan posisi roda di atas.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Karawang secara luas.


Duka yang Mengikat Kebersamaan

Kehadiran Bupati di tengah keluarga korban menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di saat masyarakat membutuhkan. 


Di tengah isak tangis, doa-doa terus dipanjatkan, berharap agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.


Duka ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat kondisi fisik tidak prima.


Karawang berduka. Namun di balik duka, tumbuh solidaritas dan kepedulian yang menguatkan satu sama lain. 

(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)


 










Karawang, — Suasana duka menyelimuti wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Tangis haru keluarga pecah saat Bupati Karawang, Haji Aep Saepuloh, hadir langsung ke rumah duka korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Majalengka.


Dengan raut wajah penuh empati, Bupati Aep menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, Pada Selasa Malam 24/3/2026 


Ia tampak menyalami satu per satu anggota keluarga korban, memberikan penguatan di tengah luka yang masih begitu terasa.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karawang, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.


Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya dengan suara tertahan haru.


Selain menyampaikan doa, Bupati juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada keluarga korban.


Enam Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Tragis

Diketahui, kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sebuah mobil Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z-7012-CN yang mengangkut rombongan keluarga asal Karawang.


Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (23/3/2026) di Jalan Raya Panjalu–Cikijing, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.


Total enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Mereka adalah:

Hasyim Adnan (47) – pengemudi

Ali (5)

Nanda (1,5)

Mala (35)

Karwati (65)

Desi (42)

Sebagian korban sempat mendapatkan penanganan di RSUD Majalengka, sementara lainnya dirujuk ke RSUD Cideres setelah sebelumnya berada di RSUD Talaga.


Diduga Sopir Kelelahan, Jalan Licin dan Menikung Tajam

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing.


Saat melintasi jalur menurun yang licin dan menikung tajam, sopir diduga dalam kondisi kelelahan dan mengantuk.

Akibatnya, kendaraan hilang kendali, oleng ke kanan, lalu masuk ke parit sebelum akhirnya terguling dengan posisi roda di atas.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Karawang secara luas.


Duka yang Mengikat Kebersamaan

Kehadiran Bupati di tengah keluarga korban menjadi simbol bahwa pemerintah hadir di saat masyarakat membutuhkan. 


Di tengah isak tangis, doa-doa terus dipanjatkan, berharap agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.


Duka ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat kondisi fisik tidak prima.


Karawang berduka. Namun di balik duka, tumbuh solidaritas dan kepedulian yang menguatkan satu sama lain. 

(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua IPSM Kabupaten Karawang Oop Sopiah Husen Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan








Karawang,- 20/03/2026 Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karawang, Oop Sopiah Husen, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang, yang telah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.


Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menahan diri dari segala hawa nafsu, baik lahir maupun batin, Idul Fitri menjadi hari kemenangan yang penuh dengan kebahagiaan, rasa syukur, serta semangat untuk kembali kepada fitrah sebagai insan yang bersih dan suci. Momentum ini juga menjadi saat yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Dalam pernyataannya, Ketua IPSM Kabupaten Karawang menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan juga sebagai pengingat penting akan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan solidaritas antar sesama. Sebagai bagian dari elemen masyarakat yang bergerak di bidang sosial, IPSM memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis, peduli, dan saling membantu, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Idul Fitri adalah momen untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari yang fitri ini sebagai titik awal dalam mempererat persatuan, meningkatkan rasa empati, serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau dalam rilisnya.


Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi seluruh relawan, pekerja sosial, serta elemen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan, seperti pembagian takjil, santunan anak yatim, bantuan kepada masyarakat kurang mampu, serta kegiatan sosial lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Ramadan yang harus terus dijaga dan dilanjutkan, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. IPSM Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.


Di akhir pernyataannya, Ketua IPSM Kabupaten Karawang menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan.


“Atas nama pribadi dan keluarga besar IPSM Kabupaten Karawang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.


Semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” tutup beliau.


Rilis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai sosial, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis di Kabupaten Karawang.


(Siti/Kajol)








Karawang,- 20/03/2026 Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karawang, Oop Sopiah Husen, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang, yang telah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.


Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menahan diri dari segala hawa nafsu, baik lahir maupun batin, Idul Fitri menjadi hari kemenangan yang penuh dengan kebahagiaan, rasa syukur, serta semangat untuk kembali kepada fitrah sebagai insan yang bersih dan suci. Momentum ini juga menjadi saat yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Dalam pernyataannya, Ketua IPSM Kabupaten Karawang menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan juga sebagai pengingat penting akan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan solidaritas antar sesama. Sebagai bagian dari elemen masyarakat yang bergerak di bidang sosial, IPSM memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis, peduli, dan saling membantu, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Idul Fitri adalah momen untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari yang fitri ini sebagai titik awal dalam mempererat persatuan, meningkatkan rasa empati, serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau dalam rilisnya.


Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi seluruh relawan, pekerja sosial, serta elemen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan, seperti pembagian takjil, santunan anak yatim, bantuan kepada masyarakat kurang mampu, serta kegiatan sosial lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Ramadan yang harus terus dijaga dan dilanjutkan, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. IPSM Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.


Di akhir pernyataannya, Ketua IPSM Kabupaten Karawang menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan.


“Atas nama pribadi dan keluarga besar IPSM Kabupaten Karawang, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.


Semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” tutup beliau.


Rilis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai sosial, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis di Kabupaten Karawang.


(Siti/Kajol)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done