Rabu, 26 November 2025
Sabtu, 22 November 2025
Pembangunan Gedung Dinas Sosial Karawang Mandek, Kabid PUPR Soroti Lemahnya Kinerja Konsultan
Minggu, 16 November 2025
Proyek Irigasi di Mekarjati Diduga Menyimpang, Warga Minta BBWS dan Penegak Hukum Bertindak Tegas
Jumat, 14 November 2025
Warga Duren Keluhkan Drainase Tersumbat, Minta Tindakan Serius dari Dinas Terkait
Karawang – Warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kembali mengeluhkan kondisi saluran air yang tak berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan genangan dan banjir saat hujan turun, terutama di wilayah RT. 015, 016, 017, dan 018 RW. 005.
Menurut warga setempat, Jeje Jaelani, penyebab utama banjir berasal dari penyempitan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat oleh sampah serta beton cor tanpa ruang pembersihan. Parit dan solokan di sekitar pemukiman juga penuh dengan endapan yang tak pernah dibersihkan secara berkala.
“Saluran air di sini sudah lama tidak diperhatikan. Ketika hujan sebentar saja, langsung meluap ke jalan dan masuk ke pekarangan warga. Ini jelas merugikan dan membahayakan. Kami minta Dinas PUPR Karawang turun langsung dan segera memperbaiki saluran ini,” ujar Jeje. Jum'at 14/11/2025
Jeje Jaelani juga menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan kesehatan warga sekitar. Ia berharap dinas terkait tidak menutup mata dan segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.
“Kami sebagai warga merasa seperti dianaktirikan. Padahal, kami juga bayar pajak dan punya hak atas lingkungan yang layak. Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi sumber penyakit, dan jalanan makin rusak karena tergenang terus. Jangan tunggu viral dulu baru ada aksi. Kami harap pihak Dinas PUPR dan pemerintah desa cepat merespon dan mengatasi masalah ini sebelum makin parah,” tambah Jeje.
Warga berharap ada langkah nyata seperti pengerukan, pembersihan saluran, atau jika perlu pembangunan ulang drainase agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang.
Warga menegaskan, jika dibiarkan terus, kondisi ini bisa menimbulkan penyakit dan kerusakan infrastruktur lingkungan. Mereka meminta adanya normalisasi saluran, pengerukan, serta rekayasa drainase yang sesuai agar air bisa mengalir lancar tanpa menggenangi permukiman.
“Jangan tunggu banjir besar dulu baru bergerak. Ini masalah serius, dan kami sebagai warga hanya ingin lingkungan yang sehat dan aman,” tutupnya.
(Red)
Karawang – Warga Dusun Duren, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kembali mengeluhkan kondisi saluran air yang tak berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan genangan dan banjir saat hujan turun, terutama di wilayah RT. 015, 016, 017, dan 018 RW. 005.
Menurut warga setempat, Jeje Jaelani, penyebab utama banjir berasal dari penyempitan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat oleh sampah serta beton cor tanpa ruang pembersihan. Parit dan solokan di sekitar pemukiman juga penuh dengan endapan yang tak pernah dibersihkan secara berkala.
“Saluran air di sini sudah lama tidak diperhatikan. Ketika hujan sebentar saja, langsung meluap ke jalan dan masuk ke pekarangan warga. Ini jelas merugikan dan membahayakan. Kami minta Dinas PUPR Karawang turun langsung dan segera memperbaiki saluran ini,” ujar Jeje. Jum'at 14/11/2025
Jeje Jaelani juga menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan kesehatan warga sekitar. Ia berharap dinas terkait tidak menutup mata dan segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.
“Kami sebagai warga merasa seperti dianaktirikan. Padahal, kami juga bayar pajak dan punya hak atas lingkungan yang layak. Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi sumber penyakit, dan jalanan makin rusak karena tergenang terus. Jangan tunggu viral dulu baru ada aksi. Kami harap pihak Dinas PUPR dan pemerintah desa cepat merespon dan mengatasi masalah ini sebelum makin parah,” tambah Jeje.
Warga berharap ada langkah nyata seperti pengerukan, pembersihan saluran, atau jika perlu pembangunan ulang drainase agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang.
Warga menegaskan, jika dibiarkan terus, kondisi ini bisa menimbulkan penyakit dan kerusakan infrastruktur lingkungan. Mereka meminta adanya normalisasi saluran, pengerukan, serta rekayasa drainase yang sesuai agar air bisa mengalir lancar tanpa menggenangi permukiman.
“Jangan tunggu banjir besar dulu baru bergerak. Ini masalah serius, dan kami sebagai warga hanya ingin lingkungan yang sehat dan aman,” tutupnya.
(Red)
Kamis, 13 November 2025
Saluran Irigasi Rusak, Petani Desa Ciwulan Harus Pompa Air dari Jarak Jauh: Butuh Tindakan Cepat dari Dinas Terkait
Kondisi ini dikhawatirkan akan terus memicu penurunan hasil panen, mengingat air merupakan faktor vital dalam keberlangsungan usaha tani. Apalagi, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
“Kami sudah bertahun-tahun menunggu perhatian pemerintah. Tapi saluran tetap rusak, tidak ada air, dan kami harus mengeluarkan ongkos besar untuk bisa mengairi sawah,” ujar salah satu petani setempat.
Melalui rilis ini, para petani dan warga Desa Ciwulan meminta Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Karawang segera turun tangan dan melakukan perbaikan saluran irigasi tersebut.
Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, agar beban petani tidak semakin berat dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Jangan tunggu sampai lahan kami gagal panen. Kami mohon dinas terkait segera respon dan prioritaskan perbaikan irigasi di desa kami,” tegas warga.
(Red)
Kondisi ini dikhawatirkan akan terus memicu penurunan hasil panen, mengingat air merupakan faktor vital dalam keberlangsungan usaha tani. Apalagi, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
“Kami sudah bertahun-tahun menunggu perhatian pemerintah. Tapi saluran tetap rusak, tidak ada air, dan kami harus mengeluarkan ongkos besar untuk bisa mengairi sawah,” ujar salah satu petani setempat.
Melalui rilis ini, para petani dan warga Desa Ciwulan meminta Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Karawang segera turun tangan dan melakukan perbaikan saluran irigasi tersebut.
Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, agar beban petani tidak semakin berat dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Jangan tunggu sampai lahan kami gagal panen. Kami mohon dinas terkait segera respon dan prioritaskan perbaikan irigasi di desa kami,” tegas warga.
(Red)
Senin, 10 November 2025
PUPR Karawang Diduga Tutup Mata: Warga Desak APH & Inspektorat Turun Tangan!
Beton terkelupas, struktur saluran ambles, dan terlihat retakan di berbagai sisi, menjadi bukti nyata buruknya kualitas pekerjaan. Warga menyebut proyek ini dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Mirisnya, saat awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang, Dr. Aries, laporan dan temuan di lapangan justru diabaikan dan hingga kini tidak ada langkah korektif. Kondisi proyek yang rusak parah masih dibiarkan begitu saja, tanpa evaluasi ataupun perbaikan dari pihak pelaksana maupun dinas terkait.
“Kami sudah sampaikan langsung ke Dr. Aries selaku Kabid SDA. Tapi sampai hari ini tetap saja tidak ada tindakan. Ini jelas bentuk pembiaran,” ujar salah satu aktivis pemantau infrastruktur yang ikut turun ke lokasi.
Masyarakat mendesak Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, Unit Tipikor Polres Karawang, hingga Kejaksaan Negeri untuk segera memeriksa proyek ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian, kongkalikong atau mark-up, semua yang terlibat harus diproses hukum.
Uang rakyat tidak boleh dijadikan bancakan!Proyek seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik. Jika Dinas PUPR, khususnya Kabid SDA, tidak mampu menjalankan tugas pengawasan, maka sudah sepantasnya dicopot!
Karawang butuh integritas, bukan pejabat yang diam saat rakyat dirugikan.
(Red)
Beton terkelupas, struktur saluran ambles, dan terlihat retakan di berbagai sisi, menjadi bukti nyata buruknya kualitas pekerjaan. Warga menyebut proyek ini dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Mirisnya, saat awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang, Dr. Aries, laporan dan temuan di lapangan justru diabaikan dan hingga kini tidak ada langkah korektif. Kondisi proyek yang rusak parah masih dibiarkan begitu saja, tanpa evaluasi ataupun perbaikan dari pihak pelaksana maupun dinas terkait.
“Kami sudah sampaikan langsung ke Dr. Aries selaku Kabid SDA. Tapi sampai hari ini tetap saja tidak ada tindakan. Ini jelas bentuk pembiaran,” ujar salah satu aktivis pemantau infrastruktur yang ikut turun ke lokasi.
Masyarakat mendesak Bupati Karawang, Inspektorat Daerah, Unit Tipikor Polres Karawang, hingga Kejaksaan Negeri untuk segera memeriksa proyek ini. Jika terbukti ada unsur kelalaian, kongkalikong atau mark-up, semua yang terlibat harus diproses hukum.
Uang rakyat tidak boleh dijadikan bancakan!Proyek seperti ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik. Jika Dinas PUPR, khususnya Kabid SDA, tidak mampu menjalankan tugas pengawasan, maka sudah sepantasnya dicopot!
Karawang butuh integritas, bukan pejabat yang diam saat rakyat dirugikan.
(Red)



